Anda di halaman 1dari 16

REFERAT

KEJANG DEMAM

Pembimbing: dr. Ari Johari, Sp.A Disusun Oleh: Risyad Alamsyah H. 1102008220

Definisi
Bangkitan kejang yang terjadi pada kenaikan suhu tubuh (suhu rektal diatas 38,5o C) yang disebabkan oleh suatu proses ekstrakranium. Anak yang pernah mengalami kejang tanpa demam, kemudian kejang demam kembali tidak termasuk dalam kejang demam. Kejang disertai demam pada bayi berumur kurang dari 1 bulan tidak termasuk dalam kejang demam.

Etiologi
Pencetus demam: Infeksi akut saluran pernapasan atas Otitis media Pneumonia Gastroenteritis Infeksi saluran Pada keadaan umum demam, kenaikan 10C akan mengakibatkan kenaikan metabolisme basal 10-15% dan kebutuhan Oksigen meningkat 20%.

Faktor Resiko
Demam Riwayat keluarga kejang demam Riwayat keluarga epilepsi Kadar natrium rendah Anak dalam perawatan khusus

Patofisiologi

Klasifikasi

Manifestasi Klinis
Terjadinya bangkitan kejang kebanyakan bersamaan dengan kenaikan suhu badan yang tinggi dengan cepat. Serangan kejang biasanya terjadi dalam 24 jam pertama sewaktu demam. Berlangsung singkat dengan sifat bangkitan dapat berbentuk tonik-klonik, fokal atau akinetik. Umumnya kejang berhenti sendiri. Begitu kejang berhenti anak tidak memberi reaksi apapun untuk sejenak, tetapi setelah beberapa detik atau menit anak akan terbangun dan sadar kembali tanpa adanya kelainan saraf.

Pemeriksaan Penunjang
Pemeriksaan laboratorium Pungsi lumbal, dianjurkan pada :
Bayi kurang dari 12 bulan sangat dianjurkan dilakukan. Bayi antara 12 18 bulan dianjurkan. Bayi lebih dari 18 bulan tidak rutin. c. Elektroensefalografi

Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) Pencitraan, indikasi seperti :


Kelainan neurologik fokal yang menetap (hemiparesis) Paresis nervus VI Papiledema

Penatalaksanaan Saat Kejang


Diazepam rektal 0,5 0,75 mg/kgBB. Bila kejang belum berhenti, dapat diulang lagi dengan cara dan dosis yang sama dengan interval waktu 5 menit

Bila setelah 2 kali pemberian diazepam rektal masih tetap kejang, dianjurkan ke RS (diazepam iv dengan dosis 0,3 0,5 mg/kgBB)

Bila kejang tetap belum berhenti diberikan fenitoin secara iv dengan dosis awal 10 20 mg/kgBB/kali dengan kecepatan 1 mg/kgBB/menit atau kurang dari 50 mg/menit.

Bila kejang berhenti dosis selanjutnya adalah 4 8 mg/kgBB/hari, dimulai 12 jam setelah dosis awal.

Bila dengan fenitoin kejang belum berhenti maka pasien harus dirawat di ruang rawat intensif.

Beberapa Hal Yang Harus Dikerjakan Bila Kembali Kejang


Tetap tenang dan tidak panik. Kendorkan pakaian yang ketat Posisikan anak terlentang dengan kepala miring. Ukur suhu, observasi dan catat lama dan bentuk kejang. Tetap bersama pasien Berikan diazepam rektal. Bawa ke dokter atau ke rumah sakit bila kejang berlangsung 5 menit atau lebih.

Prognosis
Apabila tidak diterapi dengan baik, kejang demam dapat berkembang menjadi: Kejang demam berulang dengan terjadi pada 6 bulan pertama. Epilepsi Kelainan motorik Gangguan mental dan belajar

Faktor resiko berulangnya kejang demam adalah :


Riwayat kejang demam dalam keluarga Usia kurang dari 12 bulan Temperatur yang rendah saat kejang

DAFTAR PUSTAKA
Levin. Current Pediatric Diagnosis and Treatment, 18th International Edition, Mc Graw Hill, Singapore. 2003 Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI. Ilmu Kesehatan Anak. Bagian Ilmu KesehatanAnak FKUI Jakarta. 1985 Haslam Robert H. A. Sistem Saraf, dalam Ilmu Kesehatan Anak Nelson, Vol. 3, Edisi 15. Penerbit Buku Kedokteran EGC, Jakarta. 2000; Hendarto S. K. Kejang Demam. Subbagian Saraf Anak, Bagian Ilmu Kesehatan Anak,Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, RSCM, Jakarta. Cermin Dunia Kedokteran No. 27.1982

Pusponegoro Hardiono D, Widodo Dwi Putro, Ismael Sofyan. Konsensus Penatalaksanaan Kejang Demam. Unit Kerja Koordinasi Neurologi Ikatan Dokter Anak Indonesia, Jakarta. 2006.
Saharso Darto. Kejang Demam, dalam Pedoman Diagnosis dan Terapi Bag./SMF Ilmu Kesehatan Anak RSU dr. Soetomo, Surabaya. 2006

TERIMA KASIH