Anda di halaman 1dari 21

KIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMI AKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIM IAKIMIAIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMI AKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIM IAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKI MIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAK IMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIA KIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMI AKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIM IAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKI MIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAK IMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIA KIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMI AKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIM IAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKI

MIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAK IMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIAKIMIA
MAKALAH SENYAWA HIDROKARBON DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI
KARYA : NAMA : DICKY FARISTA KELAS : X-1 NO. ABSEN : 14

KATA PENGANTAR

Tujuan pembuatan suatu makalah adalah untuk menunjukkn hasil suatu pekerjaan yang telah dilakukan dan menambah, informasi serta sebagai sarana pembantu dalam sebuah pembelajaran. Makalah itu sendiri merupakan salah satu media tolak ukur seberapa jauh siswa dapat menguasai pelajaran yang telah disampaikan oleh pembimbing. Untuk memenuhi tujuan tersebut saya melakukan pengamatan dan menyelesaikan pembuatan makalah sebagai hasil kegiatan saya dalam pengamatan SENYAWA HIDROKANBON DALAM KEHIUPAN SEHARI-HARI yang kami lakukan beberapa hari lalu.

DAFTAR ISI

1. Tujuan 2. Pengertian Hidrokarbon 3. Akibat Penggunaan Hidrokarbon Beserta Contoh Hidrokarbon Dalam Keehidupan Sehari-hari 4. Kesimpulan

1. Tujuan
Mengetahui tentang komposisi senyawa Hidrokarbon dalam kehiduan sehari-hari, kegunaan dan efek samping dalam bidang Sandang, Papan, Seni, Estetika, Pangan, Industri, dan Perdagangan

2. Pengertian Hidrokarbon
Senyawa Hidrokarbon Senyawa hidrokarbon merupakan senyawa karbon yang paling sederhana. Dari namanya, senyawa hidrokarbon adalah senyawa karbon yang hanya tersusun dari atom hidrogen dan atom karbon. Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita temui senyawa hidrokarbon, misalnya minyak tanah, bensin, gas alam, plastik dan lain-lain Sampai saat ini telah dikenal lebih dari 2 juta senyawa hidrokarbon. Untuk mempermudah mempelajari senyawa hidrokarbon yang begitu banyak, para ahli mengolongkan hidrokarbon berdasarkan susunan atom-atom karbon dalam molekulnya Berdasarkan susunan atom karbon dalam molekulnya, senyawa karbon terbagi dalam 2 golongan besar, yaitu senyawa alifatik dan senyawa siklik. Senyawa hidrokarbon alifatik adalah senyawa karbon yang rantai C nya terbuka dan rantai C itu memungkinkan bercabang. Berdasarkan jumlah ikatannya, senyawa hidrokarbon alifatik terbagi menjadi senyawa alifatik jenuh dan tidak jenuh. - Senyawa alifatik jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya hanya berisi ikatan-ikatan tunggal saja. Golongan ini dinamakan alkana. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik jenuh:

- Senyawa alifatik tak jenuh adalah senyawa alifatik yang rantai C nya terdapat ikatan rangkap dua atau rangkap tiga. Jika memiliki rangkap dua dinamakan alkena dan memiliki rangkap tiga dinamakan alkuna. Contoh senyawa hidrokarbon alifatik tak jenuh:

- Senyawa hidrokarbon siklik adalah senyawa karbon yang rantai C nya melingkar dan lingkaran itu mungkin juga mengikat rantai samping. Golongan ini terbagi lagi menjadi senyawa alisiklik dan aromatik. senyawa alisiklik yaitu senyawa karbon alifatik yang membentuk rantai tertutup.

Senyawa aromatik yaitu senyawa karbon yang terdiri dari 6 atom C yang membentuk rantai benzena.

Sifat-Sifat Hidrokarbon Meliputi : a) Sifat-Sifat Fisis b) Sifat Kimia Berkaitan dengan reaksi kimia. 1) Reaksi-reaksi pada Alkana Alkana tergolong zat yang sukar bereaksi sehingga disebut parafin yang artinya afinitas kecil . Reaksi terpenting dari alkana adalah reaksi pembakaran, substitusi dan perengkahan ( cracking ) Penjelasan : a. Pembakaran Pembakaran sempurna alkana menghasilkan gas CO 2 dan uap air, sedangkan pembakaran tidak sempurna menghasilkan gas CO dan uap air, atau jelaga (partikel karbon). b. Substitusi atau pergantian Atom H dari alkana dapat digantikan oleh atom lain, khususnya golongan halogen . Penggantian atom H oleh atom atau gugus lain disebut reaksi substitusi . Salah satu reaksi substitusi terpenting dari alkana adalah halogenasi yaitu penggantian atom H dengan atom halogen, khususnya klorin ( klorinasi ). Klorinasi dapat terjadi jika alkana direaksikan dengan klorin. c. Perengkahan atau cracking Perengkahan adalah pemutusan rantai karbon menjadi potongan-potongan yang lebih pendek. Perengkahan dapat terjadi bila alkana dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi tanpa oksigen . Reaksi ini juga dapat dipakai untuk membuat alkena dari alkana . Selain itu juga dapat digunakan untuk membuat gas hidrogen dari alkana . 2) Reaksi-reaksi pada Alkena Alkena lebih reaktif daripada alkana. Hal ini disebabkan karena adanya ikatan rangkap C=C. Reaksi alkena terutama terjadi pada ikatan rangkap tersebut. Reaksi penting dari alkena meliputi : reaksi pembakaran, adisi dan polimerisasi . Penjelasan :

a. Pembakaran Seperti halnya alkana, alkena suku rendah mudah terbakar. Jika dibakar di udara terbuka, alkena menghasilkan jelaga lebih banyak daripada alkana. Hal ini terjadi karena alkena mempunyai kadar C lebih tinggi daripada alkana, sehingga pembakarannya menuntut / memerlukan lebih banyak oksigen. Pembakaran sempurna alkena menghasilkan gas CO 2 dan uap air.

b. Adisi (penambahan = penjenuhan) Reaksi terpenting dari alkena adalah reaksi adisi yaitu reaksi penjenuhan ikatan rangkap . c. Polimerisasi Adalah reaksi penggabungan molekul-molekul sederhana menjadi molekul yang besar. Molekul sederhana yang mengalami polimerisasi disebut monomer , sedangkan hasilnya disebut polimer . Polimerisasi alkena terjadi berdasarkan reaksi adisi . Prosesnya dapat dijelaskan sebagai berikut : Mula-mula ikatan rangkap terbuka sehingga terbentuk gugus dengan 2 elektron tidak berpasangan. Elektron-elektron tidak berpasangan tersebut kemudian membentuk ikatan antar gugus sehingga membentuk rantai. 3) Reaksi-reaksi pada Alkuna Reaksi-reaksi pada alkuna mirip dengan alkena; untuk menjenuhkan ikatan rangkapnya, alkuna memerlukan pereaksi 2 kali lebih banyak dibandingkan dengan alkena. Reaksi-reaksi terpenting dalam alkena dan alkuna adalah reaksi adisi dengan H 2, adisi dengan halogen (X 2 ) dan adisi dengan asam halida (HX). Pada reaksi adisi gas HX (X = Cl, Br atau I) terhadap alkena dan alkuna berlaku aturan Markovnikov yaitu : Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom H yang berbeda, maka atom X akan terikat pada atom C yang sedikit mengikat atom H Jika atom C yang berikatan rangkap mengikat jumlah atom H sama banyak, maka atom X akan terikat pada atom C yang mempunyai rantai C paling panjang Keisomeran Isomer adalah senyawa-senyawa yang mempunyai rumus molekul yang sama tetapi mempunyai struktur atau konfigurasi yang berbeda Struktur berkaitan dengan cara atom-atom saling berikatan, sedangkan konfigurasi berkaitan dengan susunan ruang atom-atom dalam molekul. Keisomeran dibedakan menjadi 2 yaitu : - Keisomeran struktur : keisomeran karena perbedaan struktur. - Keisomeran ruang : keisomeran karena perbedaan konfigurasi (rumus molekul dan strukturnya sama). Keisomeran Struktur Dapat dibedakan menjadi 3 yaitu :

keisomeran kerangka : jika rumus molekulnya sama tetapi rantai induknya (kerangka atom) berbeda. keisomeran posisi : jika rumus molekul dan rantai induknya (kerangka atom) sama tetapi posisi cabang / gugus penggantinya berbeda. keisomeran gugus fungsi Keisomeran Ruang Dapat dibedakan menjadi 2 yaitu : - keisomeran geometri : keisomeran karena perbedaan arah (orientasi) gugus-gugus tertentu dalam molekul dengan struktur yang sama. - keisomeran optik . A. Keisomeran pada Alkana Tergolong keisomeran struktur yaitu perbedaan kerangka atom karbonnya. Makin panjang rantai karbonnya, makin banyak pula kemungkinan isomernya. Pertambahan jumlah isomer ini tidak ada aturannya. Perlu diketahui juga bahwa tidak berarti semua kemungkinan isomer itu ada pada kenyataannya. Misalnya : dapat dibuat 18 kemungkinan isomer dari C 8 H 18, tetapi tidak berarti ada 18 senyawa dengan rumus molekul C 8 H 18 . Cara sistematis untuk mencari jumlah kemungkinan isomer pada alkana : B. Keisomeran pada Alkena Dapat berupa keisomeran struktur dan ruang. a) Keisomeran Struktur. Keisomeran struktur pada alkena dapat terjadi karena perbedaan posisi ikatan rangkap atau karena perbedaan kerangka atom C. Keisomeran mulai ditemukan pada butena yang mempunyai 3 isomer struktur. Contoh yang lain yaitu alkena dengan 5 atom C. b) Keisomeran Geometris. Keisomeran ruang pada alkena tergolong keisomeran geometris yaitu : karena perbedaan penempatan gugus-gugus di sekitar ikatan rangkap. Contohnya : Keisomeran pada 2-butena. Dikenal 2 jenis 2-butena yaitu cis -2-butena dan trans -2butena. Keduanya mempunyai struktur yang sama tetapi berbeda konfigurasi (orientasi gugus-gugus dalam ruang). Pada cis -2-butena, kedua gugus metil terletak pada sisi yang sama dari ikatan rangkap; sebaliknya pada trans -2-butena, kedua gugus metil berseberangan. Tidak semua senyawa yang mempunyai ikatan rangkap pada atom karbonnya (C=C) mempunyai keisomeran geometris. Senyawa itu akan mempunyai keisomeran geometris jika kedua atom C yang berikatan rangkap mengikat gugus-gugus yang berbeda. C. Keisomeran pada Alkuna - Keisomeran pada alkuna tergolong keisomeran kerangka dan posisi . - Pada alkuna tidak terdapat keisomeran geometris. - Keisomeran mulai terdapat pada butuna yang mempunyai 2 isomer. Alkuna Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap tiga (CC) . Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 3 disebut alkadiuna, yang mempunyai 1 ikatan rangkap 2 dan 1 ikatan rangkap 3 disebut alkenuna .

Rumus umum alkuna yaitu : C n H 2n-2 ; n = jumlah atom C Tata Nama Alkuna Nama alkuna diturunkan dari nama alkana yang sesuai dengan mengganti akhiran ana menjadi una . Tata nama alkuna bercabang sama seperti penamaan alkena. Sumber dan Kegunaan Alkuna Alkuna yang mempunyai nilai ekonomis penting hanyalah etuna (asetilena), C 2 H 2 . Gas asetilena digunakan untuk mengelas besi dan baja. Alkena Adalah hidrokarbon alifatik tak jenuh yaitu hidrokarbon dengan satu ikatan rangkap dua (C=C) . Senyawa yang mempunyai 2 ikatan rangkap 2 disebut alkadiena, yang mempunyai 3 ikatan rangkap 2 disebut alkatriena dst. Rumus umum alkena yaitu : C n H 2n ; n = jumlah atom C Tata Nama Alkena 1) Nama alkena diturunkan dari nama alkana yang sesuai (yang jumlah atom Cnya sama), dengan mengganti akhiran ana menjadi ena . 2) Rantai induk adalah rantai terpanjang yang mengandung ikatan rangkap. 3) Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian sehingga ikatan rangkap mendapat nomor terkecil. 4) Posisi ikatan rangkap ditunjukkan dengan awalan angka yaitu nomor dari atom C berikatan rangkap yang paling tepi / pinggir (nomor terkecil). 5) Penulisan cabang-cabang, sama seperti pada alkana. Sumber dan Kegunaan Alkena Alkena dibuat dari alkana melalui proses pemanasan atau dengan bantuan katalisator (cracking). Alkena suku rendah digunakan sebagai bahan baku industri plastik, karet sintetik, dan alkohol. Alkana Adalah hidrokarbon alifatik jenuh yaitu hidrokarbon dengan rantai terbuka dan semua ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal. Rumus umum alkana yaitu : C n H 2n+2 ; n = jumlah atom C Deret Homolog Alkana Adalah suatu golongan / kelompok senyawa karbon dengan rumus umum yang sama, mempunyai sifat yang mirip dan antar suku-suku berturutannya mempunyai beda CH 2 . Sifat-sifat deret homolog : - Mempunyai sifat kimia yang mirip - Mempunyai rumus umum yang sama - Perbedaan Mr antara 2 suku berturutannya sebesar 14 - Makin panjang rantai karbon, makin tinggi titik didihnya rumus nama rumus nama CH 4 metana C 6 H 14 heksana C 2 H 6 etana C 7 H 16 heptana

C3 H8 C 4 H 10 C 5 H 12

propana butana pentana

C 8 H 18 oktana C 9 H 20 nonana C 10 H 22 dekana

Sifat-sifat Alkana 1.merupakan senyawa nonpolar, sehingga tidak larut dalam air 2.makin banyak atom C (rantainya makin panjang), maka titik didih makin tinggi 3.pada tekanan dan suhu biasa, CH 4 - C 4 H 10 berwujud gas, C 5 H 12 - C 17 H 36 berwujud cair, diatas C 18 H 38 berwujud padat 4.mudah mengalami reaksi subtitusi dengan atom-atom halogen (F 2, Cl 2, Br 2 atau I 2 ) 5.dapat mengalami oksidasi (reaksi pembakaran) Isomer Alkana Alkana yang mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus struktur beda CH 4, C 2 H 6, C 3 H 8 tidak mempunyai isomer alkana C 4 H 10 C 5 H 12 C 6 H 14 C 7 H 16 C 8 H 18 C 9 H 20 C 10 H 22 jumlah isomer 2 3 5 9 28 35 75

Tata Nama Alkana Berdasarkan aturan dari IUPAC (nama sistematik) : 1) Nama alkana bercabang terdiri dari 2 bagian : - Bagian pertama (di bagian depan) merupakan nama cabang - Bagian kedua (di bagian belakang) merupakan nama rantai induk 2) Rantai induk adalah rantai terpanjang dalam molekul. Jika terdapat 2 atau lebih rantai terpanjang, maka harus dipilih yang mempunyai cabang terbanyak. Induk diberi nama alkana sesuai dengan panjang rantai. 3) Cabang diberi nama alkil yaitu nama alkana yang sesuai, tetapi dengan mengganti akhiran ana menjadi il. Gugus alkil mempunyai rumus umum : C n H 2n+1 dan dilambangkan dengan R 4) Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Untuk itu rantai induk perlu dinomori. Penomoran dimulai dari salah 1 ujung rantai induk sedemikian rupa sehingga posisi cabang mendapat nomor terkecil. 5) Jika terdapat 2 atau lebih cabang sejenis, harus dinyatakan dengan awalan di, tri, tetra, penta dst. 6) Cabang-cabang yang berbeda disusun sesuai dengan urutan abjad dari nama cabang tersebut. Awalan normal, sekunder dan tersier diabaikan. Jadi n-butil, sekbutil dan ters-butil dianggap berawalan b-. Awalan iso- tidak diabaikan. Jadi isopropil berawal dengan huruf i- . Awalan normal, sekunder dan tersier harus ditulis dengan huruf cetak miring . 7) Jika penomoran ekivalen dari kedua ujung rantai induk, maka harus dipilih sehingga cabang yang harus ditulis terlebih dahulu mendapat nomor terkecil.

Berdasarkan aturan-aturan tersebut di atas, penamaan alkana bercabang dapat dilakukan dengan 3 langkah sebagai berikut : 1) Memilih rantai induk, yaitu rantai terpanjang yang mempunyai cabang terbanyak. 2) Penomoran, dimulai dari salah 1 ujung sehingga cabang mendapat nomor terkecil. 3) Penulisan nama, dimulai dengan nama cabang sesuai urutan abjad, kemudian diakhiri dengan nama rantai induk. Posisi cabang dinyatakan dengan awalan angka. Antara angka dengan angka dipisahkan dengan tanda koma (,) antara angka dengan huruf dipisahkan dengan tanda jeda (-). Atau lebih singkatnya adalah: 1. Jika rantai lurus, nama sesuai dengan jumlah alkana dengan awalan n-(alkana) 2. Jika rantai cabang; 3. 1. Tentukan rantai terpanjang (sebagai nama alkana) 2. Tentukan rantai cabangnya (alkil) 3. Pemberian nomor dimulai dari atom C yang paling dekat dengan cabang 4. Alkil-alkil sejenis digabung dengan awalan di(2), tri(3), dst 5. Alkil tak sejenis ditulis berdasar abjad (butil, etil, metil,..) atau dari yang paling sederhana (metil, etil, propil,....) Gugus Alkil Alkana yang telah kehilangan 1 atom H C n H 2n+1 Sumber dan Kegunaan Alkana Alkana adalah komponen utama dari gas alam dan minyak bumi. Kegunaan alkana, sebagai : - Bahan bakar - Pelarut - Sumber hidrogen - Pelumas - Bahan baku untuk senyawa organik lain - Bahan baku industry Kekhasan / Keunikan Atom Karbon - Sesuai dengan nomor golongannya (IVA), atom karbon mempunyai 4 elektron valensi. Oleh karena itu, untuk mencapai konfigurasi oktet maka atom karbon mempunyai kemampuan membentuk 4 ikatan kovalen yang relatif kuat. - Atom karbon dapat membentuk ikatan antar karbon; berupa ikatan tunggal, rangkap dua atau rangkap tiga. - Atom karbon mempunyai kemampuan membentuk rantai (ikatan yang panjang). - Rantai karbon yang terbentuk dapat bervariasi yaitu : rantai lurus, bercabang dan melingkar ( siklik ). B. Kedudukan Atom Karbon Dalam senyawa hidrokarbon, kedudukan atom karbon dapat dibedakan sebagai berikut : - Atom C primer : atom C yang mengikat langsung 1 atom C yang lain - Atom C sekunde r : atom C yang mengikat langsung 2 atom C yang lain - Atom C tersier : atom C yang mengikat langsung 3 atom C yang lain - Atom C kuarterner : atom C yang mengikat langsung 4 atom C yang lain

Klasifikasi / Penggolongan Hidrokarbon (terdiri dari atom C dan H) a. Berdasarkan bentuk rantai karbonnya : - Hidrokarbon alifatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai terbuka jenuh (ikatan tunggal) maupun tidak jenuh (ikatan rangkap). - Hidrokarbon alisiklik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar / tertutup (cincin). - Hidrokarbon aromatik = senyawa hidrokarbon dengan rantai melingkar (cincin) yang mempunyai ikatan antar atom C tunggal dan rangkap secara selang-seling / bergantian ( konjugasi ). Berdasarkan jenis ikatan antar atom karbonnya : - Hidrokarbon jenuh = senyawa hidrokarbon yang ikatan antar atom karbonnya merupakan ikatan tunggal. - Hidrokarbon tak jenuh = senyawa hidrokarbon yang memiliki 1 ikatan rangkap dua (alkena), atau lebih dari 1 ikatan rangkap dua (alkadiena), atau ikatan rangkap tiga (alkuna).

2. Akibat Penggunaan Hidrokarbon Beserta Contoh Hidrokarbon Dalam Keehidupan Sehari-hari


Manfaat Senyawa Hidrokarbon Dalam Kehidupan Sehari-Hari 1. SANDANG Dari bahan hidrokarbon yang bisa dimanfaatkan untuk sandang adalah PTA (purified terephthalic acid) yang dibuat dari para-xylene dimana bahan dasarnya adalah kerosin (minyak tanah). Dari Kerosin ini semua bahannya dibentuk menjadi senyawa aromat, yaitu para-xylene. Bentuknya senyawa benzen (C6H6), tetapi ada dua gugus metil pada atom C1 dan C3 dari molekul benzen tersebut. Para-xylene ini kemudian dioksidasi menggunakan udara menjadi PTA (lihat peta proses petrokimia diatas). Nah dari PTA yang berbentuk seperti tepung detergen ini kemudian direaksikan dengan metanol menjadi serat poliester. Serat poli ester inilah yang menjadi benang sintetis yang bentuknya seperti benang. Hampir semua pakaian seragam yang adik-adik pakai mungkin terbuat dari poliester. Untuk memudahkan pengenalannya bisa dilihat dari harganya. Harga pakaian yang terbuat dari benang sintetis poliester biasanya relatif lebih murah dibandingkan pakaian yang terbuat dari bahan dasar katun, sutra atau serat alam lainnya Kehalusan bahan yang terbuat dari serat poliester dipengaruhi oleh zat penambah (aditif) dalam proses pembuatan benang (saat mereaksikan PTA dengan metanol). Salah satu produsen PTA di Indonesia adalah diPertamina Unit Pengolahan III dengan jenis produk dan peruntukannya disini. Sebetulnya ada polimer lain yang juga dibunakan untuk pembuatan serat sintetis yang lebih halus atau lembut lagi. Misal serat untuk bahan isi pembalut wanita. Polimer tersebut terbuat dari polietilen. 2. PAPAN Bahan bangunan yang berasal dari hidrokarbon pada umumnya berupa plastik. Bahan dasar plastik hampir sama dengan LPG, yaitu polimer dari propilena, yaitu senyawa olefin / alkena dari rantai karbon C3. Dari bahan plastik inilah kemudian jadi macam-macam mulai dari atap rumah (genteng plastik), furniture, peralatan interior rumah, bemper mobil, meja, kursi, piring, dll. Salah satu produsen bahan baku barang plastik di Indonesia adalah di Pertamina Unit Pengolahan III Palembang tempat saya kerja dengan jenis produk yang bermacam-macam. 3. SENI Untuk urusan seni, terutama seni lukis, peranan utama hidrokarbon ada pada tinta / cat minyak dan pelarutnya. Salah satunya ialah thinner yang biasa digunakan untuk mengencerkan cat. Sementar untuk urusan seni patung banyak patung yang berbahan dasar dari plastik atau piala, dll.

Hidrokarbon yang digunakan untuk pelarut cat terbuat dari Low Aromatic White Spirit atau LAWS mmerupakan pelarut yang dihasilkan dari Kilang PERTAMINA di Plaju dengan rentang titik didih antara 145o C 195o C. Senyawa hidrokarbonyang membentuk pelarut LAWS merupakan campuran dari parafin, sikloparafin, dan hidrokarbon aromatik. 4. ESTETIKA Sebetulnya seni juga sudah mencakup estetika. Tapi mungkin lebih luas lagi dengan penambahan kosmetika. Jadi bahan hidrokarbon yang juga digunakan untuk estetika kosmetik adalah lilin. Misal lipstik, waxing (pencabutan bulu kaki menggunakan lilin) atau bahan pencampur kosmetik lainnya, farmasi atau semir sepatu. Tentunya lilin untuk keperluan kosmetik spesifikasinya ketat sekali. Lilin parafin di Indonesia diproduksi oleh Kilang PERTAMINA UP- V Balikpapan melalui proses filtering press. Kualifikasi mutu lilin PERTAMINA berdasarkan kualitas yang berhubungan dengan titik leleh, warna dan kandungan minyaknya. 5. PANGAN Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana. Kalau atom karbon dinotasikan sebagai bola berwarna hitam, okeigen berwarna merah dan hidrogen berwarna putih maka bentuk molekul tiga dimensi dari glukosa akan seperti gambar disamping ini. Banyak karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang panjang serta bercabang-cabang. Karbohidrat merupakan bahan makanan penting dan sumber tenaga yang terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. Selain itu, karbohidrat juga menjadi komponen struktur penting pada makhluk hidup dalam bentuk serat (fiber), seperti selulosa, pektin, serta lignin. Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh. Tubuh menggunakan karbohidrat seperti layaknya mesin mobil menggunakan bensin. Glukosa, karbohidrat yang paling sederhana mengalir dalam aliran darah sehingga tersedia bagi seluruh sel tubuh. Selsel tubuh tersebut menyerap glukosa. Gula ini kemudian oleh sel dioksidasi (dibakar) dengan bantuan oksigen yang kita hirup menjadi energi dan gas CO2 dalam bentuk respirasi / pernafasan. Energi yang dihasilkan dan tidak digunakan akan disimpan dibawah jaringan kulit dalam bentuk lemak. Reaksi pembakaran gula dalam tubuh : C6H12O6 (gula) + 6O2 (udara yang dihirup) >Energi + 6CO2 (udara yang dikeluarkan) + 6H2O (keringat atau air seni). Contuh-contoh Hidrokarbon diatas yaitu : Tipe karbohidrat 1) Monosakarida Glukosa / gula anggur banyak terdapat dalam buah , jagung, dan madu. Fruktosa terdapat bersama dengan glukosa dan sukrosa dalam buah-buahan dan madu.

Galaktosa, sumber dapat diperoleh dari laktosa yang dihidrolisis melalui pencernaan makanan kita. 2) Disakarida Maltosa (glukosa + glukosa), tidak dapat difermentasi bakteri kolon dengan mudah, maka digunakan dalam makanan bayi, susu bubuk beragi (malted milk) Laktosa (glukosa + galaktosa), terdapat dalam susu sapi dan 5-8% dalam susu ibu. Sukrosa (glukosa + fruktosa), ialah gula pasir biasa. Bila dipanaskan akan membentuk gula invert berwarna coklat yang disebut karamel. Digunakan untuk pembuatan es krim, minuman ringan, dan permen. 3) Polisakarida Polisakarida adalah suatu karbohidrat yang tersusun dari banyak monosakarida. Kegunaan hidrokarbon pada polisakarida dalam bidang pangan seperti beras, pati, jagung, dll. 6. INDUSTRI DAN PERDAGANGAN Kegunaan hidrokarbon pada bidang sandang, papan, seni, dan estetika dapat kita peroleh dari hasil industri petrokimia. Industri petrokimia adalah industri yang bahan industrinya berasal dari bahan bakar, minyak da gas bumi (gas alam). Dewasa ini, puluhan ribu jenis bahan petrokimia telah dihasilkan. Bahan petrokimia tersebut dapat digolongkan kedalam plastik, serat sintetis, pestisida, detergen, pelarut, pupuk, berbagai jenis obat da vitamin. Bahan dasar petrokimia Pada umumnya, proses industri petrokimia melalui 1. Mengubah minyak dan gas bumi menjadi bahan dasar petrokimia 2. Mengubah bahan dasar menjadi produk antara, dan 3. mengubah produk antara menjadi produk akhir. tiga tahapan, yaitu:

Hampir semua produk petrokimia berasal dari tiga jenis bahan dasar, yaitu: olefin, aromatika, dan gas-sintesis (syn-gas). a. Olefin (alkana-alkena) Olefin merupakan bahan dasar petrokimia paling utama. Produksi olefin di seluruh dunia mencapai miliaran kg per tahun. Diantara olefin yang terpenting (paling banyak diproduksi) adalah etilena (etena), propilena (propena), butilena (butena), dan butadiene. Olefin pada umumnya dibuat dari etana, propane, nafta, atau minyak gas (gas-oil) melalui proses perengkahan (cracking). Etana dan propane dapat berasal dari gas bumi atau dari fraksi minyak bumi; nafta berasal dari fraksi minyak bumi dengan molekul C-6 hingga C-10; sedangkan gas-oil berasal dari fraksi minyak bumi dengan molekul dari C-10 hingga C-30 atau C-30. b. Aromatik Aromatika adalah benzena dan turunannya. Aromatika dibuat dari nafta melalui proses yang disebut reforming. Di antara aromatic yang terpenting adalah benzene (C6H6, toluene (C6H5CH3), dan xilena (C6H4(CH3)2). Ketiga jenis senyawa ini disebut BTX.

c. Gas sinteti Gas sintesis (syn-gas) adalah campuran dari karbon monoksida (CO) dan hydrogen (H2). Syn-gas dibuat dari reaksi gas bumi atau LPG melalui proses yang disebut steam reforming atau oksidasi parsial. Reaksinya berlangsung sebagai berikut: Steam reforming: campuran metana (gas bumi) dan uap air dipanaskan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis (bahan pemercepat reaksi). CH4(g) CO (g) + 3H2 (g) oksidasi parsial: metana direaksikan dengan sejumlah terbatas oksigen pada suhu dan tekanan tinggi. 2CH4 (g) 2CO (g) + 4 H2(g) 1. Petrokimia dari olefin a. Beberapa diantara produk petrokimia yang berbahan dasar etilena sebagai berikut: - Polietilena polietilena adalah plastic yang paling banyak diproduksi. Plastik polietilena antara lain digunakan sebagai kantong plastik dan plastik pembungkus / sampul. Pembentukan polietilena dari etilena merupakan reaksi polimerisasi. nCH2 = CH2 (-CH2-CH2-)n Plastic polietilena (maupun plastic lainnya) yang kita kenal , selain mengandung poliertilena juga mengandung berbagai bahan tambahan, misalnya bahan pengisi, plasticer dan pewarna. - PVC PVC atau polivinilklorida juga merupkan plastic, yang antara lain digunakan untuk membuat pipa (pralon) dan pelapis lantai. PVC dibuat dari etilena melalui tiga tahapan reaksi sebagai berikut. CH2 = CH2 + Cl2 CH2Cl CH2Cl (adisi) CH2Cl CH2Cl CH2 = CHCL + HCl (pirolisis, pemanasan) CH = CHCl (- CH2 CHCl -)n (polimerisasi) - Etanol Etanol adalah bahan yang sehari-hari biasa kita kenal sebagai alcohol. Etanol digunakan untuk bahan baker atau bahan antara untuk berbagai produk lain, misalnya asam asetat. Pembuatan etanol dari etilena melalui reaksi sebagai berikut. CH2 = CH2 + H2O CH3 - CH2OH (adisi) - Etilena glikol atau glikol Glikol digunakan sebagai bahan antibeku dalam radiator mobil di daerah beriklim dingin. Reaksi pembentukan glikol berlangsung sebagai berikut. CH2 = CH2 + O2 CH2 CH2 (adisi) - Etilena oksigen etilena oksida

CH2 CH2 + H2O CH2OH CH2OH Etilena oksida etilena glikol - Serat atau bahan tekstil b. beberapa diantara produk petrokimia yang berbahan dasar propilena sebagai berikut: - Polipropilena Plastic prolpilena lebih kuat dibandingkan dengan plastic polietilena. Polipropilena antara lain digunakan untuk karung plastic dan tali plastic. Reaksi pembentukannya berlangsung sebagai berikut. nCH3 CH = CH2 ( - CH CH2 - )n (polimerisasi) CH3 propilena polipropilena - Gliserol Zat ini antara lain digunakan sebagai bahan kosmetik (pelembab), industri makanan, dan bahan peledak (nitrogliserin). CH2OH CH2ONO2 CHOH CHONO2 CH2OH CH2ONO2 Gliserol nitrogliserol - Isopropyl alcohol Zat ini digunakan sebagai bahan antara untuk berbagai produk petrokimia lainnya misalnya aseton (bahan pelarut, digunakan untuk melarutkan pelapis kuku /kutek) c. Beberapa diantara produk petrokimia yang berbahan dasar butillena sebagai berikut: - karet sintetis, seperti SBR (styrene-butadiena-rubber) - nilon, yaitu nilon 6,6. d. Produk petrokimia yang berbahan dasar isobutilena antara lain adalah MTBE (metal tertiary butyl eter). Zat ini digunakan untuk menaikka nilai oktan bensin. MTBE dibuat dari reaksi iso butilena dengan methanol. CH3 CH3 CH3 C = CH2 = CH3OH CH3 C- O CH3 CH3 isobutilena metanol MTBE 2. Petrokimia dari aromatika Bahan aromatika yang terpenting adalah benzene, toluene, dan xilena (BTX). Pada industri petrokimia berbahan dasar benzene. Umumnya benzene diubah menjadi stirena, kumena, dan sikloheksana. - Stirena digunakan untuk membuat karet sintetis, seperti SBR dan polistirena.

- Kumena digunakan untuk membuat fenol, selanjutnya fenol digunaka untuk membuat perekat dan resin. - Sikloheksana digunakan untuk membuat nilon, missal nilon 6,6 dan nilon 6. Selain itu sebagian benzene digunakan sebagai bahan dasar untuk membuat detergen, missal LAS dan ABS. - Beberapa contoh produk petrokimia berbahan dasar toluene dan xilenaantara lain: - bahan peledak yaitu trinitrotoluene (TNT). - Asam tereftalat yang merupakan bahan untuk membuat serat seperti metiltereftalat. 3. petrokimia dari gas-sintetis (syn-gas) Gas sintetis (syn-gas) merupaka campuran dari karbon monoksida (CO) dan hydrogen (H2). Berbagai contoh petrokimia syn-gas sebagai berikut: - ammonia (NH3) ammonia dibuat dari nitrogen dan hydrogen menurut reaksi berikut ini: N2 (g) + 3H2(g) 2H3(g) Pada industri petrokimia, gas nitrogen diperoleh dari udara, sedangkan gas hydrogen dari syn-gas. Sebagian besar produksi ammonia digunakan untuk membuat pupuk seperti urea [CO(NH2)2], ZA [(NH4)2SO4], dan ammonium nitrat (NH4NO3). Sebagian lainnya digunakan untuk membuat berbagai senyawa nitrogen lainnya, seperti asam nitrat (HNO3) da sebagai bahan untuk membuat resin dan plastic. urea [CO(NH2)2] urea dibuat dari ammonia da gas karbon dioksida melalui 2 tahap reaksi berikut: - CO2(g) + 2NH3(g) NH2CO2NH4(s) - NH2CO2NH4(s) CO(NH2)2 (s) + H2O (g) Sebagian besar urea digunakan sebagai pupuk. Kegunaan yang lain yaitu untuk makanan ternak, industri perekat, plastic ,dan resin. - methanol (CH3OH) Methanol dibuat dari syn-gas melalui pemanasan pada suhu dan tekanan tinggi dengan bantuan katalis. CO(g) + 2H2(g) CH3OH Sebagian methanol diubah menjadi formaldehida. Sebagian lain digunakan untuk membuat serat, dan campuran bahwa bakar. - formaldehida (HCHO)

formaldehida dibuat melalui oksidasi methanol dengan bantuan katalis. CH3OH(g) HCHO(g) + H2(g) formaldehida Larutan formaldehida dalam air dikenal dengan nama formalin. Formalin digunakan untuk mengawetkan preparat biologi (termasuk mayat). Akan tetapi, penggunaan utama dari formadehida adalah untuk membuat resin urea- formaldehida dan lem. Lem formaldehida banyak digunakan dalam industri kayu lapis. 1) Bidang PanganBidang Sandang Manfaat Hidrokarbo Bidang Papan n Bidang SeniBidang Estetika Contoh produk dari masing-masing senyawa 2) Bidang PanganKarbohidrat : - Untuk makanan sehari-hari, banyak makanan yang kita makan mengandung karbohidratPropilena glikol : - Sebagai bahan penyedap rasa Pelarut zat warna makananHumektan : - bahan tambahan makanan (bahan penyerap air dari udara) 3) Bidang PanganGas etilena dan gas asetilena (etuna) : - Mempercepat pematangan buah. Misal, mangga, pisang, dan melon. - Etilena di produksi dari cracking fraksi minyak bumi - Asetilen dihasilkan selama pengkarbitan. 4) Bidang SandangBanyak dikembangkan bahan pakaian yangterbuat dari polimer.Contohnya, poliester,polipropilena,poliuretan, nilon, dan polietilen.Beberapa hasil produk dari bahan polimeradalah : - Jaket - Sarung tangan - Sepatu - Rok wanita Pembalut 5) Bidang PapanPropilena : Sebagai atap rumah (gentengplastik), furniture, peralatan interiorrumah, bemper mobil, meja, kursi,piring, dll.Polistirena : Sebagai busa penahan panas yang dipasang pada rumah-rumah yang berada di daerah dingin. 6) Bidang SeniPropilena glikol : Membuat asap buatan dalampertunjukan teater dan musikPolipropilena : Jika dibuat menjadi bahan palstik, dapatdicetak menjadi berbagai bentuk yangmenarik dan bernilai seni tinggi 7) Bidang EstetikaTerpena : -Sebagai bahan baku minyak wangi - Dapat menghasilkan aroma bunga mawar dan lavender 8) Karbohidrat Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun dari atom karbon, hidrogen, dan oksigen. Bentuk molekul Reaksi pembakaran gula dalam tubuh: karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu C6H12O6 (gula) + 6O2 (udara yang dihirup) > molekul gula sederhana. Kalau atom karbonEnergi + 6CO2 (udara yang dikeluarkan) + 6H2O dinotasikan sebagai bola berwarna hitam, (keringat atau air seni). okeigen berwarna merah dan hidrogen berwarna putih maka bentuk molekul tiga dimensi dari glukosa akan seperti gambar disamping ini. Karbohidrat merupakan bahan Contoh makanan penting dan sumber tenaga yang produk terdapat dalam tumbuhan dan daging hewan. 9) Propilena GlikolPropilena glikol juga disebut 1,2-propanadiol atau propana-1,2-diol, merupakansenyawa organik dengan rumus C3H8O2 atauHO-CH2-CHOH-CH3. Propilenaglikol, hampir tidak berbau tidakberwarna, jernih, cairan kental denganrasa manis samar-samar, dan larut dengan air, aseton, dan kloroform. Contoh produk 10) HumektanHumektan yaitu bahan tambahan makananyang dapat menyerap lembab, sehinggadapat mempertahankan kadar air dalam makanan.Contoh humektan adalah

gliserol biasadigunakan sebagai humektan pada keju, eskrim dan sejenisnya. Triaseti biasadigunakan sebagai humektan pada adonankue. Contoh produk 11) Gas etilena dan gas asetilena (etuna)Etilen merupakan hormon tumbuh yang diproduksi darihasil metabolisme normal dalam tanaman. Etilen berperandalam pematangan buah dan kerontokan daun. Etilendisebut juga ethene. Senyawa etilen pada tumbuhanditemukan dalam fase gas, sehingga disebut juga gasetilen. Gas etilen tidak berwarna dan mudah menguap.Etilen memiliki struktur yang cukup sederhana dandiproduksi pada tumbuhan tingkat tinggi. Contoh produk 12) Gas etilena dan gas asetilena (etuna) Asetilena (Nama sistematis: etuna) adalah suatu hidrokarbon yang tergolong kepada alkuna, dengan rumus C2H2. Asetilena merupakan alkuna yang paling sederhana, karena hanya terdiri dari dua atom karbon dan dua atom hidrogen.H-C C-H Contoh produk 13) Cracking dan PengkarbitanCracking :Penguraian (pemecahan) molekul-molekul senyawahidrokarbon yang besar menjadi molekul-molekulsenyawa yang lebih kecil.Pengkarbitan :Kalsium karbit, kita sebut karbit saja,bila kena airatau uap air akan menghasilkan Gas Asetilin. Gasini dalam struktur kimianya serupa dengan Etilenalami. Karena dipenuhi dengan Gas Asetilin inilah,buah akan berfermentasi serentak menjadi matang. 14) poliester, polipropilena,poliuretan, nilon, dan polietilen. Nilon merupakan suatu keluarga polimer sintetik yang diciptakan pada 1935 oleh Wallace Carothers di DuPont. Produk pertama adalah sikat gigi ber-bulu nilon (1938), dilanjutkan dengan produk yang lebih dikenal: stoking untuk wanita pada 1940. Contoh produk 15) poliester, polipropilena,poliuretan, nilon, dan polietilen. Poliuretan adalah jenis polimer yang sangat unik dan luas pemakaiannya. Poliuretan ditemukan pada tahun 1937 oleh Prof. Otto Bayer sebagai pembentuk serat yang didesain untuk menandingi serat nylon. Contoh produk 16) poliester, polipropilena,poliuretan, nilon, dan polietilen.Polipropilena atau polipropena (PP) adalah sebuahpolimer termo-plastik yang dibuat oleh industrikimia dan digunakan dalam berbagai aplikasi,diantaranya pengemasan, tekstil(contohnya tali,pakaian dalam termal, dan karpet), alat tulis, berbagaitipe wadah terpakaikan ulang serta bagian plastik,perlengkapan labolatorium, pengeras suara,komponen otomotif, dan uang kertas polimer. Contoh produk 17) poliester, polipropilena,poliuretan, nilon, dan polietilen.Poliester adalah sebuah polimer (sebuah rantai dariunit yang berulang-ulang) dimana masing-masing unitdihubungkan oleh sebuah sambungan ester. Hampirsemua pakaian seragam anda pakai mungkin terbuatdari poliester. Untuk memudahkan pengenalannyabisa dilihat dari harganya. Harga pakaian yang terbuatdari benang sintetis poliester biasanya relatif lebihmurah dibandingkan pakaian yang terbuat dari bahandasar katun, sutra atau serat alam lainnya. Contoh produk 18) poliester, polipropilena,poliuretan, nilon, dan polietilen.Polietilena (disingkat PE) (IUPAC: Polietena)adalah termoplastik yang digunakan secara luasoleh konsumen produk sebagai kantong plastik.Sekitar 60 juta ton plastik ini diproduksi setiap tahunnya.Polietilena adalah polimer yang terdiri dari rantaipanjang monomer etilena

(IUPAC: etena). Diindustri polimer, polietilena ditulis dengansingkatan PE Contoh produk 19) PolistirenaPolistirena adalah sebuah polimer dengan monomerstirena, sebuah hidrokarbon cair yang dibuat secarakomersial dari minyak bumi. Pada suhu ruangan,polistirena biasanya bersifat termoplastik padat, dapatmencair pada suhu yang lebih tinggi. Stirenatergolong senyawa aromatik. Contoh produk 20) TerpenaTerpena merupakan suatugolongan hidrokarbon yang banyakdihasilkan oleh tumbuhan danterutama terkandungpada getah dan vakuola selnya. Ginko bilobaPada tumbuhan, senyawa-senyawagolongan terpena danmodifikasinya, terpenoid,merupakan metabolit sekunder.Terpena dan terpenoid dihasilkan Daun ekaliptuspula oleh sejumlah hewan, Contohterutama serangga dan beberapa produk 21) Contoh Produk KarbohidratKarbohidrat pada Karbohidrat pada nasikentang Karbohidrat pada roti Karbohidrat pada 22) Contoh Produk Propelina glikolEmulsifer pada cake vetsin Zat warna makanan Asap pada pertunjukan musik 23) Contoh Produk HumektanAdonan kue keju Es krim Selai kacang 24) Contoh Produk Etilena dan AsetilenaGas etilen Rokok mengandung gas asetilen 25) Contoh Produk Nilon Senar gitarkaus Sarung 26) Contoh Produk Poliuretanpoliuretan ban sepatu 27) Contoh Produk Polipropelinapanci Pot tanaman Karpet 28) Contoh Produk Poliester Jaket amplasSprei Seragam 29) Contoh Produk Polietilen Pil polietilenPembalut 30) Contoh Produk Polistirena SterofoamBusa penahanpanas pada rumahdi daerah dingin Gabus yang biasa digunakan siswa pada mading sekolah 31) Contoh Produk Terpena Bio Bath Oil dari daun ekaliptus yang mengandungTerpena yang dihasilkan terpenadari tanaman Ginko Biloba lipstik Minyak wangi

4. Kesimpulan
Setelah melakukan beberapa pengamatan terhadap senyawa hidrokarbon di sekitar lingkungan kita dalam kehidupan sehari-hari, dapat disimpulakan bahwa kebanyakan dari unsur Hidrokarbon sangat membantu kita dalam kehidupan sehari-hari terutama dalam bidang Sandang, Papan, Seni, Estetika, Papan, Industri, dan Perdagangan. Pati , 21 April 201 Praktikan :

Pengampu

Bu. Taty Suhartaty NIP 196203071987032004

Dicky Farista NISN 9968418012

PENUTUP
Itulah tadi makalah dari hasil pengamatan tentang SENYAWA HIDROKARBON DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI. Jika ada salah kata dan bahasa kami mohon maaf yang sebesar besarnya , seperti kata pepatah tidak ada gading yang tak retak , karena itu jika ada saran atau pendapat tolong disalurkan agar karya selanjutnya bias lebih baik lagi. SEKIAN DAN TERIMA KASIH YANG SEBESAR - BESARNYA