Anda di halaman 1dari 1

Mata Juling

Mata sebelah kiri mengarah ke atas dan ke samping. Maknanya Nala Gareng selalu memusatkan batinnya kepada Hyang Widhi. Untuk mencapai segala sesuatu yang diinginkannya, seseorang memang membutuhkan totalitas untuk memusatkan diri pada sang Hyang. Kondisi batin manusia yang bisa menentukan bagaimana pengembaraan batin kemudian bisa terus menerus ingat, dan bisa terus menerus menjadi manusia yang bersahaja secara spiritualistik sehingga ruang hidup Gareng menjadi lebih baik ke depan. Petualangan hati yang kuat antara diri Gareng dan Sang Hyang membuat dirinya bisa menerima apapun yang terjadi dalam kehidupannya. Ia tidak pernah merasa bahwa dirinya adalah makhluk yang paling naif di dunia, tidak pernah menangisi nasibnya. Akan tetapi Gareng mampu mensyukuri dirinya meskipun memiliki kondisi fisik yang tidak terlalu bagus. Penderitaan yang dianugerahkan padanya baginya bukanlah sebuah penderitaan, akan tetapi sebagai mata pelajaran dalam kehidupan yang ia nikmati dengan sebaik-baiknya. Tentu saja jarang sekali orang yang memiliki kapasitas yang kuat dalam melakukan netralisasi dalam dirinya, memberikan pemahaman bahwa penderitaan yang menimpanya adalah salah satu hal yang harus diterima dengan lapang dada. Tak ada sesuatu yang akan membuatnya menjadi menderita bila Anda bisa menerimanya dengan senyuman, bila Anda menerimanya dengan pikiran dingin dan hati yang dipenuhi oleh kelembutan. Semuanya akan selalu berjalan dengan baik sesuai dengan yang diinginkan oleh Anda. Dan dalam kondisi menderita, Anda tetap bisa menjadi orang yang tegar dan tenang.