Anda di halaman 1dari 5

GERAKAN BUDAYA ANTI KORUPSI DI INDONESIA OPTIMISTIS MENUJU KONDISI LEBIK BAIK

Ulin Nuha Ar-rasyidah Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya

Akhir-akhir ini masalah korupsi sedang hangat-hangatnya dibicarakan publik, terutama dalam media massa baik lokal maupun nasional. Indonesia selalu menduduki peringkat teratas sebagai negara paling korup. Political and Economy Risk Consultancy (PERC), sebuah lembaga konsultan independen yang berbasis di Hongkong, menempatkan Indonesia pada posisi sebagai negara juara korupsi di Asia selama sepuluh tahun lebih secara berturut-turut.

Data PERC menyebutkan bahwa selama 10 tahun lebih, sejak 1997-2006, dan hingga 2011 ini, tingkat korupsi di Indonesia tidak mengalami perbaikan secara signifikan. Indonesia selalu berada pada peringkat teratas dalam praktek korupsi, sehingga selalu berada di atas rata-rata korupsi negara-negara lain. Grafik diatas yang menunjukkan perkembangan tingkat korupsi di Indonesia yang tidak mengalami perbaikan secara signifikan. Pada dua tahun terakhir, posisi Indonesia sebagai negara paling korup di Asia dan dunia masih tetap saja melekat. Indeks korupsi menurut Transparansi Internasional (TI) berada pada angka 2,8 dengan ranking 110 dari 178

negara pada tahun 2009 dan angka 2,8 dengan ranking 110 dari 180 negara terkoruptor pada tahun 2010. Kurun waktu dua tahun yang tidak terjadi perubahan atas kondisi praktek korupsi di Indonesia. Banyak para ahli mengemukakan pendapatnya tentang masalah korupsi ini. Pada dasarnya, ada yang pro ada pula yang kontra. Akan tetapi walau bagaimanapun korupsi ini merugikan negara dan dapat meusak sendi-sendi kebersamaan bangsa. Pada hakekatnya, korupsi adalah benalu sosial yang merusak struktur pemerintahan dan menjadi penghambat utama terhadap jalannya pemerintahan dan pembangunan pada umumnya. Korupsi adalah produk dari sikap hidup satu kelompok masyarakat yang memakai uang sebagai standard kebenaran dan sebagai kekuasaaan mutlak. Sebagai akibatnya, kaum koruptor yang kaya raya dan para politisi koruptor yang berkelebihan uang bisa masuk ke dalam golongan elit yang berkuasa dan sangat dihormati. Mereka ini juga akan menduduki status sosial yang tinggi dimata masyarakat. Sebagai rakyat biasa, kita dibuat tak berdaya dengan keadaan yang ada di Indonesia saat ini, karena kita di pimpin oleh orang-orang yang zalim, orang orang yang lebih mementingkan dirinya sendiri dibandingkan kepentingan rakyat kecil yang lebih membutuhkan. Banyak penegak hukum yang seharusnya bisa dijadikan panutan oleh masyarakat untuk menegakan hukum malah melakukan tindakan yang sangat tidak patut dan hal tersebut yang membuat bangsa Indonesia ini bangsa yang selalu tertinggal, bangsa yang tidak akan menjadi bangsa yang makmur yang merata. Karena kelakuan dan tindakan para pemimpin-pemimpin bangsa yang tidak bertanggung jawab. Korupsi telah turut serta menyumbang terjadinya krisis moneter yang melanda Indonesia pada tahun 1997 yang sampai sekarang kita masih merasakan dampak dari krisis moneter tersebut. Korupsi dimulai dengan semakin mendesaknya usaha-usaha pembangunan yang diinginkan, sedangkan proses birokrasi relaif lambat, sehingga setiap orang atau badan menginginkan jalan pintas yang cepat dengan memberikan imbalan-imbalan dengan cara memberikan uang pelicin (uang sogok). Praktek ini akan berlangsung terus menerus sepanjang tidak adanya kontrol dari pemerintah dan masyarakat, sehingga timbul golongan pegawai yang termasuk OKB-OKB (orang kaya baru) yang memperkaya diri sendiri (ambisi material). Agar tercapai tujuan pembangunan nasional, maka mau tidak mau korupsi harus diberantas. Ada beberapa cara penanggulangan korupsi, dimulai yang sifatnya preventif maupun yang represif. Korupsi di Indonesia bagaikan sebuah akar yang telah menjalar yang tentunya sangat sulit untuk diberantas, perlu banyak kebijakkan pemerintah yang harus dibuat

untuk membudayakan budaya anti korupsi. Kita tentunya tahu bahwa pada tahun 2006 berdasarkan audit dari lembaga Internasional Indonesia masih masuk dalam Negara yang memiliki tingkat korupsi yang tinggi. Sehingga Untuk menanggulangi masalah korupsi pemerintah telah membentuk sebuah badan anti korupsi yang memiliki hak untuk melakukan audit keuangan dan kebijakan yang diterbitkan oleh perusahaan milik Negara, namun ternyata dengan berdirinya lembaga yang kita kenal dengan sebutan KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) korupsi yang terjadi diIndonesia tetap terjadi bahkan turut serta menjalar ke Komisi Pemberantasan Korupsi ini. Hal ini dapat dilihat dari keterlibatan para anggota KPK pada kasus korupsi yang terjadi baru-baru ini. Memang sulit untuk memberantas korupsi ketika korupsi itu telah menjalar kesetiap sendi-sendi kehidupan masyarakat Indonesia. Untuk itu kita perlu menanamkan budaya anti korupsi di bumi pertiwi ini. Lalu budaya anti korupsi yang bagaimanakah yang perlu kita tanamkan? Budaya anti korupsi yang perlu kita tanamkan meliputi beberapa aspek yang terkait dengan kehidupan masyarakat. Aspek pertama yang perlu diperhatikan dalam menggalakkan budaya anti korupsi adalah mulai menggalakkan budaya anti korupsi dari usia yang paling dini maksudnya kita harus dapat mengenalkan pada anak-anak kita ataupun adikadik kita tentang betapa bahayanya korupsi bagi diri mereka maupun negara yang kita cintai ini. Hal ini perlu dilakukan karena mereka adalah generasi muda yang suatu saat akan menggantikan generasi yang telah ada dan seandainya pada saat awal mereka telah diperkenalkan tentunya hal ini akan menahan laju korupsi yang terjadi di Indonesia. Pada akhirnya akan tercipta suatu generasi muda Indonesia yang bebas dari korupsi selain itu tidak lupa kita memasukkan nilai-nilai agama pada aspek ini karena untuk menciptakan budaya anti korupsi diperlukan juga pemahaman dari segi agama. Kemudian aspek kedua yang perlu diperhatikan adalah melakukan audit terhadap kelayakan hukum dan peraturan yang ada pada Indonesia hal ini sangatlah penting bahkan bisa disebut sebagai salah satu dasar penting yang untuk dapat menciptakan budaya anti korupsi. Selain itu tingkat dari kelayakan hukuman yang ada pada negara ini sangatlah timpang ini terlihat dari terlalu ringannya hukuman yang diberikan terhadap para koruptor tidak seperti para pelaku pencurian lainnya sehingga hukuman tersebut tidak akan menimbulkan efek jera dari perilaku korupsi yang ia lakukan. Mungkin sekedar melihat kenegara tetangga yaitu Cina yang dulu termasuk dalam negara yang memiliki tingkat korupsi yang tinggi ternyata negara tersebut dapat keluar dari masalah korupsi. Apakah yang telah dilakukan oleh Negara Cina? Mereka

melakukan perubahan yang besar dalam hukum peradilan negara mereka yaitu tentang hukuman yang pantas terhadap para koruptor yang telah merugikan negara bahkan dapat kita sebut sebagai musuh yang menikam dari belakang. Ternyata mereka membuat hukuman yang pantas dan menimbulkan efek jera terhadap perilaku tindakan korupsi dengan memberikan hukuman yaitu semua kekayaan akan disita atau dimiskinkan bahkan tembak mati pada para pelaku korupsi di negerinya. Lalu mengapa kita tidak melakukan hal ini?. Pemberian hukuman yang menimbulkan efek jera terhadap pelaku koruptor sangatlah perlu kita lakukan agar perilaku korupsi yang terjadi pada masa sekarang dapat berkurang. Mungkin pemberian hukuman mati terkesan sangatlah bertentangan dengan hukum hak asasi manusia namun perlu kita ketahui lagi bahwa hak asasi manusia hanya dapat ditegakkan jika kita mampu menegakkan hukumhukum yang lain tanpa hal itu sangatlah sulit kita menegakkan hak asasi manusia. Aspek yang selanjutnya adalah aspek teknologi perlu kita ketahui bahwa salah satu faktor dari terjadinya korupsi adalah terlalu banyaknya interaksi yang dilakukan oleh pejabat dengan para pengusaha sehingga sangat memudahkan untuk melakuan korupsi. Untuk itu hal yang perlu kita lakukan adalah meminimalkan terjadinya hubungan antara para pejabat penting yang mengatur kebijakan staregis dengan para pengusaha. Sebagai contoh dengan melakukan sistem pembayaran pajak melalui sistem on-line sehingga jumlah intensitas pertemuan akan semakin menurun yang tentunya yang menyebabkan akan sulit melakukan korupsi berupa penggelapan pajak karena semua hal dari penghitungan pajak dilakukan oleh komputer yang tidak mungkin akan dapat disuap oleh pengusaha. Selain dari aspek-aspek yang dijelaskan diatas ada satu aspek lagi yang teramat penting dalam menciptakan budaya anti korupsi di Indonesia yaitu aspek peningkatan kesejahteraan dari masing-masing instalasi pemerintahan yang ada. Hal ini sangatlah diperlukan karena mustahil kita dapat mencegah terjadinya korupsi jika aparat-aparat yang ada tingkat kesejahteraannya masih dibawah standar yang ada. Karena pada dasarnya korupsi itu terjadi dikarenakan para aparat-aparat pemerintahan yang ada tidak dapat memenuhi kebutuhan dari keluarga mereka sehingga mereka mau melakukan korupsi. Jika saja kesejahteraan dari masing-masing aparat pemerintahan dapat terpenuhi maka mustahil mereka akan melakukan korupsi. Karena itulah aspek ini sangatlah penting demi terselengaranya suatu pemerintahan yang bersih dari korupsi serta terwujudnya budaya anti korupsi.

Demikianlah aspek-aspek yang dapat membantu terciptanya budaya anti korupsi di Indonesia karena tanpa perencanaan yang jelas dalam menciptakan budaya anti korupsi maka rencana itu hanyalah sebuah rencana diatas kertas yang tidak akan pernah bisa terwujud. Dan juga sebuah rencana yang dijalankan tidak dengan sungguh-sungguh serta disiplin tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kesia-siaan belaka.