Anda di halaman 1dari 23

DIAGNOSIS

Anamnesis riwayat penyakit Pemeriksaan fisik Laboratorium :


Peningkatan asam urat serum (>7,5 mg/dl) Meningkatnya kadar alkalin fosfatase (50%) Rheumatoid factor (-) Sedimen urin Kristal asam urat Kelainan fungsi ginjal karena adanya nefropati urat.

Diagnosis
Radiologi
tahap awal normal tahap lanjut erosi punched out dengan lesi seperti gigitan tikus (rat bite lesion) pada tepi tulang.

diagnosis
Diagnosis spesifik gout menemukan kristal urat dalam tofi. Bila tofi (-) Untuk menegakkan diagnosis:
Riwayat inflamasi klasik artritis monoartikuler khusus pada sendi MTP-1 Diikuti oleh stadium interkritikal bebas gejala Resolusi sinovitis yang cepat dengan pengobatan kolkisin

Hiperurikemia

PENATALAKSANAAN
Tujuan terapi : Menghilangkan rasa nyari, Mencegah serangan baru, Mencegah terbentuknya tofi, batu ginjal maupun kerusakan sendi. Secara umum penanganan berupa: Terapi non farmakologik Terapi farmakologik.

Non farmakologik
Edukasi pada pasien, Pengaturan diet, dan Istirahat sendi. Modifikasi gaya hidup dan Diet rendah purin

Kandungan purin pada makanan:


Tinggi purin : Kadar purin 150-1000 mg /100gr (Gol A) Sedang : Kadar purin 100-150 mg /100gr (Gol B)

Rendah purin: Kadar purin <100mg/100gr (Gol C)

Makanan yang Mengandung Purin Tinggi


Makanan dan minuman yang mengandung alkohol, arak, bir, anggur, tape ketan, tape singkong, tuak, dan makanan beragi. Remis, udang, kerang, kepiting, lobster. Makanan yang diawetkan (kornet, sardin) Jeroan (otak, lidah, paru, hati, babat, usus) Kaldu daging (sop kental) Buah-buahan (durian, alpukat)

Sedang

Rendah

Ikan air Margarin, laut/tawar keju, susu Daging sapi, dan hasil ayam, kambing olahannya. Kacang Hasil kacangan olahan kering, kacang kacangmete, emping, kacangan Kembang kol, (oncom, brokoli, tempe, bayam, tahu) asparagus, kangkung Buah (nanas)

non farmakologik
Anjuran cara makan: Konsumsi makanan rendah purin dalam jumlah besar akan memberikan timbunan purin lebih besar daripada konsumsi makanan tinggi purin dalam jumlah sedikit/kecil. Menurunkan BB Hindari alkohol Serangan akut istirahatkan sendi, kompres dingin

Farmakologis
Fase Akut 1. Colchicine 12-24 jam pertama serangan
Dosis 0,5-1 mg/ 1-2 jam sampai nyeri hilang Dosis maks. 6mg/hr Dilanjutkan 1x0,5mg/hr sampai 2-4 minggu.

..fase akut 2. NSAID Obat pilihan, onset cepat


Indometasin, dosis 25-100mg/hr selama 1 minggu Diclofenac sodium 3x50mg selama 7 hari Nimesulide 3x100mg selama 5 hari. Long acting : Tenoxicam dosis awal 40mg dilanjutkan 20mg selama 5hr, Celecoxib 2x200 mg selama 7 hari.

fase akut
3. Jika Kontraindikasi NSAIDs
Gout monoartikular :

Triamcinolon hexacetonide 10-40 mg tergantung ukuran sendi intra artikular atau IM saja.
Gout poliartikular : Metil prednisolon 40mg/hari iv, dosis diturunkan selama 7 hari Prednison 40-60mg/hr po, dosis diturunkan selama 7 hari.

fase akut
4. Natrium bikarbonat diberikan untuk menaikkan pH.
!!! PENTING: Sebelum pemberian kortikosteroid aspirasi sendi dan pewarnaan Gram & kultur dari cairan sinovial mencegah septik artritis Tidak memberikan uric acid lowering agent pada saat serangan akut karena merangsang penguraian kristal asam urat dan menambah proses peradangan menjadi semakin luas dan berat

Fase Interkritikal Tujuan :


Meminimalkan penimbunan asam urat dalam jaringan yang menyebabkan artritis gout kronis Menurunkan frekuensi dan beratnya serangan akut berikutnya.

fase Interkritikal

Terapi yang dilakukan:


1. Colchisine
Indikasi : a. Mencegah serangan akut Dosis profilaksis 0,6mg 1-2 kali/hari. Pasien insufisiensi renal moderat hanya sekali sehari mencegah neuromiopati perifer b. Digunakan pada awal obat urikosurik atau allopurinol diberikan menekan terjadinya serangan akibat perubahan kadar asam urat serum.

fase Interkritikal
2. Menurunkan kadar asam urat

Indikasi :
Artritis gout akut yang sering dan tidak dapat dikontrol dengan pengobatan profilaksis dengan colchicine Deposit tofi Kerusakan ginjal.

fase Interkritikal
2 Jenis obat menurunkan kadar asam urat yaitu : A. Obat urikosurik B. Allopurinol. Pemilihan obat tergantung pada hasil pengukuran kadar asam urat pada pemeriksaan urin 24 jam. Bila <800mg/dl terjadi undersecretion asam urat obat urikosurik Bila >800mg/dl produksi asam urat berlebihan allopurinol.

A.Obat Urikosurik
Menghambat reabsorbsi asam urat pada tubular mengurangi asam urat Mencegah pembentukan tofi baru Menurunkan ukuran tofi yang sudah ada. Indikasi bila terjadi peningkatan frekuensi dan beratnya serangan gout akut

Obat-obatan urikosurik : Probenesid, 0,5gr/hari, dengan penaikkan gradual 1-2 gr/hari Sulfinpirazon, 2 x 50-100mg/hari dengan penaikan gradual 200-400 mg 2 kali/hari
PENTING Saat pemberian obat urikosurik harus mengatur keluaran urin 2000ml atau lebih meminimalisir pengendapan asam urat pada saluran kemih. Dapat dicegah dengan penambahan alkalinizing agent spt potassium sitrat 30-80 mEq/hari pH urin diatas 6,0

B. Allopurinol
Menurunkan kadar urat plasma dan kadar asam urat urin serta mobilisasi tofi. Obat ini digunakan pada: Over produksi asam urat, Tophaceus gout, Unresponsive pada regimen urikosurik Pasien gout dengan batu asam urat pada ginjal

allopurinol
Pada fase inisial 100mg/hari selama 1 minggu setelah fase akut lewat 2 minggu, dosis ditingkatkan bila kadar asam urat serum masih tinggi.

Penaikan dosis dilakukan secara bertahap 50100mg/2 minggu dengan dosis maksimal 600mg/hari. Kadar asam urat normal biasanya didapatkan dengan pemberian dosis harian 200-300mg.

allopurinol
Creatinin clearance 60ml/menit dosis maksimal 200mg/hari, Creatinin clearance 30ml/hari maka dosis maksimalnya adalah 100mg/hari, Creatinin clearance 10 ml/menit maka dosis maksimalnya 100mg/2-3 hari.

Fase Kronik
Dengan pengobatan teratur, allopurinol mengecilkan tofi menghilangkan tofi Resorbsi tofi memerlukan pengaturan kadar asam urat selalu di bawah 5 mg/dl. Bila tofi berukuran besar maka perlu dilakukan tindakan pembedahan.

PROGNOSIS
Tanpa terapi serangan akut menetap beberapa hari sampai beberapa minggu. Interval serangan akut bervariasi Periode asimtomatik sering bertambah pendek jika penyakit bertambah berat.

Artritis gout kronik setelah serangan gout akut berulang & terapi inadekuat.
Semakin muda onset gout semakin besar pula perkembangan penyakit lebih progresif. Artropati destruktif jarang terjadi pada pasien dengan serangan pertama setelah usia 50 tahun.