Anda di halaman 1dari 9

RENCANA AKSI DINAS PENDIDIKAN,KEBUDAYAAN,PEMUDA DAN OLAHRAGA

I.

TANTANGAN

Pembentukan Provinsi Kalimantan Utara sebagai salah satu upaya dalam menata daerah merupakan solusi dalam rangka mengoptimalkan pelayanan publik karena dapat memperpendek rentang kendali ( span of control) pemerintahan, sehingga lebih efisien dan efektif sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) guna mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing daerah dan memperkokoh keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesai (NKRI) di wilayah perbatasan dengan negara lain/tetangga, untuk mewujudkanya diperlukan adanya sinergi empat modal bangsa, yaitu Modal Manusia, Modal Alam dan Fisik serta Modal Sosial. Dalam upaya mengoptimalkan potensi modal manusia tersebut maka perlu adanya upaya Peningkatan kualitas sumber daya manusia yang berkulitas, berbudaya dan berdaya saing tinggi melalui pembangunan bidang Pendidikan yang, ber-mutu, murah, mudah dan merata Melalui pendidikan, diharapkan mampu menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kecakapan hidup, baik dalam aspek kognitif, afektif maupun psikomotorik. Pendidikan merupakan kebutuhan sekaligus hak bagi setiap individu, tanpa membedakan golongan usia dan status social, sejalan dengan konsep pendidikan sepanjang hayat (life long education) dan pendidikan untuk semua (education for all) yang dideklarasikan oleh UNESCO, maka kita dituntut untuk terus melakukan upaya inovasi agar dapat memberikan layanan pendidikan yang dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Maka dalam melaksanakan program-program pendidikan harus diramu sedemikian rupa sehingga dihasilkan sumberdaya manusia yang berkualitas baik secara akademik maupun keterampilan teknis pada bidang pertanian. perikanan, kelautan, kehutanan, keteknikan, informatika, sains, ekonomi, sosial budaya dan lain-lain yang lebih spesifik. Selain itu pendidikan umum yang unggul dan pendidikan kejuruan (vokasional) yang spesifik juga sangat diperlukan dalam rangka mempersiapkan tenaga-tenaga siap pakai, pendidikan juga diarahkan pada terciptanya lulusan yang memiliki standar manajerial, pemikir dan bahkan penemu inovasi-inovasi terbaru. Oleh karena itu, semua jenjang pendidikan seharusnya memperoleh perhatian secara proporsional, khususnya pada bidang-bidang khusus yang spesifik dan sangat diperlukan untuk mempercepat pembangunan Provinsi Kalimantan Utara yang posisinya terletak didaerah perbatasan sabah serawak malaysia, maka ada beberapa hal yang perlu menjadi tantangan dan sekaligus peluang, diantaranya :

14

1. Provinsi Kalimantan Utara yang merupakan pemekaran dari Provinsi Kalimantan Timur terdiri atas 4 (empat) Kabupaten dan 1 (satu) Kota, yaitu Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, Kabupaten Malinau, Kabupaten Nunukan, dan Kabupaten Tana Tidung. Provinsi Kalimantan Utara memiliki luas wilayah keseluruhan 75.467,70 km2 dengan jumlah penduduk 622.350 jiwa pada tahun 2011 serta terdiri dari 38 (tiga puluh delapan) kecamatan dan 471 (empat ratus tujuh puluh satu) desa/kelurahan. Provinsi Kalimantan Utara berbatasan langsung dengan Malaysia yaitu Negara Bagian Sabah di sebelah utara dan Negara Bagian Sarawak di sebelah barat, Provinsi Kalimantan Timur di sebelah selatan, Laut Sulawesi di sebelah timur. Wilayah ini juga berada di jalur pelayaran nasional dan internasional (Alur Laut Kepulauan Indonesia/Archipelagic Sealand Passage) dan merupakan pintu keluar/outlet ke Asia Pasifik.

2. Secara geostrategis, Provinsi Kalimantan Utara merupakan open gates ke Malaysia (Sabah), Philipina Selatan dan Brunei Darussalam. Provinsi Kalimantan Utara berada pada posisi strategis sehingga dapat mengembangkan kekuatan nasional di dalam menghadapi dan mengatasi segala hambatan dan gangguan, baik yang datang dari luar maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung yang membahayakan intergritas, identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional dalam menunjang keberhasilan tugas pokok pemerintah untuk kesejahteraan seluruh lapisan masyarakat terutama di daerah perbatasan dan pedalaman. 3. Secara geopolitik, Provinsi Kalimantan Utara yang terletak di belahan utara Pulau Kalimantan dan berbatasan langsung dengan Sabah-Malaysia, sangat berpotensi untuk menjaga kedaulatan dan martabat NKRI yang termanifestasikan dalam gerak dan tindak semua lapisan masyarakat di wilayah Kalimantan Utara terutama di daerah-daerah perbatasan dengan Malaysia. Namun kondisi obyektif saat ini justru sebaliknya, di mana masyarakat yang tinggal di daerah perbatasan secara perlahan mulai tereduksi semangat nasionalismenya. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi, di mana daerah perbatasan 99% merupakan daerah pedalaman yang tertinggal dan tidak tersentuh pembangunan (karena panjangnya span of control dari pusat pemerintahan provinsi di Samarinda/Kalimantan Timur, sedangkan pada saat yang sama tingkat kehidupan penduduk di negara tetangga lebih baik. Di Sebatik dan Krayan misalnya, masyarakat bertransaksi dengan mata uang Ringgit dan orientasi kehidupan mereka sudah lebih condong termalaysiakan.

4. Selain itu untuk pengembnagn pendidikan perlu menjadi perhatian untuk menghadapi tantangan dunia pendidikan di antaranya : Pertumbuhan Penduduk. Perubahan Struktur Ekonomi / Pasar Kerja, Konsep Globalisasi Ekonomi, perkembangan Teknologi, Perubahan Pola Kerja, potensi lokal / keunggulan lokal, kuantitas dan kulaitas pendidik dan sarana prasarana pendidikan 5. Menurut Political Economy and Risk Consultancy,bahwa indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia, memperlihatkan kecenderungan naik sebesar 0,2 per tahun (IPK tahun 2011 berada pada posisi 3 dari skala 10). Keberhasilan tersebut berkat kerjasama semua elemen bangsa dalam memberantas korupsi

15

II. KONDISI DIHARAPKAN PEMPROV KALTARA 1. BIDANG PENDIDIKAN a.Pendidikan anak usia dini 1. APK Provinsi minimal 70 %,dan APK kabupaten / Kota 60 % 2. 90% guru TK / KB berkualufikasi S1/D4 dan bersertifikat 3. 90% guru Telah lulus sertifikasi dan mengikuti keprofesionalan berkelanjutan 4. 70 % Kelurahan / Desa memiliki lembaga PAUD b.Pendidikan dasar 1. APM SD/MI/Paket A Provinsi mencapai 97 %, APM kabupaten minimal 90 % dan APM Kota minimal 98 % 2. APK SMP/MTs / Paket B Provinsi mencapai 110 , APK Kabupaten minimal 97 % dan APK Kota Minimal 115 % 3. APM SD/MI/Paket B Provinsi mencapai 94 %, APM kabupaten minimal 90 % dan APM Kota minimal 92% 4. 50 % SD/MI dan 60% SMP/Mts memenuhi SNP dengan akreditasi B 5. 90 % Guru SD / Mi dan 100% Guru SMP/MTs memiliki kelayakan mengajar dan telah berkualifikasi S1 / D4 seta bersertifikat 6. Ratio guru SD/MI , 1:28 dan Ratio Guru SMP/Mts 1:30 7. 90 % guru memiliki komptensi Literasi Komputer dan pembelajaran berbasis TIK 8. Semua Kecamatan pada daerah perbatasan memiliki Sekolah terpadu (SD/SMP) berbasis 4 M (ber-mutu,mudah,murah dan merata) 9. Setiap Kabupaten / Kota Memiliki minimal 1 SD Unggulan dan 1 SMP Unggulan 10. 40 % Guru Sekolah unggulan memiliki kualifikasi pendidikan S2 11. 50 % sekolah Unggulan bersertifikat ISO 9001 - 2008

