Anda di halaman 1dari 3

Management of Groundwater

Tujuan dari pengelolahan air tanah adalah untuk mengembangkan sesuatu yang dapat dimanfaatkan dari air tanah secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan semua pengguna dan menemukan spesifikasi kondisi yang ditentukan, seperti level kualitas air, biaya dari pengembangan dan pengoprasian dan kendala sosial dan politik. Prosedur pengelolahan harus memadai untuk menghindari efek potensial yang merugikan di masa sekarang dan masa yang akan dating seperti terkurasnya air secara berlebihan, berkurangnya kualitas air, dan berkurangnya lahan diakibatkan pemompaan yang berlebihan. Beberapa permasalahan air tanah bisa dihindari bila adanya perencanaan yang bagus yang telah dilatih sebelumnya. Pembatasan permintaan air di generasi lalu adalah alasan penting bahwa efek yang tidak diinginkan berikutnya diabaikan atau diremehkan. Peningkatan secara terus-menerus populasi dan peningkatan terhadap permintaan air di sebabkan oleh peningkatan standar hidup terus-menerus membuat situasi baru yang mengharuskan perencanaan yang tepat dan pengelolaan sumber daya air tanah. Akuifer tidak bisa lagi menjadi sumber daya air kualitas bagus yang berlimpah. Peningkatan limbah limbah masyarakat dan perluasan industry dan pertanian membuat penurunan kualitas dari air tanah. Di pesisir akuifer, peningkatan akan permintaan air telah mengakibatkan masuknya air garam dari laut ke dalam akuifer tersebut. Semua masalah tersebut memaksa untuk adanya manajemen air tanah. Pengelolaan air ekonomis secara optimum membutuhkan pendekatan penggabungan antara manajemen surface waters dan groundwater. Pengelolaan air tanah yang komprehensif hanya renungan,

mempertimbangkan ketika kekurang atau efek merugikan yang lain telah timbul. Di masa lalu, pengembangan air tanah di tempatnya tidak selalu mengikuti prosedur pengelolaan. Rumus, kedalaman dan kapasitas setiap sumur tidak terkonstruksi secara benar.

Program pengolaan mesti dibawa oleh organisasi yang sesuai yang memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mengimplementasikan program tersebut. Organisasi tersebut seperti pemerintah atau kelompok dan diawasi oleh pemerintah local atau pusat. Pada umumnya, fungsi dari pengelolaan air tanah sebagai berikut: a. Regulation of water consumption. Air yang di konsumsi bisa diatur baik secara langsung oleh alokasi atau tidak langsung oleh biaya konsumsi. Tujuan dari fungsi ini adalah untuk menjaga produksi air pada akuifer dan untuk menghalangi dari penambangan akuifer ketika pengambilan air melebihi pengisian kembali air pada akuifer tersebut dalam selang waktu tertentu. b. Augmentation of Water supply. Beberapa metode atau cara yang berguna untuk penambahan cadangan air tanah seperti metode artificial recharge (pengisian buatan), relocation of wells (relokasi sumur), atau importing water (mengimpor air). c. Aquifer Restoration. Di pesisir akuifer, kehilangan air yang berlebihan dapat membuat gangguan berupa masuk dan meluasnya air garam dari laut ke akuifer tersebut.

Program pengelolaan mesti dilakukan di daerah yang didasari oleh definisi batasan penampungan air tanah. Di daerah yang lembab, pada umumnya sangat sedikit tempat penampungan air tanah bisa dipertimbangkan perkembangaanya. Bagaimanapun, perkembangan dari air tanah tanpa mengikuti investigasi sumur rencana dapat menimbulkan masalah dikarenakan kehilangan air tanah tak menentu. Pembatasan cadangan air tanah membutuhkan manajemen yang tepat. Di beberapa daerah kering atau semi-kering dimana air tanah adalah sember daya besar dari cadananga air, tempat (basin) harus di olah supaya menjamin cadangan air tanah yang abadi. Sayangnya, perhatian selalu tertuju pada masalah area; area lain terabaikan sampai masalah pada area itu muncul. pengambilan air besar-besaran pada tampungan air tanah di beberapa daerah dari sumur bisa menyebabkan kekurangan air tanah di daerah lain atau kekurangan air

pada masa mendatang dan juga dapat merugikan. Jika angka, rumus dan kapasitas sumur di desain dengan tepat, banyaknya air yang diambil bisa diperoleh tanpa masalah yang ditimbulkan oleh pengambilan air yang berlebihan.