Anda di halaman 1dari 25

APEL MANALAGI BUAT CAK MALANGI 3 APEL MANALAGI BUAT CAK MALANGI 3 APEL MANALAGI BUAT CAK MALANGI

3 APEL MANALAGI BUAT CAK MALANGI 3







Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsy Al Jawy Al Indonesy





[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

MENGINGAT MENGINGAT MENGINGAT MENGINGAT
KEBUSUKAN KEBUSUKAN KEBUSUKAN KEBUSUKAN
APEL MANALAGI
KESEMBRONOAN ABDUL G
DALAM KASUS SYAIKH S

Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsy Al Jawy

MENGINGAT MENGINGAT MENGINGAT MENGINGAT KEMBALI KEMBALI KEMBALI KEMBALI
KEBUSUKAN KEBUSUKAN KEBUSUKAN KEBUSUKAN ABDUL ABDUL ABDUL ABDUL GHOFUR GHOFUR GHOFUR GHOFUR AL AL AL AL MALANGI MALANGI MALANGI MALANGI
(3) (3) (3) (3)


MANALAGI BUAT CAK MALANGI (SE
KESEMBRONOAN ABDUL GHOFUR AL MALANGIY
DALAM KASUS SYAIKH SALIM AL HILALIY
Ditulis oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman Al Qudsy Al Jawy
Al Indonesy
-semoga Alloh memaafkannya-

Darul Hadits Dammaj
Yaman
-Semoga Alloh menjaganya-
w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

2

MALANGI MALANGI MALANGI MALANGI
BUAT CAK MALANGI (SERI 3
HOFUR AL MALANGIY
ALIM AL HILALIY



w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

3

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]



;-=,- Q-=,- ;~-
KATA PENGANTAR SERI TIGA

--=' - -+- ` ' ` --=- --= ',- +'' _'- ,'= ' '- '- _'= --=- ' '- '- - :
Ini adalah risalah ketiga dari rangkaian jawaban ana buat tulisan Hampir-hampir Mereka
Jantan karya Abdul Ghofur Al Malangiy yang isinya kritikan, tapi juga caci-makian,
tuduhan palsu, kedustaan, dan kengawuran terhadap Asy Syaikh Al Ghoyur Yahya bin Ali
Al Hajuriy dan seluruh Salafiyyin Dammaj juga yang bersama mereka -hafizhohumulloh-.
Sebagaimana telah ana sebutkan pada seri sebelumnya bahwasanya perkara-perkara yang
terbukti bahwasanya kesalahan itu memang ada pada kami, kami dengan jujur
mengakuinya dan mengumumkannya. Kami tahu bahwasanya ini merupakan kewajiban
kami (dan kewajiban setiap orang yang paham kesalahannya). Maka untuk apa
menyombongkan diri di muka bumi sementara ubun-ubun kami ada di tangan Alloh?
Adapun Cak Dul perbuatannya benar-benar membuktikan bahwasanya dia ingin
menjadikan para pembaca menjadi saksi akan kesombongannya untuk mengakui
kesalahannya yang telah nyata terbongkar pada jawaban ana pada seri satu dan dua.
Langkah lembut yang ana tempuh pada seri pertama ternyata tidak bisa melunakkan
hatinya. Demikian pula tahap berikutnya pada seri dua yang tetap saja lebih lembut
daripada tulisan Cak Dul, tetap saja tidak bisa menggerakkan hatinya yang tampak
membatu. Ana beriman pada firman Alloh taala:
Q-

-- )

-'

- -

' ~- Q

- ) - Q

~ -- =

- )- V 4

] ~-- / 56 [
Sesungguhnya engkau tidak bisa memberikan petunjuk kepada orang yang engkau
cintai, akan tetapi Alloh itulah yang memberi petunjuk kepada orang yang
dikehendaki-Nya, dan Dia itu lebih tahu tentang orang-orang yang mengikuti
petunjuk. (QS. Al Qoshshosh: 56).
Di dalam tulisan Cak Dul Hampir-hampir secara bertubi-tubi dia menyerang
Salafiyyin Dammaj melalui kasus Asy Syaikh Salim bin Id Al Hilaliy -hafizhohulloh-. Inti
kasus yang dituduhkannya adalah:
1- Masa lalu Asy Syaikh Salim bin Id Al Hilaliy -hafizhohulloh- yang sering dakwah
bersama Sururiyyin dan Turotsiyyin.
2- Pencurian karya Yusuf Al Qordhowiy kitab Ash Shobr
3- Penyalahgunaan dana dari Ihyaut Turots
Maka risalah ana ini akan membahasnya satu-persatu, -semoga Alloh memberikan taufiq-
Nya-. Cak Dul silakan bersiap-siap.



w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

4

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

BAB SATU: MASALAH KEBERSAMAAN ASY SYAIKH SALIM AL
HILALIY -HAFIZHOHULLOH- DENGAN SURURIYYIN DAN
TUROTSIYYIN

Cak Dul berkata: Telah sama kita ketahui betapa besar peran Salim Al Hilaly dalam
mencabik-cabik dakwah Salafiyyah di Indonesia bersama Irsyadiyyun dan Sururiyyun (dan
bukan hanya Indonesia!) bahkan bertahun-tahun malang melintang di berbagai penjuru
dunia dengan peran besarnya sebagai gembong besar beking Hizbiyyun Ihyaut Turats
yang mendunia bersama Ali Hasan Al Halaby dkk. atau yang lebih dikenal sebagai
Masyayikh Urdun.
Masih tersimpan rekam jejak kejahatannya ketika dia memuji gembong Irsyadiyyun
Demokrathiyyun Chalid Bawazir sebagai si Tangan Putih. (hal. 46).

Abu Fairuz -waffaqohullohu- berkomentar:
Komentar pertama: Pada asalnya ana sangat menghormati dan mencintai Al Imam Al
Albaniy -rohimahullohu- (sejak mulai mengenal beliau sampai sekarang) dan seluruh murid
beliau. Dari berbagai kitab yang dikarang oleh para murid beliau dan juga semangat para
ustadz untuk menerjemahkan dan mengajarkan kitab-kitab mereka tampaklah bagi ana
bahwasanya para murid Al Imam Al Albaniy adalah ulama Salafiyyun.
Komentar kedua: pada saat sengitnya pertempuran kita dengan Sururiyyun-Quthbiyyin-
Turotsiyyin di Indonesia ana amat ingin para ulama Ahlussunnah itu bahu-membahu
memerangi mereka, membantu sebagian kecil ulama yang menegakkan kewajiban ini
(melawan Sururiyyin). Tapi pada saat itu ana dapati kenyataan yang menyedihkan: hanya
sebagian kecil ulama yang menegakkan jihad ini, sebagiannya diam, dan justru
sebagiannya malah berbaik sangka terhadap para hizbiyyun itu, dan membela mereka
serta memenuhi undangan mereka. Akibatnya para hizbiyyun benar-benar memanfaatkan
keadaan ini untuk menyerang Ahlussunnah. Di antara syubuhat mereka adalah:
Kami ini adalah Salafiyyun. Buktinya para masyayikh bersama kami!
Kita tunggu ulama kibar! (berhubung yang menyerang mereka cuma Asy Syaikh Robi
Al Madkholiy dan beberapa masyayikh saja, sementara para masyayikh Sunnah yang saat
itu bersama hizbiyyin karena tertipu oleh mereka- tidaklah sedikit).
Kalau memang kami itu salah, niscaya para masyayikh tadi tidak diam terhadap
kami
(Catatan: pola syubuhat semacam ternyata dipakai juga oleh Mariyyin yang terus-menerus
dibela oleh Nyak Dul Ghofur).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

5

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Ini semua adalah syubuhat Sururiyyin-Quthbiyyin-Turotsiyyin yang juga diwarisi oleh
Mariyyun. Kamu paham wahai Katak dalam tempurung!?
Jangan kamu jadikan kasus Sururiyyun-Quthbiyyin-Turotsiyyin cuma sebagai senjata untuk
menyerang orang-orang yang kamu benci. Kamu juga hendaknya mengambil pelajaran
agar tidak terjatuh ke dalam jurang tersebut. Tapi kenyataannya si katak Malang ini
memang tidak puas sembunyi dalam tempurung di kebun apel Malang, ternyata malah
jalan-jalan dengan sepatu merah jambunya sehingga terpeleset dan nyemplung di jurang
sehingga wajahnya harus di Face-off. Akhirnya menjadi kodok berkepala keledai yang
telinganya ditusuk bunga mawar.
Komentar ketiga: Termasuk para masyayikh tipe tadi pada waktu itu adalah Asy
Syaikh Salim bin Id Al Hilaliy, Mashur Hasan Alu Salman, dan Ali Hasan Abdil Hamid Al
Halabiy. Pada waktu itu ana meskipun sedih- berusaha untuk tetap menempuh jalan yang
disyariatkan oleh Alloh taala dan Rosul-Nya -shollallohu alaihi wasallam- dan Salafush
Sholih: BAIK SANGKA PADA ULAMA YANG PADA ASALNYA BERADA DI ATAS AS
SUNNAH. Mengapa? Karena para hizbiyyun memang pandai dan sengaja- bersandiwara
di hadapan ulama Ahlussunnah untuk mengambil hati mereka.
Syaikhuna Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh- berkata:
,,=' ` --= -= _'= _,'-- --' -, - -,= -''=-' ,-=' '--=` '--'` .
Para hizbiyyun sekarang gemar mengunjungi masyayikhus Sunnah, dalam bentuk duduk-
duduk dengan mereka, hadir di sisi mereka, mengerumuni dan mengerubungi mereka.
(Zajrul Awi/hal. 12/Asy Syaikh Al Amudiy).
Asy Syaikh Shofiyur Rohman bin Ahmad -rohimahullohu- menyebutkan kesamaan firqotut
Tabligh dengan Qodiyaniyyah:
'-' ,--`` '=-- '-,+= _'= `-=` '--=` ',--` -'-' _' '=' '=- '--=` ,--'
+--= _' +--- _' .
Kedua firqoh ini mencurahkan kesungguhan mereka untuk menarik dan menjaring serta
mendekat ke para penguasa, orang-orang terpandang dan para pejabat agar bisa menarik
mereka ke dalam kelompok mereka (Al Qoulul Baligh/Asy Syaikh Hamud At
Tuwaijiriy/hal. 21).
Ini pula yang dilakukan oleh Mariyyun terhadap para masyayikh di Yaman maupun di
Saudi.
Ana berbaik sangka bahwasanya para masyayikh Yordan tadi pada waktu itu hanyalah
tertipu oleh kamuflase para hizbiyyun tadi.
Cak Dul Si Katak Dalam Tempurung coba-coba bergaya menyebut-nyebut nama Al Imam
Muqbil Al Wadiiy -rohimahullohu- untuk menghantam Asy Syaikh Salim Al Hilaliy -
hafizhohulloh-. Seberapa kitab Al Imam Al Wadiiy yang telah ditelaah si katak dalam
tempurung itu? Tahukah si Dul Apa hukum beliau terhadap para ulama yang tertipu?


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

6

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Al Imam Al Wadiiy -rohimahullohu- ditanya:
. - ---, _' - '='-=' - ,-' ` ,, +-= - -, +-- `
Apakah orang orang yang menisbatkan diri kepada jamaah-jamaah ini dari kalangan
orang-orang yang tidak tahu keadaan mereka sedikitpun berarti dia itu termasuk dari
kelompok mereka ataukah tidak?
Maka beliau menjawab:
-' ----, +,' - -- ,-' ` , +-=

'-,- ,+ _'= -,- ' - _'-, ' - '='-=' =---- ` ,=,


----, '+,' --'- ,'= ==' -= ,'= ---, = - . ) '= -` / 2 / 34 / '`` .(
Orang yang menisbatkan diri kepada mereka padahal tujuannya adalah untuk menolong
agama, dan dia itu tidak tahu keadaan mereka sedikitpun, maka dia itu berdasarkan
niatnya. Tapi setelah sampai kepadanya bahwasanya jamaah-jamaah tadi adalah
mubtadiah dan tidak boleh baginya untuk menisbatkan diri kepada mereka maka telah
tegak hujjah terhadapnya dan wajib baginya untuk menjauh dari yang demikian ini.
(Ghorotul Asyrithoh/2/hal. 34).

Komentar keempat: Ketika kitab-kitab yang membahas kebatilan Sururiyyin-Quthbiyyin-
Turotsiyyin makin banyak ditulis dan disebarkan, dan umat makin banyak yang sadar
kecuali yang telat mikir dsb- ternyata kita dapati Asy Syaikh Salim bin Id Al Hilaliy, Mashur
Hasan Alu Salman, dan Ali Hasan Abdil Hamid Al Halabiy masih ikut acara-acara mereka
dan menghadiri undangan-undangan mereka. Maka kamipun mulai berubah pandangan
terhadap ketiga orang tadi, dan penghormatan kamipun terhadap mereka tidaklah seperti
semula. Ana malas untuk mempelajari buku-buku mereka ataupun menukil kitab-kitab
mereka.
Begitu pula gaya Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Al Wushobiy saat ini. Sudah
jelas bahwasanya Ikhwanul Muslimin itu hizbiyyun, demikian pula Hasaniyyun, dan juga
hizbul Ishlah. Tapi tetap saja dia rajin menghadiri undangan mereka dengan alasan
mendakwahi mereka agar tidak makin jauh-, makan-makan bersama mereka meskipun
mereka mensyaratkan pada dirinya untuk tidak berbicara tentang kelompok-kelompok tadi
saat ceramah. Bayangkan: bukan saja di masjid-masjid Mariyyin yang Cak Dul buta (atau
membutakan diri sampai ada komando dari atasan untuk berobat) terhadap hizbiyyah
mereka, bahkan kelompok-kelompok yang para Salafiyyun telah sepakat atas
kehizbiyyahan mereka pun rajin juga dikunjungi oleh Muhammad bin Abdil Wahhab Al
Wushobiy.
Gimana Cak Dul? Tulisan-tulisan tentang Al Wushobiy sudah kami sebar banyak sekali.
Juga ada di Aloloom As Salafiyyah yang kamu cari-cari kekurangannya. Kenapa kamu
teriaki mereka, tapi kamu bungkam terhadap yang ini? Mana keadilan yang kalian gembar-


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

7

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

gemborkan? Mana kejantanan yang kamu suarakan? Pakai saja kaos kebanggaanmu:
SAIF-SAIF DZULWAJHAIN (hal. 45).
Jika benar-benar kamu tidak tahu kejadian tersebut (padahal kasus itu terulang lebih dari
tigapuluh kali) maka dengan jantan pakailah kaos Dagadu kamu: Katak Dalam
Tempurung. Silakan rujuk kembali data-data yang amat menjengkelkan dalam kasus itu di
dalam malzamah: Adhror Nuzulisy Syaikh Muhammad Al Wushobiy fi Masajidil Hizbiyyin
karya mustafid Abu Zaid Muafa Al Hudaidiy. Sekarang telah dicetak oleh Maktabah Al
Falah menjadi kitab dengan judul yang sama.
Kalau Abdul Ghofur Al Malangiy tidak cukup jantan untuk mengakui Gap-Fornya (gagap
informasinya) atau takut mengakui ketidakadilannya, maka untuk apa menggambar PDL
dan sepatu perempuan? Pakai sendiri saja sepatu female-mu tadi, gantung saja PDL di
lehermu, kibarkan bendera: Biarlah hamba menjadi seorang yang penakut (pinjam
pengakuan si Dul di hal. 45).
Komentar kelima: Ketika terbongkarnya hizbiyyah Abul Hasan Al Mishriy, berbagai tahdzir
dan bayan disebarkan oleh Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -hafizhohulloh- beserta masyayikh
Darul Hadits Dammaj, dan akhirnya didukung oleh para ulama yang lain sampai terbuka
mata umat bahwasanya Abul Hasan bersama Jamiyyatul Birr itu hizbiyyun, ternyata Ali
Hasan Al Halabiy gigih membela Abul Hasan sampai sekarang-. Sementara Asy Syaikh
Salim Al Hilaliy tidak ketahuan suaranya. Kadar kebatilan memang bertingkat-tingkat, tapi
tetap saja para masyayikh Yordan tadi luntur pamornya di mata kami selama mereka tidak
mengumumkan baro terhadap para hizbiyyun di atas.
Komentar keenam: Pada awal-awal tahun 1430 H Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -
hafizhohulloh- ditanya tentang para masyayikh Yordan tadi, maka beliaupun mengkritik
mereka. Ternyata suara beliau langsung menyebar ke mana-mana. Pada tanggal 13 atau
14 Robiul Awwal 1430 H sampailah ke Dammaj surat dari Asy Syaikh Salim Al
Hilaliy (yang telah diterjemahkan) sebagai berikut:
- -=' ,='
--=' - -= `-' _'= ,-- --= ' -=- - .
Dari Salim bin Ied Al Hilaaly.
Untuk saudaranya fillah Syaikh Yahya Al Hajury semoga Allah memberikan kepadanya
taufiq dalam segala kebaikan dan menjaganya dari setiap kejelekan dan kejahatan dan
juga untuk saudara-saudaranya para masyayikh dawah salafiyyah di negri Yaman yang
bahagia semoga Allah membahagiakan mereka dengan kebaikan dan menjaga mereka dari
kemungkaran.
-' -= ,'= `-'
Kemudian daripada itu:


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

8

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Setelah bertanya tentang keadaan dan kabar Anda, aku berharap kepada Allah subhanahu
wataala agar Anda dalam keadaan kebaikan dan keselamatan baik agama maupun dunia
serta keluarga dan juga saudara-saudara Anda para masyayikh dan semua murid-murid
Anda.
Saudaraku yang mulia, sesungguhnya menjaga hubungan di antara kita termasuk
sebab terbesar dalam menjelaskan kebanyakan permasalahan yang terkadang tercampur
di dalamnya penukilan, tergoncang di dalamnya ucapan, serta dikacaukan oleh orang-
orang yang memiliki tujuan yang dalam hati mereka ada hasrat-hasrat.
Hal ini dengan karunia Allah kepada kita termasuk perkara yang paling jelas sebagai dalil
dan penguat, yang mana barangkali Anda ingat saat aku kirim surat kepada Syaikh Muqbil:
meminta musyawarah pada beliau tentang pembangunan markiz Al Imam Al Albani : dan
Andalah -semoga Allah membalas Anda dengan kebaikan- yang menyampaikan jawaban
beliau dan sikap beliau saat kita bertemu di Inggris dalam pertemuan yang bersifat
persaudaraan itu.
Saudaraku yang tercinta, -semoga Allah memuliakannya dengan ketaatan dan
menolongnya dengan sunnah-, sesungguhnya aku dengan karunia Allah dan taufiq-Nya
masih terus -dan juga sebelum itu- dengan idzin Allah mencintai dawah salafiyyah,
menyeru kepadanya, kokoh di atasnya sebagaimana yang telah kami pelajari dari para
Masyayikh kami Syaikh Albani Syaikh ibnu Baaz, Syaikh Al Utsaimin, Syaikh
Muqbil rohimahumulloh jamian saling menolong dengan salafiyyin di setiap tempat dan
waktu, kami berlepas diri kepada Allah dari ahlil bidah, hizbiyyun dan orang-orang
yang menempuh jalan mereka.
Maka untuk itu sikapku terhadap pergerakan hizbiyyah dan yang bercabang atasnya atau
darinya telah diketahui sebagaimana dalam kitabku Al Jamaat Al Islamiyyah Al Muashiroh
fi Dhoil Kitab was Sunnah bi Fahmi As Salafish Sholih yang aku tulis sejak tiga puluh
tahun yang lalu.
Adapun mereka para dai-dai yang awal mulanya -yang nampak bagi kita- di atas rel
keumuman bersama salafiyyin kemudian berbalik haluan dari salafiyyah dan para
masyayikh kami dengan kasar seperti Arur[1], Al Magrowi[2], dan Al Maribi[3], maka
aku bukanlah dari mereka sedikitpun, tidak di waktu sekarang dan tidak pula di waktu
mendatang sampai mereka kembali ke dawah yang berkah ini dan meninggalkan
ahlal bidah, yang mana mereka memujinya dan kembali dari ucapan-ucapan yang
menyelisihi dasar-dasar dawah salafiyyah dan yang mengokohkannya.
Dan juga yang mengikuti mereka, dari kalangan berbagai Jamiyyat (Yayasan) di
Kuwait, di Emirat, di Yaman yang zhohirnya salafiyyah tapi batinnya hizbiyyah
yang patut dibenci. Adapun Muhammad Hassan[4] dan Al Huwaini[5] serta anak
buahnya dari orang-orang Mesir sungguh telah aku jelaskan keadaan mereka di


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

9

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

sebagian kitab-kitabku dan di berbagai macam pelajaran-pelajaranku maka mereka
bukanlah salafiyyin sejak awal bahkan mereka Quthbiyyun hingga akarnya.
Dan adapun siapa yang memuji mereka di negri kami, merekomendasinya,
memberikan berbagai udzur untuk mereka, maka mereka tidak ada hubungan
denganku sejak dua tahun yang lalu baik dekat maupun jauh.
Adapun permasalahan pemilu, itu menurutku rancangan iblis yang dipergunakan oleh
pedagang-pedagang dawah sebagai batu loncatan, dan aku tidak mendukungnya baik
pangkal atau kulit arinya, dan telah aku jelaskan hal itu dengan rinci dan asal muasalnya
dan dalam kitabku Manahij Al Harokat Al Islamiyyah Al Muashiroh Fi Taghyir Ardh wa
Naqd.
Dan meskipun sedikitnya hubungan di antara kita, akan tetapi kami senantiasa
menyebutmu dengan baik dan kami menganjurkan Thullab setiap kami diminta
pendapat- untuk berhubungan dengan Darul Hadits di Dammaj. Markiz ini telah
dianggap sejak zaman Syaikh Muqbil : termasuk dari tempat-tempat Salafiyyah yang
benar di alam ini, dan aku berharap untuk tetap seperti itu.
Barangkali risalah ini bisa sebagai pembuka kebaikan untuk saling menolong sesama kita
dalam kebaikan dan taqwa dan untuk saling nasehat menasehati di dalam kebenaran dan
kesabaran, saling menyayangi, bertukar pendapat dalam perkara yang membantu kita
semuanya untuk istiqomah di atas manhaj salafy yang benar, dan aku mengharap Anda
dan juga para masyayikh di Negri Yaman yang bahagia untuk mendapatkan setiap
kebaikan dan Taufiq.
Aku memohon kepada Allah subhanahu wataala untuk menyatukan kalimat kita di atas
kitab-Nya dan Sunnah Nabi-Nya dan di atas pemahaman Shohabat yang mulia
menyatukan lagi keretakan kita, mengkokohkan persatuan kita, menolong dawah kita,
memberkahi perjuangan kita dan menjaga kita dan kalian dari kejahatan orang-orang kafir,
ahlul ahwa dan bidah serta tidak menjadikan untuk mereka jalan untuk menyerang kita.
- ' =' ,'='-'
Saudaramu yang mencintai
Abu Usamah Al Hilaly
12/Robiul Awwal/1430

Komentar ketujuh: surat di atas cukup untuk menunjukkan pernyataan rujuk beliau
dari kesalahan-kesalahan di masa lalu.
Adapun jika perkataan si Dul: Asal dia datang ke Darul Hadits Dammaj, menyatakan sikap
idemnya, mengeluarkan pujiannya, tak perlu lagi bagi dirinya untuk mengikuti syarat-syarat
taubat yang sedemikian ketat sebagaimana syarat yang diajukan kepada dai lokal Jafar
Umar Thalib (hal. 48).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

10

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Terkesan bahwasanya Syaikh Salim -hafizhahulloh- cukup datang ke Darul Hadits Dammaj,
menyatakan sikap idemnya, mengeluarkan pujiannya, tak perlu lagi bagi dirinya untuk
mengikuti syarat-syarat taubat.
Jika benar inilah yang dimaksudkan oleh si Dul, maka tentunya si Dul salah besar.
Pernyataan rujuknya dari kesalahan di masa silam itu dikeluarkan kepada kami sekian
bulan sebelum beliau datang ke sini. Rentang waktu di antara dua kejadian ini cukup untuk
menilai apakah tokoh tadi konsekuen dengan pernyataan rujuknya ataukah tidak. Kan tidak
harus setahun, Dul untuk membuktikan kejujuran rujuk itu.
Ibnu Hajar -semoga Alloh merohmatinya- berkata,Adapun hukum yang kedua
yaitu kapankah jelasnya tobat pelaku maksiat?- maka para ulama itu berselisih pendapat
juga. Ada yang berkata,dilihat kebersihannya selama setahun. Ada yang berkata,Enam
bulan. Ada yang bilang,Limapuluh hari sebagaimana dalam kisah Kaab -bin Malik-. Ada
yang bilang,Tiada batasan yang tertentu. Akan tetapi dia itu berdasarkan dengan ada
faktor penyerta yang menunjukkan kejujuran pengakuan tobatnya. Akan tetapi yang
demikian itu tidak cukup satu jam atau satu hari saja. Dan juga yang demikian itu
berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kriminalitas dan pelakunya. Ad Dawudy
membantah orang yang membatasinya dengan lima puluh hari karena mengambil kisah
Kab. Beliau berkata,Nabi -shollallohu alaihi wasallam- tidak membatasinya dengan lima
puluh hari. Namun beliau menunda berbicara dengan mereka sampai Alloh
mengidzinkannya. Yaitu: Kisah itu merupakan kejadian khusus, maka tidak bisa dipakai
untuk dalil umum.
An Nawawy berkata,Adapun mubtadi dan orang yang membikin suatu dosa besar dan dia
belum bertobat darinya, maka dia itu jangan disalami, dan jangan dijawab salamnya,
sebagaimana pendapat sekelompok ulama. Al Bukhory mendukung pendapat tadi dengan
dalil kisah Kab bin Malik.
Pembatasan pendapat tadi dengan ucapan beliau bagi orang yang belum bertobat itu
bagus. Akan tetapi pendalilannya dengan kisah Kab perlu diteliti lagi, karena Kab telah
menyesali perbuatannya dan bertobat. Namun Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-
menunda berbicara dengannya sampai Alloh menerima[6] tobatnya. Maka kasusnya adalah
bahwasanya dia itu tidak diajak bicara sampai tobatnya itu diterima[7].
Bisa kita menjawab: bahwasanya mungkin saja kita mengetahui penerimaan tobat di dalam
kisah Kab. Adapun bagi orang-orang setelah Kab, maka cukuplah dengan
penampakan alamat penyesalan, berhenti dari kejahatannya, dan adanya tanda
kejujuran tobatnya.
(selesai penukilan dari Fathul Bari/17/hal. 485).
Apalagi, Dul, ternyata surat Asy Syaikh Salim Al Hilaliy tadi juga berisi berita bahwasanya
beliau telah lama baro dari para penjahat yang dulu bersamanya, dan bahwasanya beliau


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

11

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

telah menebarkan tulisan-tulisan yang berisi penjelasan kebatilan mereka dan kemudian
mentahdzir umat terhadap mereka. Jika Cak Dul tak percaya silakan banyak-banyak
chatting menelaah tulisan-tulisan tadi, jangan jadi katak dalam tempurung.
Sekian bulan kemudian (tanggal 23-25 Jumadits Tsany 1430), datanglah Asy Syaikh Salim
Al Hilaliy -hafizhohulloh- ke Dammaj, dan ucapannya tidak melemah, tapi bahkan
bertambah mantap. Bukan sekedar tahdzir terhadap Jamiyyah Ihyaut Turots saja, tapi
mentahdzir seluruh jamiyyat, dan bahwasanya semuanya adalah hizbiyyah. Saat ditanya:
'- '= ',-=' '-'=-
Bagaimana keadaan jamiyyah-jamiyyah secara mutlak?
Maka beliau menjawab:
'- ',-=' - -- '+, --- _'= --- '-' ' ',-- _' =-' '- -, ,-= ` =--
- '+-,- -, = ,=' '+- ,=- '--- = ,=' ` '+',- '+''-- '+'=-- , '+, ',-='' '+'
=-- ` - = .,' '- --= -- --= -'= = -- --= - ',-='
Adapun Jamiyyah maka yang aku tahu berdasarkan kenyataannya, walaupun didirikan
pada mulanya atas dasar tolong-menolong, namun dalam perjalannya menuju hizbiyyah.
Aku tidak melihat sebuah jamiyyah pun kecuali dia itu hizbiyyah. Walaupun tampak pada
awalnya jauh dari hizbiyyah atau dia telah berusaha untuk menyelamatkan diri dari
hizbiyyah, namun taring-taring hizbiyyah telah mencengkramnya. Maka semua jamiyyah
adalah hizbiyyah, kecuali yang Alloh rahmati dan itu sangat sedikit. Ini sebatas
pengetahuanku dan ilmuku serta pendalamanku tentang jamiyyah-jamiyyah tersebut.
Lalu beliau ditanya:
_,-' ,' ,'- '`+' -- -' : ` ,- ,-= ` ,= ` - = .,' '- '- ,---
-' - '-`--` = ,= .
Syaikh yang mulia, Salim Al Hilaly Semoga Alloh meluruskan Anda-, Anda mengatakan
bahwa anda tidak mengetahui jamiyyah melainkan ada hizbiyyahnya, kecuali yang Alloh
rahmati. Dan yang demikian itu yang jumlahnya sedikit. Apa maksud dari perkataan ini??
Dan untuk siapakah pengecualian ini?? Jazakumullohu Khoiron.
Maka beliau menjawab:
-, -- - - '-`--` '= -= '- ,-= --,' ,= --=,' _-= ,= -,- - ',-=' .
Maksudku dengan pengecualian ini adalah: Jika ada seseorang mengetahui bahwa di
sana ada sebuah jamiyyah yang bukan hizbiyyah, maka beri tahukan kepadaku, supaya
aku mengubah sikap terhadap jamiyyah-jamiyyah (tersebut).

Komentar kedelapan: ( - --=') Salafiyyun Dammaj telah matang dengan seidzin Alloh
dan karunia-Nya- dengan pertempuran menghadapi para mubtadiah dan berbagai tipe
hizbiyyun, dan juga memperhatikan beraneka tipe watak manusia. Al Imam Al Wadiiy -
rohimahullohu- berkata:


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

12

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

'-' =-' _' -'-- -` ,- ) =-' - ---' / . --'=' / 270 .(
Setiap kali bertambah latihan seorang dai ilalloh terhadap suatu perkara, bertambahlah
bashiroh (ilmu yang dalam) dirinya terhadap perkara tersebut. (Al Makhroj Minal
Fitnah/hal. 170/cet. 5).
( - --=') kami bisa melihat kejujuran beliau, juga keberanian beliau untuk menyelisihi
kebanyakan ulama dalam masalah Jamiyyat, juga keberanian beliau untuk mentahdzir
tokoh-tokoh besar yang bisa saja anak buah mereka marah dan menyakiti beliau.
Berdasarkan ini semua dan qorinah-qorinah yang lain maka kami merasa cukup untuk
menerima rujuknya beliau. Lagi pula di tengah perjalanan nanti ada yang perlu diperbaiki
tinggal saling tegur dan nasihat.
Adapun si Dul pemegang panji Katak dalam Tempurung Yang Jauh dari Kejantanan
maka tentu saja semua ini tidak cukup. Dengan apa si Dul merasa cukup sementara
ilmunya terlalu dangkal, dan firasatnya terlalu lemah untuk memahami perkara seperti ini.
Dia sendiri bilang:
kami yang penuh kelemahan ini (hal. 2)
hamba yang penuh kelemahan ini (hal. 45)
Tentu saja seluruh manusia itu punya banyak kelemahan, hanya saja kami sangat
bersyukur atas bimbingan Alloh taala sehingga bisa melihat seringai taring-taring serigala
Mariyyah di balik tirai sutra. Beda dengan si Dul yang sok nulis tapi bebal dengan bayyinah
dan hujjah karena sembunyi di tempurung yang terlalu tebal, ditambah lagi dengan
tumpukan pupuk kandang yang dipakai para pekebun untuk menyuburkan kebun apel
semoga Alloh memberkahi dan membimbing mereka- tapi juga menimbun tempurung si
Kodok Malang itu. Bagaimana kemilau surya hidayah masuk ke tempurung itu?
Di antara bukti kelemahan akal si Dul adalah dia menyamakan kasus Asy Syaikh Salim Al
Hilaliy -hafizhohulloh- dengan kasus Jafar Umar Tholib sang politikus. Kamu sendiri sudah
tahu -wahai pencaci yang zholim- bagaimana Jafar merusak sendiri pernyataan tobatnya
untuk kembali ke Salafiyyah dengan bekerja sama dengan Yusuf Utsman Baitsa dan
kelompoknya. Seperti ini tak ada dalam kasus Asy Syaikh Salim.
Kamu sendiri telah paham paham kelihaian JUT dalam berpolitik dan kelicinan lidahnya
dalam berdebat. Bagaimana kamu samakan kasusnya dengan kasus Asy Syaikh Salim? Di
tempurung yang mana kamu taruh akalmu?
Sungguh tepat ucapan Abu Ali -rohimahullohu- :
.-'- -' -

- _'= --

- '-= - -

-'- _'= -,= ='


Risalah-risalah seseorang itu di dalam kitab-kitabnya itu paling bisa menunjukkan kadar
akal dirinya, dan menjadi saksi yang paling jujur terhadap keadaan dirinya yang
tersembunyi darimu. (Al Bayan Wat Tabyin/1/hal. 67).


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

13

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Sudah cukup puaskah engkau dengan bab ini, wahai Abdul Ghofur Malang? Jika sudah,
maka ( - --=') dan maafkan ana atas ucapan yang kasar. Sekedar sedikit pembalasan dari
ana, dengan banyak mengembalikan istilah-istilah kotormu. Tapi jika engkau belum juga
merasa ngeh (pinjam istilahmu) dengan penjelasan ini semua, cari dulu akalmu yang
barangkali ada di bawah pijakan sepatu merah jambumu, baru kita lihat bersama: kamu
sepadan atau tidak untuk adu hujjah dengan para Salafiyyun yang jarang chatting.

BAB DUA: TUDUHAN PENCURIAN KITAB ASH SHOBR

Adapun tuduhan Cak Dul yang kedua adalah bahwasanya Asy Syaikh Salim Al Hilaliy -
hafizhohulloh- mencuri kitab Ash Shobr karya si fajir Yusuf Al Qordhowiy Al Ikhwaniy.
Cak Dul berkata: tidak sedang melakukan PENCURIAN hasil karya orang lain (yang
kemudian di atasnamakan sebagai tulisannya sendiri) sebagaimana perbuatan orang licik
dan tercela yang telah paduka sekalian beri jubah kemuliaan dan kehormatan (Salim bin
Ied Al Hilaly yang MENCURI (plagiat kitab Sabar,red) ilmu SABARnya Gembong Besar
Ikhwanul Muslimin Yusuf Al Qaradhawi) hanya karena dia sejalan dengan paduka dan
memuji dakwah paduka!! (hal. 25)
Cak Dul juga menyuruh bagi yang belum ngeh (istilah dia) untuk merujuk kepada Oleh-oleh
Abu Karimah Askari dari Umroh. Di antara isinya adalah penukilan ucapan Abdulloh Al
Bukhoriy:
Salim Hilali diantaranya salah satunya yang mirip dengan Ali Hasan, beberapa tahun
sebelumnya beliau (Abdulloh Al-Bukhori-red) membaca satu kitab kecil yang berjudul Ash-
Shobru Bil Kitab wa Sunnah aw Fil Quran was Sunnah sabar dalam Al-Quran dan As-
Sunnah. Buku ini dikarang oleh Yusuf Al-Qordhowi, salah seorang tokoh Ikhwanul
Muslimin, yang saya kira bukan terlalu asing mendengarkan namanya, ini tulisan buku
Yusuf Al-Qordhowi , kemudian beberapa tahun berikutnya ada keluar tulisan berjudul Ash-
Shobr fi DhouI Al-Kitab was Sunnah bersabar dalam cahaya Al-Kitab was Sunnah, maka
saya membaca buku ini. Ketika dibaca, kata beliau seakan-akan aku pernah membaca
buku ini tapi bingung dimana ini, setelah dingat lama, bukunya Yusuf Al-Qordhowi yang
beliau dapatkandi perpusyakaan beliau sendiri, setelah dicocokkan ternyata foto copy, apa
yan disebutkan didalam kitab Ash-Shobr fi Dhouul Kitab was Sunnah disitu tertulis karya
Salim Al-Hilali, ternyata itu adalah foto copy dari buku Yusuf Al-Qordhowi, maka kata beliau
bukunya Salim Al-Hilali saya masukkan ditengah-tengah buku Yusuf Al-Qordhowi, karena
itu adalah induknya dan itu berjalan sekian lamabertahun-tahun lamanya kita biarkan
seperti itu maka setelah sekian lama maka karena bukunya Salim Hilali sudah balik, maka
dipisahkan dari Ibunya . [menit +34]
Selesai penukilan.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

14

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]


Tanggapan pertama: Kondisimu cukup mengkhawatirkan wahai katak dalam
tempurung yang panjang lidah. Buku kamu setebal 51 halaman sama sekali tidak berisi
bayyinah tentang kebenaran tuduhan tadi. padahal Rosululloh -shollallohu alaihi wasallam-
bersabda:
,-- Q- _-- Q---- ---- _-- ---- Q-- ;'- ;- ;- '= _-V ;;--- '-- _=- ;-
Seandainya manusia diberikan sesuai dengan dakwaan mereka pastilah
sekelompok orang akan mengaku-aku berhak atas darah orang dan harta mereka.
Akan tetapi orang yang menuduh wajib untuk memberikan bayyinah. Orang yang
mengingkari wajib bersumpah. (HSR. Al Baihaqiy (3/hal. 312) dalam As Sunan As
Sughro. Sebagiannya ada di Ash Shohihain).
Al Imam An Nawawiy -rohimahullohu- berkata:
- -,-=' -=' ,- - -=, '= -' ,- - ` .--, , '--` '-, ,=-, =- ,= . '-=, _' -,
,--- _=--' ,'= ' -' ,-, _=--' ,'= ' =' . - , _'- ,'= '- -=' -, ` _=, =- ,=
-` ,' ' == '=- _=` , '- , +',- _,--- ` -, _=--' ,'= ,-, ''- - '- =--'
--, '-+--',- -,-'' .
Dan hadits ini adalah suatu kaidah yang besar dari kaidah-kaidah hukum-hukum syariat.
Di dalamnya ada penjelasan bahwasanya ucapan seseorang itu tidak diterima tuduhannya
dengan semata-mata dakwaan. Bahkan wajib untuk mendatangkan bayyinah atau
pembenaran dari si tertuduh. Boleh juga bagi sang penuduh untuk menuntut sumpah dari si
tertuduh. (Syarh Shohih Muslim/6/hal. 136).
Maka amatlah disayangkan: Cak Dul Ghofur dengan bangganya menampilkan tulisan
setebal 51 halaman dan disebarnya di berbagai penjuru menuduh Asy Syaikh Salim Al
Hilaliy -hafizhohulloh- tapi tanpa membawakan bayyinah. Orang yang berakal mestinya
paham bahwasanya perbuatan macam ini bisa jadi akan menjadi bumerang bagi dirinya
sendiri.
Bumerang pertama: ketahuan rendahnya kadar IQ Cak Dul sampai-sampai tidak
mempertimbangkan adab-adab syariat dalam bertindak. Yahya bin Kholid -rohimahullohu-
berkata:

``` ',- -- _'= ,- = '+' : '-' -, _'= .-= --' ,-' -, _'= .-= ' -

,-+' -- _'= .-= '+,-+

- .
Ada tiga perkara yang menunjukkan akal pemiliknya: Kitab menunjukkan akal penulisnya.
Utusan menunjukkan akal sang pengutus. Hadiah menunjukkan akal sang pemberi. (Al
Aqdul Farid/1/hal. 170).
Bumerang kedua: Al Imam Ibnu Asakir -rahimahulloh- berkata:
'= ', = '-- ', -'--' '-'= -- '-=, --, = -'-- ,=' '-'' -,--- '= =- '--
+,----- -,'- ` ,,' +, '- -- - ,== '--' +-=` '' -` _-- ,= `-=` _'=
- '-= +-- -' '' '= ,-


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

15

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Dan ketahuilah wahai saudaraku semoga Alloh memberi kami dan engkau taufiq kepada
perkara yang diridhai-Nya, dan menjadikan kita termasuk orang yang takut kepada-Nya dan
bertaqwa kepada-Nya dengan sebenar-benar taqwa- bahwasanyadaging ulama itu
beracun. Dan sudah diketahui bersama kebiasaan Alloh untuk merobek tabir penutup
orang-orang yang merendahkan mereka. Hal itu dikarenakan celaan terhadap para ulama
dengan suatu hal yang mereka itu berlepas diri darinya itu perkaranya besar sekali.
Dan mengusik kehormatan mereka dengan kedustaan dan berita bohong itu adalah
padang yang membahayakan. Dan menyelisihi orang yang telah dipilih oleh Alloh untuk
mengangkat ilmu adalah merupakan akhlaq yang terceladst (Tabyiin Kadzibil Muftari/
Ibnu Asakir / 29).
Bumerang ketiga: dosa riba terbesar: panjang lisan (menuduh atau mencaci) terhadap
kehormatan Muslim tanpa kebenaran.
Bumerang keempat: masuk ke rodghotul khobal (perasan penduduk neraka)
Bumerang kelima: orang yang bangkrut: datang pada hari kiamat dengan pahala sholat,
puasa, dan zakat. Tapi dia datang dalam keadaan telah mencaci si ini, menuduh si itu,
makan harta orang ini, menumpahkan darah orang itu, dan memukul si dia. Maka si ini
diberi kebaikannya, si itu diberi kebaikannya. Jika kebaikannya telah habis sebelum dia
membayar seluruh kewajibannya, diambillah dari kejelekan mereka lalu dipikulkan ke
punggungnya, lalu dilemparkanlah dirinya ke dalam neraka.
Waduh Cak, bumerang-bumerang sebanyak ini berseliweran mengancam kepalamu.
Seandainya kamu mau bertaqwa dan tidak menyombongkan diri terhadap nasihatku, dan
mau merundukkan kepala kepada Alloh, ana amat berharap kamu selamat. Tapi ternyata
ana dapati kamu memang bersikeras untuk mendongakkan kepala dengan sombong.
Ungkapan Arob:
-- '--' -- '-'
Hidungnya ada di langit, sementara pantatnya ada di air.
Al Maidaniy -rohimahullohu- berkata:
-, ---'' ,-' '-' .
Permisalan ini diberikan buat si hina yang sombong. (Majmaul Amtsal/1/hal. 7).
Waduh Cak, Cak. Ini cocok sekali buat katak macam kamu. Cepat Cak, masuk dalam
tempurung, keburu dihantam bumerang sendiri.
O ya mana si Abu Mahfut? Suruh bikin lawak: Bumerang Itu Kini Telah Membikin Benjol Si
Aborigin.
Tanggapan kedua: kamu mengambil berita dari Askariy, dan Askariy ambil berita
dari Abdulloh Al Bukhoriy yang mengatakan bahwasanya buku Asy Syaikh Salim Al Hilaliy
adalah fotokopi dari buku Ash Shobr punya si Qordhowiy. Maka ana tuntut kalian untuk
menunjukkan bayyinah bahwasanya buku Asy Syaikh Salim Al Hilaliy adalah fotokopi dari


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

16

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

buku Ash Shobr punya si Qordhowiy. Halaman berapa saja? Coba tunjukkan gambarnya
jika kalian masih punya sisa kejujuran dan kejantanan. Jangan hanya bisa omong dan main
tuduh. Berilah kami bayyinah.
Tanggapan ketiga: sekalipun Cak kodok Dul sudah masuk tempurung, ana akan tetap
memburunya dan menyumpal mulutnya dengan sepatu merah jambunya. Buka mulutmu,
Cak:
Setelah kalian menyerahkan bukti pada kami tentang kesamaan kedua buku
tersebut, maka tunjukkanlah bayyinah lengkap dengan tanggal penulisan kedua buku
tersebut yang menunjukkan bahwasanya buku Asy Syaikh Salim Al Hilaliy memang
dikarang setelah buku si Qordhowiy.
Tanggapan keempat: carilah tempurung yang lebih dalam, Cak karena sepatu
merah jambumu masih terus mengincar kepalamu.
Jika memang kalian bisa membuktikan bahwasanya buku Asy Syaikh Salim Al
Hilaliy memang dikarang setelah buku si Qordhowiy, mana bukti bahwasanya beliau
memang mencurinya dari buku si Qordhowiy?
Adapun sekedar adanya kemiripan tulisan dan terakhirnya tanggal pembuatan Asy Syaikh
Salim, maka pertanyaan dariku adalah sebagai berikut: manakah dalil dari Al Quran yang
menerangkan bahwasanya data semacam itu merupakan bayyinah yang cukup untuk
menuduh? Kalian tak bisa jawab?
Sekarang tunjukkan dalil dari As Sunnah yang menjelaskan bahwasanya data macam tadi
cukup sebagai bayyinah dalam menuduh. Kalian tak bisa tunjukkan dalil?
Kini berikanlah pada kami penjelasan dari para Shahabat atau tabiin atau atbaut tabiin
yang menyatakan bahwasanya data macam tadi cukup untuk menggelari si fulan sebagai
pencuri atau telah mencuri. Tak mampu menunjukkan?
Jika maka kalian tak sanggup, hendaknya Cak Dul membacakan tulisannya sendiri pada
dia dan teman-temannya: Sesungguhnya hamba yang penuh kelemahan ini
Allahummaghfirli- hanya ingin mengetuk rasa malu paduka dan orang-orang yang
sebarisan dengan paduka (hal. 45)
Ucapkanlah juga omonganmu sendiri: Kalaulah tidak memiliki rasa malu di depan ummat,
tidakkah paduka sekalian masih memiliki sisa-sisa rasa malu terhadap diri sendiri (hal. 45).
Bagus juga kalian murojaah lagi ucapan si Dul: Masih pula memiliki muka menampakkan
diri dan bermegah-megah kepada ummat dengan berhiaskan nama Asy Syaikh
Rabi hafizhahullah untuk melariskan dagangan fitnah kalian? (hal. 45)
Catatan: bukannya ana hendak memotong-motong ucapanmu. Hanya saja tulisan kamu itu
kamu jadikan hidangan yang kamu sajikan pada kami. Dan ana senang untuk
mengembalikan sebagiannya padamu agar kamu juga turut menikmatinya.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

17

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Tanggapan kelima: dengan jawaban-jawaban ana di atas, mestinya si Dul masih punya
malu untuk menjuluki omongan Abdullah Al Bukhari sebagai faidah ilmiyah (hal. 49).
Dan tidak pantas baginya untuk mengelu-elukan tuduhan lembek kayak tadi. Maka silakan
sekarang si Dul mengeluh-eluhkannya (pinjam istilahmu hal. 49).
Coba perhatikan baik-baik: sekian banyak omonganmu jadi bumerang terhadap kalian
sendiri. Bahkan lafazh Bumerang (istilahmu di hal. 41) benar-benar jadi bumerang buat
dakwah kalian. Aborigin yang malang.
Tanggapan keenam: Misalkan kita menerima bahwasanya Asy Syaikh Salim Al
Hilaliy memang membaca buku Qordhowiy tadi. Lalu dia meringkasnya, dan merapikannya,
dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang ada. Maka barangkali beliau punya imam
yang berpendapat bahwasanya yang seperti itu tidak mengapa untuk dikatakan
bahwasanya buku baru ini adalah jerih payah Salim Al Hilaliy.
Kamu tidak percaya bahwasanya beliau punya imam dalam hal ini? Jangan kalian jadi
katak dalam tempurung, Cak. Coba baca Al Badruth Tholi karya Al Imam Asy Syaukaniy -
rohimahullohu- pada bagian tarjumah As Suyuthiy -rohimahullohu-. Setelah menyebutkan
tuduhan yang bertubi-tubi dari Al Imam As Sakhowiy -rohimahullohu- terhadap As Suyuthiy
-rohimahullohu- bahwasanya dirinya banyak mencuri karya para imam sebelumnya, Al
Imam Asy Syaukaniy -rohimahullohu- membelanya:
' - '- ,----' _-', =` -=', - -- - '- --=, _-,, -, ,=- =' - =` _-' _
`='-' _'= -,---' - -' --, _' - --- , - '- ` -=', - -`
Ini memang menjadi kebiasaan para penulis, yaitu: penulis yang lain datang dan
mengambil faidah dari kitab-kitab penulis yang sebelumnya lalu diringkas atau diperjelas
atau ditentang dan sebagainya sesuai dengan tujuan-tujuan yang mendorongnya untuk
menulis tersebut. Dan siapakah orang yang mengambil suatu bidang ilmu yang di situ
orang-orang sebelumnya telah menulis ilmu di bidang tadi lalu orang yang
berikutnya tidak mengambil ucapannya? (Al Badruth Tholi/1/hal. 316).
Coba Cak, kurangilah jam chattingmu. Buka Nailul Author, dan bandingkanlah
dengan Fathul Bari karya Ibnu Hajar. Apa kesimpulanmu?
Bukalah buku-buku fiqh Shiddiq Hasan Khon, dan bandingkanlah dengan buku-buku fiqh
Asy Syaukaniy. Apa kesimpulanmu?
Jika benar bahwasanya Asy Syaikh Salim Al Hilaliy memang membaca buku Qordhowiy
tadi, lalu dia meringkasnya, merapikannya, dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang
ada, lalu menisbatkan buku yang baru ini kepada dirinya, maka barangkali Asy Syaikh
Salim mengikuti madzhab Al Imam Asy Syaukaniy -rohimahullohu- atau yang sejalan
dengan beliau.
Tentu saja ana pribadi ingin setiap orang yang mengambil manfaat dari tulisan orang
lain dia menisbatkan faidah tadi pada pemiliknya, dan pandai bersyukur dan


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

18

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

menghargai jerih payah pemiliknya. Yakni: sebaiknya dia menyebutkan darimanakah
dia mengambil faidah tadi?
Tapi berhubung madzhab Asy Syaikh Salim memang ada imamnya mestinya kalian
menghormatinya dan tidak menyalahkannya, sebagaimana kaidah orang-orang Mariyyun
sendiri: Kita jangan saling mengkritik, karena masing-masing pihak punya ulama juga.
Sementara Asy Syaikh Salim bukan cuma punya ulama, bahkan imam!
Wahai para pengekor Mariyyun, jangan cuma pandai bikin kaidah untuk melindungi
kebatilan kelompok sendiri. Hendaknya kalian juga adil dalam menerapkannya.
Tanggapan ketujuh: kalo kalian belum ngeh juga dengan penjelasan di atas, maka
sekarang tiba waktunya untuk memperhatikan jawaban langsung dari Asy Syaikh Salim Al
Hilaliy -hafizhohulloh-, ana nukilkan dari Ar Roddul Matsaliy Haulas Sariqotil Ilmiyyah Wa
Hukmusy Syari fiha:
.-- ',- _,-' ,'- -,= '`+' =-= - '-' ,--- ,, --= - 1 / ' == / 1426 ,-' 1 / 1 / 2006 :
Fadhilatusy Syaikh Salim bin Id Al Hilaliy -hafizhohulloh- ditanya dalam pertemuan
terbuka pada suatu hari yang telah disepakati dengan beliau pada tanggal 1 Dzul Hijjah
1426 H (bertepatan dengan tanggal 1/1/2006 M):
' .-'-' : ',- ',- _,-' ` _-=, _'= -',- -=,' ,= ,, '-` ''=-' -' '- _-, -
'` , '-` -,''-' - _--, = - '` '+'=-` - -

-, ='- _' -' ,-'' ,-,-' ,= ,-,-' .+


' - =-= _''- - '- ' -

' - '-' '- _- - _''- - ,'= , - -- ' -,''-' - ,',- - +-

-'

-'=
- '-- _--- = `- '--'-'= +- - ,-' ,=- - ,-` .-'-- ` '+-=- +, ` - _'=

-=
'--,' _-- ''- _ - ',=

',-=
Ucapan si penanya: pertanyaan saya wahai Fadhilatusy Syaikh: tidaklah tersembunyi dari
pengetahuan Anda bahwasanya seseorang itu di tengah-tengah penelaahan dan
pembacaan kitab-kitab terkadang akan mengakar di benaknya sebagian pemikiran. Dan dia
tadi di tengah-tengah proses menyusun suatu kitab terkadang lupa untuk menisbatkan
pemikiran tadi kepada pemilik asal dari pemikiran tadi. Maka akibatnya adalah bahwasanya
orang ini akhirnya dinisbatkan kepada pencurian ilmu yang telah disebutkan ataupun tidak
disebutkan. Barangkali Anda hafizhokumullohu taala- dengan luasnya pengetahuan Anda
dalam bab ini dan dengan ilmu yang Alloh karuniakan pada Anda dalam bab ini yang saya
maksudkan adalah bab tulis-menulis- berkenan untuk menghilangkan syubuhat ini,
terutama dikarenakan kami telah mendengar tuduhan terhadap para ulama kita
bahwasanya mereka itu adalah pencuri, maling dan semisalnya, yang mana yang demikian
itu merupakan masalah-masalah yang tidak kami duga ada pada mereka. Dan kami tidak
bermaksud mensucikan seseorang atas nama Alloh. Berilah kami faidah, semoga Alloh
taala memberikan umat manfaat dengan keberadaan Anda. Semoga Alloh memberikan
penghormatan pada Anda semuanya.
'=' ',- _,-' ,'- -,= '`+' =-=

`-' :


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

19

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Maka Fadhilatusy Syaikh Salim bin Id Al Hilaliy -hafizhohulloh- menjawab:
--=' - ` -' ` -' _'= ,- ' -=- - ` _-

- - - : = '-'= ' ---'

,= _'= ,---'
_'= - ''--' - ''--' -= : '+-` ' -'' ,-'' - - '=-' -,' -' '-=

- , ,=' '=-' _+--'


-'-' '=- '= _+--' -'-' ,==, , -,-' -,-' -+ '=-' ,-- :
(setelah menyebutkan dzikir pembuka beliau berkata) semoga Alloh memberikan balasan
kebaikan buat saudara kita Abul Mundzir atas peringatannya terhadap masalah ini. Dan
permasalahan ini -yaitu: tuduhan pencurian ilmiyah- merupakan salah satu tuduhan yang
sangatlah luas yang dipergunakan oleh para hizbiyyun untuk memerangi manhaj Salafy,
dan memerangi para dai manhaj Salafiy. Mereka dari waktu ke waktu keluar dengan
membawa tuduhan-tuduhan ini. Maka kami katakan:

` : - ' '` ,' - ' -,-,-' ' ` .- '- - _'= =--= , -'

- ==

- ,' - ' --'


-' ==' _'= '- ,-- '- --- '-

- , - ' ' -=' - == ' _-=, '+

---- '+-=- '+-` -`


Pertama: [jawaban kami yang pertama ini adalah] dalam bab ilzam (mengharuskan lawan
untuk menaati hujjahnya sendiri) dan bukan dalam bab taushif (penyifatan) karena senjata
yang paling utama dalam membantah lawanmu adalah: engkau mengharuskan lawan
untuk menaati hujjahnya sendiri. Dan ini bukanlah menunjukkan lemahnya kami dalam
menegakkan hujjah terhadap apa yang kami katakan atau kami sebutkan. Akan tetapi ini
hanyalah dalam bab mengharuskan lawan untuk menaati hujjahnya sendiri jika dia
memang meyakini kebenarannya. Maka konsekuensi dari hujjah tadi merupakan
konsekuensi dari keyakinannya tadi.
,-- : -- ---- '- - '- -- ,' - ' ' -' ,-'' -+ -=-,- '-,'= -- '--` '--' '-,'
-=-,- _'= '-'' - '-'- -=-,- _'= =,'--

,= ' - '-`= ''--' - , .,' ,--'


Maka kami katakan: jika memang kalian meyakini apa yang kalian sebutkan itu, dan
bahwasanya perkara yang kalian isyaratkan itu masuk dalam bab pencurian ilmiyah, maka
yang demikian itu akan cocok untuk diterapkan pertama kali kepada kami, karena kami
memang yang ditunjuk dengan tuduhan tadi. Dan tuduhan tadi juga akan cocok untuk
diterapkan kepada para ulama sebelum kami. Dan juga akan cocok untuk diterapkan
kepada masyayikh kalian dan pimpinan dakwah kalian. Jika kalian mengakui itu, maka kita
akan membahas masalah ini. Tapi jika kalian membedakan permasalahannya, maka
manakah dalil adanya perbedaan?
' ,'' : '- -'- +' - '`-` . '-- '`-` -- - -= '=-' _' '- -'-' ,- ,-
'` '-- '-' ,'-= --

' '-, '- =' '-'

`'`- '--,=` -' '' ,

``- : -==
'-` --= '-' ' _'= ,-+=' -== ,-` ,--,-' '= -'' '- '+== ' -,' --' +-'
'+-= '-=' '-` --= '+'= ='-, '- ' '+=, = =

'-= '-= -' ' - '-= - ,-'-'


_,-' , -, '- ,'= -'' '' ''-' ` ` '-+ ,
Jika mereka bilang: (Kami mengakui), maka kita akan mendatangkan buat mereka belasan
dan bahkan ratusan contoh yang dimulai dari zaman Shohabat sampai ke masa kita


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

20

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

sekarang ini, sama saja: dalam bentuk kecocokan pemikiran ataukah kemiripan gaya
bahasa, ataupun dalam judul kitab, atau yang seperti itu. Aku akan menyebutkan satu
contoh buat saudara-saudara kita para penuntut ilmu. Aku katakan misalkan: khothbah Al
Imam Ahmad dalam kitab beliau Ar Roddu alal Jahmiyyah dia itu adalah khothbah dari
Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib sebagaimana ditakhrij oleh Al Wadhdhoh yakni: Ibnu
Wadhdhoh- dalam Al Bida wan Nahyu anha. Maka Al Imam Ahmad mengambilnya dan
menjadikannya sebagai permulaan kitab beliau, tanpa menisbatkannya kepada Ali. Benar-
benar sama persis hurufnya, katanya, dan kalimatnya. Lalu dari kalangan orang sekarang
yang mengambilnya adalah Asy Syaikh Bakr Abu Zaid dalam kitabnya Hilyah Tholibil Ilm
atau At Taalum, aku tidak ingat.
'- ,',-- ! ,' -,'= -- '-- =-' _' '`-` ,`' , -- ,---' -- =-' -- -=' -- -
-,-=' -- - _,=- '-- -=- ,-' .--, = -'-' ',=

` .--, = -'-' ',= . .


. . . . . . . _' ,= =' .+ `, +

' - =- ' ' `, -= '-- '-'' ='- =-


+-- .
Maka apa yang akan kalian katakan!? Jika kalian naik lagi satu tingkat dan berbagai
tingkatan, maka perhatikanlah contoh-contoh yang banyak di antara kitab-kitab tafsir, kitab-
kitab biografi, kitab-kitab pengobatan, kitab-kitab syaroh hadits. Cukuplah kalian
merenungkan Syaroh Shohih Muslim, kalian akan mendapati An Nawawiy menukil dari Al
Qodhi Iyadh, dan bahwasanya Al Ubbiy juga menukil dari Al Qodhi Iyadh, dan , dan ,
dan , dan seterusnya. Apakah mereka semuanya itu pencuri menurut pandangan kalian?
Jika mereka itu belasan dan ratusan ulama seperti itu, maka kami juga masuk ke dalam
barisan kalian.
` .---- _' +=,,- _' +-'-'= ,-' ,= =--, + ,-- : - ) -,- ( -' -= ,-

'--= ' -,- -+- '-


,,

'--- ' ,-' , '- `=' ,--- ,` ,--- -' ,=' -=- .-- '-- =-` '--
'-' . ,=

'-' --, _,=-' _-, _'=

- -` ` -=, _,=- -,-=' '+

' - '- ,--- ,` -


'- _' - +=,-

=-

- --,, '--' ,- ' : -,- -=

=-- '- ,--- ,` ,-- -

=--

'-, - -- ,-'

=--

'-, - -- = ',= - - --' .+ -

'-, - - ` ! ' ,' +-


,''- : ` '-' :

-,= ,'= -=-- ','- - .,'-' _ --, ) '= -=' ( ', -,= ) -'-' ( -'-- ==
=--= ,'=
Sekarang kita pindah ke syaikh mereka dan ulama mereka yang mereka banggakan. Kita
katakan: Ini Sayyid kalian, yang hidung-hidung kalian memerah karena marah demi
membela dirinya. Kemudian kalian tampak mengigau dengan perkara yang menyakitkan
dalam rangka menolong dirinya. Bandingkanlah antara kitab Sayyid Quthb Azh Zhilal dan
tafsir Ibnu Katsir Tafsirul Quranil Azhim, kalian akan dapati dia itu menukil ratusan baris
dan ratusan ungkapan. Bahkan terkadang dia melakukan perubahan dalam takhrij hadits
yang menyebabkannya tersungkur sendiri, karena memang dia itu tidak pandai takhrij
hadits. Semuanya dari tafsir Ibnu Katsir. Syaikh mereka dan komandan mereka sendiri:


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

21

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Yusuf Al Qordhowiy di situsnya telah mengisyaratkan yang demikian ini seraya berkata:
Sesungguhnya Sayyid Quthb menjelajahi kitab tafsir Ibnu Katsir. Dan kami katakan: Dia
juga menjelajahi kitab-kitabnya Al Maududiy, dan juga menjelajahi kitab-kitab Ibnu Hazm,
dan kitab-kitab yang lainnya. Ini namanya mencuri juga ataukah tidak !? jika mereka
menggelengkan kepala dan berkata: Tidak berarti tuduhan kalian terbantahkan dengan
ucapan dan dalil kalian sendiri. Dalil seperti ini dalam ilmu perdebatan dinamakan
Pembalikan hujjah, engkau membalikkan hujjah lawan debatmu kepada diri mereka
sendiri.
'- ' '-- _''- - : } ,

--- ,-' -- ,

' - { '=- _' ,

---, ,-' ,-' ,'- ,= ,'- '


,

---, =- ,-- : -- ,'- ' '

-' ) '-

' +' - ( -- ='- ' ,=-- - - , : - -` ` ,=-,


-- ''= -

' --- =' ` ='-' ` ,=, ---- - _' '-' ,-'' ` ,=,

'-- = '-''
Sebagaimana Alloh tabaroka wataala berfirman (yang artinya:) Maka angankanlah
kematian jika kalian itu jujur dalam ucapan kalian. Alloh taala menyeru mereka untuk
mengangankan kematian jika mereka memang jujur ucapannya (bahwasanya Jannah itu
hanya khusus untuk mereka saja). Dan mereka itu tidak jujur, makanya mereka tidak mau
mengangankan kematian tadi. Dan kami berkata: jika kalian memang jujur maka akuilah.
Aku katakan: kita semua terjemur di dalam kegundahan. Kalian sendiri juga tidak selamat
dari ini. Dan kukatakan: tiada seorang alimpun yang selamat dari perkara ini, baik
penisbatan tadi sedikit ataupun banyak. Makanya kita tidak boleh menisbatan perbuatan
tadi kepada Pencurian Ilmiyah. Dan kita tidak boleh membicarakan kehormatan ulama.
-= , ) -

--' ( '- , --, '-=,- '-` -'-'` -

= - -- -' ,-'' _' '-` '-- _' ,-' ='-' `


=--, --, = '-'' -- -, -- '+-, '+

' '- ' - - =,- -,- '-` - '-=,-


'-` -'-'` '- '- =' -,-=' '- - _' - -` '- ' -- -,' -' '`--' ' _'= -'-'
''-' , ,-=-

'-,- --, _'-- '-'' -,---' -,''-' +- '= '-,'= _ -=-

'-` '-''' ,-- : -,''-


` +,'= ,- '=-' =,=- ) ' : -,''- -'' ( -, : _-='
Salah seorang dari mereka, Haddamus Sunnah (peruntuh sunnah) -demikianlah Syaikh
kita Al Imam Al Albaniy menamai orang tadi- menuduh dan menisbatkan pencurian ilmiyah
kepada Al Imam Muslim, juga pada Ibnul Qoyyim. Karena itulah dia tidak malu dan tidak
bertaqwa kepada Alloh dalam perkara kehormatan ulama. Dan engkau jika melihat kitab-
kitabnya engkau akan melihat semuanya itu hasil curian. Mungkin dari syaikhnya sendiri
Syuaib Al Arnauth, atau dari Syaikh kita Al Imam Al Albaniy, atau yang seperti itu. Dan
sebenarnya aku mengisyaratkan perkara ini di dalam kitabku yang bernama: Al Kaukabud
Durril Mutalali fir Roddi alasy Syanil Qoli. Kitab itu telah dicetak sejak lama. (Di situ) aku
menjelaskan manhaj para ulama dalam menyusun karangan. Sebagian dari mereka
mencela kita karena kita mengumpulkan ucapan ulama lalu kita berkata: (Buku ini) talif si
fulan (yaitu: diri kita sendiri). Maka aku bantah si pencela dengan memakai ucapan Al


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

22

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Bukhoriy di dalam Shohih beliau: Bab talif Abu Bakr terhadap Al Quran. Yaitu:
pengumpulan Al Quran.
+ ', = ` ,+--, -,''- '-'' ` ,, - '-=' ' ,'--, -,---'' ' ,'--, -,''-'' '-

- ,'--
,-- -` -,--- '+'--

'--- +-,='

'--- +=,'--' '---= ,=-, = '=' '=-' ,-'-'


'-- +-- ,-- ,= -- ,=- + . '=- ' -, +' ,- ,=-' _' - '-- _''- - '-- '-- -
-'=-- _''- - '-,-+, '- , '--

', '-

, -' ,--' '--` ' =' '-' ,'= .


Demi Alloh, mereka itu wahai saudaraku, tidak paham metode para ulama, dan tidak tahu
jalan orang-orang yang bijaksana. Mereka itu tidak sibuk menyusun buku, ataupun
mengarang kitab. Mereka tadi hanyalah sibuk memecah-belah umat dan mencerai-beraikan
barisan umat dalam rangka menolong masyayikh mereka ketika mereka melihat masyayikh
mereka menyimpang dari jalur yang lurus, dan mereka melihat bahwasanya palu-palu
Salafiyyah menyentuh mereka, dan menjelaskan aib-aib mereka, mengusir mereka,
menyebarluaskan hakikat mereka ke segala penjuru. Maka tidaklah tersisa pasaran dakwah
ilalloh tabaroka wataala- tempat untuk mereka. Maka kita mohon pada Alloh subhanahu
wataala agar membimbing kita, mengajari kita, mengenalkan kita, dan memberi kita kalimat
taqwa, dan keadilan. Alloh sajalah yang mengurusinya dan yang mampu melakukannya.
Selesai penukilan.
Tanggapan kedelapan: kalo kamu dan Askari belum juga ngeh dengan penjelasan di atas,
maka bacalah secara total kitab Al Kaukabud Durril Mutalali fir Roddi alasy Syanil Qoli.
Bacalah kitab tadi dengan penuh seksama dan dalam tempo yang setenang-tenangnya
(pinjam istilah si Dul di hal. 49), sampai kalian merasa ngeh hingga terengah-engah.
Para ikhwan yang tidak ikut-ikutan menuduh Asy Syaikh Salim Al Hilaliy, tidak mengapa
bagi mereka jika belum pernah membaca kitab ini. Tapi bagi Cak Dul dan para majikannya
(pinjam istilah si Dul di hal. 32) ana katakan pada mereka: kitab tadi dicetak sebelum lima
tahun yang lalu. Tapi kalian itu ketinggalan zaman, kayak katak dalam tempurung (istilah
dari si Dul). mestinya sebelum teriak-teriak kalian itu cari info secukupnya dulu, biar tidak
bikin malu sendiri. Bacalah buku tadi, ( '--) akan jelas bagi kalian dengan tuntas duduk
perkara kasus ini dan yang semisalnya.
Tanggapan kesembilan: sebenarnya sekarang ini jam untuk memperkuat ilmu. Tapi si
katak Dul bikin ana sibuk. Ya sudah, sembunyi yang baik, Cak. Ana masih semangat
berburu kodok.
Tuduhan bahwasanya sebagian ulama Ahlussunnah mencuri karya tulis, merupakan
senjata lama sekali dari Ikhwanul Muslimin. Dan sudah sempat terkubur dari telinga
Salafiyyun. Tapi ternyata si Dul dan para majikannya masih suka mengais-ngais sampah
basi karena kehabisan konsumsi segar bergizi. Kasihan.
Kalian telah menempuh metode para hizbiyyin dalam mengambil bantuan dari senjata-
senjata para hizbiyyin pendahulu, untuk memukul Ahlussunnah. Seakan-akan aku teringat


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

23

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

sebuah kisah bahwasanya penduduk Dammaj telah selesai memakamkan jenazah di
pekuburan mereka. Ketika mereka pulang datanglah seekor binatang menggalinya lagi lalu
mengambil mayat tadi dan memakannya.
Tanggapan kesepuluh: faktor begini saja sudah langsung kamu jadikan bahan untuk
mencaci-maki habis-habisan. Sementara kesalahan manhajiyyah yang sedemikian banyak
dari Mariyyun kamu bela habis-habisan. Dasar hizbiy fanatik, menilainya dengan hawa
nafsu dan kelompok. Habis itu masih main pantun lagi. Yang cocok untuk kamu adalah
ungkapan orang Arab:
=- , -= ,' '+- ,= '-' ,--=--` '- ,=----
Mereka memandang dengan mata permusuhan. Seandainya dia itu adalah mata keridhaan
pastilah mereka akan menganggapnya bagus dan tidak menganggap buruk. (Miftah Daris
Saadah/hal. 176).
Tambah lagi:
,= '-' = . -,= ',' ' ,= =-' --- ','--'
Dan mata keridhoan lemah untuk melihat setiap kekurangan. Tapi mata kebencian
menampakkan berbagai kejelekan. (Al Aghoniy/3/hal. 369).
Tanggapan kesebelas: seluruh uraian di atas menunjukkan kedangkalan ilmu si
katak dalam tempurung. Bagaimana tidak, sementara bekalnya hanyalah sekedar
kecemburuan hati. Dia mengaku: Tidaklah tuts di keyboard ini diketikkan untuk menyusun
untaian kata demi kata kecuali dilandasi kecemburuan yang bergejolak dan membuncah
dari dalam dada (hal. 2).

Nasib Katak SombongYang Keras Kepala

Si Abdul Ghofur da-ri Malang bergaya
Bodoh, modalnya ke-cemburuan saja.
Nasihat yang lembuttidak dianggapnya.
Musuh diremehkandan dipandang hina.
Lupa mengukur ke-kuatan yang ada.
Mulut ngoceh mantra:Hamba dan Paduka
Berubah jadi ka-tak cantik jelita
keluar tempurungdengan bersenjata
bumerang Abori-gin Australia.
Dilemparkan dengangejolak di dada
ingin balik dapatdua kuntum bunga,
babak belur kenasepatu wanita,
juga Pe-De-El bi-kin benjol kepala.


w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

24

[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

Teringatlah diaAmbon yang membara.
Buku Jantan yang di-elukan ternyata
bikin penulisnyamengeluh merana.
Ingin orang mera-sa ngeh bersamanya,
justru dirinya ter-engah menderita.


BAB TIGA: TUDUHAN PENYALAHGUNAAN DANA DARI IHYAUT
TUROTS

Cak Dul si katak Yang Tidak jantan berkata: Telah sama kita maklumi bahwa setelah
bertahun-tahun bahu membahu bersama Ihyaut Turats dan jaringannya, Salim Al Hilaly
pada akhirnya memiliki mauqif yang berbeda dengan Ali Hasan terkait sikap mereka
terhadap Ihyaut Turats. Atau mungkin yang lebih tepat adalah Ihyaut Turats telah
mengubah mauqifnya kepada Salim Al Hilaly karena permasalahan yang timbul terkait
kucuran dana untuk pembangunan Markaz Al Albani. Tidak ada pilihan lain bagi Ihyaut
Turats kecuali menceraikan Salim Al Hilaly. Dan tidak ada pilihan lain bagi Salim Al Hilaly
kecuali harus menempuh satu-satunya pilihan, berlepas diri dari Ihyaut Turats. (hal. 48)
Tanggapan Abu Fairuz yang pertama: Abdul Ghofur Malang membangun
perkataan di atas dan menuduh bahwasanya Asy Syaikh Salim Al Hilaliy -hafizhohulloh-
berlepas diri dari Ihyaut Turots tidak ikhlas lillahi taala, akan tetapi beliau melakukan itu
karena diceraikan lebih dulu oleh mereka. Apakah si Dul ini menuduh yang demikian
berdasarkan bukti yang dimilikinya? Tunjukkanlah dan tebarkanlah kepada umat bukti tadi
sebagaimana kamu menebarkan tuduhan tadi. Al Asyats bin Qois -rodhiyallohu anhu-
berkata:
-,-, =--, '- '- ,'= _'- ,- -,-' _' = _ - _' --'
Dulu aku punya sumur di tanah saudara sepupuku, lalu aku datangi Rosululloh -shollallohu
alaihi wasallam- maka beliau bersabda: Wajib atasmu untuk mendatangkan bukti
kamu, atau dia akan bersumpah untuk mengingkari. Al hadits. (HR. Al Bukhoriy).
Tapi bagimana mungkin si katak dalam tempurung bisa mendatangkan bukti?
Tanggapan kedua: jika memang si Dul itu gagal mendatangkan bukti atas tuduhan
tadi, maka semoga pihak yang berwenang menegakkan hukum Alloh untuk mendera
punggungnya secukupnya. Jika memang pemerintah tidak menegakkan hukum itu, maka
semoga Alloh yang menghukum si Dul Ghofur ini sesuai keadilan-Nya.


[1] Adnan Arur, pembela Sayyid Quthb


[
P
i
c
k

t
h
e

d
a
t
e
]

[2] Muhammad bin Abdurrohman
[3] Abul Hasan Sulaiman Al
[4] Akan dijelaskan oleh Syaikh
setelahnya
[5] Abu Ishaq Al Huwaini
[6] Dalam tulisan ana Tobat
tobatnya). Yang betul adalah:
kesalahan telah diperbaiki.
[7] Sampai Alloh menerima


Abdurrohman Al Maghrowi, punya pemikiran takfiri
Al Mishri, pelayan terbesar Ikhwanul Muslimin
Syaikh Salim -hafizhahulloh- sendiri siapa
Tobat Mubtadiah ana menerjemahkan: (sampai
adalah: (sampai Alloh menerima tobatnya)
tobatnya, bukannya sampai mengaku tobat.

w
w
w
.
a
s
h
h
a
b
u
l
h
a
d
i
t
s
.
w
o
r
d
p
r
e
s
s
.
c
o
m

25

takfiri
Muslimin masa ini.
dia dan orang yang
(sampai Alloh menunda
tobatnya) dengan demikian
tobat.