Pendidikan Menengah

16

1. APK Provinsi mencapai 95 %, APK Kota minimal 97 % dan APK kabupaten minimal 90 % 2. APM Provinsi mencapai 83 %, APK Kota minimal 70 % dan APK kabupaten minimal 85 % 3. Rasio Peserta didik SMA : SMK = 40 : 60 4. 90 % SMA memenuhi SNP dengan akreditasi minimal B,75% SMK memenuhi SNP dengan akreditasi minimal B 5. Semua Kabupaten dan Kota minimal memiliki 1 SMA Unggulan dan 1 SMK Unggulan berbasis 4 M ( ber-Mutu, Murah, Mudah dan Merata) 6. 100% Guru SMA dan SMK berkualifikasi S1 / D4 , bersertifikat dan pembelajaran berbasis TIK 7. 40 % Guru SMA dan SMK unggulan berkualifikasi S2 dan memiliki sertifikat Toefel 500

8. Semua SMA dan SMK Unggulan bersertifikat ISO 9001 2008 9. Semua SMA dan SMK memiliki Laboratorium termasuk laboratorium Multimedia, 10. Setiap kecamatan pada daerah perbatasan memiliki SMK berbasis Kearifan lokal

2.BIDANG KEBUDAYAAN 1. Semua kebudayaan tradisional dan non tradisional bisa terangkat kepermukaan terutama tari tradisional 2. Semua rumah adat yang ada dikalimanta utara bisa terjaga keasliannya 3. Meningkatannya penayangannnya apresiasi perfilman baik dari produksinya maupun

4. Memiliki peta benda-benda bersejarah dan cagar budaya yang ada dikalimantan utara dijadikan tempat penilitian pelajar dan mahasiswa 5. Meningkatakan peran museum sebagai tempat wisata budaya 3.BIDANG PEMUDA DAN OLAH RAGA 1. Memiliki peraturan tentang sistem penganugerahan prestasi kepemudaan 2. Meningkatnya kapasitas Pemuda Penggerak dan Pelopor Pembangunan

17

3. Meningkatannya kemandirian pemuda produktif dalam berwirausaha 4. Memiliki wawasan dan persepsi pemuda tentang potensi wilayah perbatasan 5. Adanya sistem pemanduan bakat dan minat atlet yang terstandar 6. Adanya pola pengembagan kapabiltas pembina dan pelatih 7. Adanya pusat pengembangan dan pembinaan atlet 8. Adanya peraturan tentang tata kelolah keolahragaan 9. Terselenggaranya Border Games Kaltara

III. PENGEMBANGAN KAPASITAS PEMPROV KALIMANTAN UTARA a. Pidang Pendidikan

Pembangunan Pendidikan senantiasa diarahkan dalam rangka pencapaian target nasional yang yang bertumpu pada tiga pilar pendidikan yaitu : 1.Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan; 2.Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing Pendidikan; 3.Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Citra Publik Pendidikan, Maka Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kalimantan Utara diarahkan pada isu-isu strategis sebagai berikut : Provinsi

1. Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan ; a. Perluasan dan Pemerataan Akses PAUD Berkesetaraan Gender di Semua Kabupaten dan Kota; b. Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan Dasar Universal Bermutu, Muda, Murah dan merata dan Berkesetaraan Gender di Semua Kabupaten dan Kota; c. Perluasan dan Pemerataan Akses Pendidikan Menengah Bermutu, Muda, Murah dan merata dan Berkesetaraan Gender, dan Relevan dengan Kebutuhan Masyarakat, di Semua Kabupaten dan Kota; d. Pengembangan satuan pendidikan kejuruan ( Vokasi) yang bermutu. Mudah, murah dan merata di seluruh wilayah Kabupaten dan Kota dengan spesifikasi yang bertumpu pada potensi wilayah. e. Dituntaskannya Wajib Belajar 9 tahun dan mulai dilaksanakannya Wajib Belajar 12 Tahun di Seluruh Wilayah di Kalimantan Utara. f. Terpenuhinya akses Pendidikan Gratis bagi masyarakat hingga usia wajib belajar 12 tahun (SMA/SMK/MA).

18

g. Pemberian Beasiswa bagi keluarga Miskin atau Tidak mampu pada semua jenjang pendidikan h. Peran serta masyarakat dan Dewan Pendidikan dalam penyelenggaraan pendidikan harus diotimalkan i. Konsistensi Pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Kota dalam mengalokasikan Anggaran Pendidikan minimal 20%. 2.Peningkatan Mutu, Relevansi, dan Daya Saing Pendidikan ; a. Peningkatan mutu dan relevansi pendidikan pada semua jenis dan jenjang satuan pendidikan mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini hingga Pendidikan Menengah dan Pendidikan Luar Biasa b. Peningkatan Kompetensi, Keprofesionalan dan Kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan pada semua jenis dan jenjang satuan pendidikan c. Pengembangan sistem pembelajaran dan database pendidikan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK). d. Peningkatan Kualifikasi, Kapasitas dan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan yang berpatokan pada standar nasional pendidikan. e. Pelaksanaan Pemetaan Kompetensi dan Diklat Pendidik dan Tenaga kependidikan berbasis pengalaman kerja (on the job learning) f. Pemberian kesempatan kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan daerah Perbtasan untuk mengikuti program S1 dan S2 (Program Beasiswa Guru dan Tenaga Kependidikan Perbatasan) g. Pengalokasian anggaran Penelitian Pendidikan dan penulisan karya ilmiah bagi pendidik dalam rangka peningkatan Profesionalisme Pendidik h. Peningkatan kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan disemua jenjang. i. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana pendidikan secara bertahap harus dilakukan termasuk didalamnya melengkapi sarana pembelajaran pada semua jenjang satuan pendidikan. j. Reformasi Perbukuan yang bertujuan untuk meningkatkan daya baca masyarakat dalam menuju Reading Society dalam kerangka Learning Society. k. Tersedianya sarana pendidikan berkeunggulan lokal,sesuai potensi lokal l. Pengawasan dan pengendalian mutu pendidikan yang dilakukan secara periodik, tidak hanya pada proses tetapi juga luaran satuan pendidikan pada semua jenjang. m. Sistem rewards bagi peserta didik dan tenaga kependidikan harus dilakukan dengan memberikan penghargaan yang layak dan sesuai bagi mereka yang berprestasi. n. Peningkatan peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam penyelenggaraan pendidikan yang bermutu di Kalimantan Utara. 2. Penguatan Tata Kelola, Akuntabilitas, dan Citra Publik Pendidikan, a. Penguatan Tata Kelola, Sistem Pengendalian Manajemen Mutu, dan Sistem Pengawasan Intern.

19

b. Dibuatnya sistem penyelnggaraan pendidikan sesuai potensi lokal sebagai daerag perbatasan dan dituangkan dalam bentuk Peraturan Daerah (PERDA) tentang strategi dan kebijakan pendidikan, yang menjadi acuan dan payung hukum penyelenggaraan pendidikan di Kalimantan Utara c. Dibuatnya Grand Design Pendidikan Kalimantan Utara yang memuat arah dan strategi operasional kebijakan pendidikan yang melibatkan seluruh stakeholders Pendidikan dengan Dinas pendidikan sebagai Leading Sector. d. Pembutan media Pendidikan ( Majalah Cetak dan TV Elektronik ) Provinsi Kalimantan Utara dengan bekerja sama dengan TV RI dan RRI

IV.

