Anda di halaman 1dari 18

(Seri 1) Fisik Jakarta: Konsep Taman dan Penghijauan

Ilustrasi/Admin (imkrunal.com) By Christie Damayanti Untuk membuat suatu penghijauan di ruang terbuka (RTH = Ruang Terbuka Hijau) yang baik, akan dapat dicapai melalui proses perancangan yg tepat. Perancangan penghjauan itu sendiri adalah merupakan rangkaian proses2 pengumpulan data, analisa dengan memperhatikan seluruh aspek2 terkait, pemilihan bahan dan penempatan materi yg sesuai dengan perencanaan.

Pertamanan / penghijauan bukan hanya sekedar tanah yg ditanami dengan tanaman sebagai upaya bercocok tanam semata atau daerah yg diperkeras saja, namun merupakan satu paduan dari beberapa aspek : 1. Arsitektural Yaitu perancangan harus memperhatikan pembentukan kesan yg nyaman, karena merupakan ruang untuk gerak manusia sehingga dapat dikatakan bahwa perancangan taman / penghijauan juga merupakan perangan ruang gerak.

Suatu konsep taman kota. Telihat banyak ruang gerak, seperti garis2 sejajar dan bisa selalu memotongantara garis 1 dengan yg lainnya. Di foto sebelahnya, kita berjalan di tempat yg berpasir, berputar seperti labirin. 2. Artistik visual Yaitu keharmonisan dalam pengelompokan warna, bentuk, tekstur, karakter serta semua nilai2 dari setiap unsur tanaman / pepohonan.

Bentuk konsep taman ini, sangat artistic arsitektural. Secara visual di foto yg sebelahnya, terlihat banyak bentuk tanaman serta warna yang membuat kita terkesan. Inilah yg di sebut artistic visual. 3. Memanfaatkannya Bisa dimanfaatka, seperti untuk buah2an di Taman Mekar Sari.

Peninjauan berdasarkan segi2 ekologis, fungsi, morpholigis, taxonomi dan sebagainya, dimana harus melalui beberapa proses tahapan : Tahap survey Tahap analisa Tahan perancangan Tahap pelaksanaan

TAHAP SURVEY Ini merupakan upaya untuk mengumpulkan data selengkapnya yg akan mempengaruhi serta berbagai bahan pertimbangan dalam desain. Batasan merupakan diambil dalam mendesain. Ukuran2 harus bebar untuk mencari dan membeli materi2 yg akan di desain.

Bentuk2 dan ukuran2 pohon untuk sebuah taman yg akan kita desain. Setelah itu , dengan survey exsisting harus memperhatikan : 1. Bentuk tanah

Datar, landai curam, bertangga, berbukit, cekung, cembung dan sebagainya.

Misalnya, berupa tanah yg seperti trapezium tetapi melengkung. Ini bisa membutuhkan desain yang unik dan pasti asimetris.

Dengan 1 bentuk tanah, bisa menjadikan banyak desain. Kreatifitas kita yg dibutuhkan untuk membuat sebuah taman yg artistik dan nyaman. 2. Apa yg ada dipermukaan tanah

Pohon besar, tiang listrik, pernerasan, septic tank, pipa pralon, tiang berdera, bak control, bak sampah, dan sebagainya. 3. Apa yg ada di dalam tanah

Kabel listrik, pipa gas, pipa PAM, kabel telpon dan sebagainya. Survey lingkungan ditujukan untuk mengumpulkan data ekologis / lingkungan yang nantinya akan menentukan kehidupan tanaman, antara lain : 1. Arah mata angin

Kemana dan dari mana arah sinar matahari pada pagi hari serta sore hari.

Bila sebuah pohon ditanam dengan melihat arah mata angin, bisa menjadi sebuah pohon yg sangat berguna. Misalnya, bila banyak angin bertiup kearah dimana menuju sebuah rumah yg tidak suka dengan pohon dan binatang2 ( ulat ), lebih baik pohon itu tidak mendekati rumah tersebut. 2. Letak bangunan

Seberapa jauh dan lama bayangan bangunan menutupi lahan

Pohon2 yang berada di bawah kanopi / atap, sebaiknya adalah pohon yg tidak harus berada di bawah sinar mata hari langsung, karena kalau tidak, pohon itu akan tidak tumbuh dgn subur. 3. Lokasi

Dimana kta membuat taman / penghijauan, apakah di daerah dataran rendah atau pegunungan

Pohon2 / tanaman2 sangat berbeda bila tumbuh di dataran tinggi, sedang dan dataran rendah. Kita harus mempelajari pohon2 yg memang ada di masing2 dataran. 4. Kesuburan

Bagaimana kesuburn tanah di lokai tersebut ; apakah baik, cukup atau kurang

Seperti foto diatas, merupakan gambaran tanah yg kering dan tidak subur.

Pohon / tanaman bisa mengembalikan kesuburan tanah.

5.

Jenis tanah

Bagaimana jenis tanah, apakah berupa tanah asli, top / sub sil, tanah galian, tanah urug, tanah puing / lumpur / pasir dan sebagainya

Kaktus adalah sebuah tanaman / pohon yg hidup di pasir dan tidak memerlukam banyak air. Jadi, kita harus mempelajari tanaman bila kita ingin menanamnya. Bagaimana dengan pendanaannya? Berapa biaya yg harus tersedia untuk pembuatan suatu taman / daerah penghijauan terbuka? Desain dengan materi sederhana ditunjang dengan pola dan komposisi yg harmonis, akan lebih murah dari pada desain dengan materi yg mahal walau belum tentu indah. TAHAP ANALISA Dalam tahap analisa, desain taman / penghijauan diarahkan kepada fungsinya, yaitu manfaat yg ingin kita petik dari desain tersebut. Apakah sebagai penghijauan tanaman hias, taman keluarga, taman hobby, taman olah raga, taman produksi atau taman bermain anak2? Dengan fungsi yg berbagai jenis, maka bentuk desain juga akan beranekan ragam. Masing2 tergantung dari konsep dan kebutuhannya. Tetapi meskipun bermacam2 fungsi, namun harus tetap berpegang pada satu pedoman pokok : 1. Indah ( beauty ) Tujuan utamanya, adalah membuat desain untuk mencapai suatu keindahan yg berdasarkan nilai2 estetik dan artistik. Hasilnya adalah desain yg indah dan harmonis, bukan hanya sekedar kebun belaka.

Nilai2 artistik sangat bisa membuat kita senang dan bahagia dari sebuah taman / kebun. Jika kita melihat taman ini, bagaimana kita tidak senang dan bahagia ? 2. Nyaman ( comfort ) Desain yg kita buat harus memberikan rasa kenyamanan yg maksimal bagi kita dan semua orang yg menikmatinya. Baik kenyamanan secara menyeluruh ( teduh, asri ), juga kenyamanan yg didapat dari seluruh materi taman yg terpakai, termasuk streetscape ( plaza, bangku taman, lampu taman, bin / tempat sampah khusus, dll ).

Suatu taman seperti foto ini, siapakah tidak merasa nyaman ? Dengan air mengalir membuat kita tenang ..

3. Perawatan yg terjangkau Taman merupakan komposisi tanaman yang hidup dan tumbuh, hanya akan tumbuh subur, apabila mendapatkan perawatan yg baik. Untuk itu, desain taman juga harus memperhatikan puls segi perawatan yg terjangkau, sehingga kesuburan dan keindahan tetap terjaga.

Kesatuan dari pedoman2 tersebut dapat dirangkum melalui penataan nilai2 estetis : POLA Pola adalah bentuk garis desain pada taman. Sifat garis akan member karakter dalam bentuk sbb : Garis lurus memberi kesan formal Garis melengkung memberi kesan informal dan rileks Garis patah2 memberi kedan kaku

Letak garis dalam bidang, juga memberikesan tertentu, apakah menyempit, melebar, meninggi, mantap, dan sebagainya.

Beberapa bentuk plaza sebuah taman. Dengan bergaris2, kotak2, tak beraturan, dan sebagainya. KARAKTER TANAMAN Setiap tanaman mempunyai karakter sendiri sebagai akibat bentuk dan penampilan dari tanaman tersebut, sehingga ada tanaman yg soliter, sebaiknya ditanam berdiri sendiri, misalnya : Pinang Merah, Sikas, Pisang Kipas, dsb.

Kompositif bila ditanam dalam komposisi misalnya : Puring, Hanjuang dsb. Mass planting, sebaiknya ditanam sejenis tanaman dalam jumlah yg besar : misalnya tanaman bungan2an. STRUKTUR dan TEKSTUR TANAMAN Adalah bentuk dasar percabangan tanaman yg membentuk penampilan secara keseluruhan tanaman tersebut. Ada struktur tanaman segitiga, bulat, oval, runcing, bertingkat, berpayung, segitiga terbalik dan sebagainya. Dan tekstur adalah kasar halusnya suatu tanaman, yg ditimbulkan dari dimensi daun dan permukaan tanaman. Ada tekstur halus, sedang, kasar, lilin, bergelombang dan sebagainya. Dalam suatu komposisi tanaman, dirancang agar semua tanaman tampak dengan baik. Didesain dengan tidak ada tanaman yg menutupi tanaman yg lain. Namun yg satu dengan tanaman yg lain agar saling melengkapi. WARNA

Warna merupakan unsure yg besar artinya dalam pembangkit faktor keindahan. Dalam taman, warna bisa didapatkan dari warna materi tanaman, baik materi keras maupun materi tanaman. Misalnya, warna tetap berasal dari warna hijau daun dan batang yg berwarna coklat gelap. Sedangkan warna tidak tetap adalah warna2 bunga, warna daun baru atau tunas2 baru.

Secara umum, warna terdiri dari 3 warna dasar yaitu merah, kuning dan biru. Perpaduan warna tersebut menjadi warna campuran pertama atau warna sekunder yaitu hijau, orange dan ungu. Perpaduan warna dasar dan sekunder disebut warna tersier, dimana didapatkan warna2 pupus seperti lemon, lila, jingga, tosca dan ungu kebiruan. Se;uruh warna primer, sekunder dan tersier dapat disusun dalam 1 lingkaran yg disebut Spektrum Warna Dari Sprektrum Warna dapat diketahui sifat warna, yg serasi sebagai aksen atau kontras serta sebagai kegunaan lain.