Anda di halaman 1dari 6

Kedai Dawet dan Limun Jonino Executive Summary Minuman es Dawet dan Limun merupakan minuman khas yang

cukup dikenal luas di masyarakat Jawa khususnya, dan Indonesia pada umumnya. Es Dawet terbilang cukup mudah ditemui di berbagai tempat, baik di pinggir jalan maupun di pasar-pasar tradisional. Sementara itu berbanding terbalik dengan dawet, limun yang pada zaman dahulu melambangkan minuman khas para bangsawan keraton sudah mulai kehilangan popularitas di era sekarang. Melihat realita yang demikian dan bila kemudian kita hadapkan pada kondisi kuliner atau tempat-tempat kuliner yang ada di wilayah Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, maka kami menemukan secercah peluang untuk mencoba merintis dan mengembangkan usaha di bidang kuliner, yaitu menjual es dawet dan limun. Selain bertujuan untuk mendapat keuntungan, kami juga memiliki misi social yaitu mempopulerkan kembali minuman khas nusantara, jawa khususnya, yakni dawet dan limun kepada khalayak. Mengapa Jonino? Jonino diambil dari gabungan nama kami, Johan, Nico, dan Nurus. Selain itu, Jonino juga kami ambil dari huruf/aksara Jawa Ja, yang secara filosofis bermakna keteguhan atau kekuatan tekat, dan Nino dari kata El nino, yaitu badai besar. Sehingga Jonino secara filosofis memilki makna keteguhan dalam berjuang dan sekaligus siap menyebarkan usaha kami segala penjuru. Disamping itu, kami juga mempertimbangkan kemudahan diucapkan serta diingat. Company Description Nama Perusahaan Bidang Usaha Bentuk Usaha Visi Usaha : Kedai Dawet dan Limun Jonino : Kuliner, menyediakan minuman dawet dan limun : Suatu usaha yang menjual minuman dawet dan limun :Memuaskan kebutuhan masyarakat akan minuman lokal nusantara dan juga memperoleh keuntungan melauli bisnis ini

Misi Usaha

:1. Menjaga kualitas rasa dari minuman yang kami jual 2. Menjaga dan berinovasi dalam menjajakan varian-varian rasa baru.

Product Description 1. Es Dawet Es dawet yang kami kemas dalam wadah gelas cup khas perusahaan kami. Kami menjual dengan harga Rp 2.000,- per gelasnya. 2. Limun Limun yang kami kemas dalam gelas cup khas perusahaan kami. Kami akan menjual dengan harga Rp 2.000,- per gelasnya. 3. Snack Kami juga akan menyediakan ragam snack, misalnya kerupuk dan peyek kacang sebagai peneman minum dawet atau limun. Kami akan menjual snack per bungkusnya Rp 500,Marketing Plan Pemasaran produk-produk kami ini lebih kami tujukan kepada segala lapisan usia dan segala lapisan ekonomi. Baik dari golongan tua maupun golongan muda. Baik kelas ekonomi atas maupun kelas ekonomi bawah. Selanjutnya, target pemasaran kami lebih berorientasi pada mahasiswa-mahasiswi fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora UIN Sunan Kalijaga sebagai target primer kami, dan para dosen, pegawai dan mahasiswa-mahasiswi UIN Sunan Kalijaga sebagai target sekunder kami. Untuk memperkenalkan produk pertama kami kepada konsumen, maka kami akan menerapkan strategi promosi marketing antara lain dengan; Memberi fasilitas untuk berfoto-foto secara gratis, yang kemudia akan kami unggah ke jejaring social dan kemudian akan kami beri voucher gratis es dawet/limun.

Menyediakan layanan konsultasi. Hal ini kami maksudkan untuk lebih menjalin hubungan secara emosional dengan konsumen.

Menjajakan produk keliling dan berusaha berkomunikasi dengan konsumen.

Dengan begitu konsumen diharapkan akan tertarik untuk mengunjungi kedai kami, dan mempercayai kami sebagai kedai dawet dan limun yang berbeda dari segala kedai minuman yang ada. Operations Rencana awal kedai Dawet dan limun Jonino akan buka di taman Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora. Lokasi yang cukup strategis akan memudahkan konsumen menemukan kedai kami. Kedai kami ini akan menjual produk berupa es dawet, es limun dan snack. Terobosan lain berupa menjual produk secara paket. Hal ini di dorong oleh kebiasaan konsumen yang lebih menyukai membeli produk secara paketan karena lebih murah dan lebih memenuhi kebutuhan. Dalam operasionalnya nanti, kedai kami akan dijaga oleh tiga orang pramuniaga. Seorang pramuniaga menjaga kedai dan dua orang bisa berkeliling menjajakan produk ke titik-titik yang menjadi tempat berkumpul mahasiswa-mahasiswa FISHUM. Team Dalam menjalankan usaha ini, kami berdiri sebagai tim dimana masing-masing kami memiliki kompetensi tersendiri, yaitu : 1. Johan Saputro Pribadi yang supel dan humoris. Sekarang menduduki ketua organisasi yang berorientasi pada bidang kehumasan. Berpengalaman di bidang perdagangan mengingat orangtuanya yang juga pedagang. Kemampuan lainnya adalah biasa menjadi tempat curhat bagi teman-temannya. 2. Masnico Praba Pribadi pendiam, jago di bidang fotografi. Masnico juga aktif di komunitas periklanan. 3. Nuruzzaman Assidiq

Pribadi yang humoris dan mudah bergaul. Berpengalaman dalam bidang marketing mengingat saat ini juga menjalankan usaha pembuatan buku tahunan. Critical Risk Resiko yang mungkin akan muncul dalam menjalankan usaha bisnis di bidang ini biasanya ketidaktertarikan konsumen untuk membeli produk karena harganya yang mahal dan rasa yang tidak sesuai keinginan sehingga akan menimbulkan kendala dalam penjualan produk dan mungkin toko tidak laku, namun resiko itu sangat kecil karena bisnis ini mempunya satu kunci sukses utama yaitu produk yang ditawarkan berharga murah namun dengan kualitas rasa yang tidak diragukan lagi. Competitor Analysis Bisnis di bidang kuliner tentunya memiliki competitor yang sangat banyak. Namun kami menganggap tantangan bukan untuk menciutkan nyali kami. Kami menganggap tantangan adalah sunatullah, dan mestinya ada untuk kita taklukkan. Oleh karena itu, kami memiliki beberapa terobosan agar kami mampu bersaing dalam bisnis ini. Langkahlangkah kami di antaranya: 1. Menjaga kedai kami agar tetap bersih. 2. Menjaga kualitas rasa dari produk kami 3. Memberikan layanan yang ramah. 4. Memberikan voucher dan layanan lainnya. Financial Statement *Biaya Produksi
Biaya Produksi (2 hari) Gelas Cup Sedotan Limun Plastik es batu dawet kerupuk Sticker Total Jumlah 1 1 9 1 8 14 1 a3 Harga 10000 3000 45000 2000 4000 10500 13000 5000 92500

*Biaya Operasional
Biaya Operasional 2 hari Bensin Tenaga Total jumlah 1 3 besar 5000 30000 35000

*Pendapatan selama 2 hari


Pendapatan (2 hari) Es limun Es dawet Kerupuk Total harga 2000 2000 500 jual 36 14 60 Total 72000 28000 30000 130000

*Laba Laba = pendapatan-[biaya produksi+biaya operasional] Laba=13000-[92500+35000] Laba=2500 rupiah.

Team: Johan Saputro Masnico Praba Nuruzzaman Assidiq

PRODI ILMU KOMUNIKASI FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN HUMANIORA UIN SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2012