Anda di halaman 1dari 65

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Kurikulum FK UMP diselenggarakan dengan mengadopsi kurikulum berbasis kompetensi (KBK) dengan pendekatan SPICES. Salah satu penerapan pendekatan early clinical exposure yang dilakukan dalam proses pembelajaran adalah dengan menyelenggarakan metode pembelajaran Tugas Pengenalan Profesi (TPP). TPP adalah upaya terstruktur di dalam blok melalui tugas mandiri untuk menyiapkan mahasiswa memahami peran sebagai profesional dokter dan memahami kebutuhan masyarakat akan layanan kesehatan dan administrasi layanan kesehatan. Proses ini merupakan kegiatan lapangan dengan mengenalkan mahasiswa secara dini pada kasus klinik atau komunitas di rumah sakit, puskesmas, panti, posyandu, kunjungan ke rumah pasien dan lain-lain. Namun, khusus pada blok XXII (pra kepaniteraan klinik) yang merupakan blok terakhir dari tahap akademik, metode pembelajaran TPP diselenggarakan dengan tujuan mengenalkan mahasiswa pada kegiatan pelayanan kedokteran di setiap satuan medis fungsional rumah sakit, dalam bentuk observasi kegiatan pelayanan medis di departemen klinik. Selain itu, sebagai wahana perkenalan mahasiswa terhadap proses pembelajaran di tahap profesi, sehingga diharapkan tidak lagi asing dengan situasi pembelajaran dan kegiatan harian mahasiswa tahap profesi di rumah sakit pendidikan utama serta afiliasi. Berdasarkan latar belakang di atas maka dilakukannya observasi di RSMP, RSUD Palembang Bari, RSK dr Abdullah Rivai, dan RS Ernaldi Bahar.

1.2 Tujuan Melalui kegiatan TPP mahasiswa mampu : 1. Memahami pelayanan kesehatan yang dilakukan dokter dalam situasi klinis di rumah sakit. 2. Memahami alur pelayanan kesehatan pasien di rumah sakit. 3. Memahami prinsip rujukan pasien oleh dokter kepada sarana

penunjang diagnostik di rumah sakit. 4. Memahami implementasi nilai-nilai islam kemuhammmadiyahan pada pelayanan kesehatan yang dilakukan dokter di rumah sakit.

1.3 Manfaat Untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan dalam hal anamnesis, pemeriksaan fisik umum maupun khusus, dan pemeriksaan penunjang serta diagnostik dan terapi yang sesuai.

BAB II LANDASAN TEORI


2.1 Gambaran Profil RS.Muhammadiyah Palembang

Sejak tahun 1965 cita-cita pendirian Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang (RSMP) telah menjadi wacana para tokoh muhammadiyah di Sumatera Selatan seperti HM. Sidik Adiem, Djamain St. Marajo, KH. Masjhur Azhari, HM. Rasjid Thalib, H. Zamhari Abidin, SH, H. Anang Kirom, H.M. Soeripto, A. A. Sjarkowi Bakri, HM. Fauzi Shomad dan tokoh-tokoh lainnya yang mendapat dukungan penuh dari bapak H. Abu Jasid Bustomi dan bapak H.M. Ali Amin, SH selaku gubernur kepala daerah provinsi Sumatera Selatan saat itu dan selanjutnya cita-cita tersebut direalisasikan dengan peletakan batu pertama pembangunan RSMP yang dilaksanakan pada tanggal 18 November 1967. Akan tetapi karena perkembangan sosial politik dan kondisi internal persyarikatan muhammadiyah hal-hal terkait kendala financial sehingga pelaksanaan pembangunan berjalan tertatih-tatih sehingga akhirnya RSMP baru diresmikan pendiriiannya pada tanggal 10 dzulhijjah 1417 H / 18 april 1997 M oleh gubernur Sumatera Selatan pada saat itu yakni Bapak H. Ramli Hasan Basri yang juga

dihadiri ketua pimpinan pusat muhammadiyah bapak Prof. DR. H. M. Amien Rais, MA. Diusianya yang masih terbilang muda, keberadaan RSMP yang beralamat di jalan jenderal ahmad yani kelurahan 13 ulu palembang 30263 saat ini telah menunjukkan perkembangan yang cukup menggembirakan dan dapat mensejajarkan diri dengan rumah sakit terkemuka lain di kota palembang. Kepercayaan dan dukungan masyarakat yang sangat tinggi dapat dilihat dari fenomena kunjungan pasien setiap hari sehingga sejak tahun 2005 RSMP dipercaya sebagai salah satu provider PT. ASKES dalam melayani pasien ASKESKIN, ASKES PNS dan Komersial, JAMKESMAS, serta JAMSOSTEK SUMSEL SEMESTA, bahkan saat ini juga telah terjalin kerjasama dengan banyak instansi lain baik pemerintah maupun swasta di Sumatera Selatan terutama dalam bidang peningkatan pelayanan kesehatan. Secara demikian, saat ini RSMP adalah rumah sakit swasta terbesar yang melayani pasien JAMKESMAS dan JAMSOSTEK atau sekitar 60 % dari total jumlah pasien yang berkunjung ke RSMP. Upaya tak kenal lelah dari pimpinan dan pegawai RSMP untuk terus meneguhkan komitmen meningkatkan mutu pelayanan kesehatan terhadap masyarakat cukup menyita perhatian pakar mareketing Hermawan Kertajaya pendiri Markplus Institute and Marketing sehingga pada tanggal : 27 November 2010 menganugerahkan penghargaan Palembang Service Excellence Champion Award 2010 kepada RSMP. Tujuan, Visi dan Misi Tujuan: Meningkatkan derajat kesehatan yang optimal melalui pendekatan preventif, promotif, kuratif, dan rehabilitatif bagi segenap masyarakat pada umumnya dan warga muhammadiyah khususnya dalam rangka keluarga sakinah ma waddah wa rahmah sebagai bagian dari masyarakat islam yang sebenarbenarnya.

Visi: Terwujudnya rumah sakit yang dapat memberikan pelayanan, pendidikan, dan penelitian kesehatan secara profesional, modern, dan islami sehingga menjadi kebanggaan warga muhammadiyah.

Misi 1) Memberikan pelayanan, pendidikan, dan penelitian kesehatan secara profesional, modern, dan islami. 2) Mewujudkan citra sebagai wahana ibadah dan pengemban dakwah amar maruf nahi munkar dalam bidang kesehatan. 3) Menjadi pusat persemaian kader muhammadiyah dalam bidang pelayanan, pendidikan, dan penelitian kesehatan. Motto : Melayani sebagai ibadah dan dakwah. Direksi dan Pegawai 1) Direktur : dr. H. Yudi Fadilah, Sp. PD, FINASIM 2) Wakil direktur pelayanan medis : dr. H. Pangestu Widodo 3) Wakil direktur administrasi dan keuangan 4) Wakil direktur SDM dan AIK Jumlah Pegawai 1) Pegawai tetap 2) Pegawai kontrak 3) Pegawai harian 4) Pegawai khusus 5) Calon pegawai Dokter Spesialis 1) Tetap 2) Tamu : 9 orang : 40 orang
5

: Amidi, SE, M.Si : Drs. Irawan Husein

: 444 orang : 308 orang : : 3 orang 4 orang : 26 orang : 103 orang

Dokter Umum 1) Tetap 2) Tamu : 9 orang : 4 orang : 231 orang : 55 orang : 106 orang

3) Tenaga paramedis keperawatan 4) Tenaga paramedis nonkeperawatan 5) Tenaga non medis Perusahaan Kerjasama

Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang telah menjalin kerjasama pelayanan kesehatan dengan beberapa perusahaaan sebagai berikut : 1. PT. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek) 2. PT. ASKES (Persero) 3. PT. Mitra Organ 4. PT. Nayaka Era Husada 5. PT. Easco Medical 6. PT. Sinar Alam Permai 7. PT. Melati Puspa Medica Sejahtera (MPS) 8. PT. Asuransi Jiwa Tugu Mandiri 9. PT. A.J. Central Asia Raya Healthy Care dan Managed Care 10. PT. Asuransi Sinar Mas 11. PT. Zakirah Health Care 12. PT. Aruna Wijaya Sakti Group 13. PT. Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia 14. PT. Semen Baturaja (Persero) 15. PT. Mahakam Kencana Intan Padi 16. PT. Swarnadwipa Dermaga 17. Jamkesmas Sumsel 18. Jamsoskes Sumsel Semesta 19. Im Care 177 20. Asuransi Jiwa Bersama Bumi Putera 1912 Fasilitas Pelayanan

1) Pelayanan Rawat Jalan a. Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam b. Poli klinik spesialis dan sub spesialis Kebidanan dan penyakit kandungan Penyakit dalam Syaraf Paru Anak Jantung THT Kulit dan penyakit kelamin Mata Bedah (umum, anak, digestif, syaraf, urologi, tulang) Hematologi onkologi medic Pelayanan Rawat Inap Ruang perawatan VIP KHUSUS (1 bed) VIP UTAMA (1 bed) KELAS I A (1 bed) KELAS 1 B (2 & 3 bed) KELAS II A (2 bed) KELAS II A (4 bed) Fasilitas AC, TV 21, Sofa, Dispencer, Extra bed, Kulkas, Kamar mandi, dan Water heater AC, TV 21, Sofa, Kulkas, Dispencer, Kamar mandi, dan Water heater AC, TV 21, Sofa, Kamar mandi didalam AC, TV, Kamar mandi didalam Fan, TT, Kamar mandi didalam AC, dan Kamar mandi didalam
7

KELAS II B (6 bed) KELAS III A KELAS III B KEBIDANAN KAMAR BERSALIN ICU / ICCU (10 TT)

Fan, TT, dan Kamar mandi diluar AC, dan Kamar mandi diluar Fan, dan Kamar mandi diluar Fan, AC, dan Kamar mandi didalam Full AC Monitor EKG, Defibrillator, AC, Ventilator

Pelayanan Penunjang / Tindakan Medis a. Instalasi Farmasi (buka 24 jam) b. Konsultasi Gizi c. Echo Cardiography d. Laboratorium (24 jam) e. Treadmill f. Radiologi g. USG 4 Dimensi h. ECG + Spirometri i. Fisioterapi j. Ambulance Fasilitas Umum a. Musholla b. Mini shop c. Koperasi pegawai d. Cafetaria e. Area parkir kendaraan f. Bimbingan rohani pasien
8

g. Konsultasi agama h. Pengelolaan ZIS i. Penyelenggaraan jenazah (www.rsmuhammadiyahpalembang.com)

2.2 Gambaran Profil RS.Palembang Bari

RSUD Palembang BARI di bangun dengan nama Poliklinik / Puskesmas Pasca Usaha dari tahun 1986 sampai dengan April 1995 dengan melalui dan di
9

bangunnya poliklinik-poliklinik, kantor dan sederhana mulai tanggal 19 Juni 1995 Palembang BARI dengan SK

alat-alat yang diresmikan

masih menjadi

sangat RSUD

Depkes Nomor 1326/Menkes/Kes/SK/IX/1997,

Tanggal 10 November 1997 ditetapkan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah Tipe B dengan status milik Pemda Kota Palembang. Di tahun 2008 RSUD Palembang BARI diberikan status Akreditasi penuh tingkat lanjut berdasarkan Kepmenkes RI Nomor : YM.01.10/III/334/08 tentang pemberian status Akreditasi penuh tingkat lanjut kepada rumah sakit umum daerah palembang BARI jalan panca usaha no.1 Seberang Ulu I. Palembang Provinsi Sumatera Selatan tanggal 5 februari 2008. Serta Ditetapkan sebagai BLUD-SKPD RSUD Palembang BARI berdasarkan Keputusan Walikota Palembang No. 915.b tahun 2008. Penetapan RSUD Palembang Bari sebagai SKPD Palembang yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan BLUD (PPK-BLUD) secara penuh. Dan pembangunan yang dilaksanakan pada tahun 2008 meliputi Gedung Poliklinik (3 lantai), Gedung Instalasi Gawat Darurat, Gedung Instalai Gizi (Dapur), Gedung Loundry, Gedung VVIP, Gedung CSSD, Gedung ICU, Gedung Genset dan IPAL. Pada tahun 2009 RSUD Palembang BARI di tetapkan sebagai Rumah Sakit Tipe B berdasarkan Kepmenkes RI Nomor : 241/MENKES/SK/IV/2009 tentang peningkatan Kelas Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI milik pemerintah kota palembang provinsi sumatera selatan tanggal 2 april 2009. Pembangunan gedung yang sedang berlangsung di tahun 2009 meliputi : Gedung Kebidanan, Gedung Neonatus, Gedung Rehabilitasi Medik serta Gedung Hemodialisa. Pembangunan gedung yang sedang berlangsung di tahun 20102011 meliputi: Perawatan Kelas I, II, III, Kamar Jenazah, Gedung ICCU, Gedung PICU, Workshop dan Musholah. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor: HK.07.06/III/2044/09 tentang pemberian izin penyelenggaraan Rumah Sakit Umum Daerah Kelas B dengan nama Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI Pemerintah Kota Palembang Sumatera Selatan. Nama-nama Dokter/ Direktur RSUD Palembang BARI sejak diresmikan : a. Tahun 1986 s/d 1995 : dr. Jane Lidya Titahelu, sebagai Kepala Poliklinik/ Puskesmas Pasca Usaha.
10

b. Tanggal 1 Juli 1995 s/d Juli 2000 : dr. H. Eddy Zarkaty Monasir, Sp.OG sebagai direktur RSUD Palembang BARI. c. Bulan Juli 2000 s/d November 2000 Pelaksana Tugas : dr. H.Dachlan Abbas, Sp.B. d. Tanggal 14 Novenber 2000 s/d sekarang : dr. Hj. Indah Puspita, H.A,MARS sebagai Direktur RSUD Palembang BARI. Lokasi RSUD Palembang BARI Rumah Sakit Umum Daerah Palembang BARI terletak diKecamatan Seberang Ulu I Jalan Panca Usaha No.1 Kelurahan 5 Ulu Darat.Bangunan berada 800 Meter dari jalan Raya Jurusan Kertapati, tepi jalanmasih rawa-rawa yang tersebar dengan rumah-rumah penduduk yang kurangteratur. Sejak Januari tahun 2001 di bangun jalan alretnatif dari jalanJakabaring menuju RSUD Palembang BARI yang bisa langsung ke kantor KOPRI Koto Palembang dan PDAM. Areal RSUD Palembang BARI luasnya 45.605 Meter, hampir 100% merupakan rawa-rawa yang kedalaman airnyamencapai 50-150cm, keadaan ini mempengaruhi perkembangan Rumah Sakit,karena untuk pembangunannya harus didahului dengan penimbunan dan juga sulit dalam menjaga kebersihanya. Dari luas tanah yang 4,5 Ha. Dasar Hukum RSUD Palembang BARI dalam membentuk pelayanan terhadap masyarakat dilindungi oleh UU Hukum sebagai dasar untuk melaksanakan tugas, meliputi : a. UU No.23 Menkes tahun 1992 tentang pokok kesehatan b. Keputusan Menteri Kesehatan RI No.1306/Menteri/SK/XI/1997 tanggal 10 November 1997 tentang penetapan kelas RSUD Palembang BARI menjadi kelas C c. Keputusan Wali kota Palembang No.50 tahun 2001 tentang biaya pelayanan RSUD Palembang BARI dengan SK Walikota No.234/Kes/2001 tentang pembagian Hasil

pungutan biaya pelayanan Kesehatan. d. UU No.22 tahun 1999 tentang otonomi daerah.
11

e. Program Pembangunan Daerah (Rroperda)Kota Palembang 2001-2005 Fasilitas Pelayanan Untuk sementara ini RSUD Palembang BARI membina daerah Seberang Ulu dan menerima rujukan dari 9 Puskesmas Induk, 12 Puskesmas Pembantu serta Dokter dan Bidan Praktek Swasta. Selain itu RSUDPalembang BARI juga menerima rujunkan dari Puskesmas-puskesmas yangberada di wilayah Ogan Komering Ilir, Musi Banyuasin mengingattransportasi lebih cepat ke RSUD Palembang BARI dari pada RSUD Kayuagung dan Prabumulih maupun Sekayu. Dalam memberikan pelayanan kesehatan RSUD Palembang BARI mempunyai layanan sebagai berikut: a. Rawat Jalan 1) Poliklinik Spesialis Bedah 2) Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam 3) Poliklinik Kebidanan dan Penyakit Kandungan 4) Poliklinik Spesialis Anak 5) Poliklinik Spesialis Mata 6) Poliklinik Spsialis THT 7) Poliklinik Spesialis Kulit dan Kelamin 8) Poliklinik Gigi 9) Poliklinik Rehabilitas Medik 10) Poliklinik Psikologi 11) Poliklinik Akupuntur 12) Poliklinik Jantung 13) Poliklinik Syaraf b. Instalasi Gawat Darurat c. Instalasi Rawat Inap 1) Instalasi rawat inap umum perempuan. 2) Instalasi rawat inap Kebidanan dan Penyakit Kandungan. 3) Instalasi Rawat Inap Penyakit Anak.
12

yang meliputi

perawatan laki-laki

dan

4) Instalasi Rawat Inap VIP. 5) Instalasi Rawat Inap Neonatus. 6) Instalasi Rawat Inap Bedah. 7) Instalasi Rawat Inap ICU d. Pelayanan Penunjang 1) Instalasi Laboratorium Klinik 2) Instalasi Radiologi. 3) Instalasi Farmasi (Apotek) 4) Instalasi Bedah Sentral dan Recovery Room (RR) 5) Instalasi Gizi 6) Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit 7) Instalasi Bedah Sentral e. Pelayanan Transportasi 1) Mobil Ambulance 3 Unit 2) Mobil Jenazah 1 Unit 3) Mobil Operasional 1 Unit (www.rsudpalembangbari.com)

