P. 1
Pengaruh Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter Dalam Perekonomian Indonesia Dalam Analisa Jangka Pendek Dan Jangka Menengah Dari Tahun 2004 Hingga Tahun 2011

Pengaruh Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter Dalam Perekonomian Indonesia Dalam Analisa Jangka Pendek Dan Jangka Menengah Dari Tahun 2004 Hingga Tahun 2011

|Views: 528|Likes:
Dipublikasikan oleh Gary Linggar
Pengaruh Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter Dalam Perekonomian Indonesia Dalam Analisa Jangka Pendek Dan Jangka Menengah Dari Tahun 2004 Hingga Tahun 2011
Pengaruh Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter Dalam Perekonomian Indonesia Dalam Analisa Jangka Pendek Dan Jangka Menengah Dari Tahun 2004 Hingga Tahun 2011

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: Gary Linggar on Jul 21, 2013
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/13/2015

pdf

text

original

UNIVERSITAS INDONESIA

PENGARUH KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER DALAM PEREKONOMIAN INDONESIA DALAM ANALISA JANGKA PENDEK DAN JANGKA MENENGAH DARI TAHUN 2004 HINGGA TAHUN 2011

TUGAS INDIVIDUAL EKONOMI MAKRO

GARY LINGGAR 1206297296

FAKULTAS EKONOMI MAGISTER AKUNTANSI – PPAk. SALEMBA APRIL 2013

Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.E. Hirawan S. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya..Sc.STATEMENT OF AUTHORSHIP “Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Susijati B.” Nama NPM Tanda tangan : Gary Linggar : 1206297296 : Mata Ajaran Judul Makalah/Tugas : Ekonomi Makro : Pengaruh Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter Dalam Perekonomian Indonesia Dalam Analisa Jangka Pendek Dan Jangka Menengah Dari Tahun 2004 Hingga Tahun 2011 Tanggal Dosen : 1 April 2013 : Prof.D . Ph. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatakan dengan jelas bahwa saya/kami menyatakan menggunakannya. M..

ABSTRAK Nama NPM Program Studi Judul : Gary Linggar : 1206297296 : Magister Akuntansi : Pengaruh Kebijakan Fiskal Dan Kebijakan Moneter Dalam Perekonomian Indonesia Dalam Analisa Jangka Pendek Dan Jangka Menengah Dari Tahun 2004 Hingga Tahun 2011 Makalah ini membahas mengenai peran kebijakan fiskal dan kebijakan moneter di perekonomian Indonesia. mahasiswa mencoba untuk memperhatikan perubahan-perubahan dalam output level. Kebijakan moneter ekspansif tersebut akan menggeser kurva IS-LM dan kurva AD-AS. price level dan interest rate di kurva-kurva tersebut di jangka pendek dan menengah. Bank Indonesia menjalankan kebijakan moneter ekspansif. Selain itu. terlihat secara nyata bahwa pada tahun 2005 hingga tahun 2009. Dilihat dari kebijakan.5%. mahasiswa juga mencoba untuk menganalisis lebih lanjut dengan menggunakan Phillips Curve dan Okun’s Law . Dengan pergeseran kurva tersebut.75% menjadi 6. . dengan menurunkan interest rate dari 12. baik jangka pendek maupun jangka menengah.

Phillips Curve dan Okun’s Law. mulai dari interest rate. Pembahasan akan dimulai dengan kebijakan-kebijakan yang diambil oleh pemerintah Indonesia dan Bank Indonesia. Dalam makalah ini. unemployment rate hingga inflasi.BAB I PENDAHULUAN Menurut Blanchard. mahasiswa akan mencoba untuk mempresentasikan hasil akhir dari indikator-indikator tersebut. mahasiswa mencoba untuk membuktikan pengaruh-pengaruh kebijakan tersebut terhadap keadaan perekonomian Indonesia yang sebenarnya pada tahun 2004 hingga 2011. Oleh karena itu. . kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dapat berpengaruh terhadap keadaan perekonomian. setelah membahas kebijakankebijakan yang diambil. Secara umum. output. kurva AS-AD. dan kemudian akan menghubungkan antara kebijakan fiskal dan kebijakan moneter dengan hasil akhir dari indikator tersebut. indikator perekonomian dapat dilihat pada pergerakan di kurva IS-LM.

dikatakan bahwa BI mengatur kebijakan moneter dengan menjaga stabilitas nilai tukar. Pemerintah Indonesia mempunyai peran di kebijakan fiskal melalui Government Spending dan Tax. Sedangkan tujuan kebijakan fiskal adalah mencapai perkembangan GDP stabil. Pada sosialisasi ITF. penghasilan yang terdistribusikan. Peran-peran tersebut mempunyai tujuan akhir. sehingga tercapai stabilitas harga dan sistem keuangan. unemployment turun. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Bank Indonesia. BI menggunakan sasaran inflasi dengan mengatur BI rate. Pada sosialisasi Inflation Targeting Framework (ITF). Selain itu. kebijakan perbankan. dan Bank Indonesia mempunyai peran di kebijakan moneter melalui pengelolaan money supply. BI juga melakukan kebijakan moneter melalui penetapan sasaran-sasaran moneter. untuk menjaga sasaran laju inflasi. yaitu kesejahteraan masyarakat. untuk mencapai tujuan akhir yang dijelaskan di atas. Pada website BI. seperti uang beredar dan suku bunga. 2. Tujuan kebijakan moneter adalah mencapai stabilitas nilai uang dan menjaga likuiditas perekonomian. stabilitas nilai tukar uang dan kebijakan moneter lainnya. BI memiliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. BI menjelaskan tujuan dan peran pada masing-masing kebijakan-kebijakan dan tujuan akhirnya. . Kerja sama tersebut bertujuan untuk mencapai tujuan akhir dengan pasti.1 Kebijakan Moneter Berdasarkan UU No.3 tahun 2004 pasal 7 tentang Bank Indonesia.BAB II KEBIJAKAN FISKAL DAN KEBIJAKAN MONETER DI INDONESIA Dalam mengelola perekonomian Indonesia.

Sedangkan kebijakan-kebijakan moneter lainnya tidak dibahas.25% Tabel 2. Periode BI Rate July 2005 – Desember 2005 8.go. karena sesuai dengan pembahasan di buku Blanchard.5% .9. lebih diutamakan kebijakan moneter BI yang menjaga uang beredar yang dicapai dengan pengaturan BI rate.5% Oktober 2009 – Desember 2011 6.75% April 2006 – Januari 2008 12.8.1 BI Rate Indonesia Secara Umum Tahun 2005 – 2011 Sumber: http://www. BI dapat menjaga uang beredar dengan melakukan pengendalian terhadap suku bunga BI Rate. BI berharap bahwa money supply yang beredar akan berkurang.6.5% Oktober 2008 – September 2009 9. BI berharap bahwa money supply yang beredar akan . dengan menurunkan BI rate.Gambar 2.1 Inflation Targeting Sumber: Sosialisasi Inflation Targeting Framework (2005) Dalam pembahasan ini.0% .75% .bi.id/ Dengan menaikkan BI rate. Sedangkan.75% Desember 2005 – April 2006 12. Oleh karena itu.0% Januari 2008 – Oktober 2008 8. akan terdapat sejumlah error yang timbul sebagai akibat defisiensinya kebijakan moneter lainnya. untuk mempersempit pembahasan dan agar pembahasan lebih terfokus.12.5% .

