Prinsip Pengukuran dan Ketelitian

Bagian Ilmu Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unand

I.PENDAHULUAN
Pengukuran variabel  bagian penting dari suatu
penelitian Pengukuran  bertujuan memperoleh tingkat presisi yang tinggi

Kadar kolesterol .tekanan darah .Kadar gula darah  Ilmu Sosial  sulit diukur  abstrak defenisi operasional  Bias pengukuran  measurement error .Pengukuran  pemberian/penilaian menurut aturan kepada ciri dari sampel atau subjek penelitian Yang diukur  variabel penelitian Ilmu eksakta  mudah diukur Seperti : .Berat badan .

50-60 dst . 30-40. 40-50.Persyaratan Pengukuran • Isomorfisme – mengukur sedekat mungkin dengan apa yang akan diukur • mengukur fisik lebih teliti dari mengukur non fisik • Exhaustive – mengukur seluruh kemungkinan ukuran • Tingkat pendidikan : tidak ada opsi “tidak sekolah” • Mutually exclusive – pengukuran tidak tumpang tindih • Kelompok umur: 20-30.

• Validitas – mengukur sesuatu dengan alat ukur yang sesuai dengan apa yang akan diukur – validitas isi (content) • alat ukur sudah mengukur semua aspek yang akan diukur – validitas konstruk (construct) • alat ukur dapat menerjemahkan aspek teoritis – validits kriterum (criteria) • alat ukur mampu memprediksi kriteria lain yang berhubungan – validitas eksternal • alat ukur lain yang menghasilkan nilai ukur yang sama – validitas internal • pengaruh dari pengumpul data .

Pemeriksaan tanpa identitas subjek c.Penilaian Validitas Instrument a. Alat ukur skala numerik  membandingkan dengan alat ukur yang baku b. Kalibrasi alat . Alat ukur skala nominal dibandingkan dengan yang terbaik (gold standard) Upaya peningkatan validitas alat ukur a. Pemeriksaan tanpa setahu subjek b.

kepercayaan dan prediktabilitas alat ukur. sehingga pengukukuran yang berkali-kali akan menghasilkan nilai yang sama – ketelitian.• Reliabilitas – kestabilan. ketepatan dalam mengukur . hasil ukur persis sama dengan nilai sebenarnya – presisi.

Automatisasi instrument e. Pelatihan petugas c.Upaya peningkatan reliabilitas a. Pengulangan pengukuran . Penyempurnaan petugas d. Standarisasi cara pengukuran b.

ALAT UKUR 1. Alat ukur ilmu sosial  dibuat sendiri oleh peneliti  Test  Kuesioner  Observasi  Angket .II. Alat ukur eksakta  mesin dan alat yang telah diakui luas oleh ahlinya 2.

3. Rumuskan ukuran masing-masing dimensi Menentukan tingkat ukuran Menguji tingkat validitas dan reliabilitas . Menentukan dimensi variabel  sering variabel banyak dimensi 2.III. PROSES PENGUKURAN 1. 4.

SKALA PENGUKURAN Pertama kali S.IV. Islam 2. Katolik 3.S. perempuan . Seks 1. laki-laki 2.Steven (1946)  Skala ukuran 1. Budha b. Nominal :    Sederhana Tidak ada jarak atau urutan antara kategori Angka tidak merefleksi kedudukan kategori Misal : a. Agama : 1.

Status ekonomi keluarga 1. Menengah 3. Ordinal :   Tingkatan . Miskin b. Sedang 3. Tingkat pendidikan 1. Tinggi 2. Kaya 2.2. Rendah . tapi tidak dapat diukur secara eksak Misal : a.

Intelegensia. Suhu b. Berat badan. dll .3. dll 4. Interval  Menganut kategori  Bisa ditentukan interval  Tak ada titik nol mutlak  Misal : a. Tingkat kematian c. Ratio  Mengurut kategori  Ada titik nol mutlak  Misal : a. Jumlah anak b.

SKALA VARIABEL SKALA BEDA URUTAN JARAK SAMA NOL MUTLAK NOMINAL ORDINAL INTERVAL + - + + - + + + + + + - RATIO + .

V. Variasi biologis   Pada satu subjek Antar subjek . Setiap pengukuran  ada variasi Sumber Variasi a. Variasi pengukuran  Instrument (alat) intra  Pengukur ( orang ) inter b. 2. VARIASI PENGUKURAN 1.

Sangat kurang berminat .VI. SKALA SOSIAL • Penelitian ilmu sosial  sering ukuran dalam bentuk pertanyaan tunggal seperti : 1. Berminat c. Kurang berminat d. Apa saudara berminat menjadi dokter? a. Sangat berminat b.

d. Apa a. saudara setuju mempunyai anak banyak? Sangat setuju Setuju Kurang setuju Sangat kurang setuju • • Untuk mengukur pertanyaan  skala Skala Likert  untuk sikap . c.2. b.

Kemantapan Ketepatan Homogenesis . 3. 2.VII. ASPEK PENTING DARI ALAT UKUR 1.

144 – 195. 2002.1981. 2.et. 6. 5.1995. . Hal. 3. 4. 122146.2001.Metodologi Research Suharsini Arikunto. Prosedur Penelitian : Suatu Pendekatan Praktek. Metode Penelitian Survei.REFERENSI 1.Dasar-dasar Metodologi Riset Ilmu Kedokteran Sastroasmoro S. Metodologi Penelitian Kesehatan Tjokonegoro et al. Depkes RI. hal. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis Singarimbun M et al. Hadi S. 1999.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful