Anda di halaman 1dari 47

BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3.

1 Jenis Penelitian Jenis penelitian yang dilakukan adalah bentuk penelitian explanatory yaitu penelitian yang bertujuan menjelaskan pengaruh rekrutmen dan pelatihan terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan. 3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini akan dilakukan pada PT Gergas Utama Medan. Perusahaan ini terletak di Jl. Paduan Tenaga No 2 Medan. Penelitian dilakukan mulai dari bulan Agustus 2011 hingga September 2011. 3.3 Batasan Operasional Dalam penelitian ini, yang menjadi batasan operasionalnya adalah : a. Variabel bebas (independen) : rekrutmen (X ) dan pelatihan (X ). b. Variabel terikat (dependen) : kinerja perusahaan (Y). 3. 4 3.4.1 Definisi Operasional Variabel Independen

a. Rekrutmen (Kasmir, 2002: 139) Penarikan (recruitment) pegawai merupakan suatu proses atau tindakan yang dilakukan oleh organisasi untuk mendapatkan tambahan pegawai melalui empat tahapan yaitu: a. Identifikasi dan evaluasi b. Proses seleksi c. Penempatan d. Orientasi kerja

Universitas Sumatera Utara

b. Pelatihan Pelatihan merupakan sebuah proses mengajarkan pengetahuan dan keterampilan tertentu dengan bantuan tenaga ahli dalam bidangnya agar karyawan mampu melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. (Harnalik,2000:35). 3.4.2 Variabel Dependen Kinerja Hasibuan Malayu (2001 : 34) mengemukakan kinerja (prestasi kerja) adalah suatu hasil kerja yang dicapai seseorang dalam melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya yang didasarkan atas kualitas,kemampuan dan kuantitas kerja.

Universitas Sumatera Utara

Definisi Operasional Variabel dapat dilihat pada Tabel 3.1 berikut: Tabel 3.1 Definisi Operasional Variabel Definisi Indikator Variabel Operasional
Proses yang dilakukan oleh suatu organisasi untuk mendapatkan tambahan karyawan Pelatihan Serangkaian aktivitas yang memberikan kesempatan untuk mendapatkan dan meningkatkan ketrampilan yang berkaitan dengan pekerjaan Kinerja Perusahaan Hasil kerja yang a. Pengetahuan dicapai

Variabel
Rekrutmen

Skala Pengukuran

a. Identifikasi evaluasi b. Proses Seleksi c. Penempatan d. Orientasi Kerja

dan Likert

a. Materi Pelatihan b. Instruktur Pelatihan c. Fasilitas Pelatihan d. Waktu Pelatihan

Likert

Likert

b. Ketepatan Waktu d. Loyalitas

seseorang dalam c. Kemampuan melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya

Sumber : Khasmir (2002), Harnalik (2000),Malayu (2001) diolah penulis.

Universitas Sumatera Utara

3.5

Skala Pengukuran Variabel Pengukuran variabel bebas dan terikat menggunakan Skala Likert yaitu

skala yang berasal dari pernyataan kualitatif yang kemudian dikuantitatifkan, dan digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial yang telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti dan disebut sebagai variabel penelitian (Sugiyono, 2006:107). Bobot nilai berikut untuk tiap jawaban adalah: a. Sangat Setuju (SS) b. Setuju (S) c. Kurang Setuju (KS) d. Tidak Setuju (TS) : nilai 5 : nilai 4 : nilai 3 : nilai 2

e. Sangat Tidak Setuju (STS) : nilai 1 3.6 Populasi dan Sampel a. Populasi Menurut Widayat (2002:52), Populasi adalah keseluruhan dari kumpulan elemen atau objek dan subjek yang memiliki sejumlah karateristik umum yang terdiri dari bidang-bidang yang diminati oleh peneliti untuk dipelajari, diteliti dan kemudian ditarik kesimpulan.Yang menjadi populasi adalah karyawan pabrik yang bekerja di PT. Gergas Utama Medan yang berjumlah 183 karyawan

b. Sampel Menurut Sugiyono (2001:73), Sampel adalah bagian dari jumlah dari karateristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, maka peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada.

Sampel adalah suatu himpunan bagian (Subset) pada unit populasi dan sampel diambil dengan menggunakan rumus Slovin (2004:78), yaitu: a= Dimana: n = Jumlah Sampel N = Jumlah Populasi e = Tarif Kesalahan (standar error 10%) Maka jumlah sampel adalah: n= 183 = 64,66 2 1+(183(0.1) ) Sampel yang diambil dibulatkan menjadi 65 sehingga jumlah sampel atau responden adalah 65 orang. Responden disusun dengan menggunakan sampel secara insidental yang merupakan teknik penentuan sampel berdasarkan kebetulan, yaitu siapa saja yang secara kebetulan/insidental bertemu dengan peneliti dapat digunakan sebagai sampel, bila dipandang orang yang kebetulan ditemui itu cocok sebagai sumber data (Sugiyono,2008:122). N 2 1+(N(e) )

3.7

Jenis dan Sumber Data Penelitian ini menggunakan dua jenis data, yaitu data primer dan data

sekunder : a. Data Primer

Data primer adalah data yang dikumpulkan dari sumber-sumber asli. Dalam penelitian ini data primer diperoleh dari hasil kuesioner yang diberikan pada karyawan PT Gergas Utama Medan.(Kuncoro 2003: 136). b. Data Sekunder.

Data sekunder adalah data yang telah dikumpulkan oleh pihak lain.(Kuncoro 2003:136). Peneliti memperoleh data dari buku-buku pengetahuan yang mendukung penelitian ini serta data-data dari PT Gergas Utama Medan. 3.8 Metode pengumpulan Data Untuk memperoleh data yang otentik yang mengarah pada kebenaran, maka penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : 1. Studi lapangan (Field Research) adalah sumber data yang diperoleh dengan mendatangi tempat atau objek yang diteliti secara langsung. a. Wawancara (Interview) merupakan tanya jawab yang dilakukan dengan pihak-pihak yang terkait langsung dengan penelitian ini yaitu manajer sumber daya manusia. b. Daftar pertanyaan (Questioner) merupakan teknik pengumpulan data di mana penulis terlebih dahulu membuat daftar pertanyaan yang berhubungan dengan objek penelitian. 1. Studi kepustakaan (Library Research) adalah salah satu metode pengumpulan data dengan mencari dan mengumpulkan data-data atau informasi yang dibutuhkan dalam penyusunan skripsi yang berupa data-data sekunder atau data-data yang sudah ada sebelumnya. Studi dokumentasi merupakan pengumpulan data dari perusahaan berupa sejarah perusahaan, struktur organisasi dan pembagian tugas serta data-data lain yang diperlukan. 3.9 Uji Validitas dan Reliabilitas Uji validitas dilakukan untuk mengukur apakah data yang telah didapat setelah penelitian merupakan data yang valid dengan alat ukur yang digunakan

dalam meneliti yaitu kuesioner. Uji validitas dilakukan pada karyawan kebun PT Gergas juga diluar dari sampel yang diteliti.. Kriteria pengambilan keputusan adalah: a). jika R hitung > R tabel maka dinyatakan valid b). jika R hitung < R tabel maka dinyatakan tidak valid Uji Reliabilitas digunakan untuk melihat apakah alat ukur yang digunakan (kuesioner) menunjukkan konsistensi di dalam mengukur gejala yang sama. Kriteria pengambilan keputusan adalah: a). jika R positif >R tabel maka dinyatakan reliable b). jika R negatif < R tabel maka dinyatakan tidak reliable 3.10 Teknik Analisis

3.10.1 Metode Analisis Deskriptif Yaitu analisis dengan mengumpulkan data, menganalisis dan kemudian menafsirkan, sehingga data tersebut memberikan gambaran terhadap keadaan yang sedang terjadi mengenai system rekrutmen dan pelatihan serta kinerja perusahaan di PT. Gergas Utama Medan berdasarkan hasil jawaban responden. 3.10.2 Metode Analisis Regresi Linier Berganda Untuk mengetahui seberapa besar pengaruh rekrutmen dan pelatihan terhadap kinerja perusahaan, digunakan metode analisis regresi linier berganda. Agar hasil diperoleh lebih terarah, maka penulis menggunakan bantuan program software SPSS versi 16. Rumus regresi linier sederhana adalah: Y= a + b X +b X + e Keterangan : Y = Kinerja perusahaan

a b X X 3.10.3 Uji t (Uji parsial)

= Konstanta = Koefisien regresi = Rekrutmen = Pelatihan e = Standart error

Uji t dilakukan dengan tujuan untuk membuktikan hipotesis awal tentang pengaruh rekrutmen dan pelatihan sebagai variabel bebas terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan sebagai variabel terikatnya secara parsial. Kaidah pengambilan keputusannya adalah sebagai berikut: a). H o diterima jika t hitung < t tabel pada = 5 % b). H i diterima jika t hitung > t tabel pada = 5 % 3.10.4 Koefisien Determinan R (R Square) Koefisien determinan R Square digunakan untuk menghitung besarnya peran atau pengaruh variabel bebas (x) terhadap variabel tidak bebas (y). Nilai R Square berkisar 0-1. semakin kecil nilai R Square, semakin lemah hubungan antar dua variabel. Sebaliknya jika R Square semakin mendekati 1 maka hubungan antar kedua variabel akan semakin kuat.
2

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Gambaran Umum Perusahaan 4.1.1. Sejarah Singkat dan Perkembangan Perusahaan Perusahaan ini sebelumnya bernama PT. M.J. Sutan Naga & Co, yang berkedudukan di Medan. Perseroan ini didirikan dengan Akte Notaris No. 65 tanggal 16 januari 1957 dihadapan H. Soetan Pane Paroehoem, Notaris di Medan yang telah mendapat pengesahan Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan surat Nomor J.A/5/43/20 tanggal 28 mei 1958 dan diumumkan dalam Tambahan Berita Negara RI No. 842 tanggal 8 nopember 1958 dengan No. 95. Perusahaan ini kemudian diajukan kepada Menteri Kehakiman untuk perubahan nama menjadi PT. Gergas Utama, yang telah mendapat persetujuan dan pengesahan sebagai mana termaktub di dalam Tambahan Berita Negara RI tanggal 23 Maret 1985 No. 24/No. 401-1985. PT. Gergas Utama adalah suatu perusahaan swasta yang bergerak dibidang perkebunan karet, mengusahakan budidaya di kebun Gergas ex. Kebun Wampu A dan Exportir, semula mencakup luas 1.200 Ha dengan Hak Guna Usaha (HGU) menurut Keputusan Direktur Jenderal Agraria dan Transmigrasi No. SK 30/HGU/66 tanggal 10 Oktober 1966. Adapun Hak Guna Usaha (HGU) kebun Gergas milik PT. Gergas Utama menjadi 1.167,90 Ha sesuai dengan Fatwa Tata Guna Tanah untuk penetapan HGU Direktorat Jenderal Agraria Tingkat I Sumatera Utara Nomor

26/F.HGU/SU/1985 tanggal 29 Oktober 1985.

Kebun Gergas berlokasi di Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat Propinsi Sumatera Utara yang menurut keadaan lingkungan (topografi, curah hujan, keadaan tanah dan kependudukan) cocok untuk perkebunan karet. Lokasi kebun dapat dicapai melalui jalan Negara/propinsi yang sudah diaspal sepanjang 50 Km dan melalui jalan kelas III (jalan tanah yang sudah dikeraskan dengan koral) sepanjang 10 Km. Areal Perkebunan Gergas mempunyai batas-batas sebagai berikut: Utara : berbatasan dengan Kebun Bukit Melintang Selatan : berbatasan dengan Desa Selesai dan Kebun Selayang Timur : berbatasan dengan Desa Selesai dan Kebun Bukit Melintang Barat : berbatasan dengan Kebun Basilam. Penarikan tenaga kerja tidak merupakan hambatan baik untuk karyawan tetap maupun karyawan lepas. Jumlah tenaga kerja yang dipakai oleh Kebun Gergas mempunyai korelasi positif dengan luas areal tanaman. Namun demikian, kenyataan menunjukkan bahwa tenaga kerja bertambah setiap tahun baik untuk pemeliharaan, eksploitasi maupun pembangunan tanaman baru, sesuai dengan perkembangan pembangunan Kebun Gergas. Adapun kantor pusat PT. Gergas Utama berkedudukan di Langsa tepatnya di jalan T. Panglima Polem No. 118 Langsa. Tetapi PT. Gergas Utama juga mempunyai kantor Direksi sebagai kantor operasional di Medan yang terletak di jalan Paduan Tenaga No. 14 Medan. Disamping mengusahakan budidaya karet, perusahaan ini juga memproduksi berbagai jenis unsur karet yang akan dipasarkan baik ke pasar luar negeri maupun dalam negeri, jenis-jenis karet yang diproduksi adalah sebagai berikut:

1. Latex, Slabs dan RSS (Rubber Smoked Sheet) 2. Lumps 3. Scrap / Cutting. Lokasi pabrik perkebunan Gergas dekat dengan sumber bahan mentah sehingga perusahaan dapat dengan mudah memperoleh bahan mentah dan biaya untuk pengangkutan bahan tersebut juga menjadi lebih rendah. Lokasi pabrik ini juga terletak di daerah yang tersedia cukup banyak tenaga kerja tetap maupun tenaga kerja lepas, persediaan air yang dibutuhkan untuk proses produksi tersedia dengan cukup dan terdapat pembangkit listrik dan Perusahaan Listrik Negara (PLN). B. Struktur Organisasi Perusahaan Salah satu fungsi manajemen yang penting adalah fungsi pengorganisasian . pengorganisasian adalah suatu tindakan untuk menetapkan struktur organisasi pembagian kerja dan hubungan kerja sama diantara bagian-bagian yang diperlukan untuk mencapai hasil (tujuan) tertentu. Dengan demikian dalam pembentukan struktur organisasi selalu disesuaikan dengan maksud dan tujuan perusahaan. Penyusunan organisasi diatur sedemikian rupa sehingga didalamnya terdapat suatu gambaran yang jelas mengenai tugas, wewenang dan tanggung jawab dari setiap unit organisasi perusahaan. Adanya struktur organisasi yang baik maka pekerjaan akan terkoordinir dengan baik. Tujuan dari penyusunan struktur organisasi terutama untuk mencapai efisiensi dan efektifitas pelaksanaan pekerjaan.

