Anda di halaman 1dari 22

Protozoa

Pengertian Protozoa
Dulu protozoa diartikan sebagai hewan yang pertama kali menempati planet bumi. Sekarang protozoa diartikan sebagai hewan yang tubuhnya terdiri atas satu sel. Jadi semua anggota spesies hewan-hewan yang termasuk protozoa adalah monoseluler.

Morfologi Protozoa
Protozoa yang hidup pada manusia umumnya mempunyai dua stadium (tingkatan), yaitu vegetatif (tropozoit = poliferatif) dan kista. Ukuran protozoa kecil dan seluruh anggota spesiesnya yang hidup pada manusia bersifat mikroskopik. Protozoa hidupnya soliter dan tidak membentuk koloni.

Ukuran tubuhnya dari beberapa mikron hingga ada yang mencapai 40 mikron.

Cont..
Bentuk protozoa yang hidup pada manusia bermacam-macam, yaitu bulat (sferik), lonjong ( ellipsoid), tidak teratur (ireguler) dan lain-lain. Dari bentuk-bentuk ini, dilengkapi dengan alatalat tambahan (asesorik) yang umumnya berfungsi sebagai alat gerakan (motilitas). Tubuh protozoa tersusun oleh membran sel. Sitoplasma dan inti sel. Intisel berfungsi untuk mempertahankan hidup dan alat reproduksi protozoa.

Cont
Sitoplasma protozoa terdiri atas endoplasma (bagian dalam yang lebih besar) dan ektoplasma ( bagian dalam yang tipis). Alat gerak protozoa merupakan bagian dari ektoplasma, ada yang menonjol atau memanjang, misalnya kaki semu (pseudopodia), bulu cambuk (flagel), bulu getar (silia) dan membran bergelombang (membran undulata). Alat gerak ini digunakan untuk memperoleh makanan yang ada di sekitarnya dan menanggapi reaksi terhadap rangsangan fisik, kremik, biologik maupun mekanik dari luar

Cont
Pada bentuk tropozoid terdapat selaput tipis yang tidak memberikan bentuk tetap, misalnya pada golongan ameba. Tetapi ada juga yang memberikan bentuk tetap pada golongan lainnya, misalnya ciliata dan flagellata. Sedangkan bentuk kista mempunyai selaput (membran) yang kuat disebut dinding kista. Dinding kista ini dibentuk apabila protozoa berada dalam lingkungan yang tidak menguntungkan. Bentuk kista ini juga diperlukan untuk kelangsungan hidup protozoa diluar tubuh hospes sekaligus sebagai alat pertahanan dan alat reproduksi.

Amoeba (rhizopoda)
Amoeba adalah mikroba yang termasuk pada golongan hewan-protozoa. Amoeba ini adalah kuman bersel satu, mempunyai inti dan protoplasma. Dindingnya tidak terang (tidak mempunyai dinding-dinding), maka dari itu dapat berubah bentuk, jadi dapat bergerak dengan menggunakan pseudopodium (kaki palsu). Dari kedua entamoeba dan endolimax ada perbedaan dalam inti. Pada entamobakromatin dipinggir, kariosom ditengah. Pada endolimax kariosom besar, tidak ada kromatin.

Entamoeba histolytica

Hospes dan Nama penyakit


hospes definitif parasit ini adalah manusia. Penyakit yang disebabkannya disebut amebiasis.

Morfologi dan Daur hidup


histolytica dalam daur hidupnya mempunyai tiga stadium, yaitu bentuk histolitika, minuta dan kista. Bentuk histolitika dan minuta termasuk stadium tropozoit. Bentuk histolitika berukuran 20-4- mikron (sel darah merah berukuran 7 mikron) mempunyai inti entameba yang terdapat dalam endoplasma. Ektoplasma tampak bening dan homogan, terletak dibagian tepi sel. Pseudopodia yang dibentuk ektoplasma besar seperti daun, dibentuk mendadak dan gerakannya cepat.

Cont
Dalam endoplasma terdapat butir-butir halus, biasanya tidak mengandung bakteri sisa-sisa makanan tetapi mengandung sel darah merah ( eritrosit). Bentuk histolitika karena patogen, sehingga penyebarannya bisa ditemukan pada beberapa organ yaitu pada jaringan usus besar, hati, paru, otak, kulit dan vagina.

Bentuk minuta adalah bentuk yang pokok, karena tanpa bentuk minuta daur hidup histolitika tidak dapat berlangsung. Bentuk minuta besarnya kira-kira 10-20 mikron. Tipe inti entameba terdapat dalam endoplasma yang berbutir-butir. Endoplasma tidak mengandung eritrosit, tetapi mengandung bakteri dan sisa-isa makanan. Pada bentuk minuta ini ektoplasma tidak nyata dan hanya nampak bila terbentuk pseudopodium

Cont

Cont
Bentuk kista terbentuk dalam rongga usus besar, besarnya kurang lebih 10-20 mikron, bentuk bulat atau lonjong, kista mempunyai dinding nyata dan tipe inti entameba. Pada tinja inti berjumblah 1 atau 4 buah, kadangkadang 2 inti. E. histolitika biasanya hidup di dalam rongga usus besar dalam bentuk miuta, berkembang biak dengan belah pasang, kemudian membentuk dinding dan berubah menjadi kista.

Cont
Kista dikeluarkan bersama dengan tinja. Diluar tubuh manusia kita dapat mempertahankan keadaan buruk dari sekelilingnya, hal ini karena dilindungi oleh dinding. Bila kista matang ( kista 4 inti) tertelan, di lambung masih utu dan tahan terhadap asam lambung. Dirongga usus halus kista baru bisa dicerna, selanjutnya terjadi proses ekskistasi dengan mengeluarkan bentuk minuta dan selanjutnya masuk kedalam rongga usus besar. Bentuk minuta ini dapat berubah menjadi bentuk histolitika patogen setelah berada di mukosa usus besar dan disini timbulah gejala. Bentu ini dengan aliran darah tersebar ke berbagai jaringan yaitu hati, paru dan otak.

Aspek klinik
Bentuk histolitika terdapat di mukosa usus besar, dan menghancurkan jaringan disekitarnya dengan enzim yang dikeluarkan. Apabila terjadi infeksi sekunder akan mengakibatkan peradangan. Tempat yang sering dihinggapi oleh protozoa ini adalah sekum, rektum, sigmoid. Bila terdapat infeksi berat, seluruh rektum dapat dihinggapinya.

Entamoeba Coli

Hospes dan habitat


Hospes protozoa ini adalah manusia. Tempat hidup di dalam rongga usus besar dan bersifat komersal.

morfologi
Dalam daur hidupnya, protozoa ini mempunyai bentuk tropozoit dan kista. Morfologi mirip dengan E. histolytica. Bentuk vegetatif berukuran 15-30 mikron, lonjong atau bulat. Protozoa ini mempunyai satu inti tipe entameba, mempunyai kariosoma kasar dan eksentrik, butir-butir kromatin terletak dibagian perifer, kasar dan letaknya tidak merata.

Cont
Bentuk kista besarnya 15-22 mikron, berbentuk bulat atau lonjong. Dinding kista tebal dan berwarna hitam. Kista dalam ginjal biasanya berinti 2 sampai 8. kista yang berinti 2 mempunyai vakuola glikogen besar dan benda kromatoid halu dengan bagian ujung runcing seperti jarum. Kista matang mempunyai 8 inti dan sudah tidak ditemukan glikogendan benda-benda kromatid.

Cara infeksi
infeksi protozoa ini dengan menelan kista matang.

Patologi
E. coli tidak bersifat patogenik, namun penting untuk dipelajari dalam membedakan dengan E. histolytica

Diagnosis
Diagnosis ditegakan dengan menemukan bentuk vegetatif dan kista dalam tinja.