Anda di halaman 1dari 24

Glaukoma fakolitik ec katarak hipermatur

Rio Jaya Abadi 102008198

Anatomi Mata

Anamnesis
Identifikasi data pasien Keluhan utama Riwayat penyakit sekarang Riwayat penyakit dahulu Riwayat keluarga Apakah ada gangguan pada mata?seperti apa? Riwayat penggunaan obat-obatan sebelumnya? Mata mana saja yang bermasalah?unilateral/bilateral?

Pemeriksaan fisik
TTV Inspeksi Optotik snellen Finger counting Hand movement Light projection Lapang pandang

Pemeriksaan penunjang
Tonometri Gonioskopi Oftalmoskopi Tonografi Uji lain
Uji kopi Uji minum air Uji steroid

Status Oftalmologis Okulo Dextra Visus TIO Injeksi Siliar Kornea COA Pupil Diameter Pupil Lensa Oftalmoskopi 1/300 N +++ + Agak sedikit keruh Ada cairan keputihan Samar-samar tampak 7 mm Keputih-putihan Tidak tembus Okulo Sinistra 4/60 Agak keruh Samar-samar kesan baik

Working diagnosis
OS = Katarak senilis imatur Katarak: terjadi kekeruhan pada lensa Gak menular,tapi bilateral. Biasanya pada usia lanjut Klasifikasi berdasarkan usia
Katarak kongenital Katarak juvenil Katarak senilis

Etiologi
Faktor usia Fisik/trauma Bahan kimia dan obat Penyakit predisposisi Penyakit infeksi pada saat ibu hamil

Gejala klinis
Penglihatan seperti berasap Visus mata turun secara progresif

Epidemiologi
Prevalensi pria dan wanita sama 50% terkena pada umur 65-70tahun 75% pada orang usia 75 tahun Katarak kongenital dan juvenile < katarak senilis 38 juta orang di dunia buta, 41%karena katarak

Differential diagnosis
Tabel 1. Perbedaan Staium Katarak Senilis Insipien Kekeruhan Cairan lensa Ringan Normal Imatur Sebagian Bertambah (air masuk) Matur Seluruh Normal Hipermatur Masif Berkurang (air+massa lensa berkurang Iris Bilik mata depan Sudut balik mata Shadow test Peyulit Normal Normal Normal Negatif Terdorong Dangkal Sempit Positif Glaukoma Normal Normal Normal Negatif Tremulans Dalam Terbuka Pseudopos Uveitis + Glukoma

Working diagnosis
OD = Glaukoma fakolitik ec katarak hipermatur Glaukoma fakolitik = glaukoma sekunder sudut terbuka. Terjadi peningkatan TIO akibat komplikasi dari katarak hipermatur

Etiologi
Katarak matur (seluruhnya opak) Katarak hipermatur (korteks cair dan nuclus yang mengambang bebas) Likuefeksi fokal katarak imatur (jarang) Dislokasi lensa yang katarak di vitreus

Gejala klinis
Mata tenang/tidak merah Visus turun perlahan Mata terasa berdenyut hebat Terdapat warna putih keruh pada mata

Epidemiologi
Banyak di negara yang sedang berkembang dan belum maju Prevalensi pria dan wanita sama Jarang pada pasien usia < 50tahun

Faktor resiko
Usia di atas 45 tahun Riwayat glaukoma pada keluarga Riwayat katarak TIO tinggi Pengguna obat steroid

Patofisiologi Denaturasi protein lensa (cairan) katarak hipermatur kapsul robek masuk ke coa bercampur dengan humor aquos TIOglaukoma fakolitik ec katarak hipermatur

Differential diagnosis
Diagnosa Banding Tipe glaucoma Phacolytic Etiologi Maturing cataract _ protein solubility Phacoanaphylactic Lens matter exposure Immune tolerance Phacomorphyc Immature cataract Intumescent lens Penetrating trauma Surgical trauma Inflammatory cell Lens matter Macrophages Pupillary block Push iris Lens extraction Lens extraction Faktor pemicu Capsule incompetence Offending factor Macrophages Lens proteins Penatalakasanaan yang wajib Lens extraction

Penatalaksanaan
OS Semua staging katarak dilakukan pembedahan Operatif
Ekik Ekek
Afakia / pseduafakia

Penatalaksanaan
OD Glaukoma fakolitik ec katarak hipermatur Tangain katarak terlebih dahulu Penatalaksanaan glaukoma
Timolol 0,5% Carpine 2% Asetazolamide 250mg Suplemen kalium

Bedah : trabekulektomi & iridektomi

Komplikasi
OS Katarak sekunder Edem kornea Ruptur kapsul posterior Endoftalmitis Ablasio retina Kebutaan

OD Edema kornea persisten Kebutaan

Pencegahan
menjaga kesehatan mata mengonsumsi makanan yang dapat melindungi kelainan degeneratif pada mata dan antioksidan Hindari terpapar zat kimia di lingkungan

Prognosis
OD dan OS prognosis baik apabila di tangani segera Tidak timbul komplikasi setelah di lakukan pembedahan pada mata atau ekstraksi pada mata Tidak di tangani bisa dapat menyebabkan kebutaan persisten.

terimakasih

Anda mungkin juga menyukai