Anda di halaman 1dari 5

1.

TANDA DAN GEJALA GEJALA KLINIS MARASMUS Berikut adalah gejala pada marasmus adalah (Depkes RI, 2000) : 1. Anak tampak sangat kurus karena hilangnya sebagian besar lemak dan ototototnya, tinggal tulang terbungkus kulit 2. Wajah seperti orang tua 3. Iga gambang dan perut cekung 4. Otot paha mengendor (baggy pant) 5. Cengeng dan rewel, setelah mendapat makan anak masih terasa lapar

Gejala lain yang timbul diantaranya : 1. tampak sangat kurus (tinggal tulang terbungkus kulit), 2. muka seperti orangtua (berkerut), 3. tidak terlihat lemak dan otot di bawah kulit,

4. perut cekung, 5. kulit keriput(turgor kulit jelek), 6. rambut mudah patah dan kemerahan, 7. gangguan pencernaan (sering diare), 8. pembesaran hati dan sebagainya. 9. Anak tampak sering rewel dan banyak menangis meskipun setelah makan, karena masih merasa lapar. 10. Pada stadium lanjut yang lebih berat anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun. 11. Lethargi 12. Irritable 13. Ubun-ubun cekung pada bayi 14. Malaise

GEJALA KLINIS KWASHIORKOR Secara umumnya penderita kwashiorkor tampak pucat, kurus, atrofi pada ekstremitas, adanya edema pedis dan pretibial serta asites. Muka penderita ada tanda moon face dari akibat terjadinya edema. 1. Retardasi Pertumbuhan

Gejala penting ialah pertumbuhan yang terganggu.Selain berat badan, tinggi badan juga kurang dibandingkan dengan anak sehat. 2. Perubahan Mental Biasanya penderita cengeng, hilang nafsu makan dan rewel.Pada stadium lanjut bisa menjadi apatis.Kesadarannya juga bisa menurun, dan anak menjadi pasif. 3. Edema Pada sebagian besar penderita ditemukan edema baik ringan maupun berat. Edemanya bersifat pitting. Edema terjadi bisa disebabkan hipoalbuminemia, gangguan dinding kapiler, dan hormonal akibat dari gangguan eliminasi ADH. 4. Kelainan Rambut Perubahan rambut sering dijumpai, baik mengenai bangunnya (texture), maupun warnanya.Sangat khas untuk penderita kwashiorkor ialah rambut kepala yang mudah tercabut tanpa rasa sakit. Pada penderita kwashiorkor lanjut, rambut akan tampak kusam, halus, kering, jarang dan berubah warna menjadi putih. Sering bulu mata menjadi panjang. 5. Kelainan Kulit Kulit penderita biasanya kering dengan menunjukkan garis-garis kulit yang lebih mendalam dan lebar.Sering ditemukan hiperpigmentasi dan persisikan kulit.Pada sebagian besar penderita dtemukan perubahan kulit yang khas untuk penyakit kwashiorkor, yaitu crazy pavement dermatosis yang merupakan bercak-bercak putih atau merah muda dengan tepi hitam ditemukan pada bagian tubuh yang sering mendapat tekanan.Terutama bila tekanan itu terusmenerus dan disertai kelembapan oleh keringat atau ekskreta, seperti pada bokong, fosa politea, lutut, buku kaki, paha, lipat paha, dan

sebagainya.Perubahan kulit demikian dimulai dengan bercak-bercak kecil merah yang dalam waktu singkat bertambah dan berpadu untuk menjadi hitam.Pada suatu saat mengelupas dan memperlihatkan bagian-bagian yang tidak mengandung pigmen, dibatasi oleh tepi yang masih hitam oleh hiperpigmentasi. 6. Kelainan Gigi dan Tulang Pada tulang penderita kwashiorkor didapatkan dekalsifikasi, osteoporosis, dan hambatan pertumbuhan. Sering juga ditemukan caries pada gigi penderita (2). 7. Kelainan Hati

Pada biopsi hati ditemukan perlemakan, bisa juga ditemukan biopsi hati yang hampir semua sela hati mengandung vakuol lemak besar. Sering juga ditemukan tanda fibrosis, nekrosis, da infiltrasi sel mononukleus. Perlemakan hati terjadi akibat defisiensi faktor lipotropik. 8. Kelainan Darah dan Sumsum Tulang Anemia ringan selalu ditemukan pada penderita kwashiorkor. Bila disertai penyakit lain, terutama infestasi parasit ( ankilostomiasis, amoebiasis) maka dapat dijumpai anemia berat. Anemia juga terjadi disebabkan kurangnya nutrien yang penting untuk pembentukan darah seperti Ferum, vitamin B kompleks (B12, folat, B6). Kelainan dari pembentukan darah dari hipoplasia atau aplasia sumsum tulang disebabkan defisiensi protein dan infeksi menahun. Defisiensi protein juga menyebabkan gangguan pembentukan sistem kekebalan tubuh. Akibatnya terjadi defek umunitas seluler, dan gangguan sistem komplimen. 9. Kelainan Pankreas dan Kelenjar Lain Di pankreas dan kebanyakan kelenjar lain seperti parotis, lakrimal, saliva dan usus halus terjadi perlemakan. 10. Kelainan Jantung Bisa terjadi miodegenerasi jantung dan gangguan fungsi jantung disebabkan hipokalemi dan hipmagnesemia. 11. Kelainan Gastrointestinal Gejala gastrointestinal merupakan gejala yang penting. Anoreksia kadangkadang demikian hebatnya, sehingga segala pemberian makanan ditolak dan makanan hanya dapat diberikan dengan sonde lambung. Diare terdapat pada sebagian besar penderita. Hal ini terjadi karena 3 masalah utama yaitu berupa infeksi atau infestasi usus, intoleransi laktosa, dan malabsorbsi lemak. Intoleransi laktosa disebabkan defisiensi laktase. Malabsorbsi lemak terjadi akibat defisiensi garam empedu, konyugasi hati, defisiensi lipase pankreas, dan atrofi villi mukosa usus halus.

Dermatitis juga lazim ditemukan.Penggelapan kulit terjadi pada tempat-tempat yang mengalami iritasi,namun tidak pada daerah-daerah yang terkena sinar matahari.. Rambutnya biasanya jarang dan halus-halus serta kehilangan elastisitasnya. Pada anakanak yang berambut gelap dapat terlihat jalur-jalur rambut berwarna merah atau abu-

abu.Otot-otonya tampak lemah dan atrofi,tetapi sesekali dapat ditemukan lemak dibawah kulit yang berlebihan.

Tanda atau gejala lain yang dapat dilihat pada anak dengan Malnutrisi protein beratKwashiorkor, antara lain: 1. Gagal untuk menambah berat badan 2. Pertumbuhan linear terhenti. 3. Edema gerenal (muka sembab, punggung kaki, perut yang membuncit) 4. Diare yang tidak membaik 5. Dermatitis, perubahan pigmen kulit (deskuamasi dan vitiligo). 6. Perubahan warna rambut menjadi kemerahan dan mudah dicabut. 7. Penurunan masa otot 8. Perubahan mental seperti lethargia, iritabilitas dan apatis dapat terjadi. 9. Perubahan lain yang dapat terjadi adala perlemakan hati, gangguan fungsi ginjal, dan anemia. 10. Pada keadaan berat/ akhir (final stages) dapat mengakibatkan shock, coma dan berakhir dengan kematian. Gejala yang timbul diantaranya adalah edema di seluruh tubuh terutama punggung kaki, wajah membulat dan sembab, perubahan status mental: rewel kadang apatis, menolak segala jenis makanan (anoreksia), pembesaran jaringan hati, rambut kusam dan mudah dicabut, gangguan kulit yang disebut crazy pavement,pandangan mata tampak sayu. Pada umumnya penderita sering rewel dan banyak menangis. Pada stadium lanjut anak tampak apatis atau kesadaran yang menurun. TANDA DAN GEJALA MARASMIK-KWARSHIORKOR

Klinis [Laboratoris]

Kwashiorkor [busung lapar] [hungeroedem]

Marasmus

MarasmikKwashiorkor

Anamnestis

Defisiensi protein

Defisiensi energi

Peralihan kwash marasmus Marasmus diit tinggi E

Tumbuh - kembang

Terhambat

Terhambat

Terhambat

Konjungtiva Raut muka Rambut

Pucat Moon face Tipis, jrng kemerahan, mudah dicabut tanpa sakit

Agak pucat Seperti orangtua Relatif lebih baik

Pucat Seperti orangtua Spt kwashiorkor

Oedema [pitting] Asites BB Kulit

Positif Positif 60 80 % std Crazy pavement

Negatif Negatif < 60% Keriput, turgor / elastisitas kurang

Positif Positif < 60% Keriput, turgor / elastisitas kurang Hepatomegali

Hepar

Infiltrasi lemak/hepatomegali

Dbn

Kadar Hb Kadar albumin Proteinuria Biokimiawi lain

Rendah Rendah,<2,5 g vol% Negatif Rendah

Dbn bawah Dbn bawah Negatif Rendah

Rendah = kwashiorkor Negatif Rendah