Anda di halaman 1dari 25

Penatalaksanaan Hipertensi pada Penyakit Ginjal Kronis dan Hipertensi Krisis

Pembimbing dr. Nursamsu, Sp.PD-KGH


ADE ANUGERAH K K A R I N A P. D E W I NOVIA A. NASTITI R AY I K U R N I A P VENOTHENI (0610713001) (0610710072) (0710710050) (0710713050) (0710714049)

Definisi Hipertensi
Hipertensi atau yang lebih dikenal dengan penyakit

darah tinggi adalah peningkatan abnormal tekanan darah, baik tekanan darah sistolik maupun tekanan darah diastolik. Dalam keadaan normal, tekanan darah sistolik kurang dari 120 mmHg dan tekanan darah diastolik kurang dari 80 mmHg.

Klasifikasi Hipertensi

Krisis Hipertensi
Acute life-threatening increase in BP Hypertensive urgency: severe hypertension (usually

SBP > 180 and DBP > 120 mmHg) without acute target organ damage (TOD)

Hypertensive emergency : severe HTN + TOD

Krisis Hipertensi
Krisis hipertensi meliputi dua kelompok, yaitu : Hipertensi Darurat ( emergency hypertension )

dimana selain tekanan darah yang sangat tinggi terdapat kelainan/kerusakan target organ yang bersifat progresif, sehingga tekanan darah harus diturunkan segera (dalam menit sampai jam) agar mencegah/membatasi kerusakan organ target. Hipertensi Mendesak ( urgency hypertension ) dimana tekanan darah yang sangat tinggi tetapi tidak disertai kelainan/kerusakan oragan target yang prograsif, sehingga penurunan takanan darah dapat dilaksanakan lebih lambat ( dalam hitungan jam sapai hari).

Epidemiologi

Epidemiologi Faktor Resiko HT di Indonesia


Faktor resiko
100 90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 Diet minim serat Konsumsi garam > 15 gr/hari Aktivitas rendah

Faktor resiko

Etiologi
Rudnie,Danilson & Sinclair (5.448 P. Hy)

Essential hypertension Renal disease Coarctasion of Aorta Primary Aldosteronism Cushings syndrome Prehormacytoma Oral Contraceptive induced

: 92,1 95,3 % : 3,4 6,3 % : 0 0,2 % : 0 0,3 % : 0,1 0,2 % : 0 0,2 % : 0,2 1 %

Patofisiologi control of blood pressure


Blood pressure = Cardiac output = Increased CO x Peripheral resistance and/or Increased PR Hypertension

Vasoconstriction Preload Contractility Heart rate

Fluid volume
Sympathetic nervous system Reninangiotensinaldosterone system

Renal sodium retention Excess sodium intake Genetic factors

Kaplan (1994)

Hypertension
Cardiac Output

Systemic Vascular Resistance

Hypervolemia - Renal artery stenosis - Renal disease - Hyperaldosteronism - Aortic coarctation Stress - Sympathetic activation Pheochromocytoma - Increased cathecholamines

Stress - Sympathetic activation Atherosclerosis Renal artery disease - Increased Ang II Pheochromocytoma - Increased cathecholamine Thyroid dysfunction Diabetes Cerebral ischemia

Patofisilogi Krisis Hipertensi


Untreated essential hypertension

Sudden withdrawal / non-adherence to

antihypertensive drug therapy Increase in sympathetic tone (stress, drugs) Renovascular hypertension, renal parenchymal diseases, pheochromocytoma, or primary hyperaldosteronism. Pressure damages vascular endothelium Platelets and fibrin activate

Hypertension Guidelines
BP Classification
Optimal Normal High normal Grade 1 Hypertension (mild) Grade 2 Hypertension (moderate) Grade 3 Hypertension (severe) Isolated Systolic Hypertension

WHO-ISH 2003
<120 / <80 <130 / <85 130-139 / 85-89 140-159 / 90-99 (140-149 / 90-94) 160-179 /100-109 > 180 / >110 > 140 / < 90

ESH-ESC 2003
<120/<80 120-129 /80-84 130-139 / 85-89 140-159 / 90-99 160-179/100-109 > 180 / >110 >140 / < 90

BP-JNC 7
Normal

Prehypertension

Stage 1 Hypertension Stage 2 Hypertension

Isolated Systolic Hypertension

Laporan Kasus
Nama

Usia
Alamat Pekerjaan Status Kawin Pendidikan Suku

Agama
MRS

: Tn. Rahmat Priyono : 23 tahun : Ds Durenan RT 1/1 Trenggalek : : Belum Menikah : SMA : Jawa : Islam : 16 Juni 2011

Anamnesis
Keluhan utama: Kejang

Pasien mengalami kejang dimalam hari sebelum MRS sebanyak 2x, selama 5 - 10 menit dan tidak sadar. Kejang sudah dialami pasien 2 bulan terakhir dengan intensitas jarang. Pasien mengalami bengkak di seluruh tubuh hilang timbul selama 1 tahun diikuti dengan keluhan pusing. Tensi selalu tinggi 200/... serta pasien juga mengeluh pandangan kabur ( sejak 1 tahun yang lalu) .Tekanan darah tinggi sudah diobati (pasien lupa namanya) dengan minum obat dari dokter di RS Trenggalek tapi tidak rutin diminum. Mual (+) muntah (+) sebanyak 1x, 1 hari sebelum MRS, muntah berisi makanan, Sesak (+) tiba-tiba dan tidak berkurang dengan istirahat, sesak terjadi sejak 2 bulan yang lalu. Nyeri dada (-). Sebelumnya pasien pernah dirawat di RS Trenggalek selama 1 minggu karena kejang dan akhirnya dirujuk ke RS Syaiful Anwar. Riwayat hipertensi dalam keluarga (+), nenek pasien meninggal karena hipertensi beberapa tahun yang lalu. Riwayat diabetes melitus (-). Paien memiliki kebiasaan merokok selama 5 tahun, 5-6 batang/ hari. Alkohol (-), kopi (-), jamu (-). Pasien jarang melakukan olah raga.

Pemeriksaan Fisik
Deskripsi Umum Kesan sakit: Tampak sakit berat Gizi: Kesan gizi normal Berat badan: 58 kg Tinggi badan: 158 cm IMT: 23.2 kg/m2 Tanda Vital: Kesadaran: Compos mentis, GCS 456 Tekanan darah: 180/90 mmHg Nadi: 109x/menit Pernafasan: 28x/menit Tax: 36,7oC

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan Lab

CXR
Posisi AP, KV cukup, asimetris, trakea di tengah, tulang

normal dan soft tissue normal, bronchovascular meningkat, hilus menebal, perselubungan homogen di basal hemithorax kanan,dome shape, dome di sisi lateral, tampak perselubungan di lateral hemithorax kanan yang mengisi fisura minor dengan posisi fisura terdesak ke atas infiltrate pada peri-hilar paru kiri, perselubungan menutupi sudut phrenicocostalis sinistra tumpul, batas kanan jantung tertutup perselubungan, batas kiri deviasi, ke kiri, terpasang CVC dengan ujung distal setinggi costa VII posterior. Cor letak dan bentuk abnormal, CTR 65%. Kesimpulan: efusi subpulmonic kanan, sebagaian masuk fisura minor; Efusi pleura kiri; Pneumoni dd uremic lung dan cardiomegali

EKG
Sinus takikardi, HR 114x/menit

PR Interval 0,16 detik


QRS Interval 0,08 detik QT Interval 0,32 detik

Frontal axis normal


Horizontal axis clockwise rotation Slow progression of R.

S presisten di V6
Kesimpulan: sinus takikardi, tendensi RVH.

Cue and Clue

Pembahasan

Anamnesa