Anda di halaman 1dari 22

PERANCANGAN RUANG PENGERING BERKAPASITAS 0,5 Kg BAHAN BASAH DENGAN PENAMBAHAN BUFFLE UNTUK MENGARAHKAN SIKLUS UDARA PANAS

DI DALAM OVEN
Disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah perpindahan panas yang dibimbing oleh Bapak Purwoko, ST., MT.

Oleh : kelompok 1:

HARIS ADITYA PUTRA HUDAN SANDI UTAMA IBNU ZAQI FIRDAUS JOHAN ADI PADMA

1041220034 1041220037 1041220046 1041220012

PROGRAM STUDI D-IV TEKNIK OTOMOTIF ELEKTRONIK JURUSAN TEKNIK MESIN POLITEKNIK NEGERI MALANG 2013

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan Laporan analisis yang berjudul Perancangan ruang pengering berkapasitas 0,5 kg bahan basah dengan penambahan buffle untuk mengarahkan siklus udara panas di dalam oven dan dilaksanakan di Politeknik Negeri Malang. Dalam Penulisan laporan ini penyusun merasa masih banyak kekurangankekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penyusun. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penyusun harapkan demi penyempurnaan pembuatan laporan ini. Dalam penulisan laporan analisis ini penyusun menyampaikan ucapan

terima kasih yang tak terhingga kepada pihak-pihak yang membantu dalam penyelesaikannya, khususnya kepada : 1. Kedua orang tua kami, saudara-saudara dan teman-teman kami yang telah memberi dukungan dan dorongan moril dalam menyelesaikan laporan analisis ini. 2. Bapak Purwoko,ST,.M.T. sebagai dosen Perpindahan Panas dijurusan Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang yang telah memberikan saran dan bimbingan dalam pelaksanaaan analisis tersebut. 3. Kepada seluruh teman-teman yang telah mendukung dan bekerja sama dalam melakukan analisis perpindahan panas tersebut. Akhirnya penyusun berharap semoga Allah SWT memberikan imbalan yang setimpal pada mereka yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah, Amiin Yaa Robbal Alamiin.

Malang, 9 Juni 2013

Penyusun

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...2 DAFTAR ISI ...3 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 4 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 4 1.3 Batasan Masalah ................................................................................... 4 1.4 Tujuan ................................................................................................... 5 1.5 Manfaat ................................................................................................. 5 1.6 Sistematika Penyusunan ....................................................................... 5

BAB II TEORI DASAR 2.1 Dasar Teori ........................................................................................... 7

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Pengertian ............................................................................................. 13 3.2 Prinsip Kerja Mesin Pengering Keripik ................................................ 13 3.3 Analisis Data ......................................................................................... 15

BAB IV PENUTUP 4.1 Kesimpulan ........................................................................................... 19

DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 20

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang Pada zaman sekarang ini ilmu adalah hal yang paling dibutuhkan di dunia ini, berbagai ilmu telah dikembangkan oleh para ahli, semakin berkembangnya suatu ilmu, maka tuntutan untuk mempelajarinya semakin tinggi. Perpan (perpindahan panas) adalah suatu ilmu yang mempelajari tentang suatu proses perpindahan unsur panas dari satu benda ke benda lain. Dari ilmu perpan ini, banyak penerapan-penerapan aplikasinya dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya adalah proses pengeringan. Oleh karena itu, kami selaku mahasiswa ingin mempelajari ilmu perpan lebih dalam dengan menganalisis pengeringan kentang dengan menggunakan media ruang pengering dan gas Liquid Petroleum Gas (LPG) sebagai salah satu sumber terciptanya panas. Pengering ini berfungsi sebagai penanganan pasca panen untuk menjamin mutu kentang dengan mempercepat proses pengeringan Semoga dengan pembuatan laporan analisis ini dapat menambah ilmu bagi kami semua.

1.2. Rumusan Masalah Dengan penjelasan latar belakang yang telah disebutkan diatas, terdapat beberapa masalah yang dirumuskan dan akan dibahas dalam laporan ini, yaitu: 1. Bagaimana analisis perhitungan perpindahan panas yang teradi pada ruangan pengering ?

1.3 Batasan Masalah 1. Dalam perhitungan diasumsikan Kondisi steady state Permukaan plat penyerap rata Efek radiasi diabaikan Kompor berbahan bakar LPG dianggap sebagai sumber panas Temperatur dan kelembapan udara diluar alat pengering dianggap konstan LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS 4

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

2. Penulis tidak membahas karakteristik aliran udara yang melalui kentang 3. Penulis hanya membas proses perpindahan panas secara umum 4. Tidak membahas rancangan kontruksi alat dan kontrol 1.4. Tujuan 1. Untuk menghasilkan rancangan oven dengan buffle dengan cara mengetahuitingkat keberhasilan alat pengering alat pengering kentang 2. Untuk mengetahui distribusi temperatur dan kelembaban dalam alat pengering kentang. 3. Untuk mengetahui laju perpindahan panas pada alat pengering kentang..

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Data Input 1. Beberapa Data Yang Diperlukan Dimensi model Alat Pengering Panjang Lebar Tinggi Data dinding = 55 cm = 0,55 m = 55 cm = 0,55 m = 75 cm = 0.75 m

5. Bahan Dinding Triplek (softwood) Tebal (L) Konduktivitas termal (k) 6. Luas permukaan dinding bagian depan (A1) = (0,55 x 0,55)m bagian kanan(A2) 2 = 0,3025m 2 = 1,2 cm = 0,012 m = 0,12 W/m K

2 1 2 2 = (0,55 x 0,55)m + ( /2x0,55x0,01)m = 0,33m = 0,33m 2 = 0.4125 m = 0,275m 2 2 2 2

bagian kiri (A3)=(A2 ) bagian belakang (A4) bagian atas (A5) bagian cerobong (A6)

= (0,55 x 0,75) 2 = (0,55 x 0,5)m = (0,55 x 0,07)m

=0,0385m

7. Data rak dan bak penampung lemak cair Panjang Lebar = 52cm = 0,52m = 45cm = 0,45m

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

8. Ukuran lubang udara Panjang Lebar (Av) = 55cm = 3cm = 0,55m = 0,03m

2 2 = (0,55 x 0,03)m = 0,0165m

9. Data bahan ( kentang ) Jari jari = 0,045 m

2 2 Luas permukaan bahan (As) = ( 3,14 x (0,045m) ) = 0,0064 m

gambar 1 Ruangan pengering kentang

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

10. Data alat pengering

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

2.2 Perhitungan 1. Perhitungan koefisien konveksi

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

10

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

11

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

12

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

13

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

14

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

BAB III PEMBAHASAN


3.1. Pengertian Mesin pengering keripik kentang adalah mesin pemindah panas (Heat Exchanger) yang menggunakan fluida udara sebagai perantaranya. Menggunakan perpindahan panas secara konveksi mesin pengering keripik ini memindahkan panas yang berasal dari gas elpiji untuk digunakan mengeringkan keripik kentang dengan cara ditiupkan uap panas pada permukaan kentang. Suhu udara yang ditiupkan dijaga suhunya sebesar 1200 C agar keripik tidak menjadi hangus.Mesin pengering ini memanfaatkan hukum kekekalan energy kalor.Energy kalor ini berasal dari pembakaran gas elpiji dengan udara. 3.2. Prinsip Kerja Mesin Pengering Keripik.

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

15

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

Prinsip Kerja dari Mesin Pengering Keripik ini seperti pada gambar dibawah ini :

Gambar 3.1. Prinsip Kerja Mesin Pengering Keripik Kentang

Dari gambar diatas maka dapat dilihat bahwa mesin terdiri dari 2 ruangan.Ruangan yang pertama adalah ruang pemanasan. Ruang pemanasan ini digunakan untuk memanaskan udara masuk yang berasal dari luar lingkungan. Sedangkan ruang berikutnya adalah ruang pengeringan yang berisi keripik kentang. Keripik kentang pada ruang ini dinaikan suhunya sehingga kadar air dalam kentang dapat menguap. Ruang pemanasan dan ruang pengeringan dihubungkan oleh saluran udara.Dan untuk mengalirkan udara maka dibutuhkan kipas udara.Dan kemudian udara sisa dialirkan keluar lingkungan kembali. Mesin Keripik kentang ini memiliki prinsip kerja dengan menghilangkan kadar air yang terdapat pada kentang. Kadar air awal diperkirakan sebesar 78 %. Dengan kadar air seperti ini maka air di dalam kentang perlu dikurangi dengan cara penguapan hingga kelembabannya sebesar kira-kira 12 %. Keadaan awal yang masih basah maka akan membuat keripik kentang tidak renyah pada saat digoreng nantinya. LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS 16

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

Untuk menguapkan kadar air tersebut maka massa air yang terdapat pada keripik kentang harus dinaikan terlebih dahulu suhunya hingga mencapai suhu penguapan air sebesar 1000 C. Pada suhu tersebut maka air dapat mulai menguap ke udara. Kemudian untuk menguapkan massa air tersebut diperlukan kalor untuk membakar. Sesuai dengan hukum kekekalan energy maka energy yang dibutuhkan untuk menguapkan air pada kentang akan sama dengan senergi kalor yang diberikan oleh udara pada kentang dengan selang waktu tertentu. Suhu kentang pada saat awal adalah hampir sama dengan suhu air normal yaitu berkisar 240 C. Pada suhu tersebut maka diperlukan sejumlah kalor yang digunakan untuk menaikan suhu udara menjadi 1000C dan kemudian air tersebut diubah fasa nya menjandi uap dengan sejumlah kalor. Kalor tersebut berasal dari udara panas yang ditransferkan sevara konveksi. Udara yang digunakan untuk mentransferkan kalor tersebut merupakan udara luar yang bersuhu berkisar 270C.kemudian dinaikan menjadi 1200C untuk kemudian ditiupkan ke ruang pengeringan yang berisi kentang tersebut. Untuk menaikan suhu tersebut maka diperlukan sejumlah kalor yang berasal dari pembakaran gas elpiji. Gas Elpiji merupakan gabungan dua senyawa gas yaitu propane dan butane yang memiliki perbandingan 80% berbanding 20%. Gas Elpiji ini akan memberikan laju kalor sejumlah 50 Hp. Kalor tidak dapat ditransferkan secara sempurna karena terdapat sebagian kalor yang hilang keluar. Akibatnya efisiensi alat ini diperkirakan hanya sebesar 50% saja.Sehingga kalor yang digunakan untuk mengeringkan nantinya hanya sebesar 25 Hp saja. 3.3. Analisis Perhitungan Kalor dan laju Massa pada Mesin Keripik Kentang Dengan menggunakan tabel kalor properties dan dari pemabahasan prinsipk kerja diatas maka dapat diketahui data-data perhitungansebagai berikut : 1. Jumlah kalor yang dihasilkan oleh gas elpiji / laju kalor (Q)= 5 Hp= 3728,56 J/dt 2. Kalor specific udara pada temperature 120C, tekanan 1atm= 1011 J/Kg.K=1,011 KJ/Kg.K 3. 4. Kalor specific air (Cp air) = 4,18 KJ/Kg.K. Kalor Laten air pada tekanan 1atm (hfg)= 2257 KJ/Kg 17

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

5.

Nilai Kalor Spesifik gas LPG = +21.000 Btu/Lb =46,1 MJ/Kg

Asumsi : 1. Bahan keripik adalah kentang dengan kelembapan 78% kemudian dikeringkan hingga memiliki kelembaban sebesar 12 %. 2. 3. Efisiensi perpindahan kalor pada alat sebesar 50%. Kelembapan (x) adalah perbandingan massa air dan massa bahan sehingga berlaku rumus : X= 4. = Suhu awal kripik kentang adalah suhu rata-rata air pada kondisi normal yaitu 24C atau 297 K 5. Udara masuk adalah udara luar dengan kondisi normal pada tekanan 1atm dengan suhu (T1) = 27C atau 300 K. 6. 7. Udara keluar adalah dari pemanas diharapkan bersuhu 120C atau 393 K. Bahan bakar berupa gas LPG (Liquified Petroleum Gas) dengan kadar propane (C3H8) 80% dan Butana (C4H10) 20%.

8.

LPG Diasumsikan memiliki temperature 25C sehingga kalor specific gas tersebut : a) n-Butane, C4H10 (Cp) = 1,694 KJ/Kg.K b) Propane, C3H8 (Cp) = 1,669 KJ/Kg.K

Penyelesaian : Untuk mengeringkan keripik, cara yang dilakukan adalah menguapkan kadar air yang terdapat pada keripik. Penguapan dilakukan dengan memanaskan udara menggunakan gas LPG dan kemudian ditiupkan ke dalam kripik.Laju kalor yang ditransferkan sebesar 50 Hp dengan efisiensi 50 %. Diharapkan suhu udara sisa sama dengan suhu udara luar. Sehingga tidak ada kalor yang terbuang pada udara sisa.Kecepatan dan tekanan udara diabaikan dalam sistem ini. Untuk menguapkan air yang yang terkandung dalam keripik , maka cara yang diperlukan dengan menaikkan suhu air tersebut hingga suhu air tersebut mencapai suhu uap seperti pada grafik dibawah ini : LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS 18

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

Gambar.3.2. Grafik Penguapan Air 1. Laju aliran massa gas LPG Laju aliran massa gas LPG adalah jumlah massa gas LPG yang dibutuhkan dalam pembakaran setiap detiknya. Laju aliran massa LPG memiliki satuan (Kg/dtk). Untuk menghasilkan laju kalor 3,72 KJ/s dan menaikkan suhu udara dari 300 K menjadi 393 K maka dapat dicari menggunakan persamaan kalor sebagai berikut : m 3,7285 [KJ/s] m pecific alo ic al e m , [KJ/Kg] Kg/s Kg/s ilai kalo i

= 0,0808 x =8,08 x

Nilai kalori LPG adalah jumlah kalori yang dihasilkan oleh reaksi pembakaran LPG (Wikipedia). Dari perhitungan diatas maka didapatkan laju aliran massa gas LPG sebesar 8,08 x 2. Laju Aliran Massa Udara Laju aliran massaudara adalah jumlah massa udara yang dibutuhkan untuk mentransferkan kalor setiap detiknya. Laju aliran udara memiliki satuan (Kg/dtk).Jika udara dengan temperature 27C diberikan kalor sebesar 3,72856 KJ/s dan temperature akhir sebesar 120 C maka laju aliran massa udara tersebut sebesar : m m p p da a T Kg/s.

T T1) 19

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

, m

g.

- 300 K)

= 0,0396 Kg/s

maka laju aliran massa udara yang mengalir sebesar 0,0396 Kg/s. Jika udara bersuhu 120C memiliki massa jenis 0,8977 Kg/ udara sebesar : V= 3.
= = 0,0441

, maka debit/ Laju aliran

Laju aliran Massa Kripik kentang. Laju aliran massakeripik kentang adalah jumlah massa keripik kentang yang

dikeringkanoleh mesin setiap detiknya. Laju aliran massa keripik kentang memiliki satuan (Kg/dtk). ika efi ien i pe pindahan pana didapa kan laj kalo ebe a , , ebe a maka

J/sec= 1,864 KJ/sec yang

digunakan untuk mengeringkan keripik kentang. Kelembaban : (x) = = m (x) = = m m , m , mb , , , . mb , ... mb

jadi, laju aliran massa penguapan air pada kentang adalah : - (x) 12 % mb , mb

Laju Kalor Penguapan Air pada Kentang Laju kalor Air = Kalor pemanasan + Kalor penguapan hfg 1,864 [KJ/dt] =[ , , mb = 1,0969 x mair x Cpair T mb mb Kg/s , g. mair x Chfg] -297) K ]+ [ , mb x 2257 KJ/Kg]

maka laju aliran massa keripik kentang yang dapat dikeringkan setiap detiknya dalah sebesar 1,0969 x Kg/s

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

20

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

4.

Perbandingan massa batu bara dan massa keripik. Massa batu bara : massa keripik = = = Dari data penghitungan diatas maka dengan efisiensi perpindahan panas 50%,

alat pengering dapat mengeringkan 13,5 Kg keripik dengan menggunakan 1Kg gas LPG.

BAB IV KESIMPULAN
1. Prinsip Kerja dari mesin pengering keripik kentang ini adalah dengan

menguapkan kadar air yang terdapat pada kentang hingga memiliki kedar air yang kecil. Untuk mengeringkan tersebut dilakukan dengan cara meniupkan udara panas ke permukaan keripik. Udara merupakan media penghantar kalor secara konveksi. Sumber kalor dari mesin ini berasal dari pembakaran gas Elpiji. Sehingga kalor yang dihasilkan oleh gas elpiji digunakan oleh udara untuk mengeringkan keripik kentang. 2. Perhitungan dari kalor menggunakan hukum kekekalan energy kalor dengan

efisiensi perpindahan panas sebesar 50% dan laju kalor yang dibutuhkan sebesar 50 Hp. Kalor tersebut dihasilkan oleh pembakaran gas LPG dengan laju aliran massa gas Elpiji sebesar 8,08 x Kg/s. Laju massa gas Elpiji adalah massa

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

21

POLITEKNIK NEGERI MALANG

KELOMPOK 1

gas elpiji yang dibutuhkan dalam pembakaran untuk menghasilkan daya sebesar 50 Hp. 3. Laju massa keripik kentang adalah jumlah massa keripik kentang yang dapat

dikeringkan oleh mesin setiap satuan waktu. Laju massa keripik kentang adalah massa keripik kotor dikurangi massa air yang telah diuapkan. Dengan daya sebsar 50 Hp dan efisiensi perpindahan panas sebesar 50 % maka jumlah massa keripik kentang yang dapat dikeringkan sebesar 1,0969 x Kg/s. Dari perhitungan

tersebut maka didapatkan perbandingan jumlah massa gas LPG dengan massa keripik kentang sebesar 1 : 13.

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Keripik_kentang
[

file://localhost/E:/_University's%20Document-/Semester%20VI /perpan/Pengertian/ KALOR%20_%20Dunia%20Fisika.mht


[

file://localhost/E:/_University's%20Document-/Semester%20VI/perpan/ Pengertian/RumusRumus%20Fisika%20Lengkap_Kalor%20%20Wikibuku. mht file://localhost/E:/_University's%20Document-/Semester%20VI/perpan/ Pengertian/ Perpindahan%20Kalor.mht


[

file://localhost/E:/_University's%20Document-/Semester%20VI/perpan/ Pengertian/kelembapan%20%20Wikipedia%20bahasa% 20Indonesia,%20ensiklopedia%20bebas.mht

LAPORAN ANALISIS PERPINDAHAN PANAS

22