Anda di halaman 1dari 15

Sebagai Tugas Untuk Mata Kuliah Evolusi

Evolusi Pada Reptil

Disusun Oleh: Molly Mollyna Injani 103112620150010 Muhammad Iqbal 103112620150022

Fakultas Biologi Universitas Nasional Jakarta

Pendahuluan

A. Teori Evolusi Evolusi adalah perubahan-perubahan dalam bentuk dan tingkah laku organisme antara generasi ke generasi karena akibat dari seleksi alam (Natural selection) . Menurut teori evolusi, kehidupan berawal dan berevolusi di laut, kemudian amfibi memindahkannya ke darat. Bentuk-bentuk organisme, pada semua level dari rantai DNA sampai bentuk morfologi yang makroskopik dan tingkah laku sosial yang termodifikasi dari nenek moyang selama proses evolusi. Meskipun demikian, tidak semua perubahan dapat didefenisikan sebagai evolusi. Para ahli biologi evolusi sekarang meneliti evolusi dari berbagai disiplin ilmu, seperti biologi molekuler, genetika, morfologi dan embriologi karena evolusi merupakan bangunan ilmu terbesar, dan perkembangannya sangat luas. Ada dua macam evolusi yang telah diketahui, yaitu: 1. Evolusi progresif : evolusi menuju pada kemungkinan dapat bertahan hidup (survive). 2. Evolusi regresif (retrogreslf) : evolusi menuju pada kemungkinan menjadi punah. Teori evolusi merupakan perpaduan antara ide (gagasan) den fakta (kenyataan). Yang dianggap sebagai pencetus ide evolusi ialah Charles Darwin (1809-1892) yang menerbitkan buku mengenai asal mula spesies pada tahun 1859, dengan judul On the origin of species by means of natural selection atau The preservation of favored races in the struggle for life. Sementara itu Alfred Wallace (1823-1913) secara terpisah mengembangkan pemikirannya dan menghasilkan konsepsi yang sama dengan pendapat Charles Darwin. B. Teori Evolusi Darwin Pada tahun 1859, Charles Darwin menerbitkan bukunya dengan judul On the Origin of Species by Means of Natural Selection or the Preservation of Favoured Races in The Struggle for Life. Dalam bukunya ini ditekankan bahwa untuk dapat bertahan hidup agar tidak punah perlu adanya perjuangan untuk hidup. Teori evolusi Darwin merupakan teori yang didasar atas fakta-fakta hasil observasi baik dari lingkungan sekitarnya maupun dari peristiwa alam yang sesunggguhnya. Sebelumnya pada tahun 1858 Yoseph Hoken menerbitkan bukunya yang berjudul On the Tendency of Species to Form Variation, and on the Perpetuation of Varieties and Species by Natural Mean of Sleection. Buku ini diterbitkan sebagai upaya menggabungkan pendapat Charles Darwin dan Alfred Wallace. Darwin telah menghabiskan waktu sekitar 20 tahun untuk mengumpulkan data lapangan yang kemudian disusunnya dalam suatu deretan fakta yang sangat banyak. Fakta tersebut menunjukkan dengan jelas bahwa sesungguhnya evolusi terjadi di lingkungan makhluk hidup, dan atas dasar fakta tersebut Darwin merumuskan wawasannya tentang seleksi alam,

dengan mengemukakan 2 makna wawasan yaitu adanya evolusi organik dan evolusi organik terjadi karena peristiwa seleksi alam. Prinsip-prisip seleksi alam Darwin adalah: Fertilitas makhluk hidup yang tinggi : apabila tidak ada hambatan atas perkembangbiakan suatu spesies dalam waktu yang singkat seluruh dunia tidak akan mampu menampungnya

Jumlah individu secara keseluruhan yang hampir tidak berubah: Sekalipun tingkat kesuburan tinggi namun pada kenyataannya jumlah individu tidak melonjak tanpa terkendali.

Perjuangan untuk hidup : Supaya dapat tetap hidup setiap makhluk hidup harus berjuang baik secara aktif maupun pasif.

Keanekaragaman dan hereditas : Makhluk hidup baik tumbuhan maupun hewan sangat beraneka ragam. Keanekaragaman tersebut antara lain berkenaan dengan struktur, tingkah laku, maupun aktifitas.

Seleksi alam : Kenyataan terdapatnya keberhasilan perjuangan untuk hidup yang tidak sama antar individu disebabkan ada individu yang lebih sesuai karena memiliki ciri-ciri yang lebih sesuai dari yang lainnya.

Lingkungan yang terus berubah : Dalam situasi lingkungan yang terus mengalami perubahan, makhluk hidup harus terus menerus mengadakan penyesuaian melalui perjuangan untuk hidup yang tiada hentinya. C. Teori Evolusi Genetika Mendel

Teori ini dipelopori oleh George Mendel yang mengemukakan teori genetika menyangkut adanya sejumlah sifat yang dikode oleh satu macam gen. Dengan demikian banyaknya variasi alel menentukan kemampuan terhadap ketahanan untuk dapat terus hidup. Hanya saja pada zaman George Mendel, teori genetika belum dipahami dan belum diperkirakan dapat dimanfaatkan untuk menerangkan teori yang lain. Teori genetika mengalami stagnasi hampir selama 35 tahun sejak dikemukakan, dan baru disadari kegunaannya di awal abad ke-20.
D.

Neo-Darwinisme (teori Sintesis Moderen) 1920-1950.

Pada periode Neo Darwinisme ini para ahli menemukan bahwa ilmu genetika sangat perlu dalam menerangkan proses evolusi. Selain itu semua sifat yang dimiliki oleh suatu organisme dapat digunakan untuk menunjang teori evolusi. Dengan demikian semua bidang ilmu biologi digunakan dalam menerangkan evolusi suatu organisme. Setelah para ahli hanya bekerja dengan data morfologi, anatomi maupun genetika, pada masa berikutnya mereka beranjak ke pendekatan molekuler, fisiologi perkembangan, model matematik dan banyak pendekatan lainnya. Dengan demikian dapatlah ditentukan bahwa suatu organisme berkerabat dekat atau jauh dari organisme lainnya dari perbedaan semua aspek yang mungkin dipelajari.

Evolusi Pada Reptilia

A. Latar Belakang Kata Reptilia berasal dari kata reptum yang berarti melata. Reptilia merupakan kelompok hewan darat pertama yang sepanjang hidupnya bernafas dengan paru-paru termasuk dalam kelompok hewan vertebrata berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya memproduksi telur yang embrio-nya diselubungi oleh membran amniotik. Ciri umum kelas ini yang membedakan dengan Kelas yang lain adalah seluruh tubuhnya tertutup oleh kulit kering atau sisik. Kulit ini menutupi seluruh permukaan tubuhnya dan pada beberapa anggota ordo atau sub-ordo tertentu dapat mengelupas atau melakukan pergantian kulit baik secara total yaitu pada anggota Sub-ordo Ophidia dan pengelupasan sebagian pada anggota Subordo Lacertilia. Sedangkan pada Ordo Chelonia dan Crocodilia sisiknya hampir tidak pernah mengalami pergantian atau pengelupasan. Mayoritas reptil adalah ovipar (bertelur) meski beberapa spesies Squamata bersifat vivipar (melahirkan). Reptil vivipar memberi makan janin mereka menggunakan sejenis plasenta yang mirip dengan mamalia. Ukuran reptil bervariasi, dari yang berukuran sekitar 1,6 cm yaitu tokek kecil (Sphaerodactylus ariasae sp) hingga yang berukuran lebih dari 6 meter dan mencapai berat 1 ton yaitu buaya air asin (Crocodylus porosus). Cabang ilmu pengetahuan alam yang mempelajari reptil adalah herpetologi. Ciri Reptilia: 1. Penutup tubuh tubuh ditutupi kulit yang kering, keras, dan bersisik pada kura-kura rangkanya mengalami modifikasi menjadi karapaks (perisai punggung dan plastron (perisai perut) yag tersusun dari protein keratin 2. Anggota tubuh bergerak dengan cara melata ular tidak mempunyai tungkai buaya, kura-kura dan cicak mempunyai dua pasang tungkai

tungkai cecak tersusun secara pararel untuk memudahkan menempel dan merambat di dinding

3. Perkembangbiakan pembuahan terjadi di dalam tubuh (fertilisaasi internal) telur yang sudah dibuahi dikeluarkan dari tubuh betina dan berkembang di alam bebas (ovipar) ada juga telur yang berada di tubuh induknya hingga menetas (ovovivipar)

Saat ini mereka menghidupi setiap benua, kecuali Antartika, dan saat ini mereka dikelompokkan sebagai: 1. Ordo Crocodilia | Yang masuk kedalam ordo ini diantaranya buaya, garhial, cayman, dan alligator. Tercatat sebanyak 23 spesies. 2. Ordo Sphenodontia | Yang masuk kedalam ordo ini adalah tuatara Selandia Baru. Tercatat sebanyak dua spesies. 3. Ordo Squamata | Yang masuk kedalam orde ini adalah kadal, ular, dan amphisbaenia (worm lizards). Tercatat sekitar 7900 spesies. 4. Ordo Testudinata | Yang masuk kedalam orde ini adalah kura-kura, penyu, terrapin. Tercatat sekitar 300 spesies.

B. Evolusi Pada Reptilia Menurut teori evolusi kehidupan berawal dan berevolusi di laut kemudian amfibi memindahkannya ke darat. Skenario evolusi ini juga menyatakan bahwa amfibi kemudian berevolusi menjadi reptil makhluk yg hanya hidup di darat. Sekali lagi skenario ini tidak masuk akal krn terdapat perbedaan-perbedaan struktural yg jauh antara dua kelompok besar hewan ini. Misalnya telur amfibi didesain utk berkembang di dalam air

sedangkan telur amniotik reptil didesain untuk berkembang di darat. Evolusi bertahap amfibi mustahil sebab tanpa telur yang didesain dengan baik dan sempurna tidak mungkin sebuah spesies dapat bertahan hidup. Selain itu seperti biasa tidak ada bukti bentuk transisi yang mestinya menghubungkan amfibi dgn reptil. Robert L. Carrol seorang ahli paleontologi vertebrata mengakui bahwa reptil-reptil awal sangat berbeda dgn amfibi dan nenek moyang mereka belum dapat ditemukan. Akan tetapi skenario evolusionis tanpa harapan ini belum juga berakhir. Masih ada masalah bagaimana membuat makhluk-makhluk ini dapat terbang! Karena mempercayai burung sebagai hasil evolusi evolusionis berkeras hati bahwa burung-burung tersebut berasal dari reptil. Akan tetapi tidak ada satu pun mekanisme khas burung dengan struktur yang sepenuhnya berbeda dengan binatang darat dapat dijelaskan dengan evolusi bertahap. Misalnya sayap sebagai satu ciri khas burung merupakan jalan buntu bagi para evolusionis. Zaman Devon Atas dan Karbon Bawah Semua reptil dan vertebrata yang lebih tinggi berkembang dari amfibi tertua yang disebut Labyrinthodontia. Bukti fosil menunjukan Labyrinthodonts sebagai satu dari Subkelas Eryops. Pada Labyrinthodontia memiliki praeoperculum (sebagai gigi) sedangkan pada Ikan, praeoperculum sebagai tempat melekat tutup insang. Reptil awal memiliki banyak kesamaan dengan Labyrinthodont amfibi, lebih daripada dengan kelompok lain hewan. Ada kesamaan dalam tengkorak, gigi, tulang, kaki dan banyak lagi. Reptil awal tidak lebih dari amfibi Labyrinthodont. Gambar tengkorak amfibi Labyrinthodont :

Zaman Karbon dan Perm

Seymouria adalah hewan peralihan diantara reptil dan amphibia (sifat yang sama dengan reptil primitif).

Seymouria Sebagai Reptilia Tertua Tidak bergantung air sebagai tempat hidup Berkembang biak dengan telur Amniota Telur dilindungi cangkang, ada selaput pelindung cadangan makanan, memilik amnion(ruang tempat tumbuh embrio).

Zaman Karbon dan Perm Reptilia yang muncul dapat dibagi menjadi : 1. Anapsida: tengkorak tanpa lubang-lubang dibelakang mata 2. Sinapsida: sebuah lubang di belakang mata, dibatasi oleh postorbitales dan squamosum 3. Parasida: lubang di belakang mata, dibatasioleh postfrontale dan supratemporale 4. Euryapsida: sebuah lubang dibatasi olehpostorbitale 5. Diapsida: dua lubang di belakang kepala Lubang-lubang tersebut berfungsi untuk meringkan tengkorak dengan tidak menghilangkan kekuatan.

Gambar Tengkorak Pada Reptil dan Evolusinya Keempat variasi pada tengkorak dasar menunjukkan mekanisme evolusi.Berawal dari satu jenis yaitu Labyrinthodontia sebagai nenek moyang reptil yang paling primitif, kemudian berevolusi menjadi empat variasi. Pada awalnya perbedaan mungkin cukup mirip, tetapi masing-masing segera berkembang menjadi kelompok-kelompok yang berbeda termasuk buaya, dinosaurus, reptil dan mamalia laut. Dengan memerhatikan gambar berikut dapat dilihat bahwa evolusi reptil. Hewan-hewan abuabu punah, yang berwarna masih terjadi. Perhatikan bahwa semua reptil euryapsid sekarang punah.

Subkelas Yang Masih Ada Hingga Saat ini 1. ANAPSIDA Anapsid termasuk kelompok hewan hewan Amniotes yag termasuk dalam Anapsida adalah Testudines (turtels,tortoises ,dan terrapins) Dibagi menjadi 2 Ordo,yaitu : 1.Ordo Cotylosauria (Punah) 2.Ordo Chelonia / Testudinata Contoh:Penyu,kura-kura Sub ordo: - Crytodira : Melipat leher vertikal atau keluar masuk kepala lurus - Pleudira : Melipat leher ke samping atau keluar masuk kepala ke samping Ordo Chelonia / Testudinata - Mudah dikenali karena bentuk tubuhnya kotak (Theca) Bagian atas warna Coklat hitam (Karapas) dan bagian bawah berwarna kuning (Plastron)

Contoh: - Coura amboensis (kura-kura) & Eretmochels imbricata (Penyu sisik)

2. DIAPSIDA Dibagi menjadi 3 Ordo : 1.Ordo Rhynchocephalia Ciri-ciri : Bentuk tubuh seperti bunglon Panjang bisa mencapai kira-kira 75 cm Mempunyai ekor tebal,pada sisi depan terdapat sisik tebal/duri Mata besar ,kelopak tidak bergerak Celah cloaka melintang (Phalagiootremata) Pada tengkorak terdapat 2 Fossa (Lekuk Pipi)

Sphenodon punctatus (tuatara) 2.Ordo Squamata Ciri-ciri: Terdapat sisi Epidermis Celah cloaka melintang Terdapat satu pasang Hemipenis Sub Ordo: - Sub ordo Lacertilia / Sauria Contoh: - Eutropis multifasciata (kadal) - Varanus komodoensis (komodo)

Haloderma suspectum ( Kadal beracun) - Sub ordo Ophidia Ciri-ciri: Tubuh memanjang ,tanpa tungkai Sisik perut berbeda dengan sisik badan Kelopak tidka dapat digerakkan Tidak mempunyai lubang telinga Rahang bawah tidak bersatu sehingga mulut terbuka lebar Susunan gigi ada beberapa macam : Contoh : - Naja trioudians (Ular sendok) - Dispodomarphus dendrophylis ( ular benang) - Matrik piscolor ( Ular air)

3.Ordo Crocodilia Ciri-ciri: Mencakup hewan-hewan yang cukup besar Kulit tebal dan didalamnya mengandung kepingan-kepingan tulang yang tersusun berderet pada bagian punggung yang tersusun rapat dan teratur membentuk deretan transversal Kepingan-kepingan tersebut berluas sehingga membentuk perisai/tameng yang disebut perisai dermal Pada bagian Ventral membentuk segi 4 dan bagian lateral bentuk bulat Struktur gigi tidak sama deretan depan biasanya lebih besar dan kuat Deretan belalakang gigi bersifat POLYPODONTH (mudah berganti kembali jika patah /putus) Mata kecil terletak baian kepala batas yang menonjol dan dapat melihat bebas pada saat berendam dalam air Tungkai berbeda ukuran bagian belakang lebih panjang,tungai berselaput pada jarijarinya ,pada saat dalm air tungkai depan tidak digunakan/dilipat dan tungkaibelakang untuk mendayung ,pada waktu buaya bergerak cepat dalm air semua tungkai dilipat dan hanya menggunakan ekor Ekor kuat,besar dan tebal ,bagianpangkal bentuk segi 4 dan semakin ke ujung pipih bilateral Ekor digunakan sebagai pemukul mangsa dengan cara dikibaskan kuat-kuat (Pada saat di darat) Buaya bersifat ovipar yang membuat sarang dengan cara meggali lubang di dalam tanha/pasir lalu ditimbun dengan pasri,lumpur atau ranting kayu

Contoh: - Crocodilus porosus

Kesimpulan

Berdasarkan teori yang diatas dapat diketahui bahwa semua makhluk hidup harus beradaptasi dengan lingkungan untuk menjaga keturunannya dari kepunahan. Hal ini yang menyebabkan beberapa spesies punah seperti pada Ordo Cotylosauria. Kepunahan tersebut bisa terjadi karena spesies tersebut tidak bisa beradaptasi terhadap lingkungannya,adanya predator,bencana alam dan sumber makanan. Pada kelas reptil dan amphibi mempunyai kesamaan bentuk organ dalam tengkorak, gigi, tulang, kaki dll. Sedangkan perbedaannya adalah baik secara evolusi,perkembangbiakan,mekanisme pertahanan tubuh dll. Beberapa hal tersebut merupakan faktor yang mempengaruhi evolusi yang terjadi pada suatu spesies. Faktor-faktor tersebut yang akhirnya mengarah munculnya teori-teori tentang evolusi.

Daftar Pustaka

http://www.all-about-reptiles.com [Diakses Pada Tanggal 8 November 2012] Dahler, Franz & Julius Chandra. Edisi XI 1993. Asal dan Tujuan Manusia. Penerbit Kanisius; Yogyakarta. Campbell, N.A., J.B. Reece, L.G. Mitchell. 2002. Biologi. Terj. dari Biology; oleh Lestari, R. dkk. Erlangga, Jakarta