Anda di halaman 1dari 15

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Studi gerak dan waktu adalah studi yang mengkaji gerakan yang membentuk suatu kerja. Studi ini dilakukan dalam upaya untuk mengurangi jumlah gerakan yang dilakukan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang akan berdampak pada adalah pengamatan tiap elemen meningkatkan produktivitas dalam bekerja . Hal yang menjadi perhatian dalam study gerak dan waktu gerakan yang membentuk suatu pekerjaan. dalam pengamatan tersebut dapat menggunakan 2 macam studi, yaitu visual motion study and micromotion study. Perbedaan dari ke dua macam studi ini terletak pada alat yang digunakan untuk mengamati obyek penganmatan. Jika pada pada visual motion study dilakukan pencatatan yang di dapat dari pengamatan langsung terhadap obyek yang diamati , sedangkan pada micromotion studi pengamatan dilakukan dengan bantuan alat perekam berupa kamera dengan kecepatan konstan yang dapat mempermudah pengamat untuk membagi tiap elemen kerja. Oleh karena itu micromotion study sangat cocok untuk dipergunakan untuk jenis pekerjaan yang dilakuan secara berulang ulang dalam kecepatan tinggi. Pada praktikum ini metode yang dipergunakan adalah micromotion study dimana Tata letak, jarak, ukuran bagian dan alat-alat yang akurat dan tolerances diukur dan direkam untuk melengkapi analisis nantinya. film itu kemudian diproyeksikan oleh-frameframe dan dianalisa dan diklasifikasikan ke dalam format yang ditentukan Dasar motions suatu therblig Divisi pergerakan manusia yang sangat mendasar. Semua operasi dianalisa dipecah ke dalam therbligs agar supaya dapat menunjukkan unsur gerakan yang paling rendah . Dasar gerakan ini adalah Jangkauan, pegang, Pindah, Posisi, Release, dll gerakan diambil untuk mulai pada frame dimana tangan pertama mulai melakukan gerakan dan diambil untuk mengakhiri pada frame di mana gerakan itu selesai. waktu untuk setiap gerakan akan direkam dan dihitung dalam hitungan detik,

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

Hasil dari pengamatan itu akan menunjukkan bagaimana sebaiknya komponenkomponen yang terlibat dalam gerakan tersebut diatur secara bersama-sama berada dalam suatu komposisi tata letak yang sebaik-baiknya sehingga bisa memberikan alur gerak, tata cara ataupun prosedur kerja yang tertib dan lancar. Dengan perekayasaan tata cara kerja tersebut, maka semua langkah serta gerakan-gerakan kerja yang tidak produktif bisa dieliminir atau ditekan sehingga dapat menambah efektivitas gerak dan langkah kerja . 1.2 Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah : 1. Menggunakan studi gerakan kerja menggunakan Micromotion Study 2. Membandingkan pengaruh metode-metode yang digunakan terhadap efisiensi gerakan kerja. 3. Melakukan pengukuran untuk mendapatkan waktu normal. 4. Dapat melakukan pekerjaan dengan menggunkan prinsip ekonomi gerakan. 5. Mengetahui metode terbaik dalam pengerjaan assembly pinboard. 6. Dapat menggambarkan peta tangan kanan dan kiri. 1.3 Sistematika Penulisan BAB I BAB II BAB III PENDAHULUAN Berisi latar belakang, tujuan dan sistematika penulisan TINJAUAN PUSTAKA Berisi tentang tinjauan pustaka yang melandasi penyusunan laporan ini PENGUMPULAN DAN PENGOLAHAN DATA Berisi data elemen-elemen kerja, Tabel diskripsi gerakan dan Sanpshot, tabel data waktu serta pengolahan data berupa peta tangan kanan dan tangan kiri BAB IV ANALISA

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

Berisi analisa metode-metode yang digunakan dan analisa metode yang terbaik BAB V PENUTUP Berisi kesimpulan dan saran

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

1.1 Definisi Motion and Time Study Motion study and time study adalah suatu studi tentang gerakan-gerakan yang dilakukan oleh pekerja untuk menyelesaikan pekerjaannnya. Dengan studi ini ingin diperoleh gerakan-gerakan standard utnuk penyelesaian suatu pekerjaan, yaitu rangkaian gerakan-gerakan yang efktif dan efisien. Studi mengenai ini dikenal sebagai studi ekonomi gerakan yaitu studi yang menitik beratkan pada penerapan prinsip-prinsip ekonomi gerakan. (Sritomo W , 1995 : 107) Pengukuran kerja adalah suatu aktivitas untuk menentukan lamanya sebuah pekerjaan bisa diselesaikan. Pengukuran kerja berkaitan dengan penentuan waktu standar. Waktu standar adalah waktu yang diperlukan oleh seorang pekerja terlatih untuk menyelesaikan suatu tugas tertentu, bekerja pada tingkat kecepatan yang berlanjut, serta menggunakan metode, mesin dan peralatan, material, dan pengaturan tempat kerja tertentu. Penentuan waktu standar merupakan masukan penting bagi perencanaan proses produksi. Salah satu cara yang sering digunakan untuk menentukan waktu standar adalah dengan cara studi waktu. Studi waktu dilaksanakan dengan menggunakan alat jam henti ( stop watch ) untuk mengamati waktu tugas. Waktu standar dihitung berdasarkan pengamatan terhadap seorang pekerja yang melaksanakan siklus tugasnya berulang-ulang. Setelah ditetapkan, waktu standar itu diberlakukan bagi seluruh pekerja lain yang melaksanakan pekerjaan serupa. Pekerja yang dipilih adalah pekerja yang mengerti benar ( terlatih ) tentang tugas yang sedang diamati dan bekerja dengan menggunakan metode yang sesuai.

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

Motion study and time study adalah sebuah pembelajaran sistematis dari sistem kerja dengan tujuan : 1. Mengembangkan sistem dan metode yang lebih baik. Pada umumnya penentuan sistem dan metode yang digunakan dalam sebuah industri sangat bergantung kepada tujuannya, misalnya dalam sebuah manufaktur memproduksi barang, sebuah bank melayani transaksi dengan nasabah, penjualan susu sapi dari peternakan, dan sebagainya. Setelah itu, dilakukan pendekatanpendekatan peningkatan produktivitas dengan cara problem-solving dan sebagainya. menstandardisasi sistem dan standar tersebut. 2. Menentukan standar waktu. Motion study digunakan untuk mengukur standar waktu normal yang diperlukan operator terlatih dan berpengalaman pada kecepatan normal. Standar waktu tersebut seringkali digunakan untuk perencanaan dan penjadwalan kerja sampai perkiraan biaya produksi, termasuk biaya buruh. 3. Melatih operator. Agar seluruh perencanaan berjalan dengan baik, operator perlu mendapatkan pelatihan. Hal ini biasanya diakomodir oleh atasan dan pejabat teratas perusahaan. Akan tetapi, belakangan marak lembaga profesional yang bergerak dalam hal training seperti ini. Seiring dengan berkembangnya teknologi yang memaksa pemakaiain alat-alat industri modern dan permesinan, pekerja yang dibutuhkan dalam industri skala besar semakin sedikit. Saat ini, yang lebih dibutuhkan adalah operator yang dapat menjalankan berbagai peralatan dan mesin-mesin industri sehingga upah yang harus dibayarkan kepada pekerja dapat ditekan seiring semakin sedikitnya pekerja yang dibutuhkan. Hal ini dapat dicapai dengan memberikan pelatihan-pelatihan agar standar yang diharapkan dapat tercapai sehingga efektivitas dan efisiensi kerja dapat diperoleh.

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

Definisi micromotion study Motion study pertama kali dipublikasikan pada pertemuan American Society of Mechanical Engineering tahun 1912 oleh Gilbreth. Penjelasan singkat tentang hal ini adalah : micromotion study adalah mempelajari elemen dasar atau subdivisi berdasarkan gambar gerakan kamera, alat penghitung waktu yang secara akurat dapat menghitung interval waktu pada gambar film. (http://arifamrizal.wordpress.com/) Metode ini menggunakan peralatan videotape berkecepatan tinggi untuk menganalisa gerakan yang sangat cepat dan sedikit. Tugasnya adalah menganalisa gerakan tersebut kemudin mengulang secara perlahan di dalam laboratorium, sehingga didapatkan waktu yang dibutuhkan untuk tiap-tiap gerakan. Time dan motion study sangat penting bagi industri karena akan sangat berhubungan dengan perencanaan kapasitas yang akan membantu dalam menentukan tingkat output dari operasi suatu industri. Motion study, akan berorientasi tentang peningkatan produktivitas, sedang time study memiliki orientasi tentang pengukuran produktivitas. 1.2 Prinsip-Prinsip Ekonomi Gerakan (Motion Economy) Dalam menganalisa dan mengevaluasi metoda kerja yang lebih efisien, maka perlu mempertimbangkan prinsip-prinsip ekonomi gerakan (the principles of motiom economy). Prinsip ekonomi gerakan ini bisa dipergunakan untuk menganalisa gerakangerakan kerja setempat yang terjadi dalam sebuah stasiun kerja dan bisa juga untuk kegiatan-kegiatan kerja yang berlangsung secara menyeluruh dari satu stasiun ke stasiun kerja yang lain. Beberapa prinsip-prinsip ekonomi gerakan :

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

1. Prinsip-prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan tubuh manusia dan gerakangerakannya. Kedua tangan sebaiknya memulai dengan mengakhiri gerakan pada saat yang sama. Kedua tangan sebaiknya tidak menganggur pada saat yang sama kecuali pada waktu istirahat. Gerakan kedua tangan akan lebih mudah jika satu terhadap yang lainnya simetris dan berlawanan arah. Gerakan tangan atau badan sebaiknya dihemat. Yaitu dengan menggerakkan tangan atau bagian yang diperlukan saja untuk melakukan pekerjaan dengan sebaik-baiknya. Sebaiknya pekerja dapat memanfaatkan momentum sehingga dapat membantu pekerjaannya. Gerakan yang patah-patah, banyak perubahan arah akan memperlambat gerakan tersebut. Gerakan balistik akan lebih cepat, menyenangkan, dan lebih teliti daripada gerakan yang dikendalikan. Pekerjaan sebaiknya dirancang semudah-mudahnya, dan jika memungkinkan irama kerja harus mengikuti irama yang alamiah bagi si pekerja. Usahakan sedikit menggunakan mata.

2. Prinsip-prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan pengaturan tata letak tempat kerja. Sebaiknya diusahakan agar bahan dan peralatan mempunyai tempat yang tetap. Tempatkan bahan-bahan dan peralatan di tempat yang mudah, cepat, enak untuk dicapai.

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

Tempat penyimpanan bahan yang akan dikerjakan sebaiknya memanfaatkan prinsip gaya berat sehingga bahan yang akan dipakai selalu tersedia di tempat yang dekat untuk diambil.

Sebaiknya untuk menyalurkan objek yang sudah selesai dirancang mekanismenya yang baik. Bahan-bahan dan peralatan sebaiknya ditempatkan sedemikian rupa sehingga gerakan-gerakan dapat dilakukan dengan urutan-urutan terbaik. Tinggi tempat kerja dan kursi sebaiknya sedemikian rupa sehingga alternatif berdiri atau duduk dalam menghadapi pekerjaan merupakan hal yang menyenangkan.

Tata letak dan perancangan sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga dapat membentuk kondisi yang baik untuk penglihatan.

3. Prinsip-prinsip ekonomi gerakan dihubungkan dengan perancangan peralatan. Sebaiknya tangan dapat dibebaskan dari semua pekerjaan bila penggunaan dari perkakas pembantu atau alat yang dapat digerakkan dengan kaki dapat ditingkatkan. Sebaiknya peralatan dirancang sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pemegangan. Bila setiap jari tangan melakukan gerakan sendiri-sendiri, beban yang didistribusikan pada jari harus sesuai dengan kekuatan masing-masing jari. Roda tenaga, palang, dan peralatan yang sejenis dengan itu sebaiknya diatur sedemikian rupa sehingga beban dapat melayaninya dengan posisi yang baik dan dengan tenaga yang minimum.

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

ELIMINASI KEGIATAN :
Eliminasi

semua kegiatan/aktifitas yang memungkinkan, langkah-langkah atau

gerakan-gerakan (dalam hal ini banyak berkaitan dengan aplikasi anggota badan, kaki, lengan, tangan, dll).
Eliminasi

kondisi yang tak beraturan dalam setiap kegiatan. Letakan segala

fasilitas kerja dan material/komponen pada lokasi yang tetap (hal ini akan bisa menyebabkan gerakan-gerakan kerja yang otomatis).
Eliminasi

penggunaan tangan (baik satu atau keduanya) sebagai holding device,

karena hal ini merupakan aktifitas tidak produktif yang menyebabkan kerja dua tangan tidak seimbang.
Eliminasi

gerakan-gerakan yang tidak semestinya, abnormal, dll. Hindari pula

gerakan-gerakan yang membahayakan dan melanggar prinsip-prinsip keselamatan atau kesehatan kerja.
Eliminasi

penggunaan tenaga otot untuk melaksanakan kegiatan statis atau fixed

position. Demikian pula sebisa mungkin untuk menggunakan tenaga mesin (mekanisasi) seperti power tools, power feeds, material handling, equipment, dll, untuk menggantikan tenaga otot.
Eliminasi

waktu kosong (idle time) atau waktu menunggu (delay time ) dengan

membuat perencanaan/penjadwalan kerja yang sebaik-baiknya. Idle/delay time bisa ditolerir bilamana hal tersebut diperuntukan secara terencana guna melepaskan lelah. KOMBINASI GERAKAN ATAU AKTIFITAS KERJA :
Gantikan/kombinasikan

gerakan-gerakan kerja yang berlangsung pendek atau

terputus-putus dan cendrung berubah-ubah arahnya dengan sebuah gerakan yang kontinyu, tidak patah-patah serta cendrung membentuk sebuah kurva.
Kombinasikan

beberapa aktifitas fungsi yang mampu ditangani oleh sebuah

peralatan kerja dengan membuat desain yang bersifat multipurpose.

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7
Distribusikan

kegiatan dengan membuat keseimbangan kerja antara kedua tangan.

Pola gerakan kerja yang simultan dan simetris akan memberikan gerakan yang paling efektif. Bilamana kegiatan dilaksanakan secara kelompok diupayakan supaya terjadi beban kerja yang merata diantara anggota kelompok. PENYEDERHANAAN KEGIATAN :

Laksanakan setiap aktifitas/kegiatan kerja dengan prinsip kebutuhan energi otot yang digunakan minimal. Kurangi kegiatan mencari-cari obyek kerja (peralatan kerja, materia, dll.) dengan meletakannya pada tempat yang tidak berubah-ubah. Letakan fasilitas kerja berada dalam jangkauan tangan yang normal. Hal ini akan menyebabkan gerakan tangan akan berada pada jarak yang sependekpendeknya. Sesuaikan letak dari handles, pedals, levers, buttons, dll dengan memperhatikan dimensi tubuh manusia (antropometri) dan kekuatan otot yang dibutuhkan. (http://adi.bogorlab.com/)

1.3 Gerakan Fundamental (Therbligs) Perancangan kerja manual didasarkan pada prinsip pengetahuan gerakan dan ekonomi gerakan yang diperkenalkan oleh Frank. B Gilbret. Ada 17 gerakan dasar dalam perancangan kerja yang disebut Therbligh yang meliputi: 1. RE = Reach (menjangkau) 2. M = Move (Membawa) 3. G = Grasp (Memegang) 4. RL = Release (Melepas) 5. PP = Pre-position (Pengarahan Sementara) 6. U = Use (Memakai) 7. A = Assemble (Merakit)

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

10

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

8. DA = Disassemble (Lepas rakit) 9. S = Search (Mencari) 10. SE = Select (Memilih) 11. P = Position (pengarahan) 12. I = Inspect (Memeriksa) 13. PL = Plan (Merencanakan) 14. UD = Unavoidable delay (Kelambatan yang tak terhindarkan) 15. AD = Avoidable delay (Kelambatan yang dapat dihindarkan) 16. R = Rest (Istrirahat) 17. H = Hold (memegang untuk memakai)

Gambar 2.1 Simbol-simbol Elemen Therbligh Sedangkan prinsisp ekonomi gerakan adalah meminimalkan gerakan tubuh pada saat bekerja berdasarkan bahan baku dan peralatan yang digunakan. Serta keterbatasan 11

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

manusia sendiri. Hal ini sangat terkait dengan tata letak tempat kerja dan peralatan kerja. Dalam perancangan kerja manual perlu dilakukan pengaturan fungsi kerja anggota badan lain seperti kaki atau keseimbangan beban tangan kiri dan kanan. Proses ini biasanya dilakukan dengan menggunakan Peta Kerja tangan Kiri dan kanan. (Modul Praktikum PSKE, 2009) 1.4 Peta Kerja Sebagai Alat Untuk Menganalisa Aktivitas Kerja Untuk mempermudah proses analisa biasa digunakan peta proses antara lain peta aliran proses (flow process chart), peta tangan kiri dan tangan kanan (left and right hand chart), diagram aliran (flow diagram), dll. Peta Aliran Proses (flow Process chart). Peta aliran proses adalah suatu peta yang menggambarkan semua aktifitas baik produktif maupun yang tidak produktif yang terlibat dalam proses pelaksanaan kerja. Peta ini hampir sama dengan peta proses operasi hanya saja disini lebih mendetail dan lengkap

Gambar 2.2 Peta Aliran Proses

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

12

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

Diagram Aliran ( flow diagram ) Diagram aliran pada dasarnya persis sama dengan peta aliran proses hanya saja disini penggambaran dilakukan diatas gambar layout dari fasilitas kerja. Disini simbol-simbol ASME dan nomor-nomor aktifitas masing-masing digambarkan. Tujuan pokok dalam penggambaran flow diagram adalah untuk mengevaluasi langkah-langkah proses dalam situasi yang lebih jelas, disamping tentunya bisa dimanfaatkan untuk melakukan perbaikan-perbaikan didalam desain layout fasilitas produksi yang ada.

Peta Tangan Kiri dan Tangan Kanan (Left and Right Hand Chart). Tidak seperti peta operasi atau peta aliran proses, maka peta tangan kiri dan tangan kanan diarahkan untuk menganalisa aktifitas kerja yang dilaksanakan seorang operator dalam sebuah stasiun kerja. Peta akan menggambarkan gerakangerakan kerja yang dilakukan oleh tangan kiri dan tangan kanan dengan tujuan utamanya adalah memperoleh keseimbangan gerakan kerja. Peta ini dutamakan untuk menganalisa kegiatan manual dan berlangsung berulang-ulang seperti pada proses perakitan (assembling). (http://adi.bogorlab.com/)

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

13

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

Gambar 2. 3 Peta Tangan Kanan Tangan Kiri Peta-Peta Kerja Guna Menganalisa Proses Kerja Setempat a. Peta Pekerja Dan Mesin b. Peta Kelompok Kerja c. Peta Tangan Kiri Dan Tangan Kanan Atau Peta Operator Peta-Peta Kerja Guna Menganalisa Proses Kerja Keseluruhan a. simbol-simbol standard yang dipakai untuk pembuatan peta kerja operasi, material process chart, man-process chart, transportasi, inspeksi, menunggu, menyimpan, aktivitas ganda.

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

14

Laporan Praktikum Perancangan Sistem Kerja dan Ergonomi Modul 1 Motion and Time Study Kelompok 7

b. Peta proses operasi: Mengapa (Why), Apa (What), Bagaimana (How), Bagaimana (How), Siapa (Who), Dimana (Where), Kapan (When).

Gambar 2.4 Peta Proses Operasi c. Peta Proses Produk Banyak d. Peta Aliran Proses e. Diagram Aliran Factor yang mempengaruhi gerakan dasar: jarak, berat beban, penggunaan penglihatan dan ketelitian. (Modul Praktikum PSKE, 2009)

Program Studi Teknik Industri Universitas Diponegoro

15

Anda mungkin juga menyukai