Anda di halaman 1dari 12

40

BAB IV
METODE PENELITIAN

4.1 Rancangan Penelitian
Penelitian ini merupakan kasus-kontrol yaitu dengan metode retrospective
study dengan pendekatan kasus kontrol yaitu penelitian analitik yang bersifat
observasional, yakni dengan membandingkan antara sekelompok orang yang
menderita penyakit (kasus) dengan sekelompok lainnya yang tidak menderita
penyakit (kontrol), kemudian dicari faktor penyebab timbulnya penyakit tersebut.
Penelitian retrospektif merupakan penelitian untuk mengetahui faktor-
faktor yang menyebabkan kejadian sakit.
32
Adapun skema dari penelitian ini
adalah sebagai berikut :

Gambar 3.2 Penelitian Retrospektif .

Keterangan :
FR = faktor risiko
- = kondisi fisik rumah tidak memenuhi syarat
+ = kondisi fisik rumah memenuhi syarat


41

4.2 Variabel Penelitian
Variabel penelitian yaitu gejala yang menjadi fokus peneliti untuk diamati
dalam penelitian ini terdapat satu variabel bebas (X) dan satu variabel terikat
(Y).
33

4.2.1 Variabel Terikat (dependent variabel)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas.
33

Variabel terikat adalah kejadian pneumonia pada anak balita.
4.2.2 Variabel Bebas (independent variabel)
Variabel bebas adalah variabel yang menjadi sebab timbulnya atau
berubahnya variabel terikat atau variabel yang mempengaruhi.
33
Variabel bebas dalam penelitian ini adalah jenis lantai rumah, kondisi
dinding rumah, luas ventilasi rumah, tingkat kepadatan hunian dan tingkat
kelembaban.

4.3 Populasi dan Sampel Penelitian
4.3.1 Populasi
Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek atau subyek
yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti
untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
33
Populasi pada penelitian ini adalah seluruh balita yang berisiko menderita
pneumoni yang tercatat dalam register MTBS di UPTD Puskesmas Kadipaten
pada bulan Juli Desember tahun 2010 sebanyak 408 kasus.
42

4.3.2 Sampel
Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh
populasi tersebut.
33
Sampel dalam penelitian ini sebagian pasien balita penderita
pneumoni yang tercatat dalam Register MTBS di UPTD Puskesmas Kadipaten
pada bulan Juli Desember tahun 2010.
Untuk menentukan besar sampel penelitian kasus-kontrol yang tidak
berpasangan digunakan rumus sebagai berikut :
34

(Z \2PQ + Z| \P
1
Q
1
+ P
2
Q
2
)
2

n1 = n2 = ----------------------------------------
(P
1
P
2
)
2


Keterangan :
n = Jumlah sampel
P
2
= Perkiraan proporsi efek pada kontrol (50% = 0,5)

(OR) P
2

P
1
= -----------------------
(OR) P
2
+ (1 P
2
)

(2) 0,5
P
1
= -----------------------
(2) 0,5 + (0,5)

= 0,667

P = (P
1
+ P
2
) = 0,5853
OR = P
1
(1P
2
) / P
2
(1P
1
) = 0,667 (10,5) / 0,5 (10,667) = 2,00
Q = 1 p = 0,4165
Q1 = 1 P
1
= 1 0,667 = 0,333
Q2 = 1 P
2
= 1 0,5 = 0,5
Z

= 1,960
Z|
|
= 0,842 ( | = 0,20 = 20%)


(1,960 \2*0,5835*0,4165 + 0,842 \0,667*0,333 + 0,5*0,5)
2

n1 = n2 = -----------------------------------------------------------------------
(0,667 0,5)
2


= 135,5 ~ 136
43

Berdasarkan perhitungan di atas, maka besar sampel minimal untuk kasus
sebanyak 136. Dengan demikian, sampel kontrol diambil 1 kali jumlahnya dari
kasus yaitu 136 orang (balita bukan pneumonia). Penetapan besar sampel minimal
tersebut dengan pertimbangan waktu, biaya dan dan tenaga.
Cara pengambilan sampel adalah sebagai berikut :
1. Prosedur Pengambilan Sampel Kasus
1) Menentukan jumlah sampel dengan ketentuan apabila jumlah kasus
yang tercatat lebih dari sample size, maka dilakukan simple random
sampling, dengan langkah sebagai berikut :
(1) Membuat daftar list balita kemudian dijadikan sampling frame
(kerangka sampel).
(2) Melakukan prosedur simple random sampling dengan
mengambil angka sebagai random start, kemudian
menggunakan tabel angka acak dan menentukan satu per satu
dari list tersebut sampai jumlah sampel terpenuhi.
2) Apabila jumlah kasus yang tercatat kurang dari sample size, maka
diambil seluruh kasus (total kasus) dan dilakukan peningkatan
perbandingan jumlah kontrol menjadi 1 : 2 dengan tujuan
meningkatkan kekuatan studi (|), meningkatkan presisi dan
mengurangi kesalahan acak.
33




44

2. Prosedur Pengambilan Sampel Kontrol
Pengambilan kontrol berasal dari wilayah kerja UPTD Puskesmas
Kadipaten berdasarkan kriteria seperti dalam kasus, kemudian
dilakukan dengan langkah sebagai berikut :
1) Membuat daftar list balita pada Register MTBS UPTD Puskesmas
Kadipaten, kemudian dijadikan sampling frame (kerangka sampel).
2) Melakukan prosedur simple random sampling dengan mengambil
angka sebagai random start, kemudian menggunakan tabel angka
acak dan menentukan satu per satu dari list tersebut sampai jumlah
sampel terpenuhi.
Kriteria inklusi sampel kasus meliputi:
1. Balita yang berumur 1 - 5 tahun
2. Dinyatakan menderita pneumonia oleh dokter/petugas paramedis
terlatih.
3. Status imunisasi lengkap
4. Status gizi baik
5. Bertempat tinggal di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadipaten
Sedangkan kriteria eksklusi sampel kasus adalah balita yang berumur
kurang dari 5 tahun yang menderita pneumonia disertai batuk rejan, TBC, Asma
dan jantung.



45

4.4 Instrumen Penelitian
Kuesioner yaitu cara pengumpulan data atau suatu masalah yang pada
umumnya banyak menyangkut kepentingan umum.
32
Instrumen penelitian yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu :
1. Kuesioner, yang berisikan pertanyaan tentang variabel yang diteliti.
Kuesioner yang digunakan berdasarkan formulis Inspeksi Sanitasi
Rumah Sehat dari Depkes RI.
2. Dokumentasi, yaitu sejumlah data-data atau informasi dari Dinas
Kesehatan Kabupaten Majalengka dan UPTD Puskesmas Kadipaten
berupa data tentang balita dengan penumonia serta alamat responden.
3. Meteran untuk mengukur luas ventilasi rumah dan hygrometer untuk
mengukur tingkat kelembaban.
4. Komputer dan kalkulator, yaitu alat yang digunakan untuk mengolah
data-data yang diperoleh serta yang digunakan dalam penyusunan
laporan penelitian.

4.5 Metode Pengumpulan Data
4.5.1 Data Primer
Data primer adalah bila pengambilan data dilakukan secara langsung oleh
peneliti terhadap sasaran atau obyek penelitian.
Data primer adalah data yang langsung diambil atau diperoleh dari
responden dengan menggunakan daftar pertanyaan (kuesioner) dan menggunakan
alat (meteran dan hygrometer).
46

4.5.2 Data Sekunder
Data sekunder bila pengambilan data yang diinginkan diperoleh dari orang
lain atau tempat laindan bukan dilakukan oleh peneliti sendiri. Data yang
diperoleh dari instansi terkait yang ada hubungannya dengan penelitian ini. Dalam
hal ini data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka dan
UPTD Puskesmas Kadipaten.

4.6 Pengolahan Data
Pengolahan data dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut :
4.6.1 Penyuntingan (Editing)
Setiap lembar instrumen yang sudah diisi adalah dokumen tentang data
setiap responden pada sampel penelitian. Jumlah lembaran itu sama dengan
jumlah satuan analisis pada sampel. Apabila instrumen itu sudah terkumpul,
diteliti apakah seluruh item sudah diisi atau dijawab secara benar (valid). Lembar-
lembar instrumen yang tidak diisi lengkap atau ada item yang diisi atau tidak
valid, dipisahkan dari yang lainnya untuk sedapat mungkin dibetulkan kembali
dengan menghubungi responden yang bersangkutan.
4.6.2 Pemberian Kode (Coding)
Tahap selanjutnya setelah editing adalah pemberian kode (sandi) pada
variabel dan data yang telah terkumpul melalui lembar instrumen.
4.6.3 Pemeriksaan Data (Sorting)
Data hasil penelitian oleh peneliti akan diperiksa apakah data tersebut
lengkap atau ada yang tidak lengkap.
47

4.6.4 Pemasukan Data (Entry)
Sebelum dilakukan pemasukan data, maka dibuat templete entry data
dengan menggunakan perangkat lunak MS Excel.
4.6.5 Pembersihan Data (Cleaning)
Pembersihan data (cleaning) meliputi :
1. Kelengkapan data
2. Kelengkapan variabel yang diamati
3. Jumlah balita sesuai dengan nomor registrasi
4. Distribusi frekuensi masing-masing variabel sesuai dengan jumlah
responden
4.6.6 Pengeluaran Informasi
Hasil pengolahan data dibuat dalam bentuk tabel distribusi frekuensi dan
tabel silang (2x2) untuk menghitung nilai probabilitas (nilai p), nilai Chi square
dan nilai Odd Ratio (OR).

4.7 Analisis Data
Analisis data dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan variabel
bebas (independent) dengan variabel terikat (dependent). Analisis data akan
dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 16.0.
Langkah Langkah analisis data sebagai berikut :
4.7.1 Analisis Univariat
Analisis univariat dimaksudkan untuk mendeskripsikan masing-masing
variabel bebas yaitu lantai rumah, kondisi dinding rumah, luas ventilasi rumah,
48

tingkat kepadatan hunian dan kelembaban serta variabel terikat yaitu kejadian
pneumonia.
Adapun rumus yang digunakan untuk mencari distribusi frekuensi adalah :
P = % 100
n
f

Keterangan :
P = proporsi
f = frekuensi kategori
n = jumlah sampel


4.7.2 Analisis Bivariat
Analisis ini bertujuan untuk melihat hubungan antara dua variabel yaitu
variabel bebas dan variabel terikat. Uji yang dipakai adalah uji Chi square
dengan batas kemaknaan = 0,05 dan derajat kebebasan df = 1. Selain itu
dilakukan juga analisis Odds Ratio (OR) karena rancangan penelitian ini adalah
kasus kontrol dengan tujuan untuk mengetahui besarnya risiko masing-masing
variabel bebas terhadap variabel terikat.
Odds Ratio (OR) merupakan perbandingan antara odds pada kelompok
kasus dibandingkan odds pada kelompok kontrol.
Langkah-langkah analisis bivariat adalah sebagai berikut :
1. Membuat Tabel Silang (2 x 2)
Tabel 4.1 Tabel Silang (2 x 2)
Variabel Bebas
Variabel Terikat
(Kejadian Pneumonia)
Total
Pneumonia Bukan Pneumonia
Faktor risiko (+) a b a+b (m1)
Faktor risiko (-) c d c+b (m2)
a+c (n1) b+d (n2) n
Keterangan :
a = Pneumonia, faktor risiko +
b = Bukan Pneumonia, faktor risiko +
c = Pneumonia, faktor risiko
d = Bukan Pneumonia, faktor risiko

49

2. Menghitung nilai Chi-square yaitu :
_
2
=
( ) | |
( ) 2 1 2 1
2
m m n n
n bc ad



Apabila terdapat sel yang kosong atau nilai < 5, maka digunakan Fisher Exact
dengan rumus :
_
2
=
( )
( ) 2 . 1 . 2 . 1
.} ] 2 / {[
2
m m n n
N bc ad N

3. Menentukan besarnya risiko (Odss Ratio/OR) dengan rumus :
OR = ad/ bc
Odds kelompok pneumonia =


Odds kelompok bukan pneumonia =


OR = 1, artinya tidak ada pengaruh antara faktor risiko terhadap
kejadian pneumonia
OR < 1, artinya faktor risiko negatif atau bersifat protektif
OR > 1, artinya faktor risiko positif atau bersifat etiologi/merupakan
faktor penyebab
4. Menentukan uji kemaknaan hubungan dengan cara membandingkan nilai p (p
value) dengan nilai = 0,05 pada taraf kepercayaan 95% dan derajat
kebebasan= 1 dengan kaidah keputusan sebagai berikut:
1) Nilai p (p value) s 0,05, maka H
0
ditolak, yang berarti ada hubungan yang
bermakna antara variabel bebas dengan variabel terikat.
2) Nilai p (p value) > 0,05, maka H
0
gagal ditolak, yang berarti tidak ada
hubungan yang bermakna antara variabel bebas dengan variabel terikat.

50

4.8 Waktu dan Tempat Penelitian
Penelitian ini dilakukan pada Minggu IV Januari 2011 sampai dengan
Minggu I Februari 2011.
Tempat penelitian di wilayah kerja UPTD Puskesmas Kadipaten Kecamatan
Kadipaten Kabupaten Majalengka.

4.9 Etika Penelitian
Etika penelitian menggunakan prinsip-prinsip sebagai berikut :
1. Peneliti mempersiapkan formulir persetujuan subyek (informed
consent) yang terdiri dari:
1) penjelasan manfaat penelitian
2) penjelasan kemungkinan risiko dan ketidaknyamanan yang dapat
ditimbulkan
3) penjelasan manfaat yang akan didapatkan
4) persetujuan peneliti dapat menjawab setiap pertanyaan yang
diajukan subyek berkaitan dengan prosedur penelitian
5) persetujuan subyek dapat mengundurkan diri kapan saja
6) jaminan anonimitas dan kerahasiaan.
2. Peneliti menggunakan koding (inisial atau identification number)
sebagai pengganti identitas responden.
3. Peneliti mempertimbangkan aspek keadilan gender dan hak subyek
untuk mendapatkan perlakuan yang sama baik sebelum, selama,
maupun sesudah berpartisipasi dalam penelitian.
51

4. Peneliti melaksanakan penelitian sesuai dengan prosedur penelitian
guna mendapatkan hasil yang bermanfaat semaksimal mungkin bagi
subyek penelitian dan dapat digeneralisasikan di tingkat populasi
(beneficence). Peneliti meminimalisasi dampak yang merugikan bagi
subyek (nonmaleficence).