Anda di halaman 1dari 72

MENGINGAT KEMBALI MENGINGAT KEMBALI MENGINGAT KEMBALI MENGINGAT KEMBALI

KEBUSUKAN KEBUSUKAN KEBUSUKAN KEBUSUKAN


APEL MANALAGI
KELUARNYA SESEORANG DARI AS SUNNAH,
MUNGKINKAH? DAN KAPANKAH?
Abu Turob Saif bin Hadhor Al Jawy Al Indonesy
-semoga Alloh memaafkannya
MENGINGAT KEMBALI MENGINGAT KEMBALI MENGINGAT KEMBALI MENGINGAT KEMBALI
KEBUSUKAN KEBUSUKAN KEBUSUKAN KEBUSUKAN ABDUL GHOFUR AL MALANGI ABDUL GHOFUR AL MALANGI ABDUL GHOFUR AL MALANGI ABDUL GHOFUR AL MALANGI
(2) (2) (2) (2)


MANALAGI BUAT CAK MALANGI (SERI 2)
KELUARNYA SESEORANG DARI AS SUNNAH,
MUNGKINKAH? DAN KAPANKAH?

Korektor:
Turob Saif bin Hadhor Al Jawy Al Indonesy
semoga Alloh memaafkannya-

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2

ABDUL GHOFUR AL MALANGI ABDUL GHOFUR AL MALANGI ABDUL GHOFUR AL MALANGI ABDUL GHOFUR AL MALANGI
BUAT CAK MALANGI (SERI 2)
KELUARNYA SESEORANG DARI AS SUNNAH,
Turob Saif bin Hadhor Al Jawy Al Indonesy

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3

Ditulis oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsy Al Jawy
Al Indonesy
-semoga Alloh memaafkannya

Darul Hadits Dammaj
Yaman
-Semoga Alloh menjaganya-

,=' -=' --
KATA PENGANTAR SERI DUA

--=- _'= '- '- ' ,'= _'- +'' ',- --= --=- ` ' ` -+- - --='
-- '- '- ' :

Sepekan telah berlalu, dan hingga kini belum ada kabar bahwasanya Cak Dul
Ghofur Al Malangiy mengumumkan permohonan maaf atas beberapa
tuduhannya yang terbukti palsu, sebagaimana ana uraikan di risalah ana yang
pertama. Di sinilah para pembaca yang cerdas dan adil bisa melihat kadar
kejantanan sang penulis Hampir-hampir Mereka Jantan. Dan mereka -
hafizhohumulloh- bisa melihat bahwasanya Cak Dul itulah yang pantas
memakai sepatu merah jambunya lengkap dengan atribut mawarnya.
Ini adalah risalah kedua sebagai jawaban dari cacian yang bertubi-tubi dari
Cak Dul Ghafur Al Malangiy di dalam tulisannya tersebut. Cak Dul bilang:
TRAGEDI BERANTAI NAN MEMILUKAN: PENGHINAAN KEJI TERHADAP
PARA ULAMA DAKWAH SALAFIYYAH (hal. 2).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4

Lalu dia menyebutkan sikap Asy Syaikh Yahya dan yang bersama beliau -
hafizhohumulloh-: Tetap pada keputusan bahwa Asy Syaikh Abdurrahman
dan orang yang bersamanya adalah hizbi. Sehingga halal mencela Asy Syaikh
Abdurrahman, halal mencela Asy Syaikh Abdullah Mari, (hal. 20).
Intinya adalah bahwasanya Cak Dul -waffaqohullohu- tidak menerima
vonis hizbiyyah terhadap kedua anak Mariy tersebut, dan menjadikan hal itu
sebagai bentuk cercaan dan penghinaan terhadap ulama Dakwah Salafiyyah.
Maka dari itu pada kesempatan ini ana akan menjawab perkataan
tersebut dengan beberapa jawaban, -wabillahit taufiq-:


BAB SATU:
KEDANGKALAN ILMU PEMILIK SEPATU MERAH JAMBU

Jawaban pertama: Para Salafiyyun yang punya kecemburuan kepada
Agama Alloh taala telah berulang kali menyebarkan hujjah-hujjah tentang
hizbiyyah Abdurrohman bin Umar Al Mariy dan saudaranya: Abdulloh. Dan
termasuk hujjah yang terlengkap dan amat mencukupi ada di dalam
Mukhtashorul Bayan. Akan tetapi barangkali dikarenakan kerasnya klakson
hizbiyyah di telinga Cak Dul, dan tebalnya asap pengkaburan yang menutup
mata beliau, dan berlapisnya selubung yang menutupi hatinya jadilah seluruh
hujjah tadi tidak bisa diambil manfaat olehnya. Sungguh ana berharap Cak Dul
tidak meniru ucapan orang yang disebutkan oleh Alloh taala:

'-

'

'-, = -- '

'--,

'

''

'

-' = '-

- =' '

= =

- ,

'-

- , ] -'- / 5 [
Dan mereka berkata: Hati kami ada di dalam penutup yang tebal terhadap
apa yang kamu serukan, dan di telinga kami ada penutup yang membikin tuli,
dan di antara kami dan kamu ada penghalang. Maka beramallah kamu, karena
sesungguhnya kami juga beramal. (QS. Fushshilat: 5).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

5

Sungguh benar, setelah bayyinah dari Ahlussunnah terhadap hizbiyyah kedua
anak Mariy tidak bermanfaat, maka masing-masing beramal sesuai dengan
karakternya. Ahlussunnah menyebarkan nasihat dan bayyinah dengan penuh
kejujuran dan hujjah, sementara Hizbiyyun berusaha menghalangi malzamah-
bayyinah kami yang harusnya disebar agar umat bisa menimbang sesuai
dengan dalil-dalil yang ada. Hizbiyyun juga tidak malu-malu menempuh
kedustaan demi membatalkan hujjah lawannya dan menghancurkan
namanya jika sanggup.
Di samping risalah Hampir-hampir Mereka Jantan tadi
menunjukkan lemahnya pemahaman Cak Dul, isinya juga benar-benar
menggambarkan dangkalnya ilmuCak Dul tentang manhaj Aimmatus
Sunnah dalam menyikapi kesalahan seorang Ahlussunnah. Dalam keadaan
seperti itu justru dia menuduh kami sebagai: Seekor katak dalam tempurung
(hal. 3).
Maka cocok untuk beliau ungkapan Arab berikut ini:
-'-- '+--- ---
Dia itu menuduh diriku dengan penyakitnya sendiri, dan berusaha
membersihkan dirinya dari penyakit tadi. (Majmaul Amtsal/1/hal. 125).

BAB DUA:
KAMI MENCELA PARA MUBTADIAH, BUKAN MENCELA ULAMA
AHLUSSUNNAH
Jawaban kedua: Bagaimana pendapat Cak Dul tentang Mabad Al Juhaniy, Amr
bin Ubaid, Washil Bin Atho, Imron bin Hiththon, Bisyir Al Marisiy, Nafi Al
Azroq, dan semisal mereka?
Jika Cak Dul bilang: Mereka itu ulama Ahlussunnah maka katak dan
tempurungnya buat Cak Dul saja.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

6

Jika Cak Dul bilang: Mereka adalah ahli bidah. Berarti Cak Dul mencela
ulama, dong. Coba baca biografi mereka, ternyata mereka adalah para ulama.
Tentu Cak Dul langsung bilang: Mereka memang punya ilmu, tapi mereka
adalah ulama ahlul bida.
Kenapa Cak Dul mengatakan bahwasanya mereka itu ulama ahlul bida dan
bukannya ulama Ahlussunnah? Tentunya Cak Dul bilang: Karena mereka
menyelisihi sebagian prinsip Ahlussunnah.
Ana katakan: Demikian pula Syaikhuna Al Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy,
Asy Syaikh Muhammad bin Hizam Al Ibbiy, Asy Syaikh Abu Amr Al Hajuriy,
Asy Syaikh Abu Bilal Al Hadhromiy, Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy, Asy
Syaikh Muhammad Al Amudy, Asy Syaikh Abu Muadz Husain Al Hathibiy, Asy
Syaikh Said Daas Al Yafiiy, dan Asy Syaikh Muhammad bin Husain Al
Amudiy -hafizhohumulloh- (semuanya di markiz Dammaj) saat menghukumi
kedua anak Mariy sebagai hizbiy, bukanlah mereka tadi mencela ulama
Ahlussunnah, tapi mencerca masyayikh Ahlul bidah.
Demikian juga Syaikhunal Walid Muhammad bin Mani di markiz Shona, Asy
Syaikh Ahmad bin Utsman di markiz Adn, Asy Syaikh Hasan bin Qosim Ar
Roimy (murid Imam Al Albany -rahimahulloh-) di markiz Taiz, Asy Syaikh
Abdulloh Al Iryaniy di markiz Baidho, Asy Syaikh Muhammad Ba Jammal
di markiz Hadhromaut, dan Asy Syaikh Abu Ammar Yasir Ad Dubaiy di
Mukalla. Asy Syaikh Abdurrozaq An Nahmi di Damar, Semuanya -
hafizhahumulloh- saat menghukumi kedua anak Mariy sebagai hizbiy,
bukanlah mereka tadi mencela ulama Ahlussunnah, tapi mencerca masyayikh
Ahlul bidah.
Maka dengan ini tidak pantas Cak Dul menuduh para ulama dan yang bersama
mereka tadi sebagai orang-orang yang merobek-robek kehormatan ulama
Dakwah Salafiyyah, karena kedua anak Mariy tadi bukan Salafiy. Kok bisa?
Karena keduanya telah keluar dari sebagian pokok-pokok Salafiyyah dan
prinsip-prinsip Ahlussunnah Wal Jamaah. Kok bisa keduanya dikeluarkan
dari Salafiyyah dan menjadi mubtadi? jawabannya adalah berikut ini:


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

7



BAB TIGA:
SIAPAKAH DARI UMAT MUHAMMAD -SHOLLALLOHU ALAIHI
WASALLAM- YANG MASHUM?
Jawaban kedua: Tiada dari manusia yang terjaga dari kesalahan selain Nabi
dan Rosul -alaihimush sholatu wassalam-. Demikian pula seluruh umat
Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- tiada seorangpun dari mereka yang
terbebas dari kesalahan, setinggi apapun derajatnya. Tidak ada satu dalilpun
yang menjamin bahwasanya mereka senantiasa berada di atas fithroh sampai
matinya. Demikian pula tiada jaminan baginya untuk senantiasa bisa setia
kepada Alloh dan Rosul-Nya -shollallohu alaihi wasallam- dan jalan para Salaf
-rohimahumullohu- sampai akhir hayatnya.
Dalil yang mendukung pernyataan ana di atas adalah sebagai berikut:
1. DALIL AL QURAN DAN AS SUNNAH
Alloh taala berfirman:
'

- -'

''

- =

= =

'

'

'

-,

--

'

-' '

= -

'

=

`

'' = '

+,

] --' : 217 [
Dan barangsiapa dari kalian (Muslimin) murtad dari agamanya lalu dia mati
dalam keadaan kafir. Maka mereka itulah orang-orang yang amalannya
terhapuskan di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah penduduk neraka,
mereka kekal di dalamnya selamanya. (QS. Al Baqoroh: 217).
Sisi pendalilannya adalah: jika seorang Muslim saja bisa murtad dari
agamanya, apalagi sekedar pindah dari As Sunnah ke bidah. Dan dalil yang
senada ini banyak.
Alloh taala berfirman menukilkan doa orang-orang yang mendalam akalnya:
'

' -

- =

- -

'

- '-

' -

'-- , -

- ' -

-,

'

- ` '--

] -= : 8 [

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

8

Wahai Robb kami, janganlah Engkau menyimpangkan hati-hati kami setelah
Engkau memberi Kami hidayah, dan berilah kami rohmat dari sisi-Mu.
Sungguh Engkaulah Al Wahhab (Maha Memberi karunia). (QS. Ali Imron: 8)
,- _-- - ,-, '' - -= - --= - '- ,'= _'- - ,-, ,' '+' _--
'-, -,= -, -= -'- -=' _-'- - ,-- ,- . ,- ' ` - '- ,'= _'- -
=-=' _'= '--,' - ,'-' -- +'' .
Abdulloh bin Amr ibnul Ash -rodhiyallohu anhuma- berkata bahwasanya
beliau mendengar rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-
bersabda: Sesungguhnya seluruh hati anak Adam itu ada di antara kedua jari
dari jemari Ar Rohman bagaikan satu hati, Alloh membolak-balikkannya
sekehendaknya. Kemudian Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-
berdoa: Wahai Alloh Yang membolak-balikkan hati, palingkanlah hati kami
kepada ketaatan kepada-Mu. (HR. Muslim).
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- juga bersabda:
'-' . .-- .-, '-' ,'= --, ` -,- '+-,- ,, ` _-= -=' . .-- .-,' -= '
'-' .=-, . .-, '-' ,'= --, ` -,- '+-,- ,, '- _-= '-' . .-- .-,' -=
'+'=-, -=' . .-= (
Sesungguhnya ada seseorang dari kalian yang mengerjakan amalan
penduduk Jannah hingga tiada jarak antara Jannah dengan dirinya kecuali
satu jengkal saja, lalu catatan taqdirnya mendahuluinya sehingga dia
mengerjakan amalan penduduk neraka sehingga masuk neraka. Dan sungguh
ada seseorang dari kalian yang mengerjakan amalan penduduk Neraka hingga
tiada jarak antara Neraka dengan dirinya kecuali satu jengkal saja, lalu
catatan taqdirnya mendahuluinya sehingga dia mengerjakan amalan
penduduk Jannah sehingga masuk Jannah. (HR. Al Bukhory dan Muslim, dari
Ibnu Masud -rodhiyallohu anhu-).
Dalil-dalil di atas nyata sekali menunjukkan bahwa seseorang itu bisa saja
menyimpang setelah sekian lama berada di atas ilmu dan ketaatan secara
lahiriyah. Maka untuk apa sengaja menutup mata dan telinga jika ada bukti-
bukti tentang penyimpangan seseorang dari al haq yang selama ini secara
lahiriyyah dia ada di atasnya?

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

9

Tidakkah Cak Dul membaca firman Alloh taala:
,

'

'

- '

'

= ,

-'

'

'

- _

'

-'

'-

-'

'- ,-

'

'

- -

+ ,

' = .

'

'

'-

' '-

- ,

'

'

'

'

'

'



`
Dan bacakanlah pada mereka berita tentang orang yang Kami beri dia ayat-
ayat Kami, lalu dia lepas darinya sehingga diikuti setan sehingga jadilah dia
termasuk orang-orang yang sesat. Seandainya Kami kehendaki tentulah Kami
angkat dirinya dengan ayat-ayat itu, akan tetapi dia lebih condong kepada
dunia dan mengikuti hawa nafsunya. Maka permisalannya adalah seperti
anjing .. al ayat (QS Al Arof 175-176)
Alloh taala memberikan permisalan ini bukan sekedar permainan, bahkan
sebagai isyarat bahwasanya ini bisa saja terjadi pada kita semua. Orang tadi
telah diberi Alloh taala ilmu, tapi akhirnya menyimpang sesuai dengan
keinginan batil yang tersembunyi di dalam hatinya.
2. DALIL KENYATAAN
Berikut ini adalah sebagian kecil dari kisah tersesatnya seseorang setelah
sebelumnya berada di atas hidayah.
a. Kisah Imron bin Hiththon
Al Imam Adz Dzahabiy -rohimahullohu- berkata:
,=' - -' '-'' ',= - --' ---' ',- - '== - -= . ' ', _ :
' ,,- - = : ' ,='= -= - : '+--- _' -- ' ''- .
Imron bin Hiththon bin Zhobyan As Sadusiy dan Bashriy, termasuk tokoh
ulama, tapi dia termasuk kepala Khowarij sampai dengan ucapan beliau:-
Dari Ibnu Sirin yang berkata: Imron menikah dengan seorang perempuan
khorijiyyah (yang berakidah pemberontak) dan berkata: Aku akan
mengembalikannya dari madzhabnya. Tapi ternyata perempuan itu yang
memalingkannya ke madzhab perempuan itu (Khowarij). (Siyar Alamin
Nubala/4/hal. 214).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

10

b. Kisah Bisyir bin Ghiyats Al Marisiy
Al Imam Adz Dzahabiy -rohimahullohu- berkata:
-' -, - - ',= - -- - ', _' : - '+--' '- - -- ' - ', _' : - `' =-
'= -' '=- ,-' = ,--' ,' - _'-- ,'= -' ,-+=' ,= ' _-= ,'
-= - '' . --- +-''= -= .
Bisyir bin Ghiyats bin Abi Karimah Al Adawiy sampai dengan ucapan
beliau:- dulu Bisyir itu termasuk tokoh besar fuqoha sampai dengan ucapan
beliau:- lalu dia mempelajari ilmu kalam dan kalah, hingga akhirnya keluar
dari sikap waro dan taqwa, dan dia terang-terangan mengatakan bahwasanya
Al Quran itu makhluq, dan menyeru manusia kepada pemikiran ini, hingga
akhirnya menjadi pimpinan dan ulama Jahmiyyah di zamannya. Maka diapun
dibenci para ulama, dan sebagian mereka mengkafirkannya. (Siyar Alamin
Nubala/4/hal. 199-110).

c. Ucapan Al Imam Ibnu Baththoh -rohimahullohu-
Setelah menyebutkan hadits syubuhat Dajjal, berkatalah Al Imam Ibnu
Baththoh -rohimahullohu-:
_'- ,-' , - -- -= '-=, ` ,-'--' -- -' ---' '-' , '- ,'=
- . - -''=- -,-- '=-' _'= --- =-- -- - -+= '- ---- - -=
,-, ,` ) : --- -- =--` '-` '= ( +-` '=-' - -- -- +-' - -'
'-' - ='-= -, --' -+'' - ,'-'' = =' _'= ,-''= +-,--, +-,-', ,-'
-' , -' -= =-'--' +- -' '- +,'= ' '-` .,-- +,' ,-- _-= .
Ini adalah ucapan Rosul -shollallohu alaihi wasallam-, dan beliau itu orang
yang jujur dan dibenarkan. Maka bertaqwalah pada Alloh wahai Muslimun,
jangan sampai rasa baik sangka pada diri sendiri dan juga ilmu yang dimiliki
tentang bagusnya madzhab dirinya membawa salah seorang dari kalian untuk
melangsungkan perdebatan dengan agamanya di dalam acara duduk-duduk
dengan ahlul ahwa, seraya berkata: Aku akan masuk ke tempatnya dan
kuajak dia berdebat, atau kukeluarkan dirinya dari madzhabnya. Mereka itu
sungguh lebih dahsyat fitnahnya daripada Dajjal, ucapan mereka lebih lengket

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

11

daripada kurap, dan lebih membakar daripada gejolak api. Sungguh aku telah
melihat sekelompok orang yang dulunya mereka itu melaknati ahlul ahwa dan
mencaci mereka. Lalu mereka duduk-duduk dengan mereka tadi dalam
rangka mengingkari dan membantah mereka. Tapi mereka terus-terusan di
dalam obrolan, dan makar musuh tersamarkan dari mereka, dan kekufuran
yang lembut tersembunyi dari mereka, hingga akhirnya mereka pindah ke
madzhab ahlul ahwa tadi. (Al Ibanatul Kubro/dibawah no. (480)).

d. Kisah Abdurrohman bin Abdil Kholiq
Al Imam Al Wadiiy -rohimahullohu- berkata Abdurrohman bin Abdil Kholiq:
,-'--' ,=` ,- -,- ' -,,' . - _-- --' '-' _' ,=-, - -- '
, ,=--, +, --, ,+ -'+- - + ` -- ,- - ', _' : - ,-- '-'- -' ` :
-' `,' = _' -'- ` -- -',, ` '- , ) . -,=-' -=- 195 - 196 (
Dia pada awal kisahnya itu menyeru manusia kepada Al Kitab dan As Sunnah,
dan melalui dirinya Alloh memberikan manfaat kepada penduduk Kuwait.
Dan dulunya terjadi banyak pergulatan antara dirinya dengan Ikhwanul
Muslimin, dia mencerca mereka, dan mereka juga mencerca dirinya.
Kemudian tampaklah dari dirinya perkara-perkara yang mungkar sampai
pada ucapan beliau:- lalu dia menulis kitab Al Wala wal Baro dan dia itu
adalah kitab yang paling buruk, yang tidak ditulis oleh seorang Sunny ataupun
Salafy. Dan seterusnya. (Tuhfatul Mujib/hal. 195-196).

e. Kisah Al Qoshimiy
Al Imam As Sadiy -rohimahullohu- berkata: Aku telah melihat suatu kitab
yang ditulis oleh Abdulloh bin Ali Al Qoshimiy yang dinamainya: Hadzi Hiyal
Aghlal, ternyata kitab tadi berisi pembuangan agama, seruan untuk
membuang agama, dan lepas darinya dari segala sisi. Padahal orang ini
dulunya sebelum menulis dan memunculkan kitab tadi dia terkenal sebagai
orang orang berilmu dan condong kepada madzhab As Salafush Sholih.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

12

Tulisan-tulisan dia dulunya penuh dengan pertolongan untuk kebenaran, dan
bantahan terhadap ahli bidah dan ilhad, sehingga dengan itu jadilah dia
punya kedudukan di mata manusia, popularitas yang bagus. Tapi orang-orang
belum lagi keluar dari tahun ini, tiba-tiba saja mereka dikejutkan dengan apa
yang ada di dalam kitab ini. kitab ini menghapus dan membatalkan seluruh
apa yang dulunya dia tulis tentang agama ini. Setelah sebelumnya kitab-
kitabnya itu menjadi penolong kebenaran, berbaliklah dalam kitabnya ini
menjadi pembuang agama yang terbesar. Maka orang-orang merasa heran
dengan kejutan yang aneh itu karena melihat masa lalunya yang bagus.
(Muqoddimah Tanzihud Din/As Sadiy/ hal. 31)

Cak Dul dan seluruh pembaca -hafizhokumulloh-, berdasarkan dalil-dalil
samiy dan waqiiy di atas semakin jelaslah bagi kita semua akan mahalnya
nilai istiqomah. Dan jangan sampai seseorang itu merasa sudah hebat
ilmunya, dan kuat manhajnya sehingga merasa aman dari ketergelinciran dan
penyimpangan. Alloh taala berfirman:

-' =

'

,-

'

'

, `

- ,

'

] =` : 99 [
Maka apakah mereka merasa aman dari makar Alloh? Tidaklah merasa aman
dari makar Alloh kecuali kaum yang merugi. (QS. Al Arof: 99)
Dan juga berdasarkan dalil-dalil di atas, tidak sepantasnya bagi seorang Salafy
untuk bersikap fanatik mati-matian membela seorang ulama yang di
kemudian hari terbukti menyimpang dan keluar dari Ahlussunnah?
Berarti pertanyaannya sekarang adalah: Apa itu As Sunnah, dan kapankah
seseorang itu dihukumi keluar darinya?

BAB EMPAT:
PENGERTIAN AS SUNNAH DAN SERUAN UNTUK MEMEGANGNYA DENGAN
KOKOH


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

13

Jawaban empat: perlu diingat kembali akan makna As Sunnah agar diketahui
siapakah Ahlussunnah, untuk kemudian ana akan membuktikan bahwasanya
kedua anak Mariy telah keluar dari As Sunnah dan Ahlussunnah.
PASAL SATU: PENGERTIAN AS SUNNAH
Jika kita berkata: Ahlussunnah Wal Jamaah, Ikutilah As Sunnah,
maka bukanlah yang dimaksudkan dengan As Sunnah di sini adalah sesuatu
yang derajatnya di bawah wajib dan di atas mubah. Tapi As Sunnah di sini
adalah jalan Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, sebagaimana yang
dimaksudkan oleh Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-:
-- ,' --- = -= - .
Maka barangsiapa membenci sunnahku, maka dia itu bukan dari
golonganku. (HR. Al Bukhory (5063) dan Muslim (1401) dari Anas -
rodhiyallohu anhu-).
Badrud Din Al Ainiy -rohimahullohu- berkata:
--''- -' : --'-' '-=` .- .--' -' - = -,=' .
Dan yang dimaksud dengan As Sunnah di sini adalah Thoriqoh, dan dia itu
lebih umum daripada kewajiban dan tambahan. Bahkan dia itu mencakup
seluruh amalan dan keyakinan. (Umdatul Qori/20/hal. 65).
Ibnu Hajar -rohimahullohu- berkata:
-' .-'-- -' ` -,=' --''- -' .
Dan yang dimaksud dengan As Sunnah di sini adalah Thoriqoh, bukan yang
maksudnya berhadapan dengan kewajiban, (yaitu: mustahab) (Fathul
Bari/9/hal. 133).
PASAL DUA: SERUAN UNTUK MEMEGANG TEGUH AS SUNNAH
Manakala rasa cinta pada Alloh taala itu wajib, mencintai Rosul-nya -
shollallohu alaihi wasallam- dan mengikuti Sunnahnya juga wajib, karena
yang demikian itu merupakan realisasi dari cinta tersebut. Alloh taala
berfirman:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

14

- =

-,

'

- =,

-,

-'

, -

] ] -= / 31 .[
Katakanlah: Jika kalian mencintai Alloh, maka ikutilah aku, niscaya Alloh
akan mencintai kalian dan mengampuni dosa-dosa kalian. Dan Alloh itu
Ghofur (Maha Pengampun) dan Rohim (Maha Menyayangi para hamba). (QS.
Ali Imron: 31).
Al Imam Ibnu Katsir -rohimahullohu- berkata:
. _'= -'= -,' ,` - ,= ' -' ,--=-' -,=' _'= , ,' -=- _= -
= _,=-' --` '- ',= ', _,-= ,--' ,-' --=-' -' _--, _-= -` --
' - '- ,'= _'- ,- :

,+

'-

- ,'=

' `

- =

- =

- ' -+' [ :

- =,

-,

-'

, -

- ] : == , ', --=- , ', --=- - --' '- , ' .-=,


'-'' '-=' - ' '- ` - : -

- '-' '-- -

- '-' ,' .
Ayat yang mulia ini merupakan hakim bagi setiap orang yang mengaku cinta
pada Alloh, tapi dia tidak berada di atas jalan Muhammad -shollallohu alaihi
wasallam- , karena dia itu sungguh pada hakikatnya telah berdusta di dalam
pengakuannya, sampai dia itu mau mengikuti syariat Muhammad -shollallohu
alaihi wasallam- dan agama Nabi di dalam seluruh ucapan dan keadaannya,
sebagaimana telah tetap di dalam Ash Shohih dari Rosululloh -shollallohu
alaihi wasallam- yang bersabda:Barangsiapa mengerakan suatu amalan yang
bukan dari urusan agama kami maka amalannya itu tertolak.
Oleh karena itulah Alloh berfirman: (yang artinya:) Katakanlah: Jika kalian
mencintai Alloh, maka ikutilah aku, niscaya Alloh akan mencintai kalianYaitu
kalian akan mendapatkan sesuatu yang melebihi apa yang kalian cari, yaitu
diakuinya cinta kalian pada-Nya. Yang akan kalian dapatkan adalah: Alloh
cinta pada kalian, dan itu lebih agung daripada yang pertama. sebagaimana
sebagian orang bijak berkata: "Bukanlah yang penting itu kalian mencintai,
tapi yang penting adalah: kalian dicintai. (Tafsirul Quranil Azhim"/1/hal.
494-495).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahullohu- berkata:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

15

- -- '- -- ' '

-'- --- ',= - '-- -=' --'-- -,=- --=- '- '--
-'-''- =' _'= '+=' '-'' -,' . ,-' '--` ,='+-' - ,'` ,--'-' -, - '
'-='- ,-- .
Dan hanyalah kesempurnaan rasa cinta pada beliau dan pengagungannya itu
ada pada mutabaah (mengikutinya), taat dan mengikuti perintahnya,
menghidupkan sunnah-sunnahnya yang lahiriyyah dan bathiniyyah,
menyebarkan syariat yang beliau diutus dengannya, menegakkan jihad
untuknya dengan hati, tangan dan lisan. Maka inilah jalan para As Sabiqunal
Awwalun dari kalangan Muhajirin dan Anshor dan yang mengikuti mereka
dengan baik. (Iqtidhoush Shirothol Mustaqim/2/hal. 124).
Dalil yang menunjukkan beruntungnya para pengikut As Sunnah dan
celakanya orang yang menyelisihinya itu banyak. Di antaranya adalah dalil di
atas dan yang berikut ini:
Dari Abu Huroiroh -rodhiyallohu 'anhu- yang berkata:
' '- ,'= _'- ,- : _- - ` -=' ,'=-, -- . . ,'' : - ,- ',
' _-', : _- -- -'-= - -=' .= -=' - .
Bahwasanya Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda: Seluruh
umatku akan masuk Jannah, kecuali yang enggan. Mereka berkata: Wahai
Rosululloh, siapakah yang enggan? Beliau menjawab: Barangsiapa
menaatiku, maka dia akan masuk Jannah. Tapi barangsiapa mendurhakaiku,
maka dia telah enggan masuk Jannah. (HR. Al Bukhhory (7280)).
Amr ibnul Ash -rodhiyallohu 'anhuma- berkata: Rosululloh -shollallohu
alaihi wasallam- bersabda:
=' -- =' ,= _' --' - _' -- --- _' -- --' - - - .' - .-= .' .
Setiap amalan itu punya masa semangat, dan setiap masa semangat itu punya
masa kelesuan. Maka barangsiapa kelesuannya itu mengarah kepada
sunnahku, maka sungguh dia telah beruntung. Tapi barangsiapa kelesuannya
itu mengarah kepada yang lain, maka dia pasti celaka. (HR. Ahmad (6905)
dan dishohihkan oleh Al Imam Al Wadiiy -rohimahullohu- dalam Ash
Shohihul Musnad (802)).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

16

Jabir -rodhiyallohu 'anhu- berkata:
== - -' ' '- ,'= _'- --' : '+--' '- - '= ' : '+--' '- '-
' : ---- ,---, ` ,-+- ---, ` -- ,-,, - +-' _'= +-'= +--- +-- -
=-'' +-' _'= +-, ' +--- +--, ' - -,= _'= , ` +-- --' -- ,-,' =-''
-,= _'= ,- +-- '- -- -,-=' ) . --= '-` == ) 14441 ( =,' '-` --=
-= " ----' _,=-' )) " 245 /( '`` .((
Nabi -shollallohu alaihi wasallam- bersabda kepada Kab bin Ujroh: Semoga
Alloh melindungimu dari pemerintahan orang-orang yang tolol. Maka dia
bertanya,Apa itu pemerintahan yang tolol? Beliau menjawab: Pemerintah
sepeninggalku yang tidak berpedoman dengan jalanku, dan tidak menempuh
sunnahku. Barangsiapa membenarkan mereka di dalam kedustaan mereka
dan juga membantu mereka di dalam kezholiman mereka, maka mereka itu
bukan dari golonganku, dan aku bukan dari golongan mereka. Dan mereka
tidak akan mengunjungiku di telagaku. Tapi barangsiapa tidak membenarkan
mereka di dalam kedustaan mereka dan juga tidak membantu mereka di
dalam kezholiman mereka, maka mereka itu adalah dari golonganku, dan aku
pun dari golongan mereka. Dan mereka akan mengunjungiku di telagaku. Al
hadits. (HR. Ahmad (14441) dan dihasankan oleh Al Imam Al Wadiiy -
rohimahullohu- dalam Ash Shohihul Musnad (245)).
Maka tidak ada yang beruntung bisa minum dari telaga Rosululloh -
shollallohu alaihi wasallam- pada hari kehausan yang terbesar kecuali orang
yang setia dengan Sunnah beliau -shollallohu alaihi wasallam- . sudah lewat
beberapa kali di dalam risalah ana ucapan Al Imam Ibnul Qoyyim -
rohimahullohu-, tapi tetap akan ana ulang di sini karena amat penting, dan
karena cepatnya kelalaian manusia. Beliau -rohimahullohu- berkata:
-` =' ,, -- +-- ,=' '-' ,- -- --=- r - '+-- +--
_'-- -- - -,= '- _'-- '+-- - -' - ' . '-,== '-,= '
- '= '- --- , ',--' ,= =` ,= . ',--' ,=' - - ,-'-''
-',-' ,, -,= - ,-'-' . `--- .---- =- '- . = -`-' , -, ,-'
-',-' ,, -,= . - '- - ',= '+,'= `,, --- = +='-- +--- -, ,-' ,-'
',--' - ---

-- =

'- -- =` ,+ '- '+-- ' , ' ...



w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

17

"Dan bahwasanya kedatangan manusia ke telaga tersebut, dan minumnya
mereka darinya pada hari kehausan yang terbesar adalah sesuai dengan
kunjungan mereka kepada sunnah Rosululloh -shalallohu 'alaihi wa sallam-
dan kadar minumnya mereka dari sunnah tersebut. Maka barangsiapa
mengunjunginya, meminumnya dan meneguknya di dunia ini, dia akan
mengunjungi telaga tersebut di sana meminumnya dan meneguknya. Maka
Rosululloh -shalallohu 'alaihi wa sallam- punya dua telaga yang besar. Telaga
di dunia, dan dia itu adalah sunnah beliau dan syariat yang beliau bawa. Dan
telaga di akhirat. Maka orang-orang yang minum dari telaga ini di dunia,
merekalah yang akan meminum dari telaganya pada hari kiamat. Maka ada
yang minum, ada yang terlarang, ada yang minumnya banyak, dan ada yang
minumnya sedikit. Dan orang-orang yang diusir oleh beliau dan para malaikat
dari telaganya hari kiamat adalah orang-orang yang mengusir dirinya sendiri
dan para pengikutnya dari sunnah beliau, dan lebih mengutamakan ajaran
yang lain daripada sunnah beliau. Maka barangsiapa kehausan dari sunnah
beliau di dunia ini dan tiada urusan dengan sunnah beliau, maka dia di hari
kiamat akan lebih kehausan, dan hatinya lebih kepanasan." dst ("Ijtima'ul
Juyusy Al Islamiyyah" hal. 85-86).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahullohu- berkata:
`-= '-'= ' -,- '='-- +-== = `= '-,- +-== '=' --' .
Maka makhluq yang paling beruntung, paling agung kenikmatannya dan
paling tinggi derajatnya adalah makhluq yang paling besar mutabaahnya
(sikap ikutnya) dan kesesuaiannya dengan beliau (Rosululloh -shollallohu
alaihi wasallam-) baik secara ilmu maupun amalan. (Majmuul
Fatawa/4/hal. 26).

BAB LIMA:
KAPANKAH SESEORANG DIHUKUMI TELAH KELUAR DARI
AHLUSSUNNAH?


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

18

Jawaban kelima: Setelah kita mengingat kembali keagungan As Sunnah dan
wajibnya mengikuti As Sunnah, maka tibalah saatnya untuk mengetahui
kapankah seseorang itu divonis keluar dari As Sunnah dan berhak untuk
diboikot dan dimusuhi. Ana dalam pembahasan ini akan sangat banyak
mengambil manfaat dari tulisan Asy Syaikh Said bin Daas Al Yafiiy, dan yang
lainnya -hafizhohumulloh-.
PASAL SATU:
SESEORANG DIHUKUMI MENJADI MUBTADI JIKA MENYELISIHI KAIDAH
UMUM, ATAU BANYAK MENYELISIHI PERKARA CABANG
Al Imam Asy Syathiby -rohimahullohu- berkata:
` ,-' -=, - -=' ,-' ' _-- ,='-' -'' '+`=- ' ,-- '-- -' -
',-=' - -= ', _' : - - ` ----' ' ',-=' ` ,'' -='-' =- =, '--
'-, -'- ,'' -='-' ,-- '- -'-''- ,-' - ,` _'= =' '= =-=-' -' .
Bahwasanya kelompok-kelompok pecahan itu memang menjadi pecahan
dikarenakan dirinya menyelisihi Al Firqotun Najiyah di dalam suatu nilai yang
bersifat umum di dalam agama, dan dalam suatu kaidah dari kaidah-kaidah
syariah, bukan karena menyelisihi mereka dalam suatu perkara yang bersifat
parsial, - sampai pada ucapan beliau:- Akan tetapi perkara parsial yang
banyak pun akan berlaku seperti suatu kaidah umum. Yang demikian itu
dikarenakan seorang mubtadi itu jika banyak mengadakan perkara-perkara
baru yang bersifat cabang, yang seperti itu akhirnya akan balik menentang
syariat, sebagaimana kaidah umum yang dibikin dia juga akan balik
menentang syariat. (Al Itishom/2/hal. 200).
Kesimpulannya: seseorang itu menjadi mubtadi jika dia menyelisihi Al
Firqotun Najiyah. Dan dia itu menyelisihi Al Firqotun Najiyah jika menyelisihi
suatu kaidah umum atau aturan pokok dari pokok-pokok syariah. Atau juga
dikarenakan dirinya memperbanyak penyelisihan di dalam perkara furu
(cabang), karena gabungan dari penyelisihan terhadap perkara-perkara
cabang pada akhirnya akan menyebabkan dirinya menentang syariah.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

19

Syaikhunal allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy -hafizhohulloh- ditanya:
Kapankah seseorang itu dihukumi keluar dari ahlussunnah? Beliau menjawab:
-' - ,` --' ,- - `- -''=
Jika dia menyelisihi salah satu dari pokok-pokok As Sunnah atau menyelisihi
banyak perkara cabang.
Kemudian perlu diketahui bahwasanya penyelisihan itu bisa berupa
penambahan, ataupun pengurangan terhadap syariah. Al Imam Ibnul Wazir -
rohimahullohu- berkata:
- =,-, ,'= -- '--'- =' .-'- '-+-`=- _- ,- _' _=, --' =- '--- '='
',' '- `'-' -` ,-' '-+- - `-' +,'= '- _''- -, ' '- '-`'- ,-'
.'-' .,'-''- =' - '- _''- '- - --- -- --' -=,'
Maka ketahuilah bahwasanya tempat tumbuhnya mayoritas bidah itu
kembali kepada dua perkara yang kebatilannya jelas. Maka perhatikanlah dia
dengan adil, dan kuatkan kedua tanganmu untuk menghadapinya. Kedua
perkara yang batil ini adalah:
- penambahan terhadap agama dengan cara menetapkan apa yang tidak
disebutkan oleh Alloh dan para Rosul-Nya alaihimus salam- yang berupa
urusan agama yang besar yang wajib,
- ataupun juga pengurangan dari urusan agama, dalam bentuk
meniadakan sebagian dari apa yang disebutkan oleh Alloh taala dan Rosul-
Nya dengan suatu penawilan yang batil([1]).
(Itsarul Haqq alal Kholq/hal. 85).
PASAL DUA: PENGERTIAN PERKARA POKOK
Jika sudah jelas bagi kita bahwasanya seseorang bisa keluar dari Ahlussunnah
dan menjadi Ahli bidah. Maka apa itu pengertian dari perkara pokok?
Al Imam Asy Syathiby -rohimahullohu- berkata:
-`,-- = - =' '= '- ,-' ,- - ,+ ,-'-' _ -' -== '-

