Anda di halaman 1dari 7

Mater Medikal Bedah Tanggal 15 Maret 2001.

Pengetikan Pertama oleh

1 H. Imanuddin (Banjarmasin).

KUMAN TBC -. Microbacteri TBC -> Basil Tuberkel -> Basil Tahan Asam ( BTA ) 4 Macam populasi didalam lesi - Populasi A : Aktif, pH netral diddg kavitasi. - Populasi B : Lamban,pH Asam - Populasi C : Semi dormant, dddg kavitasi - Populasi D : dormant sepenuhnya tidak bisa dimatikan dengan obat-obatan ( sulit mati ) -. Lag Phase : kuman mati bisa hidup lagi -. Fall and Rise Phenomena : Kuman sudah ada yg resisten. PENULARAN -. Penyebaran AIR BORNE Droplet Nuclei dari udara dan ruang tertutup. -. Di Indoor / ruang tertutup. -. kuman mati dibawah sinar matahari dan diruang gelap dapat hidup beberapa jam. -. Paparan tergantung pd : Konsentrasi droplet nuclei. .

RESIKO TERINFEKSI
-. Daya tahan tubuh menurun -. Kontak erat dengan pasien TB sputum BTA (+). -. Kontak dgn px TB sputum BTA (-) -. Kontak dgn px extrak paru TERINFEKSI TINGGI. RESIKO KECIL RESIKO LEBIH KECIL.

GAMBARAN KLINIK
The Great Imitator Gejala Respiratorik -. Batuk >_ 3 mgg -. Batuk darah -. Sesak nafas -. Nyeri dada Gejala Sistemik -. Deman tjd sore hari -. Bervariasi. -. Keringat malam -. Anoreksia, BB menurun, Malaise.

Semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan buat teman semua.

Mater Medikal Bedah Tanggal 15 Maret 2001. Pengetikan Pertama oleh

2 H. Imanuddin (Banjarmasin).

PEMERIKSAAN FISIK
-. Pada permulaan kelainan (-) -. Lokasi lesi : apeks lobus superior apeks lobus inperior. -. Suara nafas : bronkhial, amfrorik, ronkhi basah, tanda -tanda penarikan dll

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
A. Pemeriksaan Bacterilogis - Kunci utama diagnosis - Determinasi paduan OAT - Bahan : Dahak / Sputum. B. Pemeriksaan Darah C. Uji Tuberkulin

PEMERIKSAAN BACTERIOLOGIS
Pemeriksaan Mikrokopis : -. Pewarnaan : Ziehl-Nielsen ( yg sering dipakai ), Kinyoun Gabbet, Auramin rhodamin -. Pengambilan sputum 3 X Sewaktu Pagi Sewaktu ( S P S ) -. Interpretasi : 2 X positif --> microkopis (+) 1 X positif, 2 X negatif --> ulang 3 X lagi 1 X positif, --> microkopis (+) 3 X negatif, --> microkopis (-) Pemeriksaan Biakan Kuman -. Konfirmasi diagnosa --> Dx pasti atau pada pemeriksaan kultur. -. Uji kepekaan terhadap OAT -. Macam pemeriksaan : --> metode konventional Egg Base Media ( Lowenstein - jensen - ogawa, kudoh agar base media middle brook. --> metode radio metrik ( BACTEC ) Pemeriksaan Lain-Lain -. Serologi ( Elisa , Mycodot, PAP ) -. PCR ( Poly Meorce Chain Reaction ) Semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan buat teman semua.

Mater Medikal Bedah Tanggal 15 Maret 2001. Pengetikan Pertama oleh

3 H. Imanuddin (Banjarmasin).

-. RFLP ( Restrictive Fragment Length Polymorphysons ) -. Light Producing Mycobacteri. Pemeriksaan Darah -. Pemeriksaan darah rutin --> kurang spesifik -. Laju Endap Darah (LED) -. Limposit.

GAMBARAN
-. Standart : Foto thorax PA -. Gambaran RO : bermacam bentuk -. Luas lesi --> determinasi panduan OAT yg akan diberikan. LUAS PROSES Yang tampak pd foto thorax dapat dinyatakan sbb : -. LESI MINIMAL : Bila proses sebagian dari 1 atau 2 paru dgn luas tdk sama lebih valume paru ........ -. LESI LUAS : Bila proses lebih luas dari lesi minimal. UJI TUBERKULIN ( MANTO TEST ) -. Didaerah prevalens TB yg tinggi nilai didiagnosis (-) khusus nya pada orang dewasa. -. Uji ini baru bermakna bila : --> Ada konversi ( - --> + ) --> hasil uji : (+) besar atau bula. -. Lebih menggambarkan : - reaksi peradangan - status respon imun. DIAGNOSA BANDING Penyakit paru menular non TB -. Bronkhitis kronis GEJALA -. Bronkhi ektasis KLINIK TB PARU -. Emfisema -. Kanker paru TB paru di Ind meningkat , gejala ( suspek TB ) tetap harus disokong data lain yg menyakinkan.

Semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan buat teman semua.

Mater Medikal Bedah Tanggal 15 Maret 2001. Pengetikan Pertama oleh

4 H. Imanuddin (Banjarmasin).

PENGOBATAN TUBERKULOSIS
TUJUAN : -. Menyembuhkan -. Mencegah kematian -. Mencegah Resistensi thd OAT -. Memutuskan rantai penularan. JENIS OAT UTAMA : -. Rifampisin R -. I N H H -. Pirazinamid Z -. Etambotol E -. Streptomycin S Fase awal / intensif PRINSIP LANGKAH PENGOBATAN. BATASAN KASUS : -. Hasil pemeriksaan bacteriologis -. Lokasi TB -. Berat penyakit -. Riwayat pengobatan sebelumnya Katagori pengobatan Panduan / Regimasi OAT HASIL PEMERIKSAAN BACTERIOLOGIK -. Sputum BTA (+) -. Sputum BTA (-) BILA FASILITAS RADIOLOGIK & PEMBIAKAN ADA BTA (+) BILA : BTA (-) BILA : -. Mikroskopik ++ -. Mikroskopik - , biakan atau klinik & radiologik + -. Mikroskopik +, biakan ++ atau atau -. Mikroskopik - , biakan + -. Mikroskopik + , Radiologik + Klinik & Radiologik + ( sesuaikan TB paru ). TB DILUAR PARU YG BERAT TB DILUAR PARU TDK BERAT -. Miningitis -. TB Kelenjar -. TB Miliar -. Efusi Pleura Unilateral -. Perikarditis -. TB tukang (slain Spinal) -. Peritonitis -. Persendian perifer -. Efusi Pleura bilateral -. TB adrenal. -. TB Spondilitis -. TB kulit Semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan buat teman semua.

Mater Medikal Bedah Tanggal 15 Maret 2001. Pengetikan Pertama oleh -. TB Usus -. TB Sal kemih

5 H. Imanuddin (Banjarmasin).

BATASAN KASUS - RIWAYAT TX SEBELUMNYA : -. Kasus Baru : Belum pernah tx atau tx < 1 bulan -. Kambuh : telah di tx & sembuh, sekarang kembali dengan sputum BTA + -. Gagal Tx : BTA tetap (+), pd bulan ke 5 / lebih. Bila sputum BTA (-), maka pemeriksaan berikutnya bulan ke 2 -. Putus Obat : berhenti berobat > 2 bulan -. Kronik : Dahak tetap (+) walaupun telah menjalani terapi ulang. STANDART KATAGORI PENGOBATAN. Penderita TB Katagori K. I

-. Kasus baru, dahak (+), Kasus baru dahak (-) dgn kelainan parenkim paru luas. -. Kasus baru TB diluar paru yg berat -. Kambuh ; gagal terapi / putus berobat -. Kasus baru, dahak (-) dgn kelainan prenkim paru yg tidak luas. Kasus TB diluar yg tdk berat -. Kasus Kronik PADUAN OAT ALTERNATIF

K. II K.III

K.IV

Katagori I Katagori. III -. 2 RHZE (S) / 6 HE -. 2 RHZ / 6 HE -. 2 RHZE (S) / 4 HR -. 2 RHZ / 4 HR -. 2 RHZE x (S) / 4 H3R3 xx -. 2 RHZ xx / 4 H3R3 xxx Katagori. II Katagori. IV -. 2 RHZES + 1 RHZE/5 H3R3E3 -. H Seumur hidup atau obat ini ke 2 5 nitoring selama Pengobatan : -. Bakteriologik. -. Radiologik -. Klinis -. Efek samping -. keteraturan minum obat Semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan buat teman semua.

Mater Medikal Bedah Tanggal 15 Maret 2001. Pengetikan Pertama oleh

6 H. Imanuddin (Banjarmasin).

Follow Up Pemeriksaan Dahak Ulang ; Kapan ??? 1. Akhir tahap intensif / 1 mgg sebelumnya 2. Sebulan sebelum akhir pengobatan 1 mgg sebelumnya 3. Akhir pengobatan ( 1 mgg sebelumnya ) Evaluasi Radiologi : o. Awal pengobatan o. 2 bulan setelah pengobatan o. Akhir pengobatan Evaluasi Klinis -. Keluhan, BB, Pemeriksaan Fisik -. Setiap 2 mgg pada bulan pertama -. Tiap bulan sampai akhir pengobatan Monitoring Efek Samping -. Setiap dokter ; tahu & waspada terhadap Efek samping OAT yg telah dipilihnya. Misalnya ; Rifamfisin ---> kencing merah. -. Edukasi penderita ; mengenal gejala" efek samping & melaporkannya. -. Anamnesa ttg gjl / efek samping.

MONITORING EFEK SAMPING & PENANGANANNYA Minor Tentukan obat Tetap lanj obat OAT yg bertanggung Jenis efek -> jwb thd efek ---> penanganan samping samping tsb Stop OAT - Sementara TERGANTUNG MINOR Mayor - Seterusnya. ATAU MAYOR

HASIL PENGOBATAN & TINDAK LANJUT Ada 6 Katagori Hasil Pengobatan : 1. Sembuh : -. Sebelumnya BTA (+) -. Pengobatan sudah lengkap Semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan buat teman semua.

Mater Medikal Bedah Tanggal 15 Maret 2001. Pengetikan Pertama oleh

7 H. Imanuddin (Banjarmasin).

-. Follow Up BTA 2 X berurutan sblmnya (-) 2. Pengobatan Lengkap. -. Pengobatan sudah lengkap. -. Tidak ada hasil Follow Up BTA Ulang 3. Meninggal --> Det saat pengobatan 4. Pindah --> pindah dalam pengobatan 5. Defaulted / Drop out. 6. Gagal Bila seorang px telah menjalani pengobatan lengkap ttp tidak ada hasil follow Up BTA ulang, maka Px tsb tdk bisa dikatakan sembuh tapi diberi keterangan. " Pasien telah menjalani Pengobatan Lengkap". KOMITMEN POLITIK . DIAGNOSIS

PENCATATAN PELAPORAN

KETERSEDIAAN OBAT

TX PADUAN OAT JANGKA PENDEK PENGAWASAN LANGSUNG

Semoga bermanfaat bagi saya pribadi dan buat teman semua.