Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN KASUS HIPERTENSI DENGAN PENDEKATAN KEDOKTERAN KELUARGA

Puskesmas

Kecamatan Grogol Petamburan Kelurahan Wijya Kusuma

Data Riwayat Keluarga I. Identitas Pasien a. Nama b. Umur c. Jenis kelamin d. Pekerjaan e. Alamat f. Telepon : : : : : : : Suwarsono 45 tahun laki laki pengangguran Jl. Kampung Gusti RT/ RW tidak ada

II. Riwayat Biologis Keluarga a. Keadaan kesehatan sekarang b. Kebersihan perorangan c. Penyakit yang sering diderita d. Penyakit keturunan e. Penyakit kronis/ menular f. Kecacatan anggota keluarga

: : : : : : : baik sedang susah tidur tidak ada tidak ada tidak ada

g. Pola makan h. Pola istirahat i. Jumlah anggota keluarga

: : :

baik kurang empat orang

III.Psikologis Keluarga a. Kebiasaan buruk b. Pengambilan keputusan c. Ketergantungan obat d. Tempat mencari pelayanan kesehatan e. Pola rekreasi

: : : : : : tidak ada ibu tidak ada puskesmas kurang

IV. Keadaan Rumah/ Lingkungan a. Jenis bangunan b. Lantai rumah c. Luas rumah d. Penerangan e. Kebersihan f. Ventilasi g. Dapur h. Jamban keluarga i. Sumber air minum

: : : : : : : : : : semi permanen semen 4 x 3 m2 kurang kurang kurang kurang kurang ledeng

j. Sumber pencemaran air k. Pemanfaatan pekarangan l. Sistem pembuangan air limbah m. Tempat pembuangan sampah n. Sanitasi lingkungan

: : : : :

tidak ada tidak ada ada ada kurang

V. Spritual Keluarga a. Ketaatan beribadah b. Keyakinan tentang kesehatan

: : : baik kurang

VI. Keadaan Sosial Keluarga a. Tingkat pendidikan b. Hubungan antar anggota keluarga c. Hubungan dengan orang lain d. Kegiatan organisasi sosial e. Keadaan ekonomi

: : : : : : rendah baik sedang sedang kurang

VII. Kultural Keluarga a. b. Adat yang berpengaruh Lain lain

: : : Jawa Timur tidak ada

VIII. Daftar anggota keluarga Nama Hub dgn KK Umur Pendidikan

: Pekerjaan Agama Kesehatan Kead. Gizi Imunisa si KB Ket

Tn. S Ny.R An. O An. A

KK Istri Anak I Anak II

45 38 13 4

SD SD SMP SMK

Tidak ada Islam Swasta Pelajar Islam Islam Islam

Sakit Sehat Sehat Sehat

Cukup Cukup Baik Baik

IX. Keluhan Utama

rasa berat di tengkuk dan susah tidur

X.

Keluhan Tambahan

tidak ada

XI.

Riwayat Penyakit Sekarang

OS datang berobat untuk pertama kalinya ke Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan seminggu yang lalu dengan keluhan rasa berat di tengkuk dan susah tidur walaupun sudah sangat mengantuk. OS mengaku baru akhir akhir ini merasakan keluhan tersebut.

XII. Riwayat Penyakit Dahulu

OS mengaku tidak pernah mengalami penyakit yang berat, OS hanya mengalami penyakit seperti batuk dan pilek.

XIII. Pemeriksaan Fisik Tanda tanda vital Tekanan Darah Frekuensi Nadi Frekuensi Napas Suhu XIV. Diagnosis Penyakit

: : : : :

180/100 mmHg 92x/ menit 20x/ menit afebris hipertensi

XV.

Diagnosis Keluarga

tidak ada

XVI. Anjuran Penatalaksanaan Penyakit a. Promotif :

menghimbau kepada orang tua lain yang berusia di atas 45 tahun dan yang berisiko tinggi untuk memiliki hipertensi , agar dapat menjalankan pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang sehat, tidak tinggi kolesterol, menghindari rokok, melakukan olahraga ringan dan mengurangi aktivitas yang berat dan menyita banyak pikiran. b. Preventif :

1. Mengurangi asupan garam ke dalam tubuh dan banyak mengkonsumsi buah dan sayur hijau.

2. Ciptakan keadaan rileks. Berbagai cara relaksasi seperti meditasi, yoga atau hipnosis dapat mengontrol sistem saraf yang akhirnya dapat menurunkan tekanan darah. 3. Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 3045 menit sebanyak 3-4 kali seminggu.

c. Kuratif

Captopril 12,5 mg tablet, 3 x 1 per oral Peroksikam 7,5 mg tablet, 1 x 1 per oral Allopurinol 100 mg tablet, 1 x 1 per oral Antalgin 500 mg tablet, 3 x 1 per oral d. Rehabilitatif : Melakukan olah raga seperti senam aerobik atau jalan cepat selama 30-45 menit sebanyak 3-4 kali seminggu.

XVII. Prognosis Penyakit Keluarga

: : dubia ad bonam : bonam : bonam

Masyarakat

XVIII. Resume

Telah diperiksa pasien laki-laki 45 tahun datang dengan keluhan sering susah tidur dan rasa berat di tengkuk. Tidak ada riwayat merokok dan tidak ada alergi obat ataupun makanan. Riwayat Penyakit Dahulu Pemeriksaan Fisik Diagnosis : : : tidak ada Tekanan darah 180/100 mmHg Hipertensi Essensial Grade II

TINJAUAN PUSTAKA

1.

Definisi Hipertensi yang tidak diketahui penyebabnya didefinisikan sebagai hipertensi esensial. Beberapa penulis lebih memilih istilah hipertensi primer, untuk membedakannya dengan hipertensi lain yang sekunder yang sebab-sebab yang diketahui. The Seven Report of The Joint National Committee on Prevention, Detection,,and Treatment of High Blood Pressure (JNC7) klasifikasi tekanan darah pada orang dewasa terbagi menjadi kelompok normal, prahipertensi, hipertensi derajat 1 dan hipertensi derajat 2 (Tabel 1).

Table 1 Klasifikasi Hipertensi

Klasifikasi Tekanan darah

TDS (mmHg)

TDD (mmHg)

Normal Prahipertensi Hipertensi derajat 1

< 120 120 139 140 159

< 80 80 89 90 99

Hipertensi derajat 2

160

100

2.

Faktor Resiko Hipertensi

a.

Faktor keturunan Dari data statistik terbukti bahwa seseorang akan memiliki kemungkinan lebih besar untuk mendapatkan hipertensi jika orang tuanya adalah penderita hipertensi

b.

Ciri perseorangan Ciri perseorangan yang mempengaruhi timbulnya hipertensi adalah umur ( jika maka TD meningkat ), jenis kelamin (laki-laki lebih tinggi dari perempuan) dan ras (ras kulit hitam lebih banyak dari kulit putih).

c.

Kebiasaan hidup Kebiasaan hidup yang sering menyebabkan timbulnya hipertensi adalah konsumsi garam yang tinggi (melebihi dari 30 gr), kegemukan atau makan berlebihan, pengaruh lain misalnya merokok, minum alkohol, minum obat-obatan (ephedrine, prednison, epineprin)

d.

Lingkungan Lingkungan yang tidak harmonis akan menyebabkan gampang stres yang akan memicu lebih mudah terkena tekanan darah tinggi sebab stres menyebabkan kenaikan hormon adrenal dan kortisol.

3.

Gejala Gejala Hipertesi

a. b. c. d. e. f. g. h. i.

Sefalgi Pusing Insomnia Rasa berat di tengkuk Epistaksis Tinitus Penglihatan berkunang kunang Palpitasi Sering marah

4.

Komplikasi Penyakit Hipertensi a. b. c. d. Payah jantung Perdarahan otak Hipertensi maligna Hipertensi ensefalopati

5.

Pengobatan Hipertensi Jenis-jenis obat antihipertensi untuk terapi farmaklogis hipertensi yang dianjurkan oleh JNC7 : Diuretika, terutama jenis Thiazide (thiaz) atau Aldosterone Antagonist (Aldo Ant) Beta Blocker (BB) Calcium Channel Blocker atau Calcium Antagonist (CCB) Angiotensin Converting Enzyme Inhibitor (ACEI) Angiotensin II Receptor Blocker atau AT1 receptor antagonist/blocker (ARB)

PEMBAHASAN

Berdasarkan hasil wawancara dan tinjauan pustaka, maka didapatkan hasil : 1. Faktor Faktor yang Berpengaruh terhadap Hipertensi Dari laporan kasus, maka faktor yang paling berpengaruh pada pasien adalah : a. Obesitas. b. Stres akibat tinggal di lingkungan padat penduduk, masalah ekonomi sebab pasien tidak ada pekerjaan (istri yang bekerja), masalah sosial sebab akan diperbincangkan oleh tetangga sebagai kepala keluarga yang kurang bertanggung jawab (tidak bisa mencari nafkah).

2.

Hal Hal yang Memperburuk Masalah Hipertensi Dari laporan kasus, maka yang memperburuk hipertensi pada pasien adalah : a. Menganggap enteng penyakit yang diderita. b. Malas mengunjungi puskesmas untuk memeriksakan keluhan keluhan penyakitnya, karena menganggap biaya pengobatan mahal sehingga lebih baik dipakai untuk memenuhi kebutuhan lain, seperti untuk makan dan biaya sekolah anak.

3.

Hipertensi Kaitannya dengan Keluarga Pasien a. Dampak bagi Keluarga Memperburuk masalah keluarga karena kepala rumah tangga tidak bekerja dan

yang mengambil keputusan adalah istri sehingga mengakibatkan keluarga menjadi kurang harmonis.

Adanya ketakutan dari anggota keluarga sebab kepala keluarga sakit tetapi tidak

terlalu mempedulikan penyakitnya.

b.

Saran bagi Keluarga Pada kasus hipertensi dalam keluarga, maka perlu diberikan saran bagi keluarga dalam membantu penyembuhan hipertensi, yaitu: Bagi seluruh keluarga, diharapkan dapat mengurangi asupan garam dalam satu

hari, memperbanyak makan buah dan sayur hijau, juga berolah raga sehingga resiko perburukan hipertensi dapat dicegah. Memberi dukungan kepada pasien agar lebih memperhatikan masalah

penyakitnya. Tidak menambah stres pada pasien dengan memancing pertengkaran. Bagi seluruh keluarga, diharapkan dapat lebih memperhatikan mengenai

pentingnya pendidikan, karena dengan pendidikan akan membuat seseorang mempunyai kesempatan yang lebih baik dalam mendapatkan pekerjaan sehingga anggota keluarga mempunyai kualitas hidup yang lebih baik sehingga tidak stres, yang pada akhirnya menghindari dari resiko hipertensi atau mencegah terjadinya perburukan hipertensi sehingga menjadi penyakit yang lebih susah diatasi.