1

Prasetyo et all ., Hubungan Tingkat Stressor Psikososial Dengan Tingkat Kecemasan………

HUBUNGAN TINGKAT STRESSOR PSIKOSOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA BARU TAHUN AJARAN 2012/2013 FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JEMBER (A Correlation between Psychosocial Stressors and Anxiety Levels in New Student Academic Year 2012/2013 of the Faculty of Medicine University of Jember)
Hendri Prasetyo, Alif Mardijana, Irawan Fajar Kusuma Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Jember (UNEJ) Jln. Kalimantan 37, Jember 68121 E-mail: Irawanfk99@yahoo.com

Abstrak
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubungan tingkat stressor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Responden yang berjumlah 98 orang diberikan kuisioner tentang tingkat stressor psikososial menggunakan skala Holmes and Rahe Stressor Scale for Youth dan tingkat kecemasan menggunakan Hamilton Anxiety Rating Scale. Analisis data menggunakan uji Korelasi Pearson Product moment untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang diteliti. Dari analisis data diperoleh hasil bahwa tingkat stressor terbanyak yang dialami mahasiswa baru adalah stressor psikososial derajat sedang yaitu sebesar 33,7% sedangkan pada variabel tingkat kecemasan 57,1% responden menyatakan tidak cemas. Kesimpulanya terdapat hubungan yang positif antara tingkat stressor psikososial dengan tingkat kecemasan. Kata Kunci: Mahasiswa Baru, Tingkat Stressor Psikososial, Tingkat Kecemasan

Abstract
The purpose of this study was to clarify the correlation between psychosocial stressors and anxiety levels in new student academic year 2012/2013 of the Faculty of Medicine University of Jember. Ninety eight respondents new student who received questionnaires about psychosocial stressor levels using the Holmes and Rahe Stressor Scale for Youth and the levels of anxiety using Hamilton Anxiety Rating Scale. The data was analyzed using Pearson Product Moment Correlation test to determine the correlation between the two variables studied. The data showed that for the level stressor variable 33,7% of new students having moderate psychososial stressor anxiety level variables 57,1% of respondent anywered not worried. In conclusion there is positive correlation between the level of psycosocial stressor and anxiety level. Keywords: New Student, Psychosocial Stressor, Anxiety

Pendahuluan
Masa remaja adalah masa peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Pada remaja juga terjadi 3 aspek

perkembangan, yaitu perkembangan fisik, perkembangan kognitif, dan perkembangan kepribadian dan sosial [1]. Penyesuaian diri merupakan salah satu faktor yang sangat

Permasalahan yang muncul pada mahasiswa baru biasanya keinginan memahami kepribadian. Seorang mahasiswa baru harus menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya mulai dari materi perkuliahan. teman baru. Hasil Penelitian Berdasarkan uji dengan metode Korelasi Pearson Product moment diperoleh adanya hubungan tingkat stressor psikososial dengan tingkat kecemasan dengan nilai signifikansi 0.3% jawaban responden menunjukan derajat stressor rendah ketika memasuki masa perkuliahan. Data Tingkat stressor psikososial dapat dilihat pada tabel 1 dan tingkat kecemasan pada tabel 2. Data berupa variabel tingkat stressor psikososial dan tingkat kecemasan dengan uji Korelasi Prarson Product moment yang mempunyai nilai korelasi o s/d 1. calon mahasiswa yang belum mandiri sepenuhnya harus berganti peran seorang dewasa.2 penting dalam kehidupan manusia.5% jawaban responden menunjukan derajat stressor ringan. Sebagai seorang remaja. Hal ini agar penelitian lebih Tabel 1 menunjukkan jawaban responden sebanyak 14. terutama pada saat individu memasuki masa perkuliahan. proses belajar.353(positif) artinya kedua variabel mempunya hubungan searah. Sebanyak 98 responden terlibat dalam penetian ini. Lingkungan baru merupakan sebuah stimulus bagi seseorang yang dapat menimbulkan kecemasan. mulai dari permasalahan yang sifatnya pribadi. Dalam penelitian ini menggunakan 3 instrumen penelitian yaitu lembar Informed Consent. jadwal perkuliahan serta aturan-aturan yang berlaku sampai permasalahan tempat tinggal baru. Pengambilan data serta penyebaran kuisioner peneliti dibantu oleh seseorang yang sudah dilatih sebelumnya. bersifat obyektif dan adil serta hasilnya lebih akurat. Holmes and Rahe Stressor Scale for Youth dan Hamilton Anxiety Rating Scale. Tabel 1. adaptasi lingkungan. Memasuki dunia perkuliahan. 33.7% dan cemas . Variabel Stressor Psikososial Metode Penelitian Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Semakin tinggi derajar stressor psikososial semakin tinggi juga tingkat kecemasanya. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional. Nilai korelasinya sebesar 0.6% jawaban responden menunjukan derajat stressor psikososial berat. Artinya. Variabel Tingkat Kecemasan Berdasarkan analisis jawaban responden terhadap variabel kecemasan menunjukan bahwa dominasi tingkat kecemasan adalah tidak cemas sebesar 57. Beban adaptasi pada awal perkuliahan dan perubahan peran itu menimbulkan konflik dalam pertumbuhan psikis anak yang nantinya bisa berubah menjadi suatu stressor psikososial. Penelitian ini bersifat deskritif analitik. Mahasiswa baru membutuhkan waktu enam bulan untuk beradaptasi.77% jawaban responden menunjukan derajat stressor sedang dan 28. sebanyak 23. Permasalahan mahasiswa baru saat memasuki masa perkuliahan sangat bervariasi.000 yang berarti terdapat hubungan antara kedua variabel. permasalahan akademik ataupun permasalahan relasi interpersonal. dan pola belajar mandiri [2]. anak berada pada tahap remaja akhir dan memasuki dewasa awal.1% selanjutnya masuk dalam kriteria cemas ringan sebesar 35. Tabel 2. dia mampu bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan mandiri ketika menjadi mahasiswa.

Jilid-2. Saddock. Peran serta orang tua dan dosen untuk memahami perasaan dan bersedia meluangkan waktu untuk sesering mungkin mendengarkan keluh kesah Mahasiswa Baru Tahun ajaran 2012/2013 Fakultas Kedokteran Jember tentang masalahmasalah yang dialami di kampus. Seagung Setyo. Ucapan Terima Kasih Penulis juga mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dan berkonstribusi dalam pelaksanaan penelitian ini. Boston: Mc.[3] Sumber stressor psikososial dapat berasal dari suatu rasa frustasi.H. . [2] Dayakisni. tekanan. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa Edisi 2. Hudaniah. 1997.1%. Jakarta: CV. Daftar Pustaka/Rujukan [1] Papalia. Tri. Buku Ajar Tumbuh Kembang Remaja dan Permasalahannya: Perkembangan Somatik. Ilmu Pengetahuan Perilaku Psikiatri Klinis Edisi Ke-7 Jilid Dua. 2009. Surabaya: Airlangga University Press. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut dengan jumlah sampel yang lebih banyak.. Malang. [6] Sears. dan krisis yang dapat menyebabkan gangguan perilaku maupun mental salah satunya dapat meninmbulkan kecemasan [4].W.. Individu akan berusaha bangkit dari stressor dan menjadikanya sebagai suatu motivasi. dan Feldmen. Psikologi Sosial. Masa remaja merupakan masa peralihan dari masa kanak-kanak menuju masa dewasa muda. Edisi kelima. Jakarta: Binarupa Aksara. Ketika individu mampu berespon dengan baik terhadap suatu stressor psikososial maka tidak akan menimbulkan suatu gangguan yang terjadi pada fisik maupun psikisnya. Olds. S. Willy F. Sedangkan untuk kriteria cemas berat tidak ada. Jakarta: Penerbit Erlangga. DE. Sinopsis Psikiatri. Psikologi Sosial. Kesimpulan dan Saran Terdapat hubungan antara tingkat stressor psikososial dengan tingkat kecemasan pada mahasiswa baru tahun ajaran 2012/2013 Fakultas Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Jember. Human Development 8th edition. konflik. 2001. 2004.3 sedang sebesar 7. Seorang mahasiswa baru sangat memerlukan proses adaptasi atau penyesuaian diri baik terhadap lingkungan yang baru maupun proses pembelajaran yang baru [5]. Setiap individu berbeda-beda dalam menanggapi suatu stressor yang terjadi. [4] Maramis. 2009. [3] Kaplan I. Sedangkan individu yang tidak mampu merespon suatu stressor psikososial dengan baik akan timbul gangguan psikis maupun fisik yang berupa kecemasan bahkan sampai terjadi kondisi depresi [6]. Dalam kehidupan sehari-harinya remaja mengalami beberapa kejadian yang nantinya dapat menimbulkan stressor psikososial. 1999. Ruth D. Umm Pess. Graw-Hill. [5] Soetjningsih.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful