Anda di halaman 1dari 8

Kelompok Hari/Tanggal Tema Diskusi

: 10 : Jumat, 21 Desember 2012 : Gangguan Sistem Pencernaan DIARE

1. Overview Case

Laki laki 8 tahun KU : mencret 4 hari sebanyak 6-8x (diare), cair tidak berdarah KP : panas yang tidak tinggi, batuk, pilek, muntah, kembung, anus kemerahan, sering rewel dan haus, sesak napas (-), kejang kejang (-) Riwayat : ASI di stop sejak 4 bulan, diganti dengan susu formula kurang colostrums Pemberian oralit tidak sembuh Pem. Fisik : Takikardi, takipneu, BB rendah (7kg), febris Kepala : ubun ubun besar cekung Mata : cekung, air mata masih ada Mulut : mukosa basah Abdomen : kembung, bising usus meningkat, turgor kulit menurun Anus : perianal rash (+), ph asam menyebabkan iritasi kulit Lab darah : Hb rendah, hiponitremi Tinja : leukosit normal Parasit : klini test (+), amoeba (-), telur cacing (-) Lain lain dbn

DD/ Diare akut non disentri disertai dehidrasi ringan-sedang, hiponatremi dan malabsobsi Karbohidrat Diare akut et causa rotavirus Diare akut et causa enteropatogenik Diare akut et causa salmonella parathypi

DK/ Diare akut non disentri disertai dehidrasi ringan-sedang, hiponatremi dan malabsobsi Karbohidrat

2. Concept Map 3. Basic Science

Mikrobiologi rotavirus

Family : reoviridae Genus : rotavirus Terdiri dari 5 spesies : A, B, C, D, E Spesies A terdiri dalam beberapa serotype : berdasarkan 2 protein yang terdapat pada permukaan selubung virus yaitu : glikoprotein UP7 di serotype 5 dan protein UP4 di serotype 8 Struktur rotavirus Ukuran 60-80 nm Non envelope virus Ikosahedral Double capsid Double strainded RNA Terdiri dari 11 segmen

Replkasi Virus menginfeksi vili perubahan struktur dan fungsi epitel 3 lapis protein tahan asam dan enzim pencernaan berikatan dengan reseptor endositosis membentuk vesikel endosom Vp7 dan Vp4 rusak membrane endosom perubahan konsentrasi kalsium intrasel trimer vp7 pecah vp2 & vpG virus memproduksi mRNA akumulasi di viroplasma sintesis protein nostruktural merakit DLP masuk ke RE membentuk vp7 dan vp4 lisis sel inang

Anatomi Duodenum

terdiri atas : pars superior (5cm), pars descendens (7-10cm), pars horizontal (6-8cm), pars ascendens (5cm) inervasi : simpatis (n. vagus), parasimpatis (n. sphlenicus T5-9)

Colon

Inervasi : parasimpatis (n. vagus), simpatis (n. sphlenicus T10-11) Colon terletak di retroperitoneal kecuali colon ascendens ada di intraperitoneal Vaskularisasi : 1. Ascendesns colon : - 2/3 proksimal colon trnasversum Ateri : a. mesenterica superior Vena : v. mesenterica superior - 1/3 proksimal colon transversum rectum Arteri : a. mesenterica inferior Vena : v. mesenterica inferior

Jejenum & Ileum

Jejunum Region umbilical D = 2-4 cm Merah tua Dinding tebal dan berat Banyak vaskularisasi Arcus besar Plica sirkularis banyak Plaque payeri sedikit Mesenterium tipis

Ileum Region suprapubic & inguinal kanan D = 2-3 cm Merah muda Dinding tipis Dikit vaskularisasi Arcus pendek Plica sirkularis payeri dikit Plaque payeri sedikit Mesenterium tebal

4. Patofisiologi

Fecal oral

Makanan

Vomit

Nasokomial

Rotavirus masuk ke tubuh

Tahan terhadap asam, lolos masuk ke usus halus

Masuk secara endotosis kedalam eritrosit

Produksi mRNA untuk replikasi protein dan replikasi Protein berakumulasi di viroplasma

UP7 dan UP4 merusak membrane endosom menyebabkan perubahan konsentrasi CA UP7 pecah jadi VP2 & UP6 yang akan menyelubungi RNA & membentuk DLP DLP ke RE membentuk selubung lapisan ke 3 Dilepaskan virus kelumen usus (sel lisis) Vili menjadi pendek Penggantian krypt sel yang baru (imatur) F. absorbsi terganggu Diare invasive Kerusakan crush border Defisiensi enzim lactase Absorbs lactase menurun, penumpukan laktosa Tekanan osmotic intraluminal meningkat Perpindahan cairan ke intra lumen Diare osmotik Terbawa ke feses

Menghasilkan NSP4 NSP4 merusak tight junction Elektrolit dan intrasel masuk ke lumen usus Hiponatremi

5. Definisi

Diare : BAB tidak normal, perubahan konsistensi tinja dan frekuensi lebih dari 3x/24 jam disertai atau tanpa darah Diare akut <14 hari Diare kronik >14 hari Ada 3 jenis Diare sekretorik : diare yang terjadi karena aktifnya enzim adenilkinase + ATP adenisiklase c.AMP diare adenisiklase aktif karena toksin : vibrio, etec, shigella, clostridium, salmonella Diare invasive : invasi mikroorganisme mukosa usus rusak. Penyebab : rotavirus, shigella, salmonella, campulodokter, ETEC, EHEC, amoeba Diare osmotic : tekanan osmotic dalam lumen usus akan menarik cairan dari intrasel kedalam lumen usus, sering karena malabsobsi karbohidrat, KH fermentasi mikroorganisme H2+as. Laktat +SCFA Tanda tanda : tinja asam, distensi abdomen, clini test (+), B.H test (+), rotavirus 20-30%

6. Faktor Resiko

Keadaan gizi Hygiene sanitasi Infeksi Imunodefisiensi Social budaya Kepadatan penduduk Social ekonomi

7. Epidemiologi

Pria=wanita Penularan lewat fecal oral melalui makanan dan minuman yang tercemar atas kontak langsung dengan tinja penderita

Prevalensi tinggi pada negara berkembang

3 juta anak meninggal setiap tahun di dunia Usia <5 tahun 70-80% Angka kejadian Indonesia 200-400/1000 penduduk/tahun Angka kematian mulai turun rahun 1984

8. Komplikasi

Dehidrasi (ringan, sedang, berat) Gangguan sirkulasi shock Gangguan asam basa Gangguan elektrolit Gangguan gizi hipoglikemi

9. Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan tinja a. Makro : bau, warna, konsistensi, bentuk, parasit b. Mikro : eritrosit, leukosit, parasit, bakteri c. PH kertas lakmus, kadar gula clini test d. Biakan bila perlu

Gas darah asam basa darah (ASTRUP) Ureum dan kreatinin faal ginjal Elektrolit dalam serum Na, K, Ca, Fosfor Intubasi duodenum : jasad renik parasit kualitatf dan kuantitatif diare kronik

10. Penatalaksanaan

a. Rehidrasi 75ml/kgBB 3 jam evaluasi apabila baik berikan caoran oralit gelas, jika mata jadi bengkak, hentikan b. Pemberian makanan Berikan makanan yang mengandung cukup kalori, protein, mineral, vitamin Malabsobsi KH susu rendah laktosa c. Probiotik

Kerja : menghambat pertumbuhan mikroorganisme pathogen, enzim laktosa, kompetitif inhibisi d. Zink 10mg/ hari Mempercepat regenerasi sel Meningkatkat system imun

11. Pencegahan

Jaga hygiene mencuci tangan sebelum dan sesudah makan Envirom mental hygiene memasak air minum sampai mendidih, mecuci sayuran sampai bersih, makanan dimasak, BAB di jamban, tidak menggunakan pupuk dari tinja manusi

Berikan ASI ekslutif Vaksin : rotavirus

12. Aspek Bioetik & Humaniora

a. Medical indication Menentukan diagnosis dyspepsia berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik,

pemeriksaan penunjang (beneficence) Do not futher harm (nonmaleficence) b. Patient preference Pasien sudah kompeten (autonomi) c. Quality of life Meminimalisir akibat buruk dengan menentukan prognosis (beneficence) Mencegah terjadi nya komplikasi (nonmaleficence) d. Contextual features Distribusi keuntungan dan kerugian dilihat dari aspek non media (juastice)