Anda di halaman 1dari 7

Studi biografikal adalah salah satu pendekatan penelitian kualitatif yang merupakan studi tentang individu dan pengalamannya

berdasarkan dokumentasi langsung kepada objek atau arsip tentangnya. Studi biografikal fokus kepada penceritaan tentang hidup individu yang berasal dari manusia dan ilmu sosial. Denzin (1989a) mendefinisikan studi biografikal sebagai studi dan koleksi dokumen hidup yang menjelaskan sebuah momen atau segmen titik balik dalam kehidupan seseorang. Studi biografikal digunakan untuk penelitian tentang kehidupan seseorang dan aspekaspek yang menyertainya dengan pemaparan secara interpretif-naratif dan kronologis. Studi ini berguna untuk peneliti yang ingin memaparkan dan belajar tentang pengalaman hidup seseorang. Pada beberapa penelitian tentang metode analisis kualitatif, riset biografikal didefenisikan sebagai riset naratif. Beberapa bentuk studi biografi Beberapa bentuk studi tentang biografi adalah: 1. Studi biografikal, yaitu penceritaan tentang kehidupan seseorang yang ditulis oleh orang lain dengan menggunakan arsip, dokumentasi atau rekaman (Denzin, 1989a dalam Creswell, 1998) 2. Autobiografi, yaitu biografi yang ditulis oleh orang yang bersangkutan tentang dirinya sendiri. 3. Sejarah hidup, yaitu pendekatan pada ilmu sosial dan antropologi dimana peneliti menganalisa tentang hidup seorang individu dan begaimana hubungannya dengan masyarakat, hubungan personal, institusional dan sejarah sosial. 4. Sejarah lisan yang terekam secara audial maupun telah tertulis tentang kehidupan seseorang Clifford dalam Denzin (1994) menyatakan bahwa bentuk studi biografi adalah: Biografi objektif, yaitu kronologi tentang biografi seseorang dipaparkan secara runtun dengan sesedikit mungkin interpretasi dari peneliti, Ilmiah historis, yaitu pengembangan biografi objektif, dengan menggunakan sebanyak mungkin faktafakta mengenai latar belakang sejarah sebagai triangulasi untuk mendukung objektivitas peneliti, Artistik Ilmiah, yaitu bentuk biografer memaparkan detail biografi dengan cara yang kreatif dan imajinatif berdasarkan interpretasi pribadi peneliti atau biografer, Biografi naratif, yaitu biografer memfiksikan adegan dan percakapan dari objek studi berdasarkan data teks atau dokumen sehingga bentuk ini menggambarkan hal imajinatif dan fakta dengan bersamaan, Fiksi biografi, yaitu biografi dalam bentuk cerita yang penuh fiksi dan sedikit perhatian terhadap penelitian yang orisinil dan sumber-sumber utamanya.
penelitian kualitatif 1. Analisi Data Penelitian Kualitatif Model Spradley 2. Analisis Data Penelitian Kualitatif Model Interaktif Menurut Miles dan Hubermen 3. Analisis isi (content analysis) dalam Penelitian Kualitatif 4. Beberapa Model Analisis Data dalam Penelitian Kualitatif 5. Contoh Panduan FGD dalam Penelitian Kualitatif 6. Contoh Panduan Wawancara Mendalam dalam Penelitian Kualitatif 7. Discourse Analysis (Analisis wacana) dalam penelitian kualitatif

1. 2. 3. 4. 5.

8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34.

Fokus Penelitian dan Penelitian Kualitatif Format Desain Penelitian Kualitatif Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pasca Lapangan Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pekerjaan Lapangan Gambaran Proses Penelitian Kualitatif: Tahap Pra-Lapangan Jenis dan Pendekatan Penelitian Kualitatif Keabsahan Data Penelitian Kualitatif Masalah dalam penelitian kualitatif Metode Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif Metode Studi Dokumen dalam pengumpulan data Penelitian Kualitatif Metode Wawancara Mendalam (Indepth-Interview) dalam Penelitian Kualitatif Metodologi Penelitian Kualitatif Pendekatan Biografikal dalam Penelitian Kualitatif Pendekatan Etnografi dalam Penelitian Kualitatif Pendekatan Fenomenologi Transendental Husserl dalam Penelitian Kualitatif Pendekatan Fenomenologi dalam Penelitian Kualitatif Pendekatan Grounded Theory dalam Penelitian Kualitatif Pendekatan Studi Kasus (Case Study) dalam Penelitian Kualitatif Pengantar Metodologi Penelitian Kualitatif Perkembangan Paradigma Metodologi Penelitian: Dari Positivistik, Post-Positivistik (Interpretif), hingga Hermeneutika Reduksi Data dalam analisis penelitian kualitatif menurut Miles & Huberman Reliabilitas Penelitian Kualitatif Rumusan Masalah dalam Penelitian Kualitatif Sistematika Penelitian Kualitatif Teknik Analisis Data Penelitian Kualitatif Teknik Moderasi Focus Group Discussion (FGD) dalam Penelitian Kualitatif

Best regards,

Posted by Cokroaminoto at 13.05 Labels: penelitian kualitatif 0 comments: Poskan Komentar Links to this post Buat sebuah Link Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda

Bibliografi sebagai Pendekatan Keilmuan Menurut Sulityo Basuki (1993), istilah bibliografi berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata biblion yang berarti buku, dan kata graphein yang berarti menulis. Jadi istilah bibliografi berarti penulisan buku. Meskipun demikian dalam perkembangannya istilah bibliografi lebih dikenal sebagai suatu teknik sistematik dalam membuat daftar deskriptif dari suatu terbitan. Tidak jarang dijumpai dalam suatu buku terdapat suatu bibliografi yang berisi daftar terbitan yang dijadikan rujukan di dalam penulisan. Dalam hal ini bibliografi identik dengan daftar referensi atau daftar bacaan. Bibliografi sebagai suatu daftar bacaan atau daftar rujukan dalam penulisan buku atau suatu karya ini merupakan pengertian yang paling banyak dipahami orang. Bibliografi juga dipahami sebagai suatu terbitan yang mendaftar berbagai terbitan dalam berbagai bentuknya seperti Bibliografi Nasional Indonesia. Bibliografi Nasional Indonesia merupakan terbitan yang mendaftar terbitan-terbitan di Indonesia. Bibliografi dalam pengertian ini sering dibedakan dengan bibliografi umum yang mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan, dan bibliografi khusus yang hanya mencakup satu bidang ilmu, atau lazim disebit bibliografi subyek. Verner W. Clapp (1985) memberikan pengertian bibliografi sebagai berikut: Bibliografi adalah istilah yang disandangkan bagi ilmu, seni, atau jenis produk seni dalam merekam bahan-bahan terbitan. Sebagai ilmu, bibliografi adalah suatu bentuk pengetahuan yang terorganisir yang menampilkan buku dalam berbagai aspeknya, baik dari aspek fisik maupun buku dilihat sebagai pembawa ide / gagasan atau bentuk intelektual yang dikandungnya. Bibliografi dalam hal ini adalah ilmu pengetahuan tentang buku dilihat dari berbagai aspeknya. Adapun sebagai suatu seni, bibliografi merupakan suatu teknik untuk memperoleh, menyusun dan menampilkan kembali informasi mengenai buku dan atau bahan sejenisnya. Sebagai produk seni, bibliografi adalah daftar sistematik dari buku-buku yang disusun untuk maksud tujuan tertentu. Istilah buku di sini tidak hanya terbatas pada kumpulan lembaran kertas, tetapi termasuk di dalamnya pamflet, majalah, surat kabar serta artikel yang diterbitkan, manuscript, peta, dan kompisisi musik bahkan mikrofilm dari bahan-bahan yang diterbitkan. Selanjutnya Sulistyo-Basuki (1993) membedakan bibliografi menjadi tiga (3) kategori, yaitu bibliografi sistematis atau enumeratif, bibliografi analitis atau kritis, dan bibliografi historis. Bibliografi sistematis atau enumeratif ini adalah bibliografi yang berupa daftar bahan pustaka, baik yang diterbitkan maupun yang tidak diterbitkan yang disusun menurut sistematika tertentu. Bibliografi analitis atau kritis adalah kegiatan penelitian atas karakteristik fisik suatu buku terutama menyangkut keterangan pembuatan dan sejarah buku. Bibliografi historis adalah kegiatan penelitian terhadap suatu buku terutama menyangkut teknik atau seni penulisan, pencetakan, iluminasi, dan penjilidan. Dalam perkembangannya, bibliografi sistimatis atau enumeratif lebih berkembang. Dalam bidang ilmu pengetahuan diterbitkan suatu bibliografi yang mendaftar perkembangan penerbitan suatu bidang ilmu pengetahuan atau berbagai bidang ilmu pengetahuan. Dalam butiran Angka Kredit Jabatan Pustakawan seperti tertera dalam Surat Edaran Bersama Mendikbud dan Kepala BAKN No. 53649/MPK/1988 dan No. 15/SE/1988 misalnya dijelaskan pengertian bibliografi sebagai daftar buku-buku, karangan dalam majalah, laporan dan lain-lain yang disusun menurut sistem tertentu, misalnya berdasar pengarang, judul, subjek atau lainnya. Pengertian ini menunjukkan bahwa bibliografi dipandang sebagai suatu daftar terbitan, baik dalam bentuk buku dan atau bentuk-bentuk lainnya, dalam suatu bidang ilmu atau berbagai bidang ilmu. Dalam pengertian ini kemudian muncul berbagai jenis bibliografi. Dalam hal ini

dapat dibedakan dua kategori jenis bibliogarfi, yaitu bibliografi umum yang mencakup berbagai bidang ilmu pengetahuan, dan bibliografi khusus yang hanya mencakup satu bidang ilmu atau disebut bibliografi subyek. Contoh jenis-jenis bibliogarfi dalam pengertian ini antara adalah Bibliografi Nasional Indonesia, British National Bibliography, Bibliografi Pertanian Indonesia dan lain-lain. Cara penyusunan bibliografi dapat diihat dari berbagai segi. Misalanya dari segi penyajian, kita bisa membagi bibliografi menjadi biblografi deskriptif dan bibliografi evaluatif. Dilihat dari segi waktu, dapat dibedakan menjadi bibliografi lampau (retrospektif) dan bibliografi kini (current), dan bibliografi mendatang. Dilihat dari cakupan wilayah, ada bibliografi daerah, bibliografi nasional, international, dll. (Lasa, 1998: 11) Dari uraian tersebut di atas, bibliografi dalam dunia ilmu pengetahuan untuk menggambarkan perkembangan penerbitan dalam bidang ilmu pengetahuan. Berbeda dengan berbagai pendekatan yang telah disebutkan di atas yang mendasarkan pada sudut pandang keilmuan lain untuk mengkaji objek material dari suatu disiplin ilmu dengan menggunakan metode analisis isi (content analysis) teks, bibliografi sebagai suatu pendekatan keilmuan merupakan pendekatan berdasarkan metateks, atau sering disebut metadata. Analisis isi dimaksud adalah berkaitan dengan materi atau substansi, sedangkan analisis metateks dimaksud adalah wadah dari teks itu sendiri. Berbagai kajian Islam biasanya dimanifestasikan dalam bentuk literatur sebagai media penyimpan informasi atau isi. Menggunakan bibliografi sebagai suatu pendekatan dalam studi Islam berarti upaya memahami atau mencapai pengertian tentang Islam dengan cara meneliti karya-karya tentang agama Islam yang pernah diterbitkan, baik yang ditulis oleh orang Islam atau non Islam, dan karya-karya lainnya yang ditulis oleh orang Islam. Sebagai suatu objek studi, Islam telah banyak dikaji oleh kalangan umat Islam itu dalam rangka usaha pengamalan ajaran agama, dan atau sebagai suatu kegiatan keilmuan. Di samping oleh umat Islam, Islam juga banyak dikaji oleh orang-orang di luar Islam atau orang Barat (Eropa) yang kemudian melahirkan apa yang disebut orientalisme. Orientalisme ini merupakan kegiatan penyelidikan ahli ketimuran di Barat tentang agama-agama di Timur, khususnya tentang agama Islam (Souyb, 1995: 2). Karya-karya lain yang ditulis oleh orang-orang Islam juga sedikit banyak juga dipengaruhi oleh pengetahuannya tentang Islam, atau dengan kata lain merupakan refleksi dari pengalaman dan pengalaman keagamaannya. Dengan demikian, mengkaji Islam dengan menggunakan pendekatan bibliografi tidak saja hanya didasarkan atas karya-karya tentang Islam, akan tetapi juga karya-karya yang ditulis oleh orang Islam, baik tentang islam atau tentang hal lain. Kajian tersebut kemudian dituangkan dalam bentuk daftar terbitan atau bibliografi, baik berdasarkan subjek, pengarang, atau dengan dasar lainnya.

Kitab Al-Fihrist karya Ibn Nadim Sekilas Tentang Ibn Nadim Nama sebenarnya adalah Abu al-Faraj Muhammad Ibn Ishaq, akan tetapi lebih dikenal dengan nama Ibn Yaqub al-Nadim al-Baghdadi, demikian ditulis Ibn Khalikan (608-671 H) dalam kitab Wafiyat al-Ayan (1968: 53). Al-Nadim sendiri tidak lain adalah gelar yang dilekatkan kepadanya, yang berarti sahabat

orang-orang terkemuka. Pemberian gelar ini bukan tidak beralasan. Ia memang dikenal oleh berbagai kalangan karena pergaulannya yang luas. Ia adalah seorang pecinta buku yang mashur. Ia adalah seorang warraq (penyalin naskah) yang pandai, seorang pedagang buku terkenal dan memiliki sebuah toko buku yang besar di pusat kota Baghdad. Profesinya yang strategis dalam dunia ilmiah menjadikan ia mempunyai kenalan dari berbagai pihak, baik di kalangan para pembesar, cendekiawan, filosof, ahli kaligrafi, pengarng, seniman, penyair dan profesor. Meskipun demikian, tidak berarti ia tidak memiliki latar belakang keilmuan sama sekali. Pada masa mudanya ia pernah belajar pada guru-guru terkemuka seperti al-Sirafi (w. 978 M), al-Munajim (w. 963 M), dan filosof Abu Sulayman al-Mantiqi. Ia juga sering bergabung dalam lingkaran studi (khalaqah) Isa Ibn Ali (914-1001) di kota Baghdad. Ia juga aktif terlibat diskusi dengan filosof Ibn al-Khammar untuk memperbincangkan masalah-masalah filsafat yang aktual. Keterlibatannya dalam dunia ilmiah tersebut telah membentuk dirinya menjadi seorang yang berpengetahuan luas tentang filsafat dan beragam ilmu pengetahuan terutama ilmu-ilmu kuno seperti ilmu-ilmu Yunani, mesir, Persia, India, dan Cina (Hadi, 2000: 193).

Kitab al-Fihrist Karya Ibn Nadim Kitab Al-Fihrist karya Ibn Nadim merupakan suatu karya bibliografi Islam, yaitu suatu karya yang disajikan untuk menggambarkan Islam berdasarkan kajian terhadap literatur yang terbit di dunia Islam. Dalam hal ini suatu karya bibliografi tidak hanya menggambarkan apa yang pernah dicapai atau dipahami seseorang terhadap materi Islam, akan tetapi juga bagaimana umat Islam juga bersentuhan dengan dunia atau faham dan keyakinan lain yang tertuang di dalam suatu literatus sebagai karya orang Islam. Nakosteen (1996: 41), seorang Guru Besar pada Fakultas Sejarah dan Filsafat Pendidikan Universitas Colorado USA, dalam karyanya yang berjudul History of Islamic Origins of Western Education A.D. 8001350 : With an Introduction to Medieval Muslim Education menyatakan berkenaan dengan Kitab AlFihris atau disebut Index of Nadim sebagai berikut : Berdasarkan sudut pandang sejarah, Al-Fihrist karya Muhammad Ibnu Ishaq an-Nadim, yang lebih dikenal sebagai Index of Nadim, merupakan salah satu dokumen terpenting dalam kebudayaan Islam. Banyak sekali pengetahuan kita tentang ilmu-ilmu Islam, baik dalam terjemahan karya-karya klasik berbahasa Arab maupun dalam bentuk buku-buku kreatif, hingga dasawarsa terakhir abad kesembilan belas adalah berdasarkan pada informasi yang diperoleh dari indeks tersebut. Berkaitan dengan bibliogarfi yang ditulisnya, Ibn Nadim membagi isi Kitab al-Fihris menjadi sepuluh bagian, dan masing-masing bagian terdiri dari sub-sub bagian. Kecuali bagian pertama, masing-masing bagian dari kitab al-Fihris tersebut berisi uraian tentang beragam ilmu-ilmu pengetahuan, baik ilmu-ilmu agama seperti fikih dan hadis maupun ilmu-ilmu non agama seperti ilmu bahasa, sastra, filsafat, sejarah, biografi, dengan disertai para ahli di bidang ilmu-ilmu tersebut. Pada bagian pertama, Ibn Nadim memulai tulisannya dengan mendeskripsikan tentang bahasa dari bangsa-bangsa di Arab dan non Arab dengan disertai keanekaragaman tulisannya, baik bentuk dan karakteristik dari tulisan tersebut. Pada bagian pertama ini, Ibn Nadim juga mencantumkan kitab-kitab dari masing-masing sekte Islam, Yahudi, Nasrani, dan Sabian. Bagian kedua, berisi tentang uraian ilmu tata bahasa dan filologi serta para pakar di

bidangnya. Bagian ketiga uraian mengenai sejarah, biografi, dan silsilah. Bagian keempat tentang puisi dan penyair. Bagian kelima tentang filsafat dan cendekiawan skolastik. Bagian keenam tentang hukum, ahli fikih dan ahli hadits. Bagian ketujuh tentang filsafat dan ilmu pengetahuan kuno. Bagian kedelapan tentang legenda, dongeng, sihir dan sulap. Bagian kesembilan tentang sekte dan kepercayaan. Bagian kesepuluh tentang ahli kimia (Ibn Nadim, 1970). Dalam menyajikan daftar literatur, Ibn Nadim (1970) menyusun karyanya tersebut didasarkan atas nama pengarang yang diikuti dengan nama-nama kitab atau judul-judul karangannya. Hal menarik yang dilakukan oleh Ibn Nadim di dalam menulis bibliografinya adalah bahwa penulis juga memberikan informasi mengenai penulis karya berkaitan dengan kehidupan dan ketokohannya di dalam suatu bidang ilmu pengetahuan. Bahkan ia juga sering mengutip pendapat orang lain tentang ketokohan dari penulis suatu karya.

Penutup Ibn Nadim dengan karyanya kitab Al-Fihrist telah memberikan sumbangan yang besar terhadap usaha pemahaman Islam melalui kajian terhadap karya-karya umat Islam. Melalui karya tersebut, Ibn Nadim tidak saja telah mengenalkan karya-karya pencapaian umat Islam pada suatu masa tertentu, akan tetapi juga telah menunjukkan cara lain di dalam memahami Islam. Dengan demikian, dalam batas-batas tertentu Kitab Al-Fihrist dapat merupakan suatu pendekatan di dalam studi Islam yang dituangkan melalui pendekatan bibliografis, yaitu menunjukkan karya-karya hasil umat Islam mengenai suatu subjek materi ajaran Islam. Dengan karya tersebut, Ibn Nadim bahkan telah membuat pemetaan terhadap berbagai kajian Islam yang dilakukan oleh umat Islam, dan juga bagaimana umat Islam berinteraksi dalam suatu setting sosial dan budaya.

Daftar Pustaka

Abdullah, M.Amin. 1996. Studi Agama : Normativitas atau Historisitas ?. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Abdullah, M.Amin. 2000. Metodologi Studi Agama (pengantar). Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Clapp, Verner W. 1985. Bibliography dalam Encyclopedia Americana Volume 3. Conecticut : Grolier Incorporated. Hadi W.M., Abdul. 2000. Islam : Cakrawala estetik dan Budaya. Jakarta: Pustaka Firdaus. Ibn Khalikan. 1968. Wafiyat al-Ayan. Beirut: Dar al-Shadir. Ibn Al-Nadim, Abul faraj Muhammad. 1970. The Al-Fihrist of Al-Nadim : A Tenth century Survey of Muslim Culture. Translated and edited by Bayard Dodge. New York: Columbia University Press.

Lasa Hs. 1998. Kamus Istilah Perpustakaan. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Mudzhar, M. Atho. 1998. Pendekatan Studi Islam Dalam Teori Dan Praktek. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. Nakosteen, Mehdi. 1996. Kontribusi Islam atas Dunia Intelektual Barat: Deskripsi Analisis Abad Keemasan Islam. Terjemahan dari History of Islamic Origins of Western Education A.D. 800-1350 : With an Introduction to Medieval Muslim Education. Surabaya: Risalah Gusti. Nasution, Harun. 1996. Islam ditinjau dari berbagai aspeknya I. Jakarta: UI Press. Nata, Abuddin. 1998. Metodologi Studi Islam. Jakarta: Raj