Anda di halaman 1dari 28

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Globalisasi telah menimbulkan kaburnya batas-batas antar negara, sehingga dunia menjadi terbuka dan transparan, hal ini terjadi oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi terutama teknologi informasi yang semakin hari semakin pesat perkembangannya sehingga adanya perubahan mendasar dalam berbagai bidang kehidupan, ekonomi, poilitik, sosial dan budaya termasuk pendidikan. Hak atas Pendidikan adalah merupakan salah satu hak asasi manusia yang diatur dalam instrumen internasional hak asasi manusia khususnya International Covenant on Economic, Social, and Cultural Rights 1966 (Kovenan Internasional tentang Hak-hak Ekonomi, Sosial dan Budaya 1966), yang telah diratifikasi oleh Pemerintah Republik Indonesia melaui Undang-undang Nomor 11 tahun 2005; maupun konstitusi negara Republik Indonesia (UUD 1945), dan merupakan hak yang tidak bisa diabaikan oleh negara. Disisi lain, pendidikan dapat dilihat dari sudut prestasi, yaitu mampu menampung masukan yang banyak dan menghasilkan tamatan yang banyak, bermutu dalam arti mampu bersaing dipasaran atau lapangan kerja yang ada dan diperlukan, relevan dalam arti adanya keterkaitan dan kesepadanan dengan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun, baik berkenaan dengan ketenagaan maupun dengan ilmu yang dihasilkan, dan mempunyai nilai ekonomis dalam arti tamatan yang dikeluarkan mempunyai ketrampilan yang siap pakai di dunia usaha mapun dunia industri. Dalam rangka menyiapkan SDM relevan dengan kebutuhan, maka Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempunyai tanggung jawab/ peran yang besar artinya sehingga perlu mempersiapkan program yang dapat menjawab masalah tersebut bersam Dunia Kerja melalui Pendidikan Sistem Ganda. Salah satu usaha yang dilakukan pihak Departemen Pendidikan Nasional adalah perencanaan kebijakan link and match (Achmad Sangaji Rahman, 1993:13). Kebijakan tersebut dunia pendidikan diharapkan agar para lulusan sekolah (pendidikan) dapat melakukan pekerjaan atau usaha yang dipersyaratkan oleh dunia kerja/usaha yang ada. Untuk mendukung program tersebut, dikeluarkan surat keputusan Mendikbud No. 080/U/1993 tentang Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan. Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diharapkan mampu menyiapkan siswa untuk
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.1/27 Revisi: 00

memasuki lapangan kerja, mengembangkan sikap profesional dan produktif, adaptif serta kreatif. Praktek kerja Industri atau prakerin merupakan bagian dari Pendidikan Sistem Ganda atau dual system. Dengan pelaksanaan praktik kerja industri, secara efektif siswa mendapat kesempatan mengembangkan keterampilan kejuruan sesuai dengan studi masingmasing. Sehingga siswa diharapkan memiliki sikap profesional, mengenal etos, disiplin dan etika kerja, yang akan jadi bekal yang sangat berharga apabila terjun di dunia kerja kelak. SMK Negeri 1 Sumenep merupakan sekolah kejuruan yang termasuk dalam kelompok Bisnis Manajemen dan Teknologi. Bisnis Manajemen dan Teknologi yang merupakan bidang keahlian SMKN 1 Sumenep memiliki 4 (empat) program studi keahlian dan 5 (lima) kompetensi keahlian. Keempat program studi keahlian tersebut terdiri dari administrasi, keuangan, tata niaga, teknik komputer dan informatika. Sedangkan kompetensi keahlian masing-masing program keahlian terdiri dari administrasi perkantoran (Apk), akuntansi dan perbankan (Ak), pemasaran (Pm), Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) dan rekayasa perangkat lunak (RPL). B. Landasan Hukum Pelaksanaan Prakerin (Praktek Kerja Industri) ini sesuai dengan peraturan perundang-undangan sebagai berikut : a. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003, tentang Sistem Pendidikan Nasional b. Peraturan Pemerintah Nomor 29 tahun 1990, tentang Pendidikan Menengah c. Peraturan Pemerintah Nomor 39 Tahun 1997 tentang Peran serta masyarakat dalam Pendidikan Nasional d. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0490/U/1992 tahun 1992 tentang SMK e. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 080/U/1993 tahun 1993 tentang Kurikulum SMK f. Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 323/U/1997 tahun 1997 tentang Penyelenggaraan Pendidikan sistem ganda pada Sekolah Menengah Kejuruan g. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan.
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.2/27 Revisi: 00

h. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional (Permendiknas) Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi. i. Permendiknas Nomor 23 tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan (SKL). j. Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. C. Rasional Sementara itu yang dimaksud dengan pendidikan sistem ganda (PSG) adalah suatu bentuk penyelenggaraan pendidikan keahlian profesional yang memadukan secara sistematik dan sinkronasi antara program pendidikan di sekolah dan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan bekerja langsung di dunia kerja, terarah untuk mencapai suatu tingkat keahlian profesional tertentu (Depdikbud, 1994: 7). Dengan demikian program ini merupakan gabungan antara pendidikan di sekolah dengan praktek langsung di tempat dunia usaha/industri yang sesuai dengan bidang ilmu yang ditekuni siswa di sekolah. Sehingga kegiatan ini dinamakan praktek kerja industri (prakerin). Pada dasarnya Pendidikan sistem ganda atau Prakerin ingin mencetak lulusan sekolah agar dapat bekerja di dunia usaha/industri sesuai dengan persyaratan yang telah ditetapkan. Adapun tujuan Pendidikan sistem ganda/prakerin secara rinci adalah: 1) menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional; 2) memperkokoh link and match antara sekolah dengan dunia kerja; 3) meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas profesional; 4) memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan. Dalam pelaksanaannya, Pendidikan sistem ganda atau prakerin mengacu pada dua karakteristik yaitu (1) standard profesi (professional standard) dan (2) standard pendidikan dan pelatihan (education and training standard). Standard profesi mengacu pada program studi dan profil kemampuan tamatan. Sedangkan standard pendidikan dan pelatihan mengacu pada isi, waktu dan metode tertentu (Depdikbud, 1994: 8). Hal ini berarti keterkaitan antara masing-masing standard sangat signifikan untuk dipadu dalam satu program pendidikan sistem ganda atau prakerin.

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.3/27 Revisi: 00

Berdasarkan pasal 36 ayat (3) Undang-Undang No. 20 tahun 2003 disebutkan bahwa Kurikulum disusun sesuai dengan jenjang pendidikan dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memperhatikan : a. peningkatan iman dan takwa; b. peningkatan akhlak mulia; c. peningkatan potensi, kecerdasan, dan minat peserta didik; d. keragaman potensi daerah dan lingkungan; e. tuntutan pembangunan daerah dan nasional; f. tuntutan dunia kerja; g. perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni; h. agama; i. dinamika perkembangan global; dan j. persatuan nasional dan nilai-nilai kebangsaan. Sementara itu dalam Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005, pasal 26 ayat (3) disebutkan bahwa Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kepribadian, ahklak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruannya. Sedangkan pelaksanaan Pendidikan sistem ganda selama 3 (tiga) tahun. Mulai kelas I sampai kelas III. Namun, jika diperpanjang, bisa sampai dengan 3,5-4 tahun dengan berdasarkan Surat Keputusan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan dan PP. No. 29 tahun 1990, penjelasan pasal 5. Mengenai metode pelaksanaan disepakati antara SMK dengan pihak dunia usaha/industri. Untuk komponen pendidikan umum, pendidikan dasar penunjang dan komponen teori kejuruan dilaksanakan sepenuhnya di sekolah. Sedangkan untuk komponen praktek dasar profesi dilaksanakan di SMK atau di dunia/industri atau keduaduanya. Untuk komponen praktek keahlian profesi keahlian dilaksanakan di dunia usaha/industri. Bagi peserta yang dinyatakan lulus akan diterbitkan sertifikat yang diterbitkan oleh Tim Ujian Profesi. Dalam pelaksanaannya pendidikan sistem ganda atau melalui Prakerin ini ada dua hal yaitu : biasa disingkat PSG

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.4/27 Revisi: 00

a. Pendidikan sistem gandahanya dapat dilaksanakan dengan melibatkan dua pihak; pihak dunia pendidikan SMK dan pihak dunia kerja (dunia usaha dan dunia industri-DU/DI). b. Dalam Pendidikan Sistem Ganda, penguasaan kemampuan oleh siswa diperoleh melalui kegiatan belajar mengajar (learning and teaching procces), disekolah dan melalui kegiatan bekerja langsung (learning by experience) dilapangan kerja. Kemudian untuk menjaga mutu Pendidikan Sistem Ganda/Prakerin, perlu adanya sistem pengawasan dan pengendalian pelaksanaan Pendidikan sistem ganda/Prakerin yang bersifat menyeluruh dan terpadu. Bersifat menyeluruh berarti harus mencakup semua komponen dan tahapan pelaksanaan Pendidikan sistem ganda/Prakerin yaitu mulai dari perencanaan, persiapan, pelaksanaan pembelajaran di sekolah dan di institusi pasangan dan ujian kompetensi/profesi.

D. Tujuan Praktek Kerja Industri Sementara itu tujuan penyelenggaraan Praktek Kerja Indusrti adalah untuk : a. Menghasilkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional, yaitu tenaga kerja yang memiliki tingkat pengetahuan, ketrampilan, dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan lapangan kerja, b. Memperkokoh keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara sekolah dengan dunia kerja c. Meningkatkan efisiensi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan profesionel d. Memberi pengakuan dan penghargaan terhadap pengalaman kerja sebagai bagian dari proses pendidikan. e. Membentuk pola pikir dan tingkah laku mandiri yang sesuai dengan tujuan pendidikan. f. Mengembangkan dan menginternalisasikan sikap dan nilai professional E..Hubungan Kegiatan Praktek Kerja Industri dan Dunia Usaha/Dunia Industri Hubungan Kegiatan Praktek Kerja Industri dan Dunia Usaha/Dunia Industri bisa dilihat dari dua sisi yaitu sisi sekolah selaku penyelenggara prakerin dan DU/DI sebagai tujuan dan tempat pelaksanaan prakerin. Kegiatan praktek kerja industri meliputi 2 (dua) fase yaitu fase perencanaan dan aplikasi kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.5/27 Revisi: 00

yang terdiri dari sekolah menengah kejuruan sebagai penyelenggara praktek kerja industri disatu sisi dan dunia usaha/dunia industri (DU/DI) disisi yang lain sebagai tempat pelaksanaan praktek. Pihak sekolah menengah kejuruan menyiapkan program umum dan program kejuruan yang relevant dan berorientasi pada bidang pekerjaan yang terdapat di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI).

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.6/27 Revisi: 00

PRAKTEK KERJA INDUSTRI


PAKET INSTRUMEN OPERASIONAL

FASE PERSIAPAN

SMK NEGERI / SWASTA


SEKOLAH

KURIKULUM SMK

DUNIA USAHA

Program Umum

Program Kejuruan

INSTANSI/DU/DI

Program
Kejuruan

BahanAjar Pendidikan Umum

Bahan Ajaran pendidikan Kejuruan Bahan Ajaran Pendidikan Kejuruan Praktek (Dasar Kejuruan)

Pendekatan Industri Seminar Kunjungan

Bidang pekerjaan

Gambaran Pendidikan Jurusan/Prog. Studi Pendekatan Industri Deskripsi Umum Standard Profesi Susunan Program Profil Kemampuan Tamatan Program Pendidikan dan Latihan

Program Pendidikan dan Latihan di Sekolah Perjanjian Kerja Sama Program Kerja/Kegiatan

Pelaksanaan

Pelaksanaan

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.7/27 Revisi: 00

F. Model Pelaksanaan Prakerin Salah satu bentuk penyelenggaraan Pendidikan Sistim Ganda (PSG) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah pelaksanaan Praktik Kerja Industri (Prakerin) di Dunia Usaha/Dunia Industri, instansi pemerintah maupun lembaga swasta yang memungkinkan terselenggaranya prakerin bagi siswa SMK sesuai dengan kompetensi keahlian yang dimiliki. Praktik kerja industri ini merupakan kebijakan pemerintah di bidang pendidikan tentang pendidikan sistim ganda dan wajib diikuti oleh siswa SMK sebelum menamatkan pendidikannya di SMK. Pola penyelenggaraan sistim ganda tergantung pada sekolah dalam melaksanakan praktik kerja industri. Selanjutnya, program pelaksanaan prakerin adalah untuk memberikan kemampuan (kejuruan) tambahan dapat dilaksanakan sepenuhnya di institusi pasangan atau DU/DI yaitu pada semester 3 pada saat kelas XI selama 2 bulan dan semester 5 pada saat siswa duduk di kelas XII dengan waktu selama 2 bulan. Pola penyelenggaraan praktik kerja industri di SMKN 1 Sumenep ini menggunakan sistem block release. Dengan block release untuk pelaksanaan prakerin SMK Negeri 1 Sumenep dilaksanakan selama 2 (dua) periode. Periode I (pertama) akan dilaksanakan ketika siswa duduk di kelas XI pada tahun pelajaran 2012/2013. Sedangkan periode II (kedua) akan dilaksanakan pada tahun pelajaran 2013/2014 untuk siswa kelas XII. Pelaksanaan prakerin siswa kelas XI gelombang/tahap I (kesatu) sebanyak 5 kelas yaitu kelas XI Ganjil yaitu Kelas XI Apk1, XI Ak1, XI Pm1, XI TKJ1 dan XI RPL. Sedangkan untuk kelas XI Genap sebanyak enam kelas yaitu kelas XI Apk2, XI Apk 3XI Apk 4, XI Ak2, XI Pm2, XI TKJ2. Dengan pola ini, peserta didik atau siswa harus mengikuti program pendidikan sistem ganda (dual system) yaitu pelaksanaan pendidikan di sekolah dan di DU/DI. Pada dasarnya, pendidikan sistem ganda adalah merupakan pelaksanaan pendidikan yang diselenggarakan sepenuhnya di sekolah untuk membekali kemampuan dasar kejuruan siswa sebelum melaksanakan prakerin di DU/DI. Kemampuan dasar kejuruan ini diberikan kepada siswa selama 2 semester (di kelas X ). Selanjutnya, pada saat kelas XI dan kelas XII siswa diprogramkan untuk mengikuti prakerin (praktik kerja industri) periode pertama selama 2 (dua) bulan pada saat siswa duduk di bangku kelas XI (selesai prakerin selama dua bulan siswa kembali ke sekolah mengikuti proses belajar mengajar) dan periode kedua selama dua bulan
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.8/27 Revisi: 00

pada saat siswa duduk di bangku kelas XII. Kemudian, setelah kegiatan prakerin selesai siswa diwajibkan kembali ke sekolah untuk mengikuti proses belajar mengajar (PBM). Periode dan tahap pelaksanaan prakerin tahun pelajaran 2011/2012 di SMK Negeri 1 Sumenep dilaksanakan sebagaimana tabel 1 berikut, Tabel 1 Prakerin SMK Negeri 1 Sumenep Tahun Pelajaran 2012/2013 PERIODE/ TAHAP
TAHAP/GEL OMBANG KE 1 TAHAP/GEL OMBANG KE 2

KELAS XI Ap1, XI Ak1, XI Pm1, RPL XI Ap2, XI Apk 3, XI Ap4, XI Ak2, XI Pm2, XI TKJ2 XITkj1, XI

PELAKSANAAN
14-01-2013 s/d 16-03-2013

LAMA

TAHUN PELAJARAN

2 bulan 2012/2013

18-03-2013 s/d 18-05-2013

2 bulan

Peserta praktek kerja industri dikelompokkan menjadi 2 (dua) bagian yaitu, a. Di Dalam Wilayah Kabupaten Sumenep NO 1 2 3 4 5
KOMPETENSI KEAHLIAN

TAHAP I 36 36 30 36 31 169

TAHAP I 109 34 27 34 204

JUMLAH 145 70 57 70 31 373

Administrasi Perkantoran Akuntansi dan Perbankan Tata Niaga Teknik Komputer dan Jaringan Rekayasa Perangkat Lunak Jumlah total

b. Di Luar Wilayah Kabupaten Sumenep


Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.9/27 Revisi: 00

NO 1 2 3 4 5

KOMPETENSI KEAHLIAN

TAHAP I 1 -

TAHAP I -

JUMLAH 1 1

Administrasi Perkantoran Akuntansi dan Perbankan Tata Niaga Teknik Komputer dan Jaringan RPL Jumlah

BAB II ISI MATA PELAJARAN


Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.10/27 Revisi: 00

Peraturan pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan tersusunnya kurikulum pada tingkat satuan pendidikan dasar dan menengah dengan mengacu kepada Standar Isi dan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pada dasarnya isi mata pelajaran yang ada di Sekolah Menengah Kejuruan dalam penyelenggaraan kurikulum pendidkan SMK yang telah disusun dan disiapkan oleh BNSP meliputi 4 (empat) kemampuan normatif, kemampuan adaptif dan kemampuan produktif (Teori Kejuruan, Praktek Kejuruan dan Praktek Kejuruan Produktif atau Prakerin). Keempat kemampuan tersebut adalah sebagai berikut: A. Kemampuan Normatif 1. Agama 2. PPKn 3. Bahasa Indonesia 4. Olah Raga 5. Seni Budaya 6. Muatan Lokal B. Kemampuan Adaptif 1. Bahasa Inggris 2. Matematika 3. Fisika 4. KKPI 5. Kewirausahaan 6. IPS 7. IPA C. Teori Kejuruan 1. Dasar Kompetensi Kejuruan 2. Kompetensi Kejuruan D. Praktek Kejuruan 1. Praktek Kejuruan E. Praktek Kejuruan Produktif (Prakerin) BAB III PROFIL KEMAMPUAN TAMATAN SMK
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.11/27 Revisi: 00

Profil kemampuan tamatan SMK adalah ranah kompetensi keahlian yang mencerminkan kemampuan peserta didik setelah mengakhiri masa belajar di SMK. SMKN 1 Sumenep memiliki 4 program studi keahlian yang terdiri dari 5 kompetensi keahlian yaitu, administrasi perkantoran, akuntansi, pemasaran, teknologi komputer dan jaringan serta rekayasa perangkat lunak. Berikut kelima kompetensi keahlian dan profil kemampuan dari masing-masing program studi keahlian, A. Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian : Administrasi : Administrasi Perkantoran

Profil kemampuan tamatan kompetensi keahlian administrasi perkantoran, siswa dapat: 1. Berkomunikasi secara verbal dan tertulis 2. Bahasa komunikasi dengan pelanggan (misalnya penjualan, pemasaran, menangani hubungan dengan pelanggan) 3. membina hubungan, komunikasi profesional (misalnya keterampilan

mempengaruhi/bernegosiasi) 4. Mengetik, komputing, keterampilan teknologi informasi (misalnya word processing, spreadsheets, menangani data, email, internet) 5. Menerapkan bilangan, menghitung 6. Pengadministrasian, perencanaan dan kualitas kerja kerja 7. Menggunakan peralatan komputer/mesin ketik sesuai prosedur dan instruksi penggunaan 8. Mencatat surat masuk dan surat keluar sesuai dengan sistem buku agenda 9. Menyimpan dokumen pada odner atau filing kabinet sesuai dengan sistem yang telah ditentukan

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.12/27 Revisi: 00

B. Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian

: Keuangan : Akuntansi

Profil kemampuan tamatan kompetensi keahlian Akuntansi, siswa dapat: 1. Berkomunikasi secara verbal dan tertulis 2. Bahasa komunikasi dengan pelanggan (misalnya penjualan, pemasaran, menangani hubungan dengan pelanggan), 3. Membina hubungan, komunikasi profesional (misalnya keterampilan

mempengaruhi/bernegosiasi) 4. Mengetik, komputing, keterampilan teknologi informasi (misalnya word processing, spreadsheets, menangani data, email, internet) 5. Menerapkan bilangan, menghitung 6. Pengadministrasian, perencanaan dan kualitas kerja kerja 7. Mengelola kartu piutang 8. Mengelola kartu Aktiva tetap 9. Mengelola kartu hutang 10. Menyajikan laporan harga pokok produk 11. Menyajikan laporan keuangan 12. Menyiapkan surat surat pemberitahuan pajak 13. Mengoperasikan pengolah angka 14. Mengoperasikan aplikasi komputer a akuntansi C. Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian 1. : Tata Niaga : Pemasaran

Profil kemampuan tamatan kompetensi keahlian Pemasaran, siawa dapat: Berkomunikasi secara verbal dan tertulis
Hlm.13/27 Revisi: 00 Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

2.

Bahasa komunikasi dengan pelanggan (misalnya penjualan, pemasaran, menangani hubungan dengan pelanggan)

3.

Membina

hubungan,

komunikasi

profesional

(misalnya

keterampilan

mempengaruhi/bernegosiasi) 4. Mengetik, komputing, keterampilan teknologi informasi (misalnya word

processing, spreadsheets, menangani data, email, internet) 5. 6. Menerapkan bilangan, menghitung Pengadministrasian, perencanaan dan kualitas kerja kerja

7. Pramuniaga 8. Tenaga Pemasaran 9. Pengelola Gudang 10. Kasir/ Teller 11. Tenaga Adm. Penjl & Pembl 12. Tenaga Pembelian 13. Perantara Dagang

D. Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian siawa dapat: 1. 2.

: Teknik Komputer dan Informatika (TKI) : Teknik Komputer jaringan (TKJ)

Profil kemampuan tamatan kompetensi keahlian Teknik Komputer Jaringan (TKJ),

Berkomunikasi secara verbal dan tertulis Bahasa komunikasi dengan pelanggan (misalnya penjualan, pemasaran, menangani hubungan dengan pelanggan)

3.

Membina

hubungan,

komunikasi

profesional

(misalnya

keterampilan

mempengaruhi/bernegosiasi)

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.14/27 Revisi: 00

4.

Mengetik,

komputing,

keterampilan

teknologi

informasi

(misalnya

word

processing, spreadsheets, menangani data, email, internet) 5. 6. 7. 8. 9. Menerapkan bilangan, menghitung Pengadministrasian, perencanaan dan kualitas kerja kerja Perakitan PC Instalasi hardware Maintainance and repair

10. Membuat jaringan komputer (networking), hard ware

E. Program Studi Keahlian Kompetensi Keahlian siswa dapat:

: Teknik Komputer dan Informatika (TKI) : Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)

Profil kemampuan tamatan kompetensi keahlian Rekayasa Perangkat Lunak (RPL),

1. Berkomunikasi secara verbal dan tertulis 2. Bahasa komunikasi dengan pelanggan (misalnya penjualan, pemasaran, menangani hubungan dengan pelanggan) 3. Membina hubungan, komunikasi profesional (misalnya keterampilan

mempengaruhi/bernegosiasi) 4. Mengetik, komputing, keterampilan teknologi informasi (misalnya word

processing, spreadsheets, menangani data, email, internet) 5. Menerapkan bilangan, menghitung 6. Pengadministrasian, perencanaan dan kualitas kerja kerja 7. Perakitan PC dan Programming 8. Instalasi Software 9. Maintainance and repair 10. Membuat program aplikasi (soft ware)
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.15/27 Revisi: 00

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.16/27 Revisi: 00

BAB IV KEPANITIAAN A. Bidang Organisasi Untuk mengantisipasi kegiatan Prakerin supaya dapat terlaksana dengan baik dan lancar perlu dibentuk suatu organisasi penyelenggara Prakerin yang bertanggung jawab sepenuhnya terhadap pelaksanaan Prakerin. Sehubungan dengan hal tersebut maka perlu dibentuk kepanitiaan untuk merealisasikan pelaksanaan prakerin. Berikut beberapa langkah yang diambil dalam tugas kepanitiaan, 1. Struktur Organisasi

STRUKTUR ORGANISASI PRAKTIK KERJA INDUSTRI (PRAKERIN) SMK NEGERI 1 SUMENEP


DU/DI Penanggung Jawab Kepala Sekolah Ketua Waka Humas dan HKI Sekretaris Ketua Kompetensi Keahlian Koordinator Pelaksana Prakerin Guru Pembimbing Praktikan Bendahara Komite Sekolah

URAIAN TUGAS DAN SPESIFIKASI JABATAN PANITIA PELAKSANAAN PRAKTIK KERJA INDUSTRI TAHUN PELAJARAN 2011/2012
NO
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

SPESIFIKASI TUGAS

DESKRIPSI TUGAS
Hlm.17/27 Revisi: 00

1.

NAMA Drs.H. Moh. Taufik Rahman,MM

JABATAN
Penanggung Jawab

Memperlancar dan memotivasi pelaksanaan Praktik Kerja Industri siswa mengadakan komunikasi dalam rangka pemasyarakatan Pelaksanaan Praktik Kerja Siswa. Mengevaluasi setiap pengeluaran dan pemasukan yang berkaitan dengan anggaran kegiatan Prakerind. Bertanggung jawab secara umum atas pelaksanaan dan kelancaran Prakerin. Memberikan arahan dan kebijakan terkait lancarnya kegiatan prakerin. Mengesahkan laporan pertanggung jawaban Prakerin Membuat agenda kegiatan Prakerind. Merencanakan anggaran kegiatan Prakerind. Membentuk panitia pelaksanaan Prakerind. Mengadakan koordinasi pembagian tugas dan evaluasi pelaksanaan program Menentukan penempatan pembimbing di DU/DI Mengusahakan dan merealisasikan semua kebutuhan pelaksanaan Prakerind. Mendata jumlah DUDI dan jumlah siswa untuk menentukan pagu atau kapasitas yang ada di DUDI. Bertanggungjawab secara langsung atas kegiatan pelaksanaan dan kelancaran Prakerind. Menyiapkan dan menyelenggarakan pertemuan ( undangan, tempat/peralatan, daftar hadir, notulen rapat,berita acara rapat). Menyiapkan dan menyebarkan format questioner, rekap hasil questioner).
Hlm.18/27 Revisi: 00

2.

Drs. Ec. Aris Munandar, M.Pd.

Ketua

3.

Drs. Moh. Suhri Shaleh

Sekretaris

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Membuat dan menyimpan MOU. Membuat jadwal monitoring Menyiapkan dan mendata lembar monitoring dan evaluasi untuk pembimbing yang mau ke DU/DI. Menyiapkan Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD). Menerima dan mengevaluasi lembar monitoring dari pembimbing sekolah. Mencatat dan menindak lanjuti temuan dari pembimbing sekolah. Membuat buku catatan siswa yang bermasalah dan penempatan yang baru, nama pembimbing, DU/DI dan tanggal pelaksanaan. Menyiapkan dan Mendata laporan hasil prakerin Mendata sertifikat nilai prakerin siswa dan menjilid semua fc sertifikat peserta prakerin perkompetensi keahlian. Mendata dan mengklasifikasi semua dokumen kegiatan prakerin kedalam filing cabinet sesuai ISO 90001-2008 Membantu memperlancar setiap kegiatan Prakerin. Menyiapakan dan mencetak sertifikat nilai Menyimpan semua data (surat, dokument dll) Membuat laporan hasil kegiatan prakerin.

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.19/27 Revisi: 00

4.

Suharman,M.Pd.

Bendahara

Membantu ketua membuat anggaran prakerin Membuat edaran penggunaan tabsus kepada orang tua wali mengetahui ketua komite sekolah. Menyelesaikan tunggakan pembayaran siswa. Mencairkan uang/kas prakerin di bank mini sesuai anggaran dengan mengetahui ketua dan kepala sekolah. Mendata jumlah real seluruh siswa yang akan mengikuti prakerin (utk mengetahui jumlah pemasukan yang nyata). Merekap jumlah uang masuk dan jumlah uang yang belum masuk beserta nama siswanya. Menyelesaikan setiap pengeluaran/beaya prakerin sesuai dengan anggaran mengetahui ketua prakerin. Mencatat setiap keluar masuknya uang/kas. Membuat dan menyimpan bukti pengeluaran dan pemasukan uang/kas. Membuat laporan pertanggung jawaban keuangan/kas pada setiap akhir kegiatan. kegiatan yang berhubungan dengan keuangan. Membantu membuat anggaran setiap pos kegiatan pelaksanaan Praktik Kerja Industri Siswa. Membuat laporan tentang target dan realisasi penerimaan dan pengeluaran keuangan kegiatan Prakerin. Membantu memperlancar setiap kegiatan Prakerin.

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.20/27 Revisi: 00

5.

H. Suhartono Shaleh

Koordinator Mengadakan komunikasi lisan Penempatan atau tertulis dengan pihak DU/DI maupun di internal sekolah untuk menyamakan visi dan persepsi tentang pelaksanaan, jumlah DUDI dan data siswa yang akan praktik. Mengkoordinir jumlah siswa yang akan mengikuti prakerin di masing-masing DU/DI. Mendata penempatan siswa dengan masing-masing ketua kompetensi keahlian diwilayah kabupaten Sumenep. Mendata penempatan siswa dengan masing-masing ketua kompetensi keahlian diluar wilayah kabupaten Sumenep. Membuat data penempatan siswa. Mencatat dan membukukan data setifikat nilai yang masuk. Mensosialisasikan tata tertib peserta prakerin. Mensosialisasikan tugas pembimbing sekolah Mengevaluasi keahadiran/kegiatan dan efektifitas pembimbing untuk bahan pertimbangan pada pelaksanaan prakerin berikutnya. Akademik Menyiapkan dan menyelenggarakan upacara pelepasan Menyiapkan dan menyelenggarakan kegiatan pembekalan sebelum prakerin dimulai. Merencanakan dan menyelenggarakan pertemuan dengan orang tua wali siswa. Merencanakan dan menyelenggarakan pertemuan dengan pihak DU/DI Mengadakan pemanggilan siswa prakerin yang bermasalah Menempatkan siswa yang bermasalah Mencatat dan membukukan
Hlm.21/27 Revisi: 00

6.

1. Sujono Riyadi, S.Pd. 2. H. Didik Drajatullah, SE. 3. Fathorrasi, S.Pd 4. Taufikuurahman, ST 5. Slamet Irawan, S.Pd.

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

kejadian penting (siswa bermasalah dll) Mengawasi keahadiran/kegiatan dan efektifitas pembimbing setiap kunjungan ke DU/DI untuk bahan pertimbangan pada pelaksanaan prakerin berikutnya. Membantu memperlancar setiap kegiatan Prakerin.

7.

1. Syafiruddin, S.Pd 2. Moh. Hatip, Ama.Pd

Perlengkapa Membuat dan mencetak segala n dan data macam surat yang berkaitan Processing dengan pelaksanaan parekerin. Menyelesaikan pembuatan sertifikat pembimbing Mengetik (kertas A4) dan mencetak data penempatan siswa yang sudah dikoreksi/final. Melakukan pemrosesan data komputer yang berkaitan dengan data prakerin atau pemetaan DU/DI (nama DU/DI, alamat DU/DI, nama siswa yang praktek, pembimbing). Membantu memperlancar setiap kegiatan Prakerin. Menyiapkan surat yang akan dibawa ke DU/DI Mengarsip setiap surat masuk di lemari file prakerin (photo copynya). Mempersiapkan dan menyediakan segala sesuatu yang diperlukan siswa sebelum prakerin (agenda/jurnal, daftar hadir). Mencetak data penempatan siswa di DU/DI Melayani permintaan siswa/pembimbing untuk agenda/jurnal dan daftar hadir
Hlm.22/27 Revisi: 00

2. Maryono, S.Pd

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

siswa. Melayani setiap permintaan perlengkapan (kertas dll) yang berkaitan dengan pelaksanaan prakerin. Membantu memperlancar setiap kegiatan Prakerin.

B. Mekanisme Program Praktek Kerja Industri

Permohonan ke DU/DI

Pemetaan Peserta Prakerin ke DU/DI

Pembekalan Peserta Prakerin

Pembagian Semua Kelengkapan Prakerin

Pemberangkatan Peserta Prakerin

Pengenalan DU/DI & lingk.nya

Kegiatan Prakerin di DU/DI masing-masing

Mengisi kelengkapan data Prakerin

Pengesahan kelengkapan oleh DU/DI

Evaluasi Program

Penarikan Peserta Prakerin Dari DU/DI

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.23/27 Revisi: 00

BAB V PROSEDUR KEGIATAN PRAKERIN A. Pemetaan dan Penentuan Lokasi DU/DI dan program keahlian yang ada di DU/DI (hasil pemetaan DU/DI, lihat halaman lampiran) 1. Pencarian lokasi DU/DI dilakukan oleh POKJA, dan berdasarkan letak atau lokasi domisili siswa dengan lokasi DU/DI yang akan dijadikan tempat praktek. 2. Kinerja tugas dunia usaha/dunia industri (DU/DI) a. Sesuai dengan program keahlian masing-masing yang ada di DU/DI dengan kompetensi keahlian praktikan. b. Tercapainya LINK and MATCH c. Diupayakan adanya MOU untuk beberapa periode kedepan. B. Pembekalan 1. Sosialisasi kepada orang tua peserta prakerin meliputi penjelasan tentang pelaksanaan kegiatan peserta prakerin dengan tujuan secara langsung atau tidak langsung, orang tua siswa praktikan ikut mendukung dan mengawasi pelaksanaan prakerin. 2. Pembekalan untuk pembimbing prakerin a. Penjelasan mengenai buku panduan prakerin b. Daftar hadir peserta prakerin c. Penjelasan Jurnal kegiatan siswa d. Penjelasan pengisian buku monitoring e. Penjelasan pengisian data isian sertifikat 3. Pembekalan untuk peserta prakerin (Jadwal Terlampir) a. Persiapan berkaitan dengan administrasi dan kelengkapan kegiatan prakerin b. Pemantapan sikap c. Persiapan mental d. Materi tentang kiat dan trik agar bisa beradaptasi dengan dunia kerja (DU/DI) serta dapat mengikuti kegiatan prakerin sampai selesai dengan mudah dan berhasil C. Pemberangkatan 1. Presensi Kehadiran 80%
Hlm.24/27 Revisi: 00 Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

2. 3. 4. 5.

Menyelesaikan administrasi sekolah Menanda tangani surat pernyataan kesanggupan mengikuti prakerin Melengkapi surat tugas dan surat pengantar Siswa membawa jurnal, daftar hadir dan daftar nilai

D. Monitoring 1. Pembimbing sekolah mengisi dan membawa lembar monitoring dan evaluasi yang berisi catatan penting perkembangan peserta dan pelaksanaan prakerin. 2. Memberikan masukan penting tentang pelaksanaan prakerin dari hasil monitoring dan evaluasi. 3. Pembimbing sekolah melaksanakan tugas monitoring dan evaluasi sesuai dengan tata tertib pembimbing sekolah. 4. Pembimbing melaksanakan monitoring sebanyak 3 (tiga) kali dalam satu tahap atau gelombang kegiatan. Satu tahap atau gelombang kegiatan prakerin dilaksanakan selama 2 (dua) bulan. Kegiatan monitoring dibuktikan dengan mengisi berita acara yang ditanda tangani oleh pihak sekolah (Pembimbing) dan pihak DU/DI (instruktur DU/DI). E. Penarikan atau Penjemputan Siswa Peserta Prakerin 1. Pembimbing membawa membawa berita acara penjemputan dari sekolah. 2. Pembimbing membawa berita acara yang akan diisi bersama dengan pihak DU/DI 3. Memberikan surat ucapan terima kasih kepada pihak DU/DI. 4. Pembimbing sekolah memberikan laporan hasil kegiatan prakerin kepada panitia prakerin/pokja humas paling lambat satu minggu setelah kegiatan prakerin berakhir. F. Evaluasi Peserta prakerin dinyatakan lulus apabila: 1. 2. Menyerahkan laporan keagiatan prakerin Dinyatakan kompeten (dalam sertifikat) oleh DU/DI tempat siswa praktek. 3. Siswa yang tidak memenuhi sebagaimana poin 1 dan 2 diatas, diwajibkan mengikuti prakerin pada periode berikutnya atau mengulang pada saat pelaksanaan program periode berikutnya.
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.25/27 Revisi: 00

BAB VI PELAPORAN DAN UMPAN BALIK A. Pelaporan 1. Pelaporan kegiatan prakerin dari industri ke sekolah dilakukan secara rutin setiap bulan melalui pembimbing sekolah atau setiap saat bila ada permasalahan. 2. Monitoring dilakukan minimal 4 (empat) kali yang dilakukan pada saat mengantar, selama peserta didik prakerin setiap 1 (satu) bulan dan pada saat penjemputan. 3. Setiap selesai pelaksanaan prakerin, pihak industri memberikan penilaian kepada peserta didik dan hasilnya dikirimkan ke sekolah melalui pembimbing sekolah sebagai nilai program diklat prakerin yang selanjutnya dimasukkan sebagai nilai raport pada semester yang bersangkutan. 4. Setelah Program prakerin berakhir tim pokja prakerin melakukan rapat evaluasi tentang hasil pelaksanaan program prakerin, pengembangan program prakerin dan program prakerin berikutnya. 5. Ketua dan sekretaris pokja prakerin menyusun laporan terhadap seluruh kegiatan yang dilakukan kepada kepala sekolah B. Umpan Balik 1. Umpan balik dilakukan untuk melakukan evaluasi program prakerin yang sudah berjalan berkaitan dengan adanya temuan-temuan seperti permasalahan, kelebihan dan kekurangannya guna perbaikan program prakerin berikutnya. 2. Proses evaluasi program ini dikaji dalam pertemuan tim pokja prakerin dengan penyaji utama ketua dan sekretaris pokja prakerin.

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.26/27 Revisi: 00

BAB VII PENUTUP Demikian pedoman pelaksanaan prakerin ini dibuat untuk dijadikan acuan pada pelaksanaan kegiatan Praktek Kerja Industri (Prakerin) di SMK Negeri 1 Sumenep mulai Tahun Pelajaran 2012/2013, dan dapat pula dijadikan bahan acuan untuk SMK swasta di Kabupaten Sumenep dalam menyelenggarakan praktik kerja industri pada umumnya. Sejatinya, pelaksanaan prakerin ini dapat ditindak lanjuti untuk dilaksanakan, sehingga tidak terjadi hal-hal yang kurang baik (tidak sesuai dengan rencana) yang berkaitan dengan pelaksanaan Prakerin di DU/DI yang akan merugikan pihak Sekolah sendiri dan menimbulkan ketidak percayaan pihak DU/DI kepada Sekolah yang berimplikasi pemutusan kerja sama. Oleh karena itu, pedoman ini dibuat untuk memberikan pemahaman dan kemudahan dalam melaksanakan praktek kerja industri. Pemahaman dan kerja sama yang baik terutama dari siswa selaku praktikan, pihak sekolah dan DU/DI dapat memudahkan pelaksanaan prakerin sehingga program-program prakerin dapat berjalan denganb baik dan lancar. Guru selaku pembimbing sekolah bagi siswa yang melaksanakan praktek kerja industri mempunyai peran yang sangat penting atas berhasil tidaknya kegiatan prakerin siswa. Disatu sisi, pembimbing sekolah mempunyai kewajiban untuk melaksanakan kegiatan rutin di sekolah yaitu kegiatan proses belajar mengajar. Disisi lain, pembimbing sekolah mempunyai tugas pokok yaitu membimbing siswa yang melaksanakan praktek di DU/DI. Tugas guru pembimbing dalam memberikan bimbingan kepada siswa yang sedang melaksanakan praktik mempunyai arti dan nilai yang sama dengan tugas mengajar atau mendidik siswa di sekolah. Oleh karena itu, pemahaman dan kerja sama yang baik guru pembimbing dengan siswa yang sedang melaksanakan praktek, pihak sekolah dan Dunia Usha/Dunia Industri menjadi syarat utama berhasilnya tidaknya pelaksanaan prakerin. Demikian besar arti pemahaman tentang pelaksanaan prakerin yang menjadi salah satu Program Pendidikan Sistem Ganda (dual system), baik oleh pihak sekolah sendiri (Guru, Siswa dan pihak terkait) dengan pihak DU/DI yang akhirnya ada kepedulian dan kerja sama yang baik sehingga ada Link and Match antara sekolah yang mencetak Sumber
Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011 Hlm.27/27 Revisi: 00

Daya Manusia yang profesional sesuai dengan kompetensinya dan DU/DI yang memakai sebagai serapan tenaga kerja. Pedoman ini tentunya masih membutuhkan penyempurnaan, oleh sebab itu saran dan kritik yang bersifat membangun dari semua pihak sangat diharapkan demi sempurnanya program pelaksanaan prakerin yang akan datang. Pada dasarnya, temuantemuan di lapangan selama berlangsungnya prakerin dapat menjadi bahan masukan penting untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan prakerin pada periode berikutnya. Temuan-temuan penting tersebut dapat dijumpai di DU/DI yang dijadikan tempat praktik, di sekolah dan di lingkungan atau tempat lain yang secara langsung atau tidak langsung memungkinkan adanya gap atau kendala terhadap penyelenggaraan prakerin.

Mengetahui, Kepala Sekolah Wakasek Humas dan HKI

Sumenep, 12 Januari 2013 Wakasek Humas dan HKI

Drs.H.MOH. TAUFIK RAHMAN,MM Pembina Tk. I NIP 19660525 199203 1 012

Drs.Ec, ARIS MUNANDAR, M.Pd. NIP. 19670305 199103 1 015

Form: F/05/24 Tgl. : 11 Juli 2011

Hlm.28/27 Revisi: 00

Beri Nilai