Anda di halaman 1dari 9

ANALISIS BAHASA SIANG (PROSES FONOLOGI)

ABSTRAK PENDAHULUAN Indonesia adalah negara kepulauan yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Setiap pulau atau kepulauan yang ada di Indonesia memiliki keanekaragaman budaya. Salah satu keanekaragaman budaya yang dimiliki setiap suku bangsa dan daerah itu adalah bahasa. Bahasa merupakan salah satu alat komunikasi dalam kehidupan bermasyarakat. Bahasa Siang adalah salah satu bahasa daerah yang ada di Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Jumlah penuturnya kurang levih 30.000 orang yang tersebar di Kecamatan Permata Intan, Kecamatan Sumber Barito, dan beberapa desa di Kecamatan Murung dan Kecamatan Laung Tuhup. Bahasa Siang masih dipakai secara aktif oleh penuturnya sampai saat ini, baik dalam situasi resmi maupun tidak resmi. Dalam situasi resmi, bahas Siang dipakai dalam rapat desa atau pertemuan adat yang dihadiri oleh penduduk Siang. Bahasa Siang juga dipakai dalam tradisi sastra lisan, misalnya nyanyian atau cerita rakyat. Selain itu, bahasa Siang juga dipakai sebagai bahasa pengantar di sekolah dasar mulai dari kelas satu sampai murid mampu menggunakan bahasa Indonesia. Bahasa Siang mendapatkan pengaruh dari bahasa-bahasa daerah lain. Pengaruh yang paling besar adalah dari bahasa Dayak Ngaju dan bahasa Maanyangan yang mempunyai jumlah penutur lebih banyak daripada bahasa Siang. Engaruh ini disebabkan oleh adanya sifat terbuka penutur bahasa Siang terhadap orang atau informasi dari luar, dan perpindahan penduduk Siang ke luar daerah. Penelitian yang pernah dilakukan oleh Santoso dkk (1986) membahas struktur bahasa Siang dan Admodi dkk (2001) tentang morfologi bahasa Siang. Dengan demikian, analisis tentang proses fonologi bahasa Siang yang akan dijelaskan dalam essai ini diharapkan dapat memerikan dan bermanfaat dalam rangka pemeliharaan bahasa Siang. TUJUAN Tujuan essai ini adalah untuk mengetahui proses fonologi bahasa Siang. Proses fonologi tersebut meliputi asimilasi, penambahan bunyi, koalisi dan penghilangan bunyi.

SUMBER DATA Sumber data dalam essai ini menyesuaikan dengan penelitian yang telah dilakukan oleh Admodi, dkk (2001).

METODE PENGUMPULAN DATA Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dokumen yang berupa buku dengan judul Morfologi Bahasa Siang. METODE ANALISA DATA Dalam menganalisa data penulis akan menggunakan teori fonologi generatif. Dalam fonologi generatif, setiap bunyi yang membedakan arti maupun bentuknya merupakan cirri-ciri pembeda. Perubahan-perubahan yang terjadi ketika suatu morfem mengalami perubahan bunyi karena lingkunganya disebut proses fonologis. Jika perubahan bunyi tersebut dapat membedakan makna atau identitas fonem maka bunyi-bunyi tersebut masih merupakan alofon atau varian bunyi dari fonem yang sam, perubahan ini disebut perubahan fonetis. Apabila perubahan bunyi itu dapat membedakan makna atau mengubah identitas fonem maka bunyi tersebut merupakan alofon dari fonem yang berbeda, perubahan seperti ini disebut perubahan fonemis. Proses fonologis ada lima; asimilasi, penambahan bunyi, koalisi dan penghilangan bunyi. Data bahasa Siang orong ombu ocu ongko banyak panjang jauh tua poorong poombu poocu poongko perbanyak perpanjang perjauh dituakan

tolinga ama tama korai peteng palantu pahat paku koramak konyuhung koluk koneh sikui tokori atoi apui

telinga paman bapak leher ikat pukul pahat paku cakar dorong ganggu dengar siku leher cempedak hati

tolingangkuh amangkuh tamangkuh koraingkuh tometeng tomalantu tomahat tomaku mongoramak mongohuyung mongoluk mongoreh sikuiyeh tokoriyeh atoiyeh apuiyeh

telingaku pamanku bapakku leherku diikat dipukul dipahat dipaku mencakar mendorong mengganggu mendengar sikunya cempedaknya hatinya apinya

1. Asimilasi Asimilasi adalah perubahan bunyi dari dua bunyi yang tidak sama menjadi bunyi yang sama atau hampir sama. Dalam proses asimilasi, sebuah bunyi mendapatkan cirri-ciri dari bunyi yang berdekatan. Vokal mungkin mengambil cirri-ciri dari konsonan, konsonan mungkin mengambil cirri-ciri dari vokal, vokal yang satu bias mempengaruhi vokal yang lain, atau konsonan yang satu bias mempengaruhi konsonan yang lain.

Dalam bahasa Siang data-data yang diperoleh adalah sebagai berikut: a. Asimilasi Vokal dan Vokal Vokal sebuah silabel menjadi lebih serupa dengan vokal silabel lain. popopopo+ + + + orong ombu ocu ongko poorong poombu poocu poongko perbanyak perpanjang perjauh dituakan

Dari data diatas, hipotesa yang diperoleh adalah [o] akan berubah menjadi [] apabila [o] diikuti oleh [o]. Dalam fonologi generatif, proses asimilasi dapat digambarkan dengan kaidah fonologi berikut ini:

+ sil

+ sil + tek

+ sil

b. Asimilasi Konsonan dan Vokal Ciri-ciri sebuah vokal dapat diberikan kepada konsonan. sikui + -eh -eh -eh -eh sikuiyeh tokoriyeh atoiyeh apuiyeh sikunya cempedaknya hatinya apinya

tokori + atoi apui + +

Dari data diatas, hipotesa yang diperoleh adalah [e] akan berubah menjadi [y] apabila [e] didahului [i].

Dalam fonologi generatif, proses asimilasi dapat digambarkan dengan kaidah fonologi berikut ini:

+ sil - ren + tek

- sil + ting + mal

+ sil + ting + suara + tek

c. Asimilasi vokal dan Konsonan d. Asimilasi Konsonan dan Konsonan

2. Penambahan Bunyi tolinga ama tama + + + -kuh -kuh -kuh tolingangkuh amangkuh tamangkuh telingaku pamanku bapakku

korai

-kuh

koraingkuh

leherku

Dari data diatas, hipotesa yang diperoleh adalah vokal akan mendapatkan tambahan [] apabilavokal diikuti [k]. Dalam fonologi generatif, proses asimilasi dapat digambarkan dengan kaidah fonologi berikut ini:

+ son + nas

_____

- son - nas

3. Koalisi Koalisi adalah proses penggabungan dua bunyi menjadi satu bunyi. tongtongtongtong+ + + + peteng palantu pahat paku tometeng diikat

tomalantu dipukul tomahat tomaku dipahat dipaku

Dari data diatas, hipotesa yang diperoleh adalah [p] akan berubah menjadi [m] apabila didahului [] kemudian [p] dihilangkan. a. [p] akan berubah menjadi [m] apabila didahului [] b. [p] akan hilang apabila didahului []. Dalam fonologi generatif, proses asimilasi dapat digambarkan dengan kaidah fonologi berikut ini:

a. [p] akan berubah menjadi [m] apabila didahului []

- son + ant - ting - bel - nas - suara

+ son + ant - ting + nas + suara

+ son - ant + ting + bel + nas + suara

b. [p] akan hilang apabila didahului [].

- son + ant - ting - bel - nas - suara

+ son - ant + ting + bel + nas + suara

4. Penghilangan Bunyi mongmongmongmong+ + + + koramak konyuhung koluk koneh mongoramak mencakar

mongonyuhung mendorong mongoluk mongoneh mengganggu mendengar

Dari data diatas, hipotesa yang diperoleh adalah [k] akan dihilangkan apabila didahului [] Dalam fonologi generatif, proses asimilasi dapat digambarkan dengan kaidah fonologi berikut ini:

- son - nas - suara

+ son + nas + suara

SIMPULAN Essai ini menguraikan proses fonologi bahasa Siang yang meliputi asimilasi, penambahan bunyi, koalisi dan penghilangan bunyi. Asimilasi meliputi asimilasi vowel dan vowel, asimilasi konsonan dan vowel, asimilasi vowel dan konsonan dan asimilasi konsonan dan konsonan. Dalam proses asimilasi

REFERENSI Admodi, W, dkk. 2001. Morfologi Bahasa Siang. Jakarta: Pusat Bahasa, Departemen Pendidikan Nasional.