Anda di halaman 1dari 18

Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 1

-
ANALISA DIMENSI DAN STRUKTUR ATAP
MENGGUNAKAN METODE DAKTILITAS TERBATAS
M. Ikhsan Setiawan
ABSTRAK
Sttruktur gedung Akademi Keperawatan Universitas Muhammadiyah Surabaya
direncanakan ulang dengan menggunakan metode Daktilitas Terbatas. Dimana gedung
tersebut direncanakan sedemikian rupa dengan pendetailan khusus sehingga mampu
berperilaku inelastis terhadap beban siklis gempa tanpa mengalami keruntuhan getas.
Dalam hal ini beban gempa rencana harus diperhitungkan dengan menggunakan faktor
jenis struktur, K=2. Data umum dalam perencanaan penelitian ini sebagai berikut:
Analisa struktur ini meliputi perencanaan struktur atap baja dan plat beton,
perencanaan struktur primer balok dan kolom, serta perencanaan struktur sekunder
plat lantai dan tangga. Untuk perencanaan struktur bangunan bawah meliputi pondasi
tiang pancang, poer, dan sloof. Beban gempa pada struktur dihitung dengan metode
beban statis ekivalen (BSE), sedangkan untuk analisa struktur menggunakan progran
SAP 2000 versi 7.42. Output yang dihasilkan Analisa dengan Metode SAP 2000 ini
diwujudkan dalam bentuk laporan perhitungan struktur dan gambar-gambar detail baik
arsitektur maupun struktur yang dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan
pembangunan.
Kata Kunci: atap, dimensi, daktilitas terbatas, SAP 2000
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Dalam penelitian ini dilakukan analisa perencanaan pembangunan Gedung
Universitas Muhammadiyah Surabaya yang berstruktur beton precast dengan daktilitas
dua atau terbatas. Perhitungan struktur dengan daktilitas dua dirancang agar bangunan
dapat berperilaku inelastis terhadap beban siklis gempa tanpa mengalami keruntuhan
getas, beban geser dasar akibat gempa untuk perancangan dengan daktilitas dua harus
ditentukan menurut Standar Tatacara Perhitungan struktur beton Untuk Bangunan
Gedung 1991 dengan ketentuan, bahwa nilainya harus dihitung berdasarkan nilai
faktor jenis struktur sekurang-kurangnya K 2.
Perumusan Masalah
1. Berapa dimensi gording, ikatan angin, kuda-kuda dan analisa sambungan kuda-
kuda?
2. Berapa kebutuhan tulangan lentur, geser dan torsi yang diperlukan sebagai penguat
struktur?
Batasan Masalah
Perencanaan untuk struktur bangunan atas dan bawah dengan tingkat daktilitas 2. Beban
gempa dihitung dengan Beban Statik Ekivalen dan analisa struktur dengan SAP 2000.
1. Perencanaan dan Perhitungan Bangunan Atas, meliputi :
a. Struktur Atap : Rangka Baja dan Pelat Beton
2. Analisa Struktur
a. Menggunakan metode daktilitas 2
2 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
b. Perhitungan mekanika struktur (kecuali struktur pelat lantai) untuk mendapatkan
gaya-gaya dalam bidang (bidang M, D, N) menggunakan Program Bantu SAP
2000 Non Linear.
METODE PENELITIAN
Gambar 3 Diagram Alir Perencanaan
Data umum bangunan :
Data umum bangunan:
Nama Gedung : Gedung Akademi Keperawatan UNMUH
Lokasi : Jl. Sutorejo 59 Mulyosari Surabaya
Luas Bangunan : 1818 m
2
Tinggi Bangunan : 12 m
Data Bahan :
Mutu Beton (fc) : 25 MPa
Mutu Baja (fy) : 390 MPa (BJ 37) untuk tulangan utama
240 MPa (BJ 37) untuk tulangan geser
Data Tanah
Data tanah yang digunakan adalah data tanah dari laboraturium seperti yang
terlampir.
PERHITUNGAN DIMENSI
Data-Data Perhitungan
Bahan kuda-kuda : Baja Wide Flange (WF) Shape
Bahan gording : Baja Light Lip Chanels
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 3

-
Mutu baja : BJ 37 ( = 1600 kg/cm2)
Jenis bangunan : Konstruksi tertutup
Bahan penutup atap : Genting
Bentang kuda-kuda : 18 m
Jarak kuda-kuda : 8 m
Jenis atap : Pelana
Jarak antar gording : 1.04 m
Sudut kemiringan () : 30
Penggantung gording : 2 buah
Gambar 4. Rencana Struktur Atap
Perhitungan Gording
Kontrol usuk
Pembebanan
Q atap + rangka :
100
50 5 , 0 x
= 0,25 kg/m
Perhitungan momen
L = 1,04 m
P = 100 kg
q = 0,25 kg/m
Gambar 5 Peninjauan Momen
M =
8
1
.q.l
2
+
4
1
.p.l=
8
1
.0,25.104
2
+
4
1
.100.104= 2938 kg cm
Kontrol tegangan kayu usuk 5/7 ( = 150 kg/m
2
, untuk kayu mutu A
kelas I) harus memenuhi persyaratan control tegengan sebagai berikut

4 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
=
W
M
= .
. . 6 / 1 h b
M

=
7 . 5 . 6 / 1
2938
= 71,96 kg/cm
2
< 150 kg/cm
2
(ok)
Kontrol lendutan
= 0,02 + 0,13 = 0,15 cm < = 0,42 cm (ok)
dimana : E = Modulus kayu kelas I (125000 kg/cm
2
) pada PPKI
I =Momen Inersia Kayu (
12
1
.b.h
3
)
Jadi dengan jarak gording 104 cm kayu usuk 5/7 bisa digunakan karena memenuhi
syarat tegangan dan lendutan ijin untuk dipakai.
Perencanaan Gording
Direncanakan pakai gording Light Lip Channels C 150 x 75 x 20 x 4,5
1
5
0
4,5
20
75
Gambar 6: Profil Gording
Berat sendiri (q) = 7,5 kg/m
Momen Inersia (Ix) = 489 kg/m
4
Momen Inersia (Iy) = 99,2 kg/m
4
Section modulus (Wx) = 72,1 cm
3
Section Modulus (Wy) = 16,8 cm
3
Perhitungan Pembebanan
q
q cos a
q

s
i
n

a
Gambar 7. Peninjauan Beban
1. Beban Mati
Berat Total (q
d
total) =89,89 kg/m
q
dx
= 89,89 (sin 30) = 44,95 kg/m
q
dy
= 89,89 (cos 30) = 77,85 kg/m
2. Beban Hidup
a. Beban Terpusat
P
x
= 100 (cos 30) = 86,6 kg
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 5

-
b. Beban Air Hujan
q = W x jarak gording
= 16 x 1,04
= 16,64 kg/m
q
lx
= 16,64 (sin 30) = 8,32 kg
q
lx
= 16,64 (cos 30) = 14,41 kg
3. Beban Angin
q
w
= 40 {(0,02 x 30) 0,4} x 1,04 = 8,32 kg/m
Kombinasi Pembebanan
- 1 + 2 Mx = 359,6 + 100 = 459,6 kgm
My = 69,2 + 157,73 = 126,93 kgm
- 1 + 3 + 4 Mx = 359,6 + 0 + 66,56 = 426,16 kgm
My = 69,2 + 7,4 + 12,81 = 76,6 kgm
Dari kombinasi momen di atas yang menentukan adalah ;
Mx = 459,6 kgm
My = 126,93 kgm
Perencanaan Penggantung Gording
Pembebanan Gording
- Beban Mati
Berat Total (q
d
total) = 89,89 kg/m
- Beban Hidup
Beban Pekerja = 100 kg/m
2
Perhitungan Penggantung Gording
10
12
11
8
9
7
6
3
4
5
2
1
104
250
Gambar 8: Penggantung Gording
= arc tg
67 , 2
04 , 1
= 21,28
0
P
x
= 50 kg
q
x
= 44,95 kg/m
a = q
x
.L
= 44,95.1,04 = 46,75 kg
Q
x
= a + P
x
= 46,75 + 50 = 96,75 kg
n = 12
6 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
A =
sin .
. 12
x
Q
=
28 , 21 sin . 1600
75 , 96 . 12
= 1,98 cm
2
=

A . 4
=

98 , 1 . 4
= 1,58 cm
Maka dipakai penggantung gording 16 mm.
Perhitungan Ikatan Angin
Kontrol batang tarik berdasarkan PPBBI 89 Ps. 3.4.
500
51 , 4
2
02 , 9
l
d
cm l
>
= =
dimana : l = panjang ikatan angin
d
min
= 9 , 0
500
451
=
jadi dipakai diameter ikatan angin 19 mm
Perhitungan Kuda Kuda
Pada perencanaan atap baja ini menggunakan profil baja WF 350.175.7.11 yang
mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
L kuda-kuda = 1039,23 cm
Q = 49,6 kg/m
A = 63,14 cm
2
Ix = 13600 cm
4
Iy = 984 cm
4
Wx = 775 cm3
Wy = 112 cm3
ts = 11 mm
tb = 7 mm
ix = 14,7 cm
iy = 3,95 cm
Dari analisa struktur didapatkan data-data sebagai berikut :
Momen perletakan kiri = 2028,11 Kg-m
Momen perletakan kanan = 1607,17 Kg-m
Momen perletakan tengah = 1590,86 Kg-m
Gaya aksial (N) = 3052 Kg
Kontrol Tegangan Maksimum
= 69 , 70
7 , 14
23 , 1039
= =
ix
L
= 1,478

max
= 71 , 276
14 , 63
3052 478 , 1
775
159086 .
=

+ = +
A
P
W
M
x

kg/cm
2

max
= 276,71 kg/cm
2
< = 1600 kg/cm
2
Maka profil WF 350.175.7.11 dapat dipakai sebagai kuda kuda.
Perhitungan Setengah Kuda Kuda
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 7

-
Pada perencanaan setengah kuda - kuda ini menggunakan profil baja WF 100.100.6.8
yang mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
L kuda-kuda = 206 cm
Q = 17,2 kg/m
A = 21,9 cm2
Ix = 383 cm4
Iy = 134 cm4
Wx = 76,5 cm3
Wy = 26,7 cm3
ts = 8 mm
tb = 6 mm
ix = 4,18 cm
iy = 2,47 cm
Dari analisa struktur didapatkan data-data sebagai berikut :
M = 626,54 Kg-m
N = 204,83 Kg
D = 354,76 Kg
Kontrol Tegangan Maksimum
= 9 , 42
8 , 4
206
= =
ix
L
= 1,169

max
= 94 , 829
9 , 21
83 , 204 169 , 1
5 , 76
62654 .
=

+ = +
A
P
W
M
x

kg/cm
2

max
= 829,94 kg/cm
2
< = 1600 kg/cm
2
Maka profil WF 100.100.6.8 dapat dipakai sebagai setengah kuda kuda.
Perhitungan Kolom Pendek Kuda Kuda
Pada perencanaan kolom pendek ini menggunakan profil baja WF 350.175.7.11 yang
mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
L kuda-kuda = 120 cm
Q = 49,6 kg/m
A = 63,14 cm
2
Ix = 13600 cm
4
Iy = 984 cm
4
Wx = 775 cm3
Wy = 112 cm3
ts = 11 mm
tb = 7 mm
ix = 14,7 cm
iy = 3,95 cm
Dari analisa struktur didapatkan data-data sebagai berikut :
M = 1817,77 Kg-m
N = 3133,26 Kg
D = 2456,28 Kg
Kontrol Tegangan Maksimum
8 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
= 16 , 8
7 , 14
120
= =
ix
L
= 1,000

max
= 17 , 284
14 , 63
26 , 3133 000 , 1
775
181777 .
=

+ = +
A
P
W
M
x

kg/cm
2

max
= 284,17 kg/cm
2
< = 1600 kg/cm
2
Maka profil WF 350.175.7.11 dapat dipakai sebagai kolom pendek kuda
kuda.
Perhitungan Sambungan
Sambungan Kuda Kuda dan Kolom Pendek
64,15
Gambar 13. Detail Sambungan Kuda Kuda Dan Kolom Pendek
Dari analisa struktur didapat data data sebagai berikut :
M = 140157 kgcm
D = 2456,28 kg
N = 3086,29 kg
Kontrol tegangan :
2
/ 1600 73 , 229
775
140157
14 , 63
29 , 3086
cm kg
W
M
A
N
x
s = + = + =
Sambungan Baut
Direncanakan baut = 19 mm
A = ..
2
= 2,84 cm
2
d
2
=
2
4
2
3
2
2
2
1
d d d d + + +
= 12,5
2
+ 22
2
+ 31
2
+ 40,5
2
= 3241,5 cm dmak = 40,5 cm
Tegangan ideal :
2 2 2 2
) 24 , 129 ( 56 , 1 3 , 308 56 , 1 + = + =
= 348,02 kg/cm
2
< 1600 kg/cm
2
OK!
Sambungan Las
A = 2 ( b + d
1
) + 2 ( b + d
2
)
= 2 ( 17,5 + 40,42 ) + 2 ( 17,5 + 12,09 ) = 175,02 cm
2
W =
3
.
3
.
2 2
d
d b
d
d b + + +
=
3
09 , 12
) 09 , 12 5 , 17 (
3
45 , 40
) 42 , 40 5 , 17 (
2 2
+ + +
= 1467,55 cm
3
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 9

-
Kontrol tegangan
- Akibat Momen
2
/ 5 , 95
55 , 1467
140157
cm kg
W
M
= =
- Akibat Geser
Gambar 14: Detail Las
2
/ 97 , 20
02 , 175
35 , 3670
cm kg
A
Pv
v
= = =
2 2 2 2 2
/ 17 , 102 ) 97 , 20 ( 3 5 , 95 ) ( 3 cm kg
v idiil
= + = + =
2 2 2 2 2
/ 78 , 97 97 , 20 5 , 95 ) ( cm kg
H tot
= + = + =
= 0,61600 = 960 kg/cm2
tc = 11 , 0
960
17 , 102
= >

tot
diambil 0,5 cm
- Kaki alas
a = 71 , 0
707 , 0
5 , 0
707 , 0
= =
c
t
Tebal plat penyambung
t
max
= a
max
+ 0,1
= 0,71 + 0,1
= 0,81 cm
ladi diambil tebal plat penyambung minimal 1 cm
Kontrol :
Tc 1/2.t.2
0,5 12
0,5 0,71 .. OK!
10 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
Sambungan Overstek dan Kolom Pendek
Gambar 15: Detail Sambungan Overstek dan Kolom
Dari analisa struktur didapat data data sebagai berikut :
M = 62654 kgcm
D = 354,76 kg
N = 204,83 kg
Kontrol tegangan :
2
/ 1600 36 , 828
765
62654
9 , 21
83 , 204
cm kg
W
M
A
N
x
s = + = + =
Sambungan Baut
Direncanakan baut = 19 mm
Tegangan ideal :
2 2 2 2
) 06 , 36 ( 56 , 1 14 , 1092 56 , 1 + = + =
= 1093,07 kg/cm
2
< 1600 kg/cm
2
OK!
Sambungan Las
A = 2 ( b + d
1
) + 2 ( b + d
2
)
= 2 ( 10 + 10,05 ) + 2 ( 10 + 11,55 ) = 83,2 cm
2
W =
3
.
3
.
2 2
d
d b
d
d b + + +
=
3
55 , 11
) 55 , 11 10 (
3
5 , 10
) 5 , 10 10 (
2 2
+ + +
= 297,22 cm
3
Kontrol tegangan
- Akibat Momen
2
/ 8 , 210
22 , 297
62654
cm kg
W
M
= =
- Akibat Geser
2
/ 92 , 4
2 , 83
65 , 409
cm kg
A
Pv
v
= = =
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 11

-
Gambar 16. Detail Las
2 2 2 2 2
/ 97 , 210 ) 92 , 4 ( 3 8 , 210 ) ( 3 cm kg
v idiil
= + = + =
2 2 2 2 2
/ 86 , 210 92 , 4 8 , 210 ) ( cm kg
H tot
= + = + =
= 0,61600 = 960 kg/cm
2
tc = 22 , 0
960
97 , 210
= >

tot
diambil 0,5 cm
- Kaki alas
a = 71 , 0
707 , 0
5 , 0
707 , 0
= =
c
t
Tebal plat penyambung
t
max
= a
max
+ 0,1
= 0,71 + 0,1
= 0,81 cm
ladi diambil tebal plat penyambung minimal 1 cm
Kontrol :
Tc 1/2.t.2
0,5 12
0,5 1,06 .. OK!
Sambungan Kapstain

Gambar 17: Detail Sambungan Kapstain
Dari analisa struktur didapat data data sebagai berikut :
M = 160717 kgcm
D = 1271,1 kg
N = 1862,51 kg
12 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
Kontrol tegangan :
2
/ 1600 87 , 236
775
160717
14 , 63
51 , 1862
cm kg
W
M
A
N
x
s = + = + =
Sambungan Baut
Direncanakan baut = 19 mm
A = ..
2
= 2,84 cm
2
d
2
=
2
4
2
3
2
2
2
1
d d d d + + +
= 12,5
2
+ 22
2
+ 31
2
+ 40,5
2
= 3241,5 cm dmak = 40,5 cm
- Tegangan ideal :
2 2 2 2
) 55 , 71 ( 56 , 1 53 , 353 56 , 1 + = + =
= 364,65 kg/cm
2
< 1600 kg/cm
2
OK!
Sambungan Las
A = 2 ( b + d
1
) + 2 ( b + d
2
)
= 2 ( 17,5 + 40,42 ) + 2 ( 17,5 + 12,09 ) = 175 cm
2
W =
3
.
3
.
2 2
d
d b
d
d b + + +
=
3
09 , 12
) 09 , 12 5 , 17 (
3
42 , 40
) 42 , 40 5 , 17 (
2 2
+ + +
= 1467,55 cm
3
Kontrol tegangan:
Gambar 18. Detail Las
2 2 2 2 2
/ 34 , 111 ) 61 , 11 ( 3 51 , 109 ) ( 3 cm kg
v idiil
= + = + =
2 2 2 2 2
/ 12 , 110 61 , 11 51 , 109 ) ( cm kg
H tot
= + = + =
= 0,61600 = 960 kg/cm
2
tc = 11 , 0
960
34 , 110
= >

tot
diambil 0,5 cm
- Kaki alas
a = 71 , 0
707 , 0
5 , 0
707 , 0
= =
c
t
Tebal plat penyambung
t
max
= a
max
+ 0,1
= 0,71 + 0,1
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 13

-
= 0,81 cm
jadi diambil tebal plat penyambung minimal 1 cm
Kontrol :
Tc 1/2.t.2
0,5 12
0,5 1,06 .. OK!
Perencanaan Plat Landasan
fc = 25 Mpa
plat (Bj 37) = 160 Mpa = 1600 kg/cm
2

ta
angker (Bj 37) = 160 Mpa = 1600 kg/cm
2
= 160 Mpa = 1600 kg/cm
2

tb
angker (Bj 37) = 0,3 x fc = 7,5 Mpa = 75 kg/cm
2
Profil kolom WF 200.200.12.12
Dari out put SAP 2000
M = 1817,77 kg.m
N = 2456,28 kg
D = 3133,26 kg
Tegangan yang terjadi :

1,2
=
W
M
A
N

=
2
6
1
30 . 30
181777
30 30
28 , 2456

1
= 2,73 + 40,395 = 43,125 kg/cm
2

2
= 2,73 - 40,395 = - 37,665 kg/cm
2
Gambar 19: Detail Perletakan Kolom Pendek
Syarat dimensi plat :
2
75 , 32
75
28 , 2456
cm
N
A
b
= = >

Dimensi landasan :
B = 30 cm dan H = 30 cm
a = cm 25 , 6
2
5 , 17 30
=

b = cm 25 , 6
2
5 , 17 30
=

Momen pada plat :


M
1
= 1/6 a b
2

1
= 1/6 6,25 6,25
2
43,125 = 1754,76 kg.cm
M
2
= 1/6 B a
2

2
= 1/6 17,5
2
6,25 43,125 = 4913,33 kg.cm
b
a B a
b
H
3 00
300
14 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
M
1
< M
2
jadi yang menentukan adalah M
2
Perencanaan tebal plat :

o
=
W
M
= 1600 kg/cm
2
=
2
6
1
. 30
33 , 4913
t
= 1600 kg/cm
2
t =
1600 . 30
6M
=
1600 . 30
33 , 4913 6
= 0,78 cm dipakai plat dengan t = 1 cm
Perhitungan Plat Landas
Dari out put SAP 2000
M = 1817,77 kg.m
N = 2456,28 kg
D = 3133,26 kg
Direncanakan e = 3,125 cm
665 , 37
125 , 43
30
1
1
=
x
x
x
1
= 14 cm
x
2
= 30 14 = 16cm
f = x
2
e
= 16 3,125 = 13,875 cm
EM = 0
Cc.a M N.f = 0
Cc.23,75 181777 2456,28.12,875 = 0
Cc = 8985,33 kg
EV = 0
Cc N T = 0
T = 8985,33 2456,28
= 6529,05 kg
Direncanakan pakai 4 baut per sisinya
T = kg 26 , 1632
4
6529,05
=
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 15

-
Gambar 20. Perhitungan Baut
=

T
A
A
T
=
A = 02 , 1
1600
26 , 1632
=
D =

A . 4
=

02 , 1 4
= 1,14 cm
Dipakai D16 mm untuk tiap sisinya, A = 2,011 cm
2
Kontrol akibat geser
k = kg
n
D
315 , 783
4
26 , 3133
= =
= kg
A
k
54 , 175
6 , 1 4
7
2
4
1
=

=

.0,5. = 928 kg/cm


2
(Ok)
Beban maksimum baut :

maks
= 6529,05 kg

t
=
2
2
4
1
/ 82 , 811
6 , 1 4
6529,05
cm kg
A
maks
=

=

Tegangan ideal :

i
=
2 2
56 , 1 +
= ( )
2 2
4 , 79 56 , 1 82 , 811 +
= 817,85 kg/cm
2
< = 1600 kg/cm
2
ok
Perhitungan Panjang angker (SKSNI T-15-1991-03 ps.3.5.2)
L
db
=
'
02 , 0
fc
xAxfy
=
25
240 011 , 2 02 , 0 x x
= 193,02 mm
X1
T
X2
Cc'
43,125 kg
37,665 kg
f
a
e
N
M
N
16 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
tidak boleh kurang dari :
0,06 x d
b
x fy = 0,06 x 16 x 240
= 230,4 mm
Dipakai panjang penyaluran 250 mm
Perhitungan Sambungan Kolom dengan Plat landasan
Dari out put SAP 2000
M = 1817,77 kg.m
N = 2456,28 kg
D = 3133,26 kg
L
1
= 2 30 = 60 cm
L
1
= 4 6,25 = 25 cm
L
1
= 2 15,7 = 35 cm
L
1
= 2 8.375= 33,5 cm
L
1
= 2 15,3 = 30,6 cm +
L
tot
= 184,1 cm
Gambar 21: Detail Plat Landasan
Direncanakan tebal las 0,6 cm, jadi tebal efektif = 0,6
2 2
1
= 0,424
Luasan las = 0,424 184,1 = 78,06 cm
2
Titik berat las :
x = cm 75 , 8
2
5 , 17
=
y = cm 75 , 8
2
5 , 17
=
Perhitungan Inersia Las :
Ix = {2 [(
12
1
30 0,424
3
) + (30 0,424 9,75
2
)]} + {4 [(
12
1
0,424
17,5
3
) + ( 0,424 17,5 0)]} + {4 [(
12
1
0,424 8,375
3
) + (0,424
8,375 4,1875)]} + {2 [(
12
1
0,424 15,3
3
) + (0,424 15,3 0)]}
= 4200,27 cm
4
L1
L2 L2
L3 L3
L4 L4
L5
Analisa Dimensi dan Struktur Atap Menggunakan Metode Daktilitas Terbatas 17

-
Iy = {2 [(
12
1
0,424 30
3
) + ( 0,424 30 0)]} + {4 [(
12
1
0,424
6,24
3
) + (0,424 6,25 11,875
2
)]} + {2 [(
12
1
17,5 0,424
3
) + ( 17,5
0,424 8,75
2
)]} + {4 [(
12
1
8,375 0,424
3
) + (8,375 0,424
7,65
2
)]} + {2 [(
12
1
15,3 0,424
3
) + (15,3 0,424 0)]}
= 5405,34 cm
4
Ip = Ix + Iy
= 4200,27 + 5405,34
= 9605,61 cm
4
Kontrol tegangan
Akibat Momen
2
/ 585 , 165
61 , 9605
75 , 8 181777
cm kg
Ip
y M
H
=

=
2
/ 585 , 165
61 , 9605
75 , 8 181777
cm kg
Ip
x M
V
=

=
Akibat geser

v
=
2
/ 14 , 40
06 , 78
3133,26
. 4 . 2
cm kg
d b
D
A
D
= =
+
=

Tot
=
2 2
+
H v
=
2 2
585 , 165 ) 14 . 40 585 , 165 ( + +
= 264,08 kg/cm
2
< 960 kg/cm
2
(OK)

ijin
= 0,6 x
= 0,6 x 1600 kg/m
2
= 960 kg/cm
2
tc
perlu
= 275 , 0
960
264,08
= =
ijin
Tot

cm (dipakai 0,5 cm)


kaki las = a = 707 , 0
707 , 0
5 , 0
707 , 0
= =
tc
cm
a = 0,707 cm (1 cm 0,1 cm = 0,9 cm)..Ok
Kesimpulan
1. Dimensi yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
kayu usuk 5/7 ( = 150 kg/m
2
, untuk kayu mutu A kelas I)
profil Light Lip Channels 150 x75x20x4,5
penggantung gording 16 mm.
Kuda-kuda profil baja WF 350.175.7.11
Ssetengah kuda-kuda menggunakan profil baja WF 100.100.6.8
5. Pada perencanaan kolom pendek ini menggunakan profil baja WF
350.175.7.11 yang mempunyai spesifikasi sebagai berikut :
L kuda-kuda = 120 cm
Q = 49,6 kg/m
18 NEUTRON, VOL.10, NO.2, AGUSTUS 2010: 1- 18
A = 63,14 cm
2
Ix = 13600 cm
4
Iy = 984 cm
4
Wx = 775 cm3
Wy = 112 cm3
ts = 11 mm
tb = 7 mm
ix = 14,7 cm
iy = 3,95 cm
Dari analisa struktur didapatkan data-data sebagai berikut:
M = 1817,77 Kg-m
N = 3133,26 Kg
D = 2456,28 Kg
Maka profil WF 350.175.7.11 dapat dipakai sebagai kolom pendek kuda kuda.
Daftar Pustaka
Departemen Pekerjaan Umum (1983), Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk
Bangunan Gedung (PPIUG 1983), Bandung: Yayasan Lembaga Penyelidikan
Masalah Bangunan.
Departemen Pekerjaan Umum (1971), Pedoman Beton 1971, Badan dan
Pengembangan Departemen Pekerjaan Umum.
Departemen Pekerjaan Umum (1989), Pedoman Beton 1989, Badan dan pengembangan
Depertemen Pekerjaan Umum.
Departemen Pekerjaan Umum (1991), Tata Cara Perhitungan Struktur Beton Untuk
Bangunan Gedung (SKSNI T-15-1991-03), Bandung: Yayasan Lembaga
Penyelidikan Masalah Bangunan.
Departemen pekerjaan Umum (1987), Peraturan Perencanaan Ketehanan Gempa Untuk
Rumah dan Gedung (SKBI-1.3.531987), Jakarta : Yayasan Badan Penerbit PU.
Kusuma, Gideon dan W.C. Vis (1997), Perencanaan Struktur Pada Daerah Rawan
Gempa (CUR 3) Edisi 6, Penerbit Erlangga.
L. Wahyudi dan Syahril A. Rahim (1999), Struktur Beton Bertulang, Jakarta: PT
Gramedia Pustaka Utama
Sardjono HS (1987), Pondasi Tiang Pancang, Surabaya: Penerbit Sinar Wijaya.
Wang, C.K, dan Charles G. Salmon (1990), Disain Beton Bertulang Edisi ke 4, Jakarta:
Penerbit Erlangga.