Inovasi Program Prioritas 1. Bidang Pendidikan a. Penyusunan Grand design pengembangan kebijakan standar pendidikan Kalimantan Utara b. Penyusunan Grand desing program strategis keunggulan lokal setiap kabupaten/kota se Kalimantan Utara c. Menetapkan program satu desa/kelurahan minimal punya satu penyelenggara pendidikan anak usia dini (PAUD) d. Menetapkan program setiap kabupaten/kota memiliki minimal satu sekolah unggulan berbasis kearifan lokal pada setiap jenjang (SD,SMP,SMA) e. Penerapan Quality assurance system pada semua jenjang pendidikan (SD,SMP,SMA) f. Pembuatan sistem informasi manajemen pendidikan berbasis IT (Data pokok pendidikan, Penerimaan iswa baru on line, dan Laporan bulanan) g. Pemberian beasiswa kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan daerah Perbatasan untuk mengikuti program S1 dan S2 ( Program 200 Guru S1/tahun dan 100 Guru S2/Tahun) h. Melakukan Diklat atau Workshop Pendidik dan Tenaga kependidikan berbasis pengalaman kerja (on the job learning) i. Penerapan Pola Rekrutmen Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah semua jenjang Pendidikan dengan sistem seleksi berbasis kompetensi, Transparan dan Akuntabel (Pola seleksi administrasi, Subtansi dalam bentuk makalah dan diklat calon kepala Sekolah) j. Mengoptimalkan pengawas sekolah sebagai agen perubahan pendidikan bidang akademik dan manajerial k. Membangun satu sekolah umum terpadu dan vokasi pada setiap kecamatan daerah perbatasan yang berbasis keunggulan local dan bercirikan 4 M (ber-mutu, mudah, murah dan merata) l. Mengimplementasikan Program bela Negara dalam pelaksanaan

20

pendidikan di sekolah umum terpadu dan vokasi pada daerah perbatasan m.Penerapan program zona integritas sekolah bekerjasama dengan KPK dalam rangka menanamkan Nilai-nilai Integritas di dunia Pendidikan melalui pengembangan Model-model pembelajaran Integritas dan menyiapkan agen-agen penggerak integritas di dunia pendidikan n. Semua Dinas Pendidikan Kabupaten dan Kota se Kalimantan Utara terkoneksi secara online

2. Bidang Kebudayaan a. Penganugrahan Pin Emas kepada Tokoh Budaya atau budayawan Kalimantan Utara b. Pembuatan Film dokumenter kerajaan Bulungan dan sejarah perjuangan Rakyat Bulungan Kalimantan Utara c. Pembentukan Sanggar seni budaya Multi Etnis dalam pengembangan dan pembinaan kesenian daerah dan nasional (tari nusantara ) d. Pembuatan buku sejarah budaya yang memuat nilai-nilai sejarah nasional, sejarah wilayah, sejarah lokal, dan sejarah kebudayaan Bulungan e. Pemanfaatan Musium Kerajaan Bulungan sebagai tempat wisata Pendidikan f. Penciptaan lagu tradisional berbasis landasan multietnis (Lagu Wajib KalimantanUtara)

3. Pemuda dan Olah Raga a. Pemberian Pin Emas Pemuda Berkarakter kepada Pemuda penggerak dan pelopor Pembangunan Kepemudaan b. Diklat Kepemimpinan,dan Kepeloporan Pemuda Perbatasan berbasis pengalaman (On the job experience) c. Diklat Pemuda Produktif dan kewirausahaan Pemuda berbasis ESQ

21

d. Jambore Pemuda Perbatasan e. Diklat Manajemen Pelatih dan Pembina Olah Raga f. Pekan Olah Raga Rakyat Perbatasan Patriotisme Pemuda g. Menyelenggarakan Border Games Kaltara setiap 2 (dua) Tahun

22