086.98% 19.90 985.92% -1.20 707.65% Tabel 2. dan pendapatan negara yang tidak diatur secara langsung.83% -0.253.26% 2008 19.08% 2009 16.2 Kebijakan Fiskal Kebijakan Fiskal dilakukan oleh Pemerintah Indonesia.20 637.70 6. dimana pendapatan negara stabil di sekitar angka 15% dari GDP.87% 2007 19.3 Kebijakan Fiskal Pemerintah Indonesia (% GDP) Sumber: Data Pokok APBN 2005-2011 . mahasiswa mencoba untuk melihat prosentasi belanja negara dan pendapatan negara didasarkan pada GDP.75% menjadi 6.126.80) (4.16% 15.216. Pendapatan negara diatur secara tidak langsung melalui penetapan peraturan pajak.676.632.369.224.11% -0.441.618.30) (88.789.70 5.613.893.40 667.80 3. Kebijakan fiskal yang dilakukan Indonesia adalah penentuan Government Spending dan pajak di APBN.37% 17. Pada sub bab selanjutnya. terlihat bahwa Pemerintah Indonesia ingin menjaga defisit anggaran pada sekitar -1%. Defisit anggaran sangat bergantung pada pembelanjaan negara yang dapat dikendalikan oleh Pemerintah Indonesia.01% 15.2 Kebijakan Fiskal Pemerintah Indonesia (Billion IDR) Sumber: Data Pokok APBN 2005-2011 Dari data pokok APBN tersebut.730.774.951.70 757.70) (115. terlihat bahwa BI mencoba untuk menurunkan BI rate dari 12.52% 2006 19.843.bertambah.382.649.141. Belanja Negara (% GDP) Pendapatan Negara (% GDP) Defisit Anggaran (% GDP) 2005 18.10 981.58% 2010 18.10 1. peraturan pajak selama tahun 2005-2011 hanya mengalami satu kali perubahan.20 495.87% -2.006.121.14% 2011 17.50 1.5% yang mengindikasikan bahwa BI mengaplikasikan kebijakan moneter ekspansif. Perubahan terjadi pada tahun 2010 dimana pajak terhadap perusahaan diturunkan dari 28% menjadi 25%.80 1. Berikut adalah kebijakan fiskal yang diambil oleh Pemerintah Indonesia: GDP (Billion IDR) Belanja Negara (Billion IDR) Pendapatan Negara (Billion IDR) Defisit Anggaran (Billion IDR) 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2.80 509.408.146. 2.046.202.40 848.128.70% 15.726.90) (133. Dari data tersebut.281.18% 17.60) Tabel 2.12% -1.356.20 992.763.50% -1. akan dibahas dampak dari perubahan BI rate ini.60 (14.20 4.806. Secara umum.91% 19.398.85% -0.50 7.50) (49.950.10 3. Namun.339. Perubahan peraturan pajak pada tahun 2010 tidak memberikan dampak yang signifikan terhadap pendapatan negara.987.20) (29.747.609.70 937.

00% -2.00% -0.Belanja dan Pendapatan Negara (% GDP) 21.50% -1.00% 19.2 Belanja dan Pendapatan Negara (% GDP) Sumber: Dioleh sendiri oleh Penulis .50% Belanja Negara (% GDP) Defisit Anggaran (% GDP) Pendapatan Negara (% GDP) Gambar 2.00% 14.00% 18.50% -2.00% 13.00% 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 0.00% 16.00% 17.00% 15.00% -1.00% 20.

karena terdapat berbagai kebijakan-kebijakan moneter dan pengaruh-pengaruh lainnya selain kebijakan fiskal dan BI rate.5% Oktober 2008 – September 2009 9. price level di pasar terus berubah. .bi. Mahasiswa memperkirakan bahwa ketidaktepatan dampak kebijakan tersebut. pada jangka menengah kurva LM akan bergerak kembali ke tempat semula. Namun.9. dibuatlah ekuilibrium ISLM. Periode BI Rate July 2005 – Desember 2005 8.12.5% dan stabil di angka 6.BAB III INDIKATOR-INDIKATOR PEREKONOMIAN INDONESIA Dalam bab ini. Sedangkan pada realisasinya. Dengan monetary expansion.0% Januari 2008 – Oktober 2008 8. Pemerintah Indonesia tidak menjalankan kebijakan fiskal yang radikal. akan dibahas mengenai hasil dari indikator-indikator.id/ Shift of LM Up None Down Up Down None Sebagai realisasi pada kurva ISLM.go. Phillips Curve dan Okun’s Law.75% Desember 2005 – April 2006 12. kurva LM akan bergerak ke kanan pada jangka pendek. kurva AS-AD. ditemukan data-data pada tabel di bawah ini.1 Kurva IS-LM Secara umum. 3.25%. Selain itu. ekuilibrium ISLM tidak dapat benar-benar menggambarkan pengaruh dari kebijakan moneter dan fiskal dengan tepat.75% ke 6.6. yang terdiri dari kurva IS-LM. pergerakan BI rate dan akibatnya terhadap LM.1 BI Rate Dan Dampaknya Sumber: http://www.5% .5% . Namun. Namun. Blanchard mengatakan bahwa penggambaran kurva ISLM berdasarkan price level yang sama.75% . sehingga seharusnya tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kurva IS-LM pada jangka panjang. Dapat dilihat bahwa BI mencoba untuk menurunkan BI rate dari 12. Dari datadata ini. terlihat bahwa BI rate yang diatur oleh BI mengalami fluktuasi yang cukup radikal.0% .5% Oktober 2009 – Desember 2011 6. Kebijakan ini merupakan monetary expansion. Terlihat pada tabel di bawah ini.8. Defisit anggaran dari tahun 2005 hingga tahun 2011 tetap terjaga disekitar angka 0% hingga 2%.75% April 2006 – Januari 2008 12.25% Tabel 3.

00 4.00 6.00 5.28 9.000.79 6.00 3.613. karena kebijakan periode dilakukan selama bertahap. dengan diterapkannya kebijakan monetary expansion.50% Tabel 3.22 11.000.006.253.00 Nominal GDP (Trillion IDR) Gambar 3.00% 2. Kurva IS.339. bergeser sebagai akibat dari pengaruh dari price level dan pertumbuhan GDP. seharusnya GDP mengalami penurunan.30% 2009 5. Namun.2 GDP dan BI Rate 2005-2011 Sumber: Data Pokok APBN 2005-2001 Ekuilibrium IS-LM (2005-2011) 14.774.00% 2008 4.00 8.70% 2007 3. dimana pertumbuhan GDP Indonesia mencapai 25% pada tahun 2008.00% 0.60% 2010 6.000. pada realisasinya.00% 2.951. terlihat bahwa monetary expansion berpengaruh terhadap jangka pendek.950. GDP (Trillion IDR) BI Rate (3 Bulan rata-rata) 2005 2.73 6.00% BI Rate 8.10% 2006 3. dapat dilihat bahwa secara kasar kurva LM bergeser secara signifikan ke kanan. GDP di Indonesia tidak pernah mengalami penurunan.000. sedangkan kurva IS bergeser dengan kurang signifikan ke kanan. Namun.000.Seperti pada contohnya.00% 10.00% 12.36 9.1 Ekuilibrium IS-LM Tahun 2005-2011 Sumber: Dioleh sendiri oleh Penulis Sebagai kesimpulan. apabila terdapat kenaikan BI rate yang mengakibatkan money supply berkurang. dari tahun 2005 hingga tahun 2009.50% 2011 7. .000. maka pengaruh terhadap jangka menengah belum benar-benar terlihat. mahasiswa perkirakan.00% 6. dimana kurva LM bergeser ke kanan secara signifikan.00% 4.44 7.000. Namun.89 8.00 7.

diketahui bahwa secara umum BI melakukan monetary expansion. sehingga peredaran uang menjadi lebih banyak. Oleh karena itu. pembahasan hanya akan membahas kebijakan moneter BI. adalah bertambah. Sedangkan. . diketahui bahwa dengan melakukan monetary expansion akan berpengaruh terhadap indikator-indikator sebagai berikut di jangka pendek dan jangka menengah: 1) Jangka Pendek a) Output Level: bertambah b) Interest Rate: berkurang c) Price Level: bertambah 2) Jangka Menengah a) Output Level: tidak mengalami perubahan b) Interest Rate: tidak mengalami perubahan c) Price Level: bertambah Output level dan interest rate dapat dilihat dari data-data di atas. Mahasiswa hanya mendapatkan grafik dari price level. Namun. untuk kurun waktu 2004 hingga 2010. Apabila menilik dari pembahasan Blanchard.25%. mahasiswa tidak menemukan angka yang pasti terhadap price level. Penurunan BI rate akan mengakibatkan niat masyarakat untuk menabung menjadi berkurang.2 Kurva AS-AD Dari pembahasan-pembahasan di atas. dengan menurunkan BI rate mulai pada tahun 2006 hingga tahun 2011 dan Pemerintah Indonesia tidak melakukan kebijakan fiskal secara radikal. mahasiswa mencoba untuk mencari data. yaitu monetary expansion. untuk price level.3.75% menjadi stabil di angka 6. yang menunjukkan bahwa price level di Indonesia. Kebijakan monetary expansion dilihat dari BI rate yang turun dari 12.

Hal ini memperlihatkan bahwa pengaruh kebijakan moneter mempunyai dampak langsung terhadap GDP.2 Price Level of Consumption 2004 . sehingga produktivitas bertambah dan GDP bertambah. masyarakat lebih konsumtif.Gambar 3. . price level bertambah dan interest rate berkurang. Sehingga pada tahun 2005 dan tahun 2009 dapat terlihat pengaruh kebijakan pada jangka pendek.1 Kurva AS-AD Jangka Pendek Pada kurva ASAD.org/ 3.2010 Sumber: FRED http://research.770Trilliun sampai Rp5. terlihat bahwa output level (GDP) terus bertambah. sehingga juga akan menggeser kurva AD ke kanan. Dengan tingkat pertumbuhan GDP di sekitar angka 20%.613Trilliun.2. output seharusnya bertambah. Kebijakan monetary expansion akan menggeser kurva LM ke kanan. terdapat aggregate supply dan aggregate demand. Dari tahun 2005 hingga 2009. Dengan begitu. Dengan semakin banyaknya uang yang beredar di masyarakat. kebijakan monetary expansion dilakukan secara bertahap dari tahun 2005 hingga 2009. Seperti yang sudah dibahas di sub bab ISLM. Sedangkan pada tahun 2009 hingga 2011 merupakan akibat dari dampak kebijakan jangka menengah. Mulai dari Rp2.stiouisfed.

terlihat jelas bahwa pertumbuhan GDP Indonesia turun secara cukup drastis. hal yang perlu dilihat adalah turunnya pertumbuhan GDP. Namun. mahasiswa akan mencoba untuk menampilkan pengaruh kebijakan moneter tersebut.5%. BI melakukan kebijakan moneter dengan mengendalikan BI rate. Dari angka di sekitar 20%.006Trilliun. terlihat pada gambar di atas bahwa price level di Indonesia mengalami kenaikan. sebenarnya jangka menengah dari kebijakan moneter ini belum benar-benar terlihat. yang merupakan analisis jangka pendek. Dari pembahasan singkat di atas. Pada kenyataannya. BI tidak melepas kendali atas interest rate. sebagai sketsa awal dari dampak kebijakan tersebut. angka dari GDP terus bertambah. dari Rp5. penurunan interest rate dihentikan dan stabil pada angka 6. Hal ini diakibatkan karena kurva AS bergeser ke atas dan mengimplikasikan price level semakin bertambah. diketahui bahwa dampak dari kebijakan moneter mempunyai dampak langsung terhadap GDP. Walaupun begitu. price level melebihi price level expectation. Namun. namun price level semakin bertambah. seperti terdapatnya kebijakan-kebijakan moneter lainnya. Kenaikan harga tersebut akan membuat price level menjadi naik. Dampak kebijakan terbukti dari realisasi data di Indonesia pada tahun 2005-2009. terlihat secara implisit bahwa sebenarnya kebijakan moneter ekspansif tersebut berakibat secara nyata. turun menjadi sekitar 12%. Namun. walaupun secara implisit. jelas bahwa pada jangka pendek tahun 2005-2009. Pada tahun 2009 hingga tahun 2011.75% hingga 6. hal tersebut tidak tergambar secara jelas dan eksplisit karena berbagai faktor. interest rate dan price level. dan kemudian . Hal ini dikarenakan pada jangka pendek.2. kebijakan moneter ekspansif akan mengakibatkan GDP dan interest rate menjadi kembali ke angka semula. Oleh karena itu. Jangka menengah dari kebijakan dapat dilihat mulai dari tahun 2009 hingga tahun 2011. masyarakat akan mencoba untuk menjual barang dengan harga yang lebih mahal.613Trilliun menjadi Rp7. Namun.25% dari tahun 2009 hingga 2011. Dengan GDP yang bertambah dan demand agregat yang bertambah.2 Kurva AS-AD Jangka Menengah Jangka menengah merupakan kelanjutan dari jangka pendek.Untuk interest rate. Seharusnya pada jangka menengah. interest rate turun dari 12. Oleh karena itu.5%. Dari tahun 2005 hingga 2009. 3. sehingga interest rate dijaga tetap disekitar angka 6. Pada tahun 2009.