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

20

Perintah-perintah yang diagungkan oleh syariat, maka perkara itu termasuk
pokok dari agama. Adapun perkara yang dijadikan oleh syariat lebih rendah
dari itu, maka dia itu termasuk cabang agama dan penyempurnaannya. (Al
Muwafaqot/1/hal. 338).
Al Imam Ibnu Abi Zaid Al Qoirowaniy -rohimahullohu- telah mengisyaratkan
yang demikian itu di dalam kitab beliau Al Jami (hal. 106) saat
menyebutkan pokok-pokok As Sunnah:
'`- =-- '+`= -' --' - -',-' ,- - -` ,'= --= '--
Maka termasuk dari perkara-perkara yang umat ini telah bersepakat di
atasnya yang berupa urusan-urusan keagamaan dan bagian dari sunnah-
sunnah, yang mana penyelisihannya itu menjadi bidah dan kesesatan adalah
sebagai berikut (lalu beliau menyebutkan pokok-pokok aqidah Salaf).
Al Imam Ibnul Wazir -rohimahullohu- telah mengisyaratkan bahwasanya
perkara pokok tadi adalah:
-=,' ,-' '-+- -
termasuk dari perkara-perkara agama yang besar yang bersifat wajib.
Al Imam Abul Muzhoffar As Samaniy -rohimahullohu- berkata:
- - ' '- . -= ','--- ,-' -'- --'- , -''=-' '- ' '+,'= '`' ,-' ,
- -- -' .
Setiap perkara yang termasuk pokok-pokok agama, maka dalil-dalilnya itu
terang dan jelas, dan orang yang menyelisihi dalam perkara tadi adalah
pembangkang yang menentang perkara yang dalilnya nyata. Dan wajib untuk
menghukumi orang tadi sebagai orang yang sesat, dan disyariatkan untuk
berlepas diri darinya. (Qowathiil Adillah (5/hal. 13)).
Al Imam Ath Thufiy -rohimahullohu- berbicara tentang makna pokok agama
yang umum adalah:
.'= . -- '' '+-' -' ,=-'

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

21

Perkara-perkara pasti yang dalil-dalilnya itu sesuai dengan lahiriyahnya yang
dikenal oleh setiap orang yang berakal.
Dan beliau -rohimahullohu- menambahkan:
= ,--' - ,= -'' _-- '+-
Sekalipun kelemahan seseorang yang awam itu menghalanginya untuk
mengungkapkan perkara pasti tersebut. (rujuk Mukhtashorur Roudhoh)
Kesimpulan dari pendapat ini semua: bahwasanya perkara pokok ( ,-' .-)
adalah:
'` - ' --- -' -== '- . '-,'- ' ',= - ,-, '- =='
Setiap perkara yang diagungkan oleh syariat, sementara dalil-dalil dan
argumentasi juga ditancapkan untuk menunjukkannya yang menyebabkan
perkara itu jadi pasti, nyata dan diketahui. (Al Burhanul Manqul/hal. 9/Asy
Syaikh Said bin Daas Al Yafiiy -hafizhohulloh-).
PASAL TIGA: AGAMA MEMANG BERTINGKAT-TINGKAT
Bukan Berarti Kita mengikuti para Ahlul bidah yang membagi agama itu jadi
usul dan furu dengan tujuan meremehkan sebagian urusan agama. Tapi yang
diinginkan di sini adalah sebagaimana istilah yang sering diucapkan ulama
Salaf: Ashulus Sunnah, Ashlus Sunnah, Syarhu Ushul Itiqod Ahlis
Sunnah, Ushulus Sunnati indana , Al Ushuluts Tsalatsah, Al Ushulus
Sittah dan sebagainya. Yang demikian itu dikarenakan agama Islam ini
memang bertingkat tingkat, ada yang posisinya tinggi dan tertinggi, ada yang
posisinya rendah dan terendah, sebagaimana hadits cabang-cabang keimanan.
Ada yang penting, ada yang lebih penting, tapi tidak ada yang tidak penting.
Makanya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahullohu- di samping beliau
membantah para ahlu bidah yang membagi agama itu jadi usul dan furu,
beliau sendiri sering berkata: Ini adalah pokok dari agama, Di antara
pokok-pokok agama adalah Misalnya adalah beliau berkata:
- '-='- +' ,-'-' -'=-' ,- '+,'= ---' ,-` - ' -' ', -= - .--, `
-', ` ',-- ` ` ,- `

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

22

Makanya di antara perkara-perkara pokok yang disepakati oleh para
Shohabat dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik adalah: Tiada
seorangpun yang diterima penentangannya terhadap Al Quran, baik dengan
rasionya, perasaannya, hasil akalnya, ataupun qiyasnya, (Majmuul
Fatawa/13/hal. 28).



BAB ENAM:
PENYELISIHAN KEDUA ANAK AL MARIY DAN PENGIKUTNYA TERHADAP
KEWAJIBAN MENJAGA PERSATUAN

Jawaban keenam: Inilah salah satu inti persengketaan Salafiyyun di Dammaj
dan yang bersama mereka dengan pihak-pihak yang masih juga tidak paham
kebatilan Abdurrohman bin Umar bin Mariy Al Adniy. Salah satu pokok Islam
dan Sunnah yang diselisihi orang ini adalah: kewajiban menjaga persatuan di
atas As Sunnah.
Sudah jelas bahwasanya persatuan sesama Muslimin amat dijunjung tinggi di
dalam syariat agama ini. Dia merupakan salah satu pokok As Sunnah. Dan
dalil-dalilnya amatlah terang dan pasti. Alloh taala berfirman:
,

-- `

' ,

. -

- ,

-- =

] -= / 103 [
Dan berpegangteguhlah kalian semua dengan tali Alloh dan janganlah kalian
bercerai-berai. (QS Ali Imron 103)
Alloh taala berfirman:
,

'

- ,

-,

- `

* , =

+ , -

' '

= .

'

- ,

-'

+-,

'

- ] ' : 31
32 [

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

23

Dan janganlah kalian termasuk golongan Musyrikin, termasuk orang-orang
yang memecah-belah agama mereka dan mereka berkelompok-kelompok,
setiap golongan bangga dengan apa yang ada pada mereka. (QS. Ar Rum: 31-
32).
Alloh taala berfirman:
+

' =

'

'-,

'

'

= '

- ,

'-

-- ,

'' ,

-,

- `

= =

- =

] -= / 105 [
Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang bercerai berai dan berselisih
setelah datang dalil-dalil kebenaran, dan mereka itu orang-orang yang berhak
mendapatkan siksaan yang besar. (QS. Ali Imron: 105).
Alloh taala berfirman:

- - -

' '

- ,

-'

+-,

'

] '-` / 159 [
Sesungguhnya orang-orang yang memecah-belah agama mereka dan mereka
berkelompok-kelompok, engkau itu tidak termasuk dari mereka
sedikitpun. (QS. Al Anam: 159)
Abu Huroiroh -rodhiyallohu anhu- berkata: Rosululloh -shollallohu alaihi
wasallam- bersabda:
) ',-= .-=- ,---- '-,- - ,-- ` --- ' _-, '``` ' , ' _-,
,-' ` ' ., ' , ,-- ` '-' ='- (
Sesungguhnya Alloh meridhoi untuk kalian tiga perkara, dan membenci
untuk kalian tiga perkara. Dia ridho untuk kalian: kalian itu beribadah pada-
Nya dan tidak menyekutukan dengan-Nya sesuatu apapun. Dan ridho untuk
kalian semuanya berpegangteguh dengan tali Alloh dan tidak bercerai-berai.
Dan membenci untuk kalian penyebaran berita yang tidak jelas, banyak
bertanya, dan penyia-nyiaan harta. (HR. Muslim (4481)).
Dalam merapikan barisan sholat jamaah beliau -shollallohu alaihi wasallam-
bersabda:
-,' -'-=- ,-'-=- ` ,--

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

24

Luruskan barisan, dan jangan saling berselisih yang menyebabkan hati-hati
kalian berselisih (HR. Muslim (972) dari Abu Masud -rodhiyallohu anhu- )
Dan masih banyak dalil yang menunjukkan pengagungan persatuan dan
larangan berpecah-belah.
Al Imam Ibnul Qoyyim -rohimahullohu- berkata:
'`-= -'=-' - ' '- ,'= _'- ,- _'= - -- `-=` '--' '
,-, '-' -= , - '--' _-= += +=, ,--' + ,-, : -- -+- .
Dan pertengkaran dan perselisihan itu adalah perkara yang paling berat bagi
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-. Dulu beliau jika melihat ada
perselisihan ringan di kalangan Shohabat dalam memahami nash tampaklah
kebencian di wajah beliau sampai-sampai seakan-akan di wajah beliau
bermunculan biji-biji delima dan berkata: Untuk inikah kalian
diperintahkan? (Ilamul Muwaqqiin/1/hal. 354).
Para Salaf banyak menyebutkan perkara ini dalam pokok-pokok Ahlussunnah
Wal Jamaah. Di antara mereka adalah Abu Jafar Ath Thohawiy dalam Al
Aqidah Ath Thohawiyyah (2/755/syarh Ibnu Abil Izz), Abdurrohman Al
Muallimy dalam Al Qoid Ila Tashihil Aqoid (hal. 241), Abu Amr Ad Daniy
dalam Ar Risalatul Wafiyyah (hal. 67), dan Ibnu Abi Zamanain dalam
Ushulus Sunnah (hal. 35), Al Barbahariy dalam Syarhus Sunnah (hal. 65),
serta Al Khollal dalam As Sunnah (1/hal. 617) dan yang lainnya -
rohimahumullohu-.
Al Imam Ibnul Qoyyim -rohimahullohu- berkata:
',- - -- '-' '-- `-=` ,---'
Maksud dari pembahasan ini adalah bahwasanya perselisihan itu
meniadakan apa yang dengannya Alloh mengutus Rosul-Nya. (Ilamul
Muwaqqiin/1/hal. 259).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -rohimahullohu- berkata:
, -' -,=,-' '-, -' -=,, `-=` --' - - ' ,-' `=

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

25

Perpecahan dan perselisihan ini menyebabkan timbulnya kesyirikan dan
meniadakan tauhid yang mana dia itu adalah pemurnian agama semuanya
untuk Alloh. (Qoidatun fil Mahabbah sebagaimana dalam Jamiur Rosail
(2/229)).
Abu Sulaiman Al Khoththobiy -rohimahullohu- berkata:
--- `-' ,= -` ,-` ','- =- ,-' ,==- -' ',` ` -` '-'
'-` .,=-' . --' - ' .'-' ',` `' .=-' ` ---' ,--- '-' - ,'
.-' `-
Adapun perpecahan di dalam pendapat dan agama, maka yang demikian itu
terlarang berdasarkan akal, dan harom berdasarkan pokok-pokok agama,
karena yang demikian itu akan menyeru kepada kesesatan, dan menyebabkan
penyia-nyiaan. Seandainya manusia dibiarkan bercerai berai pastilah akan
terjadi percerai-beraian pendapat dan pemikiran, dan pastilah berbagai
agama dan aliran kepercayaan akan menjadi banyak, dan pengutusan para
Rosul tidak lagi berfaidah. (Al Uzlah/hal. 57).
Demikian pula disinggung oleh Al Imam As Samaniy -rohimahullohu- dalam
Al Intishor Li Ashabil Hadits (hal. 42).
Dengan seluruh penjelasan di atas, maka jadilah perpecahan itu alamat
keluarnya seseorang dari Ahlussunnah dan masuk ke dalam kebidahan.
Al Imam Asy Syathibiy -rohimahullohu- berkata:
,-- _'= '+- ,, '-`= ,= +' : ,',--- '-`= ,''-= '-`= . '-`' '-'
`` ,''-=` : '-= : _''- ', '+,'= -- -' -' ' ` '` - ` : - ,--' -
,-' ' -=,' -' ,-, -' , '-- --- '- ',- -=,' . '-'' - ' : ' '-
,-' , ---- ,-' '--- +-, '--`
Maka mereka memiliki ciri khas dan alamat yang dengannya mereka
diketahui, yaitu ada dua macam: Alamat global, dan alamat terperinci. Adapun
alamat yang global ada tiga: yang pertama: Perpecahan, yang telah
diperingatkan oleh Alloh taala lalu beliau menyebutkan beberapa dalil, lalu
berkata:- pemecah-belahan ini sebagaimana tersebut sebelumnya dia itulah
yang membuat satu kelompok menjadi berbagai kelompok, dan membuat satu

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

26

golongan menjadi banyak golongan. Sebagian ulama berkata: mereka menjadi
pecahan-pecahan karena mengikuti hawa nafsu mereka. Dan dengan
menyelisihi agama jadilah hawa nafsu mereka beraneka ragam sehingga
merekapun bercerai berai. (Al Itishom/2/hal. 231).
Catatan penting: Yang dimaksudkan dengan persatuan di sini adalah
persatuan di atas As Sunnah. Adapun jika suatu masyarakat hidup rukun di
atas suatu kesalahan dan penyimpangan, lalu ada seorang dai yang menyeru
mereka untuk memperbaiki kesalahan tadi, lalu terjadi perpecahan, maka
bukanlah sang penyeru yang bersalah, tapi yang bersalah adalah kelompok
yang tidak mau tunduk pada kebenaran sehingga tidak turut bersatu di atas
Ash Shirothol mustaqim bersama kelompok yang tunduk kepada kebenaran
tadi.
Demikianlah keadaan para Nabi -shollallohu alaihim wasallam-, ketika
mereka membawa kebenaran terpecahlah masyarakatnya antara yang
menerima dan yang menentang. Alloh taala berfirman:
=

' =

''

' =

` _

'

'-

'

'

--

'

-,

'

-- ] .--' / 45 [
Dan sungguh Kami telah mengutus kepada Tsamud saudara mereka Sholih
yang menyeru: Beribadahlah kalian kepada Alloh maka tiba-tiba saja
mereka menjadi dua kelompok yang yang bersengketa. (QS. An Naml: 45).
Dalam hadits Jabir bin Abdillah -rodhiyallohu anhuma-:
--=- '- ,'= _'- '-' ,-
Dan Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- itu memisahkan di antara
manusia. (HR. Al Bukhoriy)
Mala ali Al Qoriy -rohimahullohu- menukilkan maknanya:
-'-' _''-' '' -,-' ,- '
Maknanya adalah: Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- itu pemisah
antara orang yang beriman dan orang yang kafir, orang yang sholih dan orang
yang fasiq. (Mirqotul Mafatih/1/hal. 496).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

27

Adapun permasalahan yang kita bahas sekarang ini adalah seseorang
yang membawa perkara baru di dalam syariat sehingga menyebabkan
perpecahan.
Sekarang, apa yang dilakukan oleh Abdurrohman bin Umar Al Adaniy?
Berikut ini adalah sepercik gambaran bagaimana dia dan pengikutnya
membikin kekacauan di markiz dakwah Salafiyyah di Dammaj, dan di barisan
Salafiyyah Yaman secara umum.
Ini adalah ringkasan dari ucapan Asy Syaikh Abu Hamzah Muhammad bin
Husain Al Amudiy([2]) -hafizhohulloh-:
Sesungguhnya awal fitnah yang dibuat oleh Abdurrohman Al Mariy di Darul
Hadits Was Sunnah [Dammaj] adalah kasus pencatatan nama calon pembeli
tanah di markiz yang masih belum dibangun di Fuyusy. Maka yang terjadi di
Dammaj adalah sebagai berikut:
1- Abdurrohman Al Mariy menempuh metode baru yang belum dikenal oleh
para ulama Sunnah di Yaman, bahkan bukan metode Salafush Sholih, dan
bukan bagian dari sifat mereka yang terpuji ataupun akhlaq mereka yang
agung.
2- untuk mendukung bala (malapetaka ini) dia meminta bantuan orang-orang
yang dikenal memiliki dendam, kebencian dan kedengkian terhadap
pemegang Darul Hadits Dammaj.
Berikut ini adalah langkah-langkah yang ditempuh oleh Abdurrohman Al
Mariy di Darul Hadits di Dammaj:
Ketika Abdurrohman Al Mariy mengumumkan permulaan pencatatan nama
tersebut, dia menebarkan berita di tengah-tengah penuntut ilmu bahwasanya
tenggang waktu pencatatan tidak lebih dari empat hari saja, dan bahwasanya
pembangunan tanah tersebut akan selesai dalam tempo satu tahun. Tentu saja
tempo yang amat sempit dan pembatasan yang telah dirancang tadi
menunjukkan padamu besarnya bahaya impian dan makar tadi. Orang ini
tidak memberikan kesempatkan yang cukup bagi pelajar untuk memikirkan

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

28

tadi bahaya, efek dan akibat dari urusan ini. Dan dia tidak tahu tipu daya tadi.
Tapi Alloh taala berfirman:
{

'

' , =

} ] '--` / 30 [
Mereka membikin tipu daya, dan Alloh membalas tipu daya mereka. Dan
Alloh itu sebaik-baik pembalas tipu daya. (QS. Al Anfal: 30).
Maka yang terjadi sebagai akibat dari tenggang waktu yang cukup
mencekik tersebut adalah: banyak pelajar yang tertimpa kesusahan. Sebagian
dari mereka akhirnya harus membuang rasa malu untuk mengemis dalam
mencari uang. Ada sebagiannya yang sibuk berpikir dan goncang hatinya
dikarenakan waktu tidak mengizinkan untuk terlambat.
Keadaan ekonomi para pelajar sudah diketahui bersama, dan jumlah
uang yang harus dibayarkan untuk membeli tanah itu tidak dimiliki oleh
mayoritas mereka([3]). Tentu saja kondisi seperti ini telah benar-benar
diketahui oleh Abdurrohman Al Mariy. Tapi dia memanfaatkan kelemahan
ekonomi para pelajar tersebut. Oleh karena itulah dia menawarkan kepada
mereka harga yang menurut orang lain cukup murah tersebut. Akibatnya
sebagian dari pelajar bagaikan orang gila yang goncang dalam upayanya
mendapatkan dana senilai harga tersebut.
Mestinya yang wajib dilakukan oleh Abdurrohman Al Mariy dalam
kondisi seperti ini adalah untuk tidak membuat sempit para pelajar, dan tidak
membikin pembatas waktu yang menjerumuskan mereka ke dalam
kesusahan. Ini jika kita menerima bahwasanya perbuatannya tadi benar([4]).
Engkau bisa melihat sebagian pelajar menjual emas istrinya, ada juga
yang berutang, ada juga bisa engkau lihat dia itu sedih karena tidak
mendapatkan uang untuk membeli tanah tadi, terutama dengan sempitnya
waktu. Ada juga dari mereka yang menghasung sebagian pelajar untuk
menjual rumahnya yang di Dammaj sehingga bisa memiliki dana untuk
membeli tanah yang di kota perdagangan Fuyusy. Akibatnya sebagian pelajar
ada yang terjerumus ke dalam jebakan tadi, ada yang tertimpa kesempitan,
ada juga yang kesusahan.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

29

Adapun orang yang telah membeli tanah tadi, mulailah dia setelah itu
memikirkan pembangunannya, dan darimana mendapatkan dana agar bisa
mendirikan bangunan di atas tanah tadi. Maka terjatuhlah orang tadi ke dalam
kesusahan, yang meyebabkan sebagiannya berkurang semangat belajarnya
dan mulai condong kepada dunia.
Ribuan pelajar Darul Hadits di Dammaj rumah mereka terbangun dari
bata dan tanah liat, serta ranting dan dahan dari pohon Atsl dan sebagainya.
sekalipun demikian mereka berada di dalam ketenangan dan ketentraman
dalam proses jihad menuntut ilmu. Kamu dapati kehidupan mereka dekat
dengan kehidupan para Salafush Sholih -rohimahumullohu- dalam masalah
zuhud di dunia, dan cinta akhirat.
Tapi bagaimana pendapat kalian jika mereka pindah ke kota perdagangan
Fuyusy dan mendapati masyarakatnya saling membanggakan bangunan dan
perumahan? Apakah para pelajar tadi akan berpikir untuk membangun rumah
dengan harga murah sebagaimana keadaan mereka di Darul Hadits Dammaj?
Apakah hati mereka akan rela dan senang dengan yang demikian itu dalam
kondisi mereka melihat rumah-rumah megah dan pondasi-pondasi yang
gagah?
Tidak diragukan bahwasanya jiwa itu senang dengan ketinggian dan tidak
menyukai kerendahan. Maka kamu dapati sebagian dari mereka mulai
melongok dan menginginkan untuk melakukan apa yang diperbuat oleh orang
lain([5]). Pastilah mereka berusaha untuk mencari pekerjaan agar bisa
mengumpulkan dana senilai bangunan di dusun Fuyusy.([6]) Dan hal ini
membutuhkan umur dan waktu yang panjang, dan kamu tahu kondisi reyal
Yaman. Bahkan barangkali sebagian dari mereka akan pergi sampai bisa
mengumpulkan dana sesuai dengan apa yang dimudahkan oleh Alloh. Dan ini
sukar untuknya, dan menjadi beban baginya. Barangkali dia akan menjual
rumahnya di Dammaj karena sempitnya waktu. Dan memang inilah yang
diinginkan oleh Abdurrohman Al Mariy yang untuk itu dia mengumumkan
impian ini, yaitu memalingkan pelajar dari kebaikan dan besar ini (Markiz
Dammaj yang telah berdiri lebih dari tiga puluh tahun), dan menghalangi
mereka darinya. Hal ini telah banyak terjadi. Berapa banyak pelajar yang

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

30

menjual rumahnya dengan harga murah, padahal sebelumnya dia berhasrat
untuk bisa mendapatkan harga tinggi saat menjualnya. Sampai-sampai engkau
mendapati sebagian iklan penjualan yang digantungkan di dinding di situ
tertulis rangsangan untuk cepat membelinya:
--= - - - .--, ,'

---' --= =-' -= -= '-,= '-,- --, -


--' !
Barangsiapa ingin membeli rumah sangat murah sekali di mazroah (nama
salah satu kompleks perumahan di Dammaj), di sampai pompa air, maka
silakan menelpon nomor ini ( ). Manfaatkan kesempatan!
Dan kebanyakan pelajar yang terjatuh ke dalam efek buruk dari urusan
ini dan menjadi objek terkaman dan sajian siap santap Abdurrohman Al
Mariy adalah para pelajar dari Adn. Banyak dari mereka yang menjadi
korban fitnah ini, dan Abdurrohman Al Mariy berhasil mengumpulkan ke
dalam barisannya angka maksimal yang mungkin dicapai. Dan itu telah dia
lakukan. Rahasianya adalah: kebanyakan dari saudara kita yang berasal dari
Adn kehidupan dan kondisi rumah mereka sudah terkenal. Sebagian dari
mereka berangan-angan bahwasanya di Adn itu untuk bisa memiliki sekedar
rumah sederhana yang bisa menaungi dirinya dan keluarganya. Yang
demikian itu adalah dikarenakan telah sempitnya perumahan di Adn,
ditambah lagi dengan adanya beberapa kemungkaran dan penyelisihan
syariat di sebagian tempat([7]).
Maka manakala ada pelajar Adaniy yang ditawari tanah seluas (12 x 12)
dengan harga cukup murah([8]), kamu dapati air liurnya menetes dan
akalnyapun goyang. Maka Abdurrohman Al Mariy dengan perbuatannya tadi
telah menyihir mereka sehingga mereka menjadi lalai dan goyang. Andaikata
engkau melihat langsung keadaan sebagian dari mereka tentulah engkau
mengira dia itu gila dikarenakan hebatnya penawaran. Sampai bahkan engkau
bisa melihat sebagian dari mereka membolak-balikkan HP-nya melihat nama-
nama yang ada di dalam HP, barangkali dia lupa mengingatkan sebagian dari
mereka untuk turut membeli tanah di dusun perdagangan Fuyusy. (risalah
Tadzkirun Nubaha Wal Fudhola/Asy Syaikh Muhammad Al Amudiy Al
Hadhromiy Al Adniy/hal. 3-9).

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

31

Akhunal Mustafid Abu Usamah Adil As Siyaghiy Ash Shonaniy -hafizhohulloh-
menyebutkan tahapan hizbiyyah Abdurrohman Al Mariy adalah:
menghasung sebagian pelajar untuk membeli kapling-kapling tanah murah.
Dan terkadang mereka (para makelar Abdurrohman Al Mariy) mendatangi
sebagian pelajar asing dan menjanjikan buat mereka surat izin tinggal dan
berbagai kemudahan. Inilah sebagian dari berita dari Akhunal fadhil Abu
Huroiroh pelajar dari Pakistan. (risalah As Suyufusy syahiroh/hal. 2).
Kesimpulan dari ini semua adalah sebagaimana ucapan Asy Syaikh
Muhammad Al Amudiy Al Hadhromiy Al Adniy -hafizhohulloh-:
_-- -=' --= --' =- - -'-`'- -,,--' .,=--''- ` -' - =-
Bahwasanya Abdurrohman Al Mariy Al Adniy telah membuat kegegeran
besar di markiz induk (Dammaj) dengan proyek pencatatan nama dan
penjaringan pelajar lewat tawaran yang menggoda angan-angan. (Silsilatuth
Tholiah/3/hal. 12).
Silakan rujuk kembali kabar fitnah dan kegoncangan tersebut di Zajrul Awi
(1/hal. 10), Silsilatuh Tholiah (4/hal. 12 dan 25), Al Muamarotul Kubro
(Abdul Ghoni Al Qosyamiy/hal. 18), Haqoiq Wa Bayan (Kamal Al
Adaniy/ha. 31), dan Nashbul Manjaniq (Yusuf Al Jazairiy/hal. 79).
Asy Syaikh Muhammad Ba Jammal -hafizhohulloh- (pengajar di salah satu
masjid di Hadhromaut) berkata: Di antara berita yang tersebar dan diketahui
bersama adalah bahwasanya Asy Syaikh Abdurrohman Ashlahahulloh-
punya para wakil yang menjalankan proyek pencatatan nama-nama orang
yang ingin membangun di tanah markiz Lahj (Fuyusy). Dia sebelum itu punya
iklan dan pengumuman besar yang tiada tandingannya, bahkan menelpon si
fulan dan si fulan di sana dan di sini, yang mana kejadian tersebut membuat
tersentaknya orang-orang yang berakal. Yang demikian itu dikarenakan
markiz-markiz Ahlussunnah tidak didirikan dengan karakter dan gaya seperti
itu, seperti yang diinginkan Asy Syaikh Abdurrohman Ashlahahulloh- dalam
mendirikan markiz Lahj.
Semua orang tahu secara pasti bahwasanya tiada seorangpun pada zaman
Syaikhunal Imam Al Wadiiy -rohimahullohu- bisa tinggal di Dammaj sambil

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

32

mencatat para pelajar yang ingin pindah ke markiz barunya yang sampai
sekarang masih berupa tanah kosong!([9]) Padahal dulu markiz-markiz itu
didirikan setelah itu barulah orang yang diwakilkan untuk mengajar di situ
pindah ke markiz tersebut. Terkadang pada permulaannya Syaikhuna -
rohimahullohu- diminta untuk menentukan orang yang akan mengajar di situ.
Maka mengapa perkara yang seperti ini terjadi di Darul Hadits di Dammaj
dalam keadaan pengganti bapak kita ada tapi tidak dimintai musyawarahnya
!!? apakah kalian pandang seperti ini bentuk bakti, bantuan dan pertolongan
buat markiz Syaikhuna -rohimahullohu-, ataukah hal itu merupakan suatu
bentuk kedurhakaan dan permusuhan !!?
Aku merasa kagum dengan kecerdasan sebagian saudara kita dari pelajar
asing manakala dia bertanya kepada seorang teman: Andaikata Asy Syaikh
Muqbil masih hidup, mungkinkah Asy Syaikh Abdurrohman melakukan
perkara seperti ini, yaitu mencatat nama pelajar Dammaj yang mau pindah ke
Fuyusy? Nama teman tadi menjawab: Nggak bisa. Maka dia berkata,Berarti
ini nggak benar. (Mulhaqun Nadhor/hal. 13).

Walaupun sebagian masyayikh Yaman tidak bisa menghukumi Abdurrohman
Al Mariy sebagai hizbiy, tapi mereka dalam sidang awal di Dammaj telah
menetapkan bahwasanya dirinya bersalah dengan perbuatan tadi. (Lihat Al
Barohinul jaliyyah/hal. 9).
Bahkan Asy Syaikh Abdulloh bin Utsman Adz Dzamariy -hafizhohulloh- dalam
sidang itu berkata pada Abdurrohman Al Mariy:
) =-- -=- - '` --' (
Fitnah ini menyebar dari bawah telapak kakimu. (Haqoiq wa Bayan/hal.
36/Kamal bin Tsabit Al Adniy -hafizhohulloh-).
Demikian pula Asy Syaikh Yahya -hafizhohulloh- memberitakan kepada kami
di dars am.
Dan Syaikhuna Yahya -hafizhohulloh- berkata:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

33

'+='= .- -,''- ,,-'-' '-- - --' =- - -=' --= .
Abdurrohman bin Mariy Al Adniy telah memecah-belah kesatuan Salafiyyin
di Yaman dan di luar Yaman.
Beliau -hafizhohulloh- juga berkata dalam selebaran yang berjudul Ma
Syahidna Illa Bima Alimna:
' +--- - --' -=' - '=- '-' - -, ' ,----' --' -='--= '-'
_-= '

-,- '

-,- '+''= --, ` '- '-,'= ,`- -' '+-'-''- ,=- ,-= '+- ,- ',--- -, `
=- ,-- -,''-'- ,-'-' ,=-' '- -' -- ''=- = '-'-' = -,- -'- .'
,,-' -'- '+-'--'- - '=-' = '`-` - - _'= --'- --, ` . -- : ,-
,==' '= - _,=, -='--= .
kekacauan yang dibikin oleh Abdurrohman Al Adniy dan para
pengikutnya yang fanatik itu mirip dengan pengacauan Abul Hasan Al Mishriy
dan para pengikutnya yang fanatik. Tidak mungkin ditafsirkan selain
bahwasanya perbuatan tersebut adalah hizbiyyah seperti hizbiyyah yang
terdahulu, yang berkobar menyerang kami di Dammaj, lalu tersingkaplah
hakikatnya sedikit demi sedikit sampai akhirnya menjadi jelas bagi seorang
Salafiy yang jauh dari kekacauan dan dari upaya untuk menebarkan benih-
benih perpecahan di tengah-tengah dakwah Salafiyyah dengan cara-cara yang
tidak sepantasnya masih tersamarkan oleh orang yang telah melihat
permisalan-permisalan, dan tahu praktek-praktek percobaan dari hizbiyyah
yang terdahulu. Dengan Alloh sajalah kita akan mendapatkan taufiq.
Ditulis oleh Yahya bin Ali Al Hajuriy.
Di antara bukti perpecahan yang dibikin oleh Abdurrohman Al Adniy dan
para pengikutnya adalah upaya mengadu domba para ulama di Yaman dan
bahkan dengan yang di Saudi.
Syaikhuna Al Allamah Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh- berkata kepada
Ubaid Al Jabiriy hadahulloh-:
--' . ,- ,=-' -''=-' -= - . !! _' '- - '--` .---' +,'= --'` - -
- '- ' -- -,' '- '--,- ,--, ' _-= ,= -,' --' _,'-- --= '-
--' -- ,'= .

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

34

Apakah termasuk dari bagusnya duduk-duduk adalah upaya untuk mengadu
domba di antara Ahlussunnah!!!? Perkara ini telah terbukti ada pada mereka:
pindah dari sini ke sana, telpon sana-sini di masyayikh Sunnah di Yaman dan
yang lainnya, sampai hampir-hampir mereka berhasil membuat fitnah di
antara kami di Yaman, akan tetapi Alloh menyelamatkan. Sesungguhnya Alloh
Mahatahu apa yang ada di dalam isi hati. (At Taudhih Lima Jaa fit
Taqrirot/hal. 9).
Syaikhuna Yahya -hafizhohulloh- juga berkata padanya:
', _-- ` ,=- -,' ,-'-' ,=-' .`-' --' ,--, -- ,` _,-
,-, - --' . - _-= --= ,---, ,,-' '-'= _' ,= '---= : _- ,---- '- '-'
- =-,= '- =' -= +' - - ,-= '=- -,= _- ---' ,=
+- ,-- ` +, , ` .- =' +-- ,-'= - --= ,`-= '-- +-, ` +- +- -= '-`
=' - - .= = _' ,- ` -,- '=- ,-,' --'' ,=- ) . '= '-' _,-,-'
,--' 10 - 11 .(
Dan aku tidak lupa untuk mengingatkan anda wahai Syaikh, bahwasanya
kebanyakan orang-orang yang membikin fitnah dan kegoncangan di dalam
Dakwah Salafiyyah di Yaman, jika mereka telah terbongkar di tempat kami
merekapun bergegas lari ke ulama Saudi, bergaya di hadapan mereka sampai-
sampai ada di kalangan Ahlussunnah yang berkata karena tertipu-: Kenapa
kalian tidak bersapakat saja dengan Az Zindaniy, bersama saudara kalian dari
Jamiyyah ini dan itu? Dan mereka punya udzur atas ucapan tadi,
sebagaimana anda sebutkan di dalam jawaban anda tersebut. Akan tetapi
pujian mereka dan baik sangkanya mereka kepada orang-orang tadi tidak bisa
membersihkan orang-orang tadi dari kasus yang mereka perbuat di sisi orang
yang tahu perbuatan mereka tadi. Bahkan perbuatan mereka tadi (bergaya di
hadapan ulama Saudi agar mendapatkan tazkiyah) justru semakin
memperkuat pengetahuan mereka (Ahlussunnah yang tahu jati diri orang-
orang tadi), bahwasanya mereka itu cuma pelaris fitnah, bukan orang-orang
yang tenang dan bertobat kepada Alloh Azza Wajalla dari kejahatan mereka
tadi. (At Taudhih Lima Jaa fit Taqrirot/hal. 10-11).
Maka perbuatan Abdurrohman Al Adniy dan pengikutnya tadi adalah
sebagaimana yang disebutkan oleh Syaikhuna Yahya -hafizhohulloh-:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

35

--' . ,- `=' - -,- ) . --' '+,---' -, / =-= ' 3 .(
Perluasan area perselisihan di kalangan Ahlussunnah. (At Tanbihatul
Mufidah/Asy Syaikh Yahya/hal. 3).
Bahkan ini pula yang dilihat oleh Asy Syaikh Hasan bin Qosim Ar Roimiy -
hafizhohulloh- (pemegang dakwah Salafiyyah di Taiz). Lihat kitab beliau Ar
Roddul Qosimiy/hal. 3.
Saking terkenalnya perbuatan mereka dalam memecah-belah ulama dan
Ahlussunnah sampai-sampai terabadikan di dalam Tanbihus Salafiyyin (9-
17), Zajrul Awi (3/hal. 34), Nashbul Manjaniq (hal. 134-139), Iqozhul
Wisnan (hal. 5 dan 29), Al Barohinul Jaliyyah (hal. 31-32), dan Al Qoulush
Showab.
Sungguh orang yang berakal dan berilmu akan sulit mengingkari bukti-bukti
upaya adu domba dan perpecahan disebabkan dan dilakukan
oleh Abdurrohman Al Adniy dan para pengikutnya. Satu poin pokok ini saja
cukup membahayakan Salafiyyah mereka. Mereka terancam keluar dari Ahlus
Sunnah.
Al Imam Asy Syathibiy -rohimahullohu- berkata:
`-` . ='-= ,'- = = = -` =----' '- = - -' .
Dan perpecahan merupakan sifat yang paling khusus dari ahli bidah karena
dia itu keluar dari hukum Alloh dan menyelisihi jamaah Ahlul Islam. (Al
Itishom/hal. 88).
Cak Dul, jangan ngantuk ya, kita sekarang sedang perang hujjah.
Termasuk perkara yang memperbesar retaknya persatuan Salafiyyin adalah
gigihnya para pengikut Abdurrohman Al Adaniy untuk merebut
kepengurusan masjid-masjid Ahlussunnah. Akhunal fadhil Al Mustafid Abul
Hasan Ihsan Al Lahjiy -hafizhohulloh- telah mencatat operasi keji mereka
dalam mengambil alih kepengurusan masjid-masjid Ahlussunnah di wilayah
selatan, di kitab beliau Tahdzirus Sajid

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

36

Coba lihat hal. 16-17 di kitab tadi bagaimana mereka merebut masjid Al Imam
Al Albaniy.
Lalu di hal. 18-19 gambaran kebengisan hati mereka dalam mengambil masjid
Umar ibnul Khoththob dari Al Akh Husain bin Muhammad Az Zughoir -
hafizhohulloh-. Di situ diceritakan bagaimana akhuna yang miskin ini
mengumpulkan uang sedikit demi sedikit untuk membeli lahan lalu
membangun masjid di atasnya untuk diwaqofkan buat ikhwan Salafiyyin Lahj
yang dia kenal, tapi ternyata anak buah ibnu Mariy merampasnya lewat
wuzaroh auqof (semacam departemen agama di Yaman).
Di hal. 20 diceritakan cara keji yang mereka praktekkan dalam mengambil alih
masjid Al Anshor.
Di hal. 23 diceritakan upaya mereka untuk menguasai khothbah di masjid
aparat Najdah yang selama ini dipegang oleh sang penulis. ( - --=') mereka
gagal.
Di hal. 24 diceritakan kelancangan salah satu tokoh mereka dalam berupaya
mengambil alih masjid Al Imam Al Wadiiy. ( - --=') mereka gagal.
Di hal. 24-25 diceritakan teror yang amat besar terhadap imam masjid Al
Bukhoriy agar dia melepaskan jabatan buat mereka.
Serombongan tamu yang datang dari Aden juga menceritakan kejahatan-
kejahatan tadi di depan umum.
Syaikhuna Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh- di dalam risalah beliau At
Tanbihatul Muhimmah hal. 3 menyebutkan gerakan-gerakan tadi secara
global. Beliau juga berkata di depan umum:
,-= '+- =- ` .
Tidak diragukan lagi bahwasanya ini adalah hizbiyyah.
Setelah menyebutkan berbagai kejahatan mereka, beliau -hafizhohulloh-
berkata dalam kesempatan lain:
,-=' '- -- '- ,-= - - ' .

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

37

Jika seperti ini bukan hizbiyyah, maka kami tidak tahu apa itu hizbiyyah.
Mana pengumuman pengingkaran kedua anak Mariy terhadap kejahatan
terbuka kawan mereka itu? Jika Cak Dul dalam rangka melindungi kejahatan
dirinya senang memamerkan ucapan Asy Syaikh Robi Al Madkholiy -
hafizhohulloh-, maka kami bangga menyebutkan perkataan beliau dalam
menghantam kebatilan. Ucapan beliau -hafizhohulloh- terhadap Haddadiyyun
berikut ini pantas diarahkan kepada anak Mariy:
.,--'- -=' '-' +' -, '- ,-=-' -= -,-
,=` . -' +' -, . +- ,=''-- +-` =' ,,=--, ` +- ) . -,=,-' '-' 91 (
Sungguh aku ingin melihat perkataan mereka terhadap Al Haddad, terhadap
Ba Syumail, terhadap Sayyid Quthb, terhadap kepala-kepala Quthbiyyah,
terhadap pimpinan-pimpinan Al Ikhwan. Aku ingin mereka punya perkataan
terhadap mereka. Aku mengira mereka tak sanggup untuk mengucapkannya
karena mereka itu telah saling damai dengan mereka. (Kalimatun fit
Tauhid/hal. 19).
Akhunal fadhil Abu Anas Yunus Al Lahjiy roahulloh- menuliskan:
Alhamdulillah washsholatu wassalam ala man la nabiyya badahu. Amma
badu:
Al Akh Al Amudiy telah meminta padaku untuk menceritakan hakikat
peristiwa yang terjadi di masjid Al Bukhoriy yang ada di propinsi Lahj di desa
Mahallah. Yang demikian dikarenakan ana ada ketika berlangsungnya
peristiwa tersebut. berikut ini hakikat dari kejadian tersebut:
Kami berangkat dari masjid Akhunal fadhil Abu Harun menuju masjid
Akhunal fadhil Abdul Aziz yang di situlah terjadi peristiwa tersebut. Dan
muhadhoroh (ceramah) akan diberikan oleh Akhuna Abdul Aziz, imam dari
masjid tersebut. Ketika kami sampai di masjid sebelum maghrib, kami
mendapati masjid tersebut terkunci. Kemudian dibukalah masjid tersebut,
dan kami tidak tahu bahwasanya sebagian orang-orang bodoh yang fanatik
pada Ibnu Mariy beserta orang-orang awam dari penduduk desa tersebut

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

38

akan melakukan kegaduhan terhadap masjid ini. Dan kami tidak tahu
bahwasanya pemerintah akan mengunci masjid ini.
Maka kamipun masuk ke area masjid dan berwudhu, kemudian kami keluar
menuju masjid. Dan hal itu sebelum adzan maghrib. Ketika kami dalam
keadaan demikian kami mendengar ada suara-suara keras dan kegaduhan
besar dari sebagianmutaashshibun (orang-orang yang fanatik pada Ibnu
Mariy) beserta orang-orang awam yang didorong-dorong oleh sebagian
hizbiy Abdurrohman hadahumulloh-. Mereka masuk, mengunci pintu dan
mematikan lampu. Pengeras suara dirampas.
Dalam keadaan seperti itu berdirilah sang imam masjid seraya
mengumandangkan adzan dalam keadaan yang sedemikian gaduhnya.
Kemudian beberapamutaashshibun datang dengan polisi untuk mengambil
Akhuna Abdul Aziz dalam keadaan beliau menyampaikan ceramah. Mereka
juga mendatangkan tentara untuk mengambil beliau. Hanya saja sang tentara
lebih berakal daripada para hizbiyyin yang fanatik. Para tentara berkata:
Bagaimana mungkin kita menahan beliau dalam keadaan beliau
menyampaikan ceramah? Maka duduklah sang tentara dan mereka
mendengarkan ceramah, dalam keadaan para mutaashshibun terus
membikin kegaduhan.
Kemudian lewatlah sebagian mutaashshibun yang rencananya menghadiri
ceramah di masjid lain di desa yang sama. Manakala mereka melihat
kegaduhan di masjid ini datanglah mereka dan singgah di sini seraya
menyempurnakan gangguan. Bahkan sebagian ingin menantang adu pukul.
Seusai ceramah berangkatlah kami menuju kantor polisi. Ternyata kami
dapati mutaashshibun sudah ada di sana dan dikepalai oleh Muhammad Al
Khidasyi ashlahahulloh-. Sebagian saudara kita dimasukkan ke dalam
penjara. Dan pada hari yang lain berangkatlah Abdul Ghofur Al Lahjiy
hadahulloh- (tangan kanan Abdurrohman bin Mariy di propinsi tersebut.
Dulunya adalah anggota jamiyyatul Hikmah lalu jamiyyatul Ihsan, lalu
jamiyyatul Birr). Kami diberitahu bahwasanya dia berkata para polisi: Orang
awamlah yang akan memutuskan siapa yang akan menjadi imam masjid. Siapa
yang mereka pilih jadi imam, jadilah dia imam. Pada kami sudah tahu

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

39

bahwasanya para mutaashshibun telah menghasung orang-orang awam
untuk menurunkan Akhuna Abdul Aziz hafizhohullohu wa saddadahu- dari
jabatan imam.
Ditulis oleh Abu Anas Yunus Al Lahjiy.
(Zajrul Awi/Asy Syaikh Muhammad Al Amudiy -hafizhohulloh-/3/hal. 24-
25).
Berikut ini adalah berita yang ditulis oleh para tamu dari kabupaten Dis
Timur di Hadhromaut dan diajukan ke Syaikhuna Yahya Al Hajuriy -
hafizhohulloh- yang mengeluhkan kejahatan anak buah Abdulloh bin Mariy:
1- Nabil Al Hamr dan anak buahnya telah melakukan praktek pengkhianatan
dalam bentuk merusak Perpustakaan umum milik Salafiyyun di wilayah
tersebut. Mereka mengambil seluruh kitab dan memasukkan di atas truk
pasir, sambil menghinakan kehormatan masjid dan kekuasaan masjid di situ
tanpa memperhatikan adab-adab syariyyah ataupun akhlaq yang mulia, dan
berbuat jahat terhadap dunia ilmu. Yang demikian itu mereka lakukan demi
menguasai perangkat dakwah yang menjadi waqof buat Salafiyyin. Dan orang
ini (Nabil Al Hamr) terkenal punya penyakit gila kepemimpinan dan
popularitas.
2- Orang ini (Nabil Al Hamr) juga melakukan perbuatan di luar adab-adab
syariyyah dan adab kemasyarakatan. Ketika salah seorang ikhwah akhuna
Abu Muhammad Sholih Al Hadhromiy- yang sudah Antum kenal
menyampaikan ceramah dan nasihat kepada masyarakat di dalam masjid.
Beliau menyebutkan sekelumit pujian ulama kepada Asy Syaikh Yahya dan
menjelaskan bahwasanya maksiat itu marupakan sebab tidak adanya taufiq
kepada kebenaran. Maka datanglah si Hamr dari luar masjid dan menyerang
Akhuna Sholih dengan caci-makian seraya berteriak-teriak untuk
memutuskan ceramahnya tanpa menghormati kahormatan masjid. Maka
keluarlah orang-orang dari masjid dengan tercengang akan perbuatan si
Hamr, yang mana hal itu belum pernah dilakukan oleh Shufiyyah ataupun
Ikhwanul Muslimin di tempat kami.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

40

3- Nabil Al Hamr yang terfitnah ini dan juga para pengikutnya melakukan
praktek-praktek makar untuk menyempitkan pelajaran-pelajaran yang
diadakan oleh Akhunal fadhil Abu Hamzah Hasan Ba Syuaib, padahal
pelajaran yang dia berikan itu ilmiyyah dan bermanfaat. Si Hamr yang
terfitnah bersama anak buahnya berusaha melarikan masyarakat dari Akhuna
Hasan dan para Salafiyyun dengan syubhat bahwasanya mereka itu melawan
ulama.

9- Di sini ada Jamiyyah yang namanya Jamiyyatul Bandar untuk para nelayan.
jamiyyah inlah yang terus menyokong fitnah ini dan berdiri bersama Nabil Al
Hamr yang terfitnah dalam rangka membantu kedua anak Mariy. Abdulloh
bin Mariy adalah mufti (juru fatwa) jamiyyah tersebut. Jamiyyah ini telah
banyak memecah belah dakwah salafiyyah dengan wala wal baro yang sempit
dan fanatisme. Mereka siap untuk menyakiti setiap yang berbicara tentang
mereka dengan meminta bantuan sebagian pejabat. Dst.
(Akhbar Min Tholabatil Ilmis Salafiyyin bi Manthiqotid Disy
Syarqiyyah/talkhish Abi Said Muhammad Ad Disiy Al Hadhromiy).
Abu Fairuz berkata: Akhunal fadhil Abu Said Muhammad Ad Disy -
hafizhohulloh- berkata langsung padaku bahwasanya Nabil Al Hamr dan anak
buahnya dengan bantuan panitia masjid telah mengusir Akhuna Abu Hamzah
Hasan Ba Syuaib -hafizhohulloh- dari rumah beliau dengan alasan
bahwasanya rumah tadi bukan rumahnya. Padahal rumah itu memang rumah
pemberian muhsinin untuk beliau.

Coba Cak Dul Ghofur perhatikan dengan adil dan jujur. Bagaimana mungkin
perbuatan di atas tidak menyebabkan perpecahan dan kebencian?
Bukankah berdasarkan kaidah-kaidah salafiyyah di atas terbukti bahwasanya
kedua anak Mariy dan pengikutnya telah keluar dari Ahlussunnah !?
Berdasarkan kaidah di atas cukup bagi Salafiy yang cerdas dan terbimbing
untuk menyatakan mereka itu tadi adalah hizbiyyun mubtadiah.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

41

Maka cukup bagi Syaikhuna Al Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy, Asy Syaikh
Muhammad bin Hizam Al Ibbiy, Asy Syaikh Abu Amr Al Hajuriy, Asy
Syaikh Abu Bilal Al Hadhromiy, Asy Syaikh Abdul Hamid Al Hajuriy, Asy
Syaikh Muhammad Al Amudy, Asy Syaikh Said Daas Al Yafiiy, Asy Syaikh
Abu Muadz Husain Al Hathibiy dan Asy Syaikh Sadi Daas -hafizhohumulloh-
(semuanya di markiz Dammaj) untuk menjatuhkan hukuman pada kedua
anak Mariy dan pengikutnya.
Demikian juga Syaikhunal Walid Muhammad bin Mani di markiz Shona, Asy
Syaikh Ahmad bin Utsman di markiz Adn, Asy Syaikh Hasan bin Qosim Ar
Roimy (murid Imam Al Albany -rahimahulloh-) di markiz Taiz, Asy Syaikh
Abdulloh Al Iryaniy di markiz Baidho, Asy Syaikh Muhammad Ba Jammal
di markiz Hadhromaut, dan Asy Syaikh Abu Ammar Yasir Ad Dubaiy di
Mukalla. Cukup bagi semuanya -hafizhohumulloh- untuk menjatuhkan
hukuman pada kedua anak Mariy dan pengikutnya sebagai hizbiyyun. Dan
hizbiyyun bukan Ahlussunnah.

BAB TUJUH:
DUA POKOK PEMAHAMAN DALAM MENJATUHKAN HUKUMAN

Jawaban ketujuh: Tahukah Cak Dul bahwasanya di dalam menjatuhkan
hukuman itu diperlukan adanya dua pokok pemahaman? Al Imam Ibnul
Qoyyim -rohimahullohu- berkata:
-' - ,=,-- ` =''- =' ,--' - '=' ` ---' --, ` + : '--= : , --' _,' +
'-'= - ,=, _-= '-`' '-` --''- _ '- -,-= '= '---- . -'`' ,-' : -=,' +
'--= -=, ` _,' - ',- '-' _'= -'- - = -' = + , _,'
-- - =` _'= -- .-,-, - '''' = ,= -, ' =' - --- -+=
- _' - - ,--' -- --,, -'- .-,- '- ',- = - _' , ---' _,'
'- -- -- ',-- '- ,'= _'- '-,'- .-,- : -',' - _-= ,-''- -,-- '--,-
` ,= - _' - ', _' : - ,= ='- - -+- =' '-= -'=-' ','- ,-' .-'- -
+,-= '-' _'= '- - .

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

42

Dan tidak bisa seorang mufti atau hakim untuk berfatwa dan menghukum
dengan benar kecuali dengan memiliki dua jenis dari pemahaman: Yang
pertama:Memahami kenyataan yang terjadi, dan bagaimana bisa mengambil
pengetahuan dari hakikat kasus yang terjadi tersebut berdasarkan faktor
penyerta dan alamat serta tanda-tanda sampai bisa melingkupinya dengan
ilmu.
Yang kedua: pemahaman hukum yang wajib dijatuhkan berdasarkan
kenyataan tadi. Yang kedua ini adalah pemahaman terhadap hukum Alloh
yang dengannya Dia menghukumi di dalam kitab-Nya atau melalui lisan
Rosul-Nya terhadap kejadian ini, lalu mencocokkan salah satunya kepada
yang lainnya. Barangsiapa telah mencurahkan kemampuannya untuk itu maka
dia tidak akan kehilangan salah satu dari dua pahala.
Maka orang berilmu adalah orang yang mempergunakan pengetahuannya
terhadap suatu kenyataan dan penelitian terhadap kasus tadi untuk mencapai
pengetahuan tentang hukum Alloh dan Rosul-Nya (untuk kasus tersebut),
sebagaimana saksi Nabi Yusuf -alaihissalam- mempergunakan robeknya baju
gamis dari belakang untuk mengetahui kejujuran dan bebasnya Yusuf dan
tuduhan itu, dan sebagaimana Nabi Sulaiman -shollallohu alaihi wasallam-
mempergunakan ucapannya Berikan aku pisau untuk membelah anak ini dan
membaginya untuk kalian berdua untuk mengetahui sang ibu yang asli
sampai pada ucapan beliau:- Dan barangsiapa merenungkan syariat dan
keputusan-keputusan para Shohabat niscaya dia akan mendapatnya penuh
dengan metode ini. Dan barangsiapa menempuh selain jalan ini niscaya dia
akan menyia-nyiakan hak-hak manusia. (Ilamul Muwaqqiin/1/hal. 113-
114).
Demikian pula di Ath Thuruqul Hukmiyyah (1/hal. 3).
( '- ) Cak Dul Ghofur paham perkara ini. Maka coba perhatikan: betapa
rincinya kasus anak Mariy yang dipaparkan oleh para Masyayikh Dammaj dan
yang bersama mereka, dan betapa jelinya pandangan mereka terhadap kasus
tersebut, seluk-beluknya, arahnya dan alamat-alamat adanya kelicikan dan
makar di balik selubungnya.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

43

Kemudian coba lihat kekuatan dalil-dalil mereka dari Al Quran, As Sunnah
dan kaidah-kaidah Salaf.
Kemudian coba lihat mantapnya kecocokan hujjah mereka dengan kasus
tersebut yang menghasilkan hukum yang pas dan serasi.
Ana yakin hukum yang mereka tetapkan dalam kasus tersebut telah mencapai
kebenaran, bahwasanya kedua anak Mariy tadi dan pengikutnya adalah
hizbiyyun mubtadiah.
Kalaupun misalnya para ulama Dammaj dan yang ulama yang lainnya yang
menyertai mereka ternyata keliru dalam menjatuhkan vonis (dan ini jauh),
maka mereka adalah mujtahidun yang tidak luput dari satu pahala. Maka
sama sekali tidak pantas bagi Cak Dul untuk mencaci-maki para ulama tadi,
dan juga menghina pengikut mereka yang membantu mereka dengan hujjah-
hujjah sebagai: Katak dalam tempurung. Cak Dul sendiri mengakui
bahwasanya dirinya Anak kemarin sore yang belum berpengalaman. (hal. 3).
Ini ana sebutkan jika memang Cak Dul tahu kaidah dari Al Imam Ibnul Qoyyim
-rohimahullohu- tadi atau semisalnya. Adapun jika Cak Dul tak tahu ya tolong
tempurungnya buat Cak Dul saja. Dan jika ketemu katak bilanglah: Apa
kabarmu wahai saudaraku?

BAB DELAPAN:
POKOK-POKOK SALAFIYYAH YANG LAIN YANG DISELISIHI ANAK AL
MARIY DAN PENGIKUTNYA

Jawaban kedelapan: Masih beberapa prinsip Ahlussunnah dan pokok
Salafiyyah yang diselisihi oleh Anak Mariy dan pengikutnya. di antaranya
adalah:
1- Al Wala Wal Baro fillah (keharusan untuk cinta dan benci karena Alloh,
bukan karena yang lain)

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

44

2- Keharusan untuk menolong al haq dan ahlul haq saat dibutuhkan
3- Haromnya memerangi ahlul haq
Seandainya masing-masing dari poin di atas ana sebutkan secara rinci dalil-
dalilnya dan sekaligus bukti-bukti perbuatan mereka, maka berapa panjang
risalah ini?
( - --=') satu poin saja cukup sebagaimana penjelasan para ulama di atas. Dan
( - --=') atas hidayahnya kepada kami akan poin-poin prinsip yang lain yang
diselisihi oleh para hizbiyyun tadi. Bagi yang rajin membaca risalah para
Salafiyyin Dammaj dan yang bersama mereka, akan dia dapati ( '- )
bukti-bukti yang banyak akan penyelisihan mereka terhadap prinsip-prinsip
Ahlussunnah. Jika Cak Dul tidak tahu maka sebenarnya beliau sedang mencaci
dirinya dengan ucapannya: Katak dalam tempurung. Jika ternyata beliau
telah membacanya tapi ternyata tidak paham, maka semoga Alloh segera
memahamkannya. Jangan sampai Cak Dul mengalami musibah seperti orang
yang disebutkan oleh Alloh taala:
, =

= = ,

'

-- -

' =

' =

'

'

'

'

'

' ,

'

' ,

''

-,

'

] --=- / 16 [
Dan di antara mereka ada orang yang memperhatikan bacaanmu, hingga di
saat mereka keluar dari sisimu berkatalah mereka kepada orang-orang yang
diberi ilmu: Apa sih yang dia ucapkan barusan? Mereka itulah orang-orang
yang telah Alloh berikan cetakan di atas hati-hati mereka dan mengikuti hawa
nafsu mereka. (QS. Muhammad: 16).
Ana berharap Cak Dul tidak sembrono mencaci saudaranya dengan
ucapan: Katak dalam tempurung, ataupun menuduh saudaranya itu
pengecut dan pantas mendapatkan sepatu perempuan berhak tinggi warna
merah jambu.
Dengan penjelasan sangat ilmiah di atas ana berharap Cak Dul masih memiliki
kejantanan untuk mengumumkan pengakuan akan kedangkalan ilmunya dan
akan kesalahan-kesalahannya secara terperinci. Jika beliau mau, maka kami
salut, dan (lebih penting dari itu) Alloh itu Maha Pengasih lagi Maha

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

45

Pengampun. Tapi jika Cak Dul ternyata lebih mementingkan harga dirinya
maka silakan para pembaca yang adil menilai: jangan-jangan penulis buku
Hampir-hampir Mereka Jantan tak lebih daripada seekor katak yang
memakai sepatu merah jambu berhak tinggi dengan dua kuntum mawar
merah muda. Aduh, cantiknya! Cepat Cak, masuk ke tempurungmu!

BAB SEMBILAN:
SEBAGIAN ALAMAT HIZBIYYAH ANAK AL MARIY DAN PENGIKUTNYA

Jawaban kesembilan: Bagaimana jika penyimpangan-penyimpangan terhadap
prinsip Salafiyyah tadi (dan yang belum ana sebutkan) ditambah dengan
sekian percabangan yang mana itu merupakan alamat hizbiyyah yang
memang ada pada mereka (kedua anak Mariy dan pengikutnya) seperti:
Pertama: Memuji ahlul bida dan hizbiyyin, atau mengangkat citra mereka
Kedua: menolong ahlul bida, membela mereka, dan merasa sakit dengan
serangan ahlussunnah terhadap mereka,
Ketiga: Banyak diam terhadap kebatilan hizbiyyin, dan lemah dalam
mengingkari kemungkaran mereka
Keempat: Cercaan yang batil terhadap ulama sunnah yang istiqomah
Bercabang darinya perkara berikut ini:
1- Merusak citra ahlul haq bahwasanya mereka itu memiliki pemikiran
khowarij dan pengkafiran.
2- Merusak citra ahlussunnah bahwasanya mereka itu penyebab
perpecahan.
3- Berusaha untuk melekatkan citra fitnah kepada ahlussunnah yang
memberikan nasihat.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

46

4- Menuduh ahlussunnah yang cemburu untuk agama Alloh, dan yang
menampakkan kebenaran, menuduh mereka sebagai orang yang tergesa-gesa
dan terburu-buru.
Kelima: Mendustakan sebagian saksi, mencela mereka, dan mencela orang-
orang yang menasihatinya dan menjelaskan kesalahannya.
Keenam: Meremehkan dan mengejek Ahlul haq.
Ketujuh: Membikin-bikin berita bohong, dan berdusta atas nama orang yang
jujur yang mengkritiknya dan menasihatinya.
Kedelapan: Mengangkat slogan-slogan, di antaranya adalah:
1- Slogan: Kalian harus lemah lembut, kalian punya sifat berlebihan dan
keras!
2- Slogan: Kalian suka mempopulerkan kesalahan orang!
3- Berlindung di balik slogan: mengambil manfaat dan menolak bahaya.
Untuk membela kesalahan diri.
4- Mengangkat slogan Harus baik sangka untuk meruntuhkan kritikan.
5- Mengangkat slogan Harus tatsabbut (cari kepastian) dan tabayyun (cari
penjelasan) dalam rangka menangkis kritikan.
6- Mengangkat slogan Kami dizholimi, kami butuh keadilan! untuk
memperburuk citra pemberi nasihat, dan menarik perasaan orang.
Kesembilan: memalingkan perhatian orang-orang dari inti perselisihan.
Kesepuluh: Memanfaatkan kejadian-kejadian yang ada untuk melancarkan
hasrat dan tujuan mereka yang busuk.
Kesebelas: Upaya menghindar dari Ahlul haq, menghalangi orang dari mereka,
dan melarikan orang dari kebenaran dan Ahlul haq.
Kedua belas: Tidak mau membantu para pembela manhajus Salaf dalam
memerangi para hizbiyyin.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

47

Ketiga belas: Berdalilkan dengan diamnya sebagian ulama
Keempat belas: Bertamengkan dengan fatwa atau perbuatan sebagian ulama
dalam menyelisihi kebenaran.
Kelima belas: mereka berlebihan dalam meninggikan ulama atau pimpinan
mereka hingga mengangkat mereka ke tingkatan tak bisa dikritik
Keenam belas: Membentuk landasan dan pokok-pokok yang menyelisihi
manhaj Salaf untuk menolong kebatilan.
Ketujuh belas: Sedikitnya kesediaan untuk menerima nasihat yang benar.
Kedelapan belas: Teman dekat yang jelek, duduk-duduk dengan hizbiyyun,
dan berloyalitas dengan mereka.
Kesembilan belas: Sikapnya sering bertolak belakang, dan banyak berdusta.
Dan bercabang dari itu, atau mirip dengannya:
1- Membikin makar dan tipu daya
2- Penipuan dan pengkhianatan
3- Meniru Ikhwanul Muslimin dan cabang-cabang mereka dalam
menempuh metode lambat untuk menyamarkan gerakan.
4- Upaya berlepas diri secara politis dari kesalahan anak buahnya untuk
menghindari tanggung jawab.
5- Politik topeng, alih warna, bersembunyi, dan muka ganda.
6- Berpura-pura lemah lembut dan akhlak mulia.
7- Pemutarbalikan fakta
8- Khianat dalam menukil berita sehingga merubah makna
Kedua puluh: Pengkaburan, dan penyamaran antara kebenaran dan kebatilan.
Kedua puluh satu: Sibuk memperbanyak barisan, bukannya memperbaiki
manhaj.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

48

Kedua puluh dua: menebarkan tawaran-tawaran untuk menjaring mangsa,
membuat mereka terlena dengan angan-angan, pemberian dan sebagainya.
Kedua puluh tiga: Tidak rela dengan penyebaran kebenaran yang menyelisihi
hawa nafsunya.
Kedua puluh empat: kerakusan untuk mengumpulkan harta atas nama
dakwah.
Dan bercabang darinya:
1- Meniru Ikhwanul Muslimin dengan cara meminta- minta harta setelah
menyampaikan ceramah.
2- Membuka jalan untuk mendirikan jamiyyah dan semisalnya atas nama
dakwah.
3- Memakai kotak dan semisalnya dalam mengumpulkan harta.
Kedua puluh lima: Banyak melakukan pesiar dan jalan-jalan untuk
memperkuat pondasi hizbnya.
Kedua puluh enam: Lemahnya perhatian kepada menuntut ilmu.
Kedua puluh tujuh: Mendekatkan diri dan menjilat, serta menyusup ke
tengah-tengah ulama dan para Salafiyyin.
Kedua puluh delapan: Pura-pura tobat, bergaya rujuk dari kesalahan, atau
yang semisalnya.
Kedua puluh Sembilan: Berupaya menimpakan kejelekan terhadap
Ahlussunnah melalui tangan penguasa.
Ketiga puluh: Bersatu dan berkumpul sesuai dengan hasrat dan tujuan pribadi
dan keduniaan. Dan terkadang meninggalkan teman-temannya jika kebutuhan
telah tercapai atau khawatir menjadi sasaran teriakan.
Ketiga puluh satu: Sengaja membikin gaduh masjid Ahlussunnah agar orang-
orang buyar.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

49

Ketiga puluh dua: Menempuh prinsip Tujuan itu bisa menghalalkan segala
cara.
Ketiga puluh tiga: Penakut-nakutan dan teror psikologis.
Ketigapuluh empat: Penggunaan lafadh-lafadh yang umum dan ungkapan
yang global.
Ketigapuluh lima: pertemuan-pertemuan rahasia untuk melangsungkan
rencana yang mencurigakan.
Ketigapuluh enam: penyia-nyiaan para pemuda yang tertipu oleh mereka,
dalam bentuk memalingkan mereka dari kebaikan.
Ketigapuluh tujuh: kelembekan manhaj dan upaya untuk melunturkan
kekokohan sikap.
Ketigapuluh delapan: sedikitnya sikap waro (menjauhi perkara yang
membahayakan akhiratnya).
Ketiga puluh sembilan: ridho dengan keikutsertaan para penulis yang tak
dikenal dalam upaya menghantam dakwah Ahlussunnah.
Keempat puluh: menyelisihi metode Salaf, baik secara ucapan ataupun secara
keadaan.
Keempat puluh satu: menempuh cara demokrasi dan suara terbanyak dalam
menentukan pilihan dan kebenaran.
Keempat puluh dua: Kedengkian yang jelas.
Keempat puluh tiga: Tidak adil dalam menerapkan kaidah mereka sendiri, dan
berbuat zholim dalam perselisihan.
Secara umum ana telah menyebutkan poin-poin hizbiyyah ini di buku yang
membahas Terbongkarnya Hizbiyyah Luqman, dan juga Mendobrak
Kesepakatan Yang Bertujuan Membungkam Kebenaran. Sekarang ana
sebutkan lagi dengan sedikit penyesuaian dengan bentuk perdebatan.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

50

Cak Dul -waffaqokallohu-, ( - --=') ana punya catatan besar tentang
poin-poin ini yang secara umumnya lengkap dengan dalil-dalil Al Quran dan
As Sunnah dengan penjelasan ulama Salaf. Dan juga dilengkapi dengan bukti-
bukti kongkret akan terjatuhnya kedua anak Mariy dan pengikutnya ke dalam
poin-poin hizbiyyah di atas. Andaikata ana sebutkan seluruhnya di buku ini
pastilah akan menjadi kitab yang sangat tebal, dan Cak Dul akan kebingungan
tapi juga sekaligus sadar bahwasanya dirinya itu tertinggal jauuuh sekali
dalam ilmu ini, dan sadar siapakah sebenarnya yang pantas menyandang
gelar: Katak Dalam Tempurung. ( '- ).
Afwan Cak, bukannya ana bermaksud membanggakan diri dengan
ucapan tadi. Tanpa pertolongan Alloh taala ana (dan kita semua) tak akan
mampu berjalan walau selangkah. Dan tidaklah kita diberi Alloh taala ilmu
kecuali sedikit saja. Ilmu tadi sudah ada di kitab-kitab para ulama
Ahlussunnah dan bertebaran di perpustakaan Islam. Kita semua dengan taufiq
dari Alloh taala bisa mendapatkannya.
Maka bertaqwalah wahai Abdul Ghofur, merunduklah di bumi Alloh, terima
kebenaran yang datang dengan dalil-dalilnya, akui kesalahan dengan ksatria,
dan jangan suka meremehkan manusia. Dan jika datang hukum yang dibangun
dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah lengkap
dengan hujaj dan bayyinat serta barohin maka wajib bagimu untuk
menerimanya karena dia itu adalah kebenaran. Adapun jika engkau sanggup
mendatangkan hujjah yang lebih kuat maka silakan tunjukkan.

BAB SEPULUH:
BERBAGAI PERBUATAN KEDUA ANAK MARIY DAN
PENGIKUTNYA ITU MERUPAKAN IHDATS TERHADAP DAKWAH

Jawaban kesepuluh: Jika kita memperhatikan kembali berbagai perbuatan dan
makar yang dilakukan oleh kedua anak Mariy dan pengikutnya terhadap

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

51

dakwah Salafiyyah di Yaman, mestinya kita tidak ragu lagi bahwasanya
mereka telah melakukan ihdats.
Bagaimana tidak? Dakwah Salafiyyah([10]) di Yaman sejak zaman Al Imam Al
Mujaddid Muqbil bin Hadi Al Wadiiy -rohimahullohu- sampai sekarang telah
berlangsung lebih dari tiga puluh lima tahun dengan pola yang diketahui
bersama, dan seluruhnya berpusat di markiz Dammaj. Tapi kemudian terjadi
pengacauan besar-besaran di pusat dakwah mereka selama ini([11]) . dan
setelah beberapa lama berlangsung terbongkarlah rencana keji dari mulut
Salim Ba Muhriz teman sekongkol Abdulloh bin Mariy. Muhammad bin Said
bin Muflih dan saudaranya Ahmad- (keduanya adalah Salafiy dari wilayah
Dis Timur pesisir Hadromaut) berkata bahwasanya Salim Ba Muhriz pada
mereka pada pertengahan tahun 1423 H:
,==' _'= '= -' -=' - - '-,+-- - =-
Kita telah selesai dari Abul Hasan, sekarang giliran keruntuhan akan
menimpa Hajuriy. (Mukhtashorul Bayan/hal. 3).
Dan Abdurrohman Al Adaniy dalam sidang di Dammaj bersama para
masyayikh berkata:
,''- '- - -'= - ,-= ` : -- - -- - -'
Aku tak akan merahasiakannya dari kalian bahwasanya telah datang padaku
sekelompok orang seraya berkata: Al Bakriy telah jatuh, maka bangkitlah
Anda sekarang. (Al Muamarotul Kubro/Abdul Ghoni Al Qosyamiy -
hafizhohulloh-/hal. 16).
Amat terang sekali bahwasanya mereka telah membuat ihdats. Padahal
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
'`-=- - ' -' ' - ' ` '-- - - ' ,' _- - '
Semoga Alloh melaknat orang yang menyembelih untuk selain Alloh, semoga
Alloh melaknat orang yang mencuri (riwayat yang lain: merubah) tanda-tanda
di bumi, semoga Alloh melaknat orang yang melaknat kedua orang tuanya,
dan semoga Alloh melaknat orang yang menaungi pelaku ihdats. (HR.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

52

Muslim dari Ali bin Abi Tholib -rodhiyallohu anhu- dengan lafazh ini.
Diriwayatkan Al Bukhoriy dan Muslim juga dengan lebih panjang).
Makna Al Hadats dalam hadits di atas adalah: kemaksiatan dan kebidahan.
(Syarh Shohihil Bukhoriy/Ibnu Baththol/19/hal. 464).
Badrud din Al Ainiy -rohimahullohu- berkata:
--' - ` '--- ,' -' --' '=' -` ,
Dia itu adalah perkara yang baru yang mungkar dan tidak biasa dilakukan,
dan tidak dikenal di dalam As Sunnah. (Umdatul Qori/16/hal. 165).
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- bersabda:
,'

,` '`-= ,- -- -- , - -'

',--=

--= ='=' _--' ,--- ,-


' ,-` '`-=- ', -=,-''- '+,'= , -= '+- ,--- ,--' ,,-+-' '-'=' -- ----
'`- =-- . =-- `-=- . ) . ,- == ) 4594 .((
Kuwasiatkan kalian untuk bertaqwa pada Alloh, dan mendengar dan taat
kepada pemerintah, sekalipun dia itu adalah budak Habasyah, karena orang
yang hidup di antara kalian sepeninggalku akan melihat perselisihan yang
banyak. Maka wajib bagi kalian untuk memegang sunnahku dan sunnah Al
Khulafaur Rosyidin yang mendapatkan petunjuk. Pegang teguhlah dia dan
gigitlah dia dengan geraham kalian. Dan hindarilah setiap perkara yang
muhdats karena yang muhdats itu bidah, dan setiap bidah itu kesesatan.
(HR. Abu Dawud (4594) dan lainnya dihasankah oleh Al Wadiiy -
rohimahullohu- dalam Ash Shohihul Musnad (921)).

Maka kami sudah meyakini dengan bayyinat sebanyak itu bahwasanya kedua
anak Mariy dan pengikutnya adalah hizbiyyun mubtadiah. Bukannya kami
sedang mencaci-maki ulama Ahlussunnah.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

53

BAB SEBELAS: BAYYINAH-BAYYINAH TADI SAMPAI SEKARANG
TIDAK BISA DIPATAHKAN OLEH PARA PENENTANG DENGAN
HUJJAH SEBAGAIMANA MESTINYA

Jawaban kesebelas: Seluruh penjelasan dan bukti-bukti yang ana paparkan di
sini (tentang Anak Mariy dan pengikutnya) barulah sebagian kecil dari yang
tercatat di buku-buku para Masyayikh Dammaj dan yang bersama mereka.
Dan sampai sekarang tidak ada satu alimpun yang bisa meruntuhkannya
dengan dalil-dalil Quran dan Sunnah dan penjelasan Salaf sebagaimana
mestinya. Padahal itu yang wajib mereka lakukan jika ingin bukti-bukti dan
tuduhan tadi batal. Tapi ternyata yang muncul dari pihak mereka hanyalah
seruan Jangan sibuk dengan fitnah!, Tulisan-tulisan macam itu cuma bikin
perpecahan!, Mereka cuma anak-anak!, Diam kalian semua!
Atau paling-paling sekedar tulisan terbaru Syaikh Muhammad Al Imam yang
menyebutkan kaidah untuk tidak gampang-gampang menuduh sunniy sebagai
hizbiy, dan harus memahami kelemahan sebagian Salafiy, serta orang yang
sudah di-jarh itu jika men-jarh tidak lagi diterima jarh-nya. Dan beberapa
kaidah lain yang masih amat butuh perincian dan pembatasan, karena banyak
Ahlul bida juga bisa memakai kaidah tadi untuk mementahkan setiap jarh
dari Ahlussunnah terhadap mereka.
Tidak ada satupun penentang dari kalangan masyayikh yang merinci poin-
poin tuduhan Salafiyyin Dammaj terhadap si anak Mariy untuk kemudian
meruntuhkannya satu persatu dengan hujjah, dan membatalkan bayyinat
yang dipaparkan dengan dalil-dalil. Bahkan yang muncul dari lisan Syaikh
Muhammad Al Imam adalah:
.'- _,=, _,-' ` ,-- '- =-
Kami tidak mengatakan bahwasanya ucapan Asy Syaikh Yahya itu batil.
Beliau juga berkata:
`,--- ` '-= _,=, _,-' ==- `

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

54

Kami tidak menyalahkan Asy Syaikh Yahya secara global ataupun terperinci.
Kedua ucapan terakhir ini dinukilkan oleh Asy Syaikhul Fadhil Abu Abdillah
Muhammad Ba Jamal Al Hadhromy -hafizhahulloh- pemegang dakwah di
masjid Ibrohim (wilayah Saiun/Hadhromaut) di dalam risalah beliau Ad
Dalailul Qothiyyah ala Inhirofi Ibnai Mari .. hal. 9.
Maka ana sumpah Antum dengan nama Penguasa jagat, wahai Abdul Ghofur:
dengan Quran mana seluruh bayyinat (penjelasan-penjelasan) di atas bisa
digugurkan karena seruan macam di atas !?
Ana sumpah Antum dengan nama Pemegang ubun-ubun: dengan sunnah Nabi
yang mana semua barohin (bukti-bukti) di atas bisa diruntuhkan karena
teriakan seperti di atas !?
Ana sumpah Antum dengan nama Dzat Yang menurunkan syariat yang
terbaik: dengan manhaj Salaf yang mana segenap hujaj (argumentasi-
argumentasi) di atas bisa dibatalkan karena komando macam itu !?

BAB DUA BELAS: HUKUM YANG DIBANGUN DENGAN HUJJAH
YANG KUAT TIDAK BOLEH DIANGGAP SEBAGAI CERCAAN
KEPADA ULAMA AHLUSSUNNAH

Jawaban kedua belas: Setelah Antum tahu -wahai Cak Dul- akan
kekuatan hukum Salafiyyun Dammaj dan yang bersama mereka dikarenakan
dibangun di atas hujaj dan bayyinat serta barohin sebanyak dan sekuat tadi,
maka sama sekali tidak pantas untuk mencerca kami dengan ucapan: Mereka
mencerca ulama Ahlussunnah! lalu dengan sangat kasar Antum
menggambarkan kami telah berbuat amat zholim pada kedua anak Mariy. Jika
Antum memang seorang Sunniy-Salafiy harusnya Antum mengagungkan
hukum yang dibangun dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman
Salaful Ummah lengkap dengan hujaj dan bayyinat serta barohin. Dan

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

55

harusnya Antum banyak belajar sebelum berbicara agar bisa membedakan
mana celaan yang benar, dan mana celaan yang zholim.
Ibnul Qoyyim -rahimahulloh- berkata:
-''-

-- -

''=- ,' ' '-+-''-

--' --

'='
Barangsiapa mencela dengan disertai bukti maka dia itu bukanlah termasuk
orang yang zholim. Dan kezholiman itu adalah celaan seseorang dengan
kedustaan. (Al Kafiyyah/1/hal. 91).
Syaikh Al Harrosh -rahimahulloh- berkata:
--' -- , '=' ' -,- ,= -''

'- `

'-'' ,, ` .,'-''-

'--= -- - '
'-+-' ''-
Sesungguhnya barangsiapa yang mencela lawan debatnya dengan dalil maka
dia itu bukanlah termasuk orang yang zholim. Dan bukan termasuk orang
yang meletakkan sesuatu bukan pada tempatnya. Akan tetapi kezholiman itu
adalah celaan seseorang dengan kepalsuan dan kebohongan. (Syarh
Nuuniyyah Ibnul Qoyyim /2 /hal. 340).

BAB TIGA BELAS: TANTANGAN BUAT CAK DUL UNTUK
MERUNTUHKAN BAYYINAH-BAYYINAH TADI DENGAN HUJJAH

Jawaban tiga belas: berhubung Cak Dul Ghofur telah menancapkan
tenda perlindungan buat kedua anak Mariy dan pengikutnya sambil sekaligus
mengibarkan bendera peperangan dengan Salafiyyin Dammaj dan yang
bersama mereka, maka sekarang ana tantang dia untuk menampilkan hujjah
dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf yang dengannya bisa
membatalkan hujaj dan barohin serta bayyinat kami tentang hizbiyyah kedua
anak Mariy dan pengikutnya.
Tantangan dengan bentuk ini ana kumandangkan buatnya jika dia memang
beriman pada firman Alloh taala:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

56

=

`

'

-'

- ,

- ,

, - '

'

- = '--

'

] '--' : 59 [
Maka jika kalian berselisih pendapat terhadap suatu perkara maka
kembalikanlah hal itu kepada Alloh dan Rosul-Nya, jika memang kalian itu
beriman kepada Alloh dan hari akhir. (QS. An Nisa: 59)
Al Imam Ibnul Qoyyim -rohimahullohu- berkata: Jika sikap mengembalikan
perselisihan itu kepada Alloh dan Rosul-Nya tidak dilakukan, maka pasti
hilanglah keimanan. (Ilamul Muwaqqiin/1/hal. 50).
Al Imam Ibnu Katsir -rohimahullohu- berkata: Ini adalah perintah dari Alloh
Azza Wajalla agar segala perkara yang manusia itu berselisih pendapat
padanya baik berupa pokok-pokok agama ataupun cabangnya itu
dikembalikan kepada Al Kitab dan As Sunnah, sebagaimana firman Alloh
taala:
_

'

'-

= '


Dan perkara apapun yang kalian perselisihkan maka hukumnya itu kepada
Alloh. (QS. Asy Syuro: 10).
Maka apa yang dihukumi Kitabulloh dan Sunnah Rosul-Nya dan disaksikan
oleh keduanya sebagai sesuatu yang sah, maka dia itu benar. Dan tidak ada
setelah kebenaran selain kesesatan. Karena itulah Alloh berfirman: Jika
memang kalian itu beriman kepada Alloh dan hari akhir. Maka ini
menunjukkan bahwasanya barangsiapa tidak berhukum dan kembali pada Al
Kitab dan As Sunnah dalam perkara yang diperselisihkan, maka dia itu bukan
orang yang beriman pada Alloh dan hari Akhir. (Tafsirul Quranil
Azhim/2/hal. 345-346).
Dan ana yakin orang macam Cak Dul tak akan bisa menampilkan hujjah
dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf yang dengannya bisa
membatalkan hujaj dan barohin serta bayyinat kami tentang hizbiyyah kedua
anak Mariy dan pengikutnya. Kenapa? Bukan karena ana hendak
meremehkan manusia. Akan tetapi tulisan dia Hampir-hampir
menunjukkan rendahnya kadar keilmuan, kejelian, kemapanan dan kejujuran
dirinya. Maslamah bin Abdil Malik -rohimahullohu- berkata:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

57

-- '-=

-= ` -=`

'-'-

'- .
Tidak pernah aku membaca suatu kitab karya seseorang kecuali aku tahu
akalnya dari kitab tadi. (Al Aqdul Farid/1/hal. 170).
Jika memang Cak Dul sanggup meruntuhkan dalil-dalil keluarnya kedua anak
Mariy dari Salafiyyah, maka silakan coba. Tentu saja dengan dalil-dalil pula
dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf. Jika dia tak sanggup,
maka silakan dirinya mengambil kembali cacian: Katak dalam tempurung.
Biar dipakai sendiri. Dan sekalipun jadi katak dalam tempurung hendaknya
dia tetap punya kejantanan untuk mengumumkan pengakuan akan
ketidaksanggupannya itu. Kalau tidak cukup jantan untuk itu, hendaknya
sepatu merah jambunya dipakai sendiri lengkap dengan kedua kuntum
mawarnya. Oya jangan lupa, sebelum keluar tempurung hendaknya ngaca
dulu, sudah cukup cantik belum.
Semoga Alloh taala memaafkan ana atas ucapan yang pedas ini. Sungguh isi
tulisan Nyonya Dul Ghofur (Hampir-hampir ) itu amat busuk dan jauh dari
tatanan syariat, jika dia memang masih tunduk pada syariat.
Dan yang lebih menunjukkan kadar akal Cak Dul adalah jawaban ana berikut
ini:

BAB EMPAT BELAS: SIAPAKAH SEBENARNYA PIHAK YANG
MENYETARAKAN FATWA ULAMANYA DENGAN AL QURAN?

Jawaban keempat belas: sudah banyak hujaj dan barohin serta bayyinat
yang dikirimkan oleh para Salafiyyun Dammaj dan yang bersama mereka
tentang hizbiyyah kedua anak Mariy dan pengikutnya, dilengkapi dengan
dalil dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf. Ternyata semua
itu dianggap rontok dengan teriakan Cak Dul dan teman-temannya:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

58

Kita semua kami dan antum sama-sama yakin Insya Allah kebenaran
nasehat yang diucapkan oleh Asy Syaikh Rabi untuk segenap salafiyyin, yang
beliau sampaikan pada 17 Rabiuts Tsani 1429 H bahwa :
Karena mereka bukanlah Ahlul Bidah. Demi Allah, kalau seandainya salah
satu pihak adalah mubtadi niscaya kami akan angkat suara dan kami jelaskan
kebidahannya. Namun tidak ada di antara mereka yang ahlul bidah. Tidak
ada di antara mereka dai kepada bidah. Tidak ada apa-apa di antara mereka.
Pada mereka hanya ada kepentingan-kepentingan pribadi.
Mereka semua adalah salafiyyun. Mereka semua adalah orang-orang yang
utama. Mereka semua insya Allah adalah para mujahidin. Barakallah fikum,
(hal. 19).
Ana tanya kamu wahai Abdul Ghofur yang mengaku sebagai Salafiy: Di Al
Quran yang mana ada penjelasan bahwasanya suatu hukum yang dibangun di
atas hujaj dan barohin serta bayyinat dan dilengkapi dengan dalil dari Al
Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf itu bisa dibatalkan oleh
sekedar ucapan seorang Shohabi (misalkan): Aku tak yakin hukum tadi
benar. Aku yakin si fulan itu masih istiqomah tanpa mengemukakan hujjah
yang diperkuat Al Quran dan As Sunnah untuk membatalkan hujjah sang
penuduh?
Ini seorang Shohabiy, yang tentu saja tidak mashum. Maka bagaimana
dengan ulama belakangan?
Cak Dul pantas untuk merenungi fatwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah -
rohimahullohu-:
,=-' =='' ',--` -= ,=- == '--= _- ' ' `, _=, -=` ,=, ` +
== ,- .-' _'= .-'-' ` , _'= ,-' ---, ` .,' ,- , _'=
Akan tetapi jika salah satu pihak punya hujjah syariyyah maka wajib untuk
tunduk kepada hujjah-hujjah syariyyah jika telah muncul. Dan tidak boleh
bagi seorangpun untuk merojihkan suatu perkataan terhadap perkataan yang
lain tanpa dalil. Dan tidak boleh bersikap fanatik terhadap suatu ucapan dan
memusuhi ucapan yang lain, juga tidak boleh bersikap fanatik terhadap si

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

59

pengucap dan memusuhi si pengucap yang lain tanpa hujjah. (Majmuul
Fatawa/35/hal. 233).

Cak Dul juga bilang: Apakah paduka mau tarajuk kepada fatwa Syaikh Rabi
terkait sikap JELAS DAN TEGAS beliau terhadap kedua Syaikh Al Mari? (hal.
44).
Ana tanya kamu wahai Abdul Ghofur yang mengaku sebagai Sunniy: Di
sunnah Nabi -shollallohu alaihi wasallam- yang mana ada penjelasan
bahwasanya suatu hukum yang dibangun di atas hujaj dan barohin serta
bayyinat dan dilengkapi dengan dalil dari Al Quran dan As Sunnah dengan
pemahaman Salaf itu bisa dibatalkan oleh sekedar ucapan seorang Shohabi
(misalkan): Aku tak yakin hukum tadi benar. Aku yakin si fulan itu masih
istiqomah tanpa mengemukakan hujjah yang diperkuat Al Quran dan As
Sunnah untuk membatalkan hujjah sang penuduh?
Ini seorang sahabat Nabi, yang tentu saja masuk dalam keumuman hadits: (
'+-' .,'''- ,-==- -). Maka bagaimana dengan ulama masa kini?
Tidak ingatkah Cak Dul ucapan Al Imam Al Albaniy -rohimahullohu-ketika
membantah seorang muqollid:
` =- ,-' - --, -` =' ,+- '-, ` ''' - ,-'--' '-'= - ''= = -- -
.+= . - , '- : .+= ,+- '-, ` . .+=' = , --- -' '+-= ,-- , . '
,+' !
yang demikian itu adalah dikarenakan dirinya telah mensucikan pendapat
ini karena dia melihat bahwasanya pendapat tadi muncul dari salah seorang
ulama muslimin. Dan si alim ini tidak berbicara dengan hawa nafsu ataupun
kebodohan. Aku katakan bersamanya: Memang dirinya tidak berbicara
dengan hawa nafsu ataupun kebodohan. Tapi apakah dirinya itu mashum di
dalam ijtihadnya yang di situ dia menjauhi hawa nafsu ataupun kebodohan?!
(At Tashfiyyah Wat Tarbiyyah/hal. 21).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

60

Cak Dul juga bilang: Dari hasil umroh di atas juga menunjukkan secara jelas
sikap tegas Asy Syaikh Rabi hafizhahullah yang menasehati secara keras
sebagian orang Indonesia yang meragukan kedua Syaikh Al Mari dan
bahkan menuduh hizbiyyahnya kedua Syaikh tersebut (hal. 45).
Ana tanya kamu wahai Abdul Ghofur yang menampakkan kecemburuan pada
agama: Di manhaj Salaf yang mana ada penjelasan bahwasanya suatu hukum
yang dibangun di atas hujaj dan barohin serta bayyinat dan dilengkapi
dengan dalil dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf itu bisa
dibatalkan oleh sekedar ucapan seorang Shohabi (misalkan): Aku tak yakin
hukum tadi benar. Aku yakin si fulan itu masih istiqomah tanpa
mengemukakan hujjah yang diperkuat Al Quran dan As Sunnah untuk
membatalkan hujjah sang penuduh?
Ini seorang yang menimba ilmu langsung dari Nabi -shollallohu alaihi
wasallam-, yang tetap saja masuk dalam keumuman hadits: ('== -- .).
Maka bagaimana dengan ulama sekarang?

Manhaj Cak Dul benar-benar goncang. Dia sungguh terjangkiti penyakit taqlid
hingga membuang dalil dan hujjah ke belakang punggungnya. Pantas bagi
dirinya untuk di-opname di Rumah Sakit Al Imam Ibnul Qoyyim -
rohimahullohu-:
,--' , '-- ', -, ',-, '- . ,- ,=, ` ,--- ,' -- ` , - '''
+--- ,-'--' `- .- , ' ,- ,-= ` = _'= ''= . - -' -+ +-'
'==''- ,-' -=', =' ,- ,,-- +' ,' , , ' '-, , '-, ''' -'-, -- `
,---- --' --' =' - +' -- ` -, ' '- ,=-, .= '- ,-=, = '- ,'=,
-- ` -- _ '==' -' -= .
dan bahwasanya seorang alim itu terkadang tergelincir. Dan itu pasti,
karena dia itu tidak mashum (tidak terjaga dari kesalahan). Maka tidak boleh
menerima seluruh yang diucapkannya dan menempatkannya pada posisi
ucapan orang yang mashum. Inilah perkara yang setiap ulama di muka bumi
mencelanya dan mengharomkannya (yaitu menerima seluruh ucapan si alim
seakan-akan ucapannya tadi bersumber dari orang yang mashum). Dan

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

61

mereka juga mencela pelaku taqlid. Dan sikap tadi merupakan sumber dari
bencana dan fitnah orang yang taqlid, karena mereka itu membebek pada si
alim dalam perkara yang dirinya tergelincir di situ dan juga di dalam perkara
yang dia tidak tergelincir di situ. Dan mereka tidak punya pemisahan terhadap
kedua perkara tadi (perkara yang si alim bertindak benar, dan perkara yang si
alim tergelincir di situ). Akibatnya mereka (para ahli taqlid) mengambil
agama dengan salah. Dan itu pasti. Maka merekapun menghalalkan apa yang
diharomkan oleh Alloh, dan mengharomkan apa yang dihalalkan oleh Alloh,
dan mensyariatkan apa yang tidak disyariatkan-Nya. Dan itu pasti mereka
alami, karena kemashuman itu tidak ada pada orang yang mereka taqlidi. Dan
kesalahan itu pasti terjadi pada si alim itu. Tidak bisa tidak. (Ilamul
Muwaqqiin/2/hal. 295).

Cak Dul juga bilang: Sesungguhnya kita yang berada di Indonesiatidaklah
lebih tahu permasalahan fitnah ini daripada Asy Syaikh
Rabi hafizhahullah yang sejak awal fitnah telah terlibat langsung dan
berupaya keras untuk memadamkan api fitnahnya. Maka bagaimana mungkin
segenap Salafiyyin yang ada di Indonesia yang bersikap hati-hati di atas
bimbingan Asy Syaikh Rabi untuk tetap mengakui keSalafiyyahan kedua Asy
Syaikh Al Mari (hal. 45).
Ucapan Cak Dul ini ada kemiripan dengan atsar berikut ini: Al Imam Ibnu Abi
Mulaikah -rohimahullohu- berkata:
'-= -` ' ,-' - = : ' '-' -''- : ,= ', '- ' : -''- -'-
'- -= +, --,' -' `, : =' = =- '-- ` = '- : ' -= - '- '
'-= - '- =' `-, : ' -' - _'- --' = `-= - --,- ` '-
-= - -'- -,-,=- '- ,'= = '- : ,'= _'- ,- --- '= '-' '-
=-- '+' _-- '-
Bahwasanya Urwah ibnuz Zubair berkata pada Ibnu Abbas: Anda
menyesatkan manusia. Beliau berkata: Apa itu wahai Uroyyah? Dia
berkata: Anda memerintahkan mereka untuk untuk berumroh pada sepuluh
hari Dzul Hijjah, padahal tak ada umroh di dalamnya. Beliau berkata:

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

62

Kenapa engkau tidak menanyakannya pada ibumu?([12]) Urwah berkata:
Sesungguhnya Abu Bakr dan Umar tidak mengerjakannya. Maka Ibnu
Abbas berkata: Inilah perkara yang membinasakan kalian demi Alloh-. Aku
tidak menganggap kecuali bahwasanya Alloh akan menyiksa kalian. Kuberi
kalian hadits dari Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-, tapi kalian
mendatangkan padaku Abu Bakr dan Umar. Maka Urwah berkata:
Keduanya demi Alloh- lebih tahu tentang sunnah Rosululloh -shollallohu
alaihi wasallam- dan lebih mengikuti sunnah beliau daripada Anda.
(diriwayatkan oleh Al Khothib Al Baghdadiy -rohimahullohu- dalam Al Faqih
Wal Mutafaqqih/1/hal. 424).
Coba Cak Dul perhatikan mantapnya bantahan Ibnu Abbas -rodhiyallohu
anhuma- terhadap Urwah dalam masalah yang seharusnya kembali ke dalil.
Dan ana yakin atsar ini dan yang sejenisnya banyak Antum (dan para
Salafiyyun) pakai untuk memerangi penyakit taqlid di masyarakat. Ternyata
sekarang atsar tersebut menghantam kalian sendiri. Dan kalian berkata mirip
dengan ucapan Urwah: (Fulan lebih tahu dari kamu). Dan cukuplah ucapan Al
Khothib Al Baghdadiy -rohimahullohu- setelah menyebutkan atsar di atas
sebagai jawaban:
-' : -- - ---` '- - -= -'-, --, ` - ` = - '-+-- '- _'= -= - ,- ' -
'- ,'= _'- ,-
Aku katakan: memang Abu Bakr dan Umar itu sebagaimana yang disebutkan
oleh Urwah, akan tetapi tidak semestinya seseorang itu ditaqlidi dalam
meninggalkan perkara yang telah pasti di situ sunnah Rosululloh -shollallohu
alaihi wasallam-.

Wahai Cak Dul, Antum menuduh kami menjadikan perkataan Asy Syaikh
Yahya -hafizhohulloh- bagaikan sejajar dengan Al Quran. Dan telah kami
bantah.
Sekarang bagaimana dengan kalian? Dengan sekedar ucapan Syaikh fulan
yang memberikan tadil mubham kalian hendak membatalkan jarh mufassar
yang dibangun di atas hujaj dan barohin serta bayyinat dan dilengkapi

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

63

dengan dalil dari Al Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf.
Berarti siapakah yang sebenarnya mengangkat ucapan ulama sederajat
dengan Al Quran jika demikian?
Engkau menyerang kami dengan ucapan: wahyu dari manakah yang dia
dakwahkan? (hal. 13)
Jawab ana: Asy Syaikh Yahya -hafizhohulloh- mendakwahkan Al Quran dan As
Sunnah dengan pemahaman Salaf. Dan dalam menghukumi sesuatu beliau
berupaya untuk selalu berlandaskan kepada tiga prinsip Salafiyyah tadi.
Sekarang silakan kamu jawab sendiri: Apakah ucapan Syaikh Fulan itu wahyu
dari langit sehingga bisa membatalkan hujjah dan dalil?
Engkau juga nyindir Asy Syaikh Yahya -hafizhohulloh-: Allah, Allah Ooooh.
siapakah kiranya dirinya, manusia atau apa? (hal. 13).
Jawab ana: beliau masih manusia yang berusaha ikut dalil dan juga
menampilkan dalil dan hujjah. Syaikh Fulan sendiri masih manusia ataukah
bukan sehingga ucapannya kamu sejajarkan bagai wahyu yang mashum
dan bisa membatalkan hujjah dan dalil?
Engkau juga bilang: Pantaskah seseorang yang jika masih menyadari bahwa
dirinya adalah seorang bani Adam alaihissalam yang takkan mungkin lepas
dari kesalahan kemudian meninggikan suaranya di atas suara kenabian yang
keluar dari lisan Ar Rasul Muhammad. (hal. 13).
Jawab ana: kamu sendiri masih sadar ataukah tidak bahwasanya Syaikh fulan
itu masih dari keturunan Adam alaihissalam yang takkan mungkin lepas dari
kesalahan. Apa pantas kalian meninggikan suaranya di atas suara kenabian
yang keluar dari lisan Ar Rasul Muhammad -shollallohu alaihi wasallam- ?
Cak Dul menyebutkan riwayat yang berbunyi: Sesungguhnya Allah
menjadikan kebenaran pada lisan Umar dan hatinya. (hal. 14).
Jawab ana: kamu sendiri masih sadar ataukah tidak bahwasanya Syaikh fulan
itu tidaklah lebih tinggi daripada Umar -rodhiyallohu anhu-. Apakah Alloh
telah menjamin hati dan lisannya untuk selalu di atas kebenaran,
sehingga bisa membatalkan hujjah dan dalil?

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

64

Kamu juga menyebutkan firman Allah mengenai Rosululloh -shollallohu
alaihi wasallam-:
4yrq rur w (uqdb ( # uqol#$;`t ,Zt $ tBur
3 uqx $ tBur /37m |$ |@ $tB
kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang
diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya). (hal. 14).
Jawab ana: apakah ucapan Syaikh Fulan sudah setingkat ucapan
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- sehingga bisa membatalkan hujjah
dan dalil?
Kamu juga menampilkan firman Allah taala:
7 Hxq AO3ym `iB @ \ s ? ) m=yz `B wur m yt
t / . ` B@t7 9 #$ m?t w
Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun
dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha
Terpuji. (QS. 41:42) (hal. 15)
Ana jawab: apakah ucapan Syaikh Fulan sudah setingkat Al Quran, Yang
tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun dari
belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha
Terpuji? Akibatnya dengan itu seluruh hujjah dan dalil menjadi batal jika dia
menentangnya?
Kamu juga menyebutkan bahwa Allah berfirman mengenai perilaku buruk
yang menimpa ahli Kitab dari kalangan Yahudi dan Nashara:
! #$ cr ` iB $ \ / $ t/r &NguZt 6 dur Ndu $ t6mr & ) # rsB#$
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai
Tuhan selain Allah (QS. 9:31) (hal. 15)
Ana katakan: jangan-jangan kamu dan seluruh kru Dammaj Habibah
telah menjadikan para masyayikh dan asatidzah sebagai Robb-robb selain

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

65

Alloh, akibatnya dengan itu seluruh hujjah dan dalil menjadi batal jika mereka
memutuskan batal.
Kamu juga bilang: Bukankah watak dan perilaku jelek semacam Yahudi
dan Nashara harus dijauhi? Tidakkah kita takut terjatuh kepada kesyirikan
sebagaimana telah terjatuh padanya Ahlul Kitab ketika mentaati ulamanya
dalam memaksiati Allah subhanahu wataala-? Naudzubillah minasy syirk.
(hal. 15)
Ana jawab: ( - --=') ana sudah mengumpulkan lebih dari lima puluh alamat
hizbiyyah. Dan mayoritas dari pola hizbiyyah tadi punya sumber dari perilaku
Yahudi dan Nashoro. Di antaranya ada mengangkat ulama mereka ke derajat
Rububiyyah sehingga harus diikuti walaupun tanpa hujjah. Sudah jelas
bahwasanya di antara perintah Alloh taala adalah: wajibnya mengikuti
kebenaran. Dan kebenaran itu diketahui dengan hujjah dan dalil dari Al
Quran dan As Sunnah dengan pemahaman Salaf. Tetapi para hizbiyyun
menganggap itu semua batal dengan adanya stempel dari ulama: Batal
walaupun pembatalan tadi tanpa hujjah. Apa kamu tidak takut terjatuh ke
dalam kesyirikan, Cak Dul?
Perilaku kamu dan seluruh kru Dammaj Habibah benar-benar
menunjukkan bahwasanya kalian itu sakit keras dan amat menular, pantas
dikarantina di tempat khusus, dan diminumi tablet Salafiy Asli dan Murni.
Al Imam Al Albaniy -rohimahullohu-:
'-''= '-'- --' ,=- _-= ''-' ,--' ,--- _' - ''' = - . ' ! '-'
'--' '-' - =- '=' . .,'-' '-' -, '--,= -'-- - = --- ''' -=- '-,'= '
', - - '-' ,' `-' `-' ,'= ,-' , - _-- .
Akan tetapi apakah termasuk hak seorang alim untuk kita itu mengangkatnya
sampai ke derajat kenabian dan utusan hingga kita memberinya ishmah
dengan praktek perbuatan kita?! Lisanul hal (praktek perbuatan) itu lebih
bisa bercerita daripada sekedar ucapan lidah. Jika kita wajib untuk benar-
benar menghormati si alim dan untuk mengikutinya jika dia menampilkan
dalil pada kita, maka kita tidak berhak untuk mengangkatnya dan

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

66

meninggalkan ucapan Nabi alaihish sholatu wassalam. (At Tashfiyyah/hal.
22-23).
Saking parahnya penyakit taqlid kalian sampai kamu kebingungan dan
berkata: Siapakah sesungguhnya yang taqlid buta? (hal. 15). Inilah kadar
akalmu yang nampak dari tulisanmu wahai Abdul Ghofur.
Maka dengan penjelasan ini semua terbongkar sudah kelemahan ilmumu dan
kesembronoanmu dalam membela mati-matian kedua anak Mariy di dalam
tulisanmu Hampir-hampir Mereka Jantan.
Sekarang umumkanlah dengan jantan akan kesalahanmu ini. Jika tidak, maka
kamu adalah seperti bentuk cacianmu sendiri: Katak memakai sepatu hak
tinggi merah jambu lengkap dengan dua kuntum mawar. Cepat-cepat saja
masuk tempurung Dammaj Habibah. Oh bukan. Dhofadi Habibah (kodok
kesayangan).

BAB LIMA BELAS: SIAPAKAH YANG BERHAK MENJADI KELEDAI?

Jawaban kelima belas: ini sekedar pelengkap dari sebelumnya. Cak Dul
berulang-kali mencaci Firman Hidayat dengan berkata: BAK SEEKOR
KELEDAI LIAR (BACA: INDEPENDENT) YANG MEMANGGUL KITAB (hal. 27).
Juga berkata: Tidaklah memiliki nilai keutamaan di sisi mereka kecuali
hanyalah sebagai keledai tunggangan pengangkut beban fitnah yang mau
pergi kemanapun tuannya mengarah. Sejatinya bahwa seekor keledai tidaklah
memiliki rasa malu, hanyasaja sang penggembalalah yang pantas kita tuding
(hal. 31)
Juga berkata: Berlagak seekor keledaiindependent memanggul kitab yang
overweight (hal. 32).
Juga berkata: BENAR-BENAR BAK KELEDAI LIAR YANG MEMANGGUL
KITAB (hal. 34)

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

67

Juga berkata: Betapa malang nasibmu wahai Abu Hurairah Firman, benar-
benar dikau bagaikan keledai fitnah yang memanggul kitab. (hal. 35).
Juga berkata: Tidaklah mengherankan jika si keledaipun terus dibiarakan
hidup walaupun dia melenguh dengan lenguhan-lenguhan KHABITS (hal.
37).
Dan masih banyak pengulangan cacian keledai dalam buku Cak Dul tersebut.
Jawaban Abu Fairuz: ( - --=') sebagaimana telah ana paparkan pada
risalah seri satu, kami Salafiyyin Dammaj sebelum ini tidak tahu siapakah
Firman Hidayat dengan segala sepak terjangnya. Dan begitu kami
mendapatkan info yang cukup detail dari Cak Dul langsung kami bertindak
semampu kami untuk memberikan nasihat dan mengingkari kemungkaran
yang dilakukan, sebagaimana Cak Dul lihat sendiri.
Firman Hidayat atau siapapun dia- benar-benar harus banyak belajar
syariat Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- dan adab-adab Nabawiy. Juga
kami ucapkan: Jazahullohu khoiron atas bantuannya dalam menyebarkan
tulisan-tulisan kami.
Adapun yang hendak ana bidik dalam bab ini adalah bahwasanya Cak Dul
sedemikian seringnya mengumbar cacian keledai. Alloh taala berfirman:
'- -

- =

'

'

- ',

'

- =

'

-' ,

'

- = ,

' .

- ] -=' / 5 [
Permisalan orang-orang yang dipikulkan kepada mereka Tauroh tapi mereka
tidak memikulnya sabagaimana mestinya adalah bagaikan keledai yang
memikul kitab-kitab besar. (QS. Al Jumuah: 5).
Al Imam Ibnu Katsir -rohimahullohu- berkata:
.`- =' +'`- '+- ,'-, ' '+- .-'' ','-= ,-' ,== ,-' ,+,'' '

- _''- ,-, '-='


'-- .-=, : ,'= '- -, ` ',-= `-= '+'-=, ,+ '+, '- -, ` '-- .-= '-=' .`- .
,= ,' .- '----- ,'-= ` ,-+-, ' '=-' ,=-= ,- -' '-' +'-= `, ='-
'

+ ` '-=' ` ,-=' - `'= ,- + ,'-- ,` ' -+' ','---, ' ,+ +' `,


=` : } ,

'

'

'

'

'

-`' =

'

{

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

68

Alloh taala berfirman mencela kaum Yahudi yang diberi Tauroh dan
dipikulkannya kepada mereka untuk diamalkan, tapi mereka tidak
mengamalkannya. Permisalan mereka dalam keadaan seperti itu adalah
bagaikan keledai yang memikul kitab-kitab besar. Yaitu: bagaikan keledai jika
memikul kitab-kitab dia tidak tahu apa yang ada di dalamnya, maka dia itu
cuma memikulnya secara lahiriyyah saja dan tidak tahu apa yang ada di atas
punggungnya. Demikian pula mereka dalam memikul kitab yang diberikan
kepada mereka, mereka menghapalkan lafazhnya tapi tidak memahaminya
dan tidak mengamalkan kandungan dan tuntutannya. Bahkan mereka
mentawilkannya dan merubahnya. Maka mereka itu lebih jelek daripada
keledai, karena keledai itu tidak punya kepahaman, sementara mereka punya
kepahaman tapi tidak mempergunakannya. Oleh karena itulah Alloh taala
berfirman dalam ayat yang lain (yang artinya): Mereka itu bagaikan binatang
ternak, bahkan lebih sesat jalannya. Mereka itulah orang-orang yang
lalai. (QS. Al Arof: 179). (Tafsirul Quranil Azhim/8/hal. 117).

Coba sekarang kita perhatikan bersama: Cak Dul sudah hapal firman Alloh
taala:
! #$ cr ` iB $ \ / $ t/r &NguZt 6 dur Ndu $ t6mr & ) # rsB#$
Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai
Tuhan selain Allah (QS. 9:31).
Tapi kenyataannya Cak Dul dan seluruh kru DH telah menjadikan para
masyayikh dan asatidzah sebagai Robb-robb selain Alloh Akibatnya dengan
itu seluruh hujjah dan dalil menjadi batal jika mereka memutuskan batal.
Cak Dul juga membawakan firman Allah taala:
7 Hxq AO3ym `iB @ \ s ? ) m=yz `B wur m yt
t / . ` B@t7 9 #$ m?t w
Yang tidak datang kepadanya (Al Quran) kebatilan baik dari depan maupun
dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha
Terpuji. (QS. 41:42)

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

69

Tapi prakteknya menunjukkan bahwasanya Cak Dul dan kru DH-nya
menjadikan ucapan Syaikh Fulan sudah setingkat Al Quran, Yang tidak datang
kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang
diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. Akibatnya
dengan itu seluruh hujjah dan dalil menjadi batal jika dia menentangnya.
Juga membawakan firman Alloh taala:
4yrq rur w (uqdb ( # uqol#$;`t ,Zt $ tBur
3 uqx $ tBur /37m |$ |@ $tB
Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru. Dan tiadalah yang
diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya
itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).
Tapi pada kenyataannya Cak Dul dan kru DH-nya menjadikan ucapan Syaikh
Fulan sudah setingkat ucapan Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-
sehingga bisa membatalkan hujjah dan dalil.
Ini menunjukkan bahwasanya Abdul Ghofur Al Malangiy dan segenap kru DH-
nya bagaikan keledai yang memikul kitab-kitab, atau lebih jelek dari itu.
Lalu siapakah yang lebih pantas jadi keledai sejati? Kandidat
pertama:Firman (versi Cak Dul) yang dengan jantan telah mengakui
kesalahan-kesalahannya dan menyatakan tobat secara terbuka. Kandidat
kedua: Cak Dul dan kru DH-nya (versi Abu Fairuz) yang sampai sekarang
terus menyombongkan diri tak mau dengan jantan telah mengakui kesalahan-
kesalahannya dan menyatakan tobat secara terbuka setelah terbongkar
kebatilannya dalam Apel Manalagi (seri satu), dan tak peduli di atas
punggung-punggung mereka ada ayat-ayat ancaman bagi orang yang
sombong dan tinggi hati. Maka siapakah pemenangnya?
THE WINNER IS.. (pinjam kamus Cak Dul di hal. 32):
Cak Dul dan kru DH-nya (versi Abu Fairuz) !!!


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

70

Kok bisa? Iya karena mereka lebih mantap dalam penampilan (sesuai kamus
mereka sendiri): keledai dengan sepatu hak tinggi warna merah jambu, di
mulutnya ada dua kuntum mawar merah muda, tapi loncatnya gaya katak
dalam tempurung.

Sampai di sini dulu seri dua ini. ( '- ) akan dilanjutkan pada seri
berikutnya. Dan semoga bermanfaat dan menumbuhkan kesadaran pada
beliau dan orang-orang yang tertipu olehnya. Dan ana ucapankan ( =
,=) kepada Akhuna Abu Yusuf Al Ambony dan yang lainnya atas seluruh
bantuan yang diberikan.
'= _''- . =,' ,- --- -- ` ' ` --=- +'' =-'=-- .
,-''' - --=' .

Dammaj, 1 Syaban 1431 H
Ditulis oleh Al Faqir Ilalloh taala
Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsiy
Al Indonesiy


([1]) Catatan dari Abu Fairuz -waffaqohullohu-: andaikata tanpa tawil
niscaya pelakunya bisa dikafirkan sebagaimana kasus orang orang Asyairoh, (
'= )
([2]) Beliau aslinya dari Hadhromaut, tapi tinggal lama di Adn
([3]) Walaupun relatif murah menurut kalangan menengah.
([4]) Jika dia memang ikhlas hendak memajukan kualitas Yaman wilayah
selatan dalam bidang ilmu dan akhlaq dan sebagaimana, mengapa dengan

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

71

jalan mengobrak-abrik ketenangan belajar para pelajar di Dammaj (markiz
Salafiyyah terbesar di Yaman wilayah utara, dan bahkan se-Yaman secara
mutlak) dan merayu mereka agar menjual kamar dan rumah mereka yang di
Dammaj. Bahkan ada sebagian pelajar asli Abyan didatangi mereka sambil
berkata,Wahai Akhuna Fulan, bergabunglah, barangkali engkau termasuk
calon pasukan Aden-Abyan yang dijanjikan Rosululloh -shollallohu alaihi
wasallam-. Kalaupun perbuatannya tadi bisa dibenarkan, mengapa setelah
berhasil merayu sebagian pelajar dari Dammaj lalu dia membuat kesempitan
terhadap mereka?
([5]) Jangankan di dusun perdagangan Fuyusy, ana Abu Fairuz- telah melihat
langsung ada sebagian pelajar di Dammaj yang berlomba-lomba
mempermegah kamarnya, dalam keadaan lingkungan yang masih cukup
sederhana. Bagaimana jika mereka pindah ke lingkungan perkotaan seperti
yang beliau ceritakan?
([6]) Kecuali jika penyandang dananya telah menyediakan kompleks asrama
buat mereka dan sebagainya. Apalagi akhir-akhir ini telah terkuak
bahwasanya banyak kucuran dana dari Qothor untuk mendukung mereka.
Lihat buku : Asy Syihabul Qodih hal. 5 karya Nashir bin Muhammad Al
Abyaniy Al Adaniy -hafizhohulloh-.
([7]) Namanya saja kota besar. Makanya pengumuman akan dibukanya
kompleks Salafiyyin dan Darul Hadits di kota Fuyusy amatlah menggiurkan.
([8]) Cukup murah untuk keumuman orang, apalagi orang Adn. Adapun untuk
keumuman pelajar Salafiyyin ya sebagaimana penjelasan di atas.
([9]) Risalah ini beliau sebarkan pada awal fitnah, sekitar tiga tahun yang lalu.
Adapun sekarang markiz Fuyusy telah berdiri.
([10]) Tentu saja ada yang berdakwah ke manhaj Salaf sebelum itu, hanya saja
yang kita bicarakan adalah yang berlangsung sejak zaman Al Imam Al Wadiiy
-rohimahullohu-.
([11]) Bukan untuk membanggakan markiz Dammaj dan menjadikannya
sebagai penghias sampul depan, tapi memang pada kenyataannya dari markiz

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

72

Dammajlah bercabang markiz-markiz yang lain, dan setiap tahun mereka
berkumpul di Dammaj untuk menyatukan kalimat dan saling membagi faidah.
Ini yang berlangsung sampai awal-awal fitnah Mariyyah.
([12]) Karena ibunya Asma binti Abi Bakr- -rodhiyallohu anhuma- hadir
bersama Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- dan tahu bahwasanya
Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam- memerintahkan untuk memasukkan
umroh ke dalam haji bagi orang yang tidak menggiring hadyu (binatang
sembelihan untuk ibadah haji).