Anda di halaman 1dari 24

BAB I DESAIN KONSELING A. Identifikasi Masalah 1. Gambaran Umum Penyakit Ny.

S datang berobat ke RSWS Makassar dengan keluhan utama Mengalami gatal-gatal disekitar alat kelamin setalah buang air kecil dan sering keluar darah (radang kronis). Pasien didiagnosa Diabetes Melitus II dan Dislipidemia. DM tipe 2 merupakan bentuk DM yang paling sering ditemukan dan ditandai oleh gangguan pada sekresi serta kerja insulin. Kedua defek ini terdapat pada DM klinis. Penyebab yang jumlahnya banyak dan bervariasi untuk terjadinya kelainan ini telah teridentifikasi. DM tipe 2 juga memiliki perubahan multifaktor. Mayoritas pasien DM tidak bergantung pada insulin dan kebanyakan di antara mereka menderita diabetes pada usia dewasa. Pada DM tipe 2 sering terdapat resistensi insulin dengan insulinopenia relatif yang kadang-kadang pada saat-saat stres memerlukan insulin. Obesitas dan obesitas pada bagian perut umumnya terlihat pada pasien-pasien DM tipe 2. Ketoasidosis jarang ditemukan dan jika terlihat, keadaan ini berhubungan dengan stres atau penyakit lain yang menjangkiti pasien DM. pasien DM cenderung mengalami komplikasi mikrovaskular dan makrovaskular. Faktor etiologi meliputi faktor genetik, usia, obesitas, dan kurangnya aktivitas fisik. Diabetes Tipe 2 merupakan tipe diabetes yang lebih umum, lebih banyak penderitanya dibandingkan dengan DM Tipe 1. Penderita DM Tipe 2 mencapai 90-95% dari keseluruhan populasi penderita diabetes, umumnya berusia di atas 45 tahun, tetapi akhir-akhir ini penderita DM Tipe 2 di kalangan remaja dan anak-anak populasinya meningkat. Etiologi DM Tipe 2 merupakan multifaktor yang belum sepenuhnya terungkap dengan jelas. Faktor genetik dan pengaruh lingkungan cukup besar dalam menyebabkan terjadinya DM tipe 2, antara lain
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

obesitas, diet tinggi lemak dan rendah serat, serta kurang gerak badan. Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu faktor pradisposisi utama. Penelitian terhadap mencit dan tikus menunjukkan bahwa ada hubungan antara gen-gen yang bertanggung jawab terhadap obesitas dengan gen-gen yang merupakan faktor pradisposisi untuk DM Tipe 2. Dislipidemia adalah kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan atau penurunan fraksi lipid dalam plasma. Kelainan fraksi lipid yang utama adalah kenaikan kadar kolesterol total, kolesterol LDL, dan trigliserida serta penurunan kadar kolesterol HDL (Almatsier, 2005). Adanya dislipidemia, meningkatkan risiko Penyakit Kardiovaskular dan keadaan ini ekivalen dengan kadar LDL kolesterol antara 150-220 mg/dl. Untuk memahami patofisiologi dislipidemia, perlu diketahui perubahan-perubahan komposisi lipoprotein yang dapat meningkatkan sifat aterogenisitasnya (Shahab, 2008). Penyebab utama peningkatan kadar kolesterol dalam darah adalah factor keturunan dan asupan lemak tinggi. Asupan lemak total berhubungan dengan kegemukan, yang merupakan factor risiko utama untuk terserang aterosklerosis. Pengaruh lemak makanan pada penyakit jantung koroner berhubungan dengan pengaruh komponen asam lemak dam kolesterol darah, terutama kolesterol LDL. Asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak tidak jenuh tunggal, serat larut air, karbohidrat kompleks, dan diet vegetarian mempunyai pengaruh baik terhadap kadar lipid darah, sedangkan asam lemak jenuh, kolesterolm dan kegemukan mempunyai pengaruh kurang baik terhadap kadar lipid darah yang berkaitan dengan risiko penyakit jantung koroner (Almatsier, 2005).

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

2. Data Dasar Pasien a. Identitas Pasien Nama Umur Jenis Kelamin Agama Alamat No. Register RM Diagnosa Medis b. Data Subyektif 1) Keluhan Utama Mengalami gatal-gatal disekitar alat kelamin setalah buang air kecil dan sering keluar darah. 2) Sosial Ekonomi dan Lingkungan Bekerja sebagai IRT dan suami berprofesi sebagai Satpam, Pasien berobat dengan menggunakan Jamkesmas, beragama Islam dan Suku Bugis. 3) Kebiasaan Makan Sebelum didiagnosa DM + Dislipidemia, pola Makannya 3 kali sehari dengan porsi besar. Suka mengkonsumsi makanan yang manis-manis seperti sirup, dan goreng-gorengan c. Data Obyektif 1) Antropometri UMUR BBA TB Bbi IMT : 38 tahun : 62,8 kg : 148 cm : 48 kg = BB/TB2 : Samsina : 38 tahun : Wanita : Islam : Wesabbe, Makassar : 347237 : DM + Dislipidemia

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

= 62,8/1,482 = 62,8/2.1904 = 28,6 kg/m2 (Overweight tingkat berat) 2) Pemeriksaan Laboratorium Tabel 1. Hasil Pemeriksaan Laboratorium Interpretasi N N N N N

Jenis Pemeriksaan Hasil Nilai Normal GDP 179 < 140 mg/dl Ureum 21 10 50 mg/dl Kreatinin 0.7 < 1,3 mg/dl SGOT 17 5 40 u/l SGPT 23 5 35 u/l Kolesterol Tot. 260 200 mg/dl HDL 56 35 55 mg/dl LDL 159 130 mg/dl Hb1C 8 < 7% Sumber : Rekam Medik Pasien 2010 3) Pemeriksaan Fisik-klinis Tabel 2. Hasil Pemeriksaan Fisik /Klinis Hasil Baik 130/80 Lancar Nilai Normal 120/80 mmhg Jenis Pemeriksaan Keadaan Umum Tekanan Darah BAB

BAK Lancar Sumber : Rekam Medik Pasien 2010

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

4) Riwayat Makan Asupan zat-zat Gizi sehari sebelum intervensi Tabel 3. Asupan zat Gizi sebelum intervensi Energi Asupan Kebutuhan % 1127 kkal 1300 kkal Protein 30.38 gr 49 gr 62 Lemak 25.38 gr 29 gr 87.5 KH 189 gr 211 gr 89.5

86.7 Kebutuhan Sumber : Data Primer 2010 5) Skrining Gizi

Tabel 4. Hasil Skrining Gizi Terhadap Pasien No 1 2 3 4 5 6 7 8 Indikator Perubahan BB Nafsu makan menurun Kesulitan mengunyah /& menelan Mual dan muntah Diare Konstipasi Alergi/intoleransi zat Gizi Diet khusus Hasil + + -

9 Enteral/parenteral Sumber : Data Primer 2010

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

3. Diagnosis Gizi a. Domain Intake Tabel 5. Diagnosis Gizi Berdasarkan Domain Intake Etiologi peningkatan gizi dalam lama penyakit metabolisme (DM) (NI.5.2.1) Asupan zat gizi protein yang lebih rendah dibanding kebutuhan normal yang disebabkan oleh peningkatan kebutuhan zat gizi dalam waktu lama karena penyakit katabolic (DM) yang ditandai oleh intake Protein = 30,36 gr (62)%) b. Domain Klinik Tabel 6. Diagnosis Gizi Berdasarkan Domain Klinik Problem Berat badan lebih Etiologi Sign aktifitas fisik kurang IMT = 28,6 (overweigt dan faktor genetik tingkat berat) (orang tua pasien DM dan Obesitas) (NC-3.3) Berat badan lebih disebabkan karena aktifitas fisik kurang dan faktor genetik (orang tua pasien DM dan Obesitas) ditandai dengan IMT = 28,6 (overweigt tingkat berat) gangguan GDS ( ) Kolesterol Total ( ) organ lain fungsi akibat GDS 179 mg/dl ( ) (140 mg/dl) LDL 154 mg/dl ( ) (protein) waktu karena Sign Asupan:

Problem Asupan protein kurang

kebutuhan zat P = 30,36 gr (62)%)

endokrin dan fungsi

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

LDL ( ) HbA1C ( )

perubahan biokimia

(<130 mg/dl), Kolesterol Total 260 mg/dl ( ) (< 200 mg/dl) HbA1c 8% ( )

(NC-2.2) Perubahan nilai laboratorium terkait zat gizi khuhus yang disebabkan oleh gangguan fungsi endokrin dan fungsi organ lain akibat perubahan biokimia yang ditandai dengan: GDS 179 mg/dl ( ) (140 mg/dl) LDL 154 mg/dl ( ) (<130 mg/dl), Kolesterol Total 260 mg/dl ( ) (< 200 mg/dl) HbA1c 8% ( ) 4. Diagnosis Medis DM dan Dislipidemia

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

B. Review Rencana Asuhan Gizi 1. Jenis Diet Diet DM 1300 dan Rendah Cholesterol 2. Tujuan Diet Memberikan makanan yang adekuat untuk : 1. Memberikan makanan yang adekuat untuk: Membantu memenuhi kebutuhan zat gizi Membantu menurunkan kadar glukosa darah hingga mencapai batas normal Membantu menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan normal/ideal Membantu memperbaiki kadar lipid dalam darah hingga batas normal 2. Membantu memotivasi pasien agar taat diet dan HbA1C nya dibawah 7%. 3. Mencegah munculnya komplikasi penyakit lainnya 3. Prinsip/Syarat Diet Adapun prinsip/syarat diet adalah sebagai berikut : 1. Energy cukup, sesuai dengan kebutuhan normal dengan berat badan ideal, yaitu 28 kkal/kg BBi 2. Protein cukup, 15% dari total energy, 3. Lemak, 25% dari total energy, 4. Karbohidrat, 65% dari total energy. Diutamakan karbohidrat kompleks 5. Kolesterol < 300 mg/hari 6. Konsumsi vitamin dan mineral utamanya vitamin A, C, E yang berfungsi sebagai aktioksidan, Mineral Fe untuk membantu absorpsi zat gizi. .
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

4. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi Data Antropometri : UMUR BBA TB Bbi IMT : 38 tahun : 62,8 kg : 148 cm : 48 kg : BB/TB (m)2 : 62.8/ 1,482 : 28,6 (overweight tingkat berat) Rumus Perkeni: BE : BBi x 25 : 48 x 25 : 1200 kkal FA : Aktivitas ringan sebagai Ibu Rumah Tangga : 30% dari BE : 30% x 1200 : 360 kkal Kor.BB : 20% (Obesitas) : 20% dari BE : 20% x 1200 : 240 kkal TEE : BE + FA - KBB : 1200 + 360 - 240 : 1320 kkal atau : 1300 kkal P : (15% x TEE) : 4
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

: (15 % x 1300):4 : 49 gr L : (20% x TEE) :9 : (20% x 1300):9 : 29 gr KH : (65% x TEE) : 4 : (65% x 1300) : 4 : 211 gram C. Tujuan 1. Tujuan Umum : Tujuan umum konseling dan edukasi gizi pada pasien adalah memotivasi pasien untuk patuh terhadap diet yang diberikan, memberi pengertian tentang makanan yang dapat dikonsumsi & yang harus dibatasi serta menambah / meningkatkan pengetahuan pasien dan keluarganya tentang gizi dan makanan dalam hubungannya dengan penyakit DM dan Dislipidemia. 2. Tujuan Khusus : Secara khusus tujuan konseling dan edukasi gizi pada pasien adalah : Menjelaskan tujuan diet DM dan Dislipidemia. Menjelaskan prinsip/syarat diet DM dan Dislipidemia. Menjelaskan perbedaan jenis diet DM dan Dislipidemia dengan makanan biasa. Menyebutkan bahan makanan yang dianjurkan, dibatasi dan dihindari; Menjelaskan cara mengatur diet dan cara memasak yang dianjurkan;
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

10

Menyebutkan dan menjelaskan hal-hal yang perlu diperhatikan; Memberikan contoh pembagian makanan sehari D. Materi (Topik) Tujuan diet DM dan Dislipidemia. Prinsip/syarat diet DM dan Dislipidemia. Perbedaan jenis diet DM dan Dislipidemia dengan makanan biasa Bahan makanan yang dianjurkan, dibatasi dan dihindari Cara mengatur diit dan cara memasak yang dianjurkan Hal-hal yang perlu diperhatikan Contoh pembagian makanan sehari

E. Sasaran Sasaran konseling adalah pasien. F. Metode Konsultasi dan Tanya jawab G. Tempat - Poliklinik Gizi RSWS Makassar H. Waktu Poli Gizi Mengunjungi Pasien : Senin, 18 Oktober 2019 ( 20 menit) : Rabu, Kamis 20-21 Oktober 2010

I. Alat Peraga - Leaflet - Daftar Bahan Makanan Penukar

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

11

J. Pelaksana Peserta Magang Dietetika Prodi Ilmu Gizi FKM-Unhas K. Evaluasi - Menanyakan kembali isi materi konsultasi yang telah diberikan - Melihat kepatuhan diet pasien.

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

12

BAB II MATERI KONSELING A. Tujuan Diet Tujuan diet adalah: 1. Memberikan makanan yang adekuat untuk: Membantu memenuhi kebutuhan zat gizi Membantu menurunkan kadar glukosa darah hingga mencapai batas normal Membantu menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan normal/ideal Membantu memperbaiki kadar lipid dalam darah hingga batas normal 2. Membantu memotivasi pasien agar taat diet dan HbA1C nya dibawah 7%. 3. Mencegah munculnya komplikasi penyakit lainnya. B. Prinsip/Syarat Diet Adapun prinsip/syarat diet adalah sebagai berikut : 1. Energy cukup, sesuai dengan kebutuhan normal dengan berat badan ideal, yaitu 28 kkal/kg BBi 2. Protein cukup, 15% dari total energy, 3. Lemak, 25% dari total energy, 4. Karbohidrat, 65% dari total energy. Diutamakan karbohidrat kompleks 5. Kolesterol < 300 mg/hari 6. Konsumsi vitamin dan mineral utamanya vitamin A, C, E yang berfungsi sebagai aktioksidan, Mineral Fe untuk membantu absorpsi zat gizi

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

13

C. Perbedaan Jenis Diet ini dengan Makanan Biasa Perbedaan jenis diit ini dengan makanan biasa adalah : 1. Pada diet ini penggunaan lemak dibatasi 2. Jumlah makanan sehari dan pembagiannya perlu diatur dengan baik, terlebih pada Diabetes dan dislipidemianya yang belum terkontrol atau yang mendapat obat-obatan. D. Bahan Makanan yang Dianjurkan, Dibatasi, dan Dihindari Bahan makanan yang dianjurkan : Sumber protein : Hewani : Daging yang kurus, ayam tanpa kulit, dan Ikan. Sayuran : Kangkung, daun kacang, oyong, ketimun, lobak, sawi, selada, terong. Buah-buahan atau sari buah : pepaya, melon, jambu air, salak, semangka, belimbing. Susu skim : yoghurt, susu kacang Agar-agar dianjurkan karena selain mengandung sumber energy juga mengandung serat yang larut. Bahan makanan yang harus dibatasi : Semua sumber karbohidrat : Nasi, roti gandum/putih, jagung, kentang, ubi, talas, beras ketan, dll. Sumber protein hewani yang tinggi lemak jenuh (kornet, sosis, sarden, otak, jeroa), daging kambing, hati, keju, udang, telur, dll. Semua sayuran golongan B. Buah-buahan : apel, nenas, jeruk, anggur, mangga, sirsak, pisang, sawo. Susu penuh (full cream), keju, mayonaise. Makanan yang digoreng dan menggunakan santan kental.
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

14

Makanan yang menggunakan garam berlebih. Bahan makanan yang harus dihindari : Sumber KH sederhana dan makanan minuman yang manismanis : gula pasir, gula merah, madu, selai, sirup, permen, dodol, tarcis, coklat, susu kental manis, soft drink, es cream, dll. Sumber protein nabati : tahu, tempe, oncom, kacang tanah, kacang merah, kacang tolo, kacang hijau, kedelai, dll. Buah-buahan yang manis dan diawetkan : durian, nangka, alpukat, kurma, manisan buah, tape. Minuman yang mengandung alcohol. E. Cara Mengatur Diet dan Memasak yang Dianjurkan Untuk pertama kali sebaiknya makanan ditimbang sampai mencapai diit dan porsi yang sesuai dengan diit penyakit, makanlah sesuai dengan jumlah dan pembagian makanan yang telah ditentukan. Cara memasak dapat dilakukan seperti masakan anggota keluarga lain. Untuk mendapatkan variasi menu, gunakanlah daftar penukar. Hidangkan makanan yang menarik, sehingga menimbulkan selera makan. Pilihlah makanan sumber protein hewani dalam jumlah yang telah ditentukan. Makanlah banyak sayur-sayuran dan buah-buahan yang tinggi serat. F. Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Disamping berdiet lakukan olahraga secara teratur.
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

15

G. Contoh Pembagian Makanan Sehari Pemberian/pembagian makanan sehari pasien DM dab Dislipidemia dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 7. Pembagian Makanan Sehari Energi = 1300kkal, protein = 49 gr, lemak = 29 gr, KH= 211 gr Waktu Pagi Nasi Telur bb.kuning Sop Oyong + jagung Snack Jus Buah Oyong Jagung muda Wortel Jeruk Manis Apel Beras giling Ayam Minyak Kelapa Sayur bening Sawi Wortel Snack Buah Buncis Mangga Beras giling Ikan segar ketimun Tempe bb. bali Sayur Menir Tempe kedele Minyak kelapa Sawi Jagung muda
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

Menu

Bahan Makanan Beras giling Telur ayam

JUMLAH URT Gram gls 50 butir 30 50 25 2 bh 2 bh gls 1 ptg sdg 2 sdt 40 100 100 50 50 5 50 20 1 bh 2,5 sdm 1 ptg sdg 1 ptg 2 sdt 1 sdt 30 75 25 50 100 5 2,5 60 40

(10.00) Buah Siang Nasi (12.30) Ayam Goreng

(16.00) Malam Nasi (19.00) Ikan bakar

16

Buah

Nangka masak

1 ptg sdg

100

Sumber : Data Primer 2010

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

17

BAB III HASIL MONITORING DAN EVALUASI A. Evaluasi Pelaksanaan Edukasi Pelaksanaan kegiatan konsultasi dan edukasi gizi di Poliklinik Endokrin RSU Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar berlangsung selama 5 hari kerja dari tanggal 18 23 Oktober 2010. Pasien datang ke Poliklinik Endokrin dikirim dari bagian Endokrin dan Interna dengan membawa buku rekam medik. Kegiatan konsultasi berlangsung 3 hari. Hari pertama tanggal 18 Oktober 2010 dilaksanakan di Poli Endokrin RSWS selama 20 menit. Pada hari kedua dan hari ketiga tanggal 19 dan 20 Oktober 2010 konseling dilakukan melalui kunjungan ke rumah pasien. Urutan kegiatan pelaksanaan konseling dan edukasi gizi yang kami lakukan pada hari pertama tanggal 18 Oktober 2019 adalah sebagai berikut : Pasien datang ke Poliklinik Endokrin membawa buku rekam mediknya; Mencatat data-data yang dibutuhkan pada buku status pasien; Menanyakan masalah dan keluhan yang dialami oleh pasien yang berhubungan dengan penyakitnya; Melakukan pengukuran antropometri pasien, meliputi berat badan dan tinggi badan; Melakukan perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi harian pasien; Melakukan kegiatan konseling dan edukasi gizi kepada pasien, berdasarkan keluhan dan masalah yang dialami oleh pasien. Kegiatan konseling dan edukasi gizi dilakukan dengan menjelaskan jenis diet yang sesuai dengan penyakitnya, maksud dan tujuan diet yang akan diberikan, dan bagaimana penatalaksanaan diet tersebut dalam hubungannya dengan pembagian makanan seharinya;

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

18

Melengkapi susunan pembagian makanan sehari pasien pada leaflet diet yang digunakan, berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi harian pasien; Menjelaskan susunan pembagian makanan harian pasien yang telah dibuat berdasarkan rekomendasi Daftar Bahan Makanan Penukar; Melakukan evaluasi dengan cara menanyakan kembali materimateri yang diberikan kepada pasien; Membuat kesepakatan dengan pasien agar mematuhi diet yang diberikan untuk menunjang penyembuhan atau perbaikan kondisi pasien; Mencatat hasil kegiatan konseling pada buku register; Pasien pulang Proses konseling dan edukasi gizi pada pasien berlangsung tertib dan lancar. Pasien lebih banyak menceritakan pola hidup yang dialaminya sejak didiagnosa menderita penyakit DM dan dislipidemia. Pada kegiatan konseling tersebut, konselor juga memberikan motivasi kepada pasien untuk memperbaiki pola/kebiasaan makan yang tidak benar dan mau menjalankan diit yang telah diberikan. Hasil evaluasi menunjukan bahwa kegiatan konseling dan edukasi gizi yang diberikan berhasil meningkatkan pemahaman pasien tentang diet yang akan dijalankan dalam hubungannya dengan penyakit yang dideritanya. B. Evaluasi Pemahaman Materi Konseling Berdasarkan evaluasi dan monitoring yang kami lakukan pada saat berlangsungnya kegiatan konseling dan edukasi gizi, pasien sudah cukup memahami maksud dan tujuan diet yang telah dipaparkan. Dari beberapa pertanyaan yang diberikan, ternyata pasien bisa menjawabnya, dimana
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

19

pertanyaan-pertanyaan tersebut tidak dapat dijawab sebelum kegiatan konseling berlangsung. C. Perubahan Pola dan Kebiasaan Makan Perubahan pola dan kebiasaan makan tidak serta merta dapat dicapai secara cepat mengingat kebiasaan makan seseorang sangat dipengaruhi oleh tingkat pengetahuan gizinya, ketersediaan bahan pangan, daya beli, dan pola makan dan dukungan keluarga. Perubahan hanya dapat dicapai bila pasien memiliki motivasi yang cukup untuk merubah pola makannya sesuai anjuran konselor dalam proses konsultasi dan edukasi gizi. D. Monitoring Antropometri Tabel 8. Distribusi Nilai Antropometri Pasien Variabel Berat Badan Tinggi Badan Berat Badan Ideal IMT Nilai 62.8 kg 148 cm 48 28,6 (Status Gizi Overweight

tingkat berat) Sumber : Data Primer Terolah, 2010 Berdasarkan data pada tabel 9, maka dapat dilihat bahwa pasien memiliki masalah berat badan yaitu overweight tingkat berat. Oleh karena itu, diagnosa gizi yang ditegakkan adalah NC-3.3 Berat badan lebih yang disebabkan aktifitas fisik yang kurang dan faktor genetik (orang tua juga obesitas dan dm) itandai dengan IMT = 28,6 (overweigt tingkat berat). E. Monitoring Konsumsi Energi dan Zat Gizi Pasien (3 hari) Asupan sebelum intervensi yaitu pada tanggal 17 Oktober 2010 terlihat asupan energi dan zat gizi pasien yang kurang yaitu E = 1127 Kkal ( 87%), P= 30.36 gr (62%), L= 25 gr ( 88% ), KH = 189 gr/hr ( 90%). Karena kurangnya asupan protein maka ditegakkan diagnosa NI-5.2.1
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

20

yaitu Asupan zat gizi protein yang lebih rendah

dibanding kebutuhan

normal yang disebabkan oleh peningkatan kebutuhan zat gizi dalam waktu lama karena penyakit metabolism (DM) yang ditandai oleh intake Protein = 30,36 gr (62)%) Asupan energi dan zat gizi pasien pasca konseling dapat dilihat pada tabel berikut : Tabel 9. Distribusi Konsumsi Energi dan Zat Gizi Pasien Konsumsi Energi dan Zat Gizi Tanggal Asupan Kebutuhan % Kebutuhan Asupan Kebutuhan % Kebutuhan Energi ( kkal ) 1278.05 1300 98.3 1135.35 1300 87.3 Protein Lemak ( gr ) 43.11 49 87.98 39.38 49 80.4 84.2 ( gr ) 25.36 29 87.45 26.9 29 93 90.2 KH ( gr ) 223 211 106 187 211 88.6 97.3

18/10/10 (Hari I) 19/10/10 (Hari II)

Rata-rata % Asupan 92.8 Sumber : Data Primer 2010

Berdasarkan data yang terdapat pada tabel diatas, maka dapat disimpulkan bahwa rata-rata asupan pasien selama intervensi (2 hari) mengalami perbaikan. Dimana, asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat telah normal. Hal ini mengindikasikan bahwa diagnosa gizi sebelumnya NI-5.2.1 tidak berlaku lagi karena asupan energi, protein telah normal. F. Monitoring Hasil Laboratorium Adapun perkembangan data laboratorium pasien tidak dapat dimonitor karena pemeriksaan laboratorium tidak dilakukan selama intervensi study kasus berlangsung.

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

21

BAB IV KESIMPULAN 1. Berdasarkan keluhan, gejala, dan riwayat penyakit yang ada, pasien didiagnosa menderita DM dan Dislipidemia. 2. Berdasarkan perhitungan IMT pasien dalam kondisi overweight tingkat berat ( IMT = 28.6) 3. Pada studi kasus diagnosa gizi yang ditegakkan adalah NI-5.2.1, NC2.2, NC-3.3. Setelah intervensi NI-5.2.1 tidak berlaku lagi, karena asupan protein telah normal, sedang NC-2.2 dan NC-3.3 tetap berlaku. 4. Proses konseling dan edukasi gizi berjalan tertib dan lancar dan berhasil meningkatkan pemahaman pasien tentang diet yang akan dijalankan dalam hubungannya dengan penyakit yang diderita. 5. Hasil wawancara melalui kunjungan rumah, pasien telah mampu merubah pola makannya sedikit demi sedikit namun perlu pengawasan lebih lanjut. 6. Asupan energi, protein, lemak dan karbohidrat selama intervensi telah normal.

DAFTAR PUSTAKA
Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

22

Almatsier, Sunita. Penuntun Diit Edisi Baru. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama; 2004 halaman 137-143, 178-179, 259-265 Alwi Shahab, 2008. Penatalaksanaan Dislipidemia Pada Dm Tipe 2 . Bagian Ilmu Penyakit Dalam , FK Unsri/ RSMH Palembang Yustini, DCN, M.Kes. 2009. Translate International Dietetic & Nutrition Terminology (IDNT) Reference Manual. Instalasi Gizi RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo. Makassar.

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

23

Laporan Magang Dietetika RS.Dr.Wahidin Sudirohusodo Makassar 2010 [Bohari K211 07 020]

24