2.3 Gambaran Profil RS. Ernaldi Bahar Palembang

13

Perkembangan pelayanan kesehatan jiwa di daerah Sumatera Selatan sudah dimulai sejak tahun 1920 seperti tertera dalam Besluit 21 Mei 1920 No.21 dari Burgelijke Geneeskundig Diensi, kemudian Besluit 25 Februari 1922 No.41 mengenai personalia yang bertugas di tempat itu. Pada tahun 1923 di Hindia Belanda dibangun Verpleechtehuiz (Rumah Perawatan) pertama untuk luar Jawa yaitu di Ujung Pandang dan Palembang. Verpleechtehuiz Palembang semula terletak di Jalan Kirangga Wiro Sentiko yang sekarang ditempati oleh Polisi Militer Kodam II Sriwijaya. Pada tahun 1942 dipindahkan ke Baturaja, kemudian dipindahkan lagi ke Kurungan Nyawa (Ogan Komering Ulu) pada tahun 1946, Pimpinan saat itu dijabat oleh Dr. R. Setiarjo. Rumah Sakit Jiwa Palembang mulai dibangun sekitar tahun 1954-1955 dengan nama Rumah Sakit Suka Bangun, karena situasi keamanan saat itu maka sebagian bangunan yang sudah jadi ditempati oleh Batalion TNI AD. Setelah keadaan aman sekitar tahun 1957 mulai dirintis berdirinya Unit Pelayanan Kesehatan Jiwa berupa Poliklinik Penyakit Jiwa dan Syaraf yang dipimpin oleh Dr. Chasanah Goepito dan secara resmi dibuka tanggal 13 Juni 1958. Berdasarkan surat pimpinan Rumah Sakit Djiwa Kurungan Nyawa tanggal 4 Januari 1957 No.10/20/A/Rpsd dan tanggal 3 Juli 1958 No.365/20/B/Rpsd serta surat pimpinan Rumah Sakit Jiwa Sukabangun tertanggal 24 Juli 1958 No.258/Peg/V/58. Pasien dan Pegawai Rumah Sakit Kurungan Nyawa dipindahkan ke Rumah Sakit Jiwa Sukabangun dan berdasarkan SK Menkes No.4287/Pal/Peg/1958 disertai mutasi 21 orang pegawai Rumah Sakit Djiwa Kurungan Nyawa. Pada tanggal 18 Agustus 1958 dilakukan peresmian oleh Kepala Bagian Penyakit Djiwa Kementerian Kesehatan RI menjadi Rumah Sakit Djiwa Soekabangoen Sebagai pimpinan dijabat oleh Dr. Chasanah Goepito. Kemudian di tahun 1976 Rumah Sakit Djiwa Soekabangoen berubah nama menjadi Rumah Sakit Jiwa Palembang.

14

Rumah Sakit Jiwa Palembang turut berperan dalam perkembangan kesehatan jiwa di Indonesia sewaktu Bapak Prof. Dr. R. Kusumanto Setyonegoro menjabat sebagai Kepala Direktorat Kesehatan Jiwa. Rumah Sakit Jiwa Palembang ditunjuk sebagai tempat pelaksanaan Rapat Regional Kesehatan Jiwa dan Pembahasan PPDGJ IV. Tanggal 18 April 1978 berlakunya Surat Keputusan Menkes RI No.135/MENKES/SK/IV /78 Tahun 1978 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Pusat Palembang maka Rumah Sakit Jiwa Palembang berubah nama menjadi Rumah Sakit Jiwa Pusat Palembang Tipe A. Sejalan dengan pelaksanaan Otonomi Daerah pada tanggal 22 Juni 2001 telah diundangkan Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan No.9 Tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Rumah Sakit Jiwa Pusat Palembang berubah nama menjadi Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Selatan yang berada di bawah dan bertanggungjawab langsung kepada Gubernur Sumatera Selatan. Perkembangan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Selatan dengan dukungan penuh Pemerintah Daerah dan DPRD Provinsi Sumatera Selatan, sarana prasarana dan sumber daya manusia baik kualitas maupun kuantitas ditingkatkan. Menyadari bahwa stigma terhadap Rumah Sakit Jiwa masih melekat di masyarakat. Pimpinan Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Selatan, Dr. Chairil Zaman, MSc memprakarsai perubahan nama Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Selatan dengan mengambil nama tokoh Psikiater yang pernah mengabdi dan membesarkan Rumah Sakit Jiwa Palembang. Pilihan terhadap tokoh Prof. Dr. Ernaldi Bahar, Phd, seorang Guru Besar Madya dalam Ilmu Kedokteran Jiwa yang bertugas dan turut membangun Rumah Sakit Jiwa Palembang pada tahun 1972-1998 dipilihlah nama Rumah Sakit Dr. Ernaldi Bahar (RSEB). Perubahan nama tersebut ditetapkan dalam Peraturan Daerah Provinsi Sumatera Selatan Nomor 3 tahun 2006 12 Juni 2006 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Nomor 9 tahun 2001 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Rumah Sakit Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Selatan.

15

1920 1923 Dibangun Verpleechtehuiz Rumah Perawatan sakit jiwa di Palembang 1942 Di pindahkan ke Baturaja 1946 Dipindahkan ke Kurungan Nyawa (Ogan Komering Ulu) 1954-1955 Mulai dibangun RS Jiwa di Palembang 13 Juni 1958 Berdirinya Poliklinik Jiwa dan Syaraf 18 Agustus 1958 Diresmikan Rumah Sakit Djiwa Sukabangun 1976 RS Jiwa Sukabangun berubah nama menjadi RS Jiwa Palembang 1978 RS Jiwa Palembang berubah nama menjadi RS Jiwa Pusat

Palembang 22 Juni 2001 Berubah nama menjadi RS Jiwa Daerah Provinsi Sumatera Selatan Terletak di lokasi yang strategis di pinggir Jalan Kol. H. Burlian KM.6 Telp. (0711) 410354. Fax. (0711) 420792, email rs erba@telkom.net, Po Box.1060 Palembang dengan luas lahan 14,8 ha. Kapasitas tempat tidur tersedia : 215 tempat tidur. SDM pelaksana terdiri dari : a. Dokter spesialis

Psikiater Penyakit dalam Penyakit anak

: 3 orang : 1 orang : 1 orang

Kebidanan dan penyakit kandungan : 1 orang Penyakit mata : 1 orang


16

b Dokter umum c Dokter gigi d Psikolog/ S.Psi

: 33 orang : 4 orang : 9 orang

e Apoteker/ Asisten Apoteker : 5 orang f Perawat g Paramedis non perawat h Umum : 126 orang : 89 orang : 127 orang

2.4 Rs.Dr.Rivai Abdullah Palembang

Didirikan pada tahun 1914, pertamanya hanya sebagai tempat penampungan atau pengasingan penderita kusta. Lokasi pertama di daerah Kertapati (Seberang Ulu I) + 25 Km dari lokasi sekarang. Pendiriannya diprakarsai oleh seorang nahkoda kapal Belanda (nama tidak diketahui), karena beberapa orang orang anak buah kapalnya menderita kusta,
17

tempat penampungan ini diberi nama KEMBANG PUMPUNG. Karena adanya protes masyarakat disekitar tempat penampungan itu maka lokasi penampungan dipindahkan ke lokasi sekarang yaitu ; Sungai Kundur Kelurahan Mariana Kecamatan Banyuasin I Kabupaten Banyuasin Propinsi Sumatera Selatan yang jaraknya + 20 Km dari kota Palembang dan terletak dipinggir Sungai Musi. Dahulu lokasi RSK Dr.Rivai Abdullah Palembang seluas + 120 Ha langsung diserahkan oleh BPM (Hindia Belanda). Tetapi setelah diukur ulang oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) dengan sertifikat Hak Pakai No. 02/Desa Mariana tahun 1993 ternyata lokasi tersebut tinggal + 27,5 Ha. Sampai dengan tahun 1960 Rumah Sakit ini dikelola oleh sebuah yayasan yang kegiatan internnya dilakukan oleh Bala Keselamatan. Dengan terbitnya SK.Menteri Kesehatan .RI Nomor : 95048 /Hukum, tanggal 9 Desember 1960, maka pada tanggal 1 April 1961 oleh Bala Keselamatan Rumah Sakit ini diserahkan kepada Departemen Kesehatan RI. Status RSK. Dr.Rivai Abdullah adalah Rumah Sakit vertikal milik Dep.Kes.RI, dipimpin oleh seorang Direktur yang berada dibawah dan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Jenderal Bina Pelayanan Medik. Sampai dengan tahun 1978 organisasi RSK. Dr.Rivai Abdullah Palembang masih di bawah organisasi Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Selatan, setelah diterbitkannya SK Menteri Kesehatan .RI Nomor : 141/Menkes/SK/IV/1978 tanggal 28 April 1978 secara resmi RSK. Dr.Rivai Abdullah Palembang dinyatakan sebagai Unit Pelaksana Teknis Diretorat Jenderal Pelayanan Medik Departemen Kesehatan RI dengan eselon III.b. Pada tahun 1993 organisasi dan tata kerja RSK. Dr.Rivai Abdullah Palembang meningkat menjadi eselon II.b sesuai Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 185/Menkes/SK/II/1993 tangggal 26 Februari 1993 dan Surat Keputusan Presiden RI Nomor 69 tahun 1993 tanggal 2 Agustus 1993 tentang Eselonisasi RS yang mana RSK. Dr.Rivai Abdullah merupakan Rumah Sakit Khusus Kelas A setara dengan RSU Kelas B

18

Sejak dikeluarkannya Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor : 270/Menkes/SK/VI/1985 tanggal 4 Juni 1985 tentang Wilayah Binaan Rumah Sakit Kusta, RSK. Dr.Rivai Abdullah Palembang ditunjuk sebagai Rumah Sakit Kusta Pembina untuk Wilayah Regional Bagian Barat, meliputi seluruh Sumatera dan Kalimantan Barat (9 propinsi). Pada tahun 1987 RSK. Dr.Rivai Abdullah Palembang mulai diberlakukan Pola Tarif, yang sebelumnya pelayanan pasien kusta diberikan secara gratis. Namun bagi pasien kusta yang tidak mampu tetap diberikan pelayanan dengan membebaskan sebagian atau seluruhnya biaya pelayanan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dalam perkembangannya jumlah penderita kusta semakin menurun, untuk pemanfaatan sumber daya yang ada, baik sarana, prasarana dan sumber daya manusia, pelayanan terhadap masyarakat tidak hanya terbatas kepada penderita kusta saja, tetapi juga pelayanan bagi masyarakat guna meningkatkan fungsi sosial rumah sakit kepada penduduk yang tinggal di sekitar RSK terutama penderita yang tidak/kurang mampu, serta guna menghilangkan leprophobia pada masyarakat, tetapi juga pelayanan bagi masyarakat (penderita) umum, maka RSK.Dr.Rivai Abdullah Palembang mengusulkan Izin Pemberian Pelayanan Umum di RS.Kusta Sungai Kundur melalui surat Nomor : KU.03.02.1.24.2164 tanggal 26 Agustus 1995 yang disetujui (diberikan Izin) oleh Direktur Jenderal Pelayanan Medik melalui Surat Nomor : BM.01.03.3.2.04929.A tanggal 31 Oktober 1995. Untuk mengenang jasa-jasa Alm. Dr. Rivai Abdullah semasa beliau memimpin Rumah Sakit dari tahun 1971 s/d tahun 1986, maka diusulkan perubahan nama RSK dari RSK. Sungai Kundur menjadi RS.Kusta Dr. Rivai Abdullah kepada Menkes RI melalui Surat Nomor : KS.00.05.1.11.3766 tanggal 6 Juli 2006 dan disetujui oleh Menteri Kesehatan RI melalui Surat Nomor : 630/Menkes/SK/VIII/2006 tanggal 10 Agustus 2006.

19

Berikut nama-nama Direktur yang pernah meminpin Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang: - 1914 1918 - 1918 1922 - 1922 1928 - 1928 1932 - 1932 1936 - 1936 1939 - 1939 1942 - 1942 1946 - 1946 1951 - 1951 1954 - 1954 1957 - 1957 1960 - 1960 1971 belum ada petugas khusus Tuan Louis Tuan Uijling Tuan Rosenlund Tuan Moutbow Tuan Uijling Periode II Tuan Moutbow Periode II Mantri Hardjo Tuan H.Geerth Tuan A.Sterh. P.Telaumbanua D..Manuhutu Dr.R.Gojali dibantu oleh

Z.Maigoda

&

CH.Paliama

(Paramedis) - 1971 1980 Dr.Rivai Abdullah - 1980 1983 Dr.Farida Sirlan (PJ) - 1983 1986 Dr.Rivai Abdullah - 1986 1992 Dr.D.Tambunan, Sp.KK - 1992 2000 Dr.APB Matondang, SKM - 2000 2005 Dr.Hj.F.Nuraini Kurdi, Sp.RM, MPH - 2005 2008 Dr. H. Bayu Wahyudi, MPH..M, Sp.OG - 2008 Sekarang Dr.H. Heriyadi Manan, SpOG Visi & Misi RS Kusta Dr. Rivai Abdullah Visi : Terwujudnya Pelayanan Kesehatan Masyarakat yang Optimal dengan Unggulan Kusta dan Pelayanan Spesifik Spesialistik agar lebih produktif. Misi 1. Meningkatkan Disiplin Karyawan 2. Meningkatkan dan Memenuhi Kualitas dan Kuantitas Sumber Daya Manusia

20

3. Memenuhi dan Memberdayakan Secara Optimal Sarana dan Prasarana Sesuai Kebutuhan 4. Membuat Kebijakan Yang Tepat Sesuai Visi Rumah Sakit 5. Membina Kerjasama Lintas Sektoral 6. Meningkatkan Pembinaan di Wilayah Binaan 7. Menjadikan RSK dr. Rivai Abdullah Palembang sebagai tempat tujuan wisata medik dan wisata sosial. Tujuan Umum dan Tujuan Khusus Tujuan Umum : Dihasilkannya pelayanan pasien penyakit kusta dan rehabilitasi cacat secara menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan melalui pendidikan dan latihan, pengkajian dan pengembangan di bidang Kusta dan Rehabilitasi yang efektif, efisien dan bermutu melalui pengolahan sumber daya yang professional, serta memberikan pelayanan kesehatan yang spesifik spesialistik terhadap masyarakat yang membutuhkan. Tujuan Khusus 1) Mengelola pelayanan kesehatan dan pelayanan medis bagi pasien kusta secara professional. 2) Meningkatkan fungsi Rumah Sakit sebagai Rumah Sehat dengan melaksanakan kegiatan promotif dan preventif baik bagi pasien, staf rumah sakit dan masyarakat di wilayah cakupannya. 3) Menjadikan RSK. Dr. Rivai Abdullah sebagai tempat wisata sosial & wisata air, tempat berlibur dan tempat pelayanan kesehatan yang spesifik spesialistik. 4) Melaksanakan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat Miskin dalam rangka menunjang peningkatan cakupan kesehatan masyarakat 5) Melaksanakan pelayanan rujukan dan bimbingan teknis pada wilayah binaan.
21

6) Melaksanakan kegiatan Diklat, pengkajian dan pengembangan Rumah Sakit 7) Melaksanakan Administrasi Umum dan Keuangan 8) Melaksanakan pencatatan dan pelaporan 9) Meningkatkan pengawasan fungsional/ waskat dalam rangka terciptanya aparatur yang bersih dan bertanggung jawab. Fasilitas Pelayanan Di RSK. Dr. Rivai Abdullah Palembang Jenis pelayanan kesehatan yang telah tersedia di RSK. Dr. Rivai Abdullah Palembang sebagai berikut : 1. Pelayanan Medis, meliputi : A. Instalasi Rawat Jalan untuk pasien kusta dan pasien umum yang dilayani oleh dokter spesialis, antara lain : a) Poliklinik Spesialis Penyakit Dalam b) Poliklinik Spesialis Penyakit Kebidanan c) Poliklinik Spesialis Penyakit Bedah d) Poliklinik Spesialis Penyakit Kulit Kelamin e) Poliklinik Spesialis Penyakit Mata f) Poliklinik Spesialis Penyakit Gigi dan Mulut g) Poliklinik Spesialis Penyakit Anak h) Poliklinik Spesialis Penyakit THT i) j) Poliklinik Umum Poliklinik Penyakit Kusta

B. Instalasi Rawat Darurat (IRD) 24 jam

C. Instalasi Bedah a) Bedah umum b) Bedah kusta

22

D. Instalasi Rawat Inap untuk pasien kusta dan pasien umum dengan kapasitas 300 tempat tidur. Terdiri dari :

No I 2 3 4 5 6 7 II 1 2 3 4 5 6

Rawat Inap Rawat Inap Umum Bangsal Umum Bangsal Anak Bangsal Bedah Bangsal Kebidanan a. Obstetri b. Gynecology Rawat Inap Kusta

Kelas I 2 2 1

Kelas II 6 3 4

Kelas III 32 10 24 11 8 3 54 34 37 43 32 10 277

Jumlah 40 15 29 16 11 5 54 34 37 43 32 10 300

2 1

1 1

Bangsal A/B Bangsal C1 Bangsal C2 Bangsal D Bangsal F Bangsal F Jumlah 8 15 E. Pelayanan Penunjang Medis, meliputi : a. b. c. d. Instalasi Radiologi Instalasi Laboratorium Instalasi Gizi Instalasi Farmasi

F. Pelayanan Asuhan Keperawatan. G. Pelayanan Rehabilitasi, meliputi : a. Instalasi Rehabilitasi Medik Occupational Therapy b. Instalasi Rehabilitasi Sosial c. Instalasi Rehabilitasi Karya Unit Therapy Kerja ( UTK ) H. Pelayanan rujukan pasien kusta dan pasien umum. I. Pelayanan Ambulance, Londry, IPRS, Sanitasi, Hukum, Diklat, Kajibang, dan Pemulasaran Jenazah Unit Fisiotherapy, Prothesa,

23

SDM Di RSK. Rivai Abdullah Palembang Pegawai Rumah Sakit medis dan para medis yang tersedia adalah 171 orang data Desember 2011, sebagai berikut : 1. Pegawai Tetap (PNS/CPNS) a. Tenaga Medis dan Paramedis - Dokter Umum - Dokter Sp. Bedah - Dokter Sp. Bedah Orthopedi - Dokter Sp. Penyakit Dalam - Dokter Sp. Kebidanan dan Kandungan - Dokter Sp. Anak - Dokter Sp. Anasthesi - Dokter Sp. Mata - Dokter Sp. Kulit dan Kelamin - Dokter Sp. Patologi Anatomi - Dokter gigi - S1 keperawatan - Akper/ D3 Keperawatan - D3 + D4 Keperawatan Anastesi - D3 Kebidanan - Perawat Kesehatan (SKP/SPR) - Sekolah Pengatur Rawat Gigi b. Tenaga Farmasi - Apoteker - AKFARMA - Asisten Apoteker/ SMF c. Tenaga Kesehatan Masyarakat - S2 Kesehatan Masyarakat - S1 Kesehatan Masyarakat - D3 Sanitarian
24

: 24 orang : 3 orang : 1 orang : 3 orang : 5 orang : 2 orang : 1 orang : 2 orang : 3 orang : 1 orang : 3 orang : 6 orang : 55 orang : 2 orang : 12 orang : 23 orang : 2 orang : 4 orang : 1 orang : 8 orang

: 2 orang : 19 orang : 2 orang

- D1 Sanitarian d. Tenaga Gizi - D3 Gizi - D1 Gizi e. Tenaga Keterapian Fisik - D3 Fisioterapi - D3 Okupasi Terapi f. Tenaga Keteknisan Medis - Radio Grafer - D3 Refraksionis Optisien - D3 Rekam Medis - D3 Teknik Elektromedik - D3 Analisa Kesehatan - Analisa Kesehatan g. Pasca Sarjana - S2 Sarjana Administrasi

: 5 orang

: 9 orang : 2 orang

: 4 orang : 2 orang

: 4 orang : 1 orang : 2 orang : 3 orang : 1 orang : 5 orang

: 5 orang

h. Sarjana Muda / Diploma / Akademi - Sarjana Psikologi - Sarjana Ekonomi/ Akuntansi - Sarjana Administrasi - Sarjana Hukum - Sarjana Tehnik - Sarjana Komputer - S1 lainnya : 2 orang : 14 orang : 10 orang : 3 orang : 2 orang : 1 orang : 2 orang

25

i. Sekolah Menengah Tingkat Atas - SMA/ SMU - SMEA - STM - SMKK - SPSA j. SMTP dan SD kebawah - SMTP - SD kebawah : 3 orang : 12 orang : 42 orang : 2 orang : 8 orang : 2 orang : 2 orang

Jumlah total pegawai Rumah Sakit Kusta Dr. Rivai. Abdullah Palembang 344 orang Nilai/Value Bekerja secara profesional: 1. Kepuasan pelanggan menjadi tujuan 2. Menggalang kerjasama dan kemitraan 3. Integritas tinggi 4. Tanggung jawab, disiplin, keselamatan adalah janji kami

Budaya Organisasi

Berpikir kreatif dan inovatif Bersikap cepat tanggap Bertindak tepat dan produktif Menggalang kerjasama dan kemitraan

Motto
26

KUWAT K = Komitmen U = Usaha W = Wajib membantu A = Akuntabilitas T = Transparan Memberikan pelayanan kesehatan yang optimal agar anda dapat berkarya dan lebih produktif

BAB III METODE PELAKSANAAN


27

3.1

Tempat Pelaksanaan Pelaksanaan kegiatan Tugas Perkenalan Profesi blok XXII ini berlokasi di beberapa tempat RS Palembang yaitu RS. Muhammadiyah Palembang, RSUD BARI, RS A.Rivai, dan RS Ernaldi Bahar.

3.2

Waktu Pelaksanaan Waktu pelaksanaan penelitian dilaksanakan selama 8 hari. Adapun jadwal rotasi departemennya, sebagai berikut :

NO. 1.

HARI/TANGGAL Rabu, 26 Desember 2012

DEPARTEMEN Saraf dan Penunjang Diagnostik di RSUD BARI

2. 3. 4. 5. 6. 7. 8.

Kamis, 27 Desember 2012 Jumat, 28 Desember 2012 Senin, 1 Januari 2013 Selasa, 2 Januari 2013 Rabu, 3 Januari 2013 Kamis, 7 Januari 2013 Jumat, 8 Januari 2013

OBGIN di RSUD BARI Anak di RSUD BARI Mata dan THT di RSMP IPD di RSMP Bedah di RSMP Kulit dan Kelamin di RSK A.Rivai Kesehatan Jiwa di RS. Ernaldi Bahar

3.3

Subjek Subjek tugas mandiri kegiatan Tugas Perkenalan Profesi ini yaitu dokter,

staff yang terlibat dalam program pelayanan kesehatan dan observasi kegiatan dokter muda.
28

3.4

Metode Pelaksanaan Kegiatan Adapun langkah-langkah kerja dari kegiatan Tugas Perkenalan Profesi ini

sebagai berikut. 1. 2. Mahasiswa dibagi dalam kelompok, terdiri dari 10 orang. Mahasiswa dalam kelompok akan melakukan kegiatan observasi lapangan bergilir pada setiap departemen dengan kegiatan sebagai berikut : a. Melakukan observasi prosedur anamnesis dan pemeriksaan fisik yang dilakukan dokter pada pasien dalam situasi klinik di RS Pendidikan. b. Melakukan observasi prosedur umum rujukan laboratorium, prosedur kerja pemeriksaan tambahan (laboratorium, radiologi dan fisioterapi) di situasi klinik di RS Pendidikan. c. Melakukan observasi ketrampilan terapetik serta tindakan prevensi seorang dokter dalam mengelola masalah pasien di situasi klinik RS Pendidikan. d. Melakukan observasi alur pelayanan pasien di RS Pendidikan. e. Melakukan observasi terhadap sikap professional dan implementasi etika dan moral seorang dokter dalam pelayanan pasien di RS Pendidikan. f. Melakukan observasi peran dokter dalam bekerja sebagai tim pelayanan kesehatan secara efektif dan menghargai peran dan pendapat berbagai profesi kesehatan. g. Membuat status pasien dari hasil anamnesis dan data sekunder pemeriksaan fisik dan penunjang. 3. Setiap kelompok akan secara bergilir melakukan kegiatan di Departemen yang terkait. 4. Selama mengikuti kegiatan di setiap departemen, mahasiswa akan dibimbing oleh 1 orang dosen pendidik klinik. 5. Kegiatan-kegiatan yang diikuti berupa :

29

NO 1.

JENIS KEGIATAN Observasi sarana dan prasarana : a. Ruang rawat inap b. Ruang rawat jalan c. IGD d. ICU e. NICU/PICU

DEPARTEMEN

Semua Departemen

Bedah IPD IKA

2.

Observasi Alur Pelayanan : a. Pendaftaran b. Pemberian status pasien Semua Departemen

3.

Observasi penunjang diagnostic : a. Administrasi rujukan (laboratorium, radiologi, fisioterapi) b. Fasilitas (laboratorium, radiologi, fisioterapi) c. Penggunaan alat d. Pelaporan hasil Semua departemen

Sarana penunjang diagnostic

4.

Pelayanan kedokteran Observasi cara melakukan anamnesis Observasi prosedur pemeriksaan fisik Pembuatan status pasien IPD dan Bedah

Semua departemen

5.

Observasi kegiatan dokter


30

muda : Follow up pasien rawat inap Pemeriksaan pasien baru Reflective learning (referat, laporan khusus) Bed Site teaching Pembelajaran AIK

Semua departemen

6. Setelah melakukan kegiatan TPP, setiap kelompok akan membuat laporan hasil kegiatan yang dikumpulkan sebagai syarat kelengkapan kelulusan blok XXII.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1. Hasil dan Pembahasan RSUD Bari Palembang 4.1.1. Departemen Syaraf dan Pemeriksaan Penunjang

31

Pada tanggal 26 desember 2012 kami melakukan Tugas Pengenalan Profesi (TPP) di bagian Saraf dan Pemeriksaan Penunjang di RSUD Bari Palembang pada pukul 07.00 14.00 Ditinjau dari segi sarana dan prasarana, bagian syaraf digabung berada di bagian bangsal penyakit dalam,memiliki 2 ruangan yang terdiri dari ruangan lakilaki dan ruangan wanita. Semua kelas di bagian syaraf adalah kelas 3 dengan 6 tempat tidur di masing-masing ruangan tersebut. Di bagian penjagaan ruangan tersebut terdapat westafel atau tempat cuci tangan, TV , kipas angin, kotak sampah, lemari ,meja dan toilet. Observasi Sarana dan Prasarana 1. Ruang rawat inap : Ruang rawat inap laki-laki ada 6 bed, staff perawat ada 9 orang Ruang rawat inap perempuan ada 6 bed, staff perawat ada 9 orang Ruang Isolasi ada 1 bed Ruang tindakan terdiri dari alat-alat kesehatan dan obat-obatan. Ruang dokter, ada 2 dokter spesialis syaraf: 2 dokter yang menangani pasien di bagian syarat tersebut yaitu dr.budiman.Sp.S dan dr.Zahirwan.Sp.S. Conter Perawat : Kepala ruangan dari bagian syaraf tersebut adalah ibu Tuti,lalu terdapat 20 perawat.

32

Alur Pelayanan dari bagian syaraf ini adalah semua pasien awalnya dari tempat pendaftaran atau dari IGD baru bisa langsung di bawa/dirawat di bagian syaraf tersebut. Dari segi penunjang diagnostik terdapat Laboratorium, Radiologi, Fisioterapi , serta ct scan yang digunakan untuk pemeriksaan penunjang pasien tersebut.Pada saat dilapangan ,kami memphoto Bagian fisioterapi,Radiologi dan ct.scan. 1. Fisioterapi Fisioterapi adalah bentuk pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu dan atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan
33

gerak dan fungsi tubuh sepanjang daur kehidupan dengan menggunakan penanganan secara manual, peningkatan gerak, peralatan (fisik, eletroterapeutis dan mekanis). Pelatihan fungsi dan komunikasi (Kepmenkes 1363 TAHUN 2001).

2. Ruang Sampling (Patologi Klinik) Ruangan ini buka 24 jam, bisa digunakan untuk pengambilan darah rutin dan melakukan paps mear 3. Rontgen Rontgen digunakan sebagai pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis sertadapat memberikan gambaran tentang kelainan anatomi tubuh 4. CT Scan

34

CT Scan (Computed Tomography Scanner) adalah perpaduan sinar X dan computer untuk menghasilkan gambar organ tubuh bagian dalam secara melintang, dalam pemeriksaan pasien berbaring pada alas untuk kemudian dimasukkan dalam tablet besar berbentuk seperti donat, kemudian diberikan radiasi dengan dosis tertentu dari segala arah sehingga menghasilkan gambaran yang sangat detail dari berbagai sudut kecil dari seluruh organ tubuh, seperti susunan saraf pusat, otot, tulang, tenggorokan dan rongga perut. Dari sarana penunjang diagnostik yang dibimbing oleh dr.budiman.Sp.S menerangkan ini digunakan untuk seluruh tubuh, dan alat ini mempunyai radiasi yang sangat kuat sehingga hanya 1 menit untuk melakukan CT Ssan tersebut. Ct Scan ini sudah mempunyai fasilitas 3 dimensi.

5. Radiologi Ruangan radiologi memiliki anti radiasi dengan lapisan timbal. Ruangan ini digunakan untuk melakukan rontgen non kontras, foto polos dan BMO 6. Ruang Xray Ruangan untuk panaromic : Gigi

35

7. Ruangan USG Ruangan ini untuk memeriksa bagian abdomen, Tractus urogenital dan saluran cerna. 8. Ruangan hemodialisa dll. 9. Observasi Cara Anamnesis di Poliklinik Saraf. Setelah kami melihat tempat bagian syaraf yang terletak di bangsal penyakit dalam,lalu melihat-lihat sarana penunjang diagnostik di RSUD bari, kami diajak ke Poli syaraf oleh dr.Budiman.Sp.s . Di sini kami melihat dokter melakukan pemeriksaan ke pasien , kami melihat dokter melakukan anamnesis kepada pasien mulai dari keluhan utama,keluhan tambahan,riwayat pengobatan,riwayat alergi,riwayat penyakit dahulu dan riwayat keluarga. Di poli ini juga kami di beri tahu mengenai beberapa hal seperti harus menjaga etika ,berempati kepada pasien agar pasien mau jujur mengemukakan keluhan kepada kita(dokter),harus lengkap menulis status pasien , dan juga kalau nanti coass kami tiap hari melakukan visite pasien dan follow up pasien.

4.1.2. Departemen Obgyn Pada tanggal 27 desember 2012,melakukan TPP bagian IKA/ Ilmu Kesehatan Anak di RSUD Palembang BARI pada pukul 08.00 14.00
36

Hasil. Di RSUD Palembang Bari terdapatruangan- ruangan diantaranya : 1. Ruang bersalin 2. Ruang Isolasi (VK) 3. Ruangan tindakan Ginekologi 4. Ruang Obstetri 5. Ruang Bayi 6. Ruang Konseling 7. Ruang Kelas III, II, I 8. Ruang VIP Dokter yang bertugas 1. Dr. Kurniawan, Sp.OG 2. Dr. DidiAskariPasaribu, Sp.OG 3. Dr. Msy. Yenni Indriyani, Sp.OG

Kegiatan Dokter Muda Kegiatan dilaksanakan 8 minggu di stase Obgyn Kegiatan rutin dibagi menjadi 3 tugas, bangsal, kamar operasi dan poli. Pada bagian bangsal melakukan follow up pasien perhari, pada bagian kamar operasi ikut preceptor menjadi assisten operasi dan pada poli melakukan identifikasi pasien
37

Kemudian ada juga jadwal jaga VK dan bangsal, pada bagian VK memantau pasien yang akan partus.

Pembahasan Pada tanggal 27 Desember 2012 sekitarpukul 07.30 WIB kami berkumpul di RSUD Palembang Bari kemudian menujuke ruang bakordik untuk mengambil absensi dan form penilaian kemudian menuju keruangan Obstetri dan Ginekologi. Di situ kami menunggu sampai dr.Kurniawan tiba untuk memberikan pengarahan dan bimbingan. Sekitar jam 1 kurang dr. Kurniawan tiba dan langsung memberikan penjelasan dan pengarahan mengenai apa saja tugas yang akan dilaksanakan oleh dokter muda, dan menjelaskan berapa lama stase yang akan dilalui. Setelah memberikan pengarahan dr.Kurniawan meminta izin tidak dapat menemani untuk berkeliling observasi sarana dan prasarana yang ada disana, yang kemudian diambil alih oleh kepala ruangan. Gambar Di Departemen Obgyn RS Palembang Bari

38

4.1.3. Departemen Anak Pada tanggal 28 desember 2012 tepatnya pada hari jumat melakukan TPP bagian IKA/ Ilmu Kesehatan Anak di RSUD Palembang BARI pada pukul 08.00 14.00 Terdapat beberapa ruangan yaitu: 1. Ruang isolasi 2. Ruang infeksi 3. Ruang non- infeksi 4. Ruang tindakan 5. Ruang peralatan Alat resusitasi Infus set Obat- obatan Nebulator Dll
39

Ruang isolasi salah satunya dijadikan kamar coas. Status pasien di isi dengan lengap (SOAP), melakukan follow up pasien Kepala ruangan rawat inap adalah ibu leli. Ada tiga dokter anak yang pertama dr. Ridhayani, Sp.A, dr. Hadi sp.A dan dr. Halimah Sp.A. dan terdapat 15 perawat. Bagian Neonatus 1. Ruang level IIA : tersangka infeksi tanpa infus 2. Ruang level IIB (NICU) : tersangka infeksi dan memerlukan infuse 3. R. SMF Neonatus 4. R. Obat-obatan 5. R. Admistrasi 6. R. Cuci Inkubator 7. R. Laundry 8. R. Menyusui 9. R. Kepala Ruangan 10. R. Susu dan makanan bayi 11. R. Mandi bayi 12. R. Resusitasi 13. R. PMK 14. R. Kebidanan 15. R. Koas 16. R. Perawat 17. WC

40

Poli anak : setiap hari kerja dan poli tumbuh kembang. Ruangan neonatus ini terdiri dari 3 kelas yaitu: Kelas 1: Ruang level II A, untuk bayi yang sehat atau persiapan bayi pulang Kelas 2 : Ruang level II B (ruang infeksi) Kelas 3 : Ruang NICU, untuk kondisi bayi premature atau dengan gangguan nafas

Alat yang terdapat di ruangan neonatus terdiri dari: - Isolator - Oximetry - NGT - Cpuft
-

-Fototeraphy -Infantmarmer -Ventilator -Nasalcanal -O2 -Infusor

Kompresor

- Monitor

Gambar Di Departemen Anak RS Palembang Bari

41

4.2. Hasil dan pembahasan RSMP 4.2.1. Departemen Mata dan THT Tanggal 31 desember 2012, hari senin, kegiatan TPP stase THT dan Mata di RSMP dilakukan sekitar jam 11.30 dengan stase mata bersama dr. Ibrahim Sp.M kemudian dilanjutkan pada stase THT dengan dr. Feriyanto. Kegiatan TPP pada stase mata dan THT bersifat observasi dengan tujuan mengetahui pelayanan pasien, komunikasi dokter-pasien, cara anamnesis dan pemeriksaan fisik, serta rujukan pemeriksaan penunjang. A. Mata Dokter pembimbing di bagian THT : dr. Ibrahim Sp.M Melakukan observasi : 1.Anamnesa pasien 2. Pemeriksaan fisik ( Pemeriksaan visus dan tekanan intraokuler) 3.Pemeriksaan penunjang.

42

Gambar Poli Mata Peralatan yang berada di Poli Mata : 1. 2. 3. 4. 5. Snellen chart Slitlamp Loop Tonometri Trial lens 6. Pantocain 7. Cendo mydriatil 8. Ophtalmoskop 9. Trial frame 10. Occluder

B. THT Dokter Pembimbing di bagian THT : dr.Feriyanto. Kami observasi : 1.Anamnesa 2. Pemeriksaan fisik 3. Pemeriksaan Laboratorium Peralatan yang berada di Poli THT : 1. Rhinoskopi anterior 2. Rhinoskopi posterior 3. Corong telinga 4. Lampu kepala 5. Otoskopi 6. Pengait serumen 7. Pinset bayonet 8. Kasa steril
43

9. 10. 11. 12. 13. 14. 15.

Penlight Spatula lidah Speculum hidung Lampu spiritus Kertas tisu Plaster Gunting

Gambar Poli THT 4.2.2. Departemen Penyakit Dalam Pada hari kamis tanggal 2 januari 2013 kami melakukan TPP bagian penyakit dalam di RSMP pada pukul 07.00 13.00. Kami dibagi menjadi 2 kelompok dan masing masing diberi 1 pasien yang harus kami lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. 1. Pasien Pertama.

44

A.

Identifikasi Nama lengkap : Tn. Bastari Jenis kelamin : Laki-Laki () Tgl lahir / Umur : 60 tahun Alamat : Jln. Pandawa 2 Ilir Pekerjaan : Wiraswasta Agama : Islam No. Reg. RS : Tgl pemeriksaan : 2 Januari 2013 Ruang : III.B.4 Dokter pemeriksa : dr. Zulkarnain MRS Tanggal : 29 Desember 2012

B.

Anamnesis Keluhan utama : Luka tidak sembuh-sembuh sejak 2 bulan yang lalu Riwayat perjalan penyakit :

Os memiliki riwayat kencing manis sejak 10 tahun yang lalu dengan keluhan sering kencing pada malam hari, sering minum tetapi nafsu makannya sama seperti biasa, dan sering berkeringat pada malam hari. Berat badan mengalami penurunan dari 60 kg sampai 53 kg. Os juga mengeluh lemas, pusing, gatal-gatal, dan kesemutan. Os memiliki riwayat operasi digiti I sinistra yang disebabkan kulit berwarna hitam yang tidak sembuh sembuh dan semakin meluas dan berbau. Os juga meniliki riwayat darah tinggi serta ibunya memiliki riwayat kencing manis. Os memiliki kebiasaan merokok 7 batang / hari. C. Pemeriksaan fisik Keadaan umum
45

Keadaan : tampak sakit ringan Kesadaran : compos mentis Pucat : Keadaan gizi : IMT = 18,55 underweight Kebersihan : kurang baik Nadi : 83x/menit, regular, cukup Pernafasan : 15x/menit BB : 53 kg TB : 169 cm

Kulit -

Temp : 36oC TD : 150/90 mmHg

Warna : sawo matang Kering : Tidak ada pembesaran

Kelenjar getah bening Pemeriksaan organ Kepala Mata Telinga Hidung Mulut Leher Dada

: : : : normal normal : : :
46

normal konjungtiva anemis

normal normal normal

D.

Paru-paru Jantung

: :

normal normal normal : normal

Pembuluh darah : Perut Ektremitas :

pucat tidak diperiksa

Genitalia eksterna :

Pemeriksaan Penunjang BSS Hb Leukosit : : : 221 mg/dl 8,5 g/dl 19.300/uL

E. F. G.

Diagnosis Kerja

: Osteomyelitis + Gangren Diabetikum + Hipertensi

Diagnosis Banding : Neuropati Diabetikum Pengobatan :

IVFD NaCl 20 gtt / menit + Gentamycin 2 x 1 gr Na-Diclofenac tablet 2 x 50 mg Omeprazole tablet 2 x 20 mg Amilodipin 1 x 5 mg :

H.

Prognosis -

Qua ad vitam : Dubia ad Bonam Qua ad functionan : Dubia ad Malam

I.

Rencana Pemeriksaan Khusus : BSN BSPP Profil Lipid


47

Tes fungsi ginjal Tes fungsi hati EKG Echokardiografi HbA1C Urin lengkap Funduskopi

2. Pasien Kedua A. B. Identifikasi Nama lengkap : Tn. Salman Jenis kelamin : Laki-Laki () Tgl lahir / Umur : 63 tahun Alamat : Desa Penanggiran, Muara Enim Pekerjaan : Petani Agama : Islam No. Reg. RS : 115479 Tgl pemeriksaan : 2 Januari 2013 Ruang : Infeksi Pria Dokter pemeriksa : dr. Yusuf Sp.S MRS Tanggal : Anamnesis Keluhan utama : Sesak nafas, batuk berhadak, nyeri dada sejak 2 bulan yang lalu Riwayat perjalan penyakit :
48

Os mengalami sesak nafas sejak 2 bulan yang lalu, sesak semakin terasa berat, sesak disertai batuk berdahak dan nafsu makan berkurang. Os pernah melakukan pengobatan di daerahnya yaitu Muara Enim dan disuruh memakan OAT selama 6 bulan tetapi baru 2 bulan os konsumsi. Os tidak memiliki riwayat kencing manis dan hipertensi. Os bekerja menjadi petani dan biasanya bekerja tanpa masker. Pemeriksaan fisik Keadaan umum Kulit Warna : hitam : Tidak ada pembesaran Keadaan : tampak sakit ringan Kesadaran : compos mentis Anemia : (+) Kebersihan : kurang baik Nadi : 93x/menit, regular, cukup Pernafasan : 27x/menit BB : 50 kg TB : 163 cm Temp : 36,5oC TD : 110/60 mmHg

Kelenjar getah bening Pemeriksaan organ Kepala Mata Telinga :

: : normal

normosefali konjungtiva anemis

49

Hidung Mulut Leher Dada Paru-paru Kanan

normal : : : kering normal normal

Kiri

Inspeksi

Simetris, gerakan dinding Simetris, gerakan dinding dada simetris, tidak ada dada simetris, tidak ada massa yang tertinggal massa yang tertinggal normal, massa, ada

Palpasi

Stremfemitus tidak ada

normal, Stremfemitus massa, tidak

pelebaran sela iga (-). Perkusi Auskultasi J. Bunyi Sonor (+) Ronkhi Kering (+) Pembuluh darah : Jantung Perut Ektremitas : :

pelebaran sela iga (+). Bunyi Redup (+) Ronkhi Kering (+) normal normal : normal tidak diperiksa normal

Genitalia eksterna :

Pemeriksaan Penunjang Darah rutin Rontgen : TB Paru

K. L. M.

Diagnosis Kerja

Diagnosis Banding : Pneumonian dan Bronkiektasis Pengobatan :

OAT Kategori 1 : 3 tablet 4 KDT Intensif 56 hari


50

N.

Penicilin tablet 3 x 500 mg Ambroxol Syrup 3 x perhari :

Prognosis -

Qua ad vitam : Dubia ad Bonam Qua ad functionan : Dubia ad Malam

O.

Rencana Pemeriksaan Khusus : -

4.2.3.

Departemen Bedah Pada hari jumat tanggal 3 januari 2013 kami melakukan TPP bagian

penyakit dalam di RSMP pada pukul 07.00 13.00. Kami diberi 1 pasien yang harus kami lakukan anamnesis dan pemeriksaan fisik. 1. Observasi sarana dan prasarana - Ruang rawat inap - Ruang rawat jalan - IGD 2. Observasi Alur Pelayanan - Pendaftaran - Pemberian status pasien 3. Observasi Penunjang Diagnostik - Administrasi rujukan (laboratorium, radiologi, fisioterapi) - Fasilitas (laboratorium, radiologi, fisioterapi) - Penggunaan alat - Pelaporan hasil 4. Pelayanan Kedokteran - Observasi cara melakukan anamnesis - Observasi prosedur pemeriksaan fisik - Pembuatan status pasien 5. Observasi kegiatan dokter muda - Follow up pasien rawat inap
51

- Pemeriksaan pasien baru - Reflective learning (referat, laporan kasus) - Bed site teaching - Pembelajaran AIK Hasil Pembuatan status pasien bedah: 1. Identitas Nama: Tn. P Umur: 35 tahun Alamat: Banyuasin Pekerjaan: Buruh harian lepas 2. Anamnesis Keluhan Utama: nyeri perut sebelah kanan bawah Keluhan tambahan: tidak ada Riwayat perjalanan penyakit: Dua minggu yang lalu os merasakan nyeri di seluruh perut kemudian os berobat ke tukang urut. Pada saat batuk os merasakan ada sesuatu yang turun dari perut kanan ke bagian bawah. Os tidak suka makan makanan yang pedas dan tidak mengkonsumsi obat-obatan. Os mengaku ini pertama kali dialaminya. Riwayat penyakit dahulu: (-) Riwayat penyakit keluarga; Tidak ada
52

3. Pemeriksaan fisik - Status generalis: KU: tampak sakit ringan TD: 130/90 mmHg RR: 20x/mnt HR: 80x/mnt T: 37,2 C - Status lokalis region inguinalis dextra Inspeksi: tidak tampak benjolan Palpasi: teraba benjolan, batas tidak tegas, konsistensi kenyal, permukaan rata, mobile, nyeri tekan (+) - Status lokalis genitalia Inspeksi : pembesaran scrotum Palpasi : tidak dilakukan 4. Pemeriksaan penunjang 5. Diagnosis : Hernia inguinalis dextra 6. Terapi: disarankan untuk Herniorraphy

53

4.3. Hasil dan Pembahasan RSK Dr.Rivai Abdullah Palembang 4.3.1. Alur Pelayanan a. Rawat jalan Pendaftaran untuk rawat jalan ke poliklinik khusus kusta untuk pasien askin / jamsoskes / jamsostek bisa dilakukan di loket pendaftran gabung, kalau untuk pasien umum daftarnya langsung di loket pendaftaran di poliklinik khusus kusta.Pendaftaran untuk poliklinik kulit dan kelamin bisa dilakukan di loket pendaftaran gabung.

b. Rawat inap Pendaftaran untuk rawat inap bisa dari rujukan poliklinik atau dari IGD.

54

4.3.2. Pelayanan Rehabilitasi 1. Rehabilitasi medik Rehabilitasi medik di RSK A. Rivai dibagi menjadi 5 bagian : a. Okupasi Terapi Terapi okupasi okupasi ada 3 macam yaitu pertama ADL (aktivitas sehari-hari), terapi ini melatih pasien kusta untuk mandiri sehingga meraka bisa melakukan kegiatan sehari-harinya sendiri seperti mandi, makan, dll. Kedua prokdutivitas, terapi ini melatih pasien kusta agar bisa mengahasilkan sesuatu seperti dilatih untuk berkebun, kerajinan, dan hal-hal lain yang ada nilai ekonomisnya, hasil tersebut akan dijual ke petugas-petugas dirumah sakit dan masyarakat sekitar. Ketiga yaitu pemanfaatan waktu luang, terapi ini melatih pasien untuk melakukan gerakan seperti bermain musik, olahraga dan lain-lain.

55

Gambar Alat alat yang digunakan saat okupasi terapi 1. Fisioterapi Fungsi fisioterapi lebih terkhusus pada pemeliharanan/pengembalian gerak dan fungsi gerak penderita kusta.Pemberian modalitas fisioterapi harus segera dilakukan untuk mencegah terjadinya disabilitas dan deformitas.

2.

Protesa

56

Di RSK A. Rivai menyediakan pelayanan pembuatan protesa gratis kepada pasien kusta.Protesa yang paling banyak untuk pasien kusta adalah protesa di bawah lutut.Pembuatan protesa rata-rata sekitar 2 bulan tergantung dari hasil fisioterapi pasien kusta tersebut.Selain pembuatan protesa di RS Kundur juga membuat sandal khusus penderita kusta.Fungsi dari sandal tersebut mencegah luka baru dan mebuat lebih nyaman.

Gambar Protesa

3. Psikologi Terapi psikologi di RSK A. Rivai ada 3 yaitu terapi tingkah laku, family terapi dan terapi edukasi.Terapi tingkah laku ini bertujuan untuk mengatur tingkah laku penderita kusta tetap pada batas normal.Family terapi yaitu keluarga ikut memberi motivasi dan dukungan kepada penderita kusta. Dan terapi edukasi yaitu penderita kusta diajak menonton film tentang penderita kusta di tempat-tempat lain agar mereka tidak berfikir kalau hanya mereka yang menderita kusta dan bisa kembali bersemangat untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.

4. Unit Terapi Karya

57

Unit terapi karya di RSK A. Rivai yaitu penderita kusta di beri pelatihan keterampilan untuk bisa bergabung kembali kemasyarakat.Meraka bisa kembali lagi mencari nafkah untuk menghidupi diri mereka sendiri dan keluarganya.Salah satu dari pelatihan keterampilan tersebut yaitu pelatihan pertukangan. 4.3.3. Pelayanan Kedokteran 1. Anamnesis Pada tanggal 7 januari 2013, kami melihat dokter melakukan anamnesis yang dilakukan pada pasien baru kusta sebagai berikut :

Keluhan utama : rasa baal, adanya bercak putih, bercak merah infiltrat (bercak tebal)

Keluhan tambahan : parastesia, demam, nyeri sendi dll Riwayat perjalanan penyakit : berapa lama? pengobatan yang didapat, reaksi bentol-bentolmerah dll.

Riwayat kontak dengan penderita kusta(keluarga) Penyakit lain yang diderita pada saat ini-Riwayat penyakit dulu terutama penyakit yang berat-berat.

2. Pemeriksaan fisik lokalis Pemeriksaan harus dilakukan di ruangan yang cukup terang, paling baik cahaya sinar matahari tidak langsung.Diperiksa pada seluruh permukaan kulit (dari depan atas sampai bawah dan dari belakangatas sampai bawah).

Pertama-tama pasien diberitahu kemudian pemeriksa melihat kelainan kulit dari jarak jauh kemudian dari dekat.

Setelah ditemukan adanya kelainan kulit,maka kelainan kulit ditest ada tidaknya anestesi (test raba menggunakan kapas yang diruncingkan,

58

tes rangsang nyeri dan suhu) dan melakukan tes fungsi dari kelenjar keringat pada kulit yang lesi. Pemeriksaan kelainan syaraf tepi. Syaraf auricularis magnus Pasien disuruh menengok ke kiri kemudian pemeriksa meraba adanya penebalan ssyaraf atau tidak demikian sebaliknya. Syaraf ulnaris Tangan kanan pemeriksa memegang lengan kanan bawah penderita dengan posisi sikusedikit ditekuk sehingga lengan penderitadalam keadaan relax. Dengan jari telunjuk tengah kiri pemeriksa mencari nervus ulnaris disulcus ulnaris yaitu pada lekukan diantara tonjolan tulang sikudan tonjolan kecil dibagian medial. Dengan memberi tekanan ringan N. ulnaris digulirkan halus dirasakan dan ada tidaknya penebalan syaraf, demikian juga pada lengan kiri penderita.

4.4. Hasil dan Pembahasan Rs. Dr.Ernaldi Bahar

59

4.4.1. Hasil Rumah Sakit Ernaldi Bahar ini terdapat ruangan-ruangan diantaranya : 1. UGD 2. Kantor Administrasi 3. Ruang Perkembangan 4. Ruang Direktur 5. Rawat Jalan/ Poliklinik : a. Poli Jiwa b. Poli Gigi c. Poli Kulit d. Poli Mata e. Poli Saraf f. Poli Psikologi 6. Pelayanan Terpadu 7. Ruang Laboraturium 8. Radiologi 9. Fisioterapi 10. Elektromedik 11. Ruang Pelayanan dimana dibagi 2 yaitu

60

a. Ruang Pelayanan laki-laki b. Ruang Pelayanan Perempuan 12. Ruang Gelisah/gaduh:


a.

Ruang Bangau Jamkesmas

b. Ruang Cempaka Kelas I ( PR ) 13. Ruang Perawatan : a. Ruang Kenanga kelas II (PR) b. Ruang Cendrawasih kelas I (LK) c. Ruang Merak kelas I-III (LK) d. Ruang Nusa Indah Jamsoskes kelas III (PR) : 53 pasien e. Ruang Perawatan (LK) Jamkesmas dan Jamsoskes 14. Rehabilitasi Medik Dengan Keterampilan : Berkebun, menjahit 15. Dapur 16. Tempat Pendaftaran 17. Ruang Periksa 1-7 18. Psikogeriatri 19. Ruang konsulen 20. Jiwa dewasa 21. Ruang tindakan 4.4.2. Alur Pelayanan UGD

61

4.4.3. Kegiatan Dokter Muda a. 1 Minggu dilaksanakan di rumah sakit Ernaldi Bahar. b. Setiap hari senin dan kamis dapat mengikuti apel Pagi (wajib) c. Setiap hari Jumat ada kegiatan senam pagi (wajib) d. Pembelajaran :20% Bed site teaching look of learning, 50% Kegiatan bangsal (follow up), Poli dan UGD, 30% Referat, Laporan kasus

4.4.4. Pembahasan

Dari hasil orientasi di Rumah Sakit Ernaldi bahar bahwa terdapat 9 bangsal yang dapat kami kunjungi yaitu Ruang merak, Ruang Asoka, Ruang Cendrawasih, Ruang kenanga, Ruang Nusa Indah, Ruang Camar, Ruang Cempaka, Ruang merpati dan ruang bangau. Yang dimana Ruang merak adalah ruang kelas III dan II pasien laki-laki. Ruang Asoka yang merupakan tempat pasien gaduh gelisah yang kepala ruangan tersebut adalah Bapak Dedy, di ruangan tersebut terdapat fiksasi fisik dan kimia, yang diamana pada fiksasi fisik pasien diikat dan pada fiksasi kimia pasien di injeksi. Ruang Cendrawasih, Ruang pasien laki-laki, kepala ruangan Bapak Bahori. Ruang Kenanga kelas II dan kelas III kusus perempuan dengan kepala ruangan Vera Asmayanti. Ruang Nusa Indah kelas gratis Kelas III untuk pasien perempuan kepala ruangan H.j Lenny Yulianty. Ruang Camar merupakan pasien Napza. Ruang Cempaka untuk VIP pasien perempuan. Ruang merpato pasien laki-laki kelas III dengan jamkesmas dan jamsoskes. Dan Ruang bangau pasien laki-laki kelas III pasien dengan jamkesmas. Dari pembahasan pasien di Rumah sakit didapatkan pasien Ny.V 25 tahun , dibawa mertua dengan tingkah seperti anak kecil, berlangsung selama 3 minggu. Os sedang mengandung 3 bulan, setelah dilakukan wawancara, ibu
62

kandung mengaku akan menikah lagi, tetapi os tidak menyetujuinya. Suami os bekerja diluar daerah.

BAB V PENUTUP
5.1. Kesimpulan 1. RSUD Palembang Bari 1. Rumah Sakit Palembang Bari memberikan pelayanan lengkap untuk pasien jamkesmas, askes, jamsostek maupun umum.

63

2. Fasilitas pelayanan dan pemeriksaan penunjang sudah cukup 2. RS Ernaldi Bahar 1. Bahwa rumah sakit Ernaldi Bahar tidak hanya melayani masalah kejiwaan saja tetapi juga ada poli-poli penyakit lain 2. Rumah sakit Ernaldi Bahar juga memiliki fasilitas sarana dan prasarana yang lengkap. 3. Dari sikap profesionalisme seluruh dokter menunjukkan sikap seorang dokter muslim.

3.

RSMP 1. RSMP cepat dalam melayani semua kalangan pasien terutama pasien askin, jamkesmas, jamsostek, askes, dan umum. 2. Sikap profesionalisme dan sesuai dengan ajaran islam diterapkan dalam melayani pasien. 3. Memiliki fasilitas yang cikup baik, namun harus dirawat dan diperbarui lagi.

4.

RSK Kusta dr. Abdullah Rivai

64

1.

Bahwa di RS. Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang tidak hanya melayani pasien kusta tetapi juga melayani pasien umum. RS. Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang memilki sarana dan Prasarana yang memadai.

2.

3. RS. Kusta Dr. Rivai Abdullah Palembang memiliki sumber daya manusia yang baik. 5.2. Saran 1. Bagi institusi RSMP, RSUD Palembang Bari, RSK A. Rivai, RS Ernaldi Bahar a. Pelayanan terhadap pasien agar ditingkat lagi supaya kenyamanan pasien terjaga agar cepat sembuh. b. Kelengkapan penulisan dalam rekam medik sangat diperlukan sebagai informasi yang berguna bagi mahasiswa yang melakukan penelitian maupun bagi pasien itu sendiri. 2. Bagi Institusi FK UMP Birokrasi terhadap semua institusi agar dilakukan sebelum melaksanakan TPP dan selengkap mungkin dalam berkoordinasi dengan semua institusi supaya waktu mahasiswa melakukan TPP tidak terjadi miss komunikasi terhadap institusi terkait dengan pihak fakultas yang menghambat mahasiswa utnuk melakukan TPP. 3. Bagi Mahasiswa Dapat membantu mahasiswa sebelum masuk kepanitraaan klinik untuk membantu persiapan apa saja yang dibutuhkan nantinya yang sangat berguna sebagai informasi pada saat kepanitraan klinik.

65