Anda di halaman 1dari 3

Pasal 89 Alat Pelindung Diri 1.

Apabila
dengan tindakan pencegahan yang ditetapkan dalam peraturan perusahan belum sepenuhnya dapt menghilangkan bahaya, maka para pekerja yang tidak terlindungi terhadap bahaya tersebut harus memakai alat pelindung diri. 2. Pekerja yang menangani dan mencampur bahan kimia berbahaya haru selalu memakai alat perlindungan pernapasasn dan sarung tangan yang sesuai. 3. tindakan pencegahan tambahan harus dilaksanakan dalam menangani larutan zat kapur pekat, pulp dan bahan-bahan kimia bahaya untuk mencegah persentuhan langsung dengan kulit. 4. pakain pelindungh diri bagi pekerja tambang di laboratorium harus disediakan dengan cuma-cuma dan harus dipelihara dalam kondisi yang bersih dan hygienis.

Pasal 90 Tindakn Pencegahan Lainya 5. Bahan yang mudah bereaksi harus disimpan dalam ruangan yang
cukup luas untuk mencegahnya panas. 6. Pada ruang (essay room) atau pada ruang lain dimana gas beracun dapat berbentuk harus mempunyai sistem ventilasi yang baik. 7. pada waktu menangani bahan kimia yang mudah terbakar atau mencampur larutan asam harus dilakukan dengan sangat hati-hati.

Pasal 91

8. uap, kabut, asap dan gas buang harus direndam dan dibatasi jumlahnaya tidak melebihi baku mutu yang berlaku sebelum di buang. 9. bahan peracun yang digunakan untuk atau dihasilkan pada kegiatan penambangan dan pengolahan harus di beri label yang menjelaskan jenis bahaya dan tindakan pencegahan pencegahan yang diperlukan. 10. bahan radioaktif harus tertutup dengan baik agar pekerja terlindung dari bahaya ionisasi radiasi. BAB IV

SARANA TAMBANG DI PERMUKAAN Bagian Pertama Gedung Bangunan Serta Jalan Masuk Dan Keluar pasal 92 Gedung dan bangunan 11. Setiap gedung dan bangunan pada kegiatan usaha pertambangan harus dibangun cukup kuat dan kokoh dan harus dirawat sehingga kondisinya tetap aman. 12. Jalan masuk yang aman harus ada disetiap tempat kerja didalam atau pada gedung dan bangunan. 13. apabila ada bagian dari gedung atau bangunan seperti atap yang ringan dan tidak dapat menahan berat badan para pekerja yang melakukan perewatan, maka tanda peringatan bahaya harus dipasang pada tempat yang mudah terlihat. alat yang sesuai sebagai jalan yang aman harus disediakan. 14. apabila jalan lalu lintas atau jalan masuk terhalang oleh rintangan seperti ban berjalan atau pipa, maka sarana perlintasan permanen dengan konstruksi yang sesuai harus disediakan. pasal 93 Perlindungan Terhadap Kemungkinan Terjatuh 15. Apabila seseorang bekerja pada tempat lebih tinggi dari 2,5 meter dari
lantai kerja. Perlindungan terhadap kemungkinan terjatuh harus disediakan dengan cara memberi pagar, pegangan tangan atau tempat tangan berpegang. Apabila cara perlindungan tersebut tidak praktis, maka sabuk pengaman atau pelana pengaman harus dipakai atau dipasang jaring pengaman. 16. apabila seseorang harus bekerja diatas atau didalm gedung yang karena tingginya atau keterbatasan ruangan sehingga penggunaan perancah (scaffold), pagar atau jala pengaman tidak praktis, maka jangkar yang kuat harus digunakan untuk tempat menggantungkan pelana pengaman atau lantai gantung atau gondola.

pasal 94 Jembatan Kerja (Gantri)

17. Jembatan kerja harus dilengkapai dengan tempat berjalan dengan


lebar sekurang-kurangnya 1 meter dan menyambung rapat tanpa rongga menganga pada lantainya. Apabila suatu tempat berjalan tingginya lebih dari 1,5 meter diatas lantai, maka pagar atau sandaran pada sisi yang terbuka harus tersedia dan harus dilengkapi dengan bingkai yang tersambung rapat pada bagian lantai dengan tinggi sekurang-kurangnya 10 sentimeter. 18. Apabila jembatan kerja yang digunakan untuk jalan angkutan dan jalan pekerja, maka kedua jalan tersebut harus terpisah dan hanya petugas yang boleh melalui jalan angkutan tersebut.