Selain itu. phillips curve ini menjadi bias dan misleading karena kurangnya data. menunjukkan bahwa phillips curve Indonesia.di jangka menengah ini. Namun. Sehingga pada akhirnya price level menjadi naik secara drastis dan GDP akan turun. akan menambah kenaikan price level. maka inflasi akan bertambah.98%. Dengan hasil regresi yang mahasiswa dapat. dan apabila diatas 6. Hasil regresi menunjukkan bahwa rumus Phillips curve adalah sebagai berikut: Rumus tersebut memperlihatkan bahwa tingkat unemployment berpengaruh terhadap perubahan inflasi sebesar 0. maka perubahan inflasi akan semakin berkurang. dari tahun 2004 hingga 2011 adalah misleading.77.77 dibawah 6. seharusnya minimal diperlukan 20 data untuk membuat hasil regresi menjadi valid. namun hasil regresi menunjukkan angka statistik yang dianggap bias. Phillips curve menunjukkan bahwa semakin tinggi unemployment. dengan R Square yang hanya sebesar 10. inflasi akan berkurang. mahasiswa tetap mencoba untuk memperlihatkan hasil regresi tersebut. 3. Mahasiswa mencoba untuk meregresikan data-data perubahan inflasi dan unemployment rate dari tahun 2004 hingga 2011.98. pemberi kerja mencoba untuk menyesuaikan price level expectation terhadap price level. Dengan kenaikan price level expectation. .12%. Dimana. Kemungkinan besar. Apabila unemployment dikali dengan 0. Namun. menurut penerapan regresi statistika.3 Phillips Curve Phillips Curve mencoba untuk memperlihatkan hubungan antara perubahan antara inflation rate dengan unemployment rate. Data yang diregresikan hanyalah 8 data. maka angka di atas merupakan angka yang bias dan tidak dapat dipercaya kebenarannya.

00% y = 0. mungkin hasil regresi tersebut tidak menunjukkan angka yang sebenarnya.4 Okun’s Law Okun’s Law menjelaskan bahwa semakin tinggi angka employment.7754x . R Square mengartikan bahwa hanya sebesar 19. Dimana seharusnya data minimal yang diperlukan adalah 20 data. dimana R Square yang didapat hanyalah sebesar 19.0698 R² = 0.00% -2. dimana seharusnya tidak terdapat simbol tanda tambah di rumus tersebut.2% saja GDP growth berpengaruh terhadap change unemployment rate. mahasiswa mencoba untuk mempresentasikan hasil regresi okun’s law. Sekali lagi. Kembali lagi.0. karena data yang diregresikan hanyalah enam data.1012 Gambar 3. Namun.3 Phillips Curve Indonesia 2004-2011 Sumber: Diolah oleh Penulis 3.00% 12.00% Change in Inflation 2.00% 6.00% -4.00% 4.00% 8. Mahasiswa juga mencoba untuk meregresikan okun’s law dari tahun 2005 hingga tahun 2010. dapat terlihat bahwa hasil regresi Okun’s Law adalah salah.00% 9.00% Unemployment Rate Series1 Linear (Series1) 10. ditemukan rumus sebagai berikut: Dari rumus yang muncul tersebut. .2% saja.00% -6.00% 11. maka semakin tinggi pula GDP. Dari hasil regresi.Phillips Curve 6.00% 0.00% -8. hasil regresi adalah bias dan misleading.00% 7.

00% -1.00% 12.Okun's Law Change in Unemployment Rate 0.80% -1.00% -0.0.20% -0.0044 R² = 0.40% 10.00% 14.4 Okun’s Law 2005-2010 Sumber: Diolah oleh Penulis .02x .60% -0.40% -0.00% 22.00% 24.00% 28.00% y = -0.00% 20.20% -1.00% 18.00% 26.192 Output Growth Series1 Linear (Series1) Gambar 3.00% 16.

terlihat bahwa kebijakan moneter ekspansif berdampak secara langsung terhadap jangka pendek di Indonesia. yaitu diindikasikannya dengan GDP meningkat secara signifikan. mahasiswa mencoba untuk meregresikan Phillips Curve dan Okun’s Law. hasil regresi menunjukkan bahwa data-data yang dihasilkan adalah bias. Sedangkan kebijakan moneter ekspansif berdampak secara implisit terhadap jangka menengah di Indonesia.BAB IV KESIMPULAN Sebagai kesimpulan. Untuk menganalisis lebih lanjut. dari dampak kebijakan moneter ekspansif. interest rate turun dan price level naik. . Namun. dengan diindikasikannya pertumbuhan GDP yang turun drastis. interest rate yang tetap dan price level yang kian bertambah. sehingga tidak dapat digunakan.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->