Anda di halaman 1dari 4

LAPORAN HASIL KUNJUNGAN DI BANDARA SOEKARNO HATTA

DI SUSUN OLEH : 1.Amirul Yudho P. 2.Bani dwi K. 3.Muhammad Abduh 4.Tian Tohari Hidin 5.Immanuel A.

OPERASI BANDAR UDARA ANGKATAN 5 JURUSAN MANAJEMEN PENERBANGAN SEKOLAH TINGGI PENERBANGAN INDONESIA

CURUG - 2010

BAB I PENDAHULUAN A.Latar Belakang Transportasi merupakan sarana yang sangat penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian,mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan Negara serta mempererat hubungan antar bangsa. Bandar udara internasional Jakarta Soekarno-Hatta adalah Bandar udara terbesar di tanah air dan merupakan salah satu gerbang utama Indonesia.Faktor keamanan Bandar udara menjadi barometer dalam upaya mencegah segala tindakan yang melawan hokum sehingga keselamatan penerbangan dapat tercapai sesuai harapan. Dalam pelayanan jasa kebandarudaraan kini muncul masalah di bidang keamanan penerbangan(Aviation security).Pada tanggal 27 april 2003 bandar udara Soekarno-Hattapernah menjadi sasaran terror dengan di ledakannya sebuah bom low explosive di lobby keberangkatan terminal F.meskipun hanya luka-luka dan cacat,namun peristiwa ini patut di jadikan pelajaran berharga agar kita lebih waspada dan berhati-hati. Terkait dengan masalah tersebut,upaya menghindari kejahatan yang berhubungan dengan keamanan penerbangan seperti terorisme,sabotase,penyelundupan,menjadi isu utama.tingginya tingkat ancaman gangguan melawan hokum terhadap pesawat udara,awak pesawat,penumpang dan barang bawaan,personil di darat,fasilitas di bandara,maka di perlukan sistem pengamanan penerbangan yang handal. Unit kerja yang menangani keamanan dan keselamatan penerbangan adalahunit aviation security(AVSEC).Unit AVSEC di tugaskan untuk memberikan keamanan dan keselamatan penerbangan.sistem pengamanan yang di lakukan oleh petugas airport security.di antaranya melalui pengawasan keamanan terhadap daerah,lokasi dan pemeriksa penumpang maupun barang bawaan yang

masuk cabin.seluruh orang yang akan masuk ke daerah public terbatas(restricted public area) dan daerah bukan public (non-public area) harus di periksa dan harus menggunakan ID Card atau PAS,di mana kode pas dan kode area yang di masuki harus sesuai. Untuk mempermudah petugas keamanan di bandara,di Bantu dengan sarana peralatan Closed Circuit Television (CCTV) yang di gunakan untuk melakukan pengawasan keamanan terhadap lokasi dan obyek serta memberikan kemudahan petugas keamanan dalam melakukan tugas dari jarak jauh.CCTV di Bandar udara bertujuan untuk membantu pengawasan penumpang,pegawai udara,barang bawaan,dan pos.seta fasilitas Bandar udara.bandara soekarno-hatta sebagai Bandar udara yang bertaraf internasional factor keamanan dan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama.dengan terwujudnya factor keamanan tersebut berdampak positif pada pihak Bandar udara,karena dapat menarik simpatik dan mendapat kepercayaan masyarakat sebagai pengguna jasa Bandar udara. Berdasarkan kunjungan penulis di Bandar udara internasional soekarno-hatta,ternyata pengawasan keamanan di terminal 2 masih kurang optimal,petugas AVSEC di SCP 1 tidak memeriksa calon penumpang dan pegawai di bandara tersebut tidak sesuai dengan prosedur yang ada.bahkan ada beberapa pilot dan pramugari yang masuk tanpa diperiksa sama sekali,baik melalui Walk Through Metal Detector (WTMD) maupun menggunakan Hand Health Metal Detector (HHMD).di SCP 1 tidak terdapat AVSEC wanita,jadi jika ada calon penumpang wanita yang bermasalah wanita tersebut di izinkan masuk begitu saja,tanpa ada pemeriksaan lebih detail.Untuk pemeriksaan alat elektronik seperti telepon genggam,dan kamera digital tidak di periksa sama sekali. Akibat kurangnya proses pemeriksaan dari petugas keamanan sehingga masih banyak barang bawaan yang di larang masuk bandara lolos.dan memungkinkan terjadinya tindak kriminal.

B.Maksud dan Tujuan 1.Maksud Pelaksanaan Studi visit Pelaksanaan studi visit ini bertujuan memberikan gambaran kepada seluruh taruna dan taruni tentang kinerja di dalam Bandar udara yang berhubungan dengan beberapa mata kuliah Operasi Bandar Udara. 2.Tujuan Pelaksanaan Studi Visit

Memberikan masukan terhadap manajemen PT.(persero) Angkasa Pura II agar dapat mengambil langkah-langkah positif dalam rangka peningkatan pengamanan calon penumpang di SCP I di bandara soekarno hatta. Untuk masukan kepada pihak Administrator Bandar udara soekarno-hatta. Untuk di sumbangkan kepada Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) yang di harapkan dapat memperkaya bahan bahan kajian selain sebagai bahan informasi bagi mahasiswa angkatan selanjutnya.

C.Waktu dan Tempat Pelaksanaan Studi Visit di laksanakan 3 kali dalam satu minggu.