Anda di halaman 1dari 3

PERCOBAAN I soal 1 1.

MENCIT Keuntungan : Banyak gen mencit relatif mirip dengan manusia, mencit merupakan binatang golongan menyusui atau mamalia yang memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat tinggi, sangat cocok digunakan dalam percobaan besar2ran, mudah dipelihara, dan reaksi obat yang digunakan ke badannya dapat cepat terlihat. Kerugian:

Mencit merupakn hewan yg tidak mempunyai kelenjar keringat, jantung terdiri dari 4 ruang dengan dinding atrium yang tipis dan dinding ventrikel yang lebih tebal. 2. tikus Keuntungan: Tidak bersifat fotofobik, lebih resisten terhadap inveksi, Kerugian: Jika diperlakukan secara kasar akan menjadi liar dan galak, 3. kelinci Keuntungan: Kelinci adalah hewan yang relative bersih dan mudah dibiakkan. Kerugian: Tidak memiliki struktur ginetika yg esensial dengan manusia, sulit di biakkan. 4. marmot Keuntungan: Marmut adalah hewan percobaan yang paling mudah handling dan restrainnya untuk penggunaan dilaboratorium. Karakter marmut lebih penakut dibandingkan mencit dan kelinci. Marmut banyak mengeluarkan suara, terutama terdiri dari dengkingan, siulan, dan suara mendengus sesuai kondisinya. Kerugian: marmut harus memerlukan keseimbangan dalam vola makannnya. Dan akan jatuh sakit bila tampa makanan yang teratur.

Soal 2

Banyak gen mencit relatif mirip dengan manusia, mencit merupakan binatang golongan menyusui atau mamalia yang memiliki kemampuan berkembang biak yang sangat tinggi, sangat cocok digunakan dalam percobaan besar2ran, mudah dipelihara, dan reaksi obat yang digunakan ke badannya dapat cepat terlihat.

SOAL 3

Percobaan 2 Soal 1 Pada dasarnya rute pemberian obat menentukan jumlah dan kecepatan obat yang masuk ke dalam tubuh, sehingga menentukan keberhasilan terapi atau timbul efek merugikan. Cara pemberian obat yang berbeda2 dapat mempengaruhi kecepatan absorbs obat, sehingga berpengaruh pada onset dan durasi. Onset paling cepat intra peritoneal, i.m, subkutan per-oral. Durasi paling cepat adalah per-oral, intra peritoneal, i.m, dan subkutan. Obat ideal adalah obat dengan onset cepat dan durasi panjang. Cara pemberian yang memberikan onset dan durasi paling baik adalah intra peritoneal.

S0al 2 1) obat yang bersifat merangsang (emetin, aminofilin) atau yang diuraikan oleh getah lambung (benzilpenisilin,
insulin dan oksitoksin). Pemberiannya obatnya adalah melalui mulut.Mudah dan aman pemakaiannya, lazim dan praktis dalam memberikannya.

2) Obat cacing, obat diagnostik untuk pemotretan lambung usus (pemeriksaan diagnostik). Pemberian obat
oral ini dapat terjadi inaktivasi oleh hati sebelum diedarkan ke tempat kerjanyaDapat juga untuk mencapai efek lokal yang diinginkan dan dikehendaki

3) aerosol, contohnya yaitu : Alupent Metered Aerosol. Obat diberikan untuk disedot melalui hidung atau mulut
atau disemprotkanPenyerapan obat yang diberikan dengan inhalasi ini dapat terjadi pada selaput mulut, tenggorokan dan pernafasanBentuk sediaan obat inhalasi adalah dalam bentuk gas dan zat padat, tetapi bisa juga mempunyai efek sistemik

soal 3

1. Dengan cara oral (pemberian obat melalui mulut masuk kesaluran intestinal) digunakan jarum injeksi yang berujung tumpul agar tidak membahayakan bagi hewan uji. pemberian obat dengan cara oral yaitu mudah, ekonomis, tidak perlu steril 2. emberian obat dilakukan dengan cara intravena yaitu dengan menyuntikkan obat pada daerah ekor (terdapat vena lateralis yang mudah dilihat dan dapat membuat obat langsung masuk kepembuluh darah).obat cepat masuk dan bioavailabilitas 100% 3. Ketiga, yaitu dengan cara subkutan (cara injeksi obat melalui tengkuk hewan uji tepatnya injeksi dilakukan dibawah kulit) obat dapat diberikan dalam kondisi sadar atau tidak sadar, sedangkan kerugiannya dalam pemberian obat perlu prosedur steril, sakit, dapat terjadi iritasi lokal ditempat injeksi 4. cara intraperitoneal (injeksi yang dilakukan pada rongga perut. Cara ini jarang digunakan karena rentan menyebabkan infeksi).obat yang disuntikkan dalam rongga peritonium akan diabsorpsi cepat, sehingga reaksi obat akan cepat terlihat.