POLRI DAERAH PAPUA INSPEKTORAT PENGAWASAN DAERAH

PROGRAM KEGIATAN PENGAWASAN TAHUNAN (PKPT)
INSPEKTORAT PENGAWASAN DAERAH POLDA PAPUA TA. 2012

Jayapura,

Januari 2012

POLRI DAERAH PAPUA INSPEKTORAT PENGAWASAN DAERAH

PROGRAM KEGIATAN PEMERIKSAAN TAHUNAN (PKPT) INSPEKTORAT PENGAWASAN DAERAH POLDA PAPUA TA. 2012

I.

LATAR BELAKANG.

1.

Sejak diluncurkannya Reformasi Polri tahun 2008, masyarakat masih merasakan buruknya kinerja Polri yang ditandai dengan beberapa indikator sebagai berikut : a. masih adanya sikap dan pola pikir (mindset) para pejabat Polri yang memandang jabatan hanya dari aspek kewenangan semata; b. lemahnya fungsi kontrol yang berakibat timbulnya

penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power); c. d. e. f. g. 2. rantai birokrasi yang panjang dan berbelit-belit; sistem dan kebijakan publik yang sarat dengan perilaku KKN; rendahnya kualitas disiplin dan etos kerja; kualitas manajemen yang tidak produktif, efektif dan efisien; kualitas pelayanan publik yang tidak akuntabel dan transparan

Buruknya kinerja tersebut juga dialami oleh Polda Papua khususnya yang menyangkut masalah pengelolaan anggaran. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil pemeriksaan BPK-RI Ta. 2011 pada Polda Papua dengan . . . . .

. antara lain : jumlah pelaksanaan kegiatan lebih sedikit daripada yang dipertanggung-jawabkan. penyimpangan dalam pengelolaan dana hibah. pengelolaan dana Pilkada Prov Papua Barat tahun 2011 yang tidak sesuai ketentuan. untuk . penerimaan atas Pam Obvit tidak dilaporkan dan digunakan langsung tanpa melalui mekanisme APBN ( contoh : Dana Kodal digunakan untuk Har Ranmor Ops & pembelian hadiah kepada Bhayangkari). Tanah seluas 4.924. duplikasi pembayaran biaya pelaksanaan kegiatan (contoh : duplikasi dukungan BBM Rutin dengan BBM Operasi. . . duplikasi pembayaran Honor Pelaksana Ops Lantas dengan Honor Petugas SAMSAT / SIM): g. biaya perbaikan kapal. e. denda pelanggaran lalu lintas yang belum disetor ke kas negara. . . kelebihan pembayaran pelaksanaan operasi. dasar perhitungan pembayaran lebih tinggi dari index yang seharusnya. Serpas Ops Mantap Brata tahun 2009 dengan transportasi udara). h. lama pelaksanaan kegiatan lebih pendek daripada yang dipertanggung-jawabkan.614 m2 belum bersertifikat 3. f. c. perwabku lebih besar daripada yang diterima riil oleh rekanan. realisasi belanja terindikasi fiktif (contoh : dukungan BBM. b. d.2 dengan temuan antara lain sebagai berikut : a.

. guna mendorong penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Polri yang efektif dan efisien. 2012. Itwasda Polda Papua dalam menyelenggarakan tugas pokoknya Ta.3 3. memposisikan diri sebagai mitra sejajar dengan obyek wasrik. akan ditindak lanjuti dengan Wasrik Khusus guna mengungkap latar belakang / motivasi dari penyimpangan tersebut dan bilamana ternyata terbukti melakukan penyimpangan dalam Sistem Pengendalian Intern (SPI) satker. efesien dan efektif. menilai ketaatan terhadap peraturan perundang – undangan yang berlaku. dalam menentukan temuan hasil wasrik / audit dilakukan melalui proses yang benar dan didukung dengan bukti-bukti yang valid dan akurat. untuk memberikan jaminan kualitas atas akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. menilai apakah kegiatan dilakukan secara ekonomis.sungguh melaksanakan pengawasan secara optimal terhadap satker jajaran Polda Papua sesuai prinsip pelaksanaan pengawasan BPK-RI. 4. . menilai kesesuaian laporan keuangan dengan standar akuntansi pemerintahan. Itwasda Polda Papua juga telah memiliki komitmen dalam pelaksanakan tugas yaitu : a. . agar hasil yang diperoleh dalam pelaksanaan wasrik benarbenar merupakan temuan yang obyektif b. c. . memberikan . b. diberikan sanksi (punishment) sesuai ketentuan yg berlaku. terhadap temuan dilapangan yang mengarah kepada penyimpangan dan berpotensi merugikan keuangan negara / Polri. akan lebih bersungguh . . antara lain : a. d. c. mendeteksi adanya kecurangan / penyimpangan ( fraud).

4 c. memberikan gambaran kepada obyek wasrik / auditan tentang kondisi yang ditemukan disertai kriteria yang dijadikan acuan dan penyebab timbulnya kondisi tersebut serta akibat yang dapat ditimbulkan sekaligus memberikan rekomendasi untuk menghilangkan penyebabnya dan meminimalisir akan ditimbulkan. d.larut. 2012 dititik beratkan pada : a. akibat yang . . . 2012. penuntasan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK-RI tahun 2011. c. efektif dan dapat dimanfaatkan secara maksimal 5. pelaksanaan administrasi tidak sesuai prosedur yang berlaku. memonitor pelaksanaan tindak lanjut temuan hasil wasrik / audit agar temuan tidak berlarut. pelaksanaan kegiatan yang tidak berpedoman pada azas hemat. b. untuk itu pengawasan dan pemeriksaan Itwasda Polda Papua Ta. penetapan kinerja dan rencana kegiatan Sub Satker serta rencana operasi kepolisian Ta. efisien. 2012. e. . d. .organisasi . pelaksanaan kegiatan yang tidak sesuai ketentuan hukum yang berlaku. . tidak mencatat seluruh kegiatan yang dilaksanakan. komitmen tersebut semata-mata bertujuan untuk mengawal dan mempertahankan program serta kegiatan satker guna mencegah terjadinya : a. b. kegiatan yang mengakibatkan kerugian negara. 2012 terkait dengan : rencana pendistribusian anggaran Ta. penyelenggaraan managemen operasional Polri di bidang perencanaan dan pengorganisasian Ta.

II. 7. pendalaman terhadap seluruh pelaksanaan kegiatan dengan prioritas pada tupoksi Reserse umum/sus. Itwasda Polda Papua sebagai aparat pengawasan dan fungsional di lingkungan Polda Papua menjabarkan Hal – hal yang menjadi perhatian serius Polda Papua dalam pelaksanaan tugas Tahun 2012 tersebut ke dalam Program Kerja Pemeriksaan Tahunan Itwasda Polda Papua Ta. 2012 dimaksud. . MAKSUD . . organisasi dan tata cara kerja. . Lalulintas. 2011 / 2012. 2011 / 2012 termasuk hal-hal yang terkait dengan PNBP. . efektif. Itwasda Polda Papua menetapkan program. tujuan dan sasaran serta kegiatan secara selektif. Samapta.5 c. 4. Narkoba. 6. pengecekan secara fisik keberadaan BMN serta pengelolaan dan pertanggung jawaban keuangan baik yang bersumber dari APBN maupun APBD Ta. pelaksanaan Penetapan Kinerja dan Operasi Kepolisian Ta. pemenuhan kewajiban pelaporan termasuk analisa dan evaluasi atas kegiatan fungsi yang telah dilaksanakan. 2012 yang diadaptasikan dalam penyelenggaraan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan pada segenap jajaran Polda Papua baik di bidang operasional. pembinaan Sumber Daya Manusia. d. efesien dan terukur dengan mempertimbangkan kemampuan sumber daya manusia dan anggaran yang tersedia dengan tetap berpedoman kepada kebijakan dan arahan Pimpinan Polri. Materiil Logistik serta Anggaran dan Keuangan. realistis. Guna mewujudkan Program Kerja Pemeriksaan Tahunan Itwasda Polda Papua Ta. Polair.

Peraturan Kapolri Nomor : 22 tahun 2010 tentang susunan organisasi dan tata kerja di lingkungan Polda f. 2012 dimaksudkan guna memberikan gambaran tentang arah dan pedoman dalam pelaksanaan tugas Itwasda Polda Papua dalam penyelenggaraan kegiatan pengawasan dan pemeriksaan TA. DASAR a. d. PER/04/M. tujuan. . Undang-Undang Rl Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia b. . pola tindak dan langkah – langkah dalam menyusun program.PAN/03/2008 tentang Kode etik audit APIP Peraturan Pemerintah Nomor : 60 tahun 2008 tentang Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) e. Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2007 tanggal 27 Maret 2007 tentang Pedoman Pengawasan dan Pemeriksaan Rutin (Wasrik) di lingkungan Polri c. Maksud Program Kegiatan Pemeriksaan Tahunan Itwasda Polda Papua TA. Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Apatur Negara Nomor : 12 Tahun . Tujuan Tujuan dibuatnya Program Kegiatan Pemeriksaan Tahunan Itwasda Polda Papua TA. sasaran dan kegiatan untuk mendukung tugas pokoknya selaku unsur pengawasan dan pemeriksaan para Satker di jajaran Polda Papua III. PerMenPAN No. . 2012 adalah untuk membentuk kesamaan persepsi. 2012 2. . .6 II MAKSUD DAN TUJUAN 1.

b. akuntabel. tanggal 27 Januari 2011 dan nomor : Mou-218 / PW26 / 2 / 2011. Sehingga dapat mewujudkan organisasi Polda Papua yang bersih dari unsur KKN. c. . Memberikan bimbingan melalui kegiatan asistensi terhadap seluruh Satker jajaran Polda Papua sehingga dapat meningkatkan . . Melaksanakan fungsi pengawasan dan pemeriksaan sebagai upaya untuk meminimalisir adanya pelanggaran penggunaan anggaran yang tertuang di dalam DIPA masing – masing Satker di lingkungan Polda Papua dan jajaran.7 tahun 2010 tentang Penerapan Sistem Pengendalian Intern di Instansi Perintah g. tanggal 27 Januari 2011 dalam rangka penguatan Sistem Pengendalian Intern pengelolaan keuangan Negara di lingkungan Kepolisian Daerah Papua. Misi a. Visi Itwasda Polda Papua sebagai unsur pelaksana dan pembantu pimpinan harus mampu melaksanakan penyelenggaraan fungsi pengawasan dan pemeriksaan terhadap pelaksanaan tugas seluruh jajaran Polda Papua. . transparan dan bermoral tinggi. pengayom dan pelayan masyarakat . . IV. VISI DAN MISI ITWASDA POLDA PAPUA 1. Nota Kesepahaman Kerjasama (MoU) antara Polda Papua dengan Perwakilan BPKP Provinsi Papua nomor : B / 232 / I / 2011. . Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan terhadap seluruh kegiatan Polda Papua dan jajaran sehingga dapat menjamin akuntabilitas pelaksanaan tugas Polri sebagai pelindung. 2.

V. Penanganan Pengaduan Masyarakat Tuntas. PELAKSANAAN KEGIATAN PENGAWASAN DAN PEMERIKSAAN 1. managemen Operasi Kepolisian. . dan Temuan hasil Wasrik ditindak lanjuti oleh Obyek Wasrik. Data dan Sumber daya pada obyek Wasrik akuntabel serta Tidak terjadi penyimpangan. 29 Satwil jajaran Polda Papua dan 4 Organisasi Non Struktural di bawah pengendalian Kapolda Papua untuk menjamin akuntabilitas managemen organisasi Obyek Wasrik terdiri dari : 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Biro Rena Biro Ops Biro Sarpras Biro Sumda Dit Binmas Dit Intelkam Dit Reskrimum Dit Reskrimsus Dit Tahti 10) Dit . maka Itwasda Polda Papua dalam menyelenggarakan tugas pokoknya selaku unsur pengawasan dan pemeriksaan para Satker di jajaran Polda Papua. . melaksanakan kegiatannya sebagai berikut : a. . .8 meningkatkan kesadaran dan kepatuhan hukum bagi para individu anggota Polda Papua dan jajaran terutama para Pimpinan Satuan Kerja. Kegiatan Agar managemen kesatuan. Melaksanakan kegiatan Wasrik Rutin (waktu dan Pelaksana Wasrik / Time Table terlampir) terhadap 24 Satker Mapolda.

Polres Biak. Polres Jayawijaya. 39) Polres . Polres Sorong. . Polres Manokwari. Polres Keerom. Polres Jayapura Polres Sorong Kota. .9 10) 11) 12) 13) 14) 15) 16) 17) 18) 19) 20) 21) 22) 23) 24) 25) 26) 27) 28) 29) 30) 31) 32) 33) 34) 35) 36) 37) 38) Dit Lantas Dit Sabhara Dit Pam Obvit Dit Narkoba Dit Polair Bid Ku Bid Ti Bid Bin Kum Bid Propam Bid Humas Bid Dokkes dan Rumkit Bhayangkara Sat Brimobda SPN Jayapura Yanma Setum Polres Jayapura Kota. . Polres Mimika. Polres Sarmi. Polres Fak-fak. . Polres Kepulauan Yapen Polres Merauke. Polres Nabire.

. Polres Paniai. Satwil dan Organisasi Non Struktural di bawah pengendalian Kapolda Papua yang terindikasi adanya penyimpangan pelaksanaan Managemen Kepolisian untuk menjamin akuntabilitasnya.10 39) 40) 41) 42) 43) 44) 45) 46) 47) 48) 49) 50) 51) 52) 53) 54) 55) 56) 57) b. . Bhayangkari Yayasan Kemala Bhayangkari Melaksanakan kegiatan Wasrik Khusus secara tentative (sesuai kebutuhan) terhadap Satker Mapolda. Melaksanakan . Polres Mappi. Polres Pegunungan Bintang. Polres Waropen. Polres Teluk Bintuni. Polres Asmat. . d. Polres Yahukimo. Melaksanakan kegiatan Pengawasan Operasi secara tentative (sesuai kebutuhan) terhadap Satker Mapolda maupun Satwil jajaran mapolda yang menggelar Operasi Kepolisian untuk menjamin akuntabilitas penggelaran operasi. . Polres Puncak Jaya Yayasan Bhakti Bhayangkara Puskoppolda Papua PD. Polres Raja Ampat. Polres Teluk Wondama. c. Polres Kaimana. . Polres Tolikara. Polres Sorong Selatan. Polres Boven Digul. Polres Supiori.

2. . Satwil dan Organisasi Non Struktural di bawah pengendalian Kapolda Papua selaku Obrik) untuk menjamin bahwa hasil temuan Wasrik telah ditindak lanjuti. b. wewenang penyimpangan 1 Pamen dan 2 Pama selama 2 Hari untuk melaksanakan Pengawasan Operasi terhadap Satker yang menggelar Operasi Kepolisian. 29 Satwil jajaran Polda Papua dan 4 organisasi nonstruktural dibawah pengendalian Kapolda.11 d. Melaksanakan kegiatan Klarifikasi Pengaduan Masyarakat secara tentative (sesuai kebutuhan) terhadap Satker maupun Satwil yang diadukan masyarakat untuk menjamin tuntasnya penanganan Dumas: f. 1 Pamen dan 1 Pama selama 2 Hari untuk melaksanakan Wasriksus terhadap Kasatker yang maupun terindikasi telah menyalahgunakan managemen. 1 Pamen. 1 Pamen dan 2 Pama selama 2 Hari untuk melaksanakan Verifikasi terhadap kasatker yang mengalami Mutasi jabatan e. 2 Pama dan 1 Pers Perwakilan BPKP Provinsi Papua selama 3 Hari untuk melaksanakan Wasrik Rutin terhadap 22 Satker Mapolda. Melaksanakan kegiatan Verifikasi secara tentative (sesuai kebutuhan) terhadap Kasatker maupun Kasatwil yang mengalami mutasi jabatan untuk memperoleh data kondisi terakhir sumber daya yang dimiliki : e. 1 Pamen . c. . Pelaksana Wasrik a. d. Melaksanakan kegiatan Pemutakhiran Data secara tentative (sesuai kebutuhan) terhadap Satker Mapolda. . .

Ketua. f. 2) Menyusun pembagian waktu dan penugasan anggota Tim. 6) Menyiapkan naskah PHP dan rekap hasil temuan serta mengkoordinasikannya kepada Pengawas Tim. 4) 5) Memimpin pelaksanaan Wasrik rutin di Obrik. 3) Meneliti dan memeriksa daftar pertanyaan dan check list yang disusun oleh para Irbid / Auditor dibidangnya masing – masing. meneliti dan mengautentifikasi temuan temuan hasil Wasrik yang disampaikan oleh Irbid / Auditor dalam tabulasi temuan. Menghimpun. 1 Pamen dan 3 Pama selama 2 Hari untuk melaksanakan Pemutakhiran Data terhadap tindak lanjut yang dilaksanakan oleh Obyek wasrik 3. Itwasda Polda Papua selaku Penanggung Jawab Tim / Pengendali Tim : 1) Bertanggung jawab atas pelaksanaan Wasrik kepada Kapolda Papua.12 e. 2) Memberikan pengarahan pada Taklimat Awal dan menyampaikan hasil temuan Wasrik pada Taklimat Akhir. 1 Pamen dan 1 Pama selama 1 hari untuk melaksanakan Klarifikasi Dumas atas laporan yang diadukan oleh masyarakat atas kinerja anggota Polri. . . . Tugas dan tanggung jawab pelaksana Wasrik a. . 7) Menyusun . b. 1) Menyusun Rencana Pengawasan (Renwas) kegiatan Wasrik.

d. 3) Memberi masukan dalam penyusunan naskah Pernyataan Hasil Pemeriksaan dan naskah Laporan Hasil Pemeriksaan sesuai bidangnya masing . Aspek Perencanaan 1) Sejauhmana . . . 2) Menyusun jadwal harian Wasrik yang telah dikoordinasikan dengan Obyek Wasrik. 3) Membuat laporan harian kegiatan Wasrik kepada Irwasda Polda Papua. 1) Mengkoordinasikan jadwal acara kegiatan yang akan dilaksanakan dengan Obyek Wasrik. Sasaran Wasrik Sasaran pengawasan dan pemeriksaan meliputi Bidang Manajemen Operasional.masing. Irbid dan Auditor. 4. SDM. .13 7) Menyusun naskah LHP untuk dilaporkan kepada Penanggung jawab / Pengendali Tim. Sekretaris Tim. 1) menyusun/membuat langkah kerja ( daftar pertanyaan dan check list ) dalam bentuk Program Kerja Audit (PKA) untuk menjamin agar proses auditing tidak bias pada sasaran dan tujuan audit Memeriksa Auditan sesuai bidang masing-masing. . Matlog dan Garku pada : a. c. 4) Membantu penyelenggaraan administrasi seluruh kegiatan Wasrik dalam penyusunan naskah PHP dan naskah LHP. 2) Menyusun tabulasi hasil pemeriksaan yang telah dilaksanakan. .

b.14 1) Sejauhmana obyek Wasrik membuat dan menjabarkan Kebijakan Strategi Polri pada produk-produk perencanaannya yang meliputi : a) b) c) 2) Renstra Tahun 2010 . . Renbangkuat dan Renharkuat Matfasjas serta Renopsnal Kesatuan sampai dengan tahun 2012.KL tahun 2012 dan Tupoksi masing . 4) Penyusunan Standart Penetapan Kinerja Satker yang memuat indikator kinerja. output dan outcome sebagai Pernyataan / Komitmen Kasatker dan jajarannya untuk melaksanakan Renja yang telah ditetapkan berikut dukungan anggarannya secara konsekuen dan dapat dipertanggung jawabkan.masing. . 2) Penyempurnaan Job Description dan HTCK yang telah dikoordinasikan . . 2012. 5) Penyusunan LAKIP Satker yang melaporkan pelaksanaan program / kegiatan dan prosentase kinerja yang dicapai pada tahun 2011 serta pertanggung jawaban pengguna anggaran. Pengorganisasian 1) Penyempurnaan OTK kesatuan yang disesuaikan dengan jumlah personel Polri / PNS sesuai dengan DSPP yang berlaku. Renja Ta. . 3) Pembuatan Penjadwalan Rencana Kegiatan Satker / Sub Satker pada Renja yang disesuaikan dengan RKA .2014. . Penetapan Kinerja Ta. 2012 Hasil Anev tentang seberapa jauh prosentase pencapaian sasaran dari Renbangkuat dan Renbangpuan SDM.

2011. pendistribusian dan sosialisasi serta pelaksanaannya. 2) Tindak lanjut hasil Wasrik Itwasda Polda dan Itwasum Polri serta BPK-RI TA. Pengawasan melekat. 2) 3) 4) 5) Pembinaan sistem pelaporan. b) Realisasi penggunaan anggaran termasuk pertanggung jawaban keuangan Satker. Aspek Pelaksanaan. c. dilihat dari hasil . Kode . 2012. c) Produk administrasi pelaksanaan Tupoksi Satker dan kedalaman materi hasil kinerja Satker. arahan serta petunjuk kepada para Staf dan jajaran. . 4) Evaluasi Tingkat Efisiensi dan Efektifitas Organisasi secara Struktural ataupun secara fungsional. . . Pembinaan.A. 3) Penyempurnaan Pilun-pilun yang ada (Revisi). d. 1) Sejauhmana Satker telah melaksanakan program dan kegiatannya yang meliputi : a) Pelaksanaan Program dan Kegiatan Satker (Penetapan Kinerja) Ta. Aspek Pengendalian. 2011 / 2012. 1) Sistem pengawasan dan pengendalian Rencana Kerja yang diprogramkan dan dilaksanakan T. . Pengawasan fungsional.15 dikoordinasikan antar Fungsi / Bag / Bid sehingga dapat dipedomani dalam peningkatan kinerja pelaksanaan tugas Satker.hasil pelaksanaan tugas selama ini. 6) Analisa dan evaluasi pelaksanaan tugas 5.

Integritas Auditor harus memiliki kepribadian yang dilandasi oleh unsur jujur. b. auditi. Obyektivitas Auditor harus menjunjung tinggi ketidak berpihakan profesional memproses dalam mengumpulkan. berani. Kode Etik Parik / Auditor Parik / Auditor harus menandatangani Komitmen Moral (terlampir) dan dalam pelaksanaan tugas dilandasi prinsip-prinsip prilaku sesuai Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara No.PAN/03/2008 tentang Kode Etik APIP sebagai berikut : a. . . untuk diperlukan melaksanakan tugas 6. c. Kompetensi Auditor pengalaman harus dan memiliki ketrampilan pengetahuan. Kecuali diharuskan oleh peraturan perundang-undangan d. PER/04/M. . Kerahasiaan Auditor harus menghargai nilai dan kepemilikan informasi yang diterimanya dan tidak mengungkapkan informasi tersebut tanpa otorisasi yang memadai.16 5. mengevaluasi APIP dan data/informan Auditor membuat penilaian seimbang atas semua situasi yang relevan dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan sendiri atau orang lain dalam mengambil keputusan. bijaksana dan bertanggung jawab untuk membangun kepercayaan guna memberikan dasar bagi pengambilan keputusan yang andal. yang keahlian. . Cara .

ilmiah dan kontinyu selama kurun waktu tertentu untuk membuktikan suatu keadaan atau masalah yang sebenarnya berdasarkan fakta yang ada. Cara untuk memperoleh suatu simpulan dan pandangan / penilaian dengan mencari pola hubungan atau menghubungkan atau merakit berbagai informasi yang telah diperoleh. Evaluasi. dilakukan dengan mengajukan pertanyaan secara tertulis maupun secara lisan.17 6. Analisis. Memecahkan / menguarai data / informasi kedalam unsur – unsur yang lebih kecil atau bagian – bagian sehingga dapat diketahui hubungan antar unsur – unsur penting yang tersembunyi. b. Cara bertindak menggunakan Metoda dan Teknik Auditing yang berlaku sesuai Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2007 tanggal 27 Maret 2007 tentang Pedoman Pengawasan dan Pemeriksaan Rutin (Wasrik) di lingkungan Polri yaitu : a. . Investigasi. Cara bertindak. Permintaan informasi (inquiry). Mendalami secara intensif suatu permasalahan melalui penjabaran . Observasi / pengamatan. Menggali informasi tertentu dari berbagai pihak yang berkompeten. e. . . c. . baik informasi / bukti intern maupun ekstern. Melakukan peninjauan dan pengamatan atas suatu obyek secara teliti. d.

Menguji kebenaran atau kebenaran sesuatu. . g. k. j. Tes yang dilakukan mencakup hal – hal yang esensial. kesahihan. Verifikasi. . Menelusuri pencatatan informasi / data dalam kepada dokumen adanya ke bukti pendukungnya menuju pendukungnya (Voucernya) atau menelusur mengikuti ketentuan / prosedur yang berlaku dari hasil menuju awal kegiatan. Menguji kebenaran penjumlahan sub total dan total dari atas kebawah (Vertical). l. menguraikan atau meneliti secara mendalam. . pemilikan dan eksistensi dari suatu masalah. Vouching. f. ketelitian. Cross Footing. Footing. Uji/tes. mengikuti ketentuan prosedur yang berlaku dari awal menuju hasil . Menelusuri suatu bukti transaksi / kejadian menuju penyajian informasi dalam suatu dokumen atau menelusuri. Menguji secara rinci dan teliti tentang kebenaran. pembukuan. Menguji kebenaran penjumlahan sub total dan total dari kiri ke kanan (Horizontal). Trasir / telusuri. Checking. i. sebagian saja diteliti.18 penjabaran. perhitungan. . h.

Memperoleh bukti sebagai peyakin bagi Parik. q. Meneliti secara langsung ketempat kejadian (on the spot) yang dilakukan secara selintas. Membandingkan data dari suatu unit kerja dengan data dari unit kerja yang lain. o. Rekonsiliasi. Rusak Ringan. Baik) dan membandingkannya dengan saldo menurut buku (administrasi). menilai kondisinya (Rusak Berat. kemudian mencari sebab-sebab terjadinya perbedaan apabila ada. p. Inspeksi. kemudian ditarik kesimpulannya. atas hal yang sama dan periode yang sama atau hal yang sama dari periode yang berbeda.19 hasil akhir suatu kegiatan. . tidak rinci tapi teliti. Melakukan penelaahan secara umum dan dilakukan secara cepat tetapi untuk menemukan hal – hal yang tidak lazim atas suatu informasi / data. dengan mendapatkan / meminta informasi yang sah dari pihak yang relevan. Scanning. . Melakukan pemeriksaan fisik barang. r. n. Inventarisasi. Konfirmasi. mengenai hal yang sama yang dikerjakan oleh instansi / unit / bagian yang berbeda. umumnya pihak luar Auditan. m. Mencocokkan dua data yang terpisah. Bandingkan. . Konseling . . s.

A.078. Penyampaian . 4. 789. b.- Rp. VI. Pelaksanaan Wasrik dipimpin oleh Ketua Tim. Penyelenggaraan Wasrik dipimpin oleh Irwasda Polda Papua selaku penanggung jawab dengan memberikan sambutan pada saat Taklimat Awal. . 2. 1. . Laporan hasil wasrik dibuat sesuai dengan petunjuk yang berlaku.000. . Biaya pelaksanaan wasrik dibebankan pada DIPA Itwasda Polda Papua T.- Angkutan yang dipergunakan disesuaikan dengan keadaan / situasi setempat. 724. 3.886. VII. 3. KOMANDO DAN PENGENDALIAN.. 1. Memberikan bimbingan / arahan tehnis kepada obyek wasrik terhadap temuan – temuan yang perlu pembenahan sesuai perundang – undangan dan ketentuan yang berlaku di lingkungan Polri. Tabulasi temuan Wasrik dibuat oleh masing – masing Irbid / Auditor selaku Subyek Wasrik dan diketahui oleh Ketua Tim Wasrik. 2. ADMINISTRASI DAN LOGISTIK.(TUJUH RATUS DELAPAN PULUH SEMBILAN JUTA TUJUH PULUH DELAPAN RIBU RUPIAH) dengan rincian : a.000. Administrasi Wasrik Jaldis Wasrik ke jajaran Rp. Konseling. . 2012 yang tertuang pada Program Pengawasan dan Peningkatan Akuntabilitas Aparatur Dan Polri Sub Kegiatan Aparatur Penyelenggaraan Pengawasan Akuntabilitas Kewilayahan sebesar Rp. 64. .20 s.000.192.

R. VIII. 2012 ini disusun untuk digunakan sebagai pedoman pelaksanaan. efektif dan efisien. DEDDY WOERYANTONO KOMBES POL NRP 56020455 . Laporan Hasil Pemeriksaan dibuat oleh Tim wasrik dan dilaporkan kepada Kapolda Papua dan ditembuskan kepada Irwasum Polri pada kesempatan pertama. Penyampaian Hasil Pemeriksaan (PHP) dibacakan oleh Irwasda Polda Papua / Ketua Tim pada saat Taklimat Akhir. sarana pengawasan dan pemeriksaan serta pengendalian kegiatan operasional Polda Papua dan jajaran Ta.21 4. Januari 2012 IRWASDA POLDA PAPUA Drs. Jayapura. 5. PENUTUP Demikian Program Kegiatan Pemeriksaan Tahunan (PKPT) Itwasda Polda Papua TA. 2012 agar pelaksanaan tugas dan fungsi Itwasda Polda Papua dapat dilaksanakan secara profesional.

2012 adalah bidang Perencanaan dan Pengorganisasian c.KEPOLISIAN DAERAH PAPUA INSPEKTORAT PENGAWASAN DAERAH RENCANA WASRIK RUTIN DAN SUSUNAN TIM WASRIK ITWASDA POLDA PAPUA BULAN MARET 2012 I. Materi wasrik Materi wasrik rutin TA. Ruang lingkup Wasrik rutin kali ini akan dilaksanakan terhadap Satuan Kerja di tingkat Polda dan Satuan Kerja di tingkat Polres yang selama ini belum pernah tersentuh wasrik serta Satuan Kerja Polres yang sudah dan sedang melaksanakan Pemilukada II. 2011 Maksud dan tujuan 1. penyelenggaraan operasional dan pemberdayaan Sumber Daya yang ada. PENDAHULUAN a. 2012 Temuan wasrik BPK-RI atas pengelolaan keuangan TA. 2. agar terciptanya tata kelola keuangan yang baik dan benar sehingga menghindari terjadinya kekeliruan dalam pengeloalan anggaran dan keuangan sehingga dapat meningkatkan kinerja Satuan Kerja yang ada. b. Maksud diadakannya wasrik rutin adalah untuk melakukan pembenahanpembenahan terhadap kinerja Satuan kerja di Lingkungan Polda dan Polres sehingga dapat dijadikannya sebagai konsultan dalam hal pengelolaan anggaran dan keuangan. Dasar 1. .. Wasrik …. c. Penanggung jawab Bertindak sebagai penanggung jawab terhadap pelaksanaan wasrik adalah Irwasda Polda Papua /2. Rencana Kerja Itwasda Polda Papua TA. 2012 akan dilaksanakan pada bulan Maret 2012 sampai dengan selesai selama 34 hari b. Tujuannya. 2. PELAKSANAAN a. Rencana pelaksanaan Wasrik rutin TA. Susunan Tim wasrik 1.

SOS AKP AGUS WISNU c) Tim III : KOMPOL SAMADI AKP SUDIYANTO /d. S.Ik : KOMPOL A. H 3..SOS KOMPOL SAMADI AKP DALJADI AKP AGUS H 4.Ik AKP DALJADI b) Tim II : KOMPOL WINDU. S. S. Tim Verifikasi a) Tim I : AKBP I GEDE SUMERTA JAYA. . S.SOS : AKP DALJADI : AKP SUGIANTO : AKP RIDWAN c) Tim III : Ketua Tim Anggota : KOMPOL SAMADI : KOMPOL PENRI : AKP EDISON : AKP AGUS. Tim IV …. MARSYOM : AKP EKA : AKP ZET b) Tim II : Ketua Tim Anggota : KOMPOL WINDU S. S. Tim wasrik khusus a) Tim I : AKBP I GEDE SUMERTA JAYA.Ik KOMPOL A.-22. MARSYOM AKP EKA AKP SUDARYANTO b) Tim II : KOMPOL WINDU. Tim wasrik rutin a) Tim I : Ketua Tim Anngota : AKBP I GEDE SUMERTA JAYA.

Zona/ rayon Peg Tengah a. L f) Tim VI : AKP RIDWAN AKP EDISON g) Tim VII : AKP ZET PNS HERRI d. Polres Jayawijaya Polres Tolikara Polres Puncak jaya Polres Yahukimo /5. Polres Sorong Kota Polres Sorong Selatan Polres Raja Ampat Zona/ rayon Fak-Fak a. b. Zona/ rayon Manokwari : a. Polres Fak-Fak Polres Sorong Polres Kaimana 4.. Polres Teluk Bintuni c. c. Polres Manokwari b. MARSYOM AKP EKA e) Tim V : KOMPOL PENRI IPDA AGUS. Polres Teluk Wondama 2. d. c. 3. b. Zona/ rayon Sorong a. c. Adapun susunan rayon/ zona sebagai berikut : 1. b. Zona …. 2012 adalah Satker Polda dan Satker Polres yang belum pernah sebagai obyek pemeriksaan serta satker Polres yang sedang dan sudah melaksanakan pemilukada yang tekhnis pelaksanaannya dibagi menjadi rayon/ zona yang mana petugas wasrik akan tinggal di salah satu satker Polres yang kemudian satker Polres yang akan menjadi obyek pemeriksaan merapat ke Polres yang ditunjuk.-3d) Tim IV : KOMPOL A. . Obyek pemeriksaan Obyek pemeriksaan wasrik rutin TA.

e. Polres Merauke Polres Mappi Polres Boven Digoel Polres Asmat Zona/ rayon Nabire a.800. 6. PENUTUP Demikian Rencana wasrik dan susunan Tim wasrik pada TA.000 (empat ratus dua puluh tujuh juta delapan ratus ribu rupiah) yang akan dilaksanakan selama 34 hari. S. d. 2012 Itwasda Polda Papua disusun guna dapatnya pimpinan mengambil langkah-langkah kebijakan selanjutnya. Zona/ rayon Mimika a. III. c. Anggaran Anggaran yang dibutuhkan untuk mendukung kegiatan wasrik rutin TA. Zona/ rayon Merauke a. b. 427. Jayapura. b. Polres Mimika e. c. Januari 2012 IRBID OPS I GEDE SUMERTA JAYA. d. Polres Nabire Polres Paniai 7. Polres Jayapura Kota Polres Jayapura Polres Keerom Polres Pegunungan Bintang Polres Sarmi 8. b. 2012 adalah sebesar Rp.-45. Zona/ Rayon Jayapura a.Ik AKBP NRP 67010344 .

Res Mmk Dit Sabhara Dit Pam Obvit Res Mrke Res Bodi Res Asmat Res Mappi Dit Resum Dit Ressus JU ME JUL Yanma Res Jawi Res Tolikara Res Yahukim Res P. Bintg Sat Brimob SPN Jypr PD. 2012 Sun PKPT Pelatihan Auditing Res Mankwr Res Tlk. Ypn Res Paniai Res Nabire NO Setum Rumkit Bhy Bid Dokkes Bid Humas Res Supiori Res Biak DE Dit Polair Ro SDM Ro Ops Ro Sarpras Bid Keu Ro Rena Dit Lantas Res Raja 4 Res Sorsel Res Srg Res Srg Kt Dit Narkoba Dit Intelkam Dit Binmas Res Kaimana Res Fak2 Sun Anev Wasrik . Btn. Jaya Dit Tahti Bid TI AG Res Jayapura Res Jpr Kt Res Keerom Res Sarmi Res Pg.POLRI DAERAH PAPUA INSPEKTORAT PENGAWASAN DAERAH TIME TABLE WASRIK RUTIN ITWASDA POLDA PAPUA TA. Wdm Res Tlk. Bhyri Kemala Bhy Puskoppol PE JA MA AP OK SEP Bid Propam Bid Binkum Res Ypn Wrp Res Kep.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful