Anda di halaman 1dari 122

Kejang Metabolik

Disusun oleh :
Pande Putu Bagus Premana (08700022) I Wayan Mahendra (08700019)

PEMBIMBING : Dr. UTOYO SUNARYO Sp.S

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA RSUD Dr. MOH. SALEH KOTA PROBOLINGGO TAHUN AKADEMIK 2012-2013

S.M.F ILMU PENYAKIT SARAF FK UWKS/ RSUD DR. M SALEH PROBOLINGGO

Nama Dokter Muda : - Pande Putu Bagus Premana - I Wayan Mahendra

Dokter penguji/Pembimbing : Dr. Utoyo Sunaryo, Sp.S

DOKUMEN MEDIK UNTUK DOKTER MUDA IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : : : : : : : Bpk.Marzuki laki-laki 60 tahun Probolinggo Islam Menikah Pensiunan

SUBJEKTIF (S)

DATA DASAR AUTO/HETEROANAMNESA Keluhan utama : Kejang

Riwayat penyakit sekarang : Kejang mulai dari 2 hari yang lalu,dalam sehari kejang nya cuma 1 kali saja,lama kejang nya sekitar 2 menit,muncul kejang nya secara tiba-tiba,pada saat kejang mulut mengeluarkan busa,tangan dan kaki kaku saat kejang,dan terdapat luka lecet di kepala serta terdapat demam tapi tidak tinggi(sumer-sumer) juga terdapat sakit kepala. Riwayat penyakit dahulu Pasien dahulu nya tidak pernah mengalami keluhan seperti ini,tidak ada riwayat jatuh/trauma,riwayat hipertensi tidak ada,tetapi mempunyai riwayat kencing manis yang tidak terkontrol. Riwayat penyakit keluarga : tidak ada sakit yang sama. Riwayat pengobatan : Pernah minum obat diabetes Riwayat psikososial : Hubungan dengan keluarga baik, riwayat merokok(+)

IDENTITAS Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : Bpk.Marzuki : laki-laki : 60 th : probolinggo : islam : menikah : pensiunan

KELUHAN UTAMA: RPS Keluhan utama : Kejang

Kejang

Mulai kapan? Dari 2 hari yang lalu mengapa: Agar dapat mengetahui seberapa lama dan sudah berapa jauh perjalanan penyakitnya. Untuk mengetahui apakah bersifat akut atau kronis

Frekuensi kejang nya? Sekali dalam sehari mengapa: untuk dapat membedakan jenis kejang nya, Durasi atau lama kejang nya? Lama kejang nya sekitar 2 menit

mengapa: untuk dapat membedakan jenis kejang nya

Saat kejang terjadi secara mendadak atau sebelum ny sudah pernah kejang? Mendadak mengapa: Pada kejang karena diabetes biasa nya terjadi secara mendadak saat sebelum atau sesudah minum obat. Bagaimana posisi tangan saat kejang? Tangan dan kaki kaku mengapa: untuk mengetahui tipe kejang nya Apakah setelah kejang terdapat luka-luka? Terdapat luka lecet dikepala mengapa:agar bisa dibedakan dengan kejang konversi Apakah disertai demam? Hanya sumer-sumer saja mengapa:untuk mengetahui asal atau sumber kejang nya apakah intracranial atau ada factor pemicu nya Apakah ada sakit kepala? Ada Mengapa:untuk menghilangkan difrensial diagnosa Riwayat Penyakit Dahulu (RPD) Ada mempunyai penyakit darah tinggi? Tidak ada mengapa: untuk mengetahui apakah diabetes yang diderita telah menimbulkan hipertensi atau belum. Apakah pernah jatuh dari motor atau mengalami kecelakaan? Tidak pernah mengapa: untuk mengetahui apakah ada trauma otak Ada mempunyai riwayat kencing manis? Ada mengapa: karena diabetes yang tidak terkontrol merupakan factor resiko yang bisa menyebabkan kejang

Pernah diobati? Pernah tapi tidak rutin Menderita kencing manis sejak kapan? Kira-kira 1 tahun Mengapa: untuk mengetahui perjalanan penyakit, kronik atau akut. Pernah minum obat kencing manis apa? Pernah minum, tapi tidak ingat. Mengapa : karena untuk mengetahui efek obat tersebut Kejang setelah minum obat apa sebelum? Setelah minum obat Mengapa: untuk mengetahui penyebab kejang, apakah hiperglikemia atau hipoglikemia. Setelah minum obat pernah lupa makan? Iya Mengapa? Karena obat tersebut dapat menurunkan kadar glukosa secara cepat, sehingga menyebabkan hipoglikemia. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Apakah keluarga pernah menderita sakit yang sama atau pernah kejang? Tidak pernah mengapa: untuk menghilangkan kejang yang disebabkan karena factor genetik Riwayat Sosial-Ekonomi Bagaimana hubungan dengan keluarga, istri dan anak? Hubungan keluarga baik2 saja Merokok dahulu? Merokok mengapa: karena rokok factor resiko yang bisa menyebabkan diabetes Alkohol? Tidak

Diagnosis mengarah ke Kejang Metabolik Difrensial diagnosis : 1.Epilepsi 2.Kejang konversi 3.Meningitis 4.Todds paralysis

Tinjauan pustaka Kejang dikelompokkan dalam 2 golongan besar tergantung pada sumber lepas muatan listrik: kejang fokal atau parsial dan kejang umum atau sentroensefalik. Pada kejang fokal lepas muatan listrik dimulai dari daerah fokus kejang di otak unilateral: lobus temporalis, lobus frontalis, korteks motorik dan lain-lain. Jadi kejang pada penderita yang dimulai dengan kejang lengan kanan disertai aura berupa perasaan seperti mengecap permen merupakan kejang parsial, menanndakan adanya lesi pada lobus frontalis atau lobus temporalis. Kejang parsial yang disertai gangguan kesadaran dikenal sebagai kejang parsial kompleks dan harus dibedakan dengan kejang parsial sederhana yang tidak disertai oleh gangguan kesadaran. Kejang motorik utama dapat terjadi pada individu normal sekunder akibat lepas obat atau faktor metabolik, seperti uremia, hipoglikemia. (buku saku neurologi, howard L. Weiner & Lawrence P. Levitt, edisi 5, halaman 92) Pada penderita diabetes mellitus dapat terjadi HHNK (hyperosmolar hiperglikemik non ketotik) yang merupakan komplikasi akut/emergensi diabetes mellitus. Factor yang memulai timbulnya HHNK adalah diuresis. Glukosuria mengakibatkan kegagalan pada kemampuan ginjal dalam mengkonsentrasikan urine, yang akan semakin memperberat derajat kehilangan air. Pada keadaan normal ginjal akan mengeliminasi glikosa diatas ambang tertentu. Keadaan DM menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus, sehingga glukosa akan semakin meningkat. Hilangnya air yang lebih banyak dibanding natrium menyebabkan keadaan hyperosmolar. Jika osmolaritas lebih dari 350mOsm per kg, maka akan terjadi kejang dapat berupa kejang umum, local, maupun myoklonik. (Ilmu penyakit dalam, jilid III, halaman 1913)

DAFTAR PUSTAKA Howard L. Weiner & Lawrence P. Levitt, Buku saku neurologi.edisi 5, halaman 92 Ilmu penyakit dalam, jilid III. EGC : 2007. jakarta

S.M.F ILMU PENYAKIT SARAF FK UWKS/ RSUD DR. M SALEH PROBOLINGGO

Nama Dokter Muda : Rizal Trianto (08700150) Ditto Dwi Laksono S.U (07700141)

Dokter penguji/Pembimbing : Dr. Utoyo Sunaryo, Sp.S

DOKUMEN MEDIK UNTUK DOKTER MUDA

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Umur Agama Pekerjaan : Tn. Hadi : 61 thn. : Islam : Pensiunan PNS Jenis kelamin Alamat Status marital : : : laki-laki Probolinggo menikah

SUBJEKTIF (S)

DATA DASAR AUTO/HETEROANAMNESA Keluhan utama : kesadaran menurun

Riwayat penyakit sekarang : px datang diantar oleh keluarganya dan anamnesa berdasarkan keterangan keluarga. Keluarga masuk ke kamar px di rumah jam 7 pagi dan menemukan px sudah tidak sadarkan diri, diikuti ada busa keluar dari mulutnya, Bibir ada luka, dan disertai demam. Px juga mengeluh sakit kepala td mlm dan berbulan-bulan yg lalu. Nafsu makan px menurun sejak 1 thn yg lalu, dan makin kurus. Setelah px tidak sadarkan diri, px oleh pihak

keluarga tidak langsung diantarkan ke rumah sakit, kira-kira sekitar 5 jam px baru diantar ke rumah sakit.

Riwayat penyakit dahulu (-) sebelumnya belum pernah seperti ini, diabetes (-), hipertensi (-) Riwayat penyakit keluarga : (-) tidak ada yang seperti ini Riwayat pengobatan : pasien pernah minum obat jangka panjang sejak 1 tahun yang lalu, tetapi pihak keluarga tidak mengetahui penyakit px dan obat itu untuk apa. Riwayat psikososial : Pasien Merokok 2 pak sehari, dan tidak suka olahraga

KELUHAN UTAMA:

RPS Keluhan utama

Mulai kapan keluhan utama? Mulai tadi pagi jam 7, keluarga menemukan px tidak sadarkan diri. Mengapa? : - untuk mengetahui berapa lama dan seberapa jauh perjalanan penyakitnya dan prognosisnya - Untuk mengetahui akut atau kronis, karena meningitis tuberkulosa merupakan sub akut Apakah px mengalami demam? Ya Mengapa: untuk sekedar menyingkirkan DD (epilepsi), karena pada px epilepsi tidak mengalami demam Apakah kencingnya berbau alkohol? tidak

Mengapa : untuk menyingkirkan DD (koma uremikum) Apakah kencingnya sperti teh dan disertai perut kembung? Tidak Mengapa : untuk menyingkirkan DD (koma hepatikum) Apakah bapak sempat diare atau mencret? Mengapa : karena ditakutkan sang bapak tidak sadarkan diri karena dehidrasi yang salah satu sebabnya oleh diare atau mencret. Apakah bapak muntah? Muntahnya bagaimana? Apakah seperti proyektil? Ya muntah, biasa saja Mengapa : untuk menyingkirkan DD (neoplasma)

Apakah ada kekakuan leher? Iya Mengapa : untuk menyingkirkan DD selain meningitis tuberculosa

Apakah ada batuk darah akhir-akhir ini? Ya Mengapa : untuk menyingkirkan DD selain meningitis tuberculosa Apakah ada sesak napas? Iya Mengapa : untuk menyingkirkan DD selain meningitis tuberculosa Apakah ada nyeri otot? Iya Mengapa : untuk menyingkirkan DD selain meningitis tuberculosa Apakah ada gangguan BAB ? BAB tidak teratur Mengapa : untuk menyingkirkan DD selain meningitis tuberculosa Apakah suaranya agak pelo akhir-akhir ini? Suara Agak serak Mengapa : untuk menyingkirkan DD selain meningitis tuberculosa

Apakah akhir-akhir ini ada kekakuan otot tangan dan kaki sebelah? Iya, di sebelah kiri Mengapa: untuk sekedar menyingkirkan DD (stroke)

Apakah ada sakit kepala? Ada cenat cenut, tadi malam dan beberapa bulan sebelumnya Mengapa: untuk menyingkirkan DD selain daripada Meningintis Tuberkulosa Bagaimana dengan nafsu makan? Menurun dan menjadi lebih kurus Mengapa : untuk menyingkirkan DD Apa ada trauma pada kepala? Tidak Untuk menyingkirkan DD (Trauma Kapitis) Apakah ada penurunan kemampuan berpikir dan mengingat? Tidak ada, normal2 saja Untuk menyingkirkan DD selain Meningitis Tuberkulosa RPD Apa dulu pernah sakit seperti ini? Tidak pernah Apakah ada penyakit gula?tidak Apakah ada darah tinggi? tidak Untuk mengetahui kemungkinan berulangnya penyakit dan kesehatan sebelumnya.

RPK Apa di keluarga ada yang pernah sakit seperti ini? Tidak ada Untuk menyingkirkan DD, karena penyakit2 yg termasuk dalam DD ada yang berhubungan dengan genetik RIWAYAT PENGOBATAN

Apa sudah sempat minum obat? Sudah, selama 1 tahun tapi pihak keluarga tidak tahu obat itu untuk apa dan px sakit apa untuk mengetahui lebih mendalam apakah ada pengaruh obat2an terhadap keadaan px yang sekarang ini. Untuk mengetahui sebenarnya px pernah menderita penyakit apa dari obat2an yg dikonsumsi seperti TB mungkin yang pengobatannya memang jangka panjang dan obat2annya khas

Untuk menyingkirkan DD (koma karena drug)

RIWAYAT PSIKOSOSIAL Apa suka olahraga? Tidak suka olahraga Untuk mengetahui px mengalami malaise atau tidak, karena px dengan TB biasanya mengalaminya sehingga malas beraktifitas Apakah bapak merokok? Ya, 2 pak sehari Untuk mengetahui resiko terjadinya kerusakan di paru karena asap rokok yang mengandung nikotin dan tar dapat merusak paru sehingga memperparah penyakit TB yang diderita.

MENINGITIS TUBERKULOSA

BATASAN Adalah reaksi keradangan yang mengenai salah satu atau semua selaput meningen disekeliling otak dan medula spinalis yang disebabkan oleh kuman tuberkulosa. PATOFISIOLOGI Akibat rangsangan yang diduga oleh karena proses imunologik, menyebabkan tuberkelyang kecil-kecil (Richs Focii) pecah masuk ke dalam aliran serebrospinal ke dalam ruangan subarachnoid atau ke dalam sistem ventrikel menyebabkan terjadinya Meningitis GEJALA KLINIS Gejala-gejala seperti pada Meningitis pada umumnya dan dapat dibagi dalam 3 stadium : 1. Keluhan non spesifik Kelemahan umum, apatis, anorexia, subfebril, nyeri kepala yang kumat-kumatan dan nyeri otot. Pada tahap ini kesadaran masih baik. Pada bayi : rewel, nyeri perut, fontanelia yang ce3mbung lebih sering dijumpai dan kaku kuduk.

Pada orang dewasa : panas mungkin tidak dijumpai, kebingungan yang kumat-kumatan dan kaku kuduk biasanya terjadi 1-3 minggu sesudah keluhan. 2. Stadium Rangsang Meningeal (Stadium Intermediate): Nyeri kepala, Muntah, irritable, kebingungan bertambah. Kelumpuhan saraf otak. Hidrosephalus Penurunan kesadaran Papil edema yang ringan Terjadinya fsculitis dan gangguan fokal Kejang-kejang

3. Stadium Lanjut : Kebingungan bertambah, delirium yang berfluktuasi dan gejala fokal makin menghebat dan nyata. Pada tahap ini penderita sudah mengalami koma, disertai tanda-tanda toksisitas sistemik, juga didapatkan tanpa paresis/ paralysis. DIAGNOSIS 1. Anamnesis : mulai subacute, ada fokus infeksi, didapatkan kontak person. 2. Gejala klinis : tanda-tanda tersebut diatas. 3. Pemeriksaan tambahan : Pemeriksaan laboratoruim rutin Tuberkulin skin test Pemeriksaan sputum dan kukltur sputum Funduskopi Pemeriksaan radiologik : ex foto thorax Pemeriksaan liquor cerebro spinalis Pemeriksaan liquor rutin : tekanan meningkat, jumlah sel meningkat terutama sel mononuklear, kadar protein meningkat, kadar glukosa menurun.

Pemeriksaan dengan : ^ smear : pengecatan ziehl nielsen / Tth bahan diambil dari pellicle ^ penentuan TBSA = tuberculo stearic acid di dalam liquor. ^ kultur Pemeriksaan liquor dilakukan 10 hari sekali sampai sel 30/3 dan dipulangkan bila 2x pemeriksaan jumlah sel tetap 30/3 atau kurang. Jangan melakukan pungsi lumbal pada penderita dengan kesadaran meurun, lebih baik dilakukan pemeriksaan CT scan terlebih dahulu.

CT scan kepala + contrast / MRI kepala, dikerjakan sebelum pelaksanaan pungsi lumbal.

DIAGNOSIS BANDING 1. Meningoenchepalitis oleh karena virus. 2. Partially treated bacterial meningitis 3. Meningitis pyogen oleh karena organisme yang tidak lazim 4. Meningitis oleh karena jamur 5. Abses otak dan / karena radang bernanah pada meningeal 6. Sarkoidosis ssp

PENYULIT 1. Hidrocephalus 2. Kelumpuhan saraf otak 3. Iskemia dan infark pada otak, myelum 4. Blockade di myelum dengan kerusakan di myelum dan akar saraf 5. Enchelopati tuberculosa 6. SIADH (Syndroma Inappropiate Anti diuretik Hormone) PENATALAKSANAAN TERAPI

I. II.

UMUM KHUSUS 1. Tergantung dari : a. Umur b. Penyebab c. Penyulit 2. Terutama pada peningkatan tekanan intrakranial yang meningkat, yaitu : - perubahan pada retina, - respon pupil, - kenaikan tekanan darah yang disertai dengan bradikardia, - tanda-tanda defisit neurologis fokal dan/ atau tanda lateralisasi. Sebaiknya dilakukan pemeriksaan CT scan, bila didapatkan tanda-tanda tersebut. 3. Obat-obat tuberculostatik : Digunakan quadripel drug yaitu INH, Rifampicin, Pyrazinamid per oral dan Streptomycin sulfat IM. Bila terdapat kelainan faal hepar digunakan INH, Streptomicin, Ethambutol (15mg/kg BB). 4. Pemberian Kortikesteroid : Kortikosteroid diberikan bila : Penderita dalam keadaan Syok-renjatan. Penderita dengan Peningkatan TIK Ada tanda-tanda Arachnoiditis Timbul tanda-tanda fokal yang progresif di hemisphere, batang otak, myelum atau akar saraf.

Tabel obat-obat tuberkulostatik.


Obat Dosis Dosis maksimal Interval pemberian ESO

INH

Anak : 10-20mg/kgBB/hr per os Dewasa :

Anak : 50 mg/hr Dewasa : 400 mg/hr

24 jam

Hepatotoksik Neuropati Perifer Reaksi Hematogen

5-10 mg/kgBB/hr Per os alergi Rifampicine Anak : 10-15 mg/kgBB/hr po. Dewasa : 15-20 mg/kgBB/hr p.o Anak : 15-30 mg/kgBB/hr p.o Dewasa : 30-35 mg/kgBB/hr p.o Anak-anak : 20-40mg/kg/hari Dewasa : 15mg/kg/hari im 2 gr/hr p.o 6-8 jam Hepatotoksik Hiperurisemia 600 mg/hr 24 jam Hepatotoksik

Pyranzinamide

Streptomycin sulfat

1 g/hari im

12-24jam

Alergi Dewasa gangguan vestibuler :

Lama pemberian obat-obat ini : Pada penderita yang masuk pada penderita stadium 1 dan 2 diberikan selama 9-12 bulan. Pada penderita yang masuk pada stadium 3 pengobatan diberikan selama 12 sampai 18 bulan. Pada penderita dengan tuberkuloma pengobatan diberikan selama 24 bulan

DAFTAR PUSTAKA

1. Berger JR : Clinical Aproach to Stupor and Koma. In bradley WG, et al : Neurologi in Clinical Practice. Principles of Diagnosis and Management 2nd edition. Boston, Butterworth-Heinemann, 1996 : 39-60. 2. Chandra B. : Meningitis Purulenta dalam Neurolig Klinik, Surabaya, PT. Bina Indra Karya, 1987 : 114. 3. Zuger A, lowy FD : Tuberkulosis of the Brain, Meninges and Spinal Cord. In Rom WN, Garay S : Tuberkulosis. Boston, Little Brown and Company, 1996 : 541-565. 4. Vascon R. E, Wilkowski Cl : Tuberkuloius Meningitis. Mayoclinic Proc. 62, 1987., 1129-1136. 5. Karen L. Roos : Meningitis, New York, Oxford University Press, Inc. 1996.

TUMOR OTAK

Disusun oleh : NI MADE DESI SUZIKA DEWI (08700005) PUTU SHINE AMANDA MEGAYANA (08700298)

PEMBIMBING : Dr. UTOYO SUNARYO Sp.S


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA RSUD Dr. MOH. SALEH KOTA PROBOLINGGO TAHUN AKADEMIK 2012-2013 S.M.F ILMU PENYAKIT SARAF FK UWKS/ RSUD DR. M SALEH PROBOLINGGO

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : Ibu Sukemi : Perempuan : 60 tahun : Probolinggo : Islam : menikah : Guru

SUBJEKTIF (S) DATA DASAR AUTO/HETEROANAMNESA Keluhan utama : Pusing

Riwayat penyakit sekarang :Pusing sejak setahun yang lalu, cekot-cekot diseluruh kepala tidak bisa ditunjuk, pusing menghilang saat istirahatdan minum antalgin tapi timbul lagi, pusing nya menetap sejak awal keluhan ,disertai mata kabur sejak 2-3 bulan yang lalu dikedua matanya mengganggu aktivitas,ada masalah dengan suami, demam (-), batuk (-),pilek (-),nyeri dada (-), sesak napas(-),gangguan pendengar (+), mual(-) muntah (+)berkali-kali tanpa mual, kejang (+) berkali-kali sejak pertama keluhan , BAB dan BAK kadang ada kadang tidak, perubahan emosi lebih cepat marah, kadang lupa, nafsu makan menurun berat badan menurun sedikit.

Riwayat penyakit dahulu Riwayat DM (-) Riwayat Hipertensi (-) Riwayat Hiperkolesterol (-)

Riwayat penyakit keluarga : Keluarga tidak ada sakit seperti ini

Riwayat pengobatan : Pernah minum obat antalgin tapi pusing timbul lagi Tidak ada riwayat alergi obat

Riwayat psikososial : Nafsu makan menurun Berat badan menurun Olah raga kadang-kadang

KELUHAN UTAMA: RPS Keluhan utama : Pusing

Mulai kapan pusing? Sejak setahun yang lalu Mengapa :

Untuk mengetahui perjalanan penyakitnya apakah tergolong penyakit yang akut atau kronis.

Tumor otak merupakan penyakit yang sulit di dideteksi secara dini karena gejala awalnya menyerupai gangguan neurologi pada umumnya sehingga kebanyakan kasus baru dapat terdeteksi jika terdapat keluhan yang spesifik.

Pusingnya di bagian mana ? di seluruh kepala, tidak bisa ditunjuk Mengapa : Untuk mengetahui lokasi penyakitnya.Kalau pada kasus tumor otak lokasi sakitnya tidak dapat dilokalisir dan merasa sakit di seluruh bagian kepala karena volume otak orang dewasa sutura tidak dapat meregang sehingga jika terdapat massa di otak sehingga timbul rasa nyeri yang tidak dapat di lokalisir.Kalau cluster headache lokasi nyeri kepalanya nyeri unilateral di orbita, supraorbita, temporal atau kombinasi, tension headache lokasi nyerinya bilateral biasanya sampai keleher bagian belakang , kalau migrane nyeri kepala biasanya unilateral separuh bagian kepala. Pusingnya seperti apa? Cekot-cekot (berdenyut) Mengapa : Untuk mengetahui kualitas nyerinya.Pada tumor otak sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial.Untuk menyingkirkan diagnose banding penyakit lain seperti vertigo (pusingnya seperti berputar/melayang)., cluster headache nyeri supraorbita temporal daerah sekitar orbita. Berapa kali pusing dalam sehari?sepanjang hari pusing Mengapa : Untuk mengetahui kuantitas serangan penyakitnya.Pada kasus tumor otak biasanya nyeri kepala bersifat episodik.

Pusingnya berkurang saat apa?Saat istirahat tapi pusing lagi dan setelah minum obat antalgin Mengapa : Untuk mengetahui faktor yang dapat meringankan keluhannya Apakah Pusing nya dari awal keluhan makin bertambah ? Pusingnya menetap Mengapa : Untuk mengetahui nyeri kepalanya apakah progresif atau tidak.Biasanya pada tumor otak pusingnya makin bertambah seiring dengan pembesaran sel tumornya, sehingga terjadi peningkatan tekanan intrakranial yang semakin memperberat keliuhannya.

Keluhan penyerta Matanya gimana pak mungkin ada keluhan? Mata kabur sejak 2 atau 3 bulan lalu Mata kaburnya sebelah mana?kedua-duanya Mata kaburnya mengganggu aktivitas sehari-hari?Mengganggu aktivitas Matanya kabur bersamaan dengan pusingnya? Tidak, pusingnya terlebih dahulu baru disertai mata kabur Mengapa : Untuk mengetahui keluhan lainnya yang menyertai pusingnya dan bagaimana kaitan mata kaburnya dengan keluhan pusingnya.Dalam kasus tumor otak dapat terjadi deficit atau gangguan penglihatan yang disebabkan tergantung dari lokasi tumornya sebagai contoh apabila terjadi lesi penekanan pada serabut-serabut radiatiooptika dapat terputus juga, dapat terjadi hemianopsia kuadran bawah homonym yang kontralateral.dapat juga mengetahui lokasi terjadinya tumor. Apa ada mual muntah? Berapa kali? Muntah tidak berbarengan dengan mual berkali-kali

Mengapa : Untuk mengetahui keluhan mual muntahnya, dan intensitas nya karena pada kasus tumor otak biasanya muntah bersifat proyektil dan tak disertai dengan mual juga gejala muntah sering timbul pada pagi hari setelah bangun tidur.hal ini disebabkan oleh tekanan intrakranial yang menjadi lebih tinggi selama tidur malam,karena PCO 2 cerebral meningkat.

Apakah pernah kejang?berapa lama?kejangnya seperti apa?kejang berkali-kali sejak mulai dari sakit setahun yang lalu Mengapa : Untuk menanyakan adanya riwayat kejang dan intensitasnya, karena pada tumor otak kejang merupakan manifestasi utama penyakit ini.Meningioma pada konveksitas otak sering menimbulkan kejang fokal sebagai gejala dini.kejang umum dapat timbul sebagai manifestasi tekanan intrakranial yang melonjak secara cepat.Menyingkirkan kejang akibat penyakit lain seperti meningitis, pada mengitis kejangnya disertai demam terlebih dahulu.

Apakah terdapat gangguan emosi atau perilaku sebelum atau seteah sakit?menjadi cepat marah Apakah ada gangguan ingatan sebelum setelah sakit? Ada kadang-kadang Mengapa : Untuk mengetahui adanya gangguan mental atau perilaku yang terjadi, karena pada tumor otak dapat menyebabkan terjadinya demensia, apatia, gangguan watak dan intellegensi, bahkan psikosis, tidak perduli lokasinya.Untuk menyingkirkan diagnose bading terhadap penyakit psikogenik. Sebelumnya di dahului dengan panas? Tidak ada panas

Mengapa : Untuk menyingkirkan adanya resiko infeksi, untuk menyingkirkan diagnose banding penyakit peningkatan tekanan intracranial lainnya yang disertai demam, contohnya meningitis, encephalitis, abses cerebri, dll. Sebelumnya ada batuk pilek? Tidak ada, tapi kalau makan kerupuk batuk. Mengapa : Untuk menyingkirkan diagnose penyakit sinusitis,karena pada penyakit sinusitis keluhannya pusing yang disertai dengan batuk pilek. Apakah disertai sesak napas?Tidak ada sesak napas Mengapa : Untuk menanyakan adanya perubahan irama dan frekuensi napas , karena pada tumor otak terdapat lonjakan tekanan intrakranial.Kompresi batang otak dari luar mempercepat pernafasan yang diselingi dengan nafas cheyne stokes.Kompresi sentral terhadap batang otak menimbulkan pernafasan yang lambat namun dalam.Menyingkirkan diagnose banding penyakit pada organ paru dan jantung Apakah diserti nyeri dada?Tidak ada nyeri dada Mengapa : Untuk menanyakan adanya keluhan pada organ jantungnya.Karena pada tumor otak dapat terjadi hipertensi intrakranial yang mengakibatkan iskemia dan gangguan pada pusatpusat vasomotorik serebral, sehingga menimbulkan bradikardia dan tekanan darah sistemik yang meningkat secara progresif.Fenomena tersebut dapat dianggap sebagai mekanisme kompensatorik untuk menanggulangi keadaan iskemia. Apakah ada ketakutan melihat cahaya?Tidak ada Apakah ada ketakutan mendengarkan suara keras?Tidak ada Mengapa :

Untuk menyingkirkan adanya fotofobia dan fonofobia, untuk menyingkirkan diagnose banding migraine karena pada migraine terdapat fotofobia dan fonofobia

Apakah ada kelumpuhan? Tidak ada

Mengapa : Untuk mengetahui apakah ada gangguan pada traktus piramidalis pada otaknya yang akan menyebabkan gangguan pada anggota gerak pada tubuh pasien tumor otak. Sekarang ada gangguan buang air kecil atau pada saat buang air besar? Kadang lancar kadang tidak. Mengapa : Untuk mengetahui adanya gangguan pada saraf otonom akibat dari tumor otaknya.

RPD Apa dulu pernah sakit seperti ini? Tidak pernah Apa dulu pernah menderita hipertensi?Tidak pernah Apa dulu pernah menderita Diabetes Mellitus?tidak pernah RPK Apa di keluarga ada yang pernah sakit seperti ini? Tidak ada Mengapa : Untuk mengetahui riwayat penyakit yang ada dikeluarga

RIWAYAT PENGOBATAN Apa sudah sempat minum obat? Sudah, minum obat antalgin pusingnya berkurang tapi kambuh lagi

Mengapa : Untuk mengetahui apakah keluhan sudah ditangani dan melihat apakah aanya perubahan dari keluhan penyakit. Berarti sebelumnya belum pernah ke dokter? belum Apa ada alergi obat? Tidak ada Mengapa : Untuk mengetahui pasien tersebut memilikki sesitivitas terhadap obat tertentu, yang akan berpengaruh pada pemberian terapi obat selanjutnya

RIWAYAT PSIKOSOSIAL Apa suka olahraga? Kadang Nafsu makannya bagaimana? Nafsu makan menurun Bagaimana berat badannya?Berat badannya menurun Mengapa : Untuk mengetahui apakah keluhan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari atau tidak, dan apakah terdapat gangguang pada pusat makan paa otaknya seperti adaya gangguan pada hipotalamus DIAGNOSIS MENGARAH KE TUMOR OTAK

TUMOR OTAK Tumor susunan saraf pusat ditemukan sebanyak 10% dari neoplasma seluruh tubuh, dengan frekwensi 80% terletak pada intrakranial dan 20% di dalam kanalis spinalis. Di Amerika di dapat 35.000 kasus baru dari tumor otak setiap tahun, sedang menurut Bertelone, tumor primer susunan saraf pusat dijumpai 10% dari seluruh penyakit neurologi yang ditemukan di Rumah Sakit Umum. Di Indonesia data tentang tumor susunan saraf pusat belum dilaporkan.Insiden tumor otak pada anak-anak terbanyak dekade 1, sedang pada dewasa pada usia 30-70 dengan puncak usia 40-65 tahun. -Diagnosa tumor otak ditegakkan berdasarkan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan penunjang yaitu pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi. Dengan pemeriksaan klinis kadang sulit menegakkan diagnosa tumor otak apalagi membedakan yang benigna dan yang maligna, karena gejala klinis yang ditemukan tergantung dari lokasi tumor, kecepatan pertumbuhan masa tumor dan cepatnya timbul gejala tekanan tinggi intrakranial serta efek dari masa tumor kejaringan otak yang dapat menyebabkan kompresi, infasi dan destruksi dari jaringan otak. Walaupun demikian ada bebrapa jenis tumor yang mempunyai predileksi lokasi sehingga memberikan gejala yang spesifik dari tumor otak. Dengan pemeriksaan radiologi dan patologi anatomi hampir pasti dapat dibedakan tumor benigna dan maligna. -Penderita tumor otak lebih banyak pada laki-laki (60,74 persen) dibanding perempuan (39,26 persen) dengan kelompok usia terbanyak 51 sampai 60 tahun (31,85 persen); selebihnya terdiri dari berbagai kelompok usia yang bervariasi dari 3 bulan sampai usia 50 tahun. Dari 135 penderita tumor otak, hanya 100 penderita (74,1 persen) yang dioperasi penuli,s dan lainnya (26,9 persen) tidak dilakukan operasi karena berbagai alasan, seperti; inoperable atau tumor metastase (sekunder). Lokasi tumor terbanyak berada di lobus parietalis (18,2 persen), sedangkan tumor-tumor lainnya tersebar di beberapa lobus otak, suprasellar, medulla spinalis, cerebellum, brainstem, cerebellopontine angle dan multiple. Dari hasil pemeriksaan Patologi

Anatomi (PA), jenis tumor terbanyak yang dijumpai adalah; Meningioma (39,26 persen), sisanya terdiri dari berbagai jenis tumor dan lain-lain yang tak dapat ditentukan Definisi -Tumor otak adalah suatu lesi ekspansif yang bersifat jinak (benigna) ataupun ganas (maligna), membentuk massa dalam ruang tengkorak kepala (intra cranial) atau di sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Neoplasma pada jaringan otak dan selaputnya dapat berupa tumor primer maupun metastase. Apabila sel-sel tumor berasal dari jaringan otak itu sendiri, disebut tumor otak primer dan bila berasal dari organ-organ lain ( metastase) seperti ; kanker paru, payudara, prostate, ginjal dan lain-lain, disebut tumor otak sekunder. Etiologi -Penyebab tumor hingga saat ini masih belum diketahui secara pasti, walaupun telah banyak penyelidikan yang dilakukan. Adapun faktor-faktor yang perlu ditinjau, yaitu : a. Herediter Riwayat tumor otak dalam satu anggota keluarga jarang ditemukan kecuali pada meningioma, astrositoma dan neurofibroma dapat dijumpai pada anggota-anggota sekeluarga. Sklerosis tuberose atau penyakit Sturge-Weber yang dapat dianggap sebagai manifestasi pertumbuhan baru, memperlihatkan faktor familial yang jelas. Selain jenis-jenis neoplasma tersebut tidak ada bukti-buakti yang kuat untuk memikirkan adanya faktor-faktor hereditas yang kuat pada neoplasma. b. Degenerasi atau perubahan neoplasmik /Sisa-sisa Sel Embrional (Embryonic Cell Rest) Bangunan-bangunan embrional berkembang menjadi bangunan-bangunan yang mempunyai morfologi dan fungsi yang terintegrasi dalam tubuh. Tetapi ada kalanya sebagian dari bangunan embrional tertinggal dalam tubuh, menjadi ganas dan merusak bangunan di sekitarnya. Perkembangan abnormal itu dapat terjadi pada kraniofaringioma, teratoma intrakranial dan kordoma.

c. Radiasi Jaringan dalam sistem saraf pusat peka terhadap radiasi dan dapat mengalami perubahan degenerasi, namun belum ada bukti radiasi dapat memicu terjadinya suatu glioma. Pernah dilaporkan bahwa meningioma terjadi setelah timbulnya suatu radiasi. d. Virus Banyak penelitian tentang inokulasi virus pada binatang kecil dan besar yang dilakukan dengan maksud untuk mengetahui peran infeksi virus dalam proses terjadinya neoplasma, tetapi hingga saat ini belum ditemukan hubungan antara infeksi virus dengan perkembangan tumor pada sistem saraf pusat. e. Substansi-substansi Karsinogenik Penyelidikan tentang substansi karsinogen sudah lama dan luas dilakukan. Kini telah diakui bahwa ada substansi yang karsinogenik seperti methylcholanthrone, nitroso-ethylurea. Ini berdasarkan percobaan yang dilakukan pada hewan klasifikasi Terdapat macam-macam klasifikasi, baik atas dasar jarigan asal tumor maupun atas dasar lokasi tumor Samuels (1986) mngemukakan klasifikasi tumor yang paling sering dijumpai berdasarkan lokasi tumor , yaitu 1. tumor supra tentorial a. hemisphare otak glioma: glioblastoma multiforme gastrositoma

oligodendroglioma

Meningioma Tumor metastasis b. tumor struktur median adenoma hipofise tumor glandula pinealis craniofaringioma 2. tumor infratentorial a) Schwanoma akustkus b) Tumor metastasis c) Meningioma d) Hemangioblastoma

3. Tumor medulla spinalis a) Ekstradural : metastasis b) Intradural : c) Ekstramedular : Meningioma neurofibroma

d.

Intramedular : Ependinoma astrositoma

TUMOR OTAK PADA ORANG DEWASA Jenis-jenis tumor otak pada orang dewasa cukup beragam, antara lain. 1. Glioblastoma multiforme Glioblastoma multiforme adalah tumor primer yang paling serig dijumpai.Disebut juga sebagai glioma maligna dan astrositoma tingkat 3 dan 4.Lebih sering timbul di lobus frontalis dan temporalis.Pertumbuhannya sangat cepat dan prognosisnya sangat fatal 2. Astrositoma dan Oligodendroglioma Astrositoma tingakat 1 dan 2, dan oligodedroglioma ini didapat tidak sesering glioblastoma multiforme.Pertumbuhannya biasanya lambat sehingga beberapa penderita bertahun-tahun hanya didiagnosis sebagai epilepsy, yang kemudian ternyata penderita tumor.Tumor ini histologik adalah benigna tetapi setelah bertahun-tahun bisa menjadi maligna. 3. Meningioma Meningioma adalah tumor benigna yang timbul dari sel arakhnoid.Pada orang dewasa menempati urutan kedua terbanyak.Djumpai 50% pada konveksitas dan 40% pada kranii.Selebihnya pada foramen magnum, fosa posterior, da system ventrikulus. 4. Tumor Metastasis Metastasis pada otak dn meningan adalah kmplikasi yang sering terjadi dari neoplasma sistemik.Sekitar 15-20% penderita yang mati oleh karena karsinoma, pada autopsi dijumpai metastasis pada otak. Setiap neoplasma maligna dapat member metastasis pada otak, te tapi yang paling sering adalah karsinoma bonkus, karsinoma payudara dan melanoma maligna

5. Adenoma Hipofisis Adenoma hipofisis dapat diklasifikasikan atas dasar fungsi dan anatominya. Klasifikasi fungsi 1. Adenoma non-fungsional 2. Adenoma dengan hipersekresi (prolaktin, ACTH, hormone pertumbuhan) Klasifikasi anatomi 1. Adenoma mikro (diameter kurang dari 10mm) 2. Adenoma difus 3. Adoma invansif Adenoma mikro tidak member gejala kecuali ada hipersekresi.Hiperprolaktinemia diukur dengan mengukur kadarprolakin pagi hari.Adenoma yang besar dapa menekan bagian lain dar hiposfisis yang menyebabkan defisiensi gonadotropin dan kortikotropin.Pembesaran tumor keatas menekan chiasma optikum yang dapat meyebabkan anopsia bitemporal kuadran ats, yang selanjutnya menyebabkan kebutaan. Tumor juga dapat meua ke sinus kavernosis,ventrikulus ke III, hipotalamus dan lobus temporalis.Antara 50-60% dari penderit tumor yang meluas ini datang dengan gangguan visus dan cephalgia.Tumor yang memacu sekresi ACTH dan hormone pertumbuhan walaupun masih kecil selalu mudah diketahui karea timbulnya pnyakit cushing dan akromegali. 6. Tumor glandula pinealis Glandula pinealis terletak pada sentru otak, dikelilingi oleh ventrikulus ke III, mesensefalon, akuaduktus sylvii dan vena galen.Tumor ini dapat mennyebababkan peningkatan tekanan intracranial dan hidrbkan peningkatan tekanan intracranial dan hidrosefalus.

7. Kraniofaringoma Lebih sering terdapat pada anak, biasanya supraselar dan meluas ke khiasma optikum, k bawah lobus frontalis dan temporalis menutup foramen monroi menyebabkan hidrocefalus obstruktif.Dapat menyebabkan gangguan visual, disfungsi endokrin seperti diabetes insipidus, hiperfungsi hipofisis dan lain-lain.Pada aak dijumpai hambatan pertumbuhan dan obesitas.

8. Schwanoma akustikus Schwanoma akustkus adalah ttumor yag beraasal dari sel schwan saraf perifer.Gejala awal adalah gangguan nervus ktavus ( tuli, tinnitus, vertigo).Disfungsinervus trigeminus, nervus fascialis, dan ataksia adalah gejala lanjut. -Berdasarkan gambaran histopatologi,klasifikasi tumor otak yang penting dari segi klinis seperti tabel dibawah ini.

Gambaran klinis -Tumor otak merupakan penyakit yang sukar terdiagnosa secara dini, karena pada awalnya menunjukkan berbagai gejala yang menyesatkan dan meragukan tapi umumnya berjalan progresif. Penderita dengan tumor serebri dating dengan keluhan yang dapat dibagi menjadi dua kelompok, yaitu: (1) gejala umum, yang merupakan manifestasi dari peningkatan tekanan intracranial; dan (2) gejala spesifik, yang menunjukan lokasi tumor. -Manifestasi klinis tumor otak dapat berupa: Gejala serebral umum

-Dapat berupa perubahan mental yang ringan (Psikomotor asthenia), yang dapat dirasakan oleh keluarga dekat penderita berupa: mudah tersinggung, emosi, labil, pelupa, perlambatan aktivitas mental dan sosial, kehilangan inisiatif dan spontanitas, mungkin diketemukan ansietas dan depresi. Gejala ini berjalan progresif dan dapat dijumpai pada 2/3 kasus. Berikut ini adalah gejala-gejala tumor otak yang sering timbul. Tiap orang bisa menunjukan gejala yang berbedabeda. Gejala tergantung dari besar dan lokasi tumor. Banyak gejala berhubungan dengan peningkatan di dalam atau di sekitar otak, karena tidak ada lagi ruanganan yang tersisa selain jaringan lunak dan cairan otak. Peningkatan tekanan intracranial menyebabkan : 1. Nyeri Kepala -Diperkirakan 1% penyebab nyeri kepala adalah tumor otak dan 30% gejala awal tumor otak adalah nyeri kepala. Sedangkan gejala lanjut diketemukan 70% kasus. Sifat nyeri kepala bervariasi dari ringan dan episodik sampai berat dan berdenyut, umumnya bertambah berat pada malam hari dan pada saat bangun tidur pagi serta pada keadaan dimana terjadi peninggian tekanan tinggi intrakranial. Adanya nyeri kepala dengan psikomotor asthenia perlu dicurigai tumor otak. 2. Muntah Terdapat pada 30% kasus dan umumnya meyertai nyeri kepala. Lebih sering dijumpai pada tumor di fossa posterior, umumnya muntah bersifat proyektif dan tak disertai dengan mual.

muntah sering timbul pada pagi hari setelah bangun tidur.hal ini disebabkan oleh tekanan intrakranial yang menjadi lebih tinggi selama tidur malam,karena PCO2 cerebral meningkat. 3. Kejang -Bangkitan kejang dapat merupakan gejala awal dari tumor otak pada 25% kasus, dan lebih dari 35% kasus pada stadium lanjut. Diperkirakan 2% penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak. Perlu dicurigai penyebab bangkitan kejang adalah tumor otak bila:

Bagkitan kejang pertama kali pada usia lebih dari 25 tahun Mengalami post iktal paralisis Mengalami status epilepsi Resisten terhadap obat-obat epilepsi Bangkitan disertai dengan gejala TTIK lain Bangkitan kejang ditemui pada 70% tumor otak dikorteks, 50% pasen dengan astrositoma, 40% pada pasen meningioma, dan 25% pada glioblastoma.

4. Gejala Tekanan Tinggi Intrakranial -Berupa keluhan nyeri kepala di daerah frontal dan oksipital yang timbul pada pagi hari dan malam hari, muntah proyektil dan penurunan kesadaran. Pada pemeriksaan diketemukan papil udem. Keadaan ini perlu tindakan segera karena setiap saat dapat timbul ancaman herniasi. Selain itu dapat dijumpai parese N.VI akibat teregangnya N.VI oleh TTIK. Tumor-tumor yang sering memberikan gejala TTIK tanpa gejala-gejala fokal maupun lateralisasi adalah meduloblatoma, spendimoma dari ventrikel III, haemangioblastoma serebelum dan craniopharingioma. 5. Papiledema 6. Peningkatan fungsi jantung, pernafasan dan bila tidak ditangani bisa menyebabkan koma.

Gejala spesifik tumor otak yang berhubungan dengan lokasi: 1. Lobus frontal

Menimbulkan gejala perubahan kepribadian Bila tumor menekan jaras motorik menimbulkan hemiparese kontra lateral, kejang fokal Bila menekan permukaan media dapat menyebabkan inkontinentia Bila tumor terletak pada basis frontal menimbulkan sindrom foster kennedy (Bradipsikisme,Gangguan nervus olfaktorius (pembauan) ipsilateral,Gangguan nervus optikus (papil atrofi sisi ipsilateral, papiledema sisi kontralateral)

Pada lobus dominan menimbulkan gejala afasia Afasia, ada beberapa kelompok: a. Afasia ekspresif (non-fluent) : Gangguan di girus frontalis III kiri (Broca). Penderita mengert, tetapi tidak dapat mengeluarkan kata-kata. Penderita masih dapat disuruh melakukan sesuatu, misalnya pegang hidung dsb. b. Afasia receptive (fluent) Gangguan di girus temporalis I kiri (Wernicke). Penderita dapat bicara spontan, tetapi tidak dapat menangkap pertanyaan atau pembicaraan orang lain. c. Afasia konduksi Gangguan di fasikulus arkuatus (yang menghubungkan area Wernicke dan Broca). Penderita tidak dapat mengulangi kata-kata. d. Afasia anomik

Gangguan di girus angularis kiri. Penderita tidak dapat menyebutkan nama benda. e. Afasia global Kombinasi dari afasia Broca dan Wernicke

2. Lobus parietal

Dapat menimbulkan gejala modalitas sensori kortikal hemianopsia homonym Bila terletak dekat area motorik dapat timbul kejang fokal dan pada girus angularis

3. Lobus temporal

Akan menimbulkan gejala hemianopsi, bangkitan psikomotor, yang didahului dengan aura atau halusinasi Bila letak tumor lebih dalam menimbulkan gejala afasia dan hemiparese Pada tumor yang terletak sekitar basal ganglia dapat diketemukan gejala choreoathetosis, parkinsonism.

4. Lobus oksipital

Menimbulkan bangkitan kejang yang dahului dengan gangguan penglihatan Gangguan penglihatan yang permulaan bersifat quadranopia berkembang menjadi hemianopsia, objeckagnosia

Gangguan visus (cortical blindness) Halusinasi optic

5. Tumor di ventrikel ke III

Tumor biasanya bertangkai sehingga pada pergerakan kepala menimbulkan obstruksi dari cairan serebrospinal dan terjadi peninggian tekanan intrakranial mendadak, pasen tibatiba nyeri kepala, penglihatan kabur, dan penurunan kesadaran

6. Tumor di cerebello pontin angie

Tersering berasal dari N VIII yaitu acustic neurinoma

Dapat dibedakan dengan tumor jenis lain karena gejala awalnya berupa gangguan fungsi pendengaran

Gejala lain timbul bila tumor telah membesar dan keluar dari daerah pontin angel

7. Tumor Hipotalamus

Menyebabkan gejala TTIK akibat oklusi dari foramen Monroe Gangguan fungsi hipotalamus menyebabkan gejala: gangguan perkembangan seksuil pada anak-anak, amenorrhoe,dwarfism, gangguan cairan dan elektrolit, bangkitan

8. Tumor di cerebelum

Umumnya didapat gangguan berjalan dan gejala TTIK akan cepat erjadi disertai dengan papil udem Nyeri kepala khas didaerah oksipital yang menjalar keleher dan spasme dari otot-otot servikal

Ataksia Dismetria Disdiadokokinesis Intention tremor Hipotonia

9. Tumor fossa posterior

Diketemukan gangguan berjalan, nyeri kepala dan muntah disertai dengan nystagmus, biasanya merupakan gejala awal dari medulloblastoma-

Diagnosis -Untuk menegakkan diagnosis tumor otak adalah dengan mengetahui informasi jenis tumor, karakteristiknya, lokasinya, batasnya, hubungannya dengan system ventrikel, dan hubungannya

dengan struktur vital otak misalnya sirrkulus willisi dan hipotalamus. Selain itu juga diperlukan periksaan radiologist canggih yang invasive maupun non invasive. Pemeriksaan non invasive mencakup ct scan dan mri bila perlu diberikan kontras agar dapat mengetahui batas-batas tumor.Pemeriksaan invasive seperti angiografi serebral yang dapat memberikan gambaran system pendarahan tumor, dan hungannya dengan system pembuluh darah sirkulus willisy selain itu dapat mengetahui hubungan massa tumor dengan vena otak dan sinus duramatrisnya yang vital itu. -Untuk menegakkan diagnosis pada penderita yang dicurigai menderita tumor otak yaitu melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik neurologik yang teliti, adapun pemeriksaan penunjang yang dapat membantu yaitu foto rontgen,CT-Scan dan MRI, Tomografi.Dari anamnesis kita dapat mengetahui gejala-gejala yang dirasakan oleh penderita yang mungkin sesuai dengan gejala-gejala yang telah diuraikan di atas. Misalnya ada tidaknya nyeri kepala, muntah dan kejang. Sedangkan melalui pemeriksaan fisik neurologik mungkin ditemukan adanya gejala seperti edema papil dan deficit lapangan pandang. Pemeriksaan penunjang -Setelah diagnosa klinik ditentukan, harus dilakukan pemeriksaan yang spesifik untuk memperkuat diagnosa dan mengetahui letak tumor.

Elektroensefalografi (EEG) Foto polos kepala Arteriografi Computerized Tomografi (CT Scan) Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Penilaian CT Scan pada tumor otak: Tanda proses desak ruang:

Pendorongan struktur garis tengah itak

Penekanan dan perubahan bentuk ventrikel

Kelainan densitas pada lesi:


hipodens hiperdens atau kombinasi

kalsifikasi, perdarahan

Odema perifokal

Diagnosa banding -Gejala yang paling sering dari tumor otak adalah peningkatan tekanan intrakranial, kejang dan tanda deficit neurologik fokal yang progresif. Setiap proses desak ruang di otak dapat menimbulkan gejala di atas, sehingga agak sukar membedakan tumor otak dengan beberapa hal berikut :

Peningkatan teanan intracranial (hipertensi arterial, meningitis kronis, dan hiperensi intracranial benigna Abses intraserebral Epidural hematom Hipertensi intrakranial benigna Meningitis kronik. -

Terapi -Pemilihan jenis terapi pada tumor otak tergantung pada beberapa faktor, antara lain :kondisi umum penderita

tersedianya alat yang lengkap pengertian penderita dan keluarganya luasnya metastasis.

-Adapun terapi yang dilakukan, meliputi Terapi Steroid, pembedahan, radioterapi dan kemoterapi.

Terapi Steroid -Steroid secara dramatis mengurangi edema sekeliling tumor intrakranial, namun tidak berefek langsung terhadap tumor. Pembedahan -Pembedahan dilaksanakan untuk menegakkan diagnosis histologik dan untuk mengurangi efek akibat massa tumor. Kecuali pada tipe-tipe tumor tertentu yang tidak dapat direseksi. (12) -Banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan suatu pembedahan tumor otak yakni: diagnosis yang tepat, rinci dan seksama, perencanaan dan persiapan pra bedah yang lengkap, teknik neuroanastesi yang baik, kecermatan dan keterampilan dalam pengangkatan tumor, serta perawatan pasca bedah yang baik, Berbagai cara dan teknik operasi dengan menggunakan kemajuan teknologi seperti mikroskop, sinar laser, ultrasound aspirator, bipolar coagulator, realtime ultrasound yang membantu ahli bedah saraf mengeluarkan massa tumor otak dengan aman. Radioterapi -Tumor diterapi melalui radioterapi konvensional dengan radiasi total sebesar 5000-6000 cGy tiap fraksi dalam beberapa arah. Kegunaan dari radioterapi hiperfraksi ini didasarkan pada alasan bahwa sel-sel normal lebih mampu memperbaiki kerusakan subletal dibandingkan sel-sel tumor dengan dosis tersebut. Radioterapi akan lebih efisien jika dikombinasikan dengan kemoterapi intensif. (12) Kemoterapi -Jika tumor tersebut tidak dapat disembuhkan dengan pembedahan, kemoterapi tetap diperlukan sebagai terapi tambahan dengan metode yang beragam. Pada tumor-tumor tertentu seperti meduloblastoma dan astrositoma stadium tinggi yang meluas ke batang otak, terapi tambahan berupa kemoterapi dan regimen radioterapi dapat membantu sebagai terapi paliatif.

Hormoterapy Immunoterapy Terapi rehabilitasi -Prognosis -Prognosisnya tergantung jenis tumor spesifik. Berdasarkan data di Negara-negara maju, dengan diagnosis dini dan juga penanganan yang tepat melalui pembedahan dilanjutkan dengan radioterapi, angka ketahanan hidup 5 tahun (5 years survival) berkisar 50-60% dan angka ketahanan hidup 10 tahaun (10 years survival) berkisar 30-40%. Terapi tumor otak di Indonesia secara umum prognosisnya masih sangat buruk.

DAFTAR PUSTAKA

1. Prof.Dr.dr.B.Chandra,1994.Tumor Otak,dalam : Neurologi Klinis, Edisi Revisi 7884,SMF Ilmu Penyakit Saraf Fakultas Kedokteran UNAIR, Surabaya. 2. Sidharta, P, 1992,Proses Neoplasmik, dalam : Neurologi Klinis Dasar: ha; 396-402, PT Dian Rakyat, Jakarta. 3. Harsono, 1996, Tumor Otak, dalam : Neurologi Klinis, edisi I : hal 201-207, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
4. Mahar, M., Proses Neoplasmatik di Susunan Saraf dalam Neurologi Klinis Dasar edisi 5, Dian Rakyat, Jakarta, 2000 : 390 402. 5. Tumor Otak dalam Buku Ajar Neurologi Klinis edisi I, Gajah Mada University Press, Yogyakarta, 1999 : 201 207.

POLINEUROPATI

Disusun oleh : BRIGITTA NATALIA L.S.A.M.M ( 06700223 ) ALMIRA FATHIN N ( 07700148 )

PEMBIMBING : Dr. UTOYO SUNARYO Sp.S

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA RSUD Dr. MOH. SALEH KOTA PROBOLINGGO

TAHUN AKADEMIK 2012-2013 S.M.F ILMU PENYAKIT SARAF FK UWKS/ RSUD DR. M SALEH PROBOLINGGO

Nama Dokter Muda : Brigitta Natalia L.S.A.M.M ( 06700223 ) Almira Fathin N. (07700148)

Dokter penguji/Pembimbing : Dr. Utoyo Sunaryo, Sp.S

DOKUMEN MEDIK UNTUK DOKTER MUDA

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : : : : : : : Samsudin laki-laki 28 thn Probolinggo Islam menikah Kuli bangunan

SUBJEKTIF (S) DATA DASAR AUTO/HETEROANAMNESA Keluhan utama : lemah kaki

Riwayat penyakit sekarang : Kaki merasa lemah dibuat jalan sudah satu minggu. Awalnya bangun tidur kakinya terasa lemah, tidak bisa dibuat jalan. Makin lama makin terasa lemah. Pasien juga merasa kesemutan di tangan dan kaki. Telapak kaki terasa menebal. Dan kalau di cubit tidak terasa sakit atau nyeri. Pasien sudah tidak kuat untuk jalan jauh, jalan dengan jarak 10m sudah terasa lemah kedua kakinya dan tidak sanggup lagi untuk berjalan. Pekerjaan pasien sebagai kuli bangunan mengharuskan pasien untuk tetap sehat dan kuat. Pada malam hari pasien sering merasa pegal linu. Pasien juga merasa berat badannya menurun dari biasanya. Hal ini dikarenakan nafsu makan menurun. Pasien tidak merasa mual, muntah, demam. Pasien tidak pernah mengalami kejang sebelumnya. Riwayat penyakit dahulu Tidak pernah sakit seperti ini, dan sebelumnya aktiv tidak sakit-sakitan Tidak ada DM Tidak ada hipertensi Riwayat penyakit keluarga : Keluarga tidak ada yang seperti ini

Riwayat pengobatan : Pasien sudah minum hemaviton tetapi tidak memperingan sakit pasien. Riwayat psikososial : Pasien merokok aktif. Riwayat alergi : Tidak ada alergi obat-obatan IDENTITAS Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : Samsudin : laki-laki : 28 thn : Probolinggo : Islam : Menikah : Kuli Bangunan

KELUHAN UTAMA : Lemah Kaki RPS Keluhan utama Mulai kapan? Sudah 1 minggu ini mengapa:

untuk mengetahui berapa lama dan seberapa jauh perjalanan penyakitnya untuk mengetahui Akut atau Kronik, gangguan saraf perifer yang meliputi kelemahan motorik, gangguan sensorik, otonom dan melemahnya refleks tendon, dapat akut atau kronik

Lemah bersaman di kiri dan kanan? iya kiri dan kanan bersamaan mengapa : Pada Polineuropati keluhan dapat dimulai dari yang paling ringan sampai dengan yang paling berat. Gangguan bersifat simetris pada kedua sisi. Tungkai lebih dulu menderita dibanding lengan. Gangguan sensorik berupa parestesia, anestesia dan perasaan baal pada ujung-ujung jari kaki yang dapat menyebar ke arah proksimal sesuai dengan penyebaran saraf tepi, ini disebut sebagai gangguan sensorik dengan pola kaus kaki Di mulai dr bawah atau keempat-empatnya? Di mulai dari jari-jari kaki dan tangan dulu, kemudian keseluruhan ikut lemah mengapa : Kelemahan otot pertama-tama dijumpai pada bagian distal kemudian menyebar ke arah proksimal. Atrofi otot, hipotoni dan menurunnya refleks tendon terutama tendon Achilles, dapat dijumpai pada fase dini sebelum kelemahan otot dijumpai. Lemahnya seperti apa? Atau sampai tidak bisa berjalan? Bisa berjalan,tapi hanya sejauh 10m setelah itu tidak sanggup lagi berjalan. mengapa : untuk mengetahui apakah ini merupakan kelumpuhan anggota gerak atau masih dalam batas lemah. Sekarang dari pertama kali lemah, apa tambah parah? Iya, lemahnya tambah parah mengapa :

untuk mengetahui tingkat keparahan penyakitnya Langsung lemah? Ada nyeri? iya lemah, ada nyeri pada malam hari

mengapa : untuk mengetahui sebab kelumpuhan. pertanyan nyeri untuk mengarahkan diagnosis polineuropati, biasanya Nyeri ini dapat mengganggu penderita pada waktu malam hari, terutama pada waktu penderita sedang tidur.

Sebelumnya apa ada jatuh? tidak ada, tiba-tiba saja lemahnya mengapa : meyakinkan penyebabnya bukan trauma Mati rasa? Iya, kulit kaki terasa menebal mengapa : Polineuropati mengenai sistem saraf tepi, sistem konduksi terhalang terutama motorik. selain itu serabut saraf besar lebih terkena yaitu penghantar rangsang raba, getar dan posisi dibanding serabut saraf kecil penghantar suhu. jadi Polineuropati mengalami penurunan sensitivitas nyeri dan beberapa sensitivitas terhadap suhu kalau cubit terasa sakit? Tidak terasa mengapa : Meyakinkan seberapa parah mati rasa tadi Apa ada rasa kesemutan? Ada mengapa :

Kesemutan pada tangan dan kaki adalah suatu polineuropati. Polineuropati adalah suatu gangguan pada saraf tepi. Penyebab paling banyak adalah diabetes (kencing manis), tetapi dapat juga disebabkan oleh hal lain seperti infeksi, zat toksin dan obat - obatan. Keluhan penyerta : tidak ada

RPD Apa dulu pernah sakit seperti ini? Tidak pernah sakit seperti ini, Tidak ada riwayat DM, darah tinggi maupun kejang. Mengapa : Mengetahui riwayat penyakit yang sebelumnya dialami. Penyakit-penyakit yang pernah diderita pasien dahulu dapat berkaitan dengan timbulnya penyakit sekarang atau malah menjadi pemberat atau pemicu timbulnya penyakit sekarang. Misal Pengendalian gula darah yang buruk pada penderita diabetes bisa menyebabkan beberapa jenis polineuropati. RPK Apa di keluarga ada yang pernah sakit seperti ini? Tidak ada Keluarga tidak ada yang seperti ini Mengapa: Untuk mengetahui adanya penyakit genetik. RIWAYAT PENGOBATAN Belum pernah berobat ke dokter dan juga pasien belum pernah memeriksakan kadar gula darah, tetapi Pasien sudah minum hemaviton dan tidak ada perubahan apa-apa setelahnya.

Mengapa: Mengetahui macam obat yang pernah dikonsumsi sehingga dapat diberikan terapi farmakologis yang tepat,efek yang didapat setelah mengkonsumsi obat tersebut dan Mencegah resiko terjadinya pemberian obat jangka panjang. Apa ada alergi obat? Tidak ada Selain untuk mengetahui riwayat pengobatan juga dapat mengetahui sumber pencetus infeksi yang kemudian terjadi reaksi imunologi. Pada riwayat obat juga wajib untuk mengetahui apa ada alergi obat. RIWAYAT PSIKOSOSIAL nafsu makan menurun merokok bisa sampai 1 pak /hari, sekarang masih merokok jarang mengkonsumsi vitamin

mengapa; Mengetahui hal-hal penting yang menyangkut kehidupan pasien serta kebiasaan yang mungkin berpengaruh terhadap timbulnya penyakit sekarang. Diagnosa : Polineuropati causa defisiensi Nutrisi

POLINEUROPATI

Definisi Polineuropati adalah kelainan fungsi yang berkesinambungan pada beberapa saraf perifer di seluruh tubuh dan merupakan Kelemahan otot-otot anggota gerak yang berkembang sedikit demi sedikit dan disertai gangguan sensibilitas dapat timbul akibat defisiensi makanan, intoksikasi obat dan autotoksin. Para penderitanya dapat menyajikan keluhan letih-lemah kedua tungkai sebagai keluhan dini. Sebagian kecil dari mereka mengunjungi dokter karena parastesia atau disestesia pada telapak kaki dan tungkai bawah. Tergantung pada gejala motorik atau sensorik yang lebih menonjol. Lesi utama pada polineuropati adalah neuron sehingga dapat juga disebut neuronopati. Gejala yang mula-mula mencolok adalah ujung saraf yang terpanjang. Disini didapat degenerasi aksonal sehingga penyembuhan dapat terjadi jika ada regenerasi aksonal. Proses di sini lambat dan sering tidak semua saraf terkena lesi tersebut. Etiologi 1. nutrisi Di Indonesia banyaknya kasus polineuropati dijumpai orang-orang yang makan makanan yang tidak bergizi. Orang yang makan nasi dan sayur-sayuran saja tidak terkena penyakit tersebut jika mereka menggunakan sambal terasi. Diantara orang tahanan ada yang terkena walaupun makanan untuk orang tahanan tidak berbeda. Hal ini merupakan problema yang belum dipecahkan. Di negara-negara barat polineuropati akibat defisiensi makanan dijumpai pada pecandu alkohol yang sudah dikenal sebagai orang yang jarang makan. Penyelidikan pada mereka mengungkapkan adanya kekurangan thiamine, pyridoxin,panthodenic acid dan vitamin B12. Defisiensi vitamin terutama vitamin B1,B6,B12,asam nikotinat,asam pantotenat mempengaruhi metabolisme neuronal dengan menghalangi oksidasi glukosa. Defisiensi seperti ini dapat karena malnutrisi, muntah-muntah, kebutuhan yang meningkat seperti

pada kehamilan atau pada alkoholisme. Defisiensi tiamin dapat menyebabkan kardiomiopati dan gangguan pada mesensefalon (Wernickes encephalopaty), ini akan menyebakan paralisis otot-otot okular, nistagmus, ataksia, dan demensia. Neuritis alkoholik disebabkan oleh defisiensi tiamin dan bukan karena efek toksik alkohol yang biasanya disertai rasa nyeri yang sangat pada daerah betis. Defisiensi asam nikotinat akan menyebabkan penyakit pellagra. Pada polineuropati yang disebabkan defisiensi asam nikotinat, penderita-penderita akan mengalami demensia ringan, dermatitis pada daerah tubuh yang terkena matahari, kadang-kadang disertai glositis dan diare. Defisiensi piridoksin (vitamin B6) dapat disebabkan karena pengobatan jangka panjang dengan isoniazid. Pada keadaan ini dapat terjadi kejang-kejang. Defisiensi sianokobalamin (vitamin B12) biasanya pada kebanyakan penderita akan menyebabkan anemia megaloblastik dan disertai gejala-gejala ringan neuropati perifer. Neuropati di sini dapat terjadi lebih dahulu daripada anemia.

2. Gangguan metabolisme Lebih sering timbul pada penderita diabetes yang berusia 50 tahun keatas. Tetapi tidak semuanya polineuropatia, adapun manifestasi neuropati pada penderita diabetes melitus ialah oftalmoplegia, b.mononeuropatia akut, c.polineuropatia sensorik dan motorik pada kedua tungkai terutama kaki dan tungkai bawah. Gambaran klinik neuropati terlihat pada 20% penderita diabetes melitus, tetapi dengan pemeriksaan elektrofisiologi pada dibetes melitus asimptomatik tampak bahwa penderita sudah mengalami neuropati subklinik. Pada kasus yang jarang, neuropati merupakan tanda awal suatu diabetes melitus. Neuropati terjadi biasanya pada diabetes melitus yang lama dan tidak terkontrol pada orang usia lanjut. Gejala yang sering terjadi yaitu menyerupai lesi pada ganglion radiks posterior. Disini dijumpai hipestesia perifer dengan disertai hilangnya sensasi getar. Rasa nyeri tidak selalu dijumpai, kadang-kadang dijumpai artropati tanpa rasa nyeri dan ulkus

pada kaki. Dapat terjadi gangguan otonom seperti diare, hipotensi postural, gangguan sekresi keringat dan impotensi. Neuropati merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap meningkatnya kerentanan pasien diabetes melitus terhadap infeksi, dimana akibat neuropati sensorik akan menyebabkan berkurangnya rasa nyeri setempat sehingga luka kurang disadari dan diabaikan oleh pasien, serta berakibat terlambatnya pengobatan. Neuropati motorik dapat berakibat deformitas bentuk kaki dan gangguan titik-titik tekan pada telapak kaki. Lebih lanjut neuropati autonomik dapat menyebabkan atoni kandung kemih serta gangguan mekanisme kelenjar keringat. Atoni kandung kemih menyebabkan timbulnya stasis residu urin dalam kandung kemih yang merupakan faktor predisposisi infeksi yang sering kambuh.

3. Keracunan Neuropati karena keracunan jarang dijumpai. Timah dan logam berat akan menghambat aktifasi enzim dalam proses aktifitas oksidasi glukosa sehingga mengakibatkan neuropati yang sukar dibedakan dengan defisiensi vitamin B. Keracunan timah menyebabkan neuropati motorik, khususnya mempengaruhi nervus radialis, medianus dan poplitea lateralis. Terkulainya tangan dan kaki (drop wrist dan drop foot) merupakan gejala yang sering ditemukan. Cat yang mengandung timah jarang digunakan tapi anak-anak bisa menderita neuropati dari boneka atau perabot yang dicat dengan senyawa timah. Penisilamin dan BAL digunakan pada pengobatan keracunan logam berat. Kedua obat ini mengikat logam dalam bentuk nontonsik sampai diekskresikan dalam urin. 4. Manifestasi alergi Gangguan motorik pada sindrom Guillain-Bare biasanya timbul lebih awal daripada gangguan sensorik. Biasanya terdapat gangguan sensasi perifer dengan distribusi sarung tangan dan kaus kaki tetapi kadang-kadang gangguan tampak segmental. Otot proksimal

dan distal terganggu dan refleks tendon menghilang. Nyeri bahu dan punggung biasanya ditemukan. Otot fasial dan otot okular kadang-kadang terganggu. Perluasan dan kelemahan otot-otot batang tubuh menuju toraks akan menganggu pernapasan. Selama penyakit berlanjut, perlu dibuat kontrol fungsi pernafasan penderita. Perkiraan kasar dapat dibuat dengan menyuruh penderita menarik nafas panjang atau sedalam-dalamnya dan kemudian dihitung. 5. Infeksi Lepra merupakan salah satu infeksi yang mempengaruhi saraf-saraf secara langsung, terjadi penebalan lokal saraf pada sisi infeksi dan kulit daerah yang diinervasi mengalami pigmentasi dan anestesik. Lepra disebabkan oleh Mycobacterium leprae yang mempunyai sifat neurotropis, yang bisa ditemukan intraneural dan ekstraneural yang akan mengakibatkan kerusakan saraf. Bahkan Fite menyatakan bahwa semua kusta merupakan penyakit saraf. Berdasarkan perlangsungan klinisnya, kerusakan saraf pada lepra dibagi atas : Neuropati akut : terjadi nyeri spontan Neuropati sub akut : timbul nyeri bila dirangsang/palpasi Neuropati kronis : tidak memberikan keluhan nyeri

Patofisiologi Terjadi kerusakan mielin dan akson dari saraf tepi, tergantung berat-ringan dan lama saraf tepi terpapar oleh faktor penyebab. Penyebab Infeksi bisa menyebabkan polineuropati, kadang karena racun yang disebabkan oleh bakteri (misal difteri) atau karena reaksi autoimun (pada sindrom Guillian Barr). Bahan racun bisa melukai saraf perifer dan menyebabkan polineuropati. Kanker juga bisa menyebabkan

polineuropati dengan menyusup langsung ke dalam saraf menekan saraf atau melepaskan bahan racun. Kekurangan gizi dan kelainan metabolik juga bisa menyebabkan polineuropati, kekurangan vitamin B bisa mengenai saraf perifer di seluruh tubuh. Penyakit yang menyebabkan polineuropati kronik adalah diabetes,gagal ginjal, dan kekurangan gizi (malnutrisi) yang berat, polineuropati kronik cenderung berkembang secara lambat (sampai beberapa bulan maupun tahun) dan biasanya dimulai di kaki (kadang di tangan). Pengendalian gula darah yang buruk pada penderita diabetes bisa menyebabkan beberapa jenis polineuropati, yang paling sering ditemukan adalah neuropati diabetik yang merupakan polineuropati distalis yang menyebabkan rasa kesemutan dan terbakar di bagian kaki dan tangan. Manifestasi klinis Gangguan bersifat simetris pada kedua sisi, tungkai lebih dulu menderita dibanding lengan. Pada awal penyakit timbul rasa kesemutan pada ujung-ujung kaki dan kemudian mengenai ujung-ujung tangan (pola stocking and glove). Kadang-kadang parastesi dapat berupa perasaan-perasaan aneh yang tidak menyenangkan, rasa seperti terbakar. Nyeri pada otot dan sepanjang saraf tepi jarang dijumpai. Kelemahan otot pertama-tama dijumpai pada bagian distal kemudian menyebar ke arah proksimal. Atrofi otot, hipotoni dan menurunnya refleks tendon dapat dijumpai pada fase dini, sebelum kelemahan otot dijumpai. Pada tahap selanjutnya : hipo/anastesi pada jari-jari tangan/kaki, menimbulkan banyak luka yang tidak disadari, kelumpuhan otot. Kelumpuhan ekstremitas tipe lower motor neuron, sisi distal lebih berat. Karena tidak dapat merasakan nyeri, maka sendi sering mengalami cedera, ketidakmampuan untuk merasakan posisi sendi menyebabkan ketidakstabilan ketika berdiri dan berjalan.

ketidakmampuan untuk merasakan getaran atau posisi lengan,tungkai, dan sendi merupakan gejala utama polineuropati kronik. Nyeri sering kali bertambah buruk di malam hari dan bisa timbul jika menyentuh daerah yang peka atau perubahan suhu. Banyak penderita yang juga memiliki kelainan pada sistem saraf otonom yang mengendalikan fungsi otomatis di dalam tubuh, seperti denyut jantung, fungsi pencernaan, kandung kemih, dan tekanan darah. Jika neuropati perifer mengenai saraf otonom , maka bisa terjadi gejala berikut : Diare atau sembelit Impotensi Tekanan darah tinggi atau rendah Tekanan darah rendah atau ketika dalam posisi berdiri Kulit tampak lebih pucat dan kering Keringat berlebihan Pemeriksaan diagnostik Pemeriksaan laboratorium skrining pada polineuropati distal yang simetrik dapat mencakup pemeriksaan gula puasa, vitamin B12, HbA1c,pemeriksaan fungsi ginjal dan tiroid dan skrining urine untuk logam berat. Penatalaksanaan Terapi sesuai penyebab seperti Melakukan koreksi abnormalitas yang terjadi seperti nutrisi, suplementasi vitamin yang kurang, pengobatan diabetes melitus (bila pasien menderita diabetes),menghilangkan kompresi dan sebagainya. Jika neuropati diperkirakan sebagai reaksi sistem imun yang terganggu, steroid dapat digunakan. Pengobatan umum selama fase akut dan lanjut meliputi rehat baring, penyanggahan bagian yang paralisis (jika perlu menggunakan splint).

Terapi kelainan yang mendasari penatalaksanaan nyeri bila ada nyeri perawatan suportif untuk melindungi rehabilitas jaringan yang mengalami kerusakan semuanya perlu di pertimbangkan, pemeliharaan nutrisi yang baik. Setelah fase penyembuhan ahli fisioterapi dapat mengarahkan rehabilitasi penderita.

Daftar Pustaka

DSS, Harsono, dr.2009.Kapita Selekta Neurologi.Gadjah Mada University Press: Yogyakarta. Kosasih, Adrianus, SpJP,dr.dkk.2012.Harrison Manual Kedokteran Jilid Dua.Karisma Publishing Group : Tangerang Selatan. Machfoed,Hasan Moh,dkk.2011.Buku Ajar Ilmu Penyakit Saraf.Pusat Penerbitan dan Percetakan Unair : Surabaya. Sidharta, P.2010.Tata Pemeriksaan Klinis Dalam Neurologi.Dian Rakyat : Jakarta.

Todds Paralysis

Disusun Luluk Nurul

oleh : F ( 08700264 )

Thuaibatul ( 08700053 )

Islamia

PEMBIMBING : Dr. UTOYO SUNARYO Sp.S


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA RSUD Dr. MOH. SALEH KOTA PROBOLINGGO TAHUN AKADEMIK 2012-2013

S.M.F ILMU PENYAKIT SARAF FK UWKS/ RSUD DR. M SALEH PROBOLINGGO

Nama Dokter Muda : Luluk Nurul F ( 08700264 )

Thuaibatul Islamia ( 08700053 )

Dokter penguji/Pembimbing : Dr. Utoyo Sunaryo, Sp.S

DOKUMEN MEDIK UNTUK DOKTER MUDA

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : : : : : : : Anak Fredi Laki-laki 14 tahun Probolinggo Islam belum menikah Pelajar

SUBJEKTIF (S) DATA DASAR AUTO/HETEROANAMNESA Keluhan utama Lumpuh separuh Riwayat penyakit sekarang : Tangan kanan dan kaki kanan lumpuh sejak kemarin . Tangan dan kaki kanan lumpuh secara mendadak , tidak dapat digerakkan sama sekali . Sebelum lumpuh ada kejang 1 kali dalam sehari disertai dengan keadaan bingung . kejang pertama kali , sebelum kejang tangan gerak-gerak, saat kejang pasien tidak sadar , kejang di tempat tidur, kejang pada tangan dan kaki . tidak ada panas mual muntah . :

Riwayat penyakit dahulu tidak pernah seperti ini sebelumnya . tidak ada riwayat epilepsi. Tidak pernah ada riwayat trauma , tidak ada luka , belum pernah berobat sebelumnya . pernah sakit batuk pilek Riwayat penyakit keluarga : Tidak ada keluarga yang menderita penyakit ini

Riwayat pengobatan : Belum pernah berobat Riwayat psikososial :

Nafsu makan ( + ) , IDENTITAS Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : Anak Fredi : Laki-laki : 14 tahun : Probolinggo : Islam : belum menikah : Pelajar

KELUHAN UTAMA: Lumpuh separuh RPS Sejak kapan tangan dan kakinya lumpuh ? Sejak kemarin Mengapa : Untuk mengetahui berapa lama penjalaran penyakitnya Untuk mengetahui apakah kronis atau akut. Bisa dijelaskan awalnya bisa sampai lumpuh seperti ini ? gak tau dok , tiba tiba saya lihat anak saya lumpuh . Mengapa : Untuk mengetahui kronologi terjadinya lumpuh tersebut . Apa ada faktor yang pemicu seperti jatuh atau trauma seperti pada stroke .

Lumpuhnya dimulai bersamaan tangan dan kaki atau kaki dulu yang lemah baru diikuti tangan ? Tangan dan kaki kanan bersamaan Mengapa : Untuk menghilangkan kemungkinan lemah otot akibat GBS (ascending paralysis) , pada GBS kelemahan otot dimulai dari bagian distal kemudian proximal. Apa sebelum lumpuh ada kejang ? iya , ada Mengapa : Pada kasus Todds Paralysis lumpuh terjadi setelah kejang , dan biasanya terjadi pada salah satu sisi. Kejangnya berulang atau tidak ? tidak , kejangnya hanya sekali dan baru pertama kali. Mengapa : Pada epilepsi kejang terjadi berulang minimal 2 kali dalam 24 jam . Sedangkan pada kasus ini , kejang hanya terjadi 1 kali saja . Apa yang di lakukan anak sebelum kejang ? tangan gerak-gerak Mengapa : Untuk mengetahui apakah ada aura atau tidak sebelum kejang Geraknya pada tangan salah satu tangan atau kedua tangan ? tangan kanan aja Mengapa : Untuk mengetahui kejang partial atau general , pada kejang partial terjadi pada salah satu sisi Bagaimana kesadaran saat kejang ? tidak sadar

Mengapa: Untuk mengetahui kejang partial sederhana atau komplek , pada kejang partial komplek disertai gangguan kesadaran Setelah kejang apa yang anak rasakan ? bingung Mengapa : Pada todds paralysis, meskipun kejang telah berhenti pasien tetap kurang responsif dari biasanya, mereka mungkin mengantuk, atau bingung. Keluhan penyerta Ada keluhan lain ? Demam(-), mual(-), muntah(-) Mengapa : Untuk mengetahui apakah lumpuhnya berhubungan dengan infeksi atau tidak . RPD Sebelumnya pernah seperti ini ? Tidak, ini baru pertama kali. Mengapa : Untuk mengetahui kemungkinan berulangnya penyakit yang mungkin berulang seperti epilepsi . Apa ada riwayat epilepsi sebelumnya ? Tidak ada , Mengapa : Untuk lebih memastikan apakah kasus ini termasuk epilepsi berulang atau tidak Apa mungkin pernah jatuh sebelumnya ? Tidak pernah ada jatuh atau trauma sebelumnya Mengapa :

Untuk menyingkirkan dugaan kelemahan otot akibat trauma. Pernah berobat sebelumnya ? tidak pernah . Mengetahui apakah anak fredi pernah melakukan terapi sebelumnya , serta bagaimana hasil jika anak tersebut telah melakukan terapi. RPK Apakah ada keluarga yang sakit seperti ini ? Tidak ada , Kemungkinan adanya penyakit herediter atau keturunan. RIWAYAT PSIKOSOSIAL Apakah ada penurunan nafsu makan ? tidak Anaknya pernah merokok ? Tidak Kalau olahraga sering ? Kadang-kadang , ya biasa . Untuk mengetahui pola hidup pasien yang mungkin bisa memicu penyakit tersebut Diagnosa mengarah ke : Todds Paralysis

TODDS PARALYSIS Definisi Paresis Todd atau kelumpuhan Todd (atau postictal paresis / kelumpuhan, "setelah kejang") adalah kelemahan fokal di bagian tubuh setelah kejang. Kelemahan ini biasanya terlokalisir ke salah satu sisi kiri atau kanan tubuh. Penyebab dan gejala todd paralysis Kejang merupakan peristiwa abnormal dari aktivitas listrik pada bagian tertentu dari otak. Ada beberapa bentuk kejang yaitu kejang sederhana , komplek serta gabungan sederhana dan komplek . Perilaku seseorang saat mengalami kejang dapat bervariasi , dapat disertai dengan gangguan kesadaran (kejang komplek) atau tanpa gangguan kesadaran (kejang sederhana) . Selama periode postictal, meskipun kejang itu sendiri telah berhenti, otak berusaha untuk pulih dari muatan listrik yang telah diendapkan saat aktivitas kejang. Selama periode ini orang dapat tetap kurang responsif dari biasanya, mereka mungkin mengantuk, atau bingung. Gejala-gejala kelumpuhan Todd tergantung pada area otak seseorang di mana kejang terjadi. Misalnya, jika kejang terjadi pada korteks motorik yaitu bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk gerakan , kelumpuhan Todd dapat mengakibatkan hemiparesi atau hemiplegi . Gejala-gejala kelumpuhan Todd sering menghilang dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah onset awal mereka. Pada sebagian kasus yang gejala dapat berlangsung hingga 36-48 jam namun hal ini jarang terjadi. Diagnosis Secara umum, kelumpuhan Todd dapat dengan mudah didiagnosis ketika itu terjadi setelah seseorang mengalami kejang. Untuk membedakan kelumpuhan todd dan stroke ketika diagnosis masih belum jelas ialah dengan electroencephalogram atau EEG, tes yang mencatat informasi tentang aktivitas listrik otak seseorang. Magnetic Resonance Imaging atau MRI scan juga mungkin dilakukan. Orang yang mengalami kejang akan hadir dengan EEG yang abnormal,

sementara mereka yang telah mengalami stroke dan memiliki MRI scan mungkin hadir dengan gambar yang memperlihatkan area kerusakan. Pengobatan Kelumpuhan Todd merupakan salah satu indikasi bahwa seseorang telah mengalami kejang, berpotensi berhubungan dengan epilepsi .Tidak ada pengobatan khusus yang diperlukan untuk kelumpuhan Todd Orang-orang perlu beristirahat senyaman mereka mungkin bisa sampai gejala kelumpuhan menghilang. Gejala sering menyelesaikan dalam beberapa menit sampai berjamjam, walaupun dapat berlangsung selama satu atau dua hari. Pengobatan untuk kelumpuhan Todd adalah baik simtomatik dan suportif didasarkan pada kenyataan bahwa kelumpuhan menghilang dengan cepat. Karena hilangnya cepat dan lengkap gejala kelumpuhan Todd, rehabilitasi tidak diperlukan.

VERTIGO PSIKOGENIK

Disusun oleh : CITTA ADWITIYA ARIFIANI SITI NAIMAH (08700034) (08700176)

PEMBIMBING : Dr. UTOYO SUNARYO Sp.S


FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS WIJAYA KUSUMA SURABAYA RSUD Dr. MOH. SALEH KOTA PROBOLINGGO TAHUN AKADEMIK 2012-2013

S.M.F ILMU PENYAKIT SARAF FK UWKS/ RSUD DR. M SALEH PROBOLINGGO

Nama Dokter Muda : Citta adwitiya arifiani Siti naimah ( 08700034 ) ( 08700176 )

Dokter penguji/Pembimbing : Dr. Utoyo Sunaryo, Sp.S

DOKUMEN MEDIK UNTUK DOKTER MUDA

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan SUBJEKTIF (S) DATA DASAR AUTO/HETEROANAMNESA Keluhan utama : Kepala nggiliyeng : : : : : : : Ny.Santi Perempuan 29 tahun Probolinggo Islam Menikah Ibu rumah tangga

Riwayat penyakit sekarang :

Kepala nggiliyeng (terasa berputar-putar) sejak 1 bulan yang lalu, terasa di seluruh kepala sampai bahu, dalam sehari pusing timbul berulang kali, kadang berkurang jika istirahat, sulit tidur pada malam hari, mata kadang-kadang kabur, demam (-) , mual muntah (+), nafsu makan menurun. Riwayat penyakit dahulu : Pernah sakit seperti ini 1-2 tahun yang lalu , DM (-), kolesterol (-), Hipertensi (-) Riwayat penyakit keluarga : Keluarga tidak ada yang sakit seperti ini Riwayat pengobatan : minum bodrex tapi tidak sembuh Riwayat psikososial : Hubungan dengan suami kurang baik, sering olahraga, merokok (-), alcohol (-) IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : : : : : : : Ny.Santi Perempuan 29 tahun Probolinggo Islam Menikah Ibu rumah tangga

KELUHAN UTAMA: Kepala nggiliyeng

Riwayat Penyakit Sekarang (RPS) Keluhan utama : kepala nggiliyeng Pusingnya seperti apa ? berputar-putar mengapa: untuk mengetahui perbedaan vertigo atau non-vertigo

Mulai kapan ? 1 bulan yang lalu mengapa: untuk mengetahui lama serta bagaimana perjalanan penyakitnya untuk mengetahui apakah bersifat akut atau khronis

Pusingnya di kepala sebelah mana ? Di seluruh kepala sampai bahu mengapa: untuk menyingkirkan DD migren

Pusingnya timbul berapa kali sehari ? Berkali-kali mengapa: untuk mengetahui keparahan penyakit

Apa yang ibu perbuat untuk mengurangi rasa pusingnya ? Istirahat, akan tetapi kadang hilang kadang tidak hilang Malam hari bisa tidur nyenyak ? tidak mengapa: untuk mengetahui seberapa besar nyeri yang dirasakan

Kalo kepala digerakkan bertambah pusing atau tidak? Tidak Mengapa : Pada vertigo tipe central, bangkitan vertigo lebih lambat, tidak dipengaruhi gerakan kepala, Pada vertigo tipe perifer, bangkitan vertigo lebih mendadak, dipengaruhi gerakan kepala Saat pusing apakah mata terasa kabur ? iya Jika pusingnya hilang, pandangan kaburnya menghilang atau tidak ? iya Sudah diperiksakan ke dokter ? belum Apakah ada demam ? tidak mengapa : untuk mengetahui adanya infeksi atau tidak

Ada mual dan muntah ? ada Pada saat kapan ? setelah makan mual kemudian muntah Pada pagi/siang/malam hari ? tidak tentu mengapa : Untuk mengetahui apakah muntah proyektil ( tanpa adanya rangsangan) atau bukan Pada tumor otak tekanan intra cranial meningkat, yang menyebabkan muntah proyektil Nafsu makan nya bagaimana ? menurun Apakah pernah jatuh sebelumnya ? tidak mengapa : untuk menyingkirkan DD vertigo pasca trauma

Kalau banyak orang apakah kepala menjadi pusing ? merasa tidak nyaman saja Kalau mencium bau yang menyengat apakah kepala menjadi pusing ? tidak

mengapa : untuk mengetahui pencetus pusing

Riwayat Penyakit Dahulu (RPD) Apakah dulu pernah sakit seperti ini ? 1- 2 tahun lalu pernah sakit seperti ini mengapa : Untuk mengetahui kemungkinan berulangnya penyakit

Apakah pernah mengalami darah tinggi ? Tidak Apakah ada kencing manis? Tidak ada Apakah menderita kolesterol ? tidak Mengapa : Untuk mengetahui faktor penyebab, faktor resiko yang berhubungan atau memperberat keluhan pasien. Riwayat Penyakit Keluarga (RPK) Apakah keluarga ada yang sakit seperti ini ? tidak mengapa : Untuk mengetahui adanya faktor keturunan, resiko penularan, dan lifestyle dalam lingkungan keluarga Riwayat Pengobatan Pada saat pusing apakah ibu minum obat ? iya Minum obat apa ? bodrex Apakah semakin membaik ? tidak mengapa : Untuk mengetahui apakah obat yang telah di minum pasien terbukti efektif atau malah memperburuk keadaan pasien

Riwayat Psikososial

Apakah ada masalah keluarga ? ada Setelah itu apakah langsung timbul pusing ? iya mengapa : untuk mengetahui pencetus pusing

VERTIGO
Definisi
Vertigo adalah salah satu bentuk gangguan keseimbangan dalam telinga bagian dalam sehingga menyebabkan penderita merasa pusing dalam artian keadaan atau ruang di sekelilingnya menjadi serasa 'berputar' ataupun melayang. Vertigo menunjukkan ketidakseimbangan dalam tonus vestibular. Hal ini dapat terjadi akibat hilangnya masukan perifer yang disebabkan oleh kerusakan pada labirin dan saraf vestibular atau juga dapat disebabkan oleh kerusakan unilateral dari sel inti vestibular atau aktivitas vestibulocerebellar.

Epidemiologi
Vertigo merupakan gejala yang sering didapatkan pada individu dengan prevalensi sebesar 7 %. Beberapa studi telah mencoba untuk menyelidiki epidemiologi dizziness, yang meliputi vertigo vestibular dan Non vestibular dizziness. Dizziness telah ditemukan menjadi keluhan yang paling sering diutarakan oleh pasien, yaitu sebesar 20-30% dari populasi umum. Dari keempat jenis dizziness vertigo merupakan yang paling sering yaitu sekitar 54%. Pada sebuah studi mengemukakan vertigo lebih banyak ditemukan pada wanita disbanding pria (2:1),sekitar 88% pasien mengalami episode rekuren.

Gejala
Penderita merasa seolah-olah dirinya bergerak atau berputar; atau penderita merasakan seolah-olah benda di sekitarnya bergerak atau berputar.

Penyebab dan Diagnosa

Vertigo patologis bisa bermacam-macam jenis. Ada yang sementara atau persisten, fungsional atau struktural penurunan nilai vestibular atau nilai visual, atau sistem proprioseptif sistem atau dari pusat integratif mealui suatu mekanisme juga menyebabkan "ketidakcocokan". Dengan kata lain banyak hal yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan diagnosis vertigo.Evaluasi vertigo memiliki dua tujuan mendasar yakni: menentukan lokalisasi sumber asalnya dan menentukan etiologinya/penyebabnya. Sebelum memulai pengobatan, harus ditentukan sifat dan penyebab dari vertigo. Gerakan mata yang abnormal menunjukkan adanya kelainan fungsi di telinga bagian dalam atau saraf yang menghubungkannya dengan otak. Nistagmus adalah gerakan mata yang cepat dari kiri ke kanan atau dari atas ke bawah. Arah dari gerakan tersebut bisa membantu dalam menegakkan diagnosa. Nistagmus bisa dirangsang dengan menggerakkan kepala penderita secara tiba-tiba atau dengan meneteskan air dingin ke dalam telinga. Untuk menguji keseimbangan, penderita diminta berdiri dan kemudian berjalan dalam satu garis lurus, awalnya dengan mata terbuka, kemudian dengan mata tertutup.Tes pendengaran seringkali bisa menentukan adanya kelainan telinga yang memengaruhi keseimbangan dan pendengaran.Pemeriksaan lainnya adalah CT scan atau MRI kepala, yang bisa menunjukkan kelainan tulang atau tumor yang menekan saraf. Jika diduga suatu infeksi, bisa diambil contoh cairan dari telinga atau sinus atau dari tulang belakang. Jika diduga terdapat penurunan aliran darah ke otak, maka dilakukan pemeriksaan angiogram, untuk melihat adanya sumbatan pada pembuluh darah yang menuju ke otak.

Etiologi
Vertigo merupakan suatu gejala, sederet penyebabnya antara lain akibat kecelakaan, stres, gangguan pada telinga bagian dalam, obat-obatan, terlalu sedikit atau banyak aliran darah ke otak dan lain-lain. Tubuh merasakan posisi dan mengendalikan keseimbangan melalui organ keseimbangan yang terdapat di telinga bagian dalam. Organ ini memiliki saraf yang berhubungan dengan area tertentu di otak. Vertigo bisa disebabkan oleh kelainan di dalam telinga, di dalam saraf yang menghubungkan telinga dengan otak dan didalam otaknya sendiri. Keseimbangan dikendalikan oleh otak kecil yang mendapat informasi tentang posisi tubuh dari organ keseimbangan di telinga tengah dan mata. Penyebab umum dari vertigo: 1. Keadaan lingkungan : mabuk darat, mabuk laut.

2. Obat-obatan : alkohol, gentamisin 3. Kelainan telinga : endapan kalsium pada salah satu kanalis semisirkularis di dalam telinga bagian dalam yang menyebabkan benign paroxysmal positional. 4. vertigo, infeksi telinga bagian dalam karena bakteri, labirintis, penyakit maniere. 5. peradangan saraf vestibuler, herpes zoster 6. Kelainan Neurologis : Tumor otak, tumor yang menekan saraf vestibularis, sklerosis multipel, dan patah tulang otak yang disertai cedera pada labirin, persyarafannya atau keduanya. 7. Kelainan sirkularis : Gangguan fungsi otak sementara karena berkurangnya alirandarah ke salah satu bagian otak ( transient ischemic attack ) pada arteri vertebral danarteri basiler. 8. Psikogenik : m e r u p a k a n v e r t i g o y a n g t i m b u l a k i b a t p r o b l e m a psikologik,

tanpa

d i d a s a r i kerusakan/penyakit organic.Vertigo psikogenik

biasanya memiliki ciri ciri : muncul saat berada ditempat keramaian seolah-olah dibuat-buat (sebenarnya bukan dibuat-buat) terkesan keluhan/gejalanya berlebihan

Patofisiologi
Vertigo timbul jika terdapat gangguan alat keseimbangan tubuh yang mengakibatkanketidakcocokan antara posisi tubuh (informasi aferen) yang sebenarnya dengan apa yangdipersepsi oleh susunan saraf pusat (pusat kesadaran). Susunan aferen yang terpenting dalamsistem ini adalah susunan vestibuler atau keseimbangan, yang secara terus menerusmenyampaikan impulsnya ke pusat keseimbangan. Susunan lain yang berperan ialah sistemoptik dan pro-prioseptik, jaras-jaras yang menghubungkan nuklei vestibularis dengan nukleiN. III, IV dan VI, susunan vestibuloretikularis, dan vestibulospinalis. Informasi yang bergunauntuk keseimbangan tubuh akan ditangkap oleh reseptor vestibuler, visual, dan proprioseptik;reseptor vestibuler memberikan kontribusi paling besar, yaitu lebih dari 50 % disusulkemudian reseptor visual dan yang paling kecil kontribusinya adalah proprioseptik. Dalam kondisi fisiologis/normal, informasi yang tiba di pusat integrasi alatkeseimbangan tubuh berasal dari reseptor vestibuler, visual dan proprioseptik kanan dan kiriakan diperbandingkan, jika semuanya dalam keadaan sinkron dan wajar, akan diproses lebihlanjut. Respons yang

muncul berupa penyesuaian otot-otot mata dan penggerak tubuh dalamkeadaan bergerak. Di samping itu orang menyadari posisi kepala dan tubuhnya terhadaplingkungan sekitar. Jika fungsi alat keseimbangan tubuh di perifer atau sentral dalam kondisitidak normal/ tidak fisiologis, atau ada rangsang gerakan yang aneh atau berlebihan, makaproses pengolahan informasi akan terganggu, akibatnya muncul gejala vertigo dan gejalaotonom. Di samping itu, respons penyesuaian otot menjadi tidak adekuat sehingga munculgerakan abnormal yang dapat berupa nistagmus, unsteadiness, ataksia saat berdiri/ berjalandan gejala lainnya.

Jenis
Vertigo terbagi menjadi beberapa jenis namun secara umum berdasarkan keterlibatan vestibulum, Vertigo terbagi menjadi 2 jenis yakni vertigo direk/vestibuler dan vertigo indirek/non-vestibuler. 1. Vertigo vestibuler Vertigo vestibular dibedakan menjadi tipe sentral, gangguan terjadi pada batang otak sampai otak besar. Yang kedua adalah tipe perifer, gangguan terletak pada batang otak sampai labirin di telinga bagian dalam. Penyebab vertigo vestibular antara lain trauma kepala, infeksi otak, tumor, infeksi sekitar sinus atau lainnya (flu, pilek, diare), remote efek (flu, pilek, diare), remote efek (reaksi terhadap infeksi yang menyebabkan vertigo). Situs Neurologychannel menyebutkan, gejala vertigo vestibular perifer adalah pandangan kabur, letih, lesu, sakit kepala, detak jantung cepat, kehilangan keseimbangan, kehilangan konsentrasi, nyeri otot terutama di leher dan punggung, mual, muntah, kemampuan kognitif menurun, serta sensitif terhadap cahaya dan bunyi. Adapula gejala vertigo vestibular sentral, antara lain diplopia (pandangan ganda), sakit kepala hebat, gangguan kesadaran, koordinasi tubuh menurun, mual dan muntah serta lemas. Memiliki karakteristik: lesi di bagian perifer dari apparatus vestibuler seperti: organ vestibuler atau saraf vestibulokoklear. Pasien merasa lingkungan sekitarnya berputar

(oscillopsia),rasanya naik turun seperti berada di atas kapal. Vertigo vestibuler seringkali diikuti dengan gejala otonom seperti nausea dan muntah serta nistagmus. Lesi vestibuler juga ada yang di bagian sentral contohnya lesi pada nukleus vestibuler di batang otak. Lesi sentral vestibuler juga bisa menyebabkan vertigo direk, akan tetapi secara umum lebih ringan dibandingkan lesi perifer. Gejala otonom juga cenderung lebih minim atau bahkan tidak ada. Vertigo perifer a. Vertigo posisi jinak (benign paroksismal positional vertigo) BPV sejauh ini merupakan penyebab paling umum dari vertigo. Merupakan hasil dari kristal kalsium karbonat yang mengambang bebas yang secara tidak sengaja memasuki lengan panjang kanalis semisirkularis posterior. Normalnya kristal ini melekat pada makula utricular. Dengan adanya perubahan posisi, kristal bergerak dalam endolymph dan menggantikan cupula sehingga menyebabkan vertigo. b. vestibulopathy perifer akut (neuritis vestibular) Merupakan jenis pemnyakit epidem dan dapat mempengaruhi beberapa anggota keluarga yang sama sekaligus. Penyakit ini lebih sering ditemukan pada musim semi atau awal musim panas. Faktor-faktor resiko ini menunjukkan bahwa penyakit ini merupakan infeksi virus dan studi patologis menunjukkan atrofi dari satu atau lebih dari batang saraf vestibular, yang paling sesuai dengan proses infeksi atau pascainfeksi. c. Sindrom Meniere Berdasarkan Temuan patologis, prinsip dari penyakit ini adalah peningkatan volume endolimfe yang berhubungan dengan distensi seluruh sistem endolimfatik (hidrops endolymphatic). Pecahnya membran labirin mungkin dapat menjelaskan karakteristik mendadak dari episode-episode pada sindrom ini. Vertigo central

Vertigo sentral ( central vertigo ) melibatkan proses penyakit yang memengaruhi batang otak (brain stem)atau cerebellum Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan vertigo sentral antara lain: a. Acoustic schwannomas atau meningiomas b. Cerebellar pontine angle tumors c. Cerebellar infarction d. Cerebellar hemorrhage e. Vertebrobasilar insufficiency Vertigo sentral adalah vertigo yang disebabkan oleh penyakit yang berasal dari system saraf pusat (SSP). Pada praktek klinis, penyakit ini sering disertai dengan lesi pada nervus kranialisXIII.seseorang gerakandisekelingnya. dengan vertigo akan mengalami perasaan seperti halusinasi

Vertigo sentral mungkin disebabkan oleh perdarahan hemoragik atau iskemik pada cerebellum,vestibular nuclei, dan hubungannya ke batang otak. Penyebab yang lain termasuk tumor SSP,infeksi, trauma dan multiple sclerosis.Vertigo yang disebabkan neuroma akustik juga termasuk kategori vertigo sentral yang lebih luas.Sebuah neuroma akustik terbentuk di dalam nervus kranialis ke 8 biasanya di dalam aliran kanalauditory internal sebelum ekspansi ke fossa posterior dengan efek sekunder pada batang otak dannervus cranialis yang lain.

2. Vertigo nonvestibuler Vertigo nonvestibuler seringkli sulit dideskripsikan secara jelas oleh pasien. Pasien biasanya mengeluhkan rasa pusing, kekosongan di kepala, dan gelap pada mata. Kondisi oscillopsia dan gejala otonom tidak pernah ditemukan. Lesi pada bagian saraf pusat dapat menyebabkan nistagmus patologis Vertigo nonvestibuler bisa disebabkan lesi pada bagian nonvestibuler dari sistem regulator keseimbangan atau bisa juga disebabkan kesalahan proses informasi di sistem saraf pusat(misal karena lesi cerebelar). Hipotensi ortostatik dan stenosis aorta dapat menjadi penyebab vertigo nonvestibuler. a. Migrain Vertigo yang disebabkan karena migrain dikarenakan Vasospasme atau cacat metabolik yang diturunkan. b. Insufisiensi Vertebrobasilar Biasanya disebabkan oleh aterosklerosis pada arteri subklavia, tulang belakang, dan basilar. Vertigo juga umum dihubungkan dengan infark batang otak lateral atau otak kecil. c. Tumor sudut cerebellar-pontine Tumor ini tumbuh lambat, memungkinkan sistem vestibular untuk mengakomodasi perubahan yang terjadi. Sehingga manifestasi klinis yang dihasilkan biasanya berupa sensasi samar ketidakseimbangan bukan vertigo akut. d. Vertigo Psikogenik Vertigo merupakan vertigo yang timbulakibat problema psikologik, tanpa didasari kerusakan/penyakit organic. Vertigo psikogenik biasanya memiliki ciri ciri muncul saat berada ditempat keramaianseolah - olah dibuat buat (sebenarnya bukan dibuat-buat), terkesan keluhan/gejalanya berlebihan

Vertigo Psikogenik biasanya dijumpai pada gangguan-gangguan psikiatrik : Gangguan fobia (Agorafobia) Gangguan Panik (Panic Disorders) Gangguan Cemas Menyeluruh (General Anxiety Disorders) Gangguan Psikosomati (Psychomatic Disorders) Gangguan Depresi (Depressive Disorders)

Pengobatan
Pengobatan tergantung kepada penyebabnya.Obat untuk mengurangi vertigo yang ringan adalah meklizin, dimenhidrinat, perfenazin dan skopolamin. Skopolamin terutama berfungsi untuk mencegah motion sickness, yang terdapat dalam bentuk plester kulit dengan lama kerja selama beberapa hari. Semua obat di atas bisa menyebabkan kantuk, terutama pada usia lanjut. Skopolamin dalam bentuk plester menimbulkan efek kantuk yang paling sedikit. Obat anti cemas (penenang) dapat diberikan pada vertigo psikogenik untuk mengatasi rasa cemasnya sehingga gejala yang ditimbulkan pun bisa berkurang.

DAFTAR PUSTAKA FKUI, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta : Media Gesapius.

FK UNAIR, Buku Ajar Ilmu Penyakit Saraf.

Sidharta, P, 1992, Neurologi Klinis dalam praktek Umum : hal 55-62, PT Dian Rakyat Jakarta.

Maramis, F. Willi, 2009, Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa edisi dua, Surabaya : Airlangga University press.

S.M.F ILMU PENYAKIT SARAF FK UWKS/ RSUD DR. M SALEH PROBOLINGGO

Nama Dokter Muda : Fenty Sulistio Ertanti (08700109) Lukas Anjar K (07700180)

Dokter penguji/Pembimbing : dr. Utoyo Sunaryo, Sp.S

DOKUMEN MEDIK UNTUK DOKTER MUDA

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : Sumitro : laki-laki : 20 tahun : Probolinggo : Islam : Belum menikah : Tukang Listrik

SUBJEKTIF (S) DATA DASAR AUTO/HETEROANAMNESA KELUHAN UTAMA : Tangan sebelah kiri gemetaran RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG : Pasien mengeluh tangan sebelah kiri gemetaran sejak 1 tahun yang lalu. Gemetaran timbulnya terus menerus. Gemetarannya timbul dengan waktu yang tidak menentu, terutama waktu kerja. Gemetaran tersebut berhenti saat tidur. Cara berjalan agak sempoyongan. Kalau gemetaran tidak bisa dibuat kerja. Selain mengeluh tangan kiri gemetaran, juga mengeluh nyeri kepala dibagian belakang, dan terasa berputar-putar dan cenut-cenut. Setiap pagi hari setelah bangun tidur mengeluh muntah , 1 hari sekali tanpa mual dan tidak terdapat darah. Mengeluh susah menelan dan bicara gagap. Kedua mata kabur sejak tangan gemetaran, dan melihat pandangan ganda tanpa disertai kelumpuhan wajah, tanpa kejang, dan tanpa gangguan BAK dan BAB. RIWAYAT PENYAKIT DAHULU : Tidak pernah sakit seperti ini, dan sebelumnya aktif tidak sakit-sakitan. RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA : Di keluarga tidak ada yang pernah sakit seperti ini. Riwayat darah tinggi dan kencing manis tidak ada. RIWAYAT PENGOBATAN : Sebelumnya belum pernah berobat dan tidak ada alergi obat.

RIWAYAT PSIKOSOSIAL : Merokok 1 hari menghabiskan 2 batang , tidak meminum alcohol Makanan sehari-hari biasa saja. Tidak nafsu makan sering muntah

IDENTITAS PENDERITA Nama pasien Jenis kelamin Umur Alamat Agama Status marital Pekerjaan : Sumitro : laki-laki : 20 tahun : Probolinggo : Islam : Belum Menikah : Tukang Listrik

KELUHAN UTAMA

: Tangan sebelah kiri gemetaran

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG KELUHAN UTAMA 1. Mulai kapan ? Sejak lama dan pasien lupa Mengapa : Untuk mengetahui berapa lama dan seberapa jauh perjalanan penyakitnya

Untuk mengetahui apakah penyakit tersebut bersifat akut atau kronis.

2. Gemetarannya sebelah mana ? tangan sebelah kiri Mengapa : Pada tumor cerebellum terjadi tremor unilateral (satu sisi)

3. Gemetarannya terus menerus atau sekali kali ? Terus menerus Mengapa : Pada tumor otak perjalanan penyakit lambat, karena tumor awalnya kecil kemudian akan bertambah besar. 4. Gemetarannya pada saat aktifitas atau pada saat istirahat ? Pada saat aktifitas Mengapa : Untuk membedakan antara tremor striatal atau tremor intensional Tremor Striatal : tremor pada saat istirahat Tremor intensional : tremor pada saat bergerak atau aktifitas

KELUHAN PENYERTA 1. Disertai Muntah? iya a. Muntahnya bagaimana ? Muntah sebelum makan atau sesudah makan ? Siang, pagi, malam ? Pagi hari setelah bangun tidur. Mengapa : Untuk mengetahui apakah muntah proyektil ( tidak ada rangsangan atau didahului dengan rangsangan) Pada tumor otak tekanan intra cranial meningkat, yang menyebabkan muntah tanpa rangsangan

2. Disertai Nyeri kepala ? Nyerinya disebelah mana ? Nyeri di kepala bagian belakang Mengapa :

Pada gangguan serebellum nyeri kepala khas didaerah oksipital yang menjalar keleher dan spasme dari otot-otot servikal

3. Mata kabur sebelah mana ? Kabur ? Kedua mata atau salah satu mata ? kedua mata kabur Mengapa : Pada tumor otak, terjadi papil bendung dengan gangguan visus yang menetap,gangguan lapang pandang 4. Pengecapan susah berbicara? Susah menelan ? Bicara pelo ? Susah menelan dan bicara agak gagap Mengapa : Pada tumor serebellum terjadi penekanan pada nervus glosofaringeus dan nervus vagus 5. Susah menulis ? Tidak bagian tangan kanan Mengapa : Untuk mengetahui gemetaran tangannya mempengaruhi tangan sebelahnya atau tidak 6. Mudah tersinggung ? Emosi ? Pelupa ? Cemas ? Iya, kadang2 emosi karena tangannya gemeteran Mengapa : Karena mengganggu aktifitas sehari-hari, sehingga pasien tidak nyaman dengan kondisi tangannya. 7. Berjalannya gimana ? sempoyongan ? Sempoyongan Mengapa : Karena cerebellum merupakan pusat keseimbangan pada tubuh

RIWAYAT PENYAKIT DAHULU 1. Apa dulu pernah sakit seperti ini ? Tidak pernah Mengapa : Untuk mengetahui kemungkinan berulangnya penyakit dan kesehatan sebelumnya atau ketahan tubuh

2. Apakah pernah mengalami darah tinggi, kencing manis, atau penyakit lainnya ? Tidak Ada Mengapa : Untuk mengetahui faktor penyebab, faktor resiko yang berhubungan atau memperberat keluhan pasien Pada tumor otak mengakibatkan TIK meningkat yang menimbulkan salah satu gangguan tanda vital, diantaranya trias chusing (bradikardia, hipertensi sistolik, frekuensi pernafasan menurun) untuk mengetahui faktor penyebab, faktor resiko yang berhubungan atau memperberat keluhan pasien RIWAYAT KELUARGA 1. Apakah ada keluarga menderita seperti ini ? Tidak ada 2. Apakah ada keluarga yang menderita kanker atau tumor ? Tidak Ada Mengapa : untuk mengetahui adanya faktor keturunan, resiko penularan, dan lifestyle dalam lingkungan keluarga

RIWAYAT SOSIAL 1. apakah ada hal yang menggangu pikiran ? Stress ? Tidak Ada 2. Bapak merokok ? Iya, 1 hari 2 batang 3. Minum kopi ? Tidak 4. Makanannya gimana pak ? Ya biasa aja gitu pak 5. Kalau ditempat kerja atau di rumah gimana pak ? Tidak ada masalah 6. Kalau tidur malam hari gimana pak ? Susah 7. Sering emosi atau marah pak ? Iya kadang kadang 8. Bagaimana dengan pola makan ? Teratur ? Suka makanan instan ? Berlemak ? Nafsu makan menurun Mengapa :

Pertanyaan diatas untuk mengetahui aspek psikososial dari pasien.

RIWAYAT PENGOBATAN 1. Pernah berobat ke dokter sebelumnya ? Tidak pernah Mengapa : untuk mengetahui riwayat pengobatan dan membantu dokter dalam rencana terapi selanjutnya 2. Saat gemeteran dan nyeri kepala diminumi obat apa ? Belum minum obat apa-apa Mengapa : untuk mengetahui apakah obat yang telah di minum pasien terbukti efektif atau malah memperburuk keadaan pasien 3. Apa ada alergi obat? Seperti gatal-gatal biduran ? Kulit kemerahan ? Tidak ada Mengapa : untuk mengetahui riwayat pengobatan dan membantu dokter dalam rencana terapi selanjutnya

Diagnosa : Tumor Cerebellum

TUMOR OTAK I. DEFINISI


Tumor otak adalah neoplasma padat intrakranial, tumor di dalam otak atau di pusat kanal tulang belakang. Tumor otak termasuk semua tumor di dalam tengkorak atau di kanal tulang belakang pusat. Muncul oleh pembelahan sel yang abnormal dan tidak terkendali, biasanya baik dalam otak itu sendiri (neuron, sel-sel glial (astrocytes, oligodendrocytes, sel ependymal, mielin-yang memproduksi sel Schwann), limfatik jaringan, pembuluh darah), di saraf kranial, diselaput otak (meningen), tengkorak, kelenjar di bawah otak dan pineal, atau penyebaran dari kanker terutama yang terletak di organ lain (metastasis tumor). Namun, tumor otak (bahkan yang ganas) tidak secara otomatis menyebabkan kematian. Tumor otak atau neoplasmaintrakranial dapat bersifat kanker (ganas) atau non-kanker (jinak), namun definisi neoplasma ganas atau jinak berbeda dari yang umum digunakan pada jenis kanker atau nonneoplasma kanker dalam tubuh. Tingkat ancaman tergantung pada faktor seperti jenis tumor, lokasi, dan ukuran.. Serebelum adalah bagian terbesar dari otak belakang. Serebelum menempati fosa kranialis posterior dan diatapi tentorium-serebeli, yang merupakan lipatan dura mater yang memisahkannya dart lobus oksipitalis serebri. Serebelum terdiri dari tiga bagian yang secara fungsional berbeda, yang diperkirakan terbentuk secara berurutan selama. Bagian-bagian ini memiliki sendiri rangkaian masukan dan keluaran dan dengan demikian masing-masing memiliki fungsi yang berbeda. 1. Vestibuloserebelum Penting untuk mempertahankan keseimbangan dan mengintrol gerakan mata 2. Spinoserebelum

Mengantur tonus otot dan gerakan volunteer yang terampil dan terkoordinasi. Sewaktu daerah-daerah motorik korteks mengirim pesan-pesan2 ke otot-otot untuk melaksanakan gerakan tertentu, spinoserebelum juga diberi informasi mengenai perintah motorik yang diinginkan. Selain itu, daerah menerima masukan dari reseptor-reseptor perifer yang memberitahui mengenai apa yang sebenarnya terjadi berkaitan dengan gerakan dan posisi tubuh. Peran spinoserebelum dalam mengkoordinasikan aktivitas motorik fasik-cepat spinoserebelum membandingkan maksud dari pusat-pusat motorik yang leih tinggi dengan kinerja otot-otot dan mengoreksi setiap kesalahan dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian yang diperlukan untuk melaksanakan gerakan yang didinginkan. 3. Serebroserebelum Berperan dalam perencanaan atau inisiasi aktivitas volunteer dengan memberikan masukan ke daerah-daerah motorik korteks. Bagian ini juga merupakan daerah serebelum yang terlibat dalam ingatan procedural. Cerebellum danggap sebagai Head Ganglion dari system proprioseptif, karenanya dia berfungsi : 1. Mengatur tonus otot skelet 2. Mengontrol aktivitas otot sadar 3. Mengatur postur dan keseimbangan tubuh Secara filogenetik, serebelum dibagi atas 3 bagian besar : 1. Archiserebelum (lobus flokulonodular) secara filogenetis merupakan bagian tertua 2. Paleoserebelum (Spinocerebelum) 3. Neocerebelum (Lobus posterior)

II. KLASIFIKASI
1. Tumor Primer

Neoplasma primer adalah tumor otak yang berasal dalam lingkup intrakranial atau pusat kanal tulang belakang, berdasarkan jaringan organik yang membentuk otak dan tulang

belakang. Otak itu sendiri terdiri dari neuron dan glia. Neuron itu sendiri jarang menjadi dasar untuk tumor, walaupun tumor dari sel glial adalah glioma dan merupakan tipe kanker tersering. 2. Tumor Sekunder Tumor otak sekunder adalah tumor metastatik yang menyerang wilayah intrakranialdari kanker terutama yang terletak di organ lainnya. Ini berarti bahwa neoplasma ganas (kanker) telah berkembang di organ lain dan sel kanker tersebut lolos dari tumor primer tersebut . Sel-sel yang lolos masuk ke dalam sistem limfatik dan pembuluh darah, beredar melalui aliran darah, dan disimpan didalam jaringan normal tempat lain di dalam tubuh, dalam hal ini di dalam otak. Lalu sel-sel tersebut terus tumbuh & membagi diri dan menjadi neoplasma invasif lain dari jaringan kanker primer. Tumor otak sekunder sangat umum dalam fase terminal pasien dengan kanker metastase yang tidak dapat tersembuhkan, Jenis kanker paling umum dari tumor sekunder dari otak adalah kanker paru-paru, kanker payudara dan melanoma ganas (kanker kulit), kanker ginjal dan kanker usus besar. Struktur tulang tengkorak juga dapat dikenakan neoplasma yang sifatnya sangat mengurangi volume rongga intrakranial, dan dapat merusak otak. Tumor otak dapat diklasifikasikan menurut lokasi, asal sel dan WHO.

Berdasarkan lokasi Tumor Supratentorial Cerebral lobe and deep hemispheric tumor (astrocytoma & glioblastoma) Sel Me la nin tur gio cic ma a tu mo r Me tast ase Pit uta ry ade no ma Cra nio pha ryn gio ma Tu de Cer Ac mo wa ebe ous Gliomas

r Inf rate nto

sa llo tic po sch nti wa ne nn om a ang le Bra tu inst mo em r Ba gia n k Me ase ota tast lains Mi He dli ma ne ngi tu obl mo ast r om a Me nin Tu mo r gio ma Me gli om a

rial ana kana k

lob dul us lob cer last ebe om llu a m Ep end ym om a Ast roc yto ma

As Sta Per Ya al tus sen ng Ke tas Ser gan e n i mu a Tu mo r Ota k Ko Sel Jin Ku De rdo sar ak ran wa ma af teta g dar pi dar i um na spi nali s Tu Sel Ga 1% An mo -sel nas akinv i kol asif 1% sa ing ken asa DarTer Se a

em ata

ana k

sel bri u ger oni jina m k k

Sel-sel Glioma (glioblastoma multiformis, astrositoma, oligodendtrositoma) penyokong otak, termasuk astrosit & oligodendrosit Hemangioblastoma Pembuluh Jinak1- Anakdarah 2% anak & dewasa Me Sel Ga dul -sel nas obl em ast bri om oni a k An akana k

Ganas atau relatif jinak 65% Anak-anak & dewasa

Meningioma

Sel-sel dari selaput yg membungkus otak Tulang tengkorak

Jinak

20%

Dewasa Anak-anak & dewasa Anak-anak & dewasa

Osteoma

Jinak

2& Kurang dari 1%

Osteosarkoma PinealomaSel-sel Jinak1% Anakdi kelenjar pinealis anak

Tulang tengkorak

Ganas

Ad Sel Jin 2% An eno -sel ak ma epit hip el ofi hip sa ofi sa akana k & de wa sa

Schwannoma

Sel Schwann yg membungkus persarafan

Jinak

3% Dewasa

III. EPIDEMIOLOGI
Insidens tumor otak primer terjadi pada sekitar enam kasus per 100.000 populasi per tahun. Dimana tumor otak primer tersebut kira-kira 41% adalah glioma, 17% meningioma, 13% adenoma hipofisis dan 12% neurilemoma. Pada orang dewasa 60% terletak supratentorial sedang pada anak 70% terletak infratentorial. Pada anak yang paling sering ditemukan adalah tumor serebellum yaitu meduloblastoma dan astrositoma,sedangkan pada dewasa adalah glioblastoma multiforme.

IV. ETIOLOGI
Faktor etiologi yang berperan dalam timbulnya tumor otak adalah : 1. Laki-laki : secara umum, tumor otak lebih sering terjadi pada laki-laki daripada perempuan. Namun, meningioma lebih sering terjadi pada wanita. 2. Ras: brain tumor/tumor otak lebih sering terjadi pada orang kulit putih daripada ras berwarna 3. Usia : Tumor otak kebanyakan terdeteksi pada manula (diatas 70 tahun) ataupun pada anak-anak usia 8 tahun atau lebih.

4. Riwayat keluarga : Orang-orang dengan anggota keluarga yang terkena glioma lebih mungkin mengembangkan penyakitnya 5. Terpapar radiasi atau bahan kimia tertentu di tempat kerja: - Radiasi: pekerja di industri nuklir memiliki peningkatan risiko tumor otak - Formaldehida: patolog dan pembalsem yang bekerja dengan formaldehid memiliki risiko terkena kanker otak - Vinyl chloride: para pekerja industri plastik dapat terpapar vinil klorida yang dapat meningkatkan risiko tumor otak - Akrilonitril: para pekerja tekstil dan industri plastik mungkin terkena akrilonitril yang dapat meningkatkan risiko kanker otak

V. PATOFISIOLOGI
Tumor otak menyebabkan gangguan neurologis. Gejala-gejala terjadi berurutan. Hal ini menekankan pentingnya anamnesis dalam pemeriksaan klien. Gejala-gejalanya sebaiknya dibicarakan dalam suatu perspektif waktu. Gejala neurologik pada tumor otak biasanya dianggap disebabkan oleh 2 faktor gangguan fokal, disebabkan oleh tumor dan tekanan intrakranial. Gangguan fokal terjadi apabila penekanan pada jaringan otak dan infiltrasi/invasi langsung pada parenkim otak dengan kerusakan jaringan neuron. Tentu saja disfungsi yang paling besar terjadi pada tumor yang tumbuh paling cepat. Perubahan suplai darah akibat tekanan yang ditimbulkan tumor yang tumbuh menyebabkan nekrosis jaringan otak. Gangguan suplai darah arteri pada umumnya bermanifestasi sebagai kehilangan fungsi secara akut dan mungkin dapat dikacaukan dengan gangguan cerebrovaskuler primer. Serangan kejang sebagai manifestasi perubahan kepekaan neuro dihubungkan dengan kompresi invasi dan perubahan suplai darah ke jaringan otak. Beberapa tumor membentuk kista yang juga menekan parenkim otak sekitarnya sehingga memperberat gangguan neurologis fokal.

VI. TANDA DAN GEJALA


Menurut lokasi tumor : Cerebulum - Umumnya di dapatkan gangguan berjalan dan gejala TIK akan cepat terjadi disertai dengan papil - Nyeri kepala khas didaerah oksipital yang menjalar keleher dan spasme dari otot-otot servikal

Gangguan Gerak Pada Tumor Serebelum Ga Ke ng ter gu an an ga n Tre Tre mo mo r r inteosil nsi asi ona yan l g pali ng jela s pad a akh

ir ger aka n hal us Asinergia Dekomposisi gerakan DismetriaKesalahan dalam mengarahkan gerakan De Sal via ah si tuj dar uan i r ger aka n Disdiadokokinesis Nistagmus Tidak dapat melakukan gerkan yang bergantian Osilasi mata yang cepat saat memandang atau meilah suatu benda LESI CEREBELLUM A. Lesi di neocerebellum dapat memberikan gejala-gejala sebagai berikut : ger n jaluaka Kurangnya kerjasama antara otot-otot Gerakan dilakukan secara terpisah-pisah bukan sebagai satu gerakan yang utuh

1. Hipotonia : otot kehilangan kemampuan untuk melawan jika otot dimanipulasi secara

pasif. Pasien akan berjalan sempoyongan. Disebabkan oleh karena hilangnya pengaruh fasilitas cerebellum terhadap stretch reflex. Disequilibrium :kehilangan keseimbangan oleh karena tak ada kordinasi kontraksi otot skelet. 3. Dissynergia :kehilangan koordinasi kontraksi otot, meliputi : - Disarthria : bicara cadel - Distaxia : tak bisa mengkoordinasikan kontraksi otot skelet - Dismetria : salah menafsir jarak, disebabkan karena kontraksi otot tidak di rem oleh otot-otot antagonis. Tak mampu menghentikan gerakan pada titik yang diinginkan. - Disdiadokokinesis : tak mampu mengubah gerakan dengan cepat, disebabkan karena adanya kontraksi dan relaksasi yang lambat atau berlebihan.(ex: dari fleksi ke extensi) - Intentio Tremor : tremor di tangan bila hendak melakukan sesuatu gerakan bertujuan. Tremor ini terjadi karena ada gangguan dalam koordinasi gerakan, penderita sadar dan berusaha untuk mengoreksinya. Tremor ini lebih tepat disebut sebagai tremor ataksik. - Titubasi : tremor yang ritmis pada kepala dengan kecepatan 3-4 kali per menit dapat menyertai lesi cerebellum bagian tengah. - Nystagmus : bola mata distaxia kiri dan kanan, karena suatu iritasi vestibuler fiber atau oleh karena penekanan nucleus vestibuler. - Gangguan pada mata : bisa berupa skew deviation dimana terjadi deviasi ke atas dan keluar dari bola mata pada sisi yang berlawanan dengan lesi dan deviasi ke bawah dan ke dalam dari bola mata pada sisi lesi. 2.

- Gerakan Rebound : ketidakmampuan mengontrol gerakan. Contoh: kalau lengan bawah difleksikan dengan pasif, kalau dilepas lengan tersebut akan memukul dada. 4. Sindroma Hemisphaerum cerebellaris : rusak satu hemisphaerum cerebella Gejala : Distaxia dan hipotonia anggota badan ipsilateral Etiologi : Neoplasma dan infark 5. Sindroma vermis rostralis : rusak lobus anterior Gejala : Distaxia kaki dan truncus Etiologi : Keracunan alkohol, terjadinya degenerasi bagian anterior vermis 6. Sindroma vermis caudalis : rusak lobus posterior dan flocculonodularis Gejala : Distaxia truncus sehingga tak mampu berdiri tegak dan nystagmus Etiologi : Tumor 7. Sindroma pancerebellaris : rusak pada kedua hemisphaerum cerebellaris Gejala : Bilateral distaxia, Disarthria, Nystagmus, Hipotonia Etiologi : Degenerasi, Multiple sclerosis, Keracunan alkohol B. Lesi di paleocerebellum dapat memberikan gejala-gejala gangguan sikap tubuh dan tonus otot. C. Lesi di archicerebellum dapat memberikan gejala-gejala berupa ataksia trunkal, yaitu dimana penderita bila disuruh duduk tampak badannya bergoyang. Disamping itu dapat juga memberikan gejala berupa vertigo dimana penderita merasa sekitarnya atau badannya bergoyang. Tanda dan Gejala Umum :

Tumor otak bisa mengenai segala.usia, tapi umumnya pada usia dewasa muda atau pertengahan, jarang di bawah usia 10 tahun atau di alas 70 tahun. Sebagian ahli menyatakan insidens pada laki-laki lebih banyak dibanding wanita, tapi sebagian lagi menyatakan tak ada perbedaan insidens antara pria dan wanita. Gejala umum yang terjadi disebabkan karena gangguan fungsi serebral akibat edema otak dan tekanan intrakranial yang meningkat. Gejala spesifik terjadi akibat destruksi dan kompresi jaringan saraf, bisa berupa : Nyeri Kepala (Headache) Nyeri kepala biasanya terlokalisir, tapi bisa juga menyeluruh. Biasanya muncul pada pagi

hari setelah bangun tidur dan berlangsung beberapa waktu, datang pergi (rekuren) dengan interval tak teratur beberapa menit sampai beberapa jam. Serangan semakin lama semakin sering dengan interval semakin pendek. Nyeri kepala ini bertambah hebat pada waktu penderita batuk, bersin atau mengejan (misalnya waktu buang air besar atau koitus). Nyeri kepaia juga bertambah berat waktu posisi berbaring, dan berkurang bila duduk. Penyebab nyeri kepala ini diduga akibat tarikan (traksi) pada pain sensitive structure seperti dura, pembuluh darah atau serabut saraf. Nyeri kepala merupakan gejala permulaan dari tumor otak yang berlokasi di daerah lobus oksipitalis. Muntah Lebih jarang dibanding dengan nyeri kepala. Muntah biasanya proyektil (menyemprot) tanpa didahului rasa mual, dan jarang terjadi tanpa disertai nyeri kepala.

Edema Papil Keadaan ini bisa terlihat dengan pemeriksaan funduskopi menggunakan oftalmoskop. Gambarannya berupa kaburnya batas papil, warna papil berubah menjadi lebih kemerahan dan pucat, pembuluh darah melebar atau kadang-kadang tampak terputus-putus. Untuk mengetahui gambaran edema papil seharusnya kita sudah mengetahui gambaran papil normal terlcbih dahulu. Penyebab edema papil ini masih diperdebatkan, tapi diduga akibat penekanan terhadap vena sentralis retinae. Biasanya terjadi bila tumor yang lokasi atau pembesarannya menckan jalan aliran likuor sehingga mengakibatkan bendungan dan terjadi hidrocepallus. Kejang Ini terjadi bila tumor berada di hemisfer serebri serta merangsang korteks motorik. Kejang yang sifatnya lokal sukar dibedakan dengan kejang akibat lesi otak lainnya, sedang kejang yang sifatnya umum atau general sukar dibedakan dengan kejang karena epilepsi. Tapi bila kejang terjadi pertama kali pada usia dekade III dari kehidupan harus diwaspadai kemungkinan adanya tumor otak. Lemah satu bagian tubuh lemah. Perubahan tingkah laku beberapa contoh termasuk kecacatan dalam penilaian, penalaran, hilang ingatan, perubahan suasana hati cepat dan kebingungan. Neurologis mengantuk, perubahan penglihatan, gangguan bicara, masalah keseimbangan, jalan limbung kaku, pusing dan muntah. VII. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Elektroensefalografi (EEG) 2. Foto polos kepala

3. Angiografi 4. Computerized Tomografi (CT Scan) 5. Magnetic Resonance Imaging (MRI

IX. PILIHAN PENATALAKSANAAN


Tujuan pengobatan tergantung pada pasien atau faktor lainnya. Tujuannya mungkin menyembuhkan atau meringankan gejala.

Operasi Ini mungkin berbentuk: 1. Biopsi: pengangkatan bagian kecil tumor untuk memastikan jenis pasti tumor atau untuk membantu diagnosa kanker primer jika belum ditentukan. 2. Reseksi: ini disarankan jika kondisi kesehatan pasien baik, tidak terdapat metastasis lainnya di bagian tubuh lainnya, kanker utama tidak bereaksi secara positif terhadap terapi radiasi, dan terdapat metastasis tunggal yang dapat didekati secara bedah tanpa menyebabkan kerusakan neurologis yang tidak semestinya. Reseksi bisanya diikuti dengan radiasi otak keseluruhan. Terapi Radiasi Radiasi membunuh sel kanker langsung atau mengganggu pertumbuhan mereka. Dua tipe terapi radiasi tersedia. 1. Terapi radiasi konvensional: Keseluruhan otak diradiasi selama 1-2 minggu. Ini mungkin merupakan pengobatan satu-satunya yang digunakan untuk pasien dengan limfoma atau sel kecil kanker paru-paru karena kanker ini sangat radiosensitif. Radiasi keseluruhan otak sering diikuti dengan reseksi bedah. 60-80% dari semua pasien bereaksi terhadap terapi radiasi mengalami keringanan gejala. 2. Bedah radiasi: Mesin Gamma Knife menggunakan 201 pancaran sempit sinar gama, secara akurat ditujukan pada tumor dari banyak arah mengelilingi kepala. Setiap bagian otak yang dilalui pancaran menerima hanya jumlah kecil dosis total, yang memungkinkan dosis besar dihantarkan ke tumor. Metode ini membutuhkan lokasi pasti tumor, dan ini dicapai dengan

memasang cincin spesial (bingkai stereotaktik Leksel) pada kepala dibawah bius lokal dan melakukan scan MRI dengan rangka stereotaktik di tempat. Bedah radiasi cocok untuk metastasis berdiameter 3 cm atau kurang. Itu tidak memerlukan rawat inap dan tidak terdapat resiko infeksi atau komplikasi bedah. Namun, bedah radiasi tidak menawarkan kesempatan untuk histologis konfirmasi diagnosis, hasil pengobatan tidak segera. Kemoterapi Kemoterapi disarankan untuk metastasis cairan tulang belakang dan tetap dibawah investigasi untuk digunakan melawan tumor otak metastatik. Jika tumor primer bergantung hormon, hormon atau obat penghalang hormon mungkin digunakan. Kanker payudara yang merupakan reseptor-esterogen positif diobati dengan tamoxifen yang mungkin juga mengecilkan tumor metastatik. Metastasis kanker prostat juga diobati dengan hormone. Steroid mungkin efektif pada pasien dengan limfoma. Steroid Steroid seperti Dexamethasone, berindak cepat untuk mengurangi gejala peningkatan tekanan intrakranial disebabkan pembengkakan otak yang menyertai tumor otak metastatik tetapi tidak membunuh sel tumor. Peningkatan diketahui dalam enam hingga dua-puluh jam. Terapi ini efektif pada enam puluh hingga delapan puluh persen pasien dengan tumor otak metastatik. Steroid seringkali ditentukan selama terapi radiasi untuk mengurangi pembengkakan akibat radiasi. Penggunaan steroid dipantau oleh dokter karena potensi efek sampingnya seperti nyeri lambung dan ambeyen, keadaan penyakit gula memburuk, kemampuan tubuh melawan infeksi menurun dll. XI. DIFFERENTIAL DIAGNOSA
1. HIPERTIROID 2. PARKINSON

XII. PROGNOSIS

Meskipun diobati, hanya sekitar 25% penderita kanker otak yang bertahan hidup setelah 2 tahun. Prognosis yang lebih baik ditemukan pada astrositoma dan oligodendroglioma, dimana kanker biasanya tidak kambuh dalam waktu 3-5 tahun setelah pengobatan. Sekitar 50% penderita meduloblastoma yang diobati bertahan hidup lebih dari 5 tahun. Pengobatan untuk kanker otak lebih efektif dilakukan pada: 1. Penderita yang berusia dibawah 45 tahun. 2. Penderita astrositoma anaplastik. 3. Penderita yang sebagian atau hampir seluruh tumornya telah diangkat melalui pembedahan.

DAFTAR PUSTAKA
1. FKUI, Kapita Selekta Kedokteran, Jakarta : Media Gesapius 2. Ganong, WF, (1996), Fisiologi Kedokteran, Jakarta, EGC 3. Mardjono M, 1989, Neurologi Klinis Dasar, edisi V : hal 41-43, PT Dian Rakyat, Jakarta. 4. Sidharta, P, 1992, Neurologi Klinis dalam praktek Umum : ha; 160-162, PT Dian Rakyat, Jakarta.