Anda di halaman 1dari 6

Transfer Gen Proteinase Inhibitor II pada Kedelai melalui vektor Agrobacterium tumefaciens untuk ketahanan terhadap hama penggerek

polong (Etinella zinkenella Tr.)

ANDI CITRA PRATIWI ICP 091404170

JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUA ALAM UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR

2012

A. Defenisi Bioteknologi Secara etimologis, bioteknologi berasal dari bahasa yunani, yakni bios (hidup), teuchos (teknik, skill), dan logos (ilmu). Dengan demikian, bioteknologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari tentang cara pemanfaatan mahluk hidup. Secara terminologis, Hopkins (2007), menjelaskan bahwa The use of living organisms to process foods and make other products that are useful to humans is what we generally refer to as biotechnology. Sementara itu, menurut Peters (1993), In its purest form, the term biotechnology refers to the use of living organisms or their products to modify human health and the human environment. Berdasarkan kedua defenisi tersebut, bioteknologi dalam hal ini dimaknai sebagai teknik pemanfaatan makhluk hidup (bakteri, fungi, virus, dan lain-lain) maupun produk dari makhluk hidup (enzim, alkohol) dalam proses produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang bermanfaat bagi manusia. B. Bioteknologi Modern Secara umum, bioteknologi dikelompokkan menjadi dua jenis, yakni bioteknologi konvensional (sederhana) dan bioteknologi modern. Bioteknologi konvensional menggunakan penerapan-penerapan biologi, biokimia, atau rekayasa masih dalam tingkat yang terbatas. Sedangkan Bioteknologi modern telah menggunakan teknik rekayasa tingkat tinggi dan terarah sehingga hasilnya dapat dikendalikan dengan baik. Teknik bioteknologi modern yang sering digunakan saat ini adalah dengan melakukan manipulasi genetik pada suatu jasad hidup secara terarah sehingga diperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan (Anonimb. 2012). Rekayasa genetika merupakan manipulasi langsung dari genom suatu organisme menggunakan bioteknologi. DNA baru dapat dimasukkan ke dalam genom inang dengan terlebih dahulu mengisolasi dan menyalin materi genetik yang diinginkan menggunakan metode kloning molekuler untuk menghasilkan urutan DNA, atau dengan menyintesis DNA, dan kemudian

memasukkan DNA tersebut pada organisme inang. Gen dapat dihapus, atau "disingkirkan", dengan menggunakan nuklease. Organisme yang dihasilkan melalui rekayasa genetika dianggap organisme yang dimodifikasi secara genetik (GMO). Teknik rekayasa genetika telah diterapkan di berbagai bidang termasuk penelitian, pertanian, bioteknologi industri, dan obat-obatan. Dalam bioteknologi pertanian, tanaman hasil rekayasa genetika telah dikomersialkan (Anonime. 2012). C. Kedelai Transgenik Pardal et al. (2004) melakukan transfer gen proteinase inhibitor II pada kedelai melalui vektor Agrobacterium tumefaciens untuk ketahanan terhadap hama penggerek polong (Etinella zinktenella). Kedelai transgenik yang dihasilkan menunjukkan persentase kerusakan polong yang kebih rendah dibandingkan tanaman konvensional. Penggerek polong (Etiella zinckenella Tr.) merupakan salah satu hama penting kedelai dan masih sulit dikendalikan secara konvensional. Penggunaan varietas tahan merupakan strategi terbaik dan relatif aman, tetapi hingga saat ini sumber gen ketahanan tersebut belum ditemukan pada plasma nutfah kedelai yang ada. Perakitan tanaman kedelai transgenik tahan penggerek polong merupakan alternatif terbaik untuk mengatasi masalah ini. Gen proteinasi inhibitor (pin) merupakan gen yang dapat menghasilkan senyawa antinutrisi yang dapat menghambat kerja enzim proteolitik (proteinase) dalam perut serangga. Gen ini dapat digunakan untuk merakit tanaman transgenik tahan hama. Apabila gen ini berhasil ditransfer kedalam kromosom tanaman dan mampu diekspresikan dengan baik, maka serangga yang memakan tanaman tersebut akan terganggu sistem pencernaannya, terhambat pertumbuhannya dan akhirnya mati jika tingkat penghambatannya tinggi. Serine proteinase inhibitor telah menunjukkan keefektifannya menghambat perkembangan larva beberapa jenis Lepidoptera diantaranya Ostrinia nubilalis.

Metode transfer gen pada tanaman yang paling banyak digunakan adalah dengan vektor Agrobacterium. Metode ini sangat sederhana dan murah, karena pada prinsipnya gen interest disisipkan ke plasmid T-DNA Agrobacterium lalu diinokulasikan ke jaringan target yang telah dilukai. Proses pembuatan tanaman kedelai transgenik dilakukan melalui transfer gen pinII kentang ke dalam tanaman kedelai melalui vektor Agrobacterium tumefaciens. Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan adalah sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. Isolasi gen of interest Isolasi plasmid Agrobagterium tumefaciens (vektor) Rekombinasi gen of interest dan plasmid Agrobacterium tumefaciens Inokulasi jaringan tumbuhan dengan Agrobacterium tumefaciens Analisis molekuler untuk menguci kandungan gen of interest pada tanaman.

Gambar 1. Rekombinasi gen of interest dan plasmid Pada proses rekayasa genetika, dibutuhkan gen of interest, vektor, enzim restriksi, enzim ligase, dan polymerase chain reaction. Gen of interset adalah gen yang mengkode sifat yang kita inginkan. Vektor adalah pembawa gen of interest menuju sel inang (sel tumbuhan yang diinginkan untuk mengekspresikan sifat tertentu). Enzim restriksi adalah enzim yang memotong DNA menjadi fragmen-fragmen. Enzim Ligase adalah enzim yang

menyambung dua ujung DNA melalui ikatan kovalen antara ujung 3OH utas yang satu dengan 5P utas yang lain.

Gambar 2. Proses Rekayasa Genetik Tanaman Gen pinII yang diisolasi dari kentang dikombinasikan dengan plasmid Agrobacterium tumefaciens yang berperan sebagai vektor. Dalam hal ini, digunakan Agrobacterium tumefaciens strain LBA 440 dengan plasmid pGA pinII yang mengandung gen pinII. Eksplan embrio kedelai varietas wilis dan tidar diinokulasi dengan Agrobakterium tumefacies dengan kerapatan bakteri 1x108 sel/ml selama 90 menit. Selanjutnya dilakukan kultivasi eksplan embrio kedelai pada medium. Eksplan varietas wilis menghasilkan 8 planlet, dan eksplan dari verietas tidar menghasilkan 1 planlet. Analisis molekuler terhadap 9 tanaman tersebut menunjukkan bahwa hanya planlet varietas tidar yang positif mengandung gen pinII. Selanjutnya, hasil uji lapangan menunjukkan bahwa tanaman tersebut memiliki persentase kerusakan polong yang lebih rendah (58,8%) dibandingkan tanaman kontrol.

DAFTAR PUSTAKA

Anonimb. 2012. Bioteknologi mikroorganisme dan produknya. http://biologimediacentre.com/bioteknologi-4-mikroorganisme-danproduknya/. Diakses pada Oktober 2012. Anonime. 2012. Genetic Engineering. Diakses pada http://en.wikipedia.org/wiki/Genetic_engineering Oktober 2012. .

Pardal, Saptowo J. G.A. Wattimena, Hajrial Aswidinnoor, M. Herman, Edy Listanto, Slamet. 2004. Transfer Gen Proteinase Inhibitor II pada Kedelai melalui vektor Agrobakterium tumefaciens untuk ketahanan terhadap hama penggerek polong (Etinella zinkenella Tr.) Jurnal Bioteknologi Pertanian, Vol.9, No.1, pp.20-28.