Anda di halaman 1dari 50

TEKNOLOGI PROSES PERTENUNAN

Irs. Drs. Moekarto Moeliono, MM., Dipl. Ac


moekartomoeliono@gmail.com

KLASIFIKASI KAIN
Kain yang dibuat dari benang - Kain Tenun (terbentuk dari anyaman benang) - Kain Rajut (terbentuk dari jeratan benang) - Kain Renda (terbentuk dari jalinan benang) - Pita (tali sepatu, helai pita) Kain yang dibuat dari serat - Kain Kempa (Dibentuk oleh lapisan-lapisan serat) - Kain Bonded, Kain Web (non-Woven) Kain yang dibuat tanpa menggunakan serat maupun benang contoh : Kertas, plastik sheet, film, dll.

Contoh Struktur Kain

Kain Tenun

Kain Rajut (Kaos Kaki)

Non Woven

KAIN TENUN
Terdiri dari benang-benang sejajar dan

searah dengan pinggir kain dan benagbenang yang melintang. Benang-benang yang sejajar pinggir kain disebut benang lusi. Benang-benang yang melintang disebut benang pakan. Penyilangan antara benang lusi dan benang pakan dihasilkan kain tenun

PENGGOLONGAN KAIN TENUN


Berdasarkan : Anyamannya, misalnya kain anyaman polos, kain anyaman keper, dll Pemakainnya, misalnya : - kain untuk sandang/pakaian, kain untuk rumah tangga seperti : gorden, sprei sarung bantal, dll. - kain untuk keperluan militer seperti : kain parasut, kain kanvas, ikat pinggang, dll - kain untuk industri, seperti : kain belt (ban), karung goni, dll. Beratnya, macamnya : Kain Ringan (s.d. 60 g/m2), Kain Menengah (60 140 g/m2), Kain Setengah Berat (140 220 g/m2) dan Kain Berat lebih dari 200 g/m2).

TEKNOLOGI PERTENUNAN
Definisi : Pertenunan adalah metode pembuatan kain melalui proses silangan antara benang lusi dan benang pakan. Prinsip Pertenunan : 1. Pembukaan mulut lusi, yaitu proses menaikan atau menurunkan sebagian benang lusi. 2. Pemasukan benang pakan, yaitu proses memasukkan benang pakan ke dalam mulut lusi. 3. Pengetekan benang pakan, yaitu proses merapatkan benang pakan.

PROSES PERTENUNAN

1. Persiapan Pertenunan (Weaving Preparation) 2. Pertenunan (Weaving Process)

PERSIAPAN PERTENUNAN
Tujuan : 1. Memperbaiki sejauh mungkin kualitas benang, sehingga dalam proses pertenunan tidak mengalami kesulitan. 2. Membuat gulungan benang yang sesuai dengan persyaratan proses selanjutnya, baik dalam bentuk maupun volumenya.

Persiapan Pertenunan
Pada umumnya proses persiapan pertenunan meliputi :
1. 2.

3.
4. 5. 6.

Proses Pengelosan (Winding) Proses Perangkapan (Doubling) Proses Penggintiran (Twisting) Proses Penghanian (Warping) Proses Pencucukan (Drawing-in) Proses Pemaletan (Pirn Rewinding)
dt_basic.swf

Persiapan Pertenunan

Contoh

Urutan Proses Pertenunan


Bahan Baku
Benang Lusi Benang Pakan

Pengelosan Perangkapan Penggintiran Penghanian Pencucukan Pertenunan

Pengelosan Pemaletan

BAHAN BAKU (BENANG)


Macam Benang : 1. Benang dari serat alam, seperti kapas, wool, sutera, rami, dll. 2. Benang semi-synthetic, seperti rayon viskosa, rayon acetat, dll. 3. Benang Synthetic, seperti nylon, poliester, acrilyc, polyprophhelene, dll.

Bahan Baku (Benang)


Mutu Benang :
Keseragaman Nomor Benang
Keseragaman Twist Benang Kekuatan Tarik Grade Kerataan
Kontrol terhadap mutu bahan baku (benang) sangat diperlukan untuk kelancaran proses dan efesiensi, kepastian mutu kain, dsb.

Bahan Baku (Benang)


Penomoran Benang
Penomoran Benang Tidak Langsung (Makin besar diameter benang/makin kasar, makin kecil nomornya) Macamnya : Ne1 dan Nm
Ne1 = Panjang Benang (hanks)/Berat Benang (pound) Ne1 20 artinya benang tersebut tiap pound panjangnya 20 hanks. Nm = Panjang Benang (meter)/Berat Benang (gram) Nm 10 artinya benang tersebut 1 gram panjangnya 20 meter

Bahan Baku (Benang)

Penomoran Benang
Penomoran Benang Langsung (Makin kecil diameter benang/makin halus, makin kecil nomornya) Macamnya : Tex dan Td (D)
Tex = 1000 x Berat (gram)/Panjang (meter) 100 Tex artinya benang tersebut tiap 1000 meter, beratnya 100 gram. Td = 9000 x Berat (gram)/Panjang (meter) 150 D artinya benang tersebut tiap 9000 meter, beratnya 150 gram.

PROSES PENGELOSAN
Tujuan : 1. Penggulungan Benang dalam bentuk kelosan. 2. Memperbaiki mutu benang yang akan diproses, yang meliputi : kekuatan, kerataan, kebersihan dan sambungansambungan yang kurang baik. 3. Memperbaiki gulungan benang. 4. Meningkatkan efesiensi produksi.

Mesin Kelos

Mesin Kelos Buatan Balai Besar Tekstil

PROSES PERANGKAPAN
Tujuan : 1. Merangkap benang sesuai dengan kebutuhan proses selanjutnya 2. Mempersiapkan benang yang akan diproses gintir (twisting) Pada dasarnya dalam proses perangkapan, baik mesin yang digunakan maupun prosesnya sama dengan proses pengelosan. Hanya pada proses perangkapan benang yang disuapkan lebih dari satu helai.

Mesin Rangkap Benang Buatan BBT

Proses penggintiran adalah merangkap beberapa helai

PROSES PENGGINTIRAN

benang yang kemudian diberi puntiran (twist) yang tertentu untuk setiap panjang tertentu. (2 cones simpel.swf)--3 cones.swf TPI : Twist per Inchi TPM : Twist per meter
Tujuan dari proses penggintiran adalah untuk

meningkatkan mutu dan kenampakan (oerformance) dari benang maupun kain yang ditenun dari benang tersebut, yang meliputi : - Keseimbangan puntiran - Kekuatan tarik - Tahan gosok - Efek hias - Kilau kain - Efek garis keper (pada hasil desain tenun)

Mesin Gintir Naik (Up-Twister) Buatan BBT dt_basic.swf

PROSES PENGHANIAN
Tujuan : Menggulung benang ke dalam boom lusi/tenun, yaitu boom yang dipasang pada mesin tenun, dengan gulungan yang sejajar.

Proses Penghanian
Macam Alat Penghanian
1. Alat Hani Tangan 2. Mesin Hani Seksional

3. Mesin Hani Lebar

Proses Penghanian
Skema Mesin Hani Seksional
1

6 5 4 2

Keterangan : 1. Rak Kelosan benang 2. Rol Pengantar 3. Sisir Silangan 4. Sisir Hani 5. Pengukur Panjang Hanian

6. Rol Pengantar 7. Tambur 8. Rol Pengatur Tegangan 9. Boom tenun

Peralatan Penghanian Tangan Buatan BBT

PROSES PENCUCUKAN
Benang dalam boom tenun sebelum ditenun diperlukan proses pencucukan. Pencucukan dipengaruhi oleh anyaman kain yang akan dibuat. Yang termasuk proses pencucukan, antara lain :
- Memasukkan benang lusi pada gun-gun. - Memasukkan benang lusi pada sisir tenun. - Memasukkan benang lusi pada dropper (alat penjaga lusi putus).

Proses Pencucukan
Pencucukan pada Mata Gun dengan tangan-PENCUCUKAN-TYE-IN-ARSIP 2-MOEKARTO MOELIONO.FLV

PROSES PEMALETAN
Tujuan : Menggulung kembali benang-benang dari bentuk untaian, bentuk bobin kerucut atau silinder lainnya, menjadi bentuk bobin pakan atau palet (pirn).

Proses Pemaletan
Posisi Penggulungan

KONSEP PERTENUNAN

Gerakan Primer & Gerakan Sekunder

Gerakan Primer
ATBM-MOEKARTO MOELIONO.swf

5 Gerakan Pertenunan-MOEKARTO MOELIONO.swf-

Pembukaan Mulut Lusi (Shedding Motion) Peluncuran Benang Pakan (Picking Motion) Perapatan Benang Pakan (Beating Motion)

MOEK-MOEL-GERAKAN TENUN-SHEDDING.swf

MEKANISASI PROSES PEMUKULAN-2012.swf

Gerakan Sekunder

PENGGULUNGAN-PENGULURAN-2012-MOEKARTO MOELIONO.swf

Penguluran Lusi

(Let - off Motion)


Penggulungan Kain

(Take - up Motion)

Bagian-bagian Mesin Tenun dan Terjadinya Tenunan --5 Gerakan Pertenunan-MOEKARTO MOELIONO.swf---ATBM-MOEKARTO
MOELIONO.swf

11 10

5 4 9

7 8

3 6

Keterangan : 1. Boom Lusi 2. Boom Kain 3. Poros Utama 4. Rangka Gun 5. Rol kerekan 6. Injakan 7. Lade 8. Poros Lade 9. Benang Lusi 10.Kain Tenunan 11. Teropong

Perkembangan Alat Tenun


Alat Tenun Gedogan

Alat Tenun Bukan Mesin


Alat Tenun Mesin Shuttle

Mesin Tenun Modern

Jenis dan Macam ATBM


ATBM BIASA
ATBM DOBBY ATBM JACQUARD

ATBM FUNGSI GANDA

ATBM Biasa Buatan BBT

ATBM Dobby Buatan BBT

ATBM Jacquard Buatan BBT

ATBM Fungsi Ganda Buatan BBT

Kontruksi Kain Tenun


1. Nomor benang 2. Tetal benang (Jumlah benang per satuan

panjang)

Tetal lusi Tetal pakan

3. Anyaman 4. Lebar Kain


Anyaman Polos Anyaman Keper Anyaman Satin

5. Berat per m2

Anyaman Dasar Kain Tenun

Anyaman Polos (Plain)

Anyaman Keper (Twill)

Anyaman Satin

DESAIN TENUN
Membuat desain tenun dapat dilakukan dengan cara : Manual, Software (weave design, weave point, db-design, ned-graf)

RENCANA TENUN

DESAIN TENUN

DESAIN TENUN DENGAN SOFTWARE

DESAIN TENUN

DESAIN TENUN

Contoh Konstruksi Kain Tenun


Kain Anyaman Polos Bahan : Kapas Lebar : kain mentah 40 inchi, finish 39 inchi Berat Kain : 48,2 g/m2 Tetal Kain : Kain mentah 76 x 72, Kain finish 78 x 70 Nomer Benang : 68 x 82 Twist per Inchi : Lusi 40/2 z, pakan 30 z

50

Anda mungkin juga menyukai