Anda di halaman 1dari 23

Keracunan Sedatif

Departemen Kedokteran Forensik & Medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara RSUP. H. Adam Malik Medan

Sedasi adalah suatu keadaan tenang tanpa kegelisahan. Obat sedative adalah golongan obat yang dapat menekan atau mendepressi susunan saraf pusat(SSP) yang relative tidak selektif dan menimbulkan rasa tenang tanpa kegelisahan. Karena obat-obatan sedatif bersifat menenangkan, maka dipergunakan untuk pengobatan anxietas, dan juga obat-obatan sedatif menimbulkan kantuk Karena itu golongan obat ini sering disebut sedativehipnotik.

Barbiturat

Kerja sangat singkat :Tiopental Kerja singkat :Pentobarbital,Sekobarbital, Amobarbital Kerja panjang : Fenobarbital

Non-Barbiturat
Benzodiazepin Carbamat :Meprobamat Derivat Kloral: Chloral Hidrat Ethchlorvynol Piperidines : Glutethimide ,methyprylon Quinazolinone : Methaqualone Imidazopyridine : Zolpidem, zaleplon , eszopiclone , alpidem Antihistamines (obat tidur yang sering dijual) : Diphenhydramine, doxylamine GHB :Gamma-hydroxybutyrate

Kecepatan absorpsi dari benzodiazepine berbeda beda bergantung pada sejumlah factor, termasuk lipofilisitas. Absorpsi oral dari triazolam sangat cepat, dan juga diazepam dan metabolit aktif clorazepate lebih cepat dibandingkan terhadap benzodiazepine pada umumnya

Transpor sedatif-hipnotik di dalam darah merupakan proses dinamis dimana molekul molekul obat masuk dan keluar jaringan pada kecepatan yang bergantung pada aliran darah, perbedaan konsentrasi, dan permeabilitas. Kelarutan didalam lipid memegang peran penting dalam menentukan kecepatan dimana sedatifhipnotik tertentu memasuki sistem saraf pusat Semua sedatif-hipnotik menembus sawar darahplasenta selama kehamilan

Beberapa sedatif-hipnotik diekskresikan dari tubuh dalam bentuk tidak berubah, waktu paruh eliminasinya terutama bergantung pada transformasi metabolismenya Metabolism hepatis menentukan klirens atau eliminasi seluruh benzodiazepine Hampir semua benzodiazepine mengalami oksidasi mikrosomal (reaksi fase I), termasuk dealkilasi-N dan hidroksilasi alifatik. Metabolit selanjutnya dikonjugasi (reaksi fase II) oleh glucuronosyltransferase membentuk glucuronide yang diekskresi di urin

Metabolit metabolit larut air dari benzodiazepine dan sedatif-hipnotik lain diekskresikan terutama lewat ginjal. Pada sebagian besar kasus, perubahan fungsi ginjal tidak memiliki efek yang kuat terhadap eliminasi obat induk. Hanya dalam jumlah yang sangat kecil benzodiazepine dan kurang dari 10% dari dosis hipnotik meprobamate tampak dalam urin di dalam bentuk tidak berubah.

Benzodiazepin

SSP: Peningkatan GABA ke reseptor pada membran sel akn membuka saluran klorida dan meningkatkan efek kondusi klorida. Aliran klorida masuk akan menyebabkan hiperpolarisasi lemah menurunkan potensi postsinaptik dari ambang letup dan meniadakan pembentukan kerja potensial. Reseptor benzodiazepin terdapat pada SSP dan lokasinya sejajar dengan neuron GABA. Peningkatan Benzodiazepine memacu affinitas reseptor GABA untuk neurotransmiter yang bersangkutan sehingga saluran klorida yang berdekatan lebih sering terbuka sehingga memacu hiperpolarisasi dan menghambat letupan neuron. Pernafasan: Benzodiazepin hanya berefek sedikit pada pernafasan, dosis hipnotik tidak berefek pada pernafasan orang normal. Gangguan pernafasan dapat terjadi bila mendapat pendepresi SSP lainnya seperti alkohol.

Kardiovaskular:Pada dosis anestesi, menyebabkan penurunan tekanan darah dan meningkatkan frekuensi jantung.

Kloral Hidrat: Efek pada SSP mirip dengan barbiturat, dan hanya sedikit mempengaruhi pernafasan dan tekanan darah. Etklorvinol: Efek pada barbiturat kerja singkat. SSP mirip dengan

Meprobamat: sifatnya menyerupai benzodiazepin, mendepresi SSP secara luas akan tetapi tidak menimbulkan anestesia.11

Pada pemakaian dosis yang rendah dapat timbul gejala seperti : Drowsiness gangguan penilaian dan gangguan psikomotor, anterograde amnesia,gangguan pola bicara, ataxia, nystagmus, penurunan reflex

Tanda dan gejala klinis intoksikasi sedative: Hipotermi dan hipotensi,bradicardia, namun juga dapat timbul takikardi Nystagmus, diplopia,miosis Depresi pernafasan,resiko aspirasi Penurunan kesadaran yang lama dapat menimbulkan nekrosis kulit dan rhabdomyolisis Ataxia,dyskinesia,dysartria,penurunan refleks tendon

Benzodiazepin: agitasi, mialgia, konvulsi, depresi nafas timbul bila digunakan besama depresan SSP lain seperti alcohol. Quinazolinone(Methaqualone): menimbulkan gangguan motorik seperti ataksia serta dapat juga timbul hipertonus dari otot serta kejangkejang. Piperidines(Glutethimide): Kehilangan reflex batang otak, flaccid, efek antikolinergik, pengosongan lambung yang lama, bahkan dapat timbul hipertermi sampai heatstroke. Ethchlorvynol: bau mulut yang berasal dari lambung, koma, Distress nafas.

Kloral Hidrat: Inkordinasi serebelum, Gastritis dan perdarahan saluran cerna, gangguan kulit, depresi sistem saraf dan gagal kardiopulmonal, hepatitis, proteinuria, disritmia. Imidazopyridine: Perubahan perilaku, sleepwalking, Chromaturia (urin berwarna biru kehijauan), koma dan gagal nafas. Carbamat (Meprobamat): gagal nafas dan depresi sistem saraf pusat, hipotensi. GHB (Gamma-hydroxybutyrate):

Intoksikasi ringan: bicara yang tidak jelas, euphoria, letargi. Intoksikasi sedang: Mioklonus, agitasi, depresi SSP dan respiratori ringan. Intoksikasi berat: Koma, miosis, bradikardi, hipotensi, seizure, gagal nafas.

Pemeriksaan Konsentrasi dalam serum Pemeriksaan Gas Darah, untuk menentukan ada tidaknya asidosis, hipoksia, hiperkarbi, dan karboksihemoglobin. Pemeriksaan radiologi: foto thoraks untuk menilai apakah ada obstuksi paru pada pasien yang koma akibat intoksikasi, foto abdominal karena Kloral Hidrat sifatnya radioopak, CT-scan untuk menghindarkan diferensial diagnosa koma akibat intoksikasi seperti trauma kapitis, stroke.

Pertahankan jalan nafas, saluran hafas sebaiknya dibersihkan dari muntahan atau hambatn apapun, jika perlu dapat dipasang endotrakeal tube, memperbaiki koma hipotensi, hipotermia jika ada. Memberikan ventilasi dan pertukaran gas yang cukup. Perhatikan tanda tanda aspirasi lambung, gas gas toksik atau benda benda asing. Sirkulasi, memperbaiki dehidrasi secepatnya. Akses sirkulasi perifer secepatnya dan mulai resusitasi jika dibutuhkan. Monitoring ECG dan tekanan darah. Memberikan activated charcoal. Kumbah lambung mungkin tidak bermanfaat jika lebih dari 30 tablet atau kapsul telah dimakan dalam 4 jam. Efek toksik dari benzodiazepine sangat minimal sehingga sedikit perawatan dibutuhkan.

Antidotum : Flumazenil, antagonis benzodiazepine. Flumazenil akan membalikkan depresan dari sistem saraf pusat, dan dapat juga digunakan untuk memastikan diagnosis dari kelebihan dosis benzodiazepine termasuk keracunan benzodiazepine yang disebabkan oleh depresi CNS pada pasien yang tidak terdiagnosa. Namun demikian, pemberiaan flumazenil dapat membangkitkan kejang pada keracunan kombinasi dari benzodiazepine dan antidepresan trisikik. Dosis dewasa 0,2 mg IV, diulang seperlunya hingga maksimum 3 mg. Jangan diberikan kepada pasien dengan seizure, ketergantunga benzodiazepine, atau overdosis trisiklik.

Gejala keracunan yang ringan memberikan tanda dan gejala yang mirip dengan keracuanan ethanol. Depresi pernafasan yang berat dapat timbul bila pemakaian sedative dikombinasikan dengan golongan sedative lainnya. Posisi flexi atau ekstensi dapat timbul pada keadaan koma yang diakibatkan pemakaian obat sedative

Keracunan sedative dapat menimbulkan depresi pada refleks superficial, nystagmus, penurunan kesadaran , ataxia, gangguan pola bicara serta gangguan keseimbangan.
Pada tingkat keracunan yang lebih tinggi lagi dapat timbul rapid nystagmus, miosis, somnolen, ataxia, berat, confusion, stupor , depresi pernafasan hingga akhirnya kematian

Pada pemeriksaan luar ; Hanya tampak gambaran asfiksia, berupa sianosis. Keluarnya busa halus dari mulut, tardieau spot. Adanya vesikel atau bula pada kulit daerah yang tidak tertekan

Pada pemeriksaan dalam ; Mukosa saluran cerna dan seluruh organ dalam menunjukkan tanda-tanda pembendungan. Esofagus menebal, berwarna merah coklat gelap dan kongestif. Mukosa lambung dapat menunjukkan tandatanda korosif dengan atau tanpa pendarahan. Oleh karena barbiturat bersifat iritatif. Paru-paru dapat menunjukkan tanda-tanda edema paru dan kongestif hebat. Otak menunjukkan tanda-tanda perbendungan