Anda di halaman 1dari 7

Title : 女の男の子/ Onna no Otoko no Ko / Boys and Girls

Author : Dila (di LA —SAFE, BoA-Indo, Sujunesia, TVXQ-Indo—)


Rating : PG-15
Pairing : Boa ♥ Jaejoong
Location : Japan
Cast : Boa, TVXQ, Yui
Cameo : Meisa Kuroki, Tablo (Epik High), Iwasa Mayuuko
Length : series
Genre : romance, school drama
Language : Indonesian, Japanese (a little)
A/N : The title was taken from Yuko Ogura’s song , which used for School Rumble’s soundtrack.

女の男の子
wrote by di LA @ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)
CHAPTER 2

"Ohayou, Jaejung-kun... pagi, Jaejung-kun!"


Tiba-tiba kamar menjadi terang. Aku membuka mataku, dan ada gadis yang membukakan
jendelaku. Dare? Siapa dia? Ah, sou... oh iya… kemarin dia datang dan membuat keributan.
Gara-gara oyaji.
"Jaejung-kun, okinasai... ayo bangun…" kata Boa sambil berkacak pinggang. Ck, dia mau apa
sih, sok mengurusiku?
"Kyouwa nichiyobi darou? Ini hari Minggu kan? Aku mau tidur lebih lama..." kataku sambil
memeluk guling.
"Sou! Nichiyobi dakara. Nah, karena ini hari Minggu, aku mau menjemur futon!" kata Boa sambil
menarik-narik tanganku.
"WAKATTA WAKATTA!!! IYA AKU NGERTI!!! Sudah sana keluar! Aku mau ganti baju," kataku
sambil mengusirnya dan membanting pintu di depannya.
"Heee... ganti baju? Bukannya PAKAI baju? Heran, padahal ini musim semi, tapi masih saja ada
orang yang tidur telanjang dada," kata Boa dari balik pintu. Kusooo... ini gara-gara oyaji. Aku
jadi tidak bisa telanjang dada lagi di rumah.
"Aku keluar," kataku pada Boa yang sedang menjemur futon.
"Itterasshai..." kata Boa. (A/N : Itterasshai diucapkan kalau ada yang mau keluar rumah^^)

Huff... kemana ini? Sebenarnya aku mau di rumah, tidur atau ngapain. Tapi tentu saja tidak bisa
selama ada cewek itu. Hm, aku tidur di rumah Yunho saja ah.
Aku sudah di depan rumah Yunho. Baru saja aku mau mengetuk pintu, Yunho keluar sambil
membawa mawar.
"Chotto, Yunho... nani kore? Tunggu, Yunho… apaan nih?" tanyaku sambil mengambil bunga
dari tangannya, tapi ditarik kembali oleh Yunho.
"Kamu sendiri? Ngapain di sini?" tanya Yunho.
"Aku mau numpang tidur di rumahmu. Habis di rumahku ada..."
"Heee? Aku baru saja mau ke rumahmu!!!" kata Yunho.
"Naze? Buat apa?"
"Tentu saja mau ketemu Boa-chan," kata Yunho sambil membayangkan sesuatu—yang aku
yakin pasti jorok.
"Lalu aku?"
"Ayo ayooo kembali ke rumahmu saja. Aku kan grogi kalau di rumah sama Boa hanya berdua,"
kata Yunho sambil mendorongku kembali ke jalan.

Ciiih... kenapa jadi begini? Aku melirik Yunho yang dari tadi mengoceh tentang Boa. Aku tidak
habis pikir. Yunho yang gampang suka apa Boa yang gampang menarik cowok?
"Lalu... bagaimana kamu bisa langsung dekat dengan dia?" tanyaku.
"Tadi semalaman kami chatting pakai Yahoo Messenger," kata Yunho. "Naze? Kenapa?"
"Kamu sudah tahu apa aja dari dia?"
"Apa yaaa... hmmm, dia dancer terkenal di Hokkaido, 16 tahun, sudah beberapa kali pacaran.
Ah, dia sempat tanya-tanya tentang kamu lho! Dia bilang kamu belum mengerti bagaimana
hidup bersama perempuan, bagaimana perasaan perempuan, dan dia sangat penasaran
kenapa kamu nggak suka perempuan, dan dia bilang dia bakal ngerubah kamu biar bersikap
biasa sama perempuan, lalu—"
"J, jangan-jangan kamu bilang ke dia kenapa aku benci perempuan?" tanyaku setengah marah.
"Iie. Nggak, aku kan sudah janji nggak bakal kasih tau siapa-siapa," kata Yunho.
"Yosh... kalau kamu bilang ke dia, omae ga korosu! Kubunuh kau!" kataku.
"Hai, hai... iya, iya… ah, kita sudah sampai," kata Yunho sambil mengulurkan tangan, meminta
kunci.

女の男の子
wrote by di LA @ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)
Aku membukakan kunci. Begitu aku membuka pintu, langsung terdengar suara musik yang
sangat keras. Ano yarou... dasar cewek itu…
"Ah, Boa-chan ga..." kata Yunho sambil menghambur ke dalam tanpa merapikan sepatunya.
Aku ikut masuk dan melihat Yunho menghalangi pintu, terpaku di depan pintu. Aku mengintip
dari atas bahu Yunho. Boa meminggirkan semua barang dan dia menari di tengah ruangan.
"Ah, Yunho-kun, Jaejung-kun... gomen... maaf…" dia sadar kamu datang dan langsung
mematikan DVD Player. Tiba-tiba Yunho tepuk tangan.
"SUGOI YO, BOA!!! Sugoooi!!! Ne? WAH, KEREN BANGET, BOA!!! Kereeen! Iya kan?" tanya
Yunho padaku.
"Hetakuso... dance-nya parah…" aku masuk dan ke dapur dan mengambil cola dari lemari es.
"Sudah, jangan dipikirkan, Jaejung memang begitu dari dulu!" kata Yunho sambil mendekati
Boa.
Aku menuang cola ke dua gelas dan memberikannya ke Yunho, satunya aku minum sendiri.
"Hoi, Jaejung. Hidoi yo, omae. Jahat banget sih kau. Bagaimana dengan Boa?" tanya Yunho
sambil mengambil gelas dari tanganku.
"Ah, iya aku lupa. Sana ambil sendiri," kataku.
"Hai, hai. Ah soieba, asagohan taberimasho ka! Iya deh. Oh iya, ayo kita makan pagi!" ajak Boa.
"Huaaa, kuuzen da! Wah, kebetulan aku belum makan!!!" kata Yunho.
"Jaejung-kun wa?" tanya Boa.
"Dakara, iranai te— aku kan sudah bilang kalau aku tidak but—" sebelum aku selesai berbicara,
perutku berbunyi minta diisi. Boa dan Yunho meledak tertawa. Sial, aku malu sekali.
"Maa maaa... Jaejung-kun, makanya jangan terlalu dingin sama perempuan," kata Yunho. Dia
berdiri dan merangkulku.
"Hora, seperti kata Yunho-kun, aku memasak kare! Tada—" kata Boa. Lalu dia meletakkan
sepanci kare di atas meja. Uwaaa, kelihatannya enak sekali. Sial, kenapa Yunho bilang padanya
kalau aku suka kare?!
"Jaejung-kun, jangan malu-malu makan saja semuanya," kata Boa sambil mengedipkan
matanya. Hiiih.
"Itadakimasu..." kataku pelan. Lalu aku mencicipi sesuap. UMAI SUGE!!!!! ENAK BANGET!!!
(A/N : Itadakimasu diucapkan kalau mau makan =D)
"Dou, Jaejung-kun? Bagaimana, Jaejung-kun?" tanya Boa.
"Boa, Boa... aku sudah bertahun-tahun mengenal Jaejung. Ekspresinya itu mengatakan kalau
dia bilang masakanmu enak sekali. Ne? Jaejung-kun?" kata Yunho.
"Eh? Sou na no? Ureshiii... Eh? Benarkah? Senangnya…" kata Boa sambil tersenyum padaku.
"Iie. Hara heta dakara. Karena aku lapar terpaksa aku makan ini," celetukku tidak jujur.

Apa yang dikatakan teman-temanku benar ya? Aku tidak pernah melihat perempuan sedekat ini.
entah mengapa senyumnya tadi terlihat sangat manis. Iia! Aku tidak boleh tertipu! Semua
perempuan sama saja. Mereka menggunakan fisik mereka untuk menarik laki-laki. aku tidak
akan pernah melupakan perempuan itu. Perempuan yang melupakan segalanya dan hanya
memikirkan uang. Menjual tubuh hanya untuk mendapatkan uang.

女の男の子

Asa no getsuyobi. Senin pagi. Boa bersikeras mau berangkat sekolah bersamaku walaupun aku
sudah menolaknya berkali-kali.
"HIDOI YO!!! JAHAT SEKALI! Aku kan baru datang ke Tokyo, dan aku belum hafal jalan ke
sekolah," kata Boa sambil menarik bajuku dari belakang.
"II YO!! IYA DEH!!! TAPI LEPASKAN BAJUKU!" seruku.
"Ohayou~ Pagi~" dari tadi Boa menyapa orang-orang yang lewat. Dari tukang kebun, penjual
sayur, sampai teman-teman yang juga mau ke sekolah. Dan bisa ditebak, semua orang
tercengang melihatku berjalan dengan cewek. Sampai di gerbang, aku berhenti.

女の男の子
wrote by di LA @ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)
"Oi, kamu mau ke ruang guru kan? Aku ke kelas dulu. Ja!" lalu aku lengsung masuk tanpa
melihat wajahnya lagi. Huf, semoga kami tidak sekelas. Atau jangan-jangan dia masih kelas
satu. Bukankah umurnya 16 tahun? Maa ii. Sudahlah. Bukan urusanku kan.
"Ohayou, Jaejung!" sapa Yunho-tachi.
"Osh..."
"Boa dou? Bagaimana Boa?" tanya mereka bebarengan.
"Nani ga? Apanya?"
"Dia di kelas apa?" tanya Junsu.
"Shiranai... mana kutahu. semoga tidak di kelas ini," kataku.
"Semoga di kelas ini..." balas mereka berempat. Aku memandang mereka dengan kesal, lalu
melamun memandang ke luar jendela.
"Ne, Jaejung-kun!!!" panggil seorang cewek. Aku menoleh sebal.
"Nani? Apa?"
"Siapa tadi yang berjalan bersamamu ke sekolah?" tanya si cewek.
"Bukan urusanmu. Tokorode, anata dare? Omong-omong, kamu siapa?" tanyaku.
"Heeee? Yui desu!!! Onaji kurasu!!! Joudan janai yo. Heee? Aku Yui!!! Di kelas yang sama!!!
Jangan bercanda, kita kan sudah dua tahun sekelas," si cewek lalu pergi sambil marah-marah.
Yunho-tachi meledak tertawa.
"Nani? Apa sih?" tanyaku.
"Omau kawaranai de... kau tidak pernah berubah… kamu tetap tidak pernah hafal nama dan
wajah anak-anak satu kelas," kata Changmin.
Aku memandang ke luar jendela lagi.
TEEEEEEET
Bel masuk.
"HAI, HAAAI... SIT DOWN PLEASE!!!" seru Tablo-sensei yang baru masuk. Aku tidak
mengubah posisiku. Ah, Tablo-sensei adalah wali kelas kami. Eigo no kyoushi. Guru Bahasa
Inggris.
"Hari ini kita mendapat murid baru dari—"
Yunho-tachi ber-YATTA di bangku masing-masing sambil melirikku. Ck. Kenapa kami harus
sekelas?! (A/N : Yatta=yes! =D)
"Boa-san, ohairinasai... silakan masuk…"
Begitu Boa masuk, cowok-cowok di kelas langsung bersuit-suit.
"Boa desu. Yoroshiku onegaishimasu! Aku Boa. Mohon bantuannya," kata Boa sambil bergaya
hormat. "Ah, aku dari Hokkaido. Aku datang ke Tokyo karena ingin mengembangkan—"
Sementara Boa memperkenalkan diri, Tablo-sensei melihat sekeliling. Yabai! Gawat! Pasti dia
mencari bangku kosong.
"Yunho! Yunho!" bisikku keras. Yunho tidak kunjung menoleh. Kusooo...
"Junsu! Oi, Junsu!" tapi Junsu juga tidak menoleh.
"Changmin!!!" panggilku. Changmin menoleh. Aku memberi isyarat dengan tanganku agar dia
pindah tempat duduk di depanku yang memang kosong. Changmin mengangguk, tapi terlambat!
"Boa, anata no seki wa… acchi da! Boa, tempat dudukmu… di sana!" kata Tablo-sensei sambil
menunjuk bangku di depanku. Aku melirik Changmin, tapi dia hanya mengangkat bahu. Kuso!
Boa berjalan ke arah bangkuku.
"Yo! Jaejung-kun. Ketemu lagi," kata Boa sambil meletakkan tasnya.
"Boa-chan," panggil cewek yang tadi pagi memanggilku. Dia duduk di sebelah Boa.
"Hai? Ya?"
"Yui desu. Aku Yui," kata Yui sambil mengulurkan tangannya.
"Boa desu. Yoroshiku ne!" Boa membalas uluran tangannya.

Makan siang.

女の男の子
wrote by di LA @ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)
"Jaejung-kun. Hai, anata no bentou! Ini, bekalmu!" kata Boa sambil menyerahkan bentou
buatannya. Aku memandang sekeliling. Kini sekelas memandangku kaget sekaligus heran.
"Dakara... iranai ssu yo.... aku kan sudah bilang tidak butuh…" kataku sambil mendorong bentou
di depanku.
"Hooo, padahal tadi pagi kamu tidak makan," kata Boa keras.
"Oi, pelankan suaramu!!!" bisikku. Tapi Boa hanya menjulurkan lidah. "Aku akan tutup mulut
kalau kamu makan bentou ini. Ja!" Boa kemudian bergabung dengan cewek-cewek.
"Jaejung-kun, mau makan di atap?" tanya Yunho-tachi.
"Mochiron. Tentu saja. Kalau aku di sini pasti diserang pertanyaan. Ikou. Ayo," ajakku sambil
membawa bantou yang dibuatkan Boa.
"Jaejung-san!" panggil seorang cewek. Aku berhenti.
"Kore... yonde kudasai... ini, tolong baca ini…" kata cewek itu sambil menyerhkan surat. Ck.
Kapan mereka mau berhenti memberiku surat? Aku mengambil surat dari tangannya lalu
melanjutkan jalan ke atap. Tempat favoritku adalah di belakang pintu karena di sana biasanya
sepi.
"Yonde, yonde... baca, baca…" suruh Changmin sambil membuka bentounya.
Aku membuka amplop itu. Tapi... kadang aku cukup terhibur dengan surat-surat ini. Biasanya
kami membacanya bersama dan menertawakannya bersama.

Dear Jaejung-senpai,
Atashi wa anata ga suki desu. Aku suka kamu. Sejak pertama kali aku melihat senpai aku
langsung jatuh cinta pada senpai. Padahal aku sudah mendengar berita kalau senpai benci
pada perempuan. Tapi aku janji akan mengubah itu. Aku akan membuat senpai suka padaku.
Daisuki dakara desu. Itu karena aku suka senpai. Apa senpai mau menjadi pacarku? Aku
menunggu jawabanmu di kelasku sepulang sekolah.
Meisa Kuroki, 1-4

"Heee??? Jadi itu Kuroki yang dibicarakan banyak orang?" tanya Changmin setelah aku selesai
membaca surat itu.
"Dare? Siapa?"
"Dia anak kepala yayasan!" kata Yunho.
"Heee... shiranai... aku nggak tau…" kataku sambil melipat surat itu jadi pesawat terbang, lalu
menerbangkannya ke bawah. Aku membuka bentou. "Hah? Mata kare? Kare lagi?!"
"Doushite? Suki darou? Kare ga? Kenapa? Kamu kan suka kare," tanya Yunho sambil
memakan bentounya.
Tanpa banyak bicara aku langsung memakan kareku. Aku lapar sekali, tadi pagi belum makan.
Ah, mau anak kepala sekolah, mau anak kepala yayasan, mau anak presiden, mau anak raja,
kalau aku tidak suka mana bisa aku terima.

Pulang sekolah, aku ke kelas 1-4. Begitu aku masuk, cewek-cewek itu bisik-bisik. Ma'... siapa
peduli.
"Oi, omae… oi kau…" aku membaca nama di amplop itu. "Kuroki, darou? Kuroki, kan?" tanyaku
pada cewek yang tadi memberiku surat.
"Hai," jawabnya. Tidak seperti perempuan lain yang menunduk ketika kutanya, dia mengangkat
wajahnya dengan percaya diri. Sayangnya kepercayaan diri itu tidak akan berpengaruh.
"Gomen ne. Ore onna ga daikirai dakara. Sori, soalnya aku sangat benci perempuan," aku
mengucapkan kalimat yang sama seperti yang kuberikan pada semua cewek yang nekat
menembakku. Aku meletakkan surat itu di atas meja.
"Daikirai? Sangat benci? Tapi tadi pagi senpai berjalan bersama perempuan. Boa-san. Bahkan
kabarnya kalian berdua tinggal bersama—" seluruh isi kelas itu langsung berbisik-bisik kaget.
"Sore wa nani? Omae wa kankenai darou? Lalu kenapa? Tidak ada hubungannya denganmu
kan?" tanyaku.

女の男の子
wrote by di LA @ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)
"Sore de ‘onna ga kirai’? Apa itu yang disebut ‘benci perempuan’?" lanjutnya tanpa
menghiraukan kata-kataku.
"Jaa, moshi ore onna ga kirainai, kedo anata ga sukinai. Dou? Onaji, darou? Ja! Lalu, kalau
misalnya aku nggak benci cewek, tapi aku nggak suka kamu bagaimana/. Sama saja kan?"
kemudian aku meninggalkan kelas itu tanpa menoleh ke belakang lagi.
"Sugeee... mengagumkan… bahkan anak ketua yayasan ditolaknya!"
"Meisa-chan wa sugggoku kirei da sshi. Padahal Meisa-chan benar-benar cantik. Tapi dia
menolaknya tanpa pikir panjang."
"Apa orang seperti itu akan bisa menikah ya?"
"Ssst, senpai kikoeteru yo! Ssst! Senpai bisa mendengarnya."
Atari. Betul. Jangan pikir aku tidak mendengar semua itu. Sudah berkali-kali itu terjadi,
menurutku tidak masalah. Aku akan pacaran dengan perempuan yang bisa membuatku
berubah, yang bisa membuatku tidak membencinya, yang bisa membuatku jatuh cinta padanya.

"Jaejung-kun, hora! Lihat, aku mau mendaftar masuk klub dance!" seru Boa sambil berlari-lari ke
arahku dan melambai-lambaikan kertas.
"Ah sou... ooh…"
"'A sou' janai!!! Jangan cuma bilang ‘oooh’!!! Bagaimana menurutmu?"
"Kenapa tanya aku? Terserah kamu kan mau masuk klub apa. Emangnya itu urusanku?"
tanyaku. Aku mempercepat langkah. Sampai di apartemen, aku langsung masuk kamar dan
mengurung diri. Aku berbaring di tempat tidurku dan tanpa sadar aku tertidur
Beberapa menit kemudian—rasanya seperti beberapa menit...
"Jaejung-kun... gohan dekita yooo... makanan sudah siap…"
Aku terbangun lalu keluar kamar. Boa sedang menyiapkan sumpit dan mangkuk.
"Oi, mamushi…” panggilku. (A/N : Mamushi=viper=ular berbisa. Panggilan anak klub tennis buat
Kaidou Kaoru di Prince of Tennis)
“Mamushiii? Atashi wa Kaidou Kaoru ga suki janai!!! Ryoma ga suki da! Mamushiii? Aku nggak
suka Kaidou Kaoru!!! Aku suka Ryoma!!!”
“Haaa??? Dou iu imi? Apa maksudmu?”
“Mamushi wa Kaidou no adana, deshou? Mamushi itu julukannya Kaidou Kaoru kan?”
“Nanda… Tennis no Oujisama ka? Ah… kau suka Prince of Tennis? Iie, iie… omae no namae
wa Boa darou? Namamu Boa kan? Boa wa mamushi no shurui. Boa itu kan jenis ular,” kataku
menjelaskan sambil mengambil mangkuk yang diberikan Boa.
“MAMUSHI JANAI!!!! AKU BUKAN ULAR!!! Lagupula boa kan tidak berbisa,” serunya.
“Jaaa, hebi… kalau begitu… hebi???” (A/N : hebi=ular)
“HEBI MOU JANAI!!! AKU BUKAN HEBI!!!”
Aku tertawa dan tidak menghiraukan Boa yang menjelaskan arti namanya yang sebenarnya.
Are? Naze? Ore ga kawatta… naze? Eh? Aku jadi berubah… Aku bisa tertawa bersama
perempuan seperti ini. Apa memang benar kata teman-temanku? Aku selama ini tidak mengenal
mereka karena aku selalu menghindari mereka. Kini setelah aku tinggal bersama Boa…
apakah… apakah aku benar-benar sudah berubah?
“Oi, Jaejung-kuuun!!! Kikoenai? Oi, kau dengar kan?”
“Ah, gomen… nani? Ah, maaf. Ada apa?” aku tersadar dan melanjutkan makanku.
“Dakara… aku tadi tanya kau ikut klub apa? ”
“Nai… ‘nggak…” jawabku singkat.
“Demo… tapi kemarin kamu di kelas berbicara tentang klub memanah. Kamu suka memanah?”
“Betsu ni… nggak juga,”
Boa cemberut karena aku tidak menjawab pertanyaannya dengan jelas. “Maa ii. Sudahlah.
Cepat selesaikan makanmu, aku mau berlatih dance di sini,” kata Boa.
“Gochizousama… makasih makannya…” kataku. Aku kemudian masuk kamar. Besok tidak ada
tugas maupun tes. Aku kembali berbaring di atas tempat tidur dan merenung.

女の男の子
wrote by di LA @ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)
Akankah duniaku berubah dengan datangnya Boa? Apakah dia orang yang nantinya akan
mengubahku? Kesan pertama ketika aku melihatnya, dia berbeda dengan perempuan-
perempuan kebanyakan. Dia tidak seperti perempuan yang tiap minggu menyelipkan surat cinta
di lokerku. Walaupun gayanya adalah gaya yang paling aku benci, tapi sifatnya meluluhkanku.
Iia’. Dia masih 2 hari di sini. Kalau dia sudah lama bersamaku, pasti aku akan menemukan
banyak kekurangannya.

Aku bangkit dan membuka pintu sedikit. Melihat apa yang sedang dilakukan Boa. Ternyata
benar, dia sedang berlatih dance. Yappari ano onna wa chigau… sudah kuduga, dia berbeda.
Dia berbeda dengan dancer lain. Walaupun aku tidak tahu—dan tidak suka—dance, tapi aku
bisa melihat perbedaannya. Aku sendiri tidak tahu apa yang berbeda. Aku hanya merasakan
aura yang kuat di sekeliling Boa. Tiap dia menggerakkan tangannya, tiap dia mengayunkan
kakinya, seakan setiap geraknya memiliki arti, dan dia lakukan dengan sepenuh hati. Aku tahu…
karena raut wajahnya ketika menari berbeda dengan raut wajahnya yang biasa.
BRAK!!!
Aku membanting pintu.
DAME DA!!! TIDAK BOLEH!!!
Kono mama ja ore wa ano onna ga suki ni naru… iia…
Kalau begini terus aku bisa suka sama cewek itu… tidak…
Kontrol dirimu, Jaejung… kendalikan dirimu… kamu tidak mungkin suka sama seorang
perempuan yang sama sekali bukan tipemu.
CHAPTER 2 おしまい

女の男の子
wrote by di LA @ dila-no-nikki.livejournal.com
(SAFE, BOA-INDO, THE GRACE-INDO, TVXQ-INDO, SUJUNESIA, WONDERLAND INDO, etc)