Anda di halaman 1dari 9

Discharge Planning

1. Menjelaskan Fisiologi Nifas A. Pengertian Masa Nifas (puerperium) dimulai setelah placenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Masa nifas berlangsung selama kira-kira 6 mingggu. Wanita yang melalui priode puerperium disebut puerpura. Puerperium (Nifas) berlangsung selama 6 minggu atau 42 hari, merupakan waktu yang diperlukan untuk pulihnya alat kandungan pada keadaan yang normal. B. Tahapan Masa Nifas 1. Puerperium dini Kepulihan dimana ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. 2. Puerperium intermedial Kepulihan menyeluruh alat-alat genetalia yang lamanya 6-8minggu 3. Remot puerperium Waktu yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyaikomplikasi. Waktu untuk sehat sempurna bisa berminggu-minggu, bulanan, tahunan. C. Proses Laktasi dan Menyusui ASI Ekslusif adalah bayi yang hanya diberi ASI saja, tanpa tambahan cairan atau makanan apapun sampai umur 6 bulan. Seperti susu formula, jeruk, madu, air teh dan air putih serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan nasi tim. Manfaat pemberian ASI Esklusif yaitu: a. ASI sebagai nutrisi

b. ASI sebagai daya tahan tubuh


c. ASI meningkatkan jalinan kasih saying d. ASI sebagai penghemat biaya obat-obatan e. ASI sebagai tenaga f. ASI sebagai sarana kesehatan yang murah

g. ASI dapat menciptakan generaso penerus bangsa yang tangguh dan berkualitas Zat kekebalan yang terkandung dalam ASI yaitu: a. Faktor bifidus : mendukung proses perkembangan bakteri yang menguntungkan dalam usus bayi, untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang merugikan b. Laktoferin: mengikat zat besi dalam ASI sehinggga zat besi tidak digunakan oleh bakteri pathogen untuk pertumbuhannya c. Anti alergi d. Mengandung zat anti virus polio e. Menjaga pencernaaan dengan membantu pertumbuhan selaput usus bayi sebagai perisai untuk menghindari zat-zat merugikan yang masuk ke dalam peredaran darah D. Involusio Involusi merupakan suatu proses kembalinya uterus pada kondisi sebelum hamil. Perubahan ini dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan palpasi untuk meraba dimana TFU-nya (tinggi fundus uteri). E. Lochea Lokhea adalah ekskresi cairan rahim selama masa nifas. Lokhea mengandung darah dan sisa jaringan desidua yang nekrotik dari dalam uterus. Lokhea mempunyai reaksi basa/alkalis yang dapat membuat organisme berkembang lebih cepat daripada kondisi asam yang ada pada vagina normal. Lokhea dibedakan menjadi 4 jenis berdasarkan warna dan waktu keluarnya :

Lokhea rubra/merah Keluar pada hari pertama sampai hari ke 4 masa post partum. Lokhea sanguinolenta Berwarna merah kecoklatan dan berlendir. Berlangsung dari hari ke 4 sampai hari ke 7 post partum. Lokhea serosa Lokhea ini berwarna kuning kecoklatan karena mengandung serum, leukosit, dan robekan jalan lahir. Keluar pada hari ke 7 sampai hari ke 14. Lokhea alba/putih Lokhea ini mengandung leukosit,sel desidua, sel epitel. Dapat berlangsung selama 26 minggu post partum. F. Proses Adaptasi Psikologi Ibu Masa Nifas 1. Periode Taking in Periode ini terjadi 1-2 hari sesudah melahirkan. Ibu baru pada umumnya pasif dan tergantung, perhatiannya tertuju pada kekhawatiran akan tubuhnya. Ia mungkin akan mengulang-ulang menceritakan pengalamannya waktu melahirkan. 2. Periode Taking Hold Periode ini berlangsung pada hari ke 2-4 post partum. Ibu menjadi perhatian pada kemampuannya menjadi orang tua yang sukses. Pada masa ini ibu biasanya agak sensitif dan merasa tidak mahir dalam melakukan hal-hal tersebut. 3. Periode Letting Go Periode ini biasanya terjadi setelah ibu pulang kerumah. Periode ini pun sangat berpengaruh terhadap waktu dan perhatian yang diberikan oleh keluarga. Depresi post partum biasanya terjadi pada periode ini.

2. Menjelaskan patologi nifas Selama masa nifas dapat terjadi 4 masalah utama : 1. Perdarahan pasca persalinan 2. Infeksi masa nifas 3. Tromboemboli 4. Depresi pasca persalinan Perdarahan Pasca Persalinan 1. Perdarahan pasca persalinan primer Perdarahan > 500 ml yang terjadi dalam waktu 24 jam pasca persalinan. Etiologi : 1. Atonia uteri dan 2. Sisa plasenta ( 80%) 3. Laserasi jalan lahir (20% ) 4. Gangguan faal pembekuan darah pasca solusio plasenta Faktor resiko : 1. Partus lama 2. Overdistensi uterus ( hidramnion , kehamilan kembar, makrosomia ) 3. Perdarahan antepartum 4. Pasca induksi oksitosin atau MgSO4 5. Korioamnionitis 6. Mioma uteri 7. Anaesthesia 2. Perdarahan pasca persalinan sekunder Perdarahan abnormal yang terjadi setelah 24 jam pasca persalinan sampai berakhirnya masa nifas.

Etiologi utama adalah : a. Proses reepitelialisasi plasental site yang buruk ( 80% ) b. Sisa konsepsi atau gumpalan darah Bila dengan pemeriksaan ultrasonografi dapat diidentifikasi adanya masa intra uterin (sisa konsepsi atau gumpalan darah ) maka harus dilakukan evakuasi uterus Infeksi Masa Nifas Febris Puerperalis adalah meningkatnya suhu tubuh diatas 380 C selama 24 jam yang terjadi setelah hari pertama sampai hari ke 10 pasca persalinan atau abortus. Infeksi dapat bersifat genital atau non-genital. Etiologi : Infeksi genital 1. Patogen potensial yang berada dalam vagina secara normal : a. Streptococcus anerobik b. Basil gram negatif anerobik c. Streptococcus hemolyticus (selain group A) 2. Bakteri yang berasal dari organ visera sekitar : a. E Coli b. Clostridium Welchii c. Bakteri yang berasal dari organ yang jauh : d. Stafilokok e. Streptokus Hemolitikus Grup A f. Mycoplasma hominis Infeksi Non-Genital 1. Infeksi traktus urinarius : E Coli 2. Infeksi mamme : stafilikok

Lokasi dan Penyebaran Infeksi Sebagian besar infeksi nifas yang berasal dari traktus genitalis merupakan infeksi ascending dari vagina atau servik dan mengadakan infeksi pada lokasi plasenta. Penyebaran selanjutnya dari tempat ini dapat terus keatas mengenai tuba falopii parametrium sehingga menyebabkan pelvio peritonitis. Diagnosis

Pemeriksaan payudara : mastitis Pemeriksaan urine : bakteriuria Palpasi abdomen : nyeri abdomen Inspeksi genitalia : infeksi luka jalan lahir Hapusan vagina : pemeriksaan bakteriologi

Tromboemboli Trombosis vena dapat terjadi selama kehamilan atau sering terjadi pada masa nifas antara hari ke 5 15. Perawatan obstetri yang baik dan ambulasi dini dapat menurunkan kejadian penyakit tromboemboli. Proses trombosis selalu berawal dari vena profunda tungkai bawah namun dapat pula menjalar keatas menuju vena femoralis atau vena vena dalam panggul. Situasi ini sering menyebabkan terjadinya emboli paru. Masalah Psikiatri Pasca Persalinan 1. Third Days Blues 50-70% terjadi instabilitas emosional pada ibu pasca persalinan dengan penyebab yang tidak jelas. Gejala berawal antara hari ke 3 5 pasca persalinan. Instabiltas emosional dapat berlangsung kurang dari 1 minggu namun ada kasus yang dapat terjadi sampai berbulan-bulan

2. Depresi pasca persalinan 8 12% wanita pasca persalinan akan menampakkan tanda tanda depressi dalam 5 bulan pertama pasca persalinan. Resiko tinggi mengalami kejadian ini : 1. Ibu berusia < 16 tahun 2. Riwayat keluarga dengan depresi atau pernah menderita depresi 3. Depresi pada masa hamil 4. Masalah hubungan keluarga pada masa remaja 5. Tidak ada dukungan dari pasangan selama kehamilan , persalinan 6. Merawat bayi sendirian tanpa keluarga atau teman 7. Pengalaman negatif saat berhubungan dengan tenaga kesehatan selama kehamilan 8. Riwayat komplikasi kehamilan 3. Psikosis pasca persalinan 1-3% wanita mengalami kejadian psikosis pasca persalinan dalam bentuk manik atau depresi naun ada juga yang diselingi dengan episode skisofrenik. Gangguan ini dapat terjadi secara mendadak pada hari 5-15 pasca persalinan. Pada awalnya klien merasa bingung , cemas, tidak dapat tidur dan sedih. Delusi ( merasa bahwa anaknya mengalami sesuatu yang berbahaya ) atau halusinasi terjadi dengan cepat. Klien harus segera memperoleh perawatan secara profesional.

3. Menjelaskan pola dasar kebutuhan ibu nifas a. Kebutuhan Ibu Menyusui Kualitas dan jumlah makanan yang di konsumsi akan sangat mempengaruhi produksi ASI. Ibu menyusui harus mendapatkan tambahan zat makanan sebesar 800 kkal yang digunakan untuk memproduksi ASI dan untuk aktivitas ibu sendiri. Pemberian ASI

sangat penting karena ASI adalah makanan utama bayi. Dengan ASI, bayi akan tumbuh sebagai manusia yang sehat.

b. Ambulasi Dini (Early Ambulation) Ambulasi dini adalah kebijaksanaan untuk selekas mungkin membimbing klien keluar dari tempat tidurnya dan membimbingnya untuk berjalan. c. Eliminasi : Buang air kecil dan besar Dalam 6 jam pertama post partum, klien sudah harus dapat buang air kecil. Semakin lama urine tertahandalam kandung kemih maka dapat mengakibatkan kesulitan pada organ perkemihan misalnya infeksi. Dalam 24 jam klien juga sudah dapat buang air besar karena semakin lama feses tertahan dalam usus maka akan semakin sulit buang air besar secara lancar. d. Kebersihan Diri Menjaga kebersuhan sekuruh tubuh untuk mencegah infeksi dan alergi kulit pada bayi. Membersihkan daerah kelamin dengan sabun dan air. Mengganti pembalut setiap kali darah sudah penuh atau minimal 2 kali dalam sehari.

Mencuci tangan dengan sabun dan air setiap kali selesai membersihkan daerah kemaluan.

Jika mempunyai luka episiotomi, hindari utnuk menyentuh daerah luka. e. Istirahat Ibu post partum sangat membutuhkan istirahat yang berkualitas untuk memulihkan kembali keadaan fisiknya.

f. Seksual Secara fisik aman untuk melakukan hubungan begitu darah merah berhenti dan ibu dapat memasukkan satu atau dua jarinya ke dalam vagina tanpa rasa nyeri. g. Latihan atau Senam Nifas Latihan senam nifas di lakukan seawal mungkin dengan catatan ibu menjalani persalinan dengan normal dan tidak ada penyulit post partum. Manfaat senam nifas melancarkan sirkulasi darah, mengembalikan kekuatan otot perut dan panggul, mengurangi keluhan sakit punggung.

4. Menganjurkan ibu untuk follow up (di puskesmas/RS) untuk mendapatkan imunisasi bayi, KB dan pemberian vit.A