Anda di halaman 1dari 10

METODE PELAKSANAAN Pekerjaan Bekisting Raka Pratama

1. Pekerjaan Bekisting Kolom 1.1. 1.2. Bahan: Kayu Suri 6/12 Plywood FF 4 x 8 x 15 mm Balok ganjal Minyak Bekisting Paku 5, 7, 10 cm Alat-alat: Gergaji/ mesin belah Pipa support Pipa galvanis Klem kolom 125 150 Palu Meteran Lot. Water Pass Benang Jackbase 60 U-head 60 Besi UNP 5 x 4m

1.3. Pekerjaan Persiapan (Pabrikasi) Sebelum memulai pekerjaan kolom maka yang perlu dilakukan selain mempersiapkan alat dan bahan diatas adalah langkah-langkah sebagai berikut untuk mendapatkan hasil yang memuaskan. Sebagai rangka kolom, jarak rangka panel disesuaikan dengan dimensi kolom yang diperlukan (maksimum jaraknya 25 cm) 1.4. Penyetelan Kolom Sebelum penyetelan kolom, pertama-tama harus di check mengenai markingan kolom dan pinjamanya (yang telah dibuat oleh surveyor/main kontraktor). Setelah cocok baru dipasang sepatu kolom. Adapun mengenai sepatu kolom ini tergantung dari pihak Main kontraktor, apakah menggunakan beton atau besi maupun kayu. Penyetelan kolom dilakukan Side By Side satu sisi dididrikan kemudian diikat atas panel pad a besi kolom, sedemikian seterusnya sampai semua sisi terpasang. Selanjutnya dilakukan pemasangan clamp kolom yang diikuti dengan pemasangan track stank (untuk pemasangan ini biasanya dibantu dengan paku agar klam kolom bisa terpasang). Pemasangan clam kolom mengikuti gambar kerja yang sudah dibuat jauh hari sebelum pekerjaan

dimulai. Setelah semua clamp terpasang dilanjutkan pemasangan pipe support yang mana nantinya dipakai untuk mengecek Verticality dari kolom tersebut yang dibantu dengan menggunakan lot. 1.5. Pengecekan Kolom Untuk pengecekan kolom kita mulai dari bawah dahulu dari pinjaman yang ada kita check posisi bekisting. Kalau sudah benar-benar di lot pada dua sisi yang masing-masing menggunakan dua lot. Demikian seterusnya sehingga didapat dua sisi kolom sudah betul-betul di lot. Kalau sudah di lot maka semua yang berkaitan dengan kekuatan bekisting dikencangkan seperti track stank, klemkolom, pipe support. Hal ini dilakukan agar nantinya pada saat pengecoran tidak terjadi perubahan bekisting. Setelah siap baru dilaporkan ke pihak Main Kontraktor bahwa bekisting kolom sudah siap untuk di cor. 1.6. Pengecoran Kolom Pada saat pengecoran kolom harus memasang jembatan kerja pengecoran, tidak boleh menumpu langsung pada bekisting kolom. Pemadatan beton menggunakan vibrator internal atau external (tidak boleh dengan cara menggoyang besi kolom atau memukul panel bekisting. Setelah selesai pengecoran harus dilakukan pengecekan ulang (sebelum beton setting) 1.7. Pembongkaran Bekisting Kolom Pembongkaran bekisting kolom dilakukan setelah pengecoran berumur 12 jam atau tergantung yang diijinkan oleh pengawas lapangan (biasanya paling lambat setelah umur beton 24 jam). ~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ooOOOoo~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 2. 2.1. 2.2. Pekerjaan Balok Bahan: Kayu 5/7 x 4m Plywood 12 mm Minyak bekisting Paku 5, 7, 10cm Balok 6/12 x 1,5 m suri-sur (double UNP 5 x1,5) Balok 8/15 x 4 m (double UNP 6,5 x 3~4m) Alat-alat: Water Pas Jack Base 60 U-head 60 Clamp siku Join Pin Frame Scaffolding

2.3. a.

Cross Brace Pipe scaffolding Swivel clamp Pipe Support Gergaji Palu Mesin Serut Pekerjaaan Bodeman Balok Pabrikasi Sebelum pekerjaan dilapangan dimulai, maka pekerjaan pabrikasi harus sudah dimulai jauh sebelumnya, agar pekerjaan dilapangan nanti tidak terlambat. Rangka Bodeman menggunakan UNP 5 / Siku 5/5 Jarak rangka bodeman disesuaikan dengan lebar bodeman (maksimum jaraknya 30 cm). Pembuatan panel bodeman disesuaikan dengan sistem pemasangan yang praktis, sehingga dalam pemasangan maupun pembongkaran lebih cepat dan tidak terjadi kerusakan panel. Setelah panel jadi langsung diberi tanda (dimensi panel) kemudian ditumpuk disuatu tempat yang mudah dijangkau alat angkut.

b. Penyetelan Bodeman Balok Sebelum penyetelan bodeman balok yang perlu dipersiapkan adalah, sbb: Posisi bodeman dari lantai bawahnya (ada pinjaman) Perhitungan kombinasi peralatan yang digunakan Penentuan as balok terhadap kolom/ dinding. Contoh : Lantai ke lantai tingginya 5 m. Maka kombinasi alat yang dipakai adalah sbb: Alat yang digunakan : Jack base 60 cm U-head 60 cm Main Frame Scaffolding 170 cm Cross brace 220 cm Berdasarkan contoh diatas dapat kita gunakan sebagai acuan untuk bekerja lebih cepat. Jack base di stell dahulu sesuai ukurannya. Kemudian dipasang pada jarak 180 cm dan lebar 120 cm (spesifikasi scaffolding) berjejer sesuai kebutuhan. Dilanjutkan dengan pemasangan Main Frame Scaffolding diatasnya yang dibarengi dengan pemasangan Cross Brace nya. Pemasangan Cross Brace harus benar-benar pas dan masuk ke tempat pen pada scaffolding.

Pemasangan joint pin diatas Main Frame Scaffolding (MF) Pemasangan Main Frame Scaffolding diatasnya yang dibarengi dengan pemasangan cross brancenya. Pemasangan U-head Jack yang sudah di stell ringnya sesuai Jack Base. Pemasangan Gelagar double UNP 6,5 x 4 diatas U-Head dengan ketentuan : Pada balok yang panjangnya lebih dari 4 m berarti memerlukan Gelagar lebih dari satu maka akan terjadi pertemuan double UNP 6,5 pada U-Head, sedangkan lebar U-Head tidak cukup untuk diisi 2 buah gelagar, maka untuk menghindari terjadinya perusakan balok 8/15 x 4m, pada pertemuan ini digunakan Jack Base Kombinasi Gelagar disesuaikan dengan bentang balok yang dipasang dilapangan. Pemasangan Balok suri-suri 6/12 x 1,5m / double UNP 5 x 1,5m Balok suri-suri 6/12 x 1,5m dipasang setelah balok 8/15 x 4m selesai dipasang dengan jarak sesuai gambar kerja (minimal 60cm) Lihat gambar dibawah ini. Penyetelan Bodeman dilakukan setelah pemasangan balok suri-suri 6/12 x 1,5m selesai terpasang. Pemasangan Bodeman ini ditempatkan berdasarkan as balok yang sudah dibuat sebelumnya (ditarik benang atas kolom untuk mengecek kelurusannya) Pemasangan Bodeman ini harus mendapat perhatian khusus dari pelaksana lapangan, baik kelurusannya, elevasinya dan perkuatannya, karena Bodeman ini merupakan kunci kerja diatasnya. 2.4. Pekerjaan Dinding Balok a. Pabrikasi Rangka dinding balok menggunakan Siku 4/4 atau 5/5 Untuk dinding balok yang lebih tinggi dari 60 cm menggunakan rangka khusus. Jarak rangka maximum 40 cm. Untuk pengaku rangka maximum jarak 60 cm Rangka dipaku menggunakan paku 10 cm Setelah rangka siap baru dipasang plywood tebal 12 mm dengan sistim laki-perempuan. Setelah dipabrikasi langsung diberi tanda dan ditumpuk seperti penumpukan bodeman balok. b. Penyetelan dinding balok Penyetelan dinding balok dilakukan setelah pekerjaan penyetelan bodeman selesai. Dinding balok hanya numpang diatas bodeman balok yang selanjutnya dibagi pada bagian bawahnya dan diperkuat pada bagian sampingnya. Untuk kelurusan dinding balok, pada waktu pemasangan menggunakan benang yang ditarik dari ujung ke ujung balok.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ooOOOoo~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 3. 3.1. 3.2. Pekerjaan Pelat Bahan Plywood 12 mm Paku 5 cm Minyak bekisting Kayu 4/6 cm Alat-alat Pipa Galvanis Meteran Gergaji Palu

3.3. Persiapan Untuk pekerjaan bekisting pelat lantai yang perlu disiapkan terlebih dahulu gambar kerja (shop drawing) yang menjelaskan tentang: Posisi/arah pemasangan pipa galvanis Posisi Plywood dan letak sambungannya. Setelah gambar kerja, baru dibuatkan potongan plywood yang akan dipasang. 3.4. Penyetelan Dalam pemasangan pelat lantai ini perlu ditegaskan mengenai : a. Pemasangan Pipa Galvanis Dalam pemasangan pipa galvanis yang diperhatikan adalah bentangan dari plat lantai, guna menentukan kombinasi atau panjang pipa galvanis yang akan dipakai. Keseragaman jarak antar pipa harus diperhatihan juga, karena akan mempengaruhi hasil pengecoran nantinya.

b. Pemasangan Plywood Sebelum plywood dipasang, harus diminyaki dahulu permukaan yang akan kontak dengan beton. Pemasangan plywood sesuai gambar kerja, dan pemasangannya mulai dari pinggir balok, karena sekaligus mengecek kelurusan balok, kemudian baru ditengah sehingga didapatkan modul plat yang sesuai dengan gambar kerja. Hubungan plywood lantai dengan dinding balok menggunakan paku 5 cm jarak 40 cm Sambungan antara plywood yang tidak ditumpu multi span harus menggunakan close 4/6 x 40 cm dipaku dengan paku 5 cm jarak 40 cm (tiap close terdapat 4 paku).

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ooOOOoo~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

4. Pekerjaan Dinding 4.1. 4.2. Bahan UNP 5 Plywood tebal 15 mm Minyak Bekisting Sparator/ Track Stank Plastic Cones Pipa paralon dan (jika pakai sistem tembus) Form Tie Paku 5, 7, 10 cm Alat-alat: Pipa Scaffolding Lot dan water pas Pipa Support Climbing set Gergaji potong Palu

4.3. Pekerjaan Persiapan (Pabrikasi) Sebelum memulai pekerjaan dinding maka yang perlu dilakukan adalah: Penentuan Rangka Panel dan sistem panel yang akan dipakai, tergantung kondisi dilapangan (ada tidaknya alat bantu) Jarak rangka panel disesuaikan (maksimum jaraknya 25 cm) Setelah panel dirangkai, baru ditutup dengan plywood tebal 15 mm, masing-masing panel terdiri dari 1 lembar plywood Panel dinding dipabrikasi sebanyak kebutuhan (sesuai RAP) kemudian hasilnya ditumpuk dengan rapi. Untuk yang bentuk khusus, harus dibuat tersendiri sesuai gambar kerja. 4.4. Penyetelan Panel Dinding Sebelum penyetelan dinding, pertama-tama di check mengenai markingan dinding dan panjangnya (yang telah dibuat surveyor/Main Kontraktor). Setelah cocok baru dipasang sepatu dinding. Adapun mengenai sepatu dinding dilakukan satu persatu (satu sisi diselesaikan). Kemudian pemasangan Separator/ Track Stank pada setiap lubang yang sudah disiapkan untuk sparator harus dilengkapi dengan plastic cones dan form tie nya. Setelah semua terpasang, dimana sisi yang sudah terpasang sudah di lot. Baru dipasang sisi yang satunya lagi, tinggal mencoba lubang yang sudah disiapkan dengan sparator/ trek stank yang sudah terpasang.

Didalam pemasangan dinding ini perlu diperhatikan pertemuan antar panel dinding harus benar0benar rapat. Setelah panel terpasang, maka panel dirangkai dengan balok 5/10 x 4m untuk tempat dudukan support nantinya. Dipasang pipa support pada form tie yang sudah terpasang. Kemudian dipasang pipe support untuk membuat ketegakkan dinding sesuai gambar kerjanya, jarak suport adalah 61 cm. 4.5. Pengecekan Dinding Untuk pengecekan dinding kita mulai dari bawah dari pinjaman yang ada, kalau sudah ok baru di lot dari atas. Kemudian diatur sedemikian rupa sehingga dinding menjadi lot pada dua sisi. Setelah lot, baru form tie dikencangkan demikian juga pipe supportnya. Untuk kelurusan arah meemanjang digunakan benang 2 (dua) buah. 4.6. Pembongkaran Dinding Pembongkaran dinding dilakukan setelah pengecoran berumur 12 jam atau tergantung pengawas lapangan (biasanya paling lambat setelah berumur 24 jam).

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ooOOOoo~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 5. Pekerjaan Tangga 5.1. Bahan 5.2. Pipa Galvanis Kayu 5/7 x 4m Plywood 12 mm Minyak Bekisting Paku 5, 7, 10 Alat-alat Gergaji Meteran Palu Scaffolding set Pipe Support Lot/ Water pas Benang

5.3. Pekerjaan Persiapan Sebelum memulai pekerjaan tangga, maka yang perlu dilakukan setelah mempersiapkan bahan & alat tersebut diatas adalah langkah-langkah sebagai berikut untuk mendapatkan hasil yang memuaskan : a. Pelat Badan Tangga Sebenarnya tidak perlu pabrikasi secara khusus, karena bisa dipabrikasi pada saat penyetelan langsung. Yang perlu dipersiapkan adalah posisi kemiringan badan tangga serta pipa galvanis (panjang disesuaikan bentang badan tangga) yang disusun sesuai kemiringan badan tangga. b. Dinding Tangga Dibuat sesuai dengan ukuran tangga (tebal plat + tinggi trape tangga) Cara pabrikasi sama seperti pabrikasi dinding balok. c. Anak Tangga Plywood 12 mm dipotong sesuai dengan tinggi trape (optrade) dan lebar tangga, kemudian diberi rangka

5.4. Penyetelan a. Bordes Tangga Sebelum memulai pekerjaan bordes tangga, perlu diperhatikan elevasi/ ketinggian dari lantai dibawahnya sehingga diketahui kombinasi alat yang diperlukan, apakah menggunakan pipe support. Pekerjaan bordes tangga dimulai dari pekerjaan Balok bordes, yang cara penyetelannya sama seperti balok biasa. Kemudian antar dinding balok dipasang kayu 5/7 (jarak maksimum 25 cm). Kayu ini berfungsi sebagai pengganti pipa (karena bentang pendek). Setelah selesai pemasangan kayu 50/10, lalu diikuti pemasangan plywood yang ukurannya disesuaikan dengan panjang dan lebar bordes.

b. Badan Tangga Badan tangga ada 2 buah, yaitu antara bordes dengan lantai dibawahnya dan antara bordes dengan lantai di atasnya. c. Dinding Tangga dan Bordes Setelah pekerjaan bordes dan badan tangga selesai, kemudian dipasang dinding tangga kanan-kiri dan dinding bordes diatas badan tangga dan bordes.

Dinding tangga dipaku dengan badan tangga dan diberi perkuatan dengan potongan kayu 5/7 (jarak maksimum 40 cm). Potongan kayu 5/7 dipaku antara badan tangga dengan dinding tangga sehingga benar-benar kuat, rapi, dan tidak goyang,. Dinding ini ttelah dipabrikasi sebelumnya. d. Trape/ Dinding Anak Tangga Anak tangga dipasang setelah dilakukan pengecekan terhadap elevasi bordes, kemiringan badan tangga, penggambaran trape/ anak tangga pada dinding badan tangga dan pembesian. Pemasangan bordes dan badan tangga salah apabila jumlah anak tangga tidak pas, dengan antrade dan uptrade yang telah ditentukan ukurannya (bisa kurang bisa lebih). Bila kesalahan ini terjadi maka harus dibetulkan tterlebih dahulu. Trade/ dinding anak tangga dipasang diantara dinding badan tangga sesuai dengan yang telah digambar pada dinding badan tangga dan dipaku dari dinding tangga kearah dalam. Untuk memudahkan pemasangan dapat dilakukan dari bawah keatas. Setelah semua terpasang, kemudian antar anak tangga dirangkai dengan kayu 5/7 memanjang dari atas ke bawah pada dua tempat kanan-kiri dan dipaku. Sama halnya dengan dinding badan tangga, dinding anak tangga inipun telah dipabrikasi sebelumnya. 5.5. Pembongkaran Pembongkaran dinding badan tangga dan trape dapat dilakukan setelah beton berumur 12 jam, sedangkan untuk badan tangga dan bordes dilakukan setelah tujuh hari atau setelah mendapat ijin dari pihak direksi. Untuk pembongkaran balok bordes cara dan urutannya seperti pada pembongkaran balok biasa. Untuk pembongkaran badan tangga dan bordes, dimulai dari pengendoran jack base dan U-head, kemudian diikuti pembongkaran lader/pipe sipport dan kayu 6/12. Setelah itu dibongkar kayu 5/7 dan terakhir adalah pembongkaran plywood. Setelah semua dibongkar kemudian dirapikan dan ditumpuk pada tempat yang mudah dijangkau oleh alat angkut. Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Tidak ada komentar: Poskan Komentar Beranda Langganan: Entri (Atom)

Mengenai Saya

matthew david Lihat profil lengkapku

Raka Pratama

Logo

Go Green

Green Kontraktor