Anda di halaman 1dari 12
Andrie Pribadi Bible Arthur A.J. Warouw Christian Andhika Christian Winata Christin Florencia Christin Karina Clara Yuliana
Andrie Pribadi
Bible Arthur A.J. Warouw
Christian Andhika
Christian Winata
Christin Florencia
Christin Karina
Clara Yuliana P.
Dani Septian
Daniel Hermawan
Davin Bong Y.

Daftar Isi

Daftar Isi … Simbolisme dalam agama … … Simbol pada awal keKristenan … … Simbol yang

Simbolisme dalam agama … Simbol pada awal keKristenan … … Simbol yang masih berlaku hingga saat ini … … Simbol menjadi tanggung-jawab dan contoh kesalahannya … … Pluralisme agama … … Tiga Sikap dalam komunitas Kristen …

Bahasa Yunani

Artinya

1. Simbolisme di dalam Agama

Bahasa Yunani Artinya 1. Simbolisme di dalam Agama Simbol adalah sebuah kata, Objek, barang, atau benda,
Bahasa Yunani Artinya 1. Simbolisme di dalam Agama Simbol adalah sebuah kata, Objek, barang, atau benda,
Bahasa Yunani Artinya 1. Simbolisme di dalam Agama Simbol adalah sebuah kata, Objek, barang, atau benda,
Bahasa Yunani Artinya 1. Simbolisme di dalam Agama Simbol adalah sebuah kata, Objek, barang, atau benda,

Simbol adalah sebuah kata, Objek,

barang, atau benda, tindakan, peristiwa yang mewakili, menggambarkan, menisyaratkan, menandakan atau menyampaikan sesuatu yang lebih besar, lebih tinggi, lebih luhur daripada objek

yang melambangkannya.

Suatu benda ingat-ingatan atau

tanda pengingat terhadap suatu hal / subjek tertentu.

Simbol pada awal Kekristenan

Simbol pada awal Kekristenan ΙΧΘΥΣ (Ichthys) adalah singkatan dari " Ίησο ῦ ς Χριστός, Θεο ῦ
Simbol pada awal Kekristenan ΙΧΘΥΣ (Ichthys) adalah singkatan dari " Ίησο ῦ ς Χριστός, Θεο ῦ

ΙΧΘΥΣ (Ichthys) adalah singkatan dari

"Ίησος Χριστός, ΘεοΥός, Σωτήρ", (Iesous Christos, Theou Yios, Soter),

Yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai

"Yesus Kristus, Anak Allah, Juruselamat".

Simbol pada awal Kekristenan ΙΧΘΥΣ (Ichthys) adalah singkatan dari " Ίησο ῦ ς Χριστός, Θεο ῦ

I : Iesous (ησος), Yunani untuk "Yesus"

  • C (KH) : Christos (Χριστός), Yunani untuk KristusTH : Theou (Θεου), Yunani untuk "Allah“ Y (HU) :HUios [4] (Υός), Yunani untuk "Anak". S : Soter (Σωτήρ), Yunani untuk "Juruselamat"

Simbol yang masih berlaku hingga sekarang

Simbol yang masih berlaku hingga sekarang Jenis Ungkapan / Bentuk Kata Haleluya, Syalom, dll Objek Yerusalem,
Jenis Ungkapan / Bentuk Kata Haleluya, Syalom, dll Objek Yerusalem, Sion, Pohon Anggur, dll Barang /
Jenis
Ungkapan / Bentuk
Kata
Haleluya, Syalom, dll
Objek
Yerusalem, Sion, Pohon Anggur, dll
Barang / Benda
Salib, Rosario, Jubah Pendeta, Minyak
Urapan, Roti dan Anggur Perjamuan,dll
Tindakan
Menutup mata dan melipat tangan,
mengangkat tangan, berlutut, dll
Peristiwa
Natal, Paskah, dll

Symbol menjadi tanggung jawab!

Symbol menjadi tanggung jawab! Harus dipahami secara benar bahwa orang yang mengenakan symbol agama (Salib, dsb)

Harus dipahami secara benar bahwa

orang yang mengenakan symbol

agama (Salib, dsb) sama sekali tidak

akan mempengaruhi nilai kualitas

keberagamaannya.

Malahan dengan menggunakan

symbol keagaaman kita mengemban

tanggung jawab lebih untuk berlaku

benar, bukan untuk kesombongan!

Contoh kesalahan
Contoh kesalahan

2. Pluralisme Agama

2. Pluralisme Agama Keadaan Masyarakat yang majemuk berdasarkan sudut pandang social politik. Kamus kata-kata Asing Muara
2. Pluralisme Agama Keadaan Masyarakat yang majemuk berdasarkan sudut pandang social politik. Kamus kata-kata Asing Muara

Keadaan Masyarakat yang majemuk

berdasarkan sudut pandang social politik.

Kamus kata-kata Asing

2. Pluralisme Agama Keadaan Masyarakat yang majemuk berdasarkan sudut pandang social politik. Kamus kata-kata Asing Muara
2. Pluralisme Agama Keadaan Masyarakat yang majemuk berdasarkan sudut pandang social politik. Kamus kata-kata Asing Muara
2. Pluralisme Agama Keadaan Masyarakat yang majemuk berdasarkan sudut pandang social politik. Kamus kata-kata Asing Muara

Muara dari keterbukaan ini adalah

pembentukan etika, moral dan spiritualitas masyarakat yang plural itu.

Keterbukaan antar umat beragama terhadap masalah bersama dari sudut pandang masing-masing agama

Tiga Sikap dalam komunitas Kristen

(terdapat dalam buku Iman sesamaku dan Imanku)

Tiga Sikap dalam komunitas Kristen (terdapat dalam buku Iman sesamaku dan Imanku) ▪ Eksklusif : Menunjukan
Tiga Sikap dalam komunitas Kristen (terdapat dalam buku Iman sesamaku dan Imanku) ▪ Eksklusif : Menunjukan

Eksklusif

: Menunjukan sikap bermusuhan dengan

 

orang yang beragama lain sehingga menghambat sosialisasi & kebersamaan.

Inklusif

: Meyakini bahwa Kristus hadir serta bekerja

 

dikalagan non-Kristen.

Pluralis

: Menegaskan bahwa kegiatan penyelamatan Allah terjadi di banyak tempat, didalam banya tradisi dan melalui banyak jalan.

Pluralisme

Pluralisme Jadi Pluralisme harus dipahami sebagai semangat untuk menghargai keyakinan agama sendiri dan berbarengan dengan itu

Jadi Pluralisme harus dipahami sebagai semangat untuk menghargai

keyakinan agama sendiri dan berbarengan dengan itu menghormati keyakinan agama lain. Penganut agama lain tidak dilihat sebagai musuh, lawan atau saingan.

Sebaliknya mereka adalah kawan sekerja, saudara, sesama yang

memiliki tujuan yang sama yakni kesejahteraan manusia dan alam

ciptaan Allah.

Sekian Presentasi dari kelompok kami .. Terima Kasih atas Perhatiannya.. Tuhan Yesus Memberkati.. 

Sekian Presentasi dari kelompok kami ..

Terima Kasih atas Perhatiannya..

Tuhan Yesus Memberkati..