Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN OPERASI

Nama Umur Kelamin Agama Suku Pekerjaan Diagnosis Jenis Operasi Tanggal Jam / Lama operasi Operator Dokter Muda : Ny. Lili Kokali : 82 tahun. : Perempuan : Kristen : Minahasa : IRT : Katarak Senilis Stadium Matur Okuli Dextra : ECCE + IOL 23,5 D. : 17 Juli 2013 : 11.00 12.00/ 1 Jam : Dr. Roland Saiyang : Nofitri I Aalang Ivonni Siska Herlin J. Sitorus Albert Alfonso Reynar Timang

Persiapan Operasi
Tekanan darah 120 / 70 mmHg. Gunting bulu mata kanan. Mata kanan ditetesi dengan: Mydriatil 0,5% 1 gtt OD Mydriatil 0,5% 1 gtt OD Gentamycin ED 1 gtt OD Pantokain ED 1 gtt OS : 10.30 : 10.40 : 10.55 : 11.00

Jalannya Operasi
Operasi mulai jam 11.00 WITA. Penderita dibawa ke ruang operasi dan dibaringkan terlentang diatas meja operasi, mikroskop diatur sedemikian rupa sehingga lapangan pandang operasi jelas. Mata kanan ditetesi dengan pantokain 0,5% 1 tetes, kemudian dilakukan spoeling kantus medial / lateral dari forniks superior / inferior bola mata dengan campuran povidon iodine 1 cc + RL 9 cc dan dibilas dengan alkohol 70%. Tutup lapangan pandang operasi dengan doek steril besar. Lapangan pandang operasi diperkecil kembali dengan doek steril yang kecil, lalu dipasang eye speculum di mata kanan dan dilakukan anestesi subtenon dengan lidokain 2% sebanyak 1 cc. Eye speculum dilepaskan kemudian dilakukan masase OS selama 5 menit. Eye speculum dipasang lagi, kemudian dilakukan fiksasi muskulus rektus superior 7 mm dari limbus superior dengan benang 5.0 kemudian difiksasi pada doek steril selama operasi. Selama operasi kornea ditetes dengan ringer laktat kemudian dilakukan peritomi konjungtiva forniks base sepanjang 10 - 12 mm pada limbus superior. Perdarahan yang terjadi dirawat dengan kapas pelintir dan kauter. Selanjutnya dibuat grooving pada limbus sepanjang 8mm dari arah jam 10 sampai jam 2 dan kontrol perdarahan. Kornea ditembus sampai COA dengan jarum 1 cc yang ujungnya telah dibengkokkan. Selanjutnya dilakukan kapsulotomi can opener. Insisi diperlebar dengan menggunting kornea ke kanan dan kiri dengan gunting kornea. Lensa dikeluarkan secara perlahan-lahan dengan muscle hook pada arah jam 6 dan loop lensa arah jam 1, lalu lensa dikeluarkan.

Kemudian dilakukan pengeluaran sisa-sisa korteks dengan tindakan aspirasi dan irigasi lalu disuntik cairan viscous ke COA dan COP. Lalu IOL yang berkekuatan + 23,5 D dimasukkan menggantikan posisi lensa kemudian disuntikkan miostat dan udara. Cairan viscous diaspirasi kembali.

Kornea-sklera dijahit dengan nylon 5.0 sebanyak 7 jahitan. Orbita disuntik dengan dexamethasone 0,3% sebanyak 0,5 cc ditambah dibekacin 0,3% 0,5 cc dengan menggunakan disposible 1 cc secara subkonjungtiva pada jam 12, yaitu 2 mm diatas limbus.

Benang dexon untuk fiksasi dilepas, eye speculum dilepas. Luka operasi diolesi dengan salep gentamycin. Mata kanan ditutup dengan gaas steril dan diplester. Operasi selesai jam 12.00 WITA. Pasien di istirahatkan diruangan

Diagnosa Post Operasi


Pseudofakia OD

Terapi Post Operasi


Ciprofloxacin 2x1 tab Antalgin 3x1 tab Methylperednisolone 3x1 tab Ranitidin 2x1 tab Vit C 2x1 tab Floxacin ED 6 dd gtt I OD Noncort 6 dd gtt I OD