Anda di halaman 1dari 6

Resep 2 berni & yuli Susunan Resep Superscirptio Nama, alamat, nomor izin praktek dokter Lengkap/Tidak Tidak

Lengkap Benar (jelas)/Tidak Benar Keterangan - Tidak mencamtumkan alamat poliklinik, dan no.telepon klinik serta posisi dokter di klinik tersebut (ex : dokter jaga)

Tempat dan tanggal penulisan resep Simbol R/ Nama, umur, alamat pasien

Lengkap

Benar

Lengkap Lengkap

Benar Tidak

- Tidak mencantumkan Nama lengkap dan alamat pasien yang jelas - Tidak mencantumkan jenis sediaan - Tidak mencantumkan jenis sediaan

- Inscriptio Jenis dan jumlah bahan obat Subscriptio cara pembuatan (nama dan jumlah bentuk sediaan Signatura petunjuk penggunaan obat

R/1 R/2 R/3 R/1 R/2 R/3 R/1 R/2 R/3

Lengkap Tidak lengkap Tidak lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Tidak Lengkap Lengkap

benar Tidak Tidak Tidak benar Tidak benar Tidak benar Benar

Paraf/Tanda tangan

R/1

R/2

Lengkap

Benar

Seharusnya ditulis S.3.d.d tab.1 p.c Seharusnya ditulis S.3.d.d tab. 1 p.c Seharusnya ditulis S.2.d.d tab. 1 a.c - Obat yang pemakaiannya sama dapat digabung dalam satu R/ (Invocatio) - Obat yang pemakaiannya sama dapat digabung dalam satu R/ (Invocatio)

R/3 B. Formula resep 1. Macam Formula R/1 R/2 R/3 : Formula Officinalis : Formula Officinalis : Formula Officinalis

Lengkap

Benar

C. Dosis Obat Demacolin Komposisi : Tiap tablet mengandung : Parasetamol 500 mg Pseudoefedrin HCI 7,5 mg Klorfeniramin maleat 2 mg Kofein 10 mg Tiap sendok takar (5 ml} sirup mengandung : Parasetamol 120 mg Pseudoefedrin HCI 7,5 mg Klorfeniramin maleat 1 mg Farmakologi : Bekerja sebagai anaigesik - antipiretik, antihistamin dan dekongestan hidung Indikasi : Untuk meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepaia, hidung tersumbat dan bersin-bersin. Kontraindikasi : - Penderita yang hipersensitif terhadap komponen obat ini. - Penderita dengan gangguan fungsi hati yang berat Perhatian : - Tidak boleh diberikan pada penderita yang peka terhadap obat simpatomimetik lain (misal efedrin,fenilpropanolamin, fenilefrin), penderita tekanan darah tinggi berat, dan yang mendapat terapi obat anti depresan tipe penghambat Monoamin Oksidase(MAO). - Tidak boleh meiebihi dosis yang dianjurkan. - Hati-hati penggunaan pada penderita tekanan darah tinggi atau yang mempunyai potensi tekanan darah tinggi atau stroke, seperti pada penderita dengan berat badan berlebih (overweight) atau Efek Samping : - Mengantuk, gangguan pencernaan, insomnia, gelisah, eksitasi, tremor, takikardi, aritmia ventrikuler, mulut kering, palpitasi, sulit berkemih. - Penggunaan dosis besardanjangka panjang menyebabkan kerusakan hati. Dosis : Dewasa dan anak-anak diatas 12 tahun 1-2 tablet, 3-4 kali sehari Anak-anak umur 6-12 tahun 1/2-1 tablet, 3-4 kali sehari.

Anak-anak 2 - 5 tahun 1 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari. Anak-anak 6-12 tahun 2 sendok takar (5 ml), 3 kali sehari. Interaksi Obat : Penggunaan bersama antidepresan tipe penghambat MAO dapat mengakibatkan krisis hipertensi.

Interaksi obat dalam resep: Tidak ada

D. Bentuk sediaan obat 1. Bentuk sediaan obat yang dipilih R/1 3 tablet Salbutamol Tablet 4 mg Salbutamol adalah selective Beta-2 adrenoceptor agonist. Indikasi : asthma, bronkospasme, reversible airways obstruction. Komposisi: Setiap tab mengandung 4mg Salbutamol Dosis:

perhatian: tidak untuk penderita DM, ibu menyusui

Kaptopril antihipertensi (Angiotensin Converting Enzyme" (ACE) inhibitor Dosis: Kaptopril harus diberikan 1 jam sebelum makan, dosisnya sangat tergantung dari kebutuhan penderita (individual). Dewasa: Hipertensi, dosis awal: 12,5 mg tiga kali sehari. Bila setelah 2 minggu, penurunan tekanan darah masih belum memuaskan maka dosis dapat ditingkatkan menjadi 25 mg tiga kali sehari. Bila setelah 2 minggu lagi, tekanan darah masih belum terkontrol sebaiknya ditambahkan obat diuretik golongan tiazida misal hidroklorotiazida 25 mg setiap hari. Dosis diuretik mungkin dapat ditingkatkan pada interval satu sampai dua minggu. Maksimum dosis kaptopril untuk hipertensi sehari tidak boleh lebih dari 450 mg.

Gagal jantung 12,5- 25 mg tiga kali sehari; diberikan bersama diuretik dan digitalis, dari awal terapi harus dilakukan pengawasan medik secara ketat. Untuk penderita dengan gangguan fungsi ginjal dsiis perlu dikurangi disesuaikan dengan klirens kreatinin penderita. Perhatian: Tidak untuk wanita hamil. Pemakaian obat pada kehamilan dapat menyebabkan gangguan/kelainan organ pada fetus atau neonatus, bahkan dapat menyebabkan kematian fetus atau neonatus.

Pada kehamilan trimester ll dan lll dapat menimbulkan gangguan antara lain: hipotensi, hipoplasiatengkorak neonatus, anuria, gagal ginjal reversible atau irreversible dan kematian. Juga dapat terjadi oligohidramnios, deformasi kraniofasial, perkembangan paru hipoplasi, kelahiran prematur, perkembangan retardasi-intrauteri, paten duktus arteriosus. Bayi dengan riwayat di mana selama di dalam kandungan ibunya mendapat pengobatan penghambat ACE, harus diobservasi intensif tentang kemungkinan terjadinya hipotensi, oligouria dan hiperkalemia. Harus diberikan dengan hati-hati pada wanita menyusui. Pemberian pada anak-anak masih belum diketahui keamanannya, sehingga obat ini hanya diberikan bila tidak ada obat lain yang efektif. Pemakaian pada lanjut usia harus hati-hati karena sensitivitasnya terhadap efek hipotensif. Hati-hati pemberian pada penderita penyakit ginjal. Pengobatan agar dihentikan bila terjadi gejala-gejala angiodema seperti bengkak mulut, mata, bibir, lidah, laring juga sukar menelan, sukar bernafas dan serak. Efek Samping: Kaptopril menimbulkan proteinuria lebih dari 1 g sehari pada 0,5% penderita dan pada 1,2% penderita dengan penyakit ginjal. Dapat tejadi sindroma nefrotik serta membran glomerulopati pada penderita hipertensi. Karena proteinuria umumnya terjadi dalam waktu 8 bulan pengobatan maka penderita sebaiknya melakukan pemeriksaan protein urin sebelum dan setiap bulan selama 8 bulan pertama pengobatan. Neutropenia/agranulositosis terjadi kira-kira 0,4 % penderita. Efek samping ini terutama terjadi pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal. Neutropenia ini muncul dalam 1-3 bulan pengobatan, pengobatan agar dihentkan sebelum penderita terkena penyakit infeksi. Pada penderita dengan resiko tinggi harus dilakukan hitung leukosit sebelum pengobatan, setiap 2 minggu selama 3 bulan pertama pengobatan dan secara periodik. Pada penderita yang mengalami tanda-tanda infeksi akut (demam, faringitis) pemberian kaptopril harus segera dihentikan karena merupakan petunjuk adanya neutropenia. Hipotensi dapat terjadi 1-1,5 jam setelah dosis pertama dan beberapa dosis berikutnya, tapi biasanya tidak menimbulkan gejala atau hanya menimbulkan rasa pusing yang ringan. Tetapi bila mengalami kehilangan cairan, misalnya akibat pemberian diuretik, diet rendah garam, dialisis, muntah, diare, dehidrasi maka

hipotensi tersebut menjadi lebih berat. Maka pengobatan dengan kaptopril perlu dilakukan pengawasan medik yang ketat, terutama pada penderita gagal jantung yang umumnya mempunyai tensi yang nomal atau rendah. Hipotensi berat dapat diatasi dengan infus garam faal atau dengan menurunkan dosis kaptopril atau diuretiknya. Sering terjadi ruam dan pruritus, kadang-kadang terjadi demam dan eosinofilia. Efek tersebut biasanya ringan dan menghilang beberapa hari setelah dosis diturunkan. Teriadi perubahan rasa (taste alteration), yang biasanya terjadi dalam 3 bulan pertama dan menghilang meskipun obat diteruskan. Retensi kalium ringan sering terjadi, terutama pada penderita gangguan ginjal, sehingga perlu diuretik yang meretensi kalium seperti amilorida dan pemberiannya harus dilakukan dengan hati-hati. Interaksi Obat: Alkohol, Obat anti inflamasi terutama indometasin, Suplemen potassium atau obat yang mengandung potassium, Obat-obat berefek hipotensi.

Resep yang salah POLIKLINIK UNIVERSITAS MATARAM dr. Ganteng R/ Demacolin tab NO.X s 3 dd 1 R/ Salbutamol 4 mg NO.X s 3 dd 1 R/ Captopril 25 mg NO. XX s 2 dd 1 Pro : Tn. Aladin Mataram 1-juni-2013

Umur : 40 tahun Alamat : Perumnas

Lembar perbaikan resep POLIKLINIK UNIVERSITAS MATARAM Alamat : Jl. Pendidikan No 20 ; No. Telp : (0370)634567 Mataram, 1 Juni 2013 dr. Ganteng Sebagai : dokter jaga R/ Demacolin tab NO.X Salbutamol 4 mg tab No. X S 3 dd 1 tab p.c

a
R/ Captopril 25 mg tab No. XX S 2 dd 1 tab a.c

a
Pro : Tn. Aladin Umur : 40 tahun Alamat : jalan no... Perumnas