Anda di halaman 1dari 6

BEDAH MAYAT (AUTOPSI) DALAM SYARI'AT ISLAM AUTOPSY = post mortem examination of body (by cutting it open) to learn

the cause of death . BIOPSY = removal and examination of tissue or fluid from a living body Tujuan bedah mayat : mengidentifikasi sebab-sebab kematian berdasar patologi anatomis (PA). Mengetahui identitas Memperkirakan saat kematian Mempelajari struktur anatomi & histologi. Kegunaan bedah mayat : Penegakan diagnosis Perolehan bukti dlm perkara hukum Penguasaan struktur anatomi sbg dasar tindakan medik

Adab melakukan bedah mayat : Niat karena Allah Memperlakukan mayat dg hormat Menjaga kerahasiaan apa yg dilihat Membatasi tindakan sebatas tujuan pembedahan Menutup dan merapikan mayat pasca pembedahan

HR Hakim & Muslim : Barang siapa memandikan mayyit, kemudian ia menyimpan (merahasiakan) apa yg dilihat, maka Allah mengampuninya sebanyak empat puluh ampunan Pendapat Ulama Fiqh : Mayyit yg dimandikan dianjurkan ditutup auratnya Pd saat membersihkan bagian kemaluan, wajib menggunakan sarung tangan

Hal-hal yg makruh dan dilarang thd mayat (pd kondisi biasa): Memotong rambut, kumis, kuku dll. Melihat dan menyentuh aurat mayat

Bagian tubuh yang terpisah, harus dimasukkan ke dalam kafan & dikuburkan bersama
dlm bedah mayat, tidak boleh membuang bagian/ jaringan/organ Adanya syariat perawatan jenazah, mengisyaratkan anjuran pemuliaan thd manusia meski sudah meninggal. HR. Bukhari, Muslim & Jamaah : Apabila kalian melihat jenazah (yg dibawa ke makam) maka berdirilah (untuk menghormat) kepadanya sampai engkau dilewati atau sampai diturunkan. Ketika Rasulullah melihat ada jenazah (orang yahudi) yg lewat, beliau berdiri untuk menghormat.

QS. Al-Israa (70) : Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami (beri alat) angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizqi dari yang baik-baik, dan Kami beri kelebihan (keunggulan) mereka atas kebanyakan makhluq yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. HR. Abu Dawud & Muslim : Memecahkan tulang mayyit itu seperti memecahkannya pada waktu hidup. Anjuran menyebut kebaikan mayyit, larangan menyebut kejelekannya : Sebutlah kebaikan-kebaikan orang yang telah meninggal diantara kamu dan jangan disebut-sebut kejelekannya.