Anda di halaman 1dari 6

Nama : Dian Fitriahwati NPM : 180610080029 Matkul : Pengantar Keitairon

Jelaskan Proses Morfologis dalam bahasa jepang disertai 10 contoh! Jawaban Proses Morfologis adalah proses pembentukan kata dari suatu bentuk dasar menjadi suatu bentuk jadian. Proses morfologi dalam bahasa jepang meliputi afiksasi (pengimbuhan / setsuji), Reduplikasi (pengulangan / Juufuku), dan Komposisi (Pemajemukan / Fukugougo). 1. Afiksasi (pengimbuhan / setsuji) Adalah pembentukan kata dengan membubuhkan afiks pada morfem dasar, baik morfem bebas maupun morfem dasar terikat. (Muchtar, 2000: 35) Setsuji terbagi atas 3 jenis, yaitu : a. Prefiks () b. Sufiks () c. Infiks

a. Contoh Prefiks (awalan ) adalah * prefiks yang meiliki kesan formal, hormat. Okayu <= o- + kayu Prefiks penghalus Shiang, Tjhin Thian. 2007. Percakapan Bahasa Jepang : Metode Gakushudo. Jakarta : Penerbit Gakushudo. Omochi <= o- +mocha Prefiks penghalus Shiang, Tjhin Thian. 2007. Percakapan Bahasa Jepang : Metode Gakushudo. Jakarta : Penerbit Gakushudo.

prefiks yang memiliki makna tiap, setiap. Prefiks+Noun

kakkoku <= /kaku-/ + /-koku/ Terjadi pelesapan fonem /u/ : kakkou <= /kaku-/ + /-kou/ Terjadi pelesapan fonem /u/ kakko <= /kaku-/ + /-ko/ Terjadi pelesapan fonem /u/ * prefiks yang memiliki makna seluruh. : zenpan <= /zen-/ + /-han/ Terjadi perubahan fonem /h/ -> /p/ : zenpai <= /zen-/ + / hai/ Terjadi perubahan fonem /h/ -> /p/ b. Contoh Sufiks (akhiran) adalah sufiks yang memiliki makna biaya, uang. : chingin <= /chin-/ + /-kin/ Terjadi perubahan fonem /k/ -> /g/ : shukkin <= /shutsu-/ + /-kin/ Terjadi perubahan fonem /t/ -> /k/ Terjadi pelesapan fonem /s/ dan /u/ sufiks yang memiliki makna perasaan. : kanjin <= /kan-/ + /-shin/ Terjadi perubahan fonem /s/ -> /j/ Terjadi pelesapan fonem /h/ c. Contoh Infiks Infiks dalam bahasa Jepang secara umum tidak ada, namun terlihat dalam contoh : -> <= /miru/ -> /mi/ /e/ /ru/ Terjadi penambahan fonem /e/ pada kata miru. 2. Reduplikasi (pengulangan / juufuku) Adalah pengulangan bentuk satuan gramatikal, baik seluruhnya maupun sebagian baik disertai variasi maupun tidak. Dalam bahasa Jepang onomatopeia juga merupakan unsur yang mengalami proses pengulangan. a. kata ulang dari bentuk dasarnya Contoh : N + N = N

(dewa-dewa) : kamigami <= /kami-/ + /-kami/ Terjadi perubahan fonem /k/ menjadi /g/ (negara-negara) : kuniguni <= /kuni-/ + /-kuni/ Terjadi perubahan fonem /k/ menjadi /g/ : Iroiro <= iro (N) + iro (N) Kata tersebut termasuk ke dalam verba ulang, yang mengulang secara keseluruhan. Shiang, Tjhin Thian. 2007. Percakapan Bahasa Jepang : Metode Gakushudo. Jakarta : Penerbit Gakushudo. Samazama <= sama (N) + sama (N) Dalam kata tersebut terjadi perubahan fonem /s/ menjadi fonem /z/. Shiang, Tjhin Thian. 2007. Percakapan Bahasa Jepang : Metode Gakushudo. Jakarta : Penerbit Gakushudo. Adv + Adv = Adv (diam-diam) : mokumoku <= /moku-/ + /-moku/

Tidak terjadi perubahan (macam-macam) : iroiro <= /iro-/ + /-iro/ Adj + Adj = Adj (cepat-cepat) : hayabaya <= /haya-/ + /-haya/

Terjadi perubahan fonem /h/ menjadi /b/ : wazawaza

Kata tersebut termasuk ke dalam verba ulang, yang mengulang secara keseluruhan. Shiang, Tjhin Thian. 2007. Percakapan Bahasa Jepang : Metode Gakushudo. Jakarta : Penerbit Gakushudo. b. kata ulang yang mengalami proses afiksasi Contoh : Adv + Adv = Adv = (kemuda-mudaan) : wakawakashii <= /waka-/ + /-waka-/ + /shii/ /shii/ sebagai imbuhan akhiran Monomonoshii <= mono (N) + mono (N)+ -shii

Kata tersebut termasuk ke dalam verba ulang, yang mengulang secara keseluruhan. Akiyama, Nabuo et al.1996. Japanese Idioms. New York : Barons Educational Series, Inc.

3. Kombinasi (fukugougo) Nomura (1992 : 185) juga membagi fukugougo menjadi 3 pola yaitu a. hosokukankei hubungan pelengkap Noun + Adj = (warna hitam) : iroguro <= /iro-/ + /-kuro/ Terjadi perubahan fonem /k/ menjadi /g/ Noun + Verb = (pemakaian warna) : irozukai <= /iro-/ + /-tsukai/ Terjadi perubahan fonem /t/ menjadi /z/ Terjadi pelesapan fonem /s/ Adj + Verb = (Akahaji) <= /akai/ + /haji/ Dalam kata tersebut terjadi proses pelesapan fonem /i/ yang disebut elipsis atau on in datsuraku Dalam bahasa Indonesia contohnya adalah bekerja. Fonem /r/ pada morfem berhilang akibat pertemuan morfem itu dengan bentuk dasar yang berawal dengan fonem /r/

Akiyama, Nabuo et al.1996. Japanese Idioms. New York : Barons Educational Series, Inc. b. shuushokukankei hubungan penerang Adj + Verb = (tidur cepat) : hayane <= /haya-/ + /neru/ Terjadi pelesapan fonem /r/ dan /u/ Verb + Verb = (membaca sambil berdiri) tachiyomi <= /tachi-/ + /-yomu/ Terjadi perubahan fonem /u/ menjadi /i/ Adj + Noun = (muka bulat) : marugao <= /maru-/ + /-kao/ Terjadi perubahan fonem /k/ menjadi /g/ Dalam kata tersebut terjadi perubahan fonem /k/ menjadi fonem /g/ yang disebut shin koutai (perubahan konsonan) Shiang, Tjhin Thian. 2007. Percakapan Bahasa Jepang : Metode Gakushudo. Jakarta : Penerbit Gakushudo. Noun + Adj = (Monozuki) <= /mono/ + /suki/ Dalam kata tersebut terjadi perubahan fonem /s/ menjadi fonem /z/ yang disebut disimilasi atau on in koutai. Akiyama, Nabuo et al.1996. Japanese Idioms. New York : Barons Educational Series, Inc.

Noun + Verb = (Kaishagaeri) <= /kaisha/ + /kaeru/ (v) Dalam kata tersebut terjadi perubahan fonem /k/ menjadi fonem /g/ yang disebut on in koutai Shiang, Tjhin Thian. 2007. Percakapan Bahasa Jepang : Metode Gakushudo. Jakarta : Penerbit Gakushudo. Noun + Noun = (rak buku) : todana <= /to-/ + /-tana/ Terjadi perubahan fonem /t/ menjadi /d/

c. tairitsukankei hubungan perlawanan Noun + Noun = (tangan kaki) : teashi <= /te-/ + /-ashi/ Tidak terjadi perubahan Verb + Verb = (jual beli) : urikai <= /uru-/ + /-kau/ Terjadi perubahan fonem /u/ menjadi /i/ Adj + Adj = (suka benci) : sukikirai <= /suki-/ + /-kirai/ Tidak terjadi perubahan