Anda di halaman 1dari 8

1.

LATAR BELAKANG Mata kuliah Kerja Praktek Mahasiswa adalah mata kuliah wajib bagi mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura Pontianak setelah memenuhi persyaratan akademik yang telah ditentukan. Mahasiswa yang telah memenuhi persyaratan tersebut wajib untuk meninjau secara langsung ke lapangan pada salah satu proyek. Diharapkan setelah menjalani kegiatan kerja praktek ini, pengetahuan mahasiswa mengenai dunia kerja pada bidang arsitektur menjadi bertambah. Sehingga mahasiswa telah mempersiapkan diri ketika terjun ke dalam masyarakat setelah menyelesaikan pendidikan di Universitas. Mahasiswa mata kuliah Kerja Praktek Mahasiswa ditempatkan pada biro konsultan maupun kontraktor yang dipilih untuk membantu menyelesaikan suatu pekerjaan baik berupa perencanaan atau pengawasan sebuah proyek. Dalam hal ini, mahasiswa dapat mempraktekkan materi-materi perkuliahan yang didapat dikampus, serta mahasiswa dapat mempelajari hal -hal yang penting yang tidak akan didapat pada perkuliahan di kampus. Hal ini sangat berpengaruh pada mahasiswa ketika telah menyelesaikan perkuliahan dan memasuki persaingan dunia usaha. Bagi biro konsultan atau kontraktor, kegiatan mata kuliah Kerja Praktek yang dilakukan oleh mahasiswa ini diharapkan dapat memberikan masukan untuk memecahkan masalah-masalah yang sedang dialami oleh konsultan maupun kontraktor secara umum. Kerja Praktek ini berlangsung selama 3 bulan dengan kehadiran 40 (empat puluh) jam seminggu atau rata-rata 8 (delapan) jam sehari selama 5 (lima) hari kerja seminggu, aktifitas Kerja Praktek Mahasiswa Sistem Kredit Semester (SKS. Dengan adanya Kerja Praktek ini diharapkan dapat menjadi suatu ilmu pengetahuan dan dapat menambah wawasan bagi penulis maupun pembaca pada saat terjun ke lapangan selain sebagai perbandingan terhadap teori-teori yang sudah didapat dibangku kuliah dengan melihat kenyataankenyataan dan kasus-kasus yang terdapat di lapangan.

2.

TUJUAN Adapun tujuan dari kerja praktek ini adalah sebagai berikut: 1. Mahasiswa dapat memperdalam pemahaman teoritis yang telah didapatkannya diperkuliahan dengan korelasinya dalam pelaksanaan praktek. Dengan kata lain, mahasiswa dapat melihat dan membandingkan antara teori yang didapat pada waktu kuliah dengan kebutuhan praktis di Lapangan. Tidak menutup kemungkinan akan ditemui perbedaan antara tuntutan teori dengan pelaksanaan di lapangan. 2. Mahasiswa dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam memahami secara langsung tahapan pelaksanaan pada suatu proyek yang akan dilaksanakan pada lokasi pembangunan. 3. Mahasiswa mendapatkan pengalaman teknis di lapangan sehingga diharapkan mahasiswa dapat mengambil kebijakan-kebijakan yang terarah dan tepat ketika terjun ke masyarakat dalam menghadapi permasalahan yang sebenarnya. 4. Mengembangkan kreatifitas dan daya pikir mahasiswa dilapangan untuk mengaplikasikan pengetahuan teoritisnya. 5. Terpenuhinya persyaratan akademis dalam menyelesaikan program studi di Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura.

3.

SASARAN Sedangkan sasaran yang harus dicapai dalam kerja praktek ini adalah sebagai berikut: 1. Menerapkan pengetahuan antara teoritis yang ada di dalam perkuliahan dengan kondisi dilapangan. 2. Menganalisa permasalahan-permasalahan yang ditemui dalam perencanaan suatu proyek. 3. Dapat memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang ada di dalam suatu proyek. 4. Mengembangkan daya pikir dan kreatifitas mahasiswa.

4.

LOKASI KEGIATAN Lokasi kerja praktek ditentukan berdasarkan permohonan yang diajukan mahasiswa peserta kerja praktek pada perusahaan konsultan perencana CV. Bhipraya Cipta Utama dengan alamat Jl. Putri Candramidi Gg. Dwijaya No 7 Pontianak. Adapun lokasi kerja praktek ini dilaksanakan di Kabupaten Sambas, dengan nama proyek Perancangan dan Pelaksanaan Rehabilitasi Saluran Irigasi di Kabupaten Sambas

5.

PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK Waktu pelaksanaan kerja praktek dilaksanakan selama 3 bulan, dimulai dari tanggal 1 April sampai 30 Juli 2013. Jadwal hari kerja yaitu dari hari senin jumat setiap hari.

6.

METODE PELAKSANAAN KERJA PRAKTEK Adapun metode yang dilakukan dalam kerja praktek yaitu : 1. Aktivitas dalam bidang organisasi atau manajemen, yakni mempelajari dan mengenal sistem administrasi dan organisasi proyek tersebut melalui kerja praktek. 2. Aktivitas dalam bidang teknis pada proyek yaitu perencanaan, yakni merencanakan dan mengaplikasikan permintaan klien terhadap gambar 2 dimensi dan gambar 3 dimensi. 3. Mengikuti dan beradaptasi dengan kegiatan dan peraturan yang ada di tempat kerja praktek. 4. Membantu mengerjakan proyek-proyek yang sedang berlangsung dan yang sedang direncanakan. 5. Studi pustaka dalam menunjang laporan kerja praktek 6. Observasi atau pengamatan langsung di lapangan

7.

TAHAPAN KEGIATAN KERJA PRAKTEK Kegiatan kerja praktek yang sudah dilakukan di CV. Bhipraya Cipta Utama ditunjukkan pada Tabel 1, dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: 1. Persiapan Kegiatan persiapan dilakukan sebelum kegiatan kerja praktek dilakukan. Kegiatan persiapan yang dilakukan adalah peninjauan lokasi kerja praktek dan perizinan kegiatan Kerja Praktek. 1. Pembuatan surat permohonan kerja praktek ditujukan untuk CV. Bhipraya Cipta Utama. 2. Pengajuan permohonan kerja praktek ke CV. Bhipraya Cipta Utama yang beralamatkan Jl. Putri Candramidi Gg. Dwijaya No 7 Pontianak. 3. CV. Bhipraya Cipta Utama memberikan surat balasan permohonan kerja praktek dan surat kontrak kerja praktek. 2. Kegiatan Kerja Praktek 1. Orientasi Tempat pelaksanaan kerja praktek Pada tahap ini merupakan kegiatan pengenalan terhadap kantor. Mempelajari struktur organisasi, profil perusahaan, jadwal kegiatan dan penggunaan alat-alat yang berhubungan dengan perancangan produk. 2. Perancangan Produk Desain Pada tahap ini merupakan rangkaian kegiatan dalam Perancangan dan Pelaksanaan Rehabilitasi Saluran Irigasi di Kabupaten Sambas yaitu kegiatan dalam Kantor.

8.

PENGUMPULAN DATA Dalam pelaksanaan Kerja Praktek ini, ada 2 metode pengumpulan data yang digunakan, diantaranya sebagai berikut : 1. Metode Penelitian Kepustakaan Adalah suatu metode yang digunakan dalam mendapatkan data dengan jalan studi literatur serta dengan mempelajari dokumen-dokumen proyek sebagai sumber-sumber data informasi lainnya yang berhubungan dengan pembahasan. Sehingga dengan penelitian kepustakaan ini diperoleh secara teori mengenai permasalahan yang dibahas. 2. Metode Penelitian Lapangan Metode ini dilakukan dengan cara mengamati secara langsung keadaan di lapangan dalam proses pelaksanaan proyek. Dengan hasilnya dapat berupa dokumentasi serta penjelasan dilapangan.

9.

KAJIAN PUSTAKA 9.1 Definisi dan Tujuan Irigasi Irigasi berasal dari istilah irrigate dalam bahasa Belanda atau irrigation dalam bahasa inggris. Irigasi dapat diartikan sebagai suatu usaha yang dilakukan untuk mendatangkan air dari sumbernya guna keperluan pertanian, mengalirkan dan mendatangkan air secara teratur dan setelah digunakan dapat pula dibuang kembali. Pengertian irigasi secara umum yaitu pemberian air kepada tanah dengan maksud untuk memasok lengas esensial bagi pertumbuhan tanaman (Hansen, dkk.,1990). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2001 Tentang Pengairan menyatakan bahwa irigasi merupakan usaha pengadaan dan pengaturan air secara buatan, baik air tanah maupun air permukaan untuk menunjang pertanian. Tujuan umum irigasi yaitu (Pusposutardjo, 2001): 1. Menjamin keberhasilan produksi tanaman dalam menghadapi kekeringan jangka pendek. 2. Mendinginkan tanah dan atmosfir pertumbuhan tanaman.
5

sehingga

akrab

untuk

3. 4. 5. 6. 7.

Mengurangi bahaya kekeringan. Mencuci dan melarutkan garam dalam tanah. Mengurangi bahaya pemipaan tanah. Melunakkan lapisan olah dan gumpalan-gumpalan tanah. Menunda pertunasan dengan cara pendinginan lewat evaporasi. Pengertian irigasi , bangunan irigasi , daerah irigasi , dan petak

irigasi telah dibakukan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.23/1982 Pasal 1 Kutipan dari berikut: 1. Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang pertanian. 2. Jaringan irigasi adalah saluran dan bangunan yang merupakan satu kesatuan dan diperlukan untuk pengaturan air irigasi mulai dari penyediaan,pengambilan, pembagian, pemberian, dan penggunaannya. 3. Daerah irigasi adalah kesatuan wilayah yang mendapat air satu jaringan irigasi. 4. Petak irigasi adalah petak tanah yang memperoleh air irigasi. pengertian-pengertian tersebut adalah sebagai

9.2 Klasifikasi Irigasi Departemen Pekerjaan Umum (1986) mengelompokkan jaringan irigasi berdasarkan cara pengaturan, pengukuran, serta kelengkapan fasilitas menjadi tiga jenis, yaitu irigasi sederhana, irigasi semi teknis, dan irigasi teknis.

Tabel 1.1 Klasifikasi Jaringan Irigasi

Sumber: Direktorat Jendral Pengairan (1986)

1. Irigasi Sederhana Jaringan irigasi sederhana biasanya diusahakan secara mandiri oleh suatu kelompok petani pemakai air, sehingga kelengkapan maupun kemampuan dalam mengukur dan mengatur masih sangat terbatas. Ketersediaan air biasanya melimpah dan mempunyai kemiringan yang sedang sampai curam, sehingga mudah untuk mengalirkan dan membagi air. Jaringan irigasi sederhana mudah diorganisasikan karena menyangkut pemakai air dari latar belakang sosial yang sama. Namun jaringan ini masih memiliki beberapa kelemahan antara lain terjadi pemborosan air karena banyak air yang terbuang, air yang terbuang tidak selalu mencapai lahan di sebelah bawah yang lebih subur, dan bangunan penyadap bersifat sementara, sehingga tidak mampu bertahan lama. 2. Irigasi Semi Teknis Jaringan irigasi semi teknis memiliki bangunan sadap yang permanen ataupun semi permanen. Bangunan sadap pada umumnya

sudah dilengkapi dengan bangunan pengambil dan pengukur. Jaringan saluran sudah terdapat beberapa bangunan permanen, namun sistem pembagiannya belum sepenuhnya mampu mengatur dan mengukur. Karena belum mampu mengatur dan mengukur dengan baik, sistem pengorganisasian biasanya lebih rumit. 3. Irigasi Teknis Jaringan irigasi teknis mempunyai bangunan sadap yang permanen. Bangunan sadap serta bangunan bagi mampu mengatur dan mengukur. Di samping itu terdapat pemisahan antara saluran pemberi dan 29 pembuang. Pengaturan dan pengukuran dilakukan dari bangunan penyadap sampai ke petak tersier. 10. PESERTA KERJA PRAKTEK Pelaksana kegiatan Kerja Praktek ini adalah : Nama NIM Semester Program Studi Fakultas : Muhamad Taufik Arianda : D13109007 : 8 (delapan) : Teknik Arsitektur : Teknik

11. PENUTUP Demikian proposal kerja praktek ini saya susun dengan harapan dapat memberikan gambaran singkat dan jelas tentang maksud dan tujuan diadakan kerja praktek di proyek perancangan dan pelaksanaan rehabilitasi saluran irigasi di Kabupaten Sambas. Demikian atas bantuan dan kerja sama semua pihak yang terkait saya sampaikan terima kasih.