Anda di halaman 1dari 4

Mengukur Kinerja pada Perusahaan Multinasional

Merupakan suatu hal yang penting bagi MNC untuk memisahkan antara evaluasi manajer
suatu divisi dengan evaluasi divisi tersebut. Evaluasi manager sebaiknya tidak
menyertakan factor-faktor di luar kendali manajer, seperti fluktuasi mata uang, pajak dan
seterusnya. Sebaliknya manajer seharusnya dievaluasi berdasarkan pendapatan dan biaya
yang terjadi. Setelah manajer dievaluasi laporan keuangan anak perusahaan dapat
disesuaikan dengan mata uang induk perusahaan dan biaya-biaya yang diluar kendali
manajer dapat dilokasikan.
Sulit untuk membandingkan kinerja seorang manajer divisi (atau anak perusahaan) di
suatu negara dengan kinerja seorang manajer divisi di negara lainnya. Bahkan divisi-
divisi yang tampaknya mirip dalam kerangka produksi dapat menghadapi tekanan politik,
social dan ekonomi yang sangat berbeda dari dan lebih kompleks dari kondisi-kondisi
domestic. Berbagai variable lingkungan yang dihadapi para manajer local dari divisi-
divisi termasuk diantaranya adalah factor-faktor ekonomi, hokum, politik, social, dan
pendidikan. Beberapa variable ekonomi yang penting adalah inflasi, kurs valuta asing,
pajak dan harga transfer.

Faktor-faktor Politik dan Perundang-undangan yang Mempengaruhi Evaluasi


Kinerja
Faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi evaluasi kinerja pada perusahaan
multinasional :
1. Faktor-faktor ekonomi
• Organisasi dari sistem bank sentral
• Stabilitas ekonomi
• Eksistensi pasar modal
• Pembatasan valuta
2. Faktor-faktor politik dan hukum
• Kualitas, efisiensi dan keefektivan struktur perundang-undangan
• Pengaruh kebijakan pertahanan
• Dampak kebijakan luar negeri
• Tingkat kestabilan politik
• Tingkat keterlibatan pemerintah dalam bisnis
3. Faktor-faktor pendidikan
• Tingkat kemampuan baca-tulis
• Cakupan dan jenjang pendidikan formal serta sistem pelatihan
• Cakupan dan jenjang pelatihan teknis
• Cakupan dan mutu program pengembangan manajemen
4. Faktor-faktor sosiologis
• Sikap sosial terhadap industri dan bisnis
• Sikap budaya terhadap otoritas dan orang-orang yang menjadi bawahan
• Sikap budaya terhadap produktivitas dan keberhasilan (etika kerja)
• Sikap sosial terhadap peningkatan material
• Keragaman budaya dan ras

Ukuran-ukuran Ganda dalam Kinerja


Laba residu dan ROI merupakan ukuran kinerja manajerial yang penting. Namun
keduanya merupakan ukuran-ukuran jangka pendek. Keduanya menimbulkan godaan
bagi para manager untuk mengorbankan kepentingan jangka panjang perusahaan demi
kepentingan jangka pendek. Satu cara untuk mengatasi perilaku yang menyimpang ini
adalah dengan memanfaatkan ukuran-ukuran kinerja tambahan yang lebih erat kaitannya
dengan kepentingan jangka panjang perusahaan.
Selain itu penggunaan ROI dan laba residu dalam evaluasi kinerja manajerial divisi-divisi
dari suatu MNC merupakan subjek dari masalah-masalah melebihi dari masalah yang
dihadapi oleh perusahaan terdesentralisasi yang hanya beroperasi di satu negara. Karena
itu, dalam evaluasi manajerial MNC penting untuk menggunakan pendekatan akuntansi
pertanggungjawaban. Para manajer harus dievaluasi berdasarkan berbagai faktor yang
berada di dalam kendali mereka. Hal ini dimungkinkan melalui penggunaan ur\kuran-
ukuran ganda untuk kinerja.

Penetapan Harga Transfer dan Perusahaan Multinasional


Bagi perusahaan multinasional, penetapan harga transfer harus mencapai dua sasaran :
1. Evaluasi kinerja
Divisi-divisi seringkali dievaluasi berdasarkan laba bersih dan pengembaklian atas
investasi. Divisi penjual mengendaki harga transfer yang tinggi sehingga
meningkatkan laba bersihnya, sementara divisi pembeli menghendaki harga transfer
yang rendah sehingga meningkatkan laba bersihnya. Namun harga transfer pada
MNC seringkali diatur oleh induk perusahaan, yang menyebabkan penggunaan
ukuran ROI dan laba bersih jadi meragukan. Karena kedua ukuran ini berada diluar
wewenang manager divisi, maka keduanya tidak mampu lagi berperan sebagai
indikator bagi kinerja managemen.

2. Penetapan Pajak Penghasilan yang Optimal


Seandainya semua negara memiliki struktur pajak yang sama, maka harga transfer
mungkin akan diatur tanpa memertimbangkan pajak. Namun ada negara-negara yang
memberlakukan pajak tinggi (seperti Amerika) da ada pula negara-negara yang
memberlakukan pajak rendah (seperti kepulauan Cayman). Akibatnya MNC mungkin
menggunakan penetapan harga transfer untuk memindahkan biaya ke negara dengan
pajak tinggi dan memindahkan pendapatan ke neara dengan pajak rendah.
Metode harga tak terkendali yang dapat diperbandingkan (comparable uncontrolled
price method) pada dasarnya menggunakan harga pasar.
Metode harga jual kembali (resale price method) adalah sama dengan harga jual yagn
diterima oleh penjual dikurangi markup yang wajar. Jadi, anak perusahaan yang
membeli barang untuk dijual kembali menetapkan harga transfer yang setara dengan
harga jual kembali dikurangi persentase laba kotor.
Metode harga Plus (cost-plus method) adalah harga transfer berdasarkan biaya. Biaya
manufaktur produk disesuaikan dengan setiap biaya lainnya., seperti biaya
pengiriman dan pajak.
Penetapan harga yang wajar merupakan suatu hal yang sulit. Seringkali situasi
penetapan harga transfer yang sedang dihadapi perusahaan tidak cocok dengan satu
pun dari ketiga metode harga diatas.
Etika dalam Lingkungan Internasional
Etika bisnis dapat menyebabkan permasalahan dalam konteks satu negara, tetapi dalam
konteks global, etika bisnis dapat menyebabkan masalah yang jauh lebih besar. Uang jasa
di suatu negara dianggap suap di negara lain. Undang-undang lingkungan di suatu negara
bisa jadi sangat ketat tetapi tidak berjalan dengan baik dan para pesaing menertawai
karena patuh kepada undang-undang hukum tersebut. Ada beberap prasayarat untuk
pembentukan lingkungan bisnis yang beretika. Diantaranya adalah stabilitas
kemasyarakatan; legitimasi dan akuntabilitas pemerintah; legitimasi terhadap
kepemilikan pribadi dan kemakmuran personal; kepercayaan atas kepemilikan seseorang
dan masa depan masyarakat; kepercayaan atas kemampuan untuk memeberikan keluarga
seseorang dan pemahaman terhadap bagaimana sistem bekerja dan bagaiman
berpartisipasi.
Sistem dasar yang kuat penting bagi kepastian berbagai kontrak, dan berfungsi sebagai
landasan bagi kepercayaan dalam urusan etika. Bagi beberapa negara (misal Amerika dan
negar-negara Eropa Barat) sistem demikian sesuai dengan hukum yang berlaku dengan
berbagai sanksi yang dilanggar. Bagi nagara lainnya (seperti Jepang dan negara-negara di
Timur Tengah) sistem ini merupakan budaya dan setiap pelanggaran akan dihukum oleh
hal yang lebih dikaitkan dengan masalah hilangnya kehormatan. Pentingnya ketegasan
yang mendasari perilaku sosial terbukti dalam urusan-urusan bisnis ilegal.
Ada masalah-masalah etika lainnya yang berkaitan dengan undang-undang dunia usaha
yang lain. Perusahaan yang terkait kontrak dengan perusahaan di luar AS barangkali
menemukan diri mereka menjadi sasaran dari publisitas yang merugikan karena
mempekerjakan anak-anak.