Menyadari akan pentingnya suatu organisasi yang beik maka PT. Gergas Utama menyusun dan melaksanakan struktur organisasi seperti yang tertera dalam gambar berikut:

Gambar Struktur Organisasi PT. Gergas Utama

KOMISARIS

DIREKTUR

BAGIAN KEUANGAN & ACCOUNTING

FIELD MANAGER KEBUN GERGAS

BAGIAN ADMINISTRASI & PERSONALIA

BAGIAN PEMBELIAN & PENJUALAN

ASISTEN TANAMAN

KEPALA TATA USAHA

ASISTEN PENGOLAHAN

MANDOR

KERANI

KARYAWAN

KARYAWAN

Sumber : PT. Gergas Utama Medan

Sedangkan deskripsi jabatan pada PT. Gergas Utama berdasarkan bagan organisasi yang telah digambarkan adalah sebagai berikut : 1. Hak dan Tanggung jawab Komisaris

Mengawasi segala perbuatandan tindakan dari para anggota Direksi terhadap perseroan, dengan hak untuk memeriksa segala buku, surat-surat, persediaan barang-barang memasuki segala ruang dan tempat yang dipergunakan oleh atau kepunyaan dari perseroan, Direksi harus memberi segala keterangan yang mereka kehendaki.

Berhak memberhentikan anggota Direksi.

2. Hak dan Tanggung jawab Direktur Berhak mewakili dan mengikat perseroan ini dengan langsung dan melakukan segala perbuatan dan tindakan, baik di dalam dan luar hokum (pengadilan) baik pula dalam hal yang mengenai hak kepunyaan akan tetapi dengan pembatas bahwa, membeli, menjual, dan menerima atau

menyerahkan, menghasilkan atau mengandaikan harta atau kepada siapapun, memberi atau mengikat perseroan sebagai penanggung jawab harus diperoleh persetujuan terlebis dahulu dari Komisaris. 3. Hak dan tanggung jawab Bagian Keuangan & Accounting Mengawasi dan memeriksa administrasi pembukuan dan keuangan Mengelola keuangan perusahaan dan untuk meneliti daftar upah bulanan, biaya-biaya produksi lainnya yang ada hubungannya dengan bagian keuangan. 4. Hak dan tanggung jawab Field Manager Mengawasi dan mengarahkan pekerja, menyediakan bahan-bahan produksi dan membantu Komisaris apabila Komisaris turun ke lapangan. Menjadi pengawas secara penuh dalam hal menguji bahan dan tenaga kerja.

Dalam keadaan darurat mempunyai wewenang untuk meniadakan pekerjaan karena dipandang untuk mengurangi resiko.

5. Hak dan tanggung jawab Bagian Administrasi dan Personalia Meneliti, memberi petunjuk dan mengawasi pelaksanaan pekerjaan

tanaman Mengajukan permintaan uang dan barang kepada kantor Direksi Menginstruksikan pembayaran dan mempertanggungjawabkan pengeluaran Menandatangani surat-surat keluar, laporan-laporan dan kontrak.

- Menerima, meneliti, mendisposisi surat-surat masuk untuk penyelesaian selanjutnya Meneliti, memberi petunjuk dan mengawasi pemakaian dan pemeliharaan sarana prasarana dan alat-alat produksi Meneliti, memberi petunjuk dan mengawasi pengiriman hasil Menerima, menilai dan memberhentikan karyawan dan mengusulkan kenaikan pangkat, golongan dan mutasi karyawan

Memelihara hubungan baik dengan aparat pemerintahan setempat Membawahi langsung urusan teknis dan administrasi serta keamanan.

6. Hak dan tanggung jawab Bagian Pembelian dan Penjualan Tugas bagian pembelian adalah membeli barang-barang yang dibutuhkan perusahaan, dan juga mengurusi masalah yang ada hubungannya dengan pembelian barang-barang yang diperlukan. Sedangkan tugas bagian penjualan (pemasaran) adalah mengadakan transaksi dengan para rekan bisnis yang lainnya, dengan menjual karet dan kelapa sawit. Juga mengurusi kegiatan penjualan secara keseluruhan.

7. Hak dan tanggung jawab Kepala Tata Usaha Sebagai pelaksana dan penanggung jawab atas administrasi dan keuangan kebun Gergas. Bertanggung jawab atas masalah umum, seperti kepegawaian, pelayanan dan hubungan dengan instansi swasta atau pemerintah. Mengawasi barang-barang yang masuk dan keluar dari perkebunan untuk dijual atau digunakan. Mengeluarkan surat izin masuk dan keluar suatu barang.

8. Hak dan tanggung jawab Asisten Tanaman Menyusun program kerja untuk tingkat afdeling, seperti pemeliharaan, proses produksi dan kebutuhan tenaga. Sebagai pelaksana dan penanggung jawab kegiatan kerja di afdeling. Merawat tanaman dengan memberi pupuk pada tanaman.

9. Hak dan tanggung jawab Asisten Pengolahan Bertanggung jawab dalam hal pengolahan dari berbagai jenis Latex, Slabs, Lumps dan Scrap. 10. Hak dan tanggung jawab Mandor Mandor bertugas mengkoordinir, menggerakkan dan mengawasi tenaga kerja yang diawasinya. 11. Hak dan tanggung jawab Krani Krani gundang bertugas menangani keluar dan masuknya barang. Bertanggung jawab terhadap penyelesaian dan laporan administrasi gudang (pemasaran, persediaan dan pengeluaran barang gudang). Mencatat segala kegiatan yang dikerjakan karyawan tersebut.

Memeriksa karyawan yang masuk dan tidak masuk. 12. Hak dan tanggung jawab Karyawan Melaksanakan kegiatan atau tugas di lapangan secara langsung sesuai dengan bidangnya masing-masing

4.1.2

Rekrutmen pada PT. Gergas Utama Medan Tujuan utama dari proses rekrutmen dan seleksi adalah untuk mendapatkan

orang yang tepat bagi suatu jabatan tertentu, sehingga orang tersebut mampu bekerja secara optimal dan dapat bertahan di perusahaan untuk waktu yang lama. Meskipun tujuannya terdengar sangat sederhana, proses tersebut ternyata sangat kompleks, memakan waktu cukup lama dan biaya yang tidak sedikit dan sangat terbuka peluang untuk melakukan kesalahan dalam menentukan orang yang tepat. Kesalahan dalam memilih orang yang tepat sangat besar dampaknya bagi perusahaan atau organisasi. Hal tersebut bukan saja karena proses rekrutmen & seleksi itu sendiri telah menyita waktu, biaya dan tenaga, tetapi juga karena menerima orang yang salah untuk suatu jabatan akan berdampak pada efisiensi, produktivitas, dan dapat merusak moral kerja pegawai yang bersangkutan dan orang-orang di sekitarnya. Pada saat ini dimana persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin kuat,perusahaan seringkali mengalami kesulitan dalam menentukan kandidat yang tepat mengingat bahwa ada banyak kandidat yang tersedia tetapi sangat sedikit yang memiliki kualifikasi yang memadai. Rendahnya moral kerja dan pengaruh budaya "bapakisme" yang telah berlangsung puluhan tahun semakin menyulitkan perusahaan dalam mendapatkan kandidat yang benar-benar cocok. Selain menuntut keahlian dan ketrampilan si petugas rekrutmen perusahaan juga harus

benar-benar mempersiapkan proses rekrutmen dan seleksi secara maksimal. Proses proses rekrutmen yang dilakukan oleh PT. Gergas Utama Medan sebagai berikut : 1. Penyusunan strategi untuk merekrut Di dalam penyusunan strategi ini, departemen sumber daya manusia bertanggung jawab didalam menentukan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan,

bagaimana karyawan akan direkrut, di mana, dan kapan.

2. Pencarian pelamar-pelamar kerja Setelah rencana dan strategi perekrutan disusun, aktivitas perekrutan sesungguhnya bisa berlangsung, melalui sumber-sumber perekrutan yang ada. Banyak atau sedikitnya pelamar dipengaruhi oleh usaha dari pihak perekrut di dalam menginformasikan lowongan, salah satunya adanya ikatan kerjasama yang baik antara perusahaan dengan sumber-sumber perekrutan external seperti sekolah, universitas. 3. Penyisihan pelamar-pelamar yang tidak cocok / penyaringan Setelah lamaran-lamaran diterima, haruslah disaring guna menyisihkan individu yang tidak memenuhi syarat berdasarkan kualifikasi-kualifikasi pekerjaan. Di dalam proses ini memerlukan perhatian besar khususnya untuk membendung diskualifikasi karena alasan yang tidak tepat, sehingga di dalam proses ini dibutuhkan kecermatan dari pihak penyaring. 4. Pembuatan kumpulan pelamar Kelompok pelamar (applicant pool) terdiri atas individu-individu yang telah sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh perekrut dan merupakan kandidat

yang layak untuk posisi yang dibutuhkan. Berikut data rekrutmen yang dilakukan PT,. Gergas Utama Medan Table 4.1 Data Turn Over Karyawan PT. Gergas Utama Medan Karyawan baru Karyawan keluar Jumlah karyawan 26 32 28 24 29 25 187 193 202

Tahun 2008 2009 2010

Sumber PT. Gergas Utama Medan (2011) 4.1.3 Pelatihan pada PT. Gergas Utama Medan Pelaksananaan pelatihana karyawan pada setiap perusahaan harus benarbenar memperhatikan beberapa hal mengenai pengembangan karyawan. Berberapa hal yang menjadi pedoman dalam pertimbangan pelaksanaan pelatihan karyawan adalah : 1. Kapan akan dimulai pelatihan 2. Siapa peserta pelatihan 3. Siapa instruktur pelatihan 4. Metode pelatihan yang digunakan 5. Waktu pelaksanaan pelatihan karyawan 6. Biaya pelatihan Berdasarkan hal-hal diatas, perusahaan telah dapat menentukan

kebijakasanaan dalam proses pelatihan. Adapun kebijaksanaan yang diambil oleh PT. Gergas Utama Medan adalah sebagai berikut : 1. Pelatihan karyawan dilaksanakan bila dirasa perlu oleh perusahaan.

2. Pelatihan yang diberikan difokuskan pada pegawai lama yang memiliki kemauan yang tinggi, sikap yang baik, serta prestasi yang memuaskan. 3. Pelatihan diberikan atasan langsung atau pengajar dari luar atau instansi latihan yang bersangkutan. 4. Metode pelatihan yang digunakan adalah a. Metode Sekolah Vestibule Di dalam pelatihan ini pegawai dilatih pada sebuah lembaga pelatihan, ada pelatih khusus yang telah ditentukan oleh lembaga pelatihan yang bersangkutan. b. Metode Program Magang Pada metode ini hampir sama dengan Metode Sekolah Vestibule. Perbedaannya adalah pada metode magang materi pelatihan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan PT. Gergas Utama Medan. Yang diharapkan dapat berguna dan dapat diterapkan dalan pekerjaan. 5. Lamanya waktu pelatihan tergantung dari jenis pelatihan yang

dilaksanakan, maksimal 3 bulan. 6. Biaya pelatihan sesuai dengan jenis pelatihan yang dilaksanakan. 7. Materi pelatihan dalam pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan

perusahaan, khususnya untuk meningkatkan keterampilan,pengetahuan dan sikap/moral karyawan seperti : a. Pengelolaan tanah b. Pembibitan kopi dan karet c. Penanaman kopi dan karet yang baik d. Pengutipan hasil panen kopi dan karet

8. Latihan diselenggarakan di dalam perusahaan dan di luar perusahaan seperti lembaga khusus pelatihan di Medan. Untuk lebih jelas mengenai materi, penyelengara, lama program, dapat dilihat pada tabel berikut ini

Tabel 4.2 Data Pelatihan Karyawan PT. Gergas Utama Medan


No Materi Pelatihan
Penanaman yang baik kopi

Penyelenggara Pelatihan
LPP Kompas Medan Lembaga serikat pekerja Lembaga serikat pekerja K3/P2K3 In house training (perusahaan) Antar perkebunan Pemda

Lama Program
1 bulan 2 hari 2 hari 3 hari 1 hari 2 minggu 4 hari

Jumlah Peserta
13 25 10 16 18 8 12 107

Tempat
Medan Medan Medan Medan Medan Medan Medan

1 2 3 4 5 6 7 Total

Hak dan kewajiban pegawai Penyuluhan hukum Pengarahan mengenai keselamatan kerja Penyelenggara kesehatan karyawan Studi banding Seminar mengenai penanaman kopi

Sumber : PT. Gergas Utama Medan (2011)

4.2. Hasil Penelitian 4.2.1. Uji Validitas dan reliabilitas Kualitas hasil penelitian yang baik sudah semestinya diperoleh jika rangkaian penelitian dilakukan dengan baik. Perencanaan yang matang mutlak dengan alat penelitian seperti daftar pertanyaan yang digunakan harus dalam kondisi baik. Valid artinya data-data yang diperoleh dengan penggunaan instrumen penelitian dapat menjawab tujuan penelitian. Reliabel artinya data yang diperoleh konsisten atau stabil. Agar data yang diperoleh valid dan reliabel maka dilakukan uji validitas dan reliabilitas. 4.2.1.1. Uji Validitas Uji validitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS 16 for windows dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika r hitung positif atau r hitung > r tabel , maka butir pertanyaan tersebut valid. b. Jika r hitung negatif atau r hitung < r tabel , maka butir pertanyaan tersebut tidak valid. c. Nilai r hitung dapat dilihat pada kolom Corrected Item Total Correlation. Penyebaran kuisioner khusus dalam uji validitas dan reliabilitas diberikan kepada 30 orang diluar responden penelitian. Nilai tabel r dengan ketentuan df = jumlah kasus = 30 dan tingkat signifikansi sebesar 5%, angka yang diperoleh = 0,361.

Tabel 4.3. Item-Total Statistics Scale Mean Scale if Item Variance if Deleted Item Deleted
VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 50.1000 49.9333 50.4667 50.0333 50.2333 50.1333 50.4333 50.1333 50.3333 50.0667 50.1000 50.1000 50.2000 50.1667 31.128 30.202 29.085 29.964 30.185 29.913 32.116 31.292 30.782 31.582 31.610 31.472 31.407 30.557

Corrected Item-Total Correlation


.533 .547 .596 .516 .592 .510 .363 .488 .573 .441 .517 .540 .540 .425

Cronbach's Alpha if Item Deleted


.848 .847 .844 .849 .844 .849 .857 .850 .846 .853 .849 .848 .848 .855

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Interpretasi item total statistic adalah: 1. Scale mean if item deleted menerangkan nilai rata-rata total jika variabel tersebut dihapus, misalnya jika pernyataan (item) 2 dihapus maka rata-rata variabel sebesar 50,23 ; jika pernyataan (item) 3 dihapus maka rata-rata variabel bernilai 50,12 dan seterusnya. 2. Scale variance if item deleted menerangkan besarnya variance total jika variabel (butir) tersebut dihapus. Misalnya item 2 dihapus maka besarnya

adalah 31,2 sedangkan jika variabel (butir) item 3 dihapus adalah 30,6 dan seterusnya. 3. Corrected item-total correlation merupakan korelasi antar skor item dengan skor total item yang dapat digunakan untuk menguji validitas instrumen. Nilai pada kolom Corrected Item-Total Correlation merupakan nilai r hitung yang akan dibandingkan dengan r tabel untuk mengetahui validitas pada setiap butir pernyataan. Jumlah kasus adalah 30; nilai tabel r dengan tingkat signifikansi sebesar 5% adalah 0,361. Tabel 4.4 Validitas Instrumen II No. Butir Instrumen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Corrected item total correlation .533 .547 .596 .516 .592 .510 .363 .488 .573 .441 .517 .540 .540 .425

tabel

Keputusan
Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361 0,361

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011)

Ketentuan untuk pengambilan keputusan: 1. Jika r hitung > r table , maka pertanyaan dinyatakan valid. 2. Jika r hitung < r table , maka pertanyaan dinyatakan tidak valid.

3. r hitung dapat dilihat pada kolom Corrected Item-Total Correlation. Penulis melakukan pengujian validitas kembali terlihat pada Tabel 4.4, seluruh pernyataan telah valid yaitu nilai Corrected item total correlation seluruhnya telah bernilai lebih besar dari 0,361. Maka seluruh pernyataan dalam penelitian dinyatakan valid. 4.2.1.2. Uji Reliabilitas Reliabilitas diartikan sebagai keterpercayaan, keterandalan atau konsistensi. Hasil suatu pengukuran dapat dipercaya apabila dalam beberapa kali pelaksanaan pengukuran terhadap subjek yang sama diperoleh hasil yang relatif sama, artinya mempunyai konsistensi pengukuran yang baik, dan suatu konstruk atau variabel dikatakan reliabel. Pengujian dilakukan dengan menggunakan SPSS 16 for windows dengan kriteria sebagai berikut : a. Jika r alpha positif atau lebih besar dari r tabel maka dinyatakan reliabel. b. Jika r alpha negatif atau r alpha lebih kecil dari r tabel maka dinyatakan tidak reliabel

Tabel 4.5. Uji Validitas II Item-Total Statistics Scale Mean if Item Scale Variance Deleted if Item Deleted
VAR00001 VAR00002 VAR00003 VAR00004 VAR00005 VAR00006 VAR00007 VAR00008 VAR00009 VAR00010 VAR00011 VAR00012 VAR00013 VAR00014 50.1000 49.9333 50.4667 50.0333 50.2333 50.1333 50.4333 50.1333 50.3333 50.0667 50.1000 50.1000 50.2000 50.1667 31.128 30.202 29.085 29.964 30.185 29.913 32.116 31.292 30.782 31.582 31.610 31.472 31.407 30.557

Corrected Item-Total Correlation


.533 .547 .596 .516 .592 .510 .363 .488 .573 .441 .517 .540 .540 .425

Cronbach's Alpha if Item Deleted


.848 .847 .844 .849 .844 .849 .857 .850 .846 .853 .849 .848 .848 .855

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Tabel 4.5. memperlihatkan bahwa semua variabel reliabel karena nilai Cronbachs Alpha diatas 0,80. Tabel 4.6 Reliability Statistics Cronbach's Alpha N of Items .858 14 Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011)

Pada Tabel 4.6 dapat diketahui bahwa nilai r alpha sebesar 0,858 dan r tabel sebesar 0,80. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai r alpha positif dan lebih besar dari r tabel (0,858 > 0,80) maka kuisioner tersebut dinyatakan reliabel dan dapat digunakan untuk penelitian. Tabel 4.7. Reliabilitas Instrumen No. Butir Instrumen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14

Corrected item total correlation .848 .847 .844 .849 .844 .849 .857 .850 .846 .853 .849 .848 .848 .855

tabel

Keputusan
Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80 0.80

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011)

Ketentuan untuk pengambilan keputusan yaitu menurut Kuncoro, (2008:40) menyatakan instrumen dapat dikatakan reliabel (andal) bila memiliki nilai Cronbach Alpha > 0,80. Tabel 4.7 dapat dilihat nilai Cronbach Alpha > 0,80. maka setiap variabel dinyatakan reliabel. 4.2.3. Analisis Data

Analisis deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer berupa kuisioner yang telah diisi oleh responden penelitian.

4.2.2. Uji Asumsi Klasik 4.2.2.1. Pengujian Normalitas Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variabel pengganggu atau residual berdistribusi normal. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak, yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik. Untuk melihat normalitas residual penulis menganalisis grafik histogram yang membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal dan juga menganalisis probabilitas plot yang membandingkan distribusi kumulatif dan distribusi normal. Hipotesis: 1. Jika data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas. 2 .Jika data menyebar jauh dari garis diagonal dan atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram menunjukkan pola distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normal.

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011)

Gambar 4.1 Histogram Interpretasi pada Gambar 4.1 menunjukkan bahwa grafik histogram menunjukkan pola distribusi normal.

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011)

Gambar 4.2 Normal P- P Plot of Regression Standardized Residual Pada Gambar 4.2 tersebut dapat dilihat bahwa data- data (titik-titik) menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal. Oleh karena itu, berdasarkan Gambar 4.2 tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa data telah memenuhi uji normalitas.

Uji Kolmogorov Smirnov (1 Sample KS) dilakukan untuk memastikan apakah data disepanjang garis diagonal berdistribusi normal, dengan melihat data residual apakah berdistribusi normal (Situmorang, dkk, 2008: 59). Menentukan kriteria keputusan: 1. Jika nilai Asymp.Sig. (2-tailed) > 0,05 maka tidak mengalami gangguan distribusi normal. 2. Jika nilai Asymp.Sig. (2-tailed) < 0,05 maka mengalami gangguan distribusi normal. Tabel 4.8 Uji Normalitas One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test Unstandardized Residual N Normal Parameters
a

65 Mean Std. Deviation .0000000 1.52238225 .084 .084 -.082 .677 .749

Most Extreme Differences

Absolute Positive Negative

Kolmogorov-Smirnov Z Asymp. Sig. (2-tailed) a. Test distribution is Normal.

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Pengambilan keputusan: Pada Tabel 4.8 terlihat bahwa Asymp. Sig. (2-tailed) adalah 0,749 dan diatas nilai signifikan 5% (0,05), dengan kata lain variabel residual berdistribusi normal.

4.2.2.2. Pengujian Heterokedastisitas Heterokedastisitas terjadi karena perubahan situasi yang tidak tergambarkan dalam spesifikasi model regresi. Dengan kata lain, heterokedastisitas terjadi jika residual tidak memiliki varians yang konstan. Pemeriksaan terhadap gejala heterokedastisitas adalah dengan melihat pola diagram pencar yaitu grafik yang merupakan diagram pencar residual, yaitu selisih antara nilai Y prediksi dan Y observasi. a. Model grafik Hipotesis: 1) Jika diagram pencar yang ada membentuk pola- pola tertentu yang teratur maka regrasi mengalami gangguan heterokedastisitas. 2) Jika diagram pencar yang ada tidak membentuk pola- pola tertentu yang teratur maka regrasi tidak mengalami gangguan heterokedastisitas.

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Gambar 4. 3 Scatterplot

Pada Gambar 4.3 dapat dilihat bahwa diagram pencar tidak membentuk pola tertentu karena itu tidak mengalami gangguan heterokedastisitas. b. Model Glejser Menentukan kriteria keputusan: 1. Jika nilai signifikan > 0,05, maka tidak mengalami gangguan heterokedastisitas. 2. Jika nilai signifikan < 0,05, maka mengalami gangguan

heterokedastisitas.

Tabel 4.9 Uji Glejser


Coefficients
a

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) rekrutmen pelatihan a. Dependent Variable: absut B 2.135 .003 -.072 Std. Error 1.367 .058 .080 .008 -.128 Coefficients Beta t 1.562 .060 -.906 Sig. .123 .952 .368

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Pada Tabel 4.9 tampak bahwa signifikasi variabel bebas lebih besar dari 0,05, maka tidak mengalami gangguan heterokedastisitas. 4.2.2.3. Pengujian Multikolinieritas Uji multikolinieritas bertujuan untuk menguji adanya korelasi antara variabel independen. Jika terjadi korelasi maka dinamakan multikol, yaitu adanya

masalah multikolinieritas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi antara variabel independen. Hasil pengolahan dapat dilihat pada Tabel 4.10 sebagai berikut : Tabel 4.10 Uji Multikolinearitas
Coefficients
a

Standardized Unstandardized Coefficients Model (Constant) rekrutmen pelatihan B 3.870 .301 1.056 Std. Error 2.004 .084 .117 .271 .687 Coefficients Beta T 1.931 3.563 9.014 Sig. .058 .001 .000

Collinearity Statistics Tolerance VIF

.799 1.251 .799 1.251

a. Dependent Variable: kinerja

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011 Hasil pengujian: Pedoman suatu model regresi yaitu bebas multikolinieritas adalah dengan melihat Variance Inflation Factor (VIF) > 5 maka variabel ada masalah multikolinieritas, dan jika VIF < 5 maka tidak terdapat masalah multikolinieritas. Jika Tolerance < 0,1 maka variabel ada masalah multikolinieritas, dan jika Tolerance > 0,1 maka variabel tidak terdapat masalah multikolinieritas Pada Tabel 4.10 dapat dilihat bahwa nilai VIF < 5 dan Tolerance > 0,1 maka tidak ditemukan masalah multikolinieritas dalam penelitian ini. 4.2.3.1. Analisis Deskriptif 4.2.3.1.1. Deskriptif Responden Metode ini merupakan suatu metode analisis dimana data yang dikumpulkan pertama disusun, diklasifikasikan dan dianalisis sehingga akan memberikan gambaran yang jelas mengenai masalah yang sedang diteliti.

Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diukur dalam Skala Likert untuk menanyakan pengaruh rekrutmen dan pelatihan terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan. Variabel rekrutmen (X1) terdiri dari 4 pertanyaan, variabel pelatihan (X2) terdiri dari 5 pertanyaan, dan kinerja perusahaan terdiri dari 5 pertanyaan. Jumlah seluruh pertanyaan adalah 14 pertanyaan. Responden penelitian adalah karyawan PT. Gergas Utama Medan. 4.2.3.1.2. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Karakteristik responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 4.11: Tabel 4.11. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Jumlah Karakteristik % Total (%) Responden Jenis Laki-laki 53 81,5% 100% Kelamin Perempuan 12 18,5% Sumber: Hasil pengolahan data primer (2011) Berdasarkan Tabel 4.11 dapat disimpulkan bahwa yang menjadi responden dalam penelitian ini yang berjenis kelamin laki-laki sebanyak 53 orang dengan persentase sebesar 81,5% dan responden perempuan sebanyak 12 orang dengan persentase sebesar 18,5%. Hal ini menunjukkan bahwa para responden umumnya memiliki jenis kelamin laki-laki

4.2.3.1.3. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Usia

Tabel 4.12
Karakteristik Responden berdasarkan Usia

Usia Jumlah Persentase (%) 17-25 26 40.21 % 26-32 18 32,98 % 33-40 12 21,65 % >40 9 5,16 % Total 65 100 % Sumber : Hasil Pengolahan data primer (2011) Tabel 4.12 menggambarkan responden berdasarkan usia. Kelompok usia terbagi atas empat bagian yaitu 17-25 sebanyak 26 orang, 26-32 sebanyak 18 orang, 33-40 sebanyak 12 orang, dan >40 sebanyak 9 orang. Responden yang mendominasi adalah usia 17-25 tahun yakni sebanyak 40,21 %. 4.2.3.2. Deskriptif Variabel Kuesioner yang digunakan dalam penelitian ini diukur dengan

menggunakan skala likert untuk menanyakan pengaruh rekrutmen dam pelatihan terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan. Variabel rekrutmen (X1) terdiri dari 4 pertanyaan, variabel pelatihan (X2) terdiri dari 5 pertanyaan, dan kinerja perusahaan terdiri dari 5 pertanyaan. Jumlah seluruh pertanyaan adalah 14 pertanyaan. Kuesioner pertanyaan ini disebarkan kepada 65 responden.

1. Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel Rekrutmen Tabel 4.13 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Rekrutmen No SS S KS TS STS Total Total F % F % F % F % F % (%) Responden 1 13 20 42 64,6 10 15,4 0 0 0 0 100 65 2 16 24,6 39 60 9 13,8 1 1,6 0 0 100 65 3 6 9,23 31 47,6 14 21,5 4 6,17 0 0 100 65 4 14 21,5 36 55,4 14 21,5 1 1,6 0 0 100 65 Sumber : Hasil Pengelohan Data Primer (2011) Berdasarkan Tabel 4.13 dapat disimpulkan bahwa: a.) Frekuensi jawaban pernyataan Jabatan yang ditetapkan perusahaan sudah
cukup jelas. diketahui bahwa 13 orang menyatakan sangat setuju, 42 orang

menyatakan setuju, 10 orang menyatakan kurang setuju, tidak ada yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. b.) Frekuensi jawaban pernyataan Teknik seleksi yang dilakukan sudah sesuai
prosedur perusahaan diketahui bahwa 16 orang menyatakan sangat setuju,

39 orang menyatakan setuju, 9 orang menyatakan kurang setuju, 1 orang menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju. c.) Frekuensi jawaban responden tentang Anda ditempatkan sesuai dengan
latar belakang pendidikan Anda diketahui bahwa 6 orang menyatakan

sangat setuju, 31 orang menyatakan setuju, 14 orang menyatakan kurang setuju, 4 yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju.

d.) Frekuensi jawaban responden tentang Anda mendapatkan informasi yang


cukup tentang perusahaan diketahui bahwa 14 orang menyatakan sangat

setuju, 36 orang menyatakan setuju, 14 orang menyatakan kurang setuju, 1 yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. 2. Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel Pelatihan Tabel 4.14 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Pelatihan No SS S KS TS STS Total Total F % F % F % F % F % (%) Responden 1 14 21,5 28 38,5 13 20 0 0 0 0 100 65 2 7 10,7 39 60 18 27,7 1 1,6 0 0 100 65 3 7 10,7 40 61,6 18 27,7 0 0 0 0 100 65 4 9 13,8 44 67,7 12 18,5 0 0 0 0 100 65 5 5 7 42 64,6 13 20 5 7,4 0 0 100 65 Sumber : Hasil Pengelohan Data Primer (2011) Berdasarkan Tabel 4.14 dapat disimpulkan bahwa: a.) Frekuensi jawaban pernyataan Instruktur menguasai materi pelatihan diketahui bahwa 14 orang menyatakan sangat setuju, 28 orang menyatakan setuju, 13 orang menyatakan kurang setuju, yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. b.) Frekuensi jawaban pernyataan Materi pelatihan sangat bermanfaat dan dapat digunakan dalam pekerjaan diketahui bahwa 7 orang menyatakan sangat setuju, 38 orang menyatakan setuju, 18 orang menyatakan kurang setuju, 1 orang menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju.

c.) Frekuensi jawaban responden tentang Fasilitas pelatihan sangat mendukung diketahui bahwa 7 orang menyatakan sangat setuju, 40 orang menyatakan setuju, 18 orang menyatakan kurang setuju, tidak ada yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. d.) Frekuensi jawaban responden tentang Adanya media peraga yang baik dalam pelatihan diketahui bahwa 9 orang menyatakan sangat setuju, 44 orang menyatakan setuju, 12 orang menyatakan kurang setuju, tidak ada yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. e.) Frekuensi jawaban responden tentang Waktu penyelenggaraan pelatihan yang cukup diketahui bahwa 5 orang menyatakan sangat setuju, 42 orang menyatakan setuju, 13 orang menyatakan kurang setuju, 5 orang yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. 3. Distribusi Jawaban Responden terhadap Variabel Kinerja Tabel 4.15 Distribusi Jawaban Responden Terhadap Variabel Jaminan No SS S KS TS STS Total Total F % F % F % F % F % (%) Responden 1 13 20 37 56,9 13 20 2 3,1 0 0 100 65 2 8 12,3 47 72,3 10 15,3 0 0 0 0 100 65 3 7 10,7 46 70,7 12 18,6 0 0 0 0 100 65 4 6 9 43 66 17 25 0 0 0 0 100 65 5 15 23 33 51 13 20 4 6 0 0 100 65 Sumber : Hasil Pengelohan Data Primer (2011)

Berdasarkan Tabel 4.15 dapat disimpulkan bahwa: a.) Frekuensi jawaban pernyataan Anda memahami konsep pekerjaan yang
Anda lakukan. diketahui bahwa 13 orang menyatakan sangat setuju, 37

orang menyatakan setuju, 13 orang menyatakan kurang setuju, 2 orang yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. b.) Frekuensi jawaban pernyataan Aktif dalam tim kerja dan mampu bekerja
sama dalam tim kerja. diketahui bahwa 8 orang menyatakan sangat setuju,

47 orang menyatakan setuju, 10 orang menyatakan kurang setuju, tidak ada menyatakan tidak setuju, dan tidak ada yang menyatakan sangat tidak setuju. c.) Frekuensi jawaban responden tentang Mampu mengambil keputusan dalam
melaksanakan suatu pekerjaan. diketahui bahwa 7 orang menyatakan sangat

setuju, 46 orang menyatakan setuju, 12 orang menyatakan kurang setuju, tidak ada yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. d.) Frekuensi jawaban responden tentang Tugas sesuai tanggung jawab dapat
diselesaikan tepat waktu. diketahui bahwa 6 orang menyatakan sangat

setuju, 43 orang menyatakan setuju, 17 orang menyatakan kurang setuju, tidak ada yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. e.) Frekuensi jawaban responden tentang Anda bersedia bekerja melewati jam
kerja normal diketahui bahwa 15 orang menyatakan sangat setuju, 33 orang

menyatakan setuju, 13 orang menyatakan kurang setuju, 4 yang menyatakan tidak setuju dan tidak ada orang yang menyatakan sangat tidak setuju. 4.2.3.3.Analisis Regresi Berganda Analisis regresi berganda dilakukan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh variabel bebas (X1 dan X2) terhadap variabel terikat (Y) pada PT. Gergas Utama Medan. Tabel 4.16 Uji Regresi Berganda
Coefficients
a

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Rekrutmen Pelatihan a. Dependent Variable: Kinerja B 3.870 .301 1.056 Std. Error 2.004 .084 .117 .271 .687 Coefficients Beta t 1.931 3.563 9.014 Sig. .058 .001 .000

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Berdasarkan hasil pengolahan regresi berganda yang ditunjukkan dalam Tabel 4. 16, maka diperoleh hasil regresi berganda sebagai berikut: Y = 3. 870+ 0. 301 X 1 + 1, 056 X 2 + e 4.2.3.3.1. Uji Secara Serempak/ Simultan Uji F dilaksanakan untuk menguji apakah nilai pelanggan yang terdiri dari variabel Rekrutmen (X 1 ) dan Pelatihan (X 2 )secara bersama- sama atau serentak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (Y). Langkah- langkah pengujiannya adalah sebagai berikut: 1. Menentukan model hipotesis Ho dan Ha.

2. Mencari nilai F tabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan () dan menentukan derajat kebebasan. 3. Menentukan kriteria pengambilan keputusan. 4. Mencari nilai F hitung dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS 16.0 5. Kesimpulan Hasil pengujian: 1. Model hipotesis yang digunakan adalah: Ho: bi = 0, artinya variabel bebas secara bersama- sama tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat. Ha: bi = 0, artinya variabel bebas secara bersama- sama berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel terikat. 2. F tabel dapat dilihat pada = 0,05 Dengan derajat pembilang = k-1 = 3 1 = 2 Derajat penyebut = n k = 65 2 = 63 , F tabel 0,05 (2, 95) = 3,15 2. Mencari nilai F tabel dengan menggunakan Tabel ANOVA dari hasil pengolahan SPSS versi 16.0. Tabel 4.17 Uji Regresi Berganda
ANOVA Model 1 Regression Residual Total
b

Sum of Squares 367.209 148.329 515.538

Df 2 62 64

Mean Square 183.605 2.392

F 76.745

Sig. .000
a

a. Predictors: (Constant), Pelatihan, Rekrutmen b. Dependent Variable: Kinerja

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011)

F hitung =

183.605 mean square = 76,745 = regression 2.392 mean square residual

1. Kriteria pengambilan keputusan Ho diterima jika F hitung < F tabel pada = 0,05 Ha diterima jika F hitung > F tabel pada = 0,05 2. Dari tabel ANOVA diperoleh F hitung sebesar 76,745 Tabel 4. 18 Realiability Statistics F hitung 76,745 F tabel 3,15

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Berdasarkan Tabel 4. 18, nilai F hitung > F tabel pada = 5% dengan demikian maka Ha diterima. Hal ini, menunjukkan bahwa variabel bebas secara bersamasama berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (Y) pada PT. Gergas Utama Medan. 4.2.3.3.2. Uji t (Parsial) Uji t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah terdiri dari variabel variabel Rekrutmen (X 1 ) dan Pelatihan (X 2 ), secara bersama- sama atau serentak mempunyai pengaruh secara parsial atau masing- masing berpengaruh signifikan terhadap Kinerja Perusahaan (Y) pada PT. Gergas Utama Medan. Langkah- langkah pengujian tersebut adalah: 1. Menentukan model hipotesis Ho dan Ha

2. Mencari nilai t tabel dengan cara menentukan tingkat kesalahan () dan menentukan derajat kebebasan. 3. Menentukan kriteria pengambilan keputusan. 4. Mencari nilai t hitung dengan menggunakan bantuan aplikasi SPSS versi 16.0. 5. Kesimpulan. Model hipotesis yang digunakan adalah: 1. Ho: b 1 = 0, artinya secara parsial tidak terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X 1 , X 2 ) terhadap variabel terikat (Y). 2. Ha: b 1 0, artinya secara parsial terdapat pengaruh positif dan signifikan dari variabel bebas (X 1 , X 2 ) terhadap variabel terikat (Y). Kriteria pengambilan keputusan: a. Berdasarkan t hitung : Ho diterima jika t hitung < t tabel pada = 0,05 Ha diterima jika t hitung > t tabel pada = 0,05 b. Berdasarkan probabilitas (Sig.): Jika probabilitasnya > 0,05 maka Ho diterima Jika probabilitasnya < 0,05 maka Ho ditolak c. t tabel dapat dilihat pada = 0,05 Derajat penyebut (df) = n k = 65 2 = 63, t tabel 0,05 (2, 95) = 2,000 Nilai t hitung diperoleh dengan bantuan program SPSS 16.0 seperti terlihat pada tabel berikut ini:

Tabel 4.19 Uji T


Coefficients
a

Standardized Unstandardized Coefficients Model 1 (Constant) Rekrutmen Pelatihan a. Dependent Variable: Kinerja B 3.870 .301 1.056 Std. Error 2.004 .084 .117 .271 .687 Coefficients Beta t 1.931 3.563 9.014 Sig. .058 .001 .000

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Pada Tabel 4.19, dapat diketahui bahwa nilai t hitung untuk variabel realibility (X 1 ) adalah 3,563; untuk variabel pelatihan (X 2 ) adalah 9,014. Berdasarkan kriteria uji hipotesis, maka dapat disimpulkan: 1. Variabel Rekrutmen Berdasarkan Tabel Coefficient nilai
thitung

adalah 3.563 dengan tingkat

signifikansi 0.001 dan t tabel bernilai 2.000 sehingga H a diterima karena t hitung < t tabel (3,563 > 2.000). Dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel rekrutmen sebagai X 1 terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan. Pada tingkat kepercayaan 95% 2. Variabel Pelatihan Berdasarkan Tabel Coefficient nilai t hitung adalah 9.014 dengan tingkat

signifikansi 0.000 dan t tabel bernilai 2.000 maka H a diterima karena t hitung < t tabel (3,563 > 2.000). Dapat disimpulkan bahwa secara parsial terdapat pengaruh yang signifikan dari variabel pelatihan sebagai X 2 terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan (Y). Pada tingkat kepercayaan 95%

4.2.3.3.3. Pengujian Determinan Koefisien determinasi (R 2 ) digunakan untuk mengukur seberapa besar kemampuan model dalam menerangkan variabel terikat. Jika R 2 semakin besar (mendekati satu), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel bebas berupa rekrutmen (X 1 ) dan pelatihan ( X 2 ) terhadap kinerja perusahaan (Y) adalah besar terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan semakin kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Sebaliknya, jika R 2 semakin kecil (mendekati nol), maka dapat dikatakan bahwa pengaruh variabel beban berupa rekrutmen (X 1 ) dan pelatihan ( X 2 ) terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan sebagai variabel terikat (Y) adalah kecil terhadap variabel terikat (Y). Hal ini berarti model yang digunakan tidak kuat untuk menerangkan pengaruh variabel bebas yang diteliti terhadap variabel terikat. Hasil pengujian dalam penelitian ini menggunakan bantuan SPSS Versi 16.0 seperti terlihat pada tabel berikut ini : Tabel 4.20 b Model summary
Model Summary Adjusted R Model 1 R .844
a

Std. Error of the Estimate

R Square .712

Square .703

1.54674

a. Predictors: (Constant), pelatihan, rekrutmen

Sumber : Hasil Pengolahan Data Primer (SPSS 16.0, 2011) Pada Tabel 4.20 dapat dilihat nilai R Square adalah 0.703 berada antara 0 <R 2 <1 yang berarti bahwa 70,3% kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama

Medan dipengaruhi oleh rekrutmen dan pelatihan, dan 29,7% lagi lagi sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5.1. Kesimpulan 1. Hasil analisis data dengan menggunakan metode analisis regresi linier berganda menunjukkan bahwa variabel bebas yaitu berupa rekrutmen dan pelatihan berpengaruh signifikan terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan sebagai variabel terikat (Y). 2. Secara simultan (bersama-sama) ditunjukkan bahwa variabel bebas yang terdiri dari variabel rekrutmen dan pelatihan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan. 4. Faktor yang dominan mempengaruhi kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan adalah variabel pelatihan. 5. Berdasarkan koefisien determinasi(R ), maka rekrutmen dan pelatihan mempengaruhi kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan, sebesar 70,3% dan 29,7% lagi sisanya dijelaskan oleh faktor lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. 5.2. Saran Berdasarkan kesimpulan diatas, maka dalam rangka peningkatan kinerja perusahaan pada PT. Gergas Utama Medan, ada beberapa yang perlu diperhatikan : 1. Perusahaan perlu meningkatkan efektivitas penerimaan karyawan baru. Dan juga penempatan jabatan yang sesuai dengan latar belakang pendidikan.
2

2. Perusahaan harus lebih meningkatkan kinerjanya dengan cara lebih sering melakukan pelatihan kepada karyawan. Pelatihan diharapkan dapat

memberikan investasi jangka panjang bagi perusahaan. Pelatihan yang bermanfaat bagi karyawan diharapkan dapat meningkatkan kinerja karyawan yang dapat berefek pada kinerja